Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Amba” as Want to Read:
Amba
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Amba

3.89  ·  Rating Details  ·  930 Ratings  ·  171 Reviews
Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di
...more
Paperback, First Edition, 496 pages
Published October 2012 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 2012)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Amba, please sign up.

Be the first to ask a question about Amba

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,999)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Zulfy Rahendra
Mar 26, 2013 Zulfy Rahendra rated it really liked it
Wahai lelaki-lelaki tangguh..
Tahukah kalian seberapa besar kami, para wanita lemah dan tak berdaya ini, dapat mencintai. Seberapa lama kami sanggup menunggu, menggantungkan hidup hanya pada harapan. Seberapa kuat kami akan bertahan dan setia. Seberapa besar pengorbanan kami hanya untuk melihat kalian ada, nyata. Dan betapa kami tak akan pernah melupakan. Tahukah? Tahukah?? *hadeehh, pembukaan aja udah galau*

Adalah Amba, yang akan menunjukkannya. Amba, 20 tahun, mencintai Bhisma. Amba, 60 tahun,
...more
Uci
Jan 09, 2013 Uci rated it really liked it
Menurut saya ini bukan kisah cinta berlatar tragedi, tapi tragedi berlatar kisah cinta. Kisah cinta Amba dan Bhisma hanya sebagai pengantar untuk menggiring pembaca memasuki hari-hari mencekam di bulan September 1965, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dari sudut pandang orang-orang yang tak sepenuhnya mengerti. Mengenal Pulau Buru yang begitu terkenal namun begitu asing. Dan di Buru semua penantian selesai. Di Buru kami hidup untuk mati.

Selain tema besar G30S dan Pulau Buru, Amba jug
...more
Harun Harahap
Seperti yang sudah gue duga dari awal. Pasti akan susah buat gue untuk menulis review buku ini. Di twitter, gue mngetakannya "persis" ketika membaca The Help. Gue terlalu menikmati cerita hingga lupa membuat tanda bagian yang menarik. Karena buat apa menandakannya kalau semuanya menarik.

Gue terpesona dengan diksi dan bagaimana cara penulis menyusun kalimat-kalimatnya. Pertama kali gue agak bingung bacanya. Namun seiring lembar demi lembar terbaca, akhirnya menjadi terbiasa. Buat gue, seminggu ad
...more
Vidi
Mar 03, 2013 Vidi rated it liked it
Saya percaya bahwa semua orang pasti akan memiliki, paling tidak, sebuah puncak dalam kehidupannya. Seorang juara olimpiade, misalnya, merasa puncak kehidupannya adalah ketika ia menaiki podium untuk menerima medali emasnya. For one moment in his life, he was on the top of the world. Walaupun sekarang ia hanyalah seorang pria biasa, paling tidak, ia akan selalu mengenang saat itu sebagi puncak dalam kehidupannya. Seorang pengusaha sukses, misalnya, selalu mengenang ketika ia di saat remajanya pe ...more
John Ferry Sihotang
Dec 01, 2012 John Ferry Sihotang marked it as wish-list
Saya tertarik ingin membaca novel ini karena ulasan tuan Bambang Sugiharto, seorang ahli Posmodernisme dan Estetika di Indonesia.


