Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa” as Want to Read:
Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa

by
3.81 of 5 stars 3.81  ·  rating details  ·  558 ratings  ·  108 reviews
Vinter

Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin….

Florence

Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri…
...more
Paperback, 300 pages
Published July 31st 2012 by Gagas Media

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa, please sign up.

Be the first to ask a question about Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa

Perahu Kertas by DeeI For You by OrizukaRefrain by Winna EfendiWinter in Tokyo by Ilana TanSummer in Seoul by Ilana Tan
Best Indonesian Romance
17th out of 121 books — 395 voters
Refrain by Winna EfendiJingga dan Senja by Esti KinasihLet Go by Windhy PuspitadewiRemember When by Winna EfendiA Little White Lie by Titish A.K.
Teenlit Indonesia Paling Asyik
68th out of 126 books — 815 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,019)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Winna
Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa adalah karya Prisca Primasari yang pertama kali saya baca, tertarik karena sinopsisnya dan kovernya yang cantik dan romantis. Nama karakternya unik dan cantik, sangat khas Eropa.

Dari segi cerita, bergerak lepas dan cepat, hanya dalam kurun hari tapi justru tidak terasa terburu-buru sama sekali. Kedekatan dan chemistry antar kedua karakter yang terbentuk singkat terasa hangat. Sebagai pembaca yang disuguhkan dengan romansa, konflik, dan berbagai kejadian yan
...more
Christian
Sejak pertama kali mengundang masuk Prisca Primasari ke keluarga besar penulis-penulis GagasMedia, saya pribadi sudah menyadari, tulisannya sama sekali bukan my usual cup of tea. Bukan rahasia lagi, saya menyukai cerita cinta yang passionate, yang kontemporer, yang memuaskan imajinasi saya dengan bayangan kisah cinta yang berapi-api. Prisca sama sekali nggak seperti itu. Ibaratnya gaya berpakaian, tulisan Prisca anggun, clean cut, dan konservatif.

But that's the beauty of it. Sebagai penulis yang
...more
Gita Romadhona
pengetahuan prisca pada sastra-sastra klasik membuat sebuah tema "biasa" menjadi "luar biasa". seperti itulah seharusnya proses menulis. kemampuan baca yang diendapkan, lalu dikeluarkan di saat yang tepat. dua jempol buat Prisca. salut :)
Fenny Wong
Review selengkapnya di:
http://fennywongjournal.blogspot.com/...

Buku ini mendapatkan banyak review positif di Goodreads. Sejujurnya, itulah yang membuat saya tertarik untuk mengambilnya dari rak toko buku. Pasalnya, tidak ada buku yang terbuka dari plastik saat itu, dan saya tahu blurb belakang sampul tidak bisa saya jadikan acuan.

Tapi saya tidak menyesal mengambilnya. Saya membacanya di Hari Minggu, ketika Bandung diguyur hujan dan dilapisi mendung sepanjang hari. Sembari mendengar lagu-lagu dar
...more
Yuni
-edited-

I tried, really! I tried really hard to finish it! And I bought this book with a great expectation... *sad

"Kalau Florence meninggalkannya, orang itu mungkin akan kesepian, dan Florence akan kehilangan perasaan luar biasa yang didapatkannya dari membahagiakan orang lain."
"Sebaliknya kalau Florence tetap bersamanya, orang itu akan bahagia."

knock! knock! knock! how can you be so sure he'll be happy just being with you? Florence sudah merasa kebahagiaan Vinter sepenuhnya tergantung padanya?
...more
M.Yosephine
Sebenernya 2.5, tapi 2 bintang aja deh, cukup ya. Soalnya reviewer lain udah pada murah hati banget tuh ngasih 4-5 bintang. -,-

Oh iya, I warn you, banyak spoiler di sini.

Seriusan, ceritanya klise dan endingnya gampang ditebak. Terus sampe detik ini masih bingung apa fungsi Katedral St. Basil dan boneka Matryoshka di kover itu, padahal setting-nya cuma Prancis. -______-
Tapi ya, mungkin saya melewatkan sesuatu karena gak baca semuanya.....gak kuat. Cuma baca sampe tengah (halaman 95) terus lanjut
...more
Sefryana
Saya mengenal tulisan Prisca sejak membaca Spring in Autumn dan saya menyukai caranya menulis, terutama dalam menampilkan negara-negara yang ditulisnya seperti real dan memasukkan atmosfer negara tersebut ke dalam tokoh-tokohnya. Kesukaan saya tersebut mengundang saya untuk membaca karyanya yang lain, yaitu Will & Julette. Sayangnya, saya belum kesampaian membaca The Fairy Tale House.

