Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba” as Want to Read:
Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba

by
4.07 of 5 stars 4.07  ·  rating details  ·  403 ratings  ·  77 reviews
“Membaca tulisan Butet saya merasa menjadi Orang Rimba. Sungguh, saya merasa tercerahkan. Selamat atas tulisan ini. Semoga Orang Rimba dan lingkungannya menjadi lebih baik lagi. Amin”
(Iwan Fals, musisi)

“Saya jadi ingat orang Baduy, Banten Selatan, yang tidak butuh sekolah. Kata mereka, mendingan bodoh daripada pintar buat minterin orang lain. Bagi saya, buku ini merupakan
...more
Paperback, V, Januari 2013, 250 pages
Published June 2007 by INSIST Press
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sokola Rimba, please sign up.

Be the first to ask a question about Sokola Rimba

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,072)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
ijul (yuliyono)
May 21, 2010 ijul (yuliyono) rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: everybody
Shelves: buku-non-fiksi
---belajar itu penting

Membaca judulnya saja, aku langsung terinspirasi. Meskipun bernuansa lokal (bahasa, dialek) namun karena kesamaan bunyi dengan kata sekolah dalam Bahasa Indonesia, kupikir semua yang melihat buku ini pasti sudah dapat menebak garis besar isi buku ini dengan hanya membaca judulnya, Sokola Rimba. Daya pikat kata sekolah itu kemudian berkolaborasi menakjubkan dengan kata rimba, yang sekali lagi, siapapun bakal dengan mudah menampilkan imajinasi akan keasrian pepohonan hijau ya
...more
e.c.h.a
Do what you love and love what you do.

Saya melihat semangat itu dari seorang Butet, melakukan sesuatu yang sangat Ia cintai dan mencintai apa yang sedang Ia kerjakan.

Pembelajaran itu sebuah proses, dari tidak tahu mejadi mahir. Setiap orang, siapapun dia, akan selalu mendapat pelajaran dari orang lain disadari atau tidak.

Karena hidup itu sendiri adalah belajar.
miaaa
May 13, 2010 miaaa rated it 4 of 5 stars
Recommended to miaaa by: Goodreads Indonesia
Let's learn, and then we can teach;
Let's change, and then we can change the world;
Let's acknowledge the needs, and then we can help.

***

Untuk mengajar kita perlu belajar,
Untuk mengubah dunia kita perlu berubah lebih dulu,
Untuk menolong, mari pahami dulu apa kebutuhan mereka.
Harun Harahap
Izinkan saya terlebih dahulu menceritakan pertemuan pertama saya dengan GoodReads dan GoodReads Indonesia (GRI):

Saya pertama kali berkenalan dengan GRI sekitar bulan Maret 2009. Bosan dengan Facebook ditambah lagi ada beberapa stalker yang menyebabkan saya menutup akun Facebook saya tersebut. Saya mulai bertanya dengan teman sekitar adakah sebuah website yang khusus berisikan resensi berbagai buku. Ismi, teman saya akhirnya memberikan alamat GoodReads, saya langsung jatuh cinta pada pertemuan pe
...more
Roos
Oct 04, 2007 Roos rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: Life Fighter's Friends
MUST READ BOOK!!!
What I learned from this book : VERY.....VERY MUCH AND MUCH MORE.

Buku ini benar-benar menunjukkan apa yang dinamakan CINTA yang SUNGGUH-SUNGGUH MENCINTAI ( Bukan Cinta Mati Lho...)
Disini ditunjukkan bagaimana seorang Butet mencintai dunia kecilnya di Rimba, dari pengenalan, penjajagan, hingga pendalaman kharakter masing-masing bahkan sampai bingung mana yang orang Rimba yang asli....
Proses 'Take and Give'nya benar-benar terasa.....Bagaimana perasaan Butet dari kesusahannya, perj
...more
nat
Saat mendengarkan kata ‘sekolah’ terucap, apakah yang terbayangkan di benakmu ? Apakah itu sebuah gedung dengan ruangan-ruangan kelas ? Ataukah buku, kapur, pensil, dan peralatan tulis lainnya ? Apakah terbayang di benakmu guru-guru yang memakai seragam rapi ? Atau jam-jam pelajaran yang padat dengan sedikitnya waktu istirahat untuk bercengkarama dengan para sahabat ?

