Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sedang Tuhan pun Cemburu: Refleksi Sepanjang Jalan” as Want to Read:
Sedang Tuhan pun Cemburu: Refleksi Sepanjang Jalan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Sedang Tuhan pun Cemburu: Refleksi Sepanjang Jalan

4.21  ·  Rating Details ·  180 Ratings  ·  9 Reviews
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia.

Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka
...more
Paperback, 320 pages
Published 1994 by SiPRESS
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sedang Tuhan pun Cemburu, please sign up.

Be the first to ask a question about Sedang Tuhan pun Cemburu

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Teguh Affandi
Mungkinkah Tuhan cemburu? Jawabannya iya!
Tuhan akan cemburu bila kita membuat hal-hal lain menjadi tuhan baru bagi kita. Seperti suami yang cemburu kepada istri. Tapi sejatinya cemburu itu bukan bentuk lemahnya Tuhan, melainkan sebuah gaya penguat hubungan Tuhan. Tauhid!
Anggi Hafiz Al Hakam
Lagi, Emha melontarkan kritik sosialnya. Selain budaya seks bebas yang mulai menjalar di kotanya, satu yang perlu saya cermati lagi adalah soal pemurnian agama Islam yang cenderung mematikan kreativitas dalam beragama. Emha rupanya tidak tahan pada proses pemurnian itu yang cenderung meniadakan kemesraan antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi an
...more
Putri
Jan 30, 2011 Putri rated it liked it
funny I bumped into a religion/phylosophical book, right right? HAHAHAHA. I found this on my dad's bookshelf.
well, I like this one, that's it.
Pradnia Pramitha
Membaca buku ini saya jadi semacam menjalin hubungan antara benci dan cinta.

Bukan benci juga sih, lebih tepatnya pusing, karena banyak bagian rumit untuk saya cerna. Sekaligus karena banyaknya tulisan yang dibuat pada tahun 198x yang menyindir tokoh masyarakat pada era itu yang tidak saya kenali, membuat saya bertanya-tanya ketika membaca, "Ini bahas siapa ya?", "Ini permisalan kira-kira siapa yang dimaksud ya?"

Tapi sekalinya sedang cinta, saya jadi pingin koleksi semua karya tulisnya Cak Nun. M
...more
Aida Radar
"Di titik mana engkau meletakkan diri agar 'mripat'mu menatap kehidupan ini secara akurat? Pada jengkal mana engkau pijakkan kakimu agar garis lurus dari lensa matamu menyentuh makna tepat di titik pusatnya?"
(Zaman Sedang Memuisi, hlm. 61)

Selama beberapa hari ini setiap hendak tidur, membaca per satu judul tulisan cara Cak Nun memandang kehidupan di buku ini. Kumpulan tulisan lama tapi kontekstual sekali untuk segala cerita kehidupan hari ini. Sukak! d^_^b
Andre Widiartanto
Satu kata saja untuk isi buku ini: BERAT! Yah, buku ini berisi berbagai kritik sosial dan kehidupan kebaragamaan di mata penulis di era 80-90-an. Namun ajaibnya, sebagian besar pesan yang disajikan masih relevan untuk permasalahan di era milenium masa kini! Kata-katanya disusun secara puitis, yang mampu menciptakan sedikit senyuman meski pembaca merasa tak mampu mencerna pesan dan maksud yang hendak dipaparkan.
Nuke
Jul 16, 2007 Nuke rated it liked it
I have to say that my (again, ex now!) boyfriend has managed to "form" my reading Emha's books hobby. It was not only hobby, it was an addiction, even obsession. He's teaching but not teaching, he's lecturing but not lecturing. In many ways you will feel a soft slap in your face by reading chapter by chapter of his books.
Too bad not all of his books are available in goodreads to link.
nur'aini  tri wahyuni
sama seperti buku Cak Nun yang pernah saya baca sebelumnya. sik di awaal kemudian menuju ngebosenin, hehehe. esay esay nya cerdas. tapi saya agak ga nyambung, mungkin karena bahasa tingkat tingginya itu, yaa.
Dolly Putra
Nov 19, 2014 Dolly Putra rated it really liked it
Ini adalah buku Emha pertama yang saya baca, dan langsung jatuh cinta pada pemikirannya.
Septia Agustin
Septia Agustin rated it really liked it
Mar 12, 2013
Itus Tacam
Itus Tacam rated it it was amazing
Nov 21, 2016
Yasir Djaka
Yasir Djaka rated it it was amazing
Oct 28, 2016
Dhimas Muhammad  Yasin
Dhimas Muhammad Yasin rated it really liked it
Apr 07, 2017
Donny
Donny rated it it was amazing
Feb 13, 2015
Eko Triyanto
Eko Triyanto rated it it was amazing
Feb 12, 2013
Arifah Handayani
Arifah Handayani rated it really liked it
Jul 16, 2012
N Mursidi
N Mursidi rated it liked it
May 05, 2010
Nabhan Rusydi
Nabhan Rusydi rated it liked it
Jun 17, 2017
Kolis
Kolis rated it it was ok
Aug 23, 2009
Ade
Ade rated it liked it
Jul 19, 2007
Fahrijal Atsaqaf
Fahrijal Atsaqaf rated it it was amazing
May 12, 2016
Arief Kurniawan
Arief Kurniawan rated it it was amazing
Sep 04, 2008
Reza Ahmad
Reza Ahmad rated it liked it
Sep 02, 2016
Dwi
Dwi rated it liked it
Nov 03, 2016
Adetya Evan
Adetya Evan rated it it was amazing
Jul 10, 2013
Eko Tentrem Jaya
Eko Tentrem Jaya rated it really liked it
Aug 13, 2015
Hendrawan
Hendrawan rated it it was amazing
Jan 06, 2014
Arman Harjo
Arman Harjo rated it it was amazing
Sep 20, 2016
Muhammad NU
Muhammad NU rated it it was amazing
Aug 30, 2015
Karisa
Karisa rated it really liked it
Apr 29, 2014
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Nagabumi II: Buddha, Pedang dan Penyamun Terbang
  • Adam Ma'rifat
  • Laki-laki Lain dalam Secarik Surat
  • Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis
  • O Amuk Kapak
  • Dadaisme
  • Goenawan Mohamad: Selected Poems
  • Larutan Senja
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Lebaran di Karet, di Karet...: Kumpulan Cerpen Umar Kayam
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas ...more
More about Emha Ainun Nadjib...

Share This Book