Amba: Enigma Batin Manusia dan Kekonyolan Ideologi

Oleh Bambang Sugiharto*

Di pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menunggu. ...Tapi, sesekali, sesuatu bisa terjadi di pulau ini—sesuatu yang begitu khas dan sulit diabaikan—dan orang hanya bisa membicarakannya sambil berbisik, seperti angin di atas batu yang terus-menerus membalun dan menghilang melalui makam
...more
Teguh Affandi
Nov 30, 2013 Teguh Affandi rated it it was ok
Sedikit kecewa. Ekspektasi saya ketinggian mungkin yaaaaa
Petronela
Jul 02, 2016 Petronela rated it it was amazing  ·  review of another edition
Seperti yang pernah saya tuliskan di salah satu media sosial pribadi saya, bahwa buku yang sialan adalah buku yang membuat saya tak tahu lagi harus menuliskan ulasannya mulai dari mana dan dengan kalimat pembuka yang seperti apa. Amba adalah salah satu dari buku sialan di antara beberapa buku sialan lainnya yang pernah saya baca. Awalnya, saya belum tertarik membaca Amba meski tertarik dengan blurb-nya. Ketebalan buku ini membuat saya kurang yakin bisa menyelesaikannya dalam waktu cepat –tapi te ...more
Nisa'a Avionimia
Sebelum Amba saya tidak mengenal Laksmi Pmuntjak, jadi saya memilih Amba bukan karena reputasi penulisnya yang (ternyata) bagus, semata-mata karena temanya G30S. Untuk saya, si generasi yang hanya tahu PKI itu jahat, tukang makar, tema G30S sungguh sangat menarik. Maka saya berterima kasih atas terbitnya Amba karena dengan membaca Amba ada sedikit pencerahan tentang apa yang terjadi akhir tahun 1960an di Indonesia. Latar yang menarik yang diceritakan dengan detil-detil yang baru bagi generasi sa ...more
Fuadiyah Kamil
Feb 22, 2013 Fuadiyah Kamil rated it really liked it
Nyatanya, mencintai itu bukan kompromi.

Setidaknya, itu yang saya tangkap dari sosok Amba. Menyenangkan, membacanya sampai akhir. Membayangkan seorang perempuan di usianya yang terbilang senja, di awal 60-an, mencoba mencari jawaban atas begitu banyak pertanyaan yang dibawanya ketika hidupnya berubah di awal usia 20-an. Ketika hidupnya berubah. Ketika bangsanya juga berubah, entah menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya.

Meski agak bertanya-tanya akan kesempurnaan sosok Bhisma. Meski bertanya-ta
...more
Wali yulhamdi
Mar 08, 2013 Wali yulhamdi rated it really liked it
Saia suka dengan novel karya laksimi pamunjak ini karena berbeda dengan cerita-cerita kehidupan korban 65 lainnya. Cerita dalam novel ini tidaklah heroik atau cengeng, jika ingin dipadankan mungkin sepadan dengan cerita “bertahan hidup di uschwitz”. Bedanya “bertahan hidup di uschwitz” ditulis oleh pelaku sejarah sementara “AMBA” merupakan hasil penelitian bertahun-tahun dan ramuan hasil bacaan sang penulis (daftar bacaannya termuat dalam ucapan terima kasih penulis yg terlampir dalam buku), nam ...more
Anggraeni Purfita Sari
Jun 19, 2014 Anggraeni Purfita Sari rated it really liked it
Saya membeli buku ini karena dikasih tahu kalau buku ini mirip-mirip ceritanya sama Pulangyang jadi salah satu novel favorit saya. Awal baca, rasanya agak dongkol karena banyak dialog dalam bahasa setempat, entah bahasa buru atau ambon yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Saya kan jadi nggak ngerti maknanya apa :( Terus kedongkolan kedua adalah penggunaan kata "nggak" sebagai dialog yang menurut saya agak janggal, karena ini novel serius berlatar belakang sejarah, kok rasanya gimana ...more
Juinita Senduk
Nov 24, 2012 Juinita Senduk rated it it was amazing
"Ketika sepasang manusia dimabuk cinta, mereka sering tak menyadari bahwa seluruh dunia bisa melihatnya.

Cinta kita sendiri sudah begitu besar, begitu luar biasa. Kebanyakan orang tak pernah mengalaminya. Apabila cinta yang begitu besar itu termasuk memiliki objek yang kamu cintai, itu namanya ketidakadilan. Sungguh tak adil, untuk mencintai dan mencintai begitu rupa, dan melakukannya di atas penderitaan orang lain. Akhirnya kamu benar: hidup kita telah ditulis di langit. Dan kita tak kuasa menen
...more
Nanny SA
Oct 15, 2013 Nanny SA rated it really liked it
Shelves: novel, 2013
Dalam Kisah pewayangan ( Mahabrata ) Amba adalah nama seorang putri dari sebuah kerajaan, diceritakan dalam sebuah perlombaan seorang ksatria bernama Bisma mengalahkan calon tunangan Amba yang bernama Pangeran Salwa, Amba seharusnya diperistri oleh Bisma tetapi karena Bisma terikat sumpah untuk tidak menikah maka ia tidak mau menikahi Amba, Sedangkan Salwa pun karena telah dikalahkan Bisma menolak untuk memperistrinya, nasib Ambapun merana dan bersumpah untuk mebunuh Bisma, dst, dst...