Sokola Rimba adalah sebuah sekolah yang jauh sekali dari semua bayangan itu. Butet Manurung, salah seorang pelopor Sokola Rimba di
...more
indri
#2010-41#

"Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan."

Sebenarnya, aku lupa dengan isi pasal-pasal UUD 45 yang terakhir kubaca sewaktu SMA. Dan seiring dengan perkembangan politik di negeri ini yang semakin cepat pergerakannya, membuat aku memilih untuk melewatkan apa yang terjadi dalam tata kenegaraan. Ketika meng-goggling kata-kata di atas, ternyata banyak pasal-pasal UUD 45 yang sudah banyak berubah redaksionalnya karena di-amandemen beberapa tahun yang lalu.

Ternyata hal-hal d
...more
Pera
Jan 15, 2008 Pera rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: aktivis, pendidik
Shelves: indonesia, pendidikan
Membaca buku ini benar-benar berkesan.
Menurutku Butet mengisahkannya dengan penuh cinta.
Butet menyuguhkan kehidupan Rimba bukanlah sebuah dunia yang tidak nyaman tapi INDAH.
Indah karena kesederhanaanya, keluguannya, struktur masyarakatnya, keteguhannya dengan adat dan rimbanya.
Yang sangat menarik soal budaya orang rimba adalah sistem matrilinear yang dianutnya.
Laki-laki sebelum menikah di magangkan dulu di rumah calon mertuanya, bekerja, berburu dll. Setelah 3 bulan, jika calon mertua tidak
...more
Sweetdhee
Membaca Sokola Rimba, membuat saya mengingat kejadian bbrp tahun lalu.

Waktu saya masih bekerja di kantor pertama saya setelah lulus kuliah. Di sebuah perusahaan elektronik di Cibitung. Waktu itu saya dan teman saya, Rima, harus berjalan ke arah gudang chemical sehingga mendapatkan data aktual stok. Untuk menuju gudang tersebut, dari kantor depan, kami memilih melewati bbrp production line dibandingkan melewati jalan antar gedung yang jelas akan merasakan panas matahari yang menyengat.

Entah bag
...more
Usiefauzia
Dia perempuan, dia pernah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Bandung, dia pun seorang pecinta alam. Keadaannya sama seperti saya sekarang. Bedanya, menurut saya, beruntunglah dia karena telah terbuka pikirannya dan mengaplikasikan segala pengalaman hidupnya baik dalam pendidikan dan kepecintaalaman yang telah ditempuhnya. Sokola Rimba rintisannya adalah buktinya. Aplikasi nyata generasi muda di tengah jaman modern yang penuh dengan orang yang berteori dan nol dalam perbuatan.
Bahasa
...more
Norma
kagum sekaligus iri dengan rasa sosial dan pengabdian Butet manurung terhadap anak bangsa. Mempertanyakan pada diri kita sendiri "sudah bermanfaatkah saya bagi orang lain?", "seberapa besar manfaat saya bagi orang lain?"
Khanifudin Efendi
Sebuah buku yang sangat inspiring! Perjuangan Butet membuat sekolah untuk anak-anak Orang Rimba (OR) yang berasal dari catatan hariannya. Cerita sangat mengalir seolah-olah kita ikut "berkelana" di alam belantara OR.
Dengan bermodal nekad, akhirnya Butet mampu mendirikan Sokola Rimba bersama rekan2nya dengan segala perjuannya menghadapi protes baik dari OR maupun dari birokrasi setempat...

Kebetulan temanku ada yang pernah ikut mengajar di OR selama beberapa bulan, dan ternyata tak semudah yang di
...more
Arwin Purnama
Jun 03, 2008 Arwin Purnama rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: all cultural human
goodread beneran!
Dibaca beberapa kali bikin merinding...penasaran pengin ikutan terjun langsung di rimba, heee...
butuh keberanian dan keteguhan untuk bisa melakukan apa yang Butet lakukan untuk kehidupan suku-suku masyarakat adat.
Membaca buku ini membuat kita mereview kembali satu dari beragam masalah kebudayaan di Indonesia, termasuk masalah yang dialami Orang Rimba beserta keinginan mereka sebagaimana mereka adanya, tanpa dicampuri "tangan-tangan luar" yang merecoki dengan beragam iming-iming
...more
Aliftya Amarilisyariningtyas
“Benarkah konvervasi hutan adalah satu-satunya jawaban? Bahwa kalau ada hutan, pasti Orang Rimba hidup bahagia? Hutan thok… tanpa perlu meningkatkan kapasitas mereka?”–halaman 179.


