Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jiwo J#ncuk” as Want to Read:
Jiwo J#ncuk
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jiwo J#ncuk

3.99 of 5 stars 3.99  ·  rating details  ·  401 ratings  ·  54 reviews
Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon
tak saling SMS
BBM-an
dan lain lain tak saling
namun diam diam keduanya saling mendoakan

***
Bicara tentang cinta selalu tak berkesudahan. Kali ini Sujiwo Tejo, budayawan yang dikenal dengan gaya nyentrik, akan berbagi rasa tentang cinta dan bermacam hal yang dekat dengan kesehariannya lewat kata-kata. Berbicara
...more
Paperback, 196 pages
Published June 2012 by GagasMedia
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jiwo J#ncuk, please sign up.

Be the first to ask a question about Jiwo J#ncuk

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,025)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Yusnia Laili
J#ncuk telah berkamuflase menjadi kata yang tidak tabu sekaligus ambigu (aku lebih doyan menyebutnya multitafshit). Padahal dulu waktu SD, bilang j#ncuk aja sudah dianggap dosa (bisa ditempeleng guru dan dijauhi teman sekelas), eh sekarang j#ncuk malah jadi Trending Topic. Sama halnya dengan buku ini, isinya juga multitafshit. Beberapa halaman awal cukup membosankan, bahkan aku hampir nyerah untuk ngelanjutin baca. Eh ternyata halaman-halaman selanjutnya sampai halaman akhir (setelah 2 hari reha ...more
Rizky Nindy Lestari
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa Timur, kata j#ncuk adalah sebuah umpatan yang tabu dan sangat kasar. Tapi, Sujiwo Tejo dengan kenyentrikannya mampu mengubah persepsi ini. Kata j#ncuk kini seakan melekat erat pada sosok budayawan satu ini.

Berbeda dengan bukunya yang berjudul Lupa Endonesa yang berkisah mengenai Indonesia melalui analogi pewayangan, buku ini menampilkan sisi romantis dari seorang Sujiwo Tejo. Saya tidak menyangka dibalik topi fedora dan keunikannya,
...more
Rizqi Kautsar
Mbah Jancuk ngomongin cinta tuh ibarat pengamat sepak bola bicara tentang tim kesayangannya. Mantap!!

Buku ini juga ibarat paket lengkap, ada sajak, ada cerita2 pendek, ada kumpulan tweet, ada hasil lukisan juga, ada pemikiran dia tentang sehari2 yang diceritakan dengan versi wayang. Pokoknya the best!

Kutipan yang paling diinget adalah kutipan yang dia tulis di sinopsisnya :

Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon, tak saling SMS, BBM-an, dan lain lain tak saling. Namun
...more
Mujib Romadlon
JANCUK tenan bukune
Sulis Peri Hutan
read more: http://www.kubikelromance.com/2012/08...

"Membaca tulisan Sujiwo Tejo tentang cinta di buku ini rasanya... jancuk!"
-Moammar Emka, penulis Dear You.

Ketika membaca endorsemen penulis di atas, saya pikir buku ini adalah buku romance, ternyata... jancuk! lebih dari itu. Buku dibagi menjadi empat bab: Amor, Metropolitan, Ceplas Ceplos, dan Twit Wayang. Mari kita tenggok satu per satu.

Amor, di bab pertama ini, budayawan yang berpenampilan nyentrik dan tidak jarang bicara ceplas ceplos ternya
...more
Aditya Mahapradnya

Tulisan-tulisan Jiwo di buku ini seperti es campur. Ada sajak, ada tuangan pemikiran-pemikiran dia tentang suatu hal, ada kisah beberapa tokoh wayang yang ditafsirkan ala Jiwo, dan--ini yang paling menarik--kisah yang bisa dibilang segelintir kisah-kasihnya dulu sewaktu ia masih mahasiswa yang merangkap sebagai penyiar radio.

Di suatu radio, Jiwo menyiarkan program "Kisi-kisi Hati", yaitu program khusus untuk membacakan surat cinta, yang dikirim dari penggemar kepada siapa saja yang mereka tujuka
...more
Melita
Mengintip buah-buah pemikiran Sujiwo Tejo dalam buku ini sangat menarik. Pada awalnya saya membaca buku ini semata karena penasaran dengan sosok penulis yang permainan katanya seringkali muncul di lini masa akun Twitter saya. Beberapa teman saya rupanya senang dengan jejak pemikirannya sehingga beberapa kali dibagikan kepada saya, salah satu penikmat kicauan mereka. Bagi saya, kicauan penulis di Twitter berkesan nyeleneh, meskipun beberapa kali saya temukan menggugah.

