Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Raksasa dari Jogja” as Want to Read:
Raksasa dari Jogja
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Raksasa dari Jogja

by
2.85 of 5 stars 2.85  ·  rating details  ·  600 ratings  ·  119 reviews
Bianca tidak kenal cinta. Satu hal yang ia pelajari dari kedua orang tuanya adalah bahwa cinta itu omong kosong. Buktinya, mereka berdua hidup dalam relasi yang penuh kekerasan. Apa itu yang namanya cinta?

Bianca tidak paham cinta. Tapi, dinding kamarnya penuh dengan cerita-cerita tentang itu. Buku-buku itu seperti peta ke ranah fantasi bagi Bianca. Sebuah tempat asing, tem
...more
Paperback, 274 pages
Published 2012 by PlotPoint
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Raksasa dari Jogja, please sign up.

Be the first to ask a question about Raksasa dari Jogja

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,526)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
bakanekonomama
WARNING!

Ini bukan review yang menyenangkan dan nggak akan jadi review yang menyenangkan, karena saya nggak sedang berusaha menyenangkan siapapun, kecuali orang-orang kayak saya yang kebetulan nggak senang sama buku ini.

Yah, mungkin buku ini memang nggak cocok buat saya, yang terlalu memperhatikan detail ketika membaca sebuah buku. Detail-detail kecil yang kurang, salah, ataupun hilang terkadang menghilangkan kenyamanan saya dalam membaca. Tapi kalo saya udah enjoy dengan bukunya, biasanya saya a
...more
Abbas Aditya
Satu lagi karya tulis selebtweet pemilik akun bla-bla-bla. Raksasa Dari Jogja, novelnya sih ringan seringan beratnya, tapi gue ga suka cara dwitasari bertutur. Hal itu berimbas pada sulitnya membaca hingga halaman akhir.

Datar, konflik yang begitu berat sama sekali tak menarik di bahas, juga sub-konflik antara Bianca-Joshua-Letisha yang tiba-tiba memuncak dan tiba-tiba meredup tanpa kejelasan. Gue bingung kenapa tiba-tiba Bian seenaknya memanggil temannya jalang seolah posisinya paling benar? Pad
...more
Selviana Rahayu
Judul Buku : Raksasa Dari Jogja
Penulis : Dwitasari
Penerbit : Plotpoint Publishing (PT Bentang Pustaka)
Tahun Terbit : 2012
Tebal : 270

Pertama-tama aku mau ngucapin makasih sama Rahib BBI (udah pada tau dong siapa? hehe) yang udah ngasih buku ini ke aku (oh iya, makasih juga random.org!). tanpa mengurangi rasa hormat ke siapaun, aku bakal mereview buku ini sejujur-jujurnya (baca: sesadis-sadisnya).

Sebelum ngereview buku ini, aku search di Goodreads dulu mengenai rate buku ini. Aku pengen tahu aja g
...more
Aldi Yo
WHAT THE HELL HAPPENED?

Tolong ya penerbit2, jangan asal nerbitin novel cuma krn yg nulis itu SELEB TWEET!!!!
Sungguh, mengecewakan luar biasa.

Maaf, gw hrs curhat. Gw kepincut beli Rakasasa dari Jogja krn di twitter rame ngomongin ini & kalo lo stalking lewat search engine (oke, gw emang kepo) lgsg aja tuh bederet tweet org2 yg dgn unyu nya berkata "can't wait for Raksasa dari Jogja" atau "gag sabar nunggu novelnya kak dwitasari terbit"
ternyata eh ternyata setelah dibaca.......... GLEK.
Sama aj
...more
Eka Masih SMA
Hm...


Senyum...

Lalu.. *sigh*


Kalau ada setengah bintang, mungkin aku akan kasih setengah.

Aku sarankan, membaca buku ini sebaiknya sehabis mandi (pagi atau sore) dalam keadaan duduk tegap, ditemani camilan dan teh mungkin lebih mantap.

Jangan seperti aku yg baca novel ini sehabis sholat shubuh dan duduk di atas tempat tidur, karena.... bantal dan kasur saat itu akan jadi terasa lebih menarik daripada buku ini. Itu yg kurasakan bahkan sejak halaman-halaman awal.