Ya, buku ini memang bercerita mengenai kehidupan Orang Rimba. Hmmm… lebih tepatnya adalah catatan seorang Butet saat mencoba mendekati Orang Rimba untuk mengenal pendidikan. Jika dibilang menginspirasi menurut saya bisa ya, bisa juga tidak. Namun, yang jelas adalah bahwa buku ini menggambarkan realitas tentang masyarak
...more
Dia Febrina
Semua hal yang ada di dunia ini melibatkan perspektif. Satu titik yang sama akan dimaknai berbeda oleh dua pengamat dengan perspektif yang berbeda. Seperti apa yang di alami Orang Rimba, kelompok adat yang menjalani kehidupan di hutan Jambi.

Aneh jika ada yang bertanya mengapa memilih untuk hidup tanpa alas kaki, tanpa bangunan yang tidak berdinding, berpindah dan tidak mempunyai 'identitas kewarnegaraan'. kebanyakan orang. Tidak seorang manusia pun bisa memilih untuk dilahirkan seperti apa. Nam
...more
Ipung
Dejavu..seperti pernah membaca buku ini sebelumnya tapi saya lupa. Lagi-lagi menginspirasi, dan memberikan perenungan bahwa 25 tahun saya terlewat tanpa sesuatu yang benar-benar berguna bagi lingkungan.
nanto
Dec 13, 2008 nanto marked it as to-read
Butet ini pernah nongkrong di kantin kan yah? Tempat member Human biasa berkongkow Ria. Wajahnya makin lekat setelah muncul di iklan layanan Kompas. betulkah?
Yunita
Catatan-catatan keseharian Butet Manurung saat ia berada dalam komunitas Orang Rimba ini mampu membuat saya terharu dan menitikkan air mata. Betapa dengan membaca buku ini kita jadi memahami bahwa pelestarian hutan bagi Orang Rimba tidaklah cukup tanpa memberdayakan mereka melalui pendidikan. Butet berjuang agar mereka tidak tergerus oleh arus modernisasi dan sedikit sekali orang seperti beliau yang peduli akan kaum minoritas seperti Orang Rimba. Dengan bahasanya yang lugas namun cerdas ia membu ...more
Humairah
saya malu... karena saat ini belum bisa memberikan kontribusi bagi anak2 rimba itu.. salut dg butet
lovely-dee
Do you think you care? Well, here you will find a journal of a woman who cares and do something about it.
Bunga Mawar
Butet ini orangnya benar2 konyol ya? :P
*belum mampu membuat review dari sisi lain*
dyah
Gila!!!!
hanya bener2 manusia yang mau berjuang sampae di hutan
salut deh...
wulan safitri
inspiring book :)
cinta itu tanpa syarat.
Hana
buku non-fiksi yang pertama baca sampai tuntas. cara menjelaskan menyenangkan dan ga dibuat-buat, ngebuat yang baca merasa ikut menyaksikan perjuangannya. (berasa lebay tp begitulah..)

buku ini tentang perjuangan si penulis dalam menjadi guru bari orang2 pedalaman, bukan hanya menjadi guru dalam arti pengajar pelajaran aja, dia juga ngajarin tentang bagaimana kehidupan sudah berkembang. well, jadi mikir gini sih "ada kemungkinan apabila mereka kalo diberikan pengetahuan ttg teknologi dsb mereka a
...more
Namida Puti
Butet Manurung memancing rasa penasaran saya setelah mendengar dan mengikuti kiprahnya sebagai guru bagi Orang Rimba. Dan Sokola Rimba memuaskan rasa penasaran saya. Walau kemudian menyisakan sedikit kegelisahan.

