Nayla
Inilah Novel pertama karya Djenar Maesa Ayu, seorang penulis perempuan yang selalu menuai kontroversi untuk setiap karyanya. Setelah menulis dua kumpulan cerpen, kini Djenar menghadirkan Nayla, novel yang berkisah tentang cinta yang terdistorsi antara manusia dalam setiap wujud relasinya. Antara sesama, antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dan anak. Dengan tetap memp...more
Paperback, 180 pages
Published
2005
by Gramedia Pustaka Utama
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
991)
Pernah dengar istilah "sastra wangi"? Itu lho, sebutan yang beberapa waktu lalu sempat dialamatkan kepada para perempuan (cantik) penulis yang belakangan berbondong-bondong meramaikan dunia penulisan cerpen/novel kita. Mereka di antaranya adalah : Ayu Utami, Dewi Lestari (Dee), Fira Basuki, dan Djenar Maesa Ayu.
Nama yang terakhir ini cukup merebut perhatian sejak buku kumpulan cerpennya yang pertama -- Mereka Bilang Saya Monyet (2003) -- diluncurkan, disusul kemudian dengan buku keduanya, masih...more
Nama yang terakhir ini cukup merebut perhatian sejak buku kumpulan cerpennya yang pertama -- Mereka Bilang Saya Monyet (2003) -- diluncurkan, disusul kemudian dengan buku keduanya, masih...more
3,5 bintang sih. tapi ya bolehlah dinaikin jadi 4 di sini.
baru baca Djenar di tahun 2012, saya ngerasa basi deh kalo masih ngomongin kevulgaran Djenar =)). toh sekarang udah banyak juga buku2 di indo, baik dari penulis lokal maupun terjemahan, yang memuat atau menyinggung tema atau adegan tabu, terutama seksualitas. beberapa diantara mereka bahkan bisa jadi lebih cetek maknanya ketimbang ceritanya Djenar.
tentang ceritanya sendiri, humm... mungkin nggak merasa terlalu spesial, tapi saya selalu su...more
baru baca Djenar di tahun 2012, saya ngerasa basi deh kalo masih ngomongin kevulgaran Djenar =)). toh sekarang udah banyak juga buku2 di indo, baik dari penulis lokal maupun terjemahan, yang memuat atau menyinggung tema atau adegan tabu, terutama seksualitas. beberapa diantara mereka bahkan bisa jadi lebih cetek maknanya ketimbang ceritanya Djenar.
tentang ceritanya sendiri, humm... mungkin nggak merasa terlalu spesial, tapi saya selalu su...more
salah satu buku djenar maesa ayu yang saya baca ketika saya masih SMP/SMA di perpustaaan sekolah. konten buku ini memang bisa dibilang Rated-R alias adult only namun apa daya buku terlanjur dipinjam dan sayang kalau langsung dikembalikan :p
Nayla adalah novel yang berhasil membuat saya tertawa dan tercengang dan menangis ketika membacanya. mengerikannya lagi, buku ini saya baca di usia belia (untung saya sudah biasa membaca 'sastra berat' ala danielle steele dan harlequin yang saya 'curi' dari le...more
Nayla adalah novel yang berhasil membuat saya tertawa dan tercengang dan menangis ketika membacanya. mengerikannya lagi, buku ini saya baca di usia belia (untung saya sudah biasa membaca 'sastra berat' ala danielle steele dan harlequin yang saya 'curi' dari le...more
Membaca Nayla seperti membaca Djenar dengan jelas. Setipe dengan cerpen-cerpennya nya yang lain, aku perhatikan Djenar selalu konsen dengan tema yang sama : sakit jiwa dan perempuan. Entah perempuan muda, entah perempuan yang telah menajdi ibu, entah perempuan yang berumur 13 tahun seumur Nayla.
Diceritakan dengan alur maju-mundur (tidak kronologis) , kita akan dibawa untuk menyusuri kisah Nayla yang memiliki masalah dengan ibunya, hingga ia menjadi "sakit", lesbian, suka mabuk, dan hidup terlun...more
Diceritakan dengan alur maju-mundur (tidak kronologis) , kita akan dibawa untuk menyusuri kisah Nayla yang memiliki masalah dengan ibunya, hingga ia menjadi "sakit", lesbian, suka mabuk, dan hidup terlun...more
MEMBACA suatu teks berarti melahirkan beragam interpretasi. Pengalaman literer masing-masing individu akan mempengaruhi bagaimana interpretasinya terhadap suatu teks yang dibacanya.
Pembaca biasanya akan menghubungkan teks yang dibaca dengan pengalamannya sendiri atau dengan realitas. Begitu pula dengan membaca dan menilai novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu tentu juga melahirkan interpretasi yang berbeda.
Nayla merupakan novel pertama Djenar Maesa Ayu. Novel ini menceritakan perjalanan hidup Nayla...more
Pembaca biasanya akan menghubungkan teks yang dibaca dengan pengalamannya sendiri atau dengan realitas. Begitu pula dengan membaca dan menilai novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu tentu juga melahirkan interpretasi yang berbeda.
Nayla merupakan novel pertama Djenar Maesa Ayu. Novel ini menceritakan perjalanan hidup Nayla...more
Nayla adalah buku pertama dari Djenar Maesa Ayu yang aku baca. Temanya mungkin bergabung antara LGBT dan seksualitas. Ini sepertinya membaca kronologi hidup Nayla dari saat kecilnya hingga dewasa. Nayla yang dididik keras oleh ibunya, punya molestation experience, dituduh mengambil narkoba dan disisih ke rehab langsung membesar sebagai seorang yang keras hati, egois dan tidak punya rasa percaya pada sesiapa malah juga dalam hal cinta sekalipun.
Bahagian vulgarnya agak keras. Penulis terlalu strai...more
Bahagian vulgarnya agak keras. Penulis terlalu strai...more
Buku lainnya yang membahas bias-bias seputar seks dan perempuan. Seputar kehidupan perempuan, tubuh perempuan yang kian direpresi hanya sebagai alat reproduksi. Dan memang, dalam buku ini, Djenar selaku penulis seolah sedang menceritakan dunianya lewat seorang perempuan yang depresi sejak umur 14 tahun bernama Nayla.
Nayla terlahir dalam keluarga besar yang awalnya harmonis, sebelum akhirnya sang ayah memutuskan untuk kawin lagi dengan perempuan muda, meninggalkan Nayla dan Ibunya. Ibu Nayla berj...more
Nayla terlahir dalam keluarga besar yang awalnya harmonis, sebelum akhirnya sang ayah memutuskan untuk kawin lagi dengan perempuan muda, meninggalkan Nayla dan Ibunya. Ibu Nayla berj...more
Ini buku Djenar pertama yang saya baca. Sebenarnya saya lebih tertarik dengan kedua judul bukunya yang lain, tapi karena saya sedang ingin membaca novel, maka novel inilah yang menjadi pilihan saya.
Djenar perempuan cerdas. Itu tersirat dengan caranya menulis. Dia tidak seperti kebanyakan perempuan (atau juga kebanyakan laki-laki jaman sekarang) yang menulis dengan penuh emosi, tapi juga dengan logika. Ada sebab, ada akibat. Bukan sekedar kisah cinta mendayu-dayu yang cengeng. Basi.
Saya suka.
Kebe...more
Djenar perempuan cerdas. Itu tersirat dengan caranya menulis. Dia tidak seperti kebanyakan perempuan (atau juga kebanyakan laki-laki jaman sekarang) yang menulis dengan penuh emosi, tapi juga dengan logika. Ada sebab, ada akibat. Bukan sekedar kisah cinta mendayu-dayu yang cengeng. Basi.
Saya suka.
Kebe...more
cara ceritanya bagus. asik banget bacanya. karakter kuat, jorok tapi cerdas banget misalnya saat jelasin arti virginitas di budaya indonesia. campuran antara seks dan sakit jiwa haha.
cuma sayangnya, (apa mgk saya yg bacanya kecepetan), nggak jelas apa yg terjadi pada Nayla diusia setelah pisah sama Ben dan umur 25 thn. krn dia sepertinya sempat nggak sekolah saat jadi juru lampu diskotek tapi tau tau, nulis buat majalah kampus umur 25 thn, terus langsung jadi unsur jadi penulis terkenal, sepert...more
cuma sayangnya, (apa mgk saya yg bacanya kecepetan), nggak jelas apa yg terjadi pada Nayla diusia setelah pisah sama Ben dan umur 25 thn. krn dia sepertinya sempat nggak sekolah saat jadi juru lampu diskotek tapi tau tau, nulis buat majalah kampus umur 25 thn, terus langsung jadi unsur jadi penulis terkenal, sepert...more
Novel dengan gaya penulisan "free style" yg pertama kali saya baca.
Lebih bagus dari MBSM, walaupun temanya belum banyak berubah.
Agak risih dengan beberapa kosa kata vulgar, tapi saya mengerti krn keluar dari mulut Nayla, seorg anak yg kurang pendidikan.
Masih bercerita seputar bullying, sex harassment, drugs, night life, bisexuality. Saya tidak keberatan dgn tema khas Djenar.
Buku ini cepat sekali habis dibaca. Saya masih ngutang baca Cerita pendek tentang cerita pendek dan buku barunya 14 lelak...more
Lebih bagus dari MBSM, walaupun temanya belum banyak berubah.
Agak risih dengan beberapa kosa kata vulgar, tapi saya mengerti krn keluar dari mulut Nayla, seorg anak yg kurang pendidikan.
Masih bercerita seputar bullying, sex harassment, drugs, night life, bisexuality. Saya tidak keberatan dgn tema khas Djenar.
Buku ini cepat sekali habis dibaca. Saya masih ngutang baca Cerita pendek tentang cerita pendek dan buku barunya 14 lelak...more
Pas baru mau baca, kirain ada hubungannya ma cerita yang "Menyusu Ayah" dan "Cerita Nayla".Setelah dibaca lembar demi lembar, ternyata ga ada hubungannya ma dua cerpen itu :D
Bahasanya vulgar, alur cerita nya lompat-lompat.Kalo mau baca, mending langsung sekalian dibaca sekali waktu (baca: satu kali baca, langsung habis) biar ngerti ceritanya.
Buat yang mau cari bacaan yang agak sedikit beda dari novel kebanyakan, buku ini boleh loh dibaca.Lumayan banget buat memperluas referensi bacaan ;)
Bahasanya vulgar, alur cerita nya lompat-lompat.Kalo mau baca, mending langsung sekalian dibaca sekali waktu (baca: satu kali baca, langsung habis) biar ngerti ceritanya.
Buat yang mau cari bacaan yang agak sedikit beda dari novel kebanyakan, buku ini boleh loh dibaca.Lumayan banget buat memperluas referensi bacaan ;)
semuanya menarik. tidak terbantahkan. untuk novel pertama, NAYLA benar-benar menggugah kesadaran kita. masih ada banyak detil yang tidak kita perhatikan dalam hidup. bahkan kita sering mengutukinya, menyembunyikannya, menghindarinya, dan menguburnya. padahal itu semua ada di sekeliling kita, menempel pada diri kita, dan hidup dalam kehidupan kita. novel singkat yang bisa dibaca berkali-kali agar kita tidak lupa siapa diri kita sebenarnya. binatang atau malaikat? seperti kata djenar.
(rewrite) Membaca novella ini meletihkan. Pembaca diminta menyusun kepingan-kepingan puzzle yang berserakan sebab gaya penceritaan yang acak (tidak kronologis). Entah memang penulis senang dengan gaya seperti itu atau karena kurang mampu menyusun urut2an yang apik. Novella ini juga terkesan disusun terburu-buru, padahal jika diendapkan dulu mungkin alur cerita dan tokoh2nya dapat dikembangkan dengan lebih baik. Menurut saya, Djenar lebih piawai menulis cerpen dibanding novel
shockingly honest, this book reveals the women sexuality in the extreme way. domestic abuse, child molestation.
Menurut gue terlalu banyak unsur sex di buku ini tapi disanggah dalam buku ini, krn hanya area itu lah yang dikuasai sang penulis. banyak "kejutan" dalam ceritanya.
yang gue suka adalah salah satu pendapat penulis bahwa kebanyakan wanita indonesia tidak mendapat porsi yang adil dalam hubungan sex. as for which part, please read this book by your self. :)
Menurut gue terlalu banyak unsur sex di buku ini tapi disanggah dalam buku ini, krn hanya area itu lah yang dikuasai sang penulis. banyak "kejutan" dalam ceritanya.
yang gue suka adalah salah satu pendapat penulis bahwa kebanyakan wanita indonesia tidak mendapat porsi yang adil dalam hubungan sex. as for which part, please read this book by your self. :)
Terlepas dari permasalahan genre yang stensilan atau bukan, vulgar dalam penyampaian, atau apapunlah, Djenar benar-benar bisa membuat saya terobsesi untuk menulis sebuah cerita dengan banyak permainan kata yang seperti syair. Konsonan akhir kalimat di beberapa paragraf dibuatnya seragam. Sangat menggelitik. Dan faktanya, tidak mudah membuat part menarik yang semacam itu.
