Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Bukan Pasarmalam” as Want to Read:
Bukan Pasarmalam
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Bukan Pasarmalam

3.81 of 5 stars 3.81  ·  rating details  ·  874 ratings  ·  114 reviews
Perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputaran perjalanan itu, terungkap beberapa potong puing gejolak hati yang teka pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi.

Dikisahkan bagaimana keperwiraan seseorang dalam revolusi pada akhirnya melunak ketika dihadapkan pada kenyataan sehari-hari: ia menemukan ayahnya yang seoran...more
Paperback, 104 pages
Published 2006 by Lentera Dipantara (first published 1951)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Bukan Pasarmalam, please sign up.

Be the first to ask a question about Bukan Pasarmalam

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,356)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
aldo zirsov
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, berikut introduction, postscript and notes oleh C.W. Watson....
menarik membaca kata pengantar dari penterjemah yang menceritakan saat dia mulai menterjemahkan buku ini di suatu rumah kawasan lereng tangkuban perahu jawa barat, dan usaha-usaha dia untuk memperoleh buku Pramoedya Ananta Toer di tahun 70-an di kawasan perbukuan seputaran bandung seperti cikapundung dan alun-alun kota. betapa dia mengeluhkan sulitnya mendapatkan buku2 pramoedya jaman tsb.... s...more
A.J. Susmana
Bukan Hanya Dokter
Batam Pos, MINGGU, 24 MEI 2009

AJ Susmana

Bukan Pasar Malam, novel pendek Pramoedya Ananta Toer ini, barangkali adalah novel yang paling banyak dipuji dan diapresiasi para pembaca karya-karya Pram setelah Bumi Manusia. Setidaknya, YB Mangunwidjaja seorang penulis novel dan juga rohaniwan mengatakan bahwa Bukan Pasar Malam adalah karya Pramoedya yang paling disukainya. Oleh sebagian pembaca, Bukan Pasar Malam, sering disimpulkan sebagai novel yang bernuansa religius, beraura misti...more
Imas
Membaca buku Pram selalu membuatku terpesona. Pilihan ide cerita, kata-kata semuanya buatku menarik. Termasuk buku ini tentunya, tipis kuhabiskan dalam waktu yang tidak lama namun tetap saja beberapa kali setelah membaca satu paragraf,mengagumi kemudian kembali lagi membaca paragraf tersebut.

Ini "hanya" kisah pulang kampung seorang anak yang telah lama meninggalkan kampung halaman untuk menjenguk ayahnya yang terbaring sakit keras. Ayah yang baru saja disurati dengan ucapan kasar karena mendapat...more
Fajar
Novela ini adalah bentuk ketangkasan Pram mempersoalkan manusia. Kisah tentang kesendirian, kegamangan jiwa dalam tubuh perwira yang melihat kenyataan di sekitarnya.

"...masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu. Di mana pun juga dia menampakan dirinya. Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, dan kadang-kadang ia pergi lagi dan ditinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit."(hlm.66)








Odet Rahmawati
Suka sekali dengan tokoh Bapak di buku ini. Konon beliau turut memperjuangkan kemerdekaan republik di masanya ia hidup, tapi semua jasanya hanya dibalas dengan cemoohan orang-orang di sekitarnya. Yah, ini mah memang sudah kebiasaan buruk manusia, bukan? Menilai seenaknya, berkomentar tanpa tahu perkara yang sebenarnya. Heu.


Bapak di buku ini memilih menjadi guru ketimbang menduduki salah satu kursi di 'atas' sana. Katanya beliau lebih rela jadi orang miskin dan semua jasanya dilupakan, ketimbang...more
Roswitha Muntiyarso
Sebuah novel pendek karangan Pram. Sangat pendek namun benar-benar menggambarkan sebuah kebimbangan hati seorang pejuang ketika dihadapkan pada kematian.

Saya mendapatkan buku ini dari seorang teman dekat, sebagai hadiah ulang tahun saya ke-23 (meskipun saya sudah tidak ingin membicarakan event peringatan hilangnya setahun jatah umur tersebut). Ia membeli buku ini sesaat sebelum kami berjanji untuk ketemu. Dia mengetahui saya menyukai karya Pram dan membelikannya untuk saya. Untuk kali ini, sekal...more
Esterina Danar
Sebuah novel dari Pramoedya Ananta Toer. Novel pertama karangan Pram yang baru saya baca sekitar tiga minggu yang lalu. Tak lama menghabiskan novel setebal seratus empat halaman ini, kira - kira menghabiskan waktu dua hari.

