Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Derai-derai Cemara” as Want to Read:
Derai-derai Cemara
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Derai-derai Cemara

4.07  ·  Rating Details ·  147 Ratings  ·  18 Reviews
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hila
...more
Paperback, 132 pages
Published 1999 by Horison
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Derai-derai Cemara, please sign up.

Recent Questions

This question contains spoilers… (view spoiler)

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Johnny Wirjosandjojo
Sep 14, 2012 Johnny Wirjosandjojo rated it did not like it
Saya mendapatkan buku ini dari seseorang yang bermukim di Batam. Tidak saya tawar harganya, saya langsung deal saja karena sudah lama saya buru buku ini, hasilnya: saya kecewa.

Bajingan betul!

Dalam "Pengantar Penerbit" dikatakan: Horison (penerbit) bekerjasama dengan Evawani Alissa, puteri kandung penyair ini, membuat sesuatu mengenang almarhum... bla bla bla...

Hell, tidak ada hal baru kecuali apa-apa yang diangkat dalam kata pengantar-kata pembuka-kata penutup.

Jika pingin bikin suatu kenangan, k
...more
Ahmad
Feb 01, 2010 Ahmad rated it liked it
sebagai buku kumpulan Chairil Anwar, "Derai'Derai Cemara" adalah yang paling lengkap menurut saya. Di buku ini ada puisi, esai, dan semacam pidato Chairil Anwar. Bahkan, pembaca disuguhkan pada cerita nostalgia Asrul Sani dan anak dari Chairil Anwar sendiri.

Ya, setidaknya, saya mengerti kisah di balik "Aku" yang sebenarnya bukan puisi patriotik. Bahkan, saya baru melihat dengan jelas bahwa "Diponegoro" tak benar-benar keluar dari hati Chairil Anwar. Pas untuk dibaca, seperti yang dibilangnya se
...more
Nanny SA
Dec 01, 2008 Nanny SA rated it really liked it
Buku ini selain memuat puisi-puisi juga memuat prosa-prosa karya Chairil Anwar, di samping itu pengantar dari anaknya : Evawani Allisa Chairil Anwar dan kata pembuka dari Asrul Sani sangat mencerahkan untuk mengetahui karakter dan sejarah Chairil Anwar sebagai seorang seniman. Begitupun kata penutup dari Agus R Sarjono menambah pengetahuan tentang puisi dan bagaimana Chairil bisa menjadi legenda dalam perpuisian di Indonesia.Sketsa yang bernada muram oleh Herry Dim, serta lukisan cover yang unik ...more
Ervirdi Rahmat
Mar 04, 2017 Ervirdi Rahmat rated it did not like it
Semua ada di internet~ prosa-prosanya juga, tapi prosa hasil terjemahan tidak ada, ditambah fontnya yang aduh.
Betri arisa
Oct 30, 2007 Betri arisa rated it liked it
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bula
...more
fRee
Jun 20, 2009 fRee rated it really liked it
Shelves: poetry, p-o-e-n-y-a
bagi saya, bagian yang paling menarik dari buku ini adalah kata pembuka dari Asrul Sani, Suatu Sore Gerimis di Bogor, 28 April 1949, terutama pada cerita tentang pertengkaran hebat mereka...

"Pernah kami bertengkar hebar di jalan raya. Dia berteriak dari Jalan Gajah Mada dan saya membalas teriakannya dari seberangnya, di Jalan Hayam Wuruk. Kedua jalan itu dipisah oleh Kali Ciliwung.
Dia marah karena saya menulis artikel yang mengeritik sajaknya di Mimbar Indonesia. Saya bilang, isi sajaknya kosong
...more
Ayu Welirang
Mar 17, 2012 Ayu Welirang rated it really liked it
Ketika menjelang hari raya, saya menyempatkan diri untuk meminjam buku ini dari seorang kakak sekaligus senior di organisasi pecinta alam. Beberapa puisi kakak saya itu memang terilhami dari Chairil Anwar. Setelah puas membaca "Aku Ini Binatang Jalang", saya jadi tertarik untuk meminjam buku puisinya lagi. Hehe.