Pertama kalinya saya menikmati Djenar lewat kisah-kisah di buku ini. Berapa usia saya, belum sampai 17 setau saya. Menarik sekali! Djenar sungguh punya cara tersendiri untuk mengungkapkan dirinya. Secepat itu saya jatuh hati dan menikmati Djenar. Bagi saya Djenar bukan menulis tentang seks, tetapi kisah dibalik itu. Seks itu tidak selalu tentang seks!
Kereennn, nvl pertama djenar yg tabaca, this book is worth waiting for 5 years! Mmg agk sulit ditangkep krn alurnya lompat2, jd hrs konsentrasi tingkat tinggi. Tp endingnya bnr2 bikin surprised! Pelajarannya: Ketika kita slh menginterpretasikan kata 'kuat', ternyata sungguh amat mengerikan. Nvl ini bnr2 inspiring! Must have read!
Harus diakui, pertama kali saya membaca buku ini adalah saat duduk di bangku SMP. Dua kata : Ora mudeng! Iyesss awalnya gak mudeng. Iki buku opo toh? Kok serem. Jangankan isinya, covernya pun nyeremin.
Menelusuri isinya, makin gak mudeng. Buku ini cuma bertengger manis di rak buku.
Sekian tahun kemudian, saya iseng baca. Ternyata cuma butuh waktu 2 hari untuk menuntaskannya. Oh... ternyata buku ini bagus kok. Vulgar memang. Tapi kalo untuk yang otaknya emang ngeres, buku ini gak direkomendasikan...more
Menelusuri isinya, makin gak mudeng. Buku ini cuma bertengger manis di rak buku.
Sekian tahun kemudian, saya iseng baca. Ternyata cuma butuh waktu 2 hari untuk menuntaskannya. Oh... ternyata buku ini bagus kok. Vulgar memang. Tapi kalo untuk yang otaknya emang ngeres, buku ini gak direkomendasikan...more
akhirnya kesampean juga baca karya-nya tante djenar . dulu2 sih udah ada yang mo minjemin tapi gue-nya aja yg masih parno mau baca. eheheh
knapa cuma 2? hmm otak gue emang miring kali yaa? hehe . tapi mnurut gue ini buku emang terlalu bebas dalam artian vulgar banget deh bahasanya . yah tau-lah slama ini yg gue baca cuma sbatas romance yang jarang banget bahas ttg sexuality life dan teman-temannya. sebenernya ceritanya cukup bagus hanya minus disitu aja, mungkin buat orang ini justru menarik tp g...more
knapa cuma 2? hmm otak gue emang miring kali yaa? hehe . tapi mnurut gue ini buku emang terlalu bebas dalam artian vulgar banget deh bahasanya . yah tau-lah slama ini yg gue baca cuma sbatas romance yang jarang banget bahas ttg sexuality life dan teman-temannya. sebenernya ceritanya cukup bagus hanya minus disitu aja, mungkin buat orang ini justru menarik tp g...more
Di awal buku, ada kutipan dari Budi Darma, "tidak ada seorang pun yang memilih untuk tidak bahagia." mmm,jadi penasaran pingin baca halaman berikutnya...
setelah aku baca lanjutannya agak sedikit kecewa sih karena ceritanya sedikit membosankan. tapi aku salut sama gaya bahasanya yg blak-blakan...
sampul bergambar peniti, adalah masa kecil nayla yang selalu di hukum dengan menusukkan peniti di pangkal paha,knp??
setelah aku baca lanjutannya agak sedikit kecewa sih karena ceritanya sedikit membosankan. tapi aku salut sama gaya bahasanya yg blak-blakan...
sampul bergambar peniti, adalah masa kecil nayla yang selalu di hukum dengan menusukkan peniti di pangkal paha,knp??
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Djenar Maesa Ayu started her writings on many national newspapers. Her first book "Mereka Bilang Saya Monyet!" has been reprinted more than 8 times and shortlisted on Khatulistiwa Literary Award 2003.
Her short story “Waktu Nayla” awarded the best Short Story by Kompas in 2003, while “Menyusu Ayah” become The Best Short Story by Jurnal Perempuan and translated to English by Richard Oh with title “S...more
More about Djenar Maesa Ayu...
Her short story “Waktu Nayla” awarded the best Short Story by Kompas in 2003, while “Menyusu Ayah” become The Best Short Story by Jurnal Perempuan and translated to English by Richard Oh with title “S...more
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »

Loading...
view all 7 comments






