"dan di dunia ini, manusia bukan berduyun - duyun lahir di dunia dan berduyun - duyun pula kembali pulang...seperti dunia dalam pasarmalam...Seorang-seorang mereka datang. Seorang - seorang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas - cemas menunggu saat nyawanya terbang...more
Andrea Ika
Resensi Buku: Bukan Pasar Malam

Pramoedya Ananta Toer #review2014


Judul : Bukan Pasar Malam
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Tebal Halaman: 104 hal
Penerbit: Lentera Dipantara
ISBN: 978-979-38-2003-3
Tahun Terbit: 2004
Rating : 5 bintang



Perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputaran perjalanan itu, terungkap beberapa potong puing gejolak hati yang teka pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi.

Dikisahkan bagaimana keperwiraan seseorang dalam revolus...more
Ria
"Aku tak mau jadi ulama. Aku mau jadi Nasionalis. Karena itu aku jadi guru. Membukakan pintu hati anak-anak untuk pergi ke taman, patriotisme. Karena itu aku memilih jadi guru. Jadi lembaga bangsa"

"Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang...seperti dunia dalam pasar malam. Seorang mereka datang...dan pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas mengunggu saat nyawa terbang entah kemana"
Fe -
Buku ini mengalahkan The Ghost yang saat ini masih dalam proses saya baca! Wow! Bukan Pasarmalam adalah buku karya Pramoedya Ananta Toer pertama yang saya baca. Thanks to Citra Pramudya yang rela rombak isi kardus bukunya demi menemukan buku cetak kuliah dan sekalian buku ini. Saya ingat, waktu dia beres-beres sebelum pindah ke kostan barunya, buku ini saya pack di dalam kardus berisi buku penting untuk mengerjakan skripsi.

Dan saya tidak sangka buku yang sempat direkomendasikannya pada saya ini...more
Nadia Fadhillah
keren! tulisan pram yang bikin aku berkaca-kaca dan menggelinang pada akhirnya. Meskipun tulisannya bikin nangis dan sedih, bukan sama sekali buku yang cengeng. Keren banget lah, termasuk salah satu jejeran buku terbaik bagiku. Untuk pembaca pemula Pram, yang kadang tidak selesai membaca buku-buku Pram yang lebih terkenal (misalnya Tertalogi Buru), buku ini bisa jadi langkah awal dalam membaca Pram. Silahkan dibaca :)
Ina
Kerap melihat buku ini di toko buku tapi entah kenapa tidak begitu tertarik untuk membelinya. Hingga suatu saat seorang teman dekat merekomendasikannya untuk dibaca. Katanya, dia seperti sedang berkaca pada pengalamannya sendiri; harus pulang dari perantauan, dan dalam kondisi belum mapan benar dihadapkan pada persoalan keluarga: Sang Ayah sakit!

Salah satu kutipan yang cukup menyentil kuping saya adalah: "Rumah yang sejak kecil aku huni sudah reyot dan tua, tetanggaku bilang “Apabila rumah itu r...more
htanzil
Novel PAT terbitan Bara Budaya ini dikemas dengan lux, edisi mewah, semua halamannya dicetak dia atas kertas art paper yang mengkilat dan diberi ilustrasi.

Bukan Pasar Malam ini dipercaya sebagai sepenggal kisah kehidupan Pram. Novel pendek yang sarat perenungan.
Lilia Zuhara
Seorang pemuda yang tinggal di kota memutuskan untuk kembali ke Blora, kampung halamannya, setelah mendengar kabar ayahnya sakit. Sesampainya di Blora, ia menemukan bahwa penyakit ayahnya bukan sekedar sakit fisik, namun lebih pada kesedihan yan menggerogoti jiwa dan raga.

