Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Tirani Dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi” as Want to Read:
Tirani Dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Preview

Tirani Dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi

3.97 of 5 stars 3.97  ·  rating details  ·  146 ratings  ·  18 reviews
Kumpulan puisi Taufiq Ismail tahun 1960 - 1966.
Paperback, 171 pages
Published 1993 by Yayasan Ananda
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tirani Dan Benteng, please sign up.

Be the first to ask a question about Tirani Dan Benteng

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
118th out of 475 books — 1,644 voters
Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko DamonoDeru Campur Debu by Chairil AnwarMantra Orang Jawa by Sapardi Djoko DamonoKerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus by Chairil AnwarSajak-sajak Lengkap, 1961-2001 by Goenawan Mohamad
Kumpulan Puisi Indonesia Terbaik
17th out of 93 books — 53 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 316)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
nanto
Puisi dan sejarah yang berkelindan. Semangat 66 ada di buku ini. Semangat pun sampai ketika 98 merebak sebagai tahun perubahan rejim.

Ingin membacanya lagi. Ingin mengingat seorang kawan yang senang sekali membacakan puisi di bawah ini:

Kita adalah Pemilik Sah Republik ini

Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
D
...more
Tyas
I read this anthology when I was in junior high; and New Order government was gripping our country with iron hands. But these poems, written by Taufik Ismail during the chaotic days in 1966 - and are a good reminiscence of them, made me decide that I have to keep on helping the poor people out there. We don't have the New Order anymore, but the people in need are still out there in their shabby clothes and shanty houses, waiting for a change. Waiting for justice.
The language is simple, but deep
...more
za
Buku ini aku beli di Palasari Bandung. Sungguh, aku kagum akan coretan-coretan kata Taufiq Ismail. Ia adalah penyair favorit ku sampai saat ini. Sayang aku belum pernah bertemu dengannya langsung.

Buku ini merupakan kumpulan puisi-puisi Taufiq Ismail. Seperti judulnya, buku ini gabungan dari "Tirani" dan "Benteng". Tak rugi menghabiskan waktu untuk membaca ulang buku ini.

Satu buku lainnya yang ingin aku miliki adalah, MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesia).
Chaniago
Dec 26, 2009 Chaniago rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: Pencinta Puisi
Saay selalu suka puisi Pak Taufik. Gayanya khas, iramanya khusus, menarik, memesona! Temanya yang paling saya suka adalah tentang kehidupan...
Lili
It's my favourite poem

Arithmetik Sederhana

Selama ini kita selalu
Ragu ragu

Dan berkata:
Dua tambah dua
mudah-mudahan sama dengan empat
Arief Bakhtiar D.
TADI siang ada yang mati, Bu, dan yang mengantar banyak sekali, kata seorang tukang rambutan pada istrinya, seperti dikisahkan satu puisi 31 baris Taufik Ismail dalam Tirani dan Benteng di tahun 1966.

Ada mahasiswa-mahasiswa, ada anak-anak sekolah, pokoknya banyak. Saya tak tahu benar, Bu, kenapa di terik siang begini mereka bersedia berjalan bersama, berpanas-panasan. Tapi yang jelas mereka itulah yang dulu menggelar spanduk, berdiri di depan senapan dan tank, berteriak “Dua ratus, dua ratus!” u
...more
Leo
one of my favorite, kumpulan puisi Pak Taufiq Ismail seputar kejatuhan orde lama dan pastinya PKI..

salah satu line yang gw inget "ketika beatles gondrong dipersetankan dan matinya gusti Allah dipentaskan"..
Asep Sambodja
Taufiq Ismail muncul pada 1966 (ketika Soekarno jatuh), dan juga pada 1998 (ketika Soeharto jatuh). Buku ini menarik karena memperlihatkan semangat zaman pada 1965-1966.
Bening Pertiwi
stlh baca 'aku'
sy pun kepincut buku ini
dan alhasil, sy jadi berburu buku taufik ismail yg lainnya
Aini Dandelion
Yang paling mnyentuh itu ada kalimat yang kurang lebih bunyinya begini "Saat itu terkenal lah nama Dewi, yang menyelipkan kertas di nasi bungkus bertuliskan 'selamat berjuang kakak-kakak'. "

Saya juga paling suka dengan puisi berjudul Seorang Tukang Rambutan Kepada Istrinya. Puisi ini menceritakan seorang tukang rambutan yang bercerita pada istrinya bahwa tadi ia melemparkan seikat rambutan dagangannya ke truk mahasiswa yang sedang demonstrasi. Disini saya sangat terharu. Bukan cuma mengajarkan t
...more
Bening Tirta Muhammad
Perjuangan...

*argh,,, ini review murahan dari saya*

Some parts are burning the platform. Struggle aint finished! *ikat kepala*
Farras Hasna
Sebuah realita yang dibalut apik melalui diksi dan metafora yang sederhana, lugas, dan menggugah jiwa. Karya yang patut diapresiasi. Melalui puisi tersebut, kita bisa kembali ke masa lalu dan introspeksi mengenai keadaan Indonesia dan pemuda saat ini. Para pemuda dan Indonesia yang tersesat dalam kebebasan tak berbatas dengan tanda tanya besar mengenai hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya.
Ayu Palar
I read this collection of poems in Pangkalan Brandan when I was still in fifth grade of elementary school. What did I know about good poems at that time? Yet I love Taufiq Ismail's poems so much I read this book more than once. And I am glad I got a chance to have Mr. Taufik Ismal during my graduation ceremony.
Pandasurya
Pernah jadi buku baca bareng di GRI.
Keseluruhan isi buku bisa dibaca di sini:

http://www.goodreads.com/topic/show/1...
Tezar Yulianto
Paling suka, dengan puisi tentang Pak Rambutan. Kumpulan puisi perjuangan angkatan 66, yang sangat heroik.
miaaa
Aug 17, 2009 miaaa rated it 3 of 5 stars
Shelves: poems
Sulit memahami puisi-puisinya Taufiq Ismail, tapi ada satu dua puisi yang menurutku bagus sekali :D
Sya
Nov 30, 2008 Sya added it
baca karena tugas


jadi semangat euy temen sekelas
Tikah Kumala
Waktu SMA pernah baca
Arief
Arief marked it as to-read
Apr 21, 2015
Noname
Noname added it
Apr 20, 2015
Iqbal
Iqbal marked it as to-read
Apr 13, 2015
Nisvi Silviani
Nisvi Silviani marked it as to-read
Apr 06, 2015
Rivan Taufik
Rivan Taufik marked it as to-read
Mar 29, 2015
Danimmunir
Danimmunir marked it as to-read
Feb 25, 2015
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Deru Campur Debu
  • Sadjak-Sadjak Sepatu Tua
  • Duka-Mu Abadi
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
  • Negeri Senja: Roman
  • Puisi Mbeling
  • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Islam dan Sosialisme
  • O Amuk Kapak
  • Orang-Orang Bloomington
  • Goenawan Mohamad: Selected Poems
  • Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia
717519
Taufik Ismail was born in Bukittinggi West Sumatera on June 25, 1935. He was prominent Indonesian writer and made influence in Indonesian literature the post-Sukarno regime. He was one of pioneer Generation of '66. He was complated his education in FKHP University of Indonesia. Before active as a writer, he taught in Institut Pertanian Bogor. In 1964, he assigned Manifesto Kebudayaan and consequen ...more
More about Taufiq Ismail...
Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Sajadah Kata Katastrofi Mendunia: Marxisma Leninisma Stalinisma Maoisma Narkoba Sajak Ladang Jagung Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit Jilid 1: Himpunan Puisi 1953 - 2008

Share This Book