Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Orang-orang Proyek” as Want to Read:
Orang-orang Proyek
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Orang-orang Proyek

3.76  ·  Rating Details ·  589 Ratings  ·  100 Reviews
Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Apakah yang pertama merupakan manifestasi yang kedua? Apakah kejujuran dan kesungguhan sejatinya adalah perkara biasa bagi masyarakat berbudaya, dan harus dipilih karena keduanya merupakan hal yang niscaya u ...more
Paperback, 224 pages
Published January 2007 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2002)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Orang-orang Proyek, please sign up.

Be the first to ask a question about Orang-orang Proyek

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
mai
Jul 10, 2016 mai rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: kesukaan
berlebihan tidak sih kalau saya kasih rate 5? habis saya suka sih XD

nama tokoh yang pas dengan cerita (check)
tema cerita yang unik (check)
alur cerita (check)

hmm..agak kurang sreg dibagian percintaan kabul dan watinya aja sih. kayaknya kurang romantis gitu...tapi bisa saya maafkan kok hehe

sedikit cerita, 2 tahun terakhir ini saya memiliki teman dari dunia maya yang berasal dari latar belakang berbeda. beberapa yang dekat diantaranya adalah mono,dukalara dan donyiswara (sila cari di twitter). sala
...more
Darnia
Sepertinya buku ini wajib dibaca oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama yg sudah punya jabatan penting di Pemerintahan (view spoiler). Siapa tahu, nuraninya tergerak dan kembali menjalankan tugasnya sesuai jobdesk-nya yg dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat. Dan juga sebagai pengingat kalo mereka bukan "raja kecil" yg menganggap pajak rakyat adalah upeti bagi mereka.

Buku Ahmad
...more
Endah
Dec 13, 2008 Endah rated it liked it
Dan ada cerita humor yang sangat populer tentang orang-orang proyek. Suatu saat di akhirat, penghuni neraka dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempt itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian jembatan di wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya darpada para penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya, ditemukan kenyataan di antara para ...more
Bambang Rahmantyo
Mar 29, 2013 Bambang Rahmantyo rated it liked it

Saya sebenarnya bukan pembaca karya sastra indonesia yang bersemangat, cuma pernah baca sedikit sekali novel sastra. Eh, sebenarnya saya engga bisa membedakan mana yang karya sastra mana yang bukan sih, bisa ngomong novel ini karya sastra juga hanya berdasar dari label di barcode novelnya saja. Tapi secara umum bagi saya yang disebut karya sastra adalah karya yang ditulis dengan bahasa yang baku dan serius, membahas permasalahan yang aktual ataupun pemikiran kontemplatif mendalam, becanda pun de
...more
Aveline Agrippina
Aug 08, 2009 Aveline Agrippina rated it really liked it
Shelves: sastra, novel
Mereka yang sudah lama berkencan di dunia sastra tak akan asing lagi dengan seorang yang bernama Ahmad Tohari. Namanya bisa disejajarkan dengan Y.B. Mangunwijaya ataupun Arswendo Atmowiloto dalam soal menganyam kata. Dia berhasil meneribitkan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk yang akhirnya mengangkat dirinya sebagai novelis yang patut diperhitungkan dalam wacana sastra Indonesia. Terkenal dengan permainan majasnya dalam setiap cerita dan kata-kata yang asing didengar oleh orang-orang.

Di dalam novelny
...more
Meta Morfillah
Sep 01, 2015 Meta Morfillah rated it it was amazing
Judul: Orang-orang proyek
Penulis: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: 224 hlm, 21 cm, januari 2007
ISBN: 909 22 2681 1

Menjadi kepala pelaksana proyek pembangunan jembatan di Sungai Cibawor bagi Kabul--insinyur teknik sipil yang juga mantan aktivis kampus--merupakan pekerjaan yang berat. Ia yang dibesarkan dengan nilai-nilai arif kehidupan oleh Bapa dan Biyung dalam kesederhanaan, harus menghadapi banyaknya "permainan" yang terjadi dalam proyek. Mulai dari banyaknya pungutan liar,
...more
Tezar Yulianto
Ir. Kabul, seorang insinyur sipil dan mantan aktivis kampus, mendapatkan tugas untuk mengawasi jalannya pembangunan sebuah jembatan di sungai Cibawor. Dengan latar awal tahun 1990-an, novel ini mengisahkan pertempuran antara idealisme hidup bersih melawan realisme korupsi yang marak di zaman orde baru. Di saat itu, sudah menjadi rahasia umum, bahwa di segala aspek kehidupan, Indonesia digerogoti jahatnya korupsi, kolusi dan nepotisme. Kejahatan ini mencuat dalam berbagai proyek, salah satunya pr ...more
Marina Zala
May 13, 2014 Marina Zala rated it really liked it
** Books 108 - 2014 **