Pram berusaha untuk mempigurakan kehidupan masyarakat di masa setelah kemerdekaan. Masa dimana masyarakat Indonesia mempunyai hak dan kemampuan untuk berpolitik dan menentukan nasibnya sendiri. Orang-orang yang dulu berjuang be...more
Marina Zala
** Books 165-2014 **

"Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang.. seperti dunia dalam pasar malam. seorang-seorang mereka datang.. dan pergi. dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana"

Itulah yang tertulis di belakang cover buku ini yang mengisahkan tentang seorang anak revolusi yang harus pulang ke Blora menengok ayahnya yang jatuh sakit karena TBC. Ia merasa menderita dan tertampar melihat keny...more
Ahmad Fuadi
ringkas, kalimat dan pilihan kata yang efektif, kuat
Shita Hapsari
Masih dengan setting seputar masa setelah kemerdekaan Indonesia, seperti kebanyakan buku Pram yang lain.
Namun di sini, tokoh nasionalis itu sudah berada di masa senjanya. Kebanyakan lembar-lembar buku mengisahkan kenangan-kenangan akan dirinya, melalui ingatan dan penuturan sang putra sulung.

Kisah heroisme yang biasa ditampilkan Pram kali initerpendar samar dalam sosok manusiawi seorang ayah di ujung usianya.

Mengharukan..dengan bahasa khas Pram yang lugas dan lugu. Satu-dua fragmen berhasil memb...more
Brian
I forget who said (want to think it was Pamuk), "Every man's death begins with the death of his father", but it is that quote that this book kept whispering in my head. This is a simple story, a sad story, a story of death... a son returns home to central Java to see his dying father and tries to find meaning in his father's life and in his own in a world that makes little sense.

I looked out of the window again. Rubber plantations followed, fast one after the other. Small towns which I often use...more
Iyas Abdurrahman
Jelas ini bukan pasar malam. juga bukan pasar senen, rebo dan pasar-pasar lainnya. ini jelas sebuah buku. dan tentu bukan ini yang dimaksud om Pram. Bukan Pasarmalam, sebuah buku dengan ide sederhana: pasarmalam. siapa yang tidak setuju bahwa pasar malam sederhana?

kesederhanaan pasarmalam dapat dilihat dari jalan ceritanya. kisah 'aku', seorang perwira yang bermasalah dengan sang bapak. 'aku' yang tinggal jauh dari sang bapak harus kembali ke Blora saat kabar itu datang. sang bapak terjangkit td...more
Aldi
First of all, I'm not really a fan of stories depicting pain and suffering. I guess I often try to find hope and joy in books to take my mind of reality. However, I do realize that time to time I need to be reminded on how life itself can be felt through tears and burden shared together.

The book tells a story of Aku and his journey in facing the reality presented to him. Like many other realities, it came without asking for permission. The main character, Aku, is presented with a situation where...more
Ancilla
Sangat mudah untuk memahami konflik yang dialami oleh karakter-karakter utama dalam buku ini, sang Ayah dan Aku.

Relasi antara orang tua dan anak memang selalu menjadi topik yang menarik untuk diceritakan. Konflik yang terjadi diantaranya seringkali terjadi tanpa maksud menyakiti pihak lainnya, namun yang terjadi sebaliknya. Alhasil banyak sekali tindakan-tindakan yang dilakukan untuk "menebus dosa".

Seperti halnya, ketika sang Ayah yang sedang di ujung hidupnya secara terus menerus meminta es ya...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Perjalanan pulang adalah perjalanan kilas balik tentang apa-apa saja yang dahulu kita tinggalkan.. dan perjalanan ini membawa semua kenangan.. rumah.. ayah.. adik-adik tersayang.. seperti yang digambarkan dalam tokoh “Aku”, seorang pemuda yang telah lama pergi meninggalkan rumah, jauh pergi meninggalkan kampung halamannya, banyak peristiwa yang telah menimpanya, dan karena gejolak peristiwa yang menimpa negeri ini, ia pun ikut terseret masuk didalamnya..ia menjadi narapidana, belum beberapa lama...more
Odi Akhyarsi
Saya menemukan roman pendek karya Pram ini di pasar Kwitang, Senen. Mudah sekali untuk mengikuti alur ceritanya. Lebih mudah lagi untuk merasakan indahnya tuturan kata-katanya, di balik ceritanya yang 'gelap' dengan kebingungan si anak dalam penderitaan si ayah menyongsong kematian.

