Slilit Sang Kiai
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Slilit Sang Kiai

3.83 of 5 stars 3.83  ·  rating details  ·  307 ratings  ·  30 reviews
Essays on social critics.
Paperback, 243 pages
Published 1991 by Pustaka Utama Grafiti (first published 1988)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Slilit Sang Kiai, please sign up.

Be the first to ask a question about Slilit Sang Kiai

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 771)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Andri
Ini adalah buku terbaik Emha menurut saya. Gugatannya yg cerdas, liar dan berani, menjadikan Emha sebagai seorang tokoh Islam yang mbeling. Setahu saya, cmiiw, ini adalah buku Emha yang paling laris.

Buat yg belom tahu, sedikit saya kasih clue ya. Emha berkisah tentang seorang kyai yang gagal masuk sorga, karena pernah mengambil serpihan bambu yang dijadikan slilit, tusuk gigi, karena ada sisa makanan yang nyangkut di gigi.

Bayangkan, hanya gara-gara slilit dari serpihan bambu pagar yang diambil s...more
Ratu Solomon
hhmm.. kritik sosial yg dipaparkan didalam buku ini mengharapkan agar pembacanya cerdas dan cermat dalam kritik akan etika sosial yang tengah terjadi di masyarakat. sangat eksentrik karena yang terpapar adalah balada sehari-hari yang ditemui di kehidupan kita, tetapi keunikan itu menjadi sentilan tersendiri bagi kita. sadarkah kita akan diri sendiri, sosial masyarakat dan dimensi luar lainnya? paradigma yang terbentuk adalah pemikiran sederhana, tetapi dalam bahasa yang tidak sesederhana itu unt...more
AP Edi  Atmaja
Edisi baru kumpulan kolom ini diterbitkan oleh Penerbit Mizan sejak beberapa bulan yang lalu.

Saya merindukan esais dengan gaya penulisan sebebas Emha. Emha memperlakukan kata tak sekadar kumpulan abjad yang mati dan mesti diajari baris-berbaris agar supaya rapi. Di zaman yang semakin melek literasi ini (?), saham penulis dalam tulisan nyaris tak bersisa lagi. Tulisan telah menjadi sekumpulan kata yang seragam, baik jeleknya maupun bagusnya.

Tujuan saya membaca kumpulan kolom yang bukan-buku ini t...more
Shanti Dwijayanti p
Aku membacanya sekitar tahun 98an saat aku menemukannya di rak library SMPku, seketika itu juga aku menyukainya. It's simple, seorang kyai yang dekat sama Tuhan saja masih dianggap berdosa gara2 ngambil sedikit bambu dari pagar tetangganya untuk ngilangin "slilit"nya. Konsep sederhana namun maknanya luar biasa untuk umat Islam khususnya.
Kalau dibandingkan dengan jaman sekarang, bagaimana dengan koruptor yang ngambil jutaan bahkan milyaran ataupun triliyunan uang rakyat? Wallahua'lam. #ngeri
Septia Kholimatussa'diah
Buku kumpulan esai pertama yang saya baca, dan syukurlah, meskipun buku ini benar-benar memperlambat kecepatan membaca saya, saya menuntaskannya. Esai dalam buku yang ternyata sudah lama terbit ini ditulis Cak Nun dalam kurun waktu 1980 sampai awal 1990-an. Berbagai macam kritik sosial disampaikan khas jurnalis, yah, karena Cak Nun sendiri adalah seorang wartawan sekaligus, budayawan. Lugas, transparan, dan humornya menohok liar di mana-mana.

Esai favorit saya? "Makan-Minum Dak Tentu", "Maha Satp...more
Irwan
Read this a very long time ago, in high school. As i remember, it was a creative, culturally-approached essay on mainly islamic tradition.
The author has a distinctive style which may impress some people (me, for example, used to) or just confuse or create resentment in others.
I still admire his creativity with words though, and also his way of mixing mundane things with (or to explain) the abstract ones. It is agreeable to call the author as a "culturalist" (budayawan - ind) with regard to wha...more
R.siberia
Buku ini saya baca jaman kuliah atau baru2 lulus kuliah ya? pokoknya sudah lama sekali. yang paling saya ingat ya tulisan yang jadi judul buku ini, "Slilit Sang Kyai". hanya karena slilit, pak kyai terhambat untuk masuk surga.