Sedangkan
...more
Dhieta
Feb 04, 2013 Dhieta rated it it was amazing
Shelves: angkatan-2000
Amba adalah sebuah debut novel. Tapi dengan pengalaman belasan tahun di dunia literasi, Laksmi Pamuntjak meramunya tanpa meninggalkan tanda-tanda keamatiran.

Saya suka cara Laksmi mengolah lokalitas, mulai dari petikan cerita Mahabharata, Serat Centini sampai dengan tembang-tembang yang dulu pernah jadi bahan ajar muatan lokal di sekolah dasar.

Saya juga suka cara Laksmi mengembangkan karakternya seiring waktu yang berjalan. Bahwa manusia tidak statis, itu benar adanya.

Novel ini membuktikan pentin
...more
Abiyasha
Oct 15, 2013 Abiyasha rated it it was amazing
Akhirnya kelar juga baca novel ini.

What a novel! Aku sangat salut sama Laksmi Pamuntjak yang begitu luar biasa menggambarkan keadaan Indonesia pada saat itu, menjalin sejarah dengan percintaan dan menggabungkannya dengan epos Mahabharata. Ini jelas bukan jenis novel yang bisa ditulis oleh setiap penulis. Apalagi, diksi yang digunakan, menurutku benar-benar nggak lazim namun indah. Belajar banyak kosakata baru dari novel ini dan merasa malu, bahwa sebagai generasi muda, aku nggak begitu peduli de
...more
Ivan
Nov 29, 2012 Ivan rated it it was amazing

"Suami dan istri tak harus serta merta sahabat. Cinta adalah cinta, bukan pengorbanan. Perasaan adalah untuk ditolak atau dibunuh, tidak untuk dilekaskan, apalagi untuk dibiarkan mengalir. Lagipula, begitu Ibu mengikatkan diri pada Bapak, ia menunggu kapan seseorang tak hanya menggunakan perasaan, tapi juga otaknya. Ia tak pernah sekalipun, dalam proses ini, kehilangan kesabarannya. Lalu ia memilih."

Itulah deskripsi singkat peran suami istri Sudarminto - Nuniek, orangtua dari Amba yang dideskrip
...more
Adek
Jun 04, 2013 Adek rated it it was amazing
Di Pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menunggu. Bagaimanalah saya tidak langsung jatuh hati kepada novel ini, kalimat pembukanya saja sedemikian canggih.

Amba menceritakan tentang kisah hidup dalam keluarga, dalam cinta yang sebenarnya. Mengaitkan tokoh-tokohnya dengan kisah Mahabharata, lalu menuangkan dan mengaitkannya dengan 30 September hingga Pulau Buru.

Sosok Amba yang tegar, begitu akrab dengan merah dan kesedihan, yang menghargai Salwa sebagai harga diri dan lalu mencintai Bh
...more
Anisa
AMBA... Saya mengetahui novel ini karena (lagi-lagi) termasuk dalam paket litbox. Novel ini merupakan salah satu sastra "berat" (versi saya) yang berhasil saya tamatkan dan tidak kecewa. Sebelum membaca novel ini, saya terlebih dahulu membaca Pulang. Kedua novel ini, sama-sama diterbitkan menjelang akhir 2012 dan berlatar belakang 1965, merupakan kedua novel yang berbeda dengan cinta yang sama, cinta yang tak dapat bersatu.

Pada novel Pulang, saya disuguhkan cerita cinta, persahabatan, keluarga,
...more
Stebby Julionatan
Feb 23, 2013 Stebby Julionatan rated it liked it
Di Pulau Buru, laut seperti seorang ibu: dalam dan menuggu. Embun menyebar seperti kaca yang buyar, dan siang menerangi ladang yang diam. Kemudian malam akan mengungkap apa yang hilang oleh silau.