Roman 100 halaman ini ditutup dengan 4 kalimat yang menjadi inti cerita: 'Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang. Seorang-seorang mereka datang. Seorang-se...more
Minanthi Danny
"Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali, anak tertua, pembawa kebesaran dan kemegahan bapak.."

Kalimat awal surat dari ayah Pram kepada penulis tetralogi Pulau Buru inilah yang membuat saya semakin semangat membaca hingga akhir. Di buku ini saya menemukan Pram yang lain. Bukan Pram yang berapi-api di Bumi Manusia yang penuh semangat revolusi. Bukan Pasar Malam, saya menemukan Pram yang lain.
Nisa
This book is my first Pram experience.(Okay, I know I'm a bit late, but at least I make the effort! LOL) Well, at first I was only curious about why his books were banned by the previous governments, so I thought his books would be filled with political issues. But this one, even though it's heavily loaded with those kind of issues, also shows the more human side of things. Like death?

I read this one in a single gulp, in a sleepless night, and I've got to say that reading this sent shiver down m...more
Annisa
This book is my first Pram experience.(Okay, I know I'm a bit late, but at least I make the effort! LOL) Well, at first I was only curious about why his books were banned by the previous governments, so I thought his books would be filled with political issues. But this one, even though it's heavily loaded with those kind of issues, also shows the more human side of things. Like death?

I read this one in a single gulp, in a sleepless night, and I've got to say that reading this sent shiver down m...more
Argo Prasetyo
Bukan pasar malam merupakan "sindiran" bagi para para founding father negara ini bagi para jenderal - jenderal pendiri bangsa ini.
"Dulu ketika jaman berperang dan bergerilya, para jenderal mampu menjadi bapak dari para rakyat, tetapi belumlah setahun negara ini merdeka, mereka sudah saling berebut gedung dan kursi."

Dan tragisnya masih berlangsung hingga detik ini....
Abi Ghifari
Untuk ukuran sebuah karya sastra yang lahir dari tangan dingin seorang Pramoedya Ananta Toer, 'Bukan Pasar Malam' mungkin adalah salah satu yang paling 'ringan' untuk dibaca, berbeda jauh jika dibandingkan dengan ketika kita membaca tetralogi Buru. Tetapi topik dan genre yang diangkat tetap serupa dengan karya-karyanya yang lain, begitupun dengan sudut pandangnya yang berkisah tentang realisme sosial.

Kisah yang terangkum dalam buku ini cukup sederhana, mengisahkan seorang tentara yang menemui ay...more
Tresna Putri
Buku Pramoedya Ananta Toer yang pertama saya baca ini mengisahkan tentang proses seorang ayah yang sakit hingga meninggal. Kecintaan ayahnya pada Republik dan 'pengkhianatan' pasukan gerilya pasca kemerdekaan membuatnya trauma pada politik dan terserang penyakit TBC. "Kita lahir sendiri, mati sendiri, tidak ramai seperti pasarmalam"
Norziati
Sebuah novel kecil Pram yang bercerita tentang perjalanan pulang ke kampung menziarahi ayahnya yang sakit, yang satu bulan kemudiannya meninggal dunia oleh TBC (batuk kering). Ayahnya yang merupakan seorang pejuang dalam revolusi dikatakan jatuh sakit bukan kerana dirinya sakit tetapi oleh kerana kecewa dengan permainan teman seperjuangannya yang selepas kemerdekaan menjadi gelap mata dengan pangkat dan harta. Kita juga dapat melihat bagaimana Pram bteliti melukiskan perkara yang kita anggap kec...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 45 46 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Orang-orang Proyek
  • Kitab Omong Kosong
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Pulang
  • Harimau! Harimau!
  • Amba: Sebuah Novel
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Tarian Bumi
  • Robohnya Surau Kami
  • Canting
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1) Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3) Gadis Pantai Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) House of Glass (Tetralogi Buru, #4)

Share This Book

“Di dunia ini manusia bukan berduyun-duyun lahir dan berduyun-duyun pula kembali pulang. Seorang-seorang mereka datang. Seorang-seorang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana.” 15 likes
More quotes…