Jangan baca sambil berbaring. Jangan! N
...more
Tiara Orlanda
sorry to say, kecewa sama buku yang satu ini.
personally, merasa bukunya flat. awalnya lumayan kebelakangnya asli flat.
setiap ceritanya seperti sekedar ada saja.
tidak terlalu menampakkan detail sehingga feel nya tidak sampai ke pembaca.
berbeda dengan tweet-tweet penulis ,atau blog nya.

suka sama covernya yang keren.
selebihnya.. sepertinya ngga ada :')
Ratih Pravianti
Pertama kali tau novel ini -dan pengarangnya- dari twitter. Waktu itu lagi huru-hara banget soal terbitnya novel ini. Pengarangnya juga selalu update soal lokasi penjualan dan stok novel. Jadi makin penasaran waktu banyak orang bilang novel ini bagus banget.

Akhirnya pas dateng ke toko buku sama ibu, nemu novel ini. Sempet nyodorin novel ini dulu ke ibu sebelum beli dan kata beliau -dibaca dari sinopsisnya- sih bagus. Covernya juga menarik. Dan jadilah beli novel ini.

Saking penasarannya, aku ngeb
...more
Kireina Enno
Speechless.

Satu lagi novel yang bikin saya nggak habis pikir.
Kok bisa laris?
Kalau ada yang berpikir bahwa menulis novel itu asal tulis aja, salah besar.
Konsepnya harus matang dulu, baru ditulis. Dan konsep novel ini mentah. Seperti khayalan siang bolong atau bunga tidur penulisnya yang langsung ditulis begitu saja.

Sepertinya editornya juga nggak banyak membantu deh. Banyak hal yang nggak logis, berlebihan dan nggak penting dalam kisah ini. Padahal salah satu tugas editor adalah memberi pengaraha
...more
Dyah Rinni
cover oke banget. isi biasa aja. kalau cerita KDRT-nya dieksplor lebih dalam, dinginnya Bianca bisa lebih dapet konfliknya. bagian bagusnya cuma pas adegan nongkrong di depan gunung merapi, ya dibandingkan dgn adegan lainnya gitu.
Aalazari
Sepertinya ini bukan tipe buku ku. aku kasih 2 bintang untuk pengambilan kata-kata yang dramatis dan teliti. tapi buku ini kurang cocok karena aku sering baca terburu-buru dan nggak pernah membaca detail-detail setiap katanya.

jujur, memang Penulis menyampaikan tiap kalimat dengan indah, tapi kosong. aku nggak rasain emosi yang kudapet dari buku-buku romance fiksi lain, meskipun secara tata bahasa, mereka lebih sederhana. Mungkin penulis terlalu memperhatikan penulisannya, dan ceritanya pasaran,
...more
Dona Zee
*warning: contain spoiler dan beberapa kalimat yang mungkin tidak menyenangkan. Pendapat sangat subjektif dan maaf kalau tidak memikirkan perasaan orang lain.

1. Don’t judge a book by its cover … or its twitter review. Ini cocok banget untuk cover buku RDJ ini karena covernya yang simple dan sweet. Blurp di belakangnya juga seperti ungkapan bahwa cinta itu akan selalu ada untuk seseorang, bahkan untuk orang yang gak percaya cinta seperti Bianca. Ternyata kata-kata di dalam bukunya gak semenarik
...more
Leri
Maaf sebelumnya, bukunya terlalu Flat -_-
Aku ga tau masalah pokok di buku ini apaan. Cuma iseng ngeliat twitternya kak Dwitasari yang katanya statusnya serba galau dan di-follow banyak orang, aku jadi tertarik untuk membaca karangannya.

Apalagi dengan sinopsis dan judulnya. Memikat.

Sayangnya, ekspetasiku turun drastis begitu selesai. Aku benci dengan sikap Bianca. Bilang MANTAN Sahabatnya wanita jalang-lah. Mana ada cewek kayak gitu? Walaupun mantan sahabat pun, seharusnya enggak bilng gitu juga
...more
Intan Kirana
Sebenernya pengen beli buku ini karena penasaran, tapi kata orang-orang, bukunya ga terlalu bagus. Jadilah gue baca buku ini gratisan di gramedia, sambil gelongsoran di salah satu sudut rak yang tersembunyi.

Penilaian gue jujur rada subyektif. Iyalah, kalau penilaian gue obyektif uda dari kapan gue nulis esai sastra di kolom kompas. Gini ya, gue tau betul si pengarang buku ini tu selebtwit. Dan ya, gue pusing baca twit2nya. Tiba2 gue kaya kena gejala sars gitu. Sudahlah.

Baru baca seperempat bagia
...more
Belinda
Sebenernya kalo bisa kasih setengah bintang, buku ini aku kasih satu setengah bintang. Covernya menurut aku bagus, judul juga menarik. Gaya bahasa kadang-kadang oke, beberapa pemikiran penulis juga kadang-kadang inspiratif dan relatable. Tapi, secara garis besar menurut aku novel ini terlalu klise, sinetron banget malah. Alur ceritanya juga agak-agak gak jelas. Deskripsi latar tempat oke lah, dan mungkin ini aku sedikit biased karena yang bikin aku penasaran buat baca novel ini juga gara-gara la ...more
Vira Cla
Nov 25, 2012 Vira Cla rated it 2 of 5 stars
Recommends it for: teens
Recommended to Vira by: twitter
Bintang pertama untuk cover dan iklannya yang mantap di twitter.
Bintang kedua untuk gaya tutur penulisnya yang puitis.

Dari segi cerita, sebenarnya sosok si Raksasa ini akan lebih menarik bila dieksplore lagi. Konflik yg ditemui Bianca sebenarnya lumayan banyak, tapi penuturannya yang lamban dan agak datar. Tapi, cukup salut pada Bab 1, Bianca berhasil membuat saya menangis--saat Bianca pisah dari ibunya untuk lanjut kuliah ke Jogja. (#eaaa curcol)Etapi, masa Bianca nggak diantar ibunya ke Jogja
...more
Daniel
Saya pengen ngiket semua tokohnya di sini, kecuali Ibunya Bian sama siluman Bude Sumiyati (view spoiler) yang-tahu-tahu-nongol-dan-bikin-Bian-kaget, terus saya cemplungin ke kolam asam sulfida lima molar saking keselnya.

Well, I've been warned by some reviews here and friends of mine, yet I wanna experience it myself. Iseng-iseng berhadiahlah. Lagi pula, kebanyakan novel yang banyak dinyinyirin orang lain dan diawali dengan metera
...more
Wulansari
Ok. Saya tidak berbakat untuk review novel, tetapi saya akan mencoba, karena saya salah satu pengikut twitter Dwita.
Dwita dalam membuat cerpen bagus, tapi tidak untuk novel. Banyak hal yang mengganjal dihati saya tentang Novel ini, sampai akhirnya saya tak sanggup untuk menyelesaikannya. Untung saja, saya baca novel ini dari hasil pinjam, kalau tidak saya akan sangat menyesal membeli novel ini.
1. Bianca membenci Letisha lantaran dianggap merebut orang yang dicintainya, tungguu... pernahkah Bianc
...more
Silvia Natari
*disappoint* might this word can describe all of my feeling to this novel *sigh*

Guess why? *sigh*
1. Ekspektasi saya sungguh teramat lebay untuk novel ini
2. Terhipnotis sama pujian para followers setia kak.dwita
3. Udah suka banget sama covernya tapi ceritanya? untold
4. Selebtwit ini mengecewakan apalagi dengan her cloth title-mahasiswi sastra UI
5. This novel really different with her short story on blog or her twitt on twitter. Swore!