Sokola Rimba mengisahkan petualangan Butet Manurung, seorang sarjana S1 yang memutuskan menjadi fasilitator pendidikan bagi Orang Rimba melalui wadah LSM yang bernama WARSI. Secara runut Butet menceritakan bagaimana awal mula ia bisa nyemplung ke rimba Taman Basional Bukit Duabelas, Jam
...more
Nanny SA
Butet Manurung adalah seorang pionir Sokola (Sekolah) Rimba di Kawasan Rimba di wilayah Jambi dan sekitarnya, dia menuliskan pengalaman dengan sederhana dan apa adanya.

Kagum akan keberaniannya membuat keputusan untuk menjalani kehidupan bersama orang Rimba; salut akan kegigihan nya mengajar anak-anak Rimba; terharu atas kecintaan nya pada orang-orang Rimba dan kehidupannya; luar biasa karena bisa menginspirasi teman-temannya untuk berbuat hal yang sama; tersadarkan bahwa kita salah jika mengan
...more
Marsya  Nurmaranti
selesai membaca buku sokola rimba, serasa habis berpetualang. seolah kisahnya itu hanya fantasi butet manurung. tapi kisah ini nyata! benar2 ada orang rimba yg gak bisa baca tulis, gak tau apa2 tentang gemerlap kota, apalagi teknologi.

serunya, mereka orang rimba itu tidak bisa baca tulis tapi mereka tidak bodoh. aku yakin mereka jauh lebih cerdas dari org kota. mrk lebih arif dan bijaksana. mrk menyayangi alam lebih dari siapapun. mrk penjaga hutan, penjaga keseimbangan alam, hal hal sederhana y
...more
Dhitri
This is a collection Butet Manurung's journal entries written during her time in the Sumatran jungle, teaching literacy to the children of the Orang Rimba. Her accounts are honest and candid--her truths were confronting, not only to herself, but also to her readers. At the same time, her wit and self-deprecating humour lent the book a certain lightness that makes every page turn a delight. I am amazed how Butet is able to be so open about her personal struggles. For instance, even though she tho ...more
Nadya Anggun Mowlina
Buku ini bagus, bagus, bagus banget. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari buku ini. Hampir setiap halamannya bermakna, saya sampai bingung ingin mengutip kata-kata apa haha.

Di buku ini kita kembali disadarkan, bahwa anak-anak memang sasaran empuk untuk 'dicekokin' ini itu. Ini itu disini dalam konteks yang baik dan benar, ya itu tadi, pendidikan. Anak-anak itu belajar dengan cara meniru atau mencontoh. Sama halnya dengan yang terjadi pada Butet. Ketika Butet menulis, anak-anak mulai
...more
Siti Bariroh Maulidyawati
Butet Manurung adalah seorang sarjana Antropologi Budaya Universitas Padjajaran yang sempat mengambil master di Australia. Selepas sarjana, Butet bingung akan melanjutkan langkah kaki kemana, semua berubah seketika ketika WARSI membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi fasilitator pengajar bagi orang rimba. Sangat cocok dengan kegemaran Butet yang semasa kuliahnya tergabung dalam mahasiswa pecinta alam.

Butet menceritakan secara runtut perjalanannya di Taman Nasional Bukit DuaBelas, bagaimana mula
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 35 36 next »
topics  posts  views  last activity   
sokola rimba 3 7 Feb 23, 2014 08:28PM  
seklah rimba 1 2 Mar 26, 2013 08:16AM  
  • Tanah Tabu
  • Selimut Debu
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Manusia & Pengharapan: Segelas Beras untuk Berdua
  • Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
  • Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Sekolah itu Candu
  • Aksi Massa
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan
  • Back "Europe" Pack: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Pulang
  • Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
747032
Butet Manurung was born in Jakarta, Indonesia in 1972. She developed a love of the outdoors while earning her degrees in anthropology and Indonesian literature from Padjajaran University, Bandung, Indonesia. In 1999, Butet joined the conservation NGO, WARSI, to lead their educational program for the Orang Rimba, (People of the Forest) indigenous to the rainforests of Jambi. Her work in the jungle ...more
More about Butet Manurung...
The Jungle School The Jungle School

Share This Book

“Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya.” 18 likes
More quotes…