yang jels buku ini bagus sekali, banyak sekali pencerahan yang saya dapat setelah membaca buku ini.
Fadli Uwais Elqorni
Permasalahan sederhana, yang sering dianggap sepele dan terkadang sering terjadi di kehidupan kita sehari hari, dibahas secara menarik. Dapat melihat sudut pandang yang lain terhadap permasalahan-permasalahan yang sering terjadi
Aldila
mungkin untuk saya terlalu berat memahami semua yang ada dalam buku ini. tapi ketika benar-benar memahami maksud artikel nya, ada hal yang akan membawa kita kepada ucapan "benar juga".
Ahmad Suhudi
lugas,sekaligus lucu.ciri khas emha. sangat suka buku ini
agus geisha
Ini adalah salah satu buku terbaik dari Emha yang pernah saya baca. Lugas dan jernih. Tak ada yang ditutup-tutupi. Enak dibaca dan direnungkan. Slilit Sang Kiai adalah kumpulan dongeng yang akan membawa kita hanyut pada permenungan yang dalam.
MSN. Hani
Kalo mau ucap salam, atau ucap sesuatu yang mengidentitaskan sebagai muslim, aku selalu diingatkan pada buku ini. Apakah aku sedang pamer? Sebab dosa sekecil apapun, mampu menghapus semua ibadah yang aku jalani. Well, cukup kiri, hehehehe.....
Fahd
ini buku pertama yang saya baca sampai habis. saya baca ketika SMP. dan sampai sekarang masih menjadi kumpulan tulisan Cak Nun yang terbaik... sejak dulu saya suka buku ini.
Nuke
This book has managed to make me realized that there is no point of you swinging your body five times a day, torture yourself in hunger when you still make other people suffer.
Naussea Achmad
buku menarik, memaparkan perilaku kesederhanaan dalam dinamika hidup yang universal, tepat menempatkan pemikiran-pemikiran, eksplisit, dan tegas
Leha Nay
Kisah yang banyak makna bahwasannya jika itu bukan milik kita maka kita wajib mengembalikannya,sekalipun hanya sebuah slilit...
achmad hidayat
ini buku caknun yang pertama kali aku baca...
duluuuu sekaliii...
kira-kira dimana aku bisa mendpatkan buku itu sekarng ya?
Markesso
Jangan sesekali mengkerdilkan pemikiran orang, dengan menganggap suatu hal kecil, bisa jadi besar arti bsgi orang lain
Rahmadiyanti
Baca udah lama banget. Juga buku-buku Emha yang lain. Yang jelas, tulisan-tulisan Emha cerdas dan bernas.
Sudi
Koleksinya Mbak Hang, sebelum ikutan persma Ganesha aku suka baca tulisan-tulisan Cak Nun.
Fenny Lita
we lost the book!! may come to YK to get other one,nomore latest printing!
Dhody Widiyanto
kritik sosial..
sebuah referensi tipis membangun kepribadian
Anggi Hafiz Al Hakam
Apa karena slilit si kiai ini jadi batal masuk surga?
Septian Arshavin
bisa ngga ya buku ini di download?
Muhammad Satria
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Diah
Jun 18, 2012 Diah added it
Amazing person!
Dwi Purnomo
Apr 29, 2014 Dwi Purnomo marked it as to-read
is amazing
Tian
Jun 07, 2013 Tian added it
gud
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 25 26 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Catatan Pinggir
  • Arok Dedes
  • Selimut Debu
  • The Secret of Secrets
  • Canting
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Harimau! Harimau!
  • Nagabumi I: Jurus Tanpa Bentuk
  • Balada Si Roy 1: Joe
  • The Evolution Deceit: The Scientific Collapse of Darwinism and its Ideological Background
  • Lintang Kemukus Dini Hari (Dukuh Paruk, #2)
  • Pada Sebuah Kapal
  • Perahu Kertas
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas...more
More about Emha Ainun Nadjib...
Markesot Bertutur Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki Jejak Tinju Pak Kiai Markesot Bertutur Lagi Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Share This Book