Tapi, sesekali, sesuatu bisa terjadi di pulau ini –sesuatu yang begitu khas dan sulit diabaikan– dan orang hanya bisa membicarakkannya sambil berbisik, seperti angin di atas batu yang terus-menerus membalun dan menghilang melalui makam orang-orang tak dikenal. Dan di jajaran lembah di baliknya, seolah m
...more
A
Jan 05, 2013 A rated it really liked it
I'm still halfway through the book, so I can't really make up my mind definitively yet. One obvious aspect is that Ms Pamuntjak had done a lot of research and has put in a lot of thought in writing this novel. I was worried that I might be reading history but I am in fact reading fiction, with a plot that makes me want to keep on reading. In other words, Ms Pamuntjak appears to have managed to weave the history into the story relatively seamlessly.

I will only be able to tell more once I complet
...more
Citra Rizcha Maya
Mar 17, 2016 Citra Rizcha Maya rated it really liked it  ·  review of another edition
Amba luar biasa, perempuan pencemburu dengan karakter kuat yang mendatang pulau Buru untuk mencari Bhisma, pria yang dicintainya bertahun-tahun lalu.

Pencemburu, ya betapa Amba selalu cemburu, bahkan pada adik kembarnya yang rupawan, karena kecemburuan Amba selalu berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, hingga dia bertemu Bhisma yang juga dicemburuinya (Amba percaya Bhisma Bhisma jauh lebih hebat bahkan Amba merasa cinta Bhisma padanya adalah hal yang keliru) kemudian kecemburuan pula me
...more
Famega Syavira
Oct 31, 2012 Famega Syavira rated it really liked it
Di kepala saya, Pulau Buru identik dengan Perawan Remaja di Cengkeraman Militer karya Pramoedya. Setelah baca Amba, saya jadi membayangkan Pulau Burunya Pram itu 40 tahun kemudian. Masih pulau yang sama, tapi berubah mengikuti zaman. Kisah cinta berlatar sejarah yang bagus sekali!
Armita Budiyanti
May 30, 2016 Armita Budiyanti rated it really liked it  ·  review of another edition
Amba

AMBA - Inilah salah satu novel sastra Indonesia favorit saya. Karya anak bangsa yang juga ditulis dalam versi bahasa inggris berjudul A Question of Red. Penulisnya, Laksmi Pamuntjak sangat pandai dalam merangkai alur cerita. Saking pandainya ia menjalin sejarah dengan percintaan, saya sampai dibuat jatuh cinta sama Bhisma dan Salwa... haha...

Saya suka cara Laksmi mengolah dan memadukan cerita Mahabharata, Serat Centini dan kisah kelam Pulau Buru. Dikisahkan, tokoh Amba adalah seorang peremp
...more
Pera
Dec 25, 2014 Pera rated it it was ok
Shelves: novel, indonesia
Novel ini sejak awal menghubungkan pada tokoh mahabrata.
Dan Amba sebagai sentralnya, Perempuan yang ditolak oleh 2 lelaki.
Meski pernah membaca mahabrata, aku lupa tokoh Amba ini ada dimana. :D
Jadi novel amba bagiku sekaligus mereview kisah mahabrata yang pernah kubaca.

Seting ceritanya era PKI. Karena itulah buku ini menarik perhatianku.
Penasaran terhadap sejarah yang dibungkam.

Belum selesai kubaca.
Hanya sampai Amba dan Bhisma terpisah..kemudian seting berubah ke pencarian di pulau buru.

Aku en
...more
Anastasia Cynthia
Amba memutuskan untuk mengunjungi pulau itu, setelah terbang dari Jakarta menuju Ambon, lantas mengambil feri ekspres menuju Pulau Buru. Di tahun 2006, ia masih mengharapkan wajah tampan, yang terakhir dijumpainya saat serbuan Peristiwa 30S di Yogyakarta. Laki-laki itu bernama Bhisma. Seorang dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur, yang dicintainya dan memberinya seorang anak di luar nikah.

Waktu telah bergulir, namun ketika kamp tahanan politik dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap t
...more
Den Lulung
Jul 29, 2014 Den Lulung rated it really liked it
Ini novel versi "berat" menurut saya.

Kisah Amba seperti kisah dalam Mahabharata dan berlatar peristiwa 1965.