Kabul belum beranjak. Matanya masih memandang jembatan baru itu dengan mata dan dengan hatinya. "Kamu tampak bagus dan gagah. Tapi proses pembangunanmu diselimuti ke-sontoloyo-an yang parah. Umurmu tak akan panjang dan anggaran pembangunanmu yg sebagian jadi bancakan akan menjadi beban masyarakat miskin" (Kabul, halaman 213)

"Mereka, orang2 proyek, baik dari pihak pemilik maupun pemborong, sama saja. Mereka tahu dan sadar akan kegilaan mereka. Dan tampaknya mereka tak perdul
...more
Sanya
Nov 24, 2016 Sanya rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Zaldi
Sep 07, 2009 Zaldi rated it really liked it
Shelves: jendela-dunia
Berseting waktu tahun 90an, buku ini mengajak melihat dari dekat carut marut negeri kita, budaya korup, feodalisme baru, penyeragaman, rekayasa, munafik yang semuanya dibungkus dalam retorika pembangunan.
dengan menyindir partai politik terbesar (mungkin terakus) pada saat rezim orba berkuasa, dikala makna kedaulatan rakyat sudah dijungkirbalikkan.

ketika tokoh utama dalam cerita ini, Kabul, dihadapkan pada "permainan"
kekuasaaan dan politik dalam proyek, sanggupkah ia bertahan pada idealismenya?

Se
...more
Faizah Aulia R
Aug 03, 2016 Faizah Aulia R rated it really liked it
mau ngasih 5 tapi gak suka sama sidekick cerita romansa Wati sama Kabul, atau lebih tepatnya ga sukaaa sama cara Wati haha

habis baca buku ini jadi ingat : BREXIT.
Kalo jembatan aja banyak yg dikorupsi apalagi tol yang panjaaaangg banget ini, bagian mana yaaa yg dipotong dr anggaran sesungguhnya ? wkwkw

skr kalo lihat proyek2 pasti mikirnya "pasti dikorupsi nih" wkwk

"Kegilaan ini akan berlangsung sampai kapan Mas ?"
"Rayap baru berhenti makan bila kayu yang digerogotinya sudah habis. Atau bila mere
...more
Yelsa Fahziani
Jan 04, 2016 Yelsa Fahziani rated it really liked it
"Suatu saat di akhirat, penghuni neraka dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempat itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya daripada para penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya, ditemukan kenyataan diantara para penghuni neraka banyak mantan orang proyek."
Gianni Reiza Maulania
Jul 28, 2016 Gianni Reiza Maulania rated it it was amazing
Shelves: buku-indonesia, novel
Selalu menyelipkan kisah cinta, mungkin supaya pembaca ga terlalu dibikin piss off sama masalah yang sebenernya hehehe karena duh, baca buku ini beneran bikin kesellllll
Leah Butter
Mar 26, 2015 Leah Butter rated it really liked it
Novel ini membuat kita berpikir lagi tentang makna kejujuran yang sudah hampir tidak bermakna lagi di zaman sekarang ini...
Nur C
Mar 09, 2017 Nur C rated it liked it
Mengisahkan tentang kehidupan di tempat proyek, tentang kerasnya bekerja di tempat proyekan bagi sang tokoh utama. Tempat proyek- tempatnya wong-wong lanang dengan segala tetek bengeknya, tempat melepas penat dengan hiburan kampung seadanya, atau tempat mengais rejeki bukan hanya bagi mandor, kuli dan bos proyek tetapi bagi pedagang warung Tegal di sekitaran proyek.
Karya sastra ini begitu mudahnya menggambarkan suasana kehidupan proyek dan pedesaan sekitaran proyek.
Dhimas Anindito
Jan 17, 2017 Dhimas Anindito rated it liked it
Dunia yang dibuat Ahmad Tohari selalu menarik, karena memang, budaya Jawa Banyumasan memang mengesankan. Novel ini mengemas perbedaan nilai yang harus dihadapi oleh seorang insinyur ketika terjun dalam dunia kerja sekaligus masyarakat. Rahasia umum itu dielaborasi sesuai dengan sejarah bangsa Indonesia paska dekade 80-an, yang pada akhirnya menguatkan tekad sang insinyur untuk berlaku sesuai apa yang diajarkan Biyung dan Bapa-nya. Romansa kecil-kecilan mungkin hanya bumbu yang ditaburkan sebagai ...more
Ivan
Apr 03, 2012 Ivan rated it really liked it
Novel ini sebenernya ingin mengetengahkan persoalan idelisme seseorang ditengah realitas yang ada ditengah masyarakat.

Seting novel ini adalah pada zaman orde baru, dimana partai yang berkuasa pada saat itu adalah Partai Golkar. Partai yang pada novel ini di plesetkan dengan nama Partai Golongan Lestari Menang.