Beberapa tahun sesudahnya, saya membaca novelnya yang diterbitkan oleh GagasMedia, Eclair. Tulisannya di Ecl
...more
Hayati
“... dua orang bisa bersatu ketika semua partikel di jagad raya mendukung mereka. Ketika mereka berpisah, terasa ada yang mengganjal. Ganjil dan aneh. Yang satu tak bisa melupakan yang lainnya, sekalipun sangat menginginkannya. Keduanya melakukan apa pun agar bisa bertemu lagi, atau tanpa sadar melakukan sesuatu untuk mencegah satu sama lain hilang dari benak mereka.

“Berawal dari sebuah tas di stasiun Saint-Lazare...”
Florence tanpa berpikir panjang langsung lari dari rumah dan memutuskan untuk
...more
The Archer
one word. awesome. the story is really unique; really luv the part when Florence shows her skills in front of Zima. it's the part which makes me want more and more.

Eclair has stunned me before, yet we know both stories are different. Eclair is more about friendship and family, while Ice Castle and the Dancing Fountain (?) is about fairytale and love. since I prefer love story a lot, I love Ice Castle more ;p the characters also deeper and the timeline is more thorough.

for me Florence is so uniqu
...more
Dyah
This love story is calm and sweet...pretty much remind me of the author :p
To me, it's too good to be true, but it's exactly the kind of story that makes us want to believe in love. The characters are adorable in their own unique way and the details about art are nicely put. Overall, well-penned!
Asy-syifaa Halimatu Sa'diah
Buku ketiga dari Kak Prisca Primasari yang aku baca. Baiklah, ini dia penulis kebanggaan GagasMedia yang kini juga menjadi penulis favorit aku. Hmm, Kak Prisca kapan menulis buku baru lagi ya? :D

Bukankah ketika kau ingin sekali bahagia, kau tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap uluran yang datang...? (hal. 227)

“Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, memberi kesempatan, dan menyayangi dirimu sendiri,” (hal. 277)

Nggak bisa berkata banyak untuk buku ini, karena KABAR GEMBIRA UNTUK KITA
...more
Afifah

Lame.

Melihat besarnya apresiasi pembaca, terutama di GR terhadap novel ini, wajar kalau ekspektasi saya demikian tinggi terhadap novel ini, terlebih lagi saya sangat menyukai Evergeen karya pengarang yang sama. Tapi ternyata, harapan tinggalah harapan, lagi-lagi sepertinya saya nggak satu selera dengan mayoritas pembaca di GR.

To be honest, cara penceritaan, materi cerita yaitu berbagai pengetahuan tentang seni, musik klasik dan kota Paris yang diusung oleh novel ini sebenarnya sangat menarik. T

...more
Stefanie Julianto
love will find a way.
itulah deskripsi yang tepat menggambarkan novel ini.

cinta akan mempertemukan 2 orang yang memang berjodoh, yang sudah ditakdirkan bersama oleh cinta :)

novelnya keren, ngena. penggambarannya juga cukup bagus.

menceritakan seorang perempuan bernama Florence yang kabur dari perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Pada pelarian itu dia bertemu dengan Vinter, seorang pemahat es. Dan boom. Mereka saling jatuh cinta. Tapi kemudian mereka berpisah jalan, karena tau masing-
...more
Orinthia Lee
Beautiful. Cuma satu kata itu yang bisa aku sebut waktu mama bertanya buku kayak apa yang membuatku nggak bisa berhenti membaca dengan emosi yang berubah-ubah. Kadang aku senyum sendiri, kadang aku nahan napas dan gigit bibir, seringnya aku nangis karena sedih sekaligus terharu.

Inti ceritanya mungkin klise, udah banyak yang pakai, tapi Prisca punya kekuatan bercerita yang luar biasa... Yang membuat cerita klise jadi sesuatu yang istimewa dan cantik. Dari pertama kali aku baca novel pertama Prisc
...more
Madame Butterscotch
(Rants written on April 5, 2013.)

This is an old read of mine, but I just feel like I need to write something on this now.

So the story goes like this. The cover, with matryoshka dolls and all, tempted me to buy it. (I like matryoshka dolls so much--heck, I even sacrifice my holiday to make an actually nesting matryoshka papercraft. Cost me a whole day and a swollen finger thanks to excessive scissors use.)

And back then, my habit of crossing out typos and scribbling on the pages or parts I raise a
...more
VeenAuthor
Oke, ini buku pertama Prisca yang saya baca. Saat saya hunting di toko buku, Kastil Es & Air Mancur yang berdansa ini tiba-tiba muncul di pandangan dengan cover buku yang meneduhkan dan blurb yang membuat saya penasaran dengan karakter Vinter. Alhasil saya membeli buku ini tepatnya empat hari yang lalu dengan beberapa buku terbitan gagas media lainnya. Di rumah pun saya memilih membaca buku ini terlebih dahulu dan voilaaa.. Saya tidak salah pilih! Awal membaca saya merasa novel ini seperti n ...more
Enya Rima
Saya bingung harus bilang apa mengenai novel ini. Awalnya saya pikir Florence masih SMA atau setidaknya kuliah, ternyata umurnya sudah sangat cukup. Seenggaknya usianya sudah cukup untuk punya keputusan sendiri. Dan masih main petak umpet karena jodoh-jodohan itu? Hmm ...
Dan terlalu banyak kata kesepian di novel ini. Saya jadi, oke dia kesepian saya tahu. Kesepian kan? fine.
Mungkin cuma saya aja tapi kok saya rasa jalan ceritanya seperti drama korea-korea itu ya? Perkenalan nggak sengaja dan ng
...more
Puput
Another piece of Prisca Primasari! I automatically took this book once I spot Prisca's name on it. Didn't even read the summary since I was so stunned by Eclair and Chokoreto ;) The story is interesting and... dark. Suasana dan karakternya sama-sama... dark. But once you read, you'll find the bright and warm side from the characters. Deep inside they are vulnerable. Walaupun gitu, semuanya tetap berusaha tegar dan saling menjaga satu sama lain. Kastil es, air mancur, latar tempatnya juga digamba ...more
Almira Nuringtyas
I like this book so much ;)
mulai dari covernya yang cantik, itu kayak bola kaca salju gitu kan ya? Pas sama ceritanya yang juga berlatar musim dingin.

suka sama jalan ceritanya, suka sama gaya penceritaannya, suka sama atmosfernya yang kerasa banget, dan suka jg sama karakter utama buku ini, ditambah chemistry keduanya yang kental banget ;;)

emang sih, jalan ceritanya agak gak realistis, dongeng banget, tapi ya namanya novel, tujuannya buat dinikmati dan ngehibur aja kan?

overall, gue puas banget
...more
Indah
This is so great! Sebenernya pengen kasih 5 bintang tapi aku masih terus pengen karya mbak Prisca yang lain. Yang settingnya indonesia, karna ini adalah novel ke dua mbak Prisca yang saya baca setelah Eclair. yang juga memuaskan saya tentunya.
Novel ini menangkat cerita cinta yang biasa, namun cara penulis menceritakannya sangat luar biasa, perlahan, mengalir lembut, menyenangkan sekali. Romance yang benar-benar romance, lembut dan memukau. Karakter tokohnya begitu hidup, apalagi Celine yang suks
...more
Syifa
5 of 5 stars for this book. Why? First, because of the title. It's so unique and classic for me. Second because of its cover. Snow, the colour, makes it very beautifel. And the last is because, yah of course the story. I felt like I was in paris. and I was really impressed with the narratives that tell about classical poetry and classical songs. A higly-recommended.
Yola NY
so beautiful..
for its cover, story, characters, and places..

though i dont even really know about the art, music, and sculpture.
seems the author successfully blend it all into a story.

love the romance, the kind of fate that bind them two. and how florence's parents have a role play to it..

so, happily ever after, Vinter and The Snow Girl.. :)
Niratisaya
Salah satu novel roman Indonesia yg membuat hati saya hangat saat membacanya :)
How did I fall for this novel? Simply one page, three lines and it had me dashed out to the cashier, in order to get this book home. Save with me reading it :D
Ayu
Sejak pertama kali saya membaca novel Eclair, saya merasa harus membaca novel-novel dia selanjutnya. Terbukti dengan novelanya di buku gagas duet, dan lalu novel ini. Manis sekali :)

*menunggu novel berikutnya*
Hairi
Waktu awal membacanya saya menebak, sepertinya ini dan begini tentang jalan cerita. Namun sampai pertengahan saya mulai melupakan tebakan saya itu. Hingga sampai di ending saya pun nyeletuk... eh.. itu tadi tebakan saya di awal benar ternyata. Muehehee... Bagaimana penulisnya bisa membuat saya terlupa dengan tebakan saya di awal patut diacungi jempol.