Dalam Mahabharata Amba bertunangan dengan Prabu Salwa. Kemudian Prabu Salwa dikalahkan oleh Bisma dan Dewi Amba diboyong Bisma.

Bisma tidak mau menikah dengan Amba karena telah bersumpah hidup membujang selamanya. Sumpahnya itu sebagai emas kawin untuk ayahnya karena tidak setuju ayahnya menikah lagi.

Amba dalam novel ini bertunangan dengan Salwa Munir, namun Amba mempunyai hububgan lain saa
...more
Atiek J.Panuluh
Apr 27, 2014 Atiek J.Panuluh rated it liked it
Butuh berkali-kali jeda untuk sekedar membuang-menghirup nafas membaca kisah Amba, Bhisma dan Salwa yang ini sebelum segala jawab dari halaman pertama berhasil terjawab. Diksi yang kadang bikin kepala berdenyut-denyut sebab butuh waktu buat otak mencerna apa maksudnya kerap bikin saya ingin menyerah saja merampungkan Amba. Tapi daya pikat Amba membuat saya kembali lagi dan lagi. Akhirnya setelah 2 minggu babak belur, saya sampai pada halaman terakhir saat Siri bertemu Samuel.

Harus saya akui ini
...more
Tirta (I Prefer Reading)
Feb 26, 2014 Tirta (I Prefer Reading) rated it really liked it
Shelves: i-own-a-copy
Review originally posted at I Prefer Reading.

Ibu Amba yang baik,
Sudah sejak lama saya berkeinginan membaca kisah Ibu, yang telah banyak dipuja-puja berbagai penikmat sastra tanah air sebelumnya. Kisah Ibu punya beberapa elemen penting dari sejarah negeri kita yang selalu membuat saya tertarik: Peristiwa Gerakan 30 September dan Pulau Buru. Ditambah lagi dengan 'selipan' kisah perwayangannya dan penyebutan bahwa Ibu adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Namun, baru di awal tahun ini akhirnya s
...more
Ayu Welirang
Saya hendak memberi Amba 5 bintang. Namun, mengingat novel ini cukup bertele-tele (saya tahu ini semata-mata karena novel ini mengandung beban sejarah), jadi saya hanya memberi 4 bintang saja.

Amba adalah sebuah novel berlatar belakang sejarah 1965, seperti beberapa novel lain yang cukup banyak diminati karena novel tersebut berbau sejarah 'merah'. Sejarah 'merah' seperti yang ditorehkan beberapa buku, menyimpan polemik tersendiri. Sejarah itu seakan tabu jika dibicarakan di ruang publik. Oleh k
...more
Sulis Peri Hutan
Jun 01, 2015 Sulis Peri Hutan rated it liked it
Shelves: koleksiku, buntelan
Alasan kenapa pengen baca buku ini adalah tema yang sama dengan buku Pulang, tentang G30SPKI yang melatari cerita. Nggak sama plek, cukup berbeda sebenarnya kecuali peristiwa berdarah yan pernah terjadi di Indonesia. Kalau Pulang bercerita tentang orang-orang yang tidak bisa pulang buku ini lebih ke pencarian seseorang, tentang pulau Buru, tempat yang pernah menjadi pengasingan tapol.

Cerita diawali dengan ditemukannya dua perempuan yang sepertinya habis 'bertempur'. Perempuan pertama dilukai per
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 66 67 next »
topics  posts  views  last activity   
Sirikandi 1 23 Jan 01, 2013 08:54PM  
  • Pulang
  • Gadis Kretek
  • Entrok
  • Arok Dedes
  • Lingkar Tanah Lingkar Air
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Tanah Tabu
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Cerita Cinta Enrico
  • Katarsis
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
  • Kitab Omong Kosong
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
117057
Laksmi Pamuntjak has since 1994 written columns and articles on politics, film, food, classical music and literature for Tempo Magazine, The Jakarta Post, The Jakarta Globe, Djakarta Mag, the socio-economic journal Prisma and elsewhere.

She is the author of the award-winning, bestselling Jakarta Good Food Guide — an annually updated new take on food writing — and co-founded Aksara, a bilingual book
...more
More about Laksmi Pamuntjak...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan” 41 likes
“Laut seperti ibu. Dalam dan menunggu.” 25 likes
More quotes…