Saya memilih ini untuk teman bacaan selama bulan puasa. Bisa sekaligus bermuhasabah juga, meski tak jarang menemui keambiguan bahasa atau ketidakjelasan profil Chairil Anwar sendiri. Tap
...more
Mahadewi
Jan 02, 2014 Mahadewi rated it it was amazing
Sebuah anekdot tentang Chairil Anwar daripada satu-satunya puterinya. Membaca naskhah membuat saya rasa dekat dan kenal Chairil Anwar seperti saudara sendiri. Kompilasi sajak dalam 'Derai-derai Cemara' membuat saya jadi lebih melankolik daripada berbahagia. Aduhai, sedih itu ubat hati saya, rupanya.
Mochammad Taufik
Jan 04, 2016 Mochammad Taufik rated it really liked it
....
Hidup hanya menunda kekalahan.
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah.
Dan tahu, ada yang tetao tidak diucapkan.
Sebelum pada akhirnya kita menyerah.

(Derai-Derai Cemara, 1949)

Salah satu puisi paling akhir Chairil beberapa bulan sebelum ia meninggal. Seperti isyarat bahwa ia akan pergi untuk selama-lamanya.
Hanif Amin
Jun 01, 2015 Hanif Amin rated it liked it
Terlepas dari pengenalan - pengenalan mengenai Chairil Anwar dan lain-lain, saya kira karya - karya Chairil benar - benar indah dan berkualitas.

Bagi saya, dia bisa menyajikan puisi berkualitas yang mengalir. Serta juga kumpulan prosa dan pidatonya yang menarik.
Amelia
Sep 05, 2012 Amelia rated it really liked it
Saya ngebaca buku ini (mungkin) sekitar kelas 1 SMP. Buku ini yg pertama kali ngebuat saya jd jatuh hati sama yg namanya sastra. Bahkan, setelahnya saya jadi rajin nulis-nulis puisi di buku harian. Ah, tapi sayang bgt, sekarang bukunya raib entah kemana. :(
Hana Ahmad
Jul 04, 2013 Hana Ahmad rated it liked it
Percintaan, kelahiran, kematian, kesepian, matahari dan bulan, ketuhanan - inilah pokok-pokok yang berulang-ulang telah mengharukan seniman - Chairil Anwar
Mikael
Jan 20, 2008 Mikael rated it it was ok
horison approved chairil collected horrible font for the titles as you can see from the cover what is the point
Fibrina  Damayanthi
Oct 13, 2007 Fibrina Damayanthi rated it liked it
mau baca puisi2nya Chairil Anwar? disini komplit kok
Je
Jun 19, 2015 Je rated it liked it
'mampus kau dikoyak-koyak sepi'
Reza Ardiansyah
Reza Ardiansyah rated it it was amazing
Mar 16, 2016
Zulfirman Musati
Zulfirman Musati rated it it was amazing
Apr 01, 2016
Jika Permadi
Jika Permadi rated it it was amazing
Nov 20, 2014
Ermia Siti
Ermia Siti rated it it was amazing
Mar 01, 2016
Khoirun Annisa
Khoirun Annisa rated it it was amazing
May 11, 2017
Soekresno Sariadji
Soekresno Sariadji rated it liked it
May 16, 2013
Bambang Kurniawan
Bambang Kurniawan rated it really liked it
Oct 07, 2014
Amelia Devina
Amelia Devina rated it it was amazing
Jan 26, 2008
Nazla Luthfiah
Nazla Luthfiah rated it liked it
Sep 01, 2008
Zsadpgh
Zsadpgh rated it it was amazing
Nov 07, 2015
Ken Fitria
Ken Fitria rated it it was amazing
Sep 09, 2007
Laras Fitria
Laras Fitria rated it it was amazing
Feb 19, 2016
Rizqi
Rizqi rated it it was ok
Apr 25, 2013
Anni
Anni rated it liked it
Jan 29, 2009
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
  • Sadjak-Sadjak Sepatu Tua
  • Kekasihku
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Orang-Orang Bloomington
  • Ziarah: Sebuah Novel
  • Sepotong Senja untuk Pacarku
  • Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001
  • Keluarga Gerilya: Kisah Keluarga Manusia dalam Tiga Hari-Tiga Malam
  • Perahu Kertas
  • Boulevard de Clichy (Agonia Cinta Monyet)
151902
Chairil Anwar was one of the famed figures of the “1945 Generation,” that group of luminaries who brought heat and light to Indonesian literature in the formative years of the new nation.

Through his poetry, Chairil Anwar succeeded in infusing Indonesian verse with a new spirit and bringing a new enthusiasm to Indonesia’s cultural arena. He also provided friends and acquaintances with never-ending
...more
More about Chairil Anwar...

Share This Book



“Hidup hanya menunda kekalahan.” 26 likes
More quotes…