Setting : Jogja. Ekspektasi saya itu banyak paragraf yang menc
...more
Widyoresmi Hastyo
Judul : Raksasa Dari Jogja
Penulis : Dwitasari
Penerbit : Plot Point Publishing (PT Bentang Pustaka)
Tanggal terbit : Nopember 2012
(cetakan kedua)
Jumlah halaman : 270 halaman
Kategori : Novel Remaja
ISBN : 978-602-9481-23-5

Raksasa Dari Jogja (RDJ) merupakan novel pertama Dwitasari, salah satu mahasiswi Sastra Indonesia FIB UI (Depok, Jawa Barat) yang mulai menyenangi dunia tulis-menulis sejak ia masih mengenakan seragam putih-merah. Seperti yang tertulis dalam novel RDJ, bagi Dwitasari menulis ada
...more
Sheren
Ehm, gimana ya...

Pertama-tama, covernya bagus sih, saya suka, bahkan temen saya yang suka edit foto aja tahu font apa yang dipake pada covernya itu =))

Tapi dari isi bukunya sendiri agak susah dikumpulkan satu-satu, mungkin diurai dulu ya:

1. Plot
Dibuka dari situasi Bianca Dominique yang menghadapi tingkah ayahnya yang agak sadistis dan sering memukul ibunya sendiri tanpa alasan yang jelas (apa saya yang belom nangkep ya kenapa ayahnya suka mukulin ibunya? #dor) dan juga menemui kenyataan bahwa sa
...more
Ayu
Jun 02, 2013 Ayu rated it 1 of 5 stars
Shelves: romance
Pertama, PENASARAN!
Perasaan rame banget di-twitter tentang buku ini. Banyak yang menyanjungnya setinggi langit. Beuh ceritanya bagus embel-embel segala macam yang membuat aku bertanya 'sebagus apa sih cerita ini?' sampe jadi best seller trus banyak pengguna twitter yang keracunan cerita ini.

Kedua, pas beli.
Covernya sih oke. Hm, mungkin benar kali yah bagus.

Ketiga, mulai membaca.
Apa-apaan ini baru pembukaan kenapa sudah terasa lebai begini dengan ayah bianca yang err banget.

Keempat, TOTALLY BORIN
...more
Michael
sebenernya ssih merasa bersalah ngasih bintang dua secara saya follower setia dwitasari di twitter

sebenernya sih ekspetasi saya jauh sekali karena saya tau quote qoute yang di tulis oleh dwitasari sangat sangat menyentuh

well saya ngasih bintang 2 karena berapa alasan
1. isu yang di angkat sudah telalu umum dan sangat standart
2. bahasanya yang di gunakan sangat baku dan sangat tertata rapi karena diwtasari juga mahasiswa sastar indonesia
3. alurnya terlalu lamban dan membuat saya jadi malas me
...more
Rosa Regina
This book doesnt even deserve a star
Amalia Azzahra
Ehm.

Dua bintang? Yup. Aku tidak merasa keliru sama sekali. Buku ini sudah lama bertengger di rak, dan aku baru membacanya sekarang. Dan? Kecewa.

Huft, bahkan dua bintang di antara tiga bintang yang hilang, lenyap karena satu kesalahan. Terlalu banyak typo. Menulis bukan sebatas mengungkapkan isi hati. Bukan asal tuang tanpa mengindahkan aturan. Contohnya? Terlalu banyak kata "di" sebagai kata depan yang penulisannya digabung dengan kata setelahnya. "dijari manusia..", misalnya. Kedua, tanda baca.
...more
Ayu Fitri Kusumaningrum
Aku kasih 2 bintang.
Akhirnya aku baca sendiri tulisan Dwitasari, si seleb tweet yang terkenal itu, dan ngebuktiin sendiri 'hujatan-hujatan' banyak orang soal tulisannya.
Well..
Dalam beberapa hal aku setuju sama 'hujatan' itu.

Aku suka tema yang dipilih Dwita.
Bagus dan unik.
Aku juga suka beberapa informasi soal Jogja, buku, dll yang dipaparkan di novel ini.

Sayangnya..

Aku nggak suka gaya penulisan Dwita yang gimana ya.. sebenernya bagus sih, tapi menurutku dia terlalu 'ngoyo' pingin terlihat sastra
...more
Diyah Hasanah
Jujur mba Dwitasari, saya ngga suka buku ini. Cara
cerita ini disampaikan tidak terlalu menarik. Dan
terutama saya tidak suka pemeran utamanya, si Bianca
itu. Dia egois dan selalu ingin menang sendiri. Mungkin
keturunan dari papanya minus main tangan.
Si Bianca ini memanggil -mantan- sahabatnya wanita
jalang karena merebut Joshua darinya. Where the truth is
Joshua itu jomblo so he’s a fair game. Dan Letisha sama
sekali ngga tahu Bianca suka sama Joshua. Walalupun
melihat tingkah Bianca yang tiba-tiba men
...more
Anna Fillaah
Mengetahui bagaimana populernya publikasi buku pertama dari seorang tweeps yang memiliki followers banyak tentu saja saya penasaran membacanya. Namun, saya sungguh kecewa. Apa yang saya harapkan dari apa yang saya lihat dari setiap testimoni ternyata tidak selamanya bgus. Tentang penuturan bahasa dan kalimat, penulis tentu saja tidak diragukan lagi, mengingat latar belakangnya juga sebagai mahasiswa jurusan b.Indoesia. Tetapi dari segi alur dan penokohan saya sungguh kecewa. Makanya sempat lama ...more
Ashima KY
Hal pertama yang terlintas di kepala setelah selesai membaca novel ini: untung cuma pinjem!

Jujur, dari awal membaca tweet-tweet dari penulisnya saya kurang suka. Terlalu galau, meskipun puitis, sih, saya ngga bohong hehehe. Sayangnya, seperti mengemban suatu misi. Cinta benda agama, dan begitulah. Tapi, saya termasuk sering main ke blog-nya dan sepertinya Dwita lebih ciamik menuliskan cerpen-cerpen dibandingkan novel. Hehehe.

Tiga bintang karena.. saya bahkan belum memiliki satu judul buku pun, j
...more
liemengna
Kisah yang dituturkan ka dwita disini merupakan konflik remaja yang memang berbeda .. Ada bumbu di setiap kisahnya bianca .. Mulai dari kisah percintaan hingga kisah broken-home nya .. Walau masalah percintaan nya kurang memuncak dan membawa perasaan .. Tapi saya suka kisah orang tua bianca yang bisa membuat saya terhanyut juga
Tikah Kumala
Dec 17, 2012 Tikah Kumala marked it as to-read
Udah nginepin buku ini selama seminggu--di tasku tanpa sempat membaca.
Lihat promo di tokbuk, twiter keknya udah gila-gilaan, tapi pas baca review beberapa temen di goodreads jadi kebanting nih keingintahuanku. Tapi tetep deh, aku bakal tetep baca buku yang udah kubawa kemana-mana ini.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 50 51 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • First Time in Beijing: Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu
  • Swiss: Little Snow in Zürich
  • A Magical Birthday Present (Tongkat Ajaib Lolita, #1)
  • Barcelona, Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu
  • Kana di Negeri Kiwi
  • Secret Admirer
  • Oppa & I: Love Missions
  • From Paris to Eternity
  • Jika Hujan Pernah Bertanya
  • Seasons to Remember
  • Koma
  • Crush: Cinta Penuh Kejutan
  • Maddah
  • Ketika: Saat Cinta Bersilangan
  • April Cafe
  • The Miracle of Water
  • Selebriti
  • Ramuan Drama Cinta
Jatuh Cinta Diam-Diam Jodoh Akan Bertemu Cerita Cinta Kota Cerita Horor Kota

Share This Book

“Pertanyaan "Kapan pulang?" sebenarnya adalah isyarat kekhawatiran yang tersimpan di sudut hati seseorang. "Kapan pulang?" adalah pertanyaan sederhana untuk mengetahui kapan sebuah pertemuan akan mengakhiri jurang perpisahan. "Kapan pulang?" merupakan kepastian, bahwa perpisahan yang terjadi hanyalah sementara, bukan berlama-lama ataupun berabad-abad. -Mama kepada Bianca-” 13 likes
“Perpisahan yang sebenarnya adalah ketika seseorang tidak pernah saling ingat lagi.” 3 likes
More quotes…