Tema 'biasa' tapi dijadikan 'enggak biasa' oleh penulisnya. Tapi novel ini belum bisa menggeser Priceless Moment dari puncak karya Prisca yang pal
...more
Devania Annesya
Catatan saya ketika membaca buku ini:
- gaya penulisan mbak Prisca lembut, halus, dan mudah dicerna.
- saya sangat menyayangkan tokoh-tokoh dalam novel ini adalah murni warga Prancis, sebab cara mereka berpikir dan budaya yang mereka anut, masih mencerminkan kultur Indonesia. Seandainya kedua tokoh berangkat dari latar budaya Indonesia, akan lebih baik.
- “Ami” digunakan untuk menyebut teman berjenis kelamin laki-laki. Untuk perempuan “amie”.
- “Comment allez-vous” terlalu sopan diucapkan oleh sese
...more
Pia Devina
Beberapa bab awal buku ini sudah saya baca lumayan lama, berbulan-bulan ke belakang, malah. Tapi seperti biasa, karena keselip baca buku lain, jadi aja baru beres baca sekarang--kebiasaan buruk saya yang suka baca novel loncat-loncat dari satu judul ke judul lain.

Saya suka penulisan Mbak Prisca di novel ini. Honfleur-nya, Paris-nya' terasa. Dan yang paling saya jadikan poin terkuat di cerita ini adalah 'musim dingin'nya (musim dingin dalam tanda kutip). Cerita tentang Vinter yang seorang pemahat
...more
Rajab Al-mukarrom
sungguh tertarik dengan judul bukunya yang sangat menarik itu, ditambah dengan review di goodreads yang membuat saya begitu penasaran.
namun, pada akhirnya, setelah saya membeli buku ini (yang niat awalnya dapat saya habiskan beberapa jam saya) saya gagal menyelasaikannya dalam hitungan jam, bahkan dalam hitungan hari.
entah kenapa saya sering kali mengantuk ketika membacanya, dan berusaha keras untuk tetap terjaga sehingga saya bisa selesai membacanya dengan segera. juga menyelami 'keindahan' nov
...more
Linda Zunialvi
4.5 stars actually! :))

Nah, ini sebuah kisah cinta sederhana, sebenarnya. Berlatarkan Honfleur yang ditaburi salju yang memberi perasaan damai. Kisah cinta yang bisa dibilang bersemi dalam musim dingin, pada pandangan yang pertama. Yah, aku rasa memang pada pandangan pertama, meskipun kedua orang itu belum menyadari perasaan masing-masing, tapi mereka merasa berat untuk berpisah satu sama lain ketika pertunjukan seni di aula Monsieur Zima telah usai.

Mari aku paparkan secuil bagian dari Kastil Es
...more
Yulistiani D. Indriasari
Novel mbak Prisca kedua yang saya baca setelah Eclair. Saya berharap banyak pada buku ini mengingat saya sangat menyukai Eclair. Tetapi, rasanya flat saja membacanya.

Dengan setting di Paris, dikisahkan seorang wanita bernama Florence yang penuh aura positif layaknya musim semi. Ia selalu gagal dalam hal percintaan hingga akhirnya orang tuanya mencarikan pemuda yang menurut mereka baik untuknya. Namun Florence menolak bahkan kabur ke Honfleur saat diminta untuk menemui pemuda itu. Di kereta menu
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 33 34 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Bangkok: The Journal
  • Memori
  • Fly to the Sky
  • Syarat Jatuh Cinta
  • After School Club
  • Forgiven
  • Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu
  • All You Can Eat
  • Sweet Nothings
  • Goodbye Happiness
  • JUN!!!
  • ROMA: Con Amore
  • Morning Light
1010304
She started to have interest in writing in her fifth or sixth grade of elementary school. Her first novel entitled Spring in Autumn was published by LPPH in 2006. Her short story Lebih dari Tiga Hari won Festival Kreasi Muslimah 2007, and the other one, entitled Hiasan yang Dikenakan Prue, was published in Deteksi Jawa Pos. Her other novels were Will & Juliette (LPPH) and The Fairy Tale House ...more
More about Prisca Primasari...
Éclair: Pagi Terakhir di Rusia Paris: Aline Evergreen Priceless Moment French Pink

Share This Book

“Hidup terus berjalan. Tidak akan ada peri yang datang padamu. Hanya kau satu-satunya orang yang dapat membuat dirimu bahagia” 16 likes
“Kau tak kan pernah bisa bahagia sebelum memafkan, memberi kesempatan dan menyayangi dirimu sendiri” 11 likes
More quotes…