Dikisahkan seorang kepala proyek pengerjaan jembatan Desa Cibawor bernama Kabul yang menjadi tokoh sentral dalam cerita ini. Dia adalah mantan aktifis kampus. Alumni fakultas teknik sipil
...more
Dewi Yuliana
Jan 23, 2017 Dewi Yuliana rated it really liked it
Orang-Orang Proyek mengisahkan tentang kehidupan seorang Insinyur muda mantan aktivis kampus. Namanya Kabul. Kabul yang kerap terlibat dalam demonstrasi menentang pemerintahan semasa kuliah, terpaksa harus terjebak di antara orang-orang proyek yang berusaha melucuti idealismenya.
Di sana, ia menjadi penanggung jawab proyek pembangunan jembatan di suatu desa. "‘proyek’ pun kini memiliki tekanan arti yang khas. Yakni semacam kegiatan resmi, tapi bisa direkayasa agar tercipta ruang untuk jalan pinta
...more
Annisa M Zahro
"Permainan yang terjadi dalam proyek itu menuntut konsekuensi yang pelik. Mutu bangunan menjadi taruhannya, dan masyarakat kecillah yang akhirnya menjadi korban. Akankah Kabul bertahan pada idealismenya?

Kutipan sinopsis di atas berhasil menarik minat saya untuk membeli novel ini. Ya, novel ini memang tentang idealisme. Idealisme yang belum tentu semua orang bisa menjaganya. Bisa jadi seseorang semasa di kampus menjadi aktivis yang idealismenya begitu kuat, tapi begitu menginjakkan kaki di dunia
...more
Shinta
Feb 26, 2017 Shinta rated it did not like it  ·  review of another edition
Hampir DNF.

Menurut saya ceritanya nanggung.
Kl memang mau membahas kebobrokan dunia politik yang mau ga mau berdampak pada dunia proyek, kenapa ga sekalian bikin setting masa sekarang? Kenapa harus masa orde baru?
Toh politik negara kita jaman sekarang juga ga bisa dibilang bersih.

Kisah percintaannya terkesan diselipkan, jadi ga jelas maksud utama si penulis mengekspos yang mana. Masalah proyek kah? Masalah idealisme Kabul kah? Masalah cinta lokasi Kabul kah?

Sayang.... padahal ide ceritanya bagus.
Teguh Affandi
Oct 22, 2013 Teguh Affandi rated it liked it
Kisah Kabul begitu dekat denganku, aku anak teknik, lantas kejadian2 di proyek pedesaan seperti kisah Kabul pernah kusaksikan sendiri. Saat pembangunan aliran irigasi di desaku puluhan tahun lalu, banyak penduduk desa yang diam-diam mengambili semen dan pasir (terutama pasir) dari jatah proyek.

Mengerikan!

Kabul insinyur sipil sedang mengerjakan proyek jembatan Sungai Cibawor. Dengan setting waktu 1991, dimana orba sedang menggurita, maka proyek jembatan Kabul menjadi bancakan oleh pemerintah, pa
...more
Dedul Faithful
Cukup seru dengan banyak tokoh-tokoh superkomikal di dalamnya. Tokoh utamanya juga idealis sekali, namun sang penulis bisa menampilkannya sangat realistis. Porsi dramanya cukup.
Viia Viia
Feb 05, 2016 Viia Viia rated it really liked it
Ada rasa kecut di hati Kabul ketika menyadari apa yang di maksud Pak Tarya bila di rangkai dengan angka kebocoran anggaran proyek yang konon mencapai tiga puluh sampai empat puluh persen itu. Primitif, mementingkan diri sendiri, serakah. Itulah akar persoalannya? Rasanya memang begitu. Dan bila si primitif adalah orang kampung disekitar proyek yang miskin dan kurang terdidik, harap maklum. Namun kalau si primitif tadi adalah mentri, dirjen, kakanwil, dan seterusnya? Apa mereka tidak mencak-menca ...more
Yuli Hasmaliah
Jul 28, 2016 Yuli Hasmaliah rated it really liked it
Buku ini sangat layak dan disarankan untuk dibaca oleh setiap kalangan yang menamai dirinya sebagai warna negara Indonesia, khusunya bagi mereka yang duduk di bangku pemerintahan (dan juga para pengembang-pencari nafkah dari jalan proyek-proyek yang didanai dari kantong rakyat).
Saya pribadi tidak merasa berlebihan jika memberikan rating yang hampir sempurna untuk karya yang satu ini. Pak Kyai lagi-lagi menampar saya melalui fokus cerita nya yang seputar idealisme, wong cilik-sentris, dan selalu
...more
Musrifah Arfiati
Aug 08, 2016 Musrifah Arfiati rated it really liked it
Satu kata ketika membaca novel ini; Miris! Sebal, jengkel, sedih campur aduk. Betapa gilanya kehidupan kongkalikong hampir di segala aspek. Semua disusupi politik. Korupsi memang sudah mendarah daging dari yang kelas paling teri sampai kelas yang paling kakap.

Memang ngga heran, sih. Kayak cerita di novel ini, bahkan perangkat pemerintahan tingkat desa pun memang banyak 'main-main' kayak gini. Hmm... jadi inget Pak Bayan di kampung saya yang suka minta pungli kalau ada warganya yang bikin KTP. Ta
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Gelisah..
Adalah hal yang dirasakan oleh seorang mantan aktivis kