by
4.07 of 5 stars
Ditulis di Rajawati dekat pabrik sepatu Kalibata, Cililitan, Jakarta. Di sini saya berdiam dari 15 Juli 1942 sampai pertengahan tahun 1943. Memp... read full description

reviews

Jun 20, 2011
Sally rated it: 2 of 5 stars
Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) ditulis oleh Tan Malaka yang terkenal sebagai seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Dalam filsafat, teori materialisme menyatakan bahwa satu-satunya yang ada adalah materi, bahwa segala sesuatu terdiri dari materi dan semua fenomena (termasuk kesadaran) adalah hasil interaksi material. Dengan kata lain, materi adalah satu-satunya substansi. Untuk banyak filsuf, More...
5 comments like (3 people liked it)
Aug 12, 2010
Dodit rated it: 5 of 5 stars
Membebaskan pikiran. ini yang kudapat dari buku ini. Sebuah manual untuk menggunakan logika berdasarkan materialisme dan dialektika. Yang menarik dari buku ini adalah penulisannya yang dibawah tanah dan bahan2 yang digunakan cukup minim untuk ukuran sebuah buku filsafat berpikir. Juga ditulis pada masa sangat dibutuhkannya sebuah buku ttg cara berpikir, ditengah masyarakat yang baru merasakah sebuah kemerdekaan. Masa penuh euforia akan kemenangan, tanpa memikirkan hendak kemana bangsa ini mau di More...
2 comments like (1 person liked it)
Sep 27, 2011
Rifky rated it: 4 of 5 stars
Buku ini adalah sebuah "Masterpiece" seorang Tan Malaka. Macan Pemikiran yang terlahir dari Pandan Gadang ini membuktikan bahwa seorang anak dusun pun mampu menjelajahi dunia fana ini dalam artian sebenarnya, lewat perjalanan fisik maupun lewat pemikirannya yang liar dan out of the box. Kampung halamannya yang berdekatan dengan rumah kelahiran saya membuat saya sangat mengerti bagaimana keadaan latar belakangnya Tan dalam konteks sosial budaya kehidupannya meski dalam ruang waktu yang More...
Dec 16, 2009
Ewa rated it: 4 of 5 stars
written in a time of colonial oppression, this book fails to reach its best possible shape; and although not quite well-edited, this text is the most extraordinary milestone in the history of modern Indonesian thought
0 comments like (1 person liked it)
Dec 11, 2008
usman rated it: 5 of 5 stars
disebutkan, bahkan pada masa buku ini, Gramsci pun memngajukan pujian utk Tan Malaka.

sejauh ini, buku ini lebih dari cukup dan cocok bagi orang yang berani menjadi seorang materialis, dialektis, dan logis.
cukup baik dan prefentiv, untuk terapresiasi setiap orang sebelum melanjutkan dialog-dialog akademis apapun, karena cukup memaparkan kaidah akademis.

juga menjadikan fenomena yg ada di Indonesia saat itu sebagai bahan penjalasan topik buku ini. juga terlihat sentim More...
Aug 23, 2011
Resya rated it: 3 of 5 stars
ampuuun, bacanya setahun gak khatam! :D
begitu khatam, malah diusir dari kelasnya prof shobarudin, mata kuliah dasar-dasar logika...
0 comments like (1 person liked it)
Dec 15, 2010
Aan added it
Bekal filsafat dibutuhkan, oleh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. MADILOG menyajikan dasar - dasar filsafat yang masih tetap relaevan untuk jaman sekarang ini, wlau ditulis ketika indonesia masih berkonfrontasi dengan belanda dan pendidikan yang masih rendah.
Tan Malaka menyajikan dasar perombakan pemikiran yang radikal.
Madilog adalah instrumen melatih pikiran agar mampu mengangkat grade berpikir.
Sebuah buku cerdas yang langka, mengkritisi de More...
Feb 04, 2011
an rated it: 2 of 5 stars
298.... keliata na pada halaman inilan sha menyerah untuk membaca na. bukan karena isi buku na tapi lebih pada alasan editorial. jika melihat bagian depan yang menuliskan nama editor, jadi berpikir... nah, tu ada kan editor na? kenapa hasil na berantakan banget gini???

kecewa? tentu. pada dasar na buku ini menarik. mengajak kita untuk kembali bersentuhan dengan logika kita. bagaimana mengambil kesimpulan dari fakta yang ada. besar ke kecil, atau kecil ke besar. benda untuk menarik kesim More...
2 comments like (1 person liked it)
Nov 26, 2008
Mujib rated it: 5 of 5 stars
Terlepas dari term kanan kiri depan belakang dan menilik proses penyusunan tanpa adanya referensi dan hanya mengandalkan ingatan keledai belaka, buku ini salah satu opus terbaik yg dilahirkan anak bangsa pada zamannya... merentang dan menyajikan telaahan penulis tentang masalah2 dan solusi yang dianggap suit untuk kondisi tanah air tumpah darah yang sangat dicintainya yg pada akhirnya membunuhnya. Konon term 'tanah air ku tumpah darahku' pertama kali di perkenalkan oleh beliau ...
0 comments like (2 people liked it)
Feb 15, 2009
nanto marked it as to-read
Hasil nyulik dari rumah seorang kawan. Di Belakangnya ada penutup dari Ronny. Saya suka istilah dia tentang pluralisme versi kapitalis. Selebihnya membaca buku ini buat saya adalah bagian memahami keteguhan sesosok individu yang berani berpikir merdeka dan membuang segala kultus.

Dalam seratus tahun mungkin hanya ada 1 orang macam ini.
Jun 18, 2011
Adam rated it: 5 of 5 stars
Madilog adalah cara berpikir berdasarkan materialisme, dialektika, dan logika untuk mencari 'akibaat' yang berdiri atas bukti-bukti dan pengamatn yang empiris.
Madilog bukanlah hal yang baru dan bukanlah buah pikiran dari Tan Malaka sendiri. Madilog adalah pusaka yang diterima Tan Malaka dari barat. Maksud Tan Malaka menulis buku ini adalah mempersilahkan pembaca mempelajari berpikir dunia barat dengan rendah hati sebagai murid yang jujur dan mata terbuka .


....Adakalanya More...
Sep 23, 2009
Mahansa rated it: 4 of 5 stars
sudah lama nangkring di rak buku, sudah sempat dibaca-baca sedikit, tapi sempat malas karena cukup tebal dan topiknya "berat". gara-gara pemberitaan soal makam tan malaka, jadi kepengen lagi baca. eh, kok malah jadi menyenangkan ya... sekaligus menyegarkan kembali ingatan soal filsafat dan pelajaran SD-SMA!!! ternyata pada tahun 1940-an itu ada juga manusia indonesia yang cerdas.
May 17, 2011
Fitrisia rated it: 5 of 5 stars
saya simpatik sama Tan Malaka! Beliau pemuda indonesia yang langka. walaupun gaya bahasa buku ini tempo dulu saya gak pernah ngerasa buku ini "hard". enggak dari sisi isi maupun gaya bahasa. sebaliknya edukatif. mungkin karena kekaguman saya yang besar pada sosok Tan Malaka. ini buku pertama beliau yang sama baca. buku2nya yang lain pasti bakal masuk daftar wish list saya!
Dec 28, 2010
Smogreecridity rated it: 5 of 5 stars
beliau juga seorang inspirator bagaimana kita menghadapi suatu realita kehidupan baik pada diri sendiri dan juga dimana kita berada...meskipun beliau adalah bapak revolusi yang terlupakan oleh karena pengebluran sejarah...kita semua telah mengetahui bahwa beliau seorang yang real dalam menghadapi fenomena yang saat ini terjadi.
Jan 30, 2012
Maya rated it: 4 of 5 stars
well, Madilog adalah buku yang bagus. Untuk menelan buku ini, gigi perlu mengunyah-ngunyah lebih keras sebab buku ini gak kayak kerupuk, renyah digigit tapi gak menimbulkan kenyang. Sayang buku ini ada kekurangannya, yakni pada editannya. Sepertinya editor gak tahu kalau sekarang zaman udah berubah, kita gak lagi hidup di era lima, enam ato tujuhpuluhan, kita ini hidup di era milennium, dimana bahasa Indonesia sudah gak kayak dulu lagi. Editor gak merubah bahsa Madilog menjadi bahasa manusia Ind More...
Mar 30, 2010
Nadya amidala rated it: 5 of 5 stars
Madilog merupakan singkatan dari Materialisme, dialektika dan logika. madilog merupakan cara panduan berpikir yang realistis,pragmatis dan fleksibel.
pandangan kebudayaan minangkabau yang umum berlaku di masa muda Tan membuatnya memahami dengan baik dinamisme barat mauupun minangkabau didalam suatucara pandang terhadap dunia yang terpisahkan.
Aug 26, 2009
Fachruddin added it
the founding fathers of indonesian republik. buku yang menarik karena ditulis sendiri oleh tan malaka yang merupakan refleksi kepemimpinan dan mimpi indonesia kedepan sebagai ideologi berbangsa dan entitas bangsa
Feb 08, 2010
shyma is currently reading it
my review : tunggu kelar baca (udah sebulan gak maju2 euy *sigh*)
what i learned from this book : "jgn sepelein tukang beling" gue dpt buku ini dari tukang beling :)
Sep 08, 2010
Alisyah rated it: 3 of 5 stars
Sepertinya perlu baca beberapa kali lagi biar benar-benar mengerti. Materinya berat, seberat mata dibanguni jam 1 pagi untuk Sholat malam ketika ikut pesantren kilat pas kelas 1 SMP :D
Sep 15, 2010
Kukuh added it
buku bagus sih...sayang gaya bahasa yang digunakan bikin jelimet
Dec 09, 2009
Titik added it
terllau jenius...malampui kecerdasan umum di masanya
Apr 21, 2009
Eko added it
Iyah Sebuah Kisah membuat ku kembali menjadi Sang Penghianat
Jan 16, 2009
Elle added it
Pak Ipik you definitly make me die with curiosity!!!
Nov 21, 2008
Aldi added it
perlu memahami betul tentang pmbahasan ide dan materialisme
Oct 07, 2010
Tain rated it: 5 of 5 stars
agak berat jadi lelet bacanya..
Feb 06, 2010
Regin added it
i wanna be the smart boys
Jan 30, 2011
Fenny is currently reading it
long to go..still in confuse on ur solitary!
Dec 12, 2009
Eradho added it
revolution of the contry
Jun 28, 2011
Putra rated it: 5 of 5 stars
Buku wajib...
Nov 21, 2007
Ima rated it: 5 of 5 stars
Baca buku ini jadi inget dengan Kawan Wignyo, Kawan Rhein, Kawan Dogi, Kawan Carlos, Kawan Uun. Selalu berdiskusi kalau habis baca. Diskusinya bisa seru banget tuh sampai pagi. Kalau gw sih nggak sampai pagi, kalau udah ngantuk ya, tidur. Hehe....hehe...
Pemikirannya bagus, tetapi sayang tidak banyak orang yg dapat menerapkan pemikirannya tersebut. Kalau diterapkan mungkin Indonesia tidak terpuruk seperti saat ini, terjerat hutang dimana2.