Lewat buku ini, penulis mend
...more
M_agunngh
Jelas lebih indah kalo baca buku ini dulu sblm baca Rahvayana, mengenal perjalanan mbah Tejo selama "sekolah" di Bandung di perguruan ternama di Indonesia. Namun yang paling penting di sini bisa yaa minimal mengenal para tokoh wewayangan, Yudistira, Bima, dan Ponokawan tentunya (yg hampir keempatnya berdasar bahasa arab penamaanya)
Yogi Saputro
Seperti biasa, Sujiwo Tejo dengan segala kejancukannya menjelaskan peritiwa di sekitar kita. Kali ini dengan bahasa cinta. Yang saya suka dari buku ini tetap style Sujiwo Tejo yang ceplas-ceplos. Memang arahnya suka nggak jelas juntrungannya. Namanya juga seniman. Tapi seenggaknya kita sebagai pembaca bisa menangkap ide yang dipaparkan olehnya.

Buku ini juga update dalam membahas gejala sosial masyarakat. Wayangan pake twitter, menyinggung BBM dari pada surat cinta jadul, dan macem-macem.

Yang jad
...more
Dwitasari
Sekali lagi menyentil, PUNCAK KANGEN PALING DAHSYAT ketika dua orang tak saling menelepon, tak saling SMS, BBM-an, dan lain lain tak saling, namun diam-diam keduanya saling mendoakan. :")

MANIS KAN! :D
Annisa Paramita
Bertempo lambat tapi tetap mengandung makna mendalam. Terutama saat tejo menganalogikan emosi dengan pewayangan. Tetap jaga semar, petruk dan garengmu berokestra dengan apik ya, mbah. :)
Dina Oktaviani
Saya tertarik membeli dan membaca buku ini karena ada beberapa kutipan mengenai cinta yang seringkali disebut oleh akun @sudjiwotedjo. saya tertarik ingin baca buah pemikiran Don Corleoncuk ini mengenai cinta, dan, ya, saya tidak kecewa membacanya. sajaknya mengenai cinta, kisah kasihnya semasa kuliah dan menjadi penyiar radio, juga pemikirannya mengenai banyak hal saya rasa sangat menarik; terutama mengenai hal-hal yang njancuk'i. filosofis, urakan, sastrawi. saya suka.

"...
jangan cuma kau peluk
...more
Nurul Inayah
lumayan ngerti sih daripada buku yang lain dari Sujiwo Tejo. hemm...IQ kelas Melati cuma ngerti Republik Jancukers, hahaha. JIwo J#ncuk menarik karena pembawaanya lebih ringan...cinta-cintaan.
Nana
puitis, keren dan gokil bukunya!sukaa!
beberapa kata-kata di dalam buku ini sempat menjadi bahan kicauan di twitter :)
adiaddicted
Lebih tepat aku sebut satire atau pencerahan ah layak untuk dijadikan buah pemikiran
Hikmah Prahara
Buku yang enak dibaca saat santai
Cindy Pricilla
Buku ini sarat akan nilai kehidupan dan bahasanya kerap 'menyentil'. Tapi, jujur saya kurang bisa menikmati buku ini. Mungkin karena rada kurang ngerti apa maknanya, terutama pada puisi-puisinya.

Poin plus dari buku ini (cerita yang saya suka) yaitu yang arti dari kata jancuk itu sendiri, yang ditulis kaya timeline twitter gitu. Dan buku ini juga membuka cakrawala kita akan cinta & kehidupannya yang 'ajaib'. Cocok dibaca untuk kita yang bosan akan cerita drama-picisan di novel-novel dan mengi
...more
Dani Rachmat
Awalnya saya kira ini sebuah buku fiksi karena sebelumnya saya baca novel misteri dan bab awal buku ini bercerita tentang cinta. Tapi setelah tiga bab, kekayaan Jiwo j#ncuk ini mulai menguar. Pembahasan ringan tentang tema yang menurut saya super berat disajikan khas sekali. Enak banget diikuti dan membuat tak bisa berhenti sampai halaman terakhir. Baca buku ini bikin saya penasaran tentang cerita pewayangan.
Asti Padmowiharjo
Di sinilah kita bisa melihat bagaimana Sujiwo Tejo bicara cinta. Bukan cuma cinta terhadap kekasihnya, tapi juga pada negara dan apapun yang patut di cintai, termasuk Tuhan. Tapi, jangan bayangkan bahwa akan menemui kaliamt-kalimat puitis yang mendayu-dayu, semua hal tetap pada ciri khas seorang Presiden Jancukers, Sijiwo Tejo.
~~salam Jancukers~~
Ayu
bab awal, saya kagumi puisi (atau sajak?) ya semacam itu deh, sempat dipause beberapa hari karena mood yang naik turun, dan akhirnya, buku ini memaksa saya untuk mencapai final halaman akhir dengan kisah terakhir mengenai petruk salah satu tokoh panakawan. dan yeah, buku ini aga sembarangan bahasanya, tapi sekaligus filosofis. keren.
Nisaul Lauziah
Ahh, akhirnya saya miliki juga buku ini. Buku mbah Tejo ini benar-benar segar. Membaca pemikian-pemikiran beliau yang selalu out of the box dan tidak biasa dipikirkan oleh orang kebanyakan sangat menarik. Keren dan membuat kita ikut berpikir dari sisi yang tidak pernah kita intip sebelumnya.. :D
Agustina Nanana
Jancuk...to the max
Petronela
1 bintang untuk covernya
1 bintang untuk isi bukunya
plus 1 bintang tambahan untuk sajaknya yang gue suka dan sisanya 1 bintang untuk lukisan/ilustrasi mbah tejo di dalam buku ini.

overall, suka. dalang satu ini selalu dalem ketika bicara cinta :))
N K D P
Jiwo J#ncuk mbah @sudjiwotedjo ini emang j#ncuk tenan. bahasanya nyentrik, nyeleneh. suka sama sajak-sajaknya, pemikiran tentang hal-hal di sekitar yang jarang kita perhatikan tapi sangat mengena. ada lagi unsur pewayangan yang termasuk juga di dalamnya.
Amantanathania
penuturan khas dari mbah tejo yg "nyeleneh dan "nyentil" banget, memaparkan segala hal yg terjadi di Indonesia dengan cinta sebagai topik besarnya, membuat kita berpikir ulang tentang hal-hal yang terjadi di sekeliling kita (Indonesia)
Aditya Choirul Nugroho
isinya campur2, kurang gereget- celoteh2 khas sujiwo tejo...

ada sisi baik ada sisi buruk..

gambar cover dan kertas covernya unik, judulnya yang nyeleneh..

isinya yang ngalor ngidul..

tidak jelas..
Kiki
Baca buku ini membuka wawasan lain tentang arti cinta, kehidupan hari-hari, dendam..yg ditulis secara Jancuk!!
menurut penulisnya, buku ini diperuntukan bagi mereka yg punya IQ melati..hahaha...terserah lah!
Ilham
J#ncuk....Yeah...kelar! tulisan @sujiwotedjo dalam buku Jiwo J#ncuk agak nyeleneh tapi masuk akal, lucu sekaligus romantis, ada penghargaan terhadap sosok perempuan, dan 4 bintang deh buat bukunya.
Ajie Tri Hutama
So sweet :)
ngebicarain cinta emang ga ada abisnya hehehe..
Beberapa cerita latarnya di Bandung, cocok banget ama tempat kuliah gue yang sekarang.
Jadi pengen bikin buku seperti ini hehehe :3
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 34 35 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!
  • Sewindu
  • The Journeys 3: Yang Melangkah dan Menemukan
  • Perkara Mengirim Senja
  • Jika: dan hanya jika
  • Surat Kepada Kanjeng Nabi
  • Larutan Senja
  • Cinta: Sebuah Rumah untuk Hatimu
  • Bidadari Yang Mengembara
  • Mantra Pejinak Ular
  •  Always, Laila: Hanya Cinta Yang Bisa
  • Saussure for Beginners
  • Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir
  • Jatuh Cinta
  • Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
  • Priceless Moment
  • Unfriend You: Masihkah Kau Temanku?
693487
Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962; umur 47 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia adalah lulusan dari ITB. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film se ...more
More about Sujiwo Tejo...
Lupa Endonesa Republik #Jancukers Ngawur Karena Benar Rahvayana: Aku Lala Padamu Dalang Galau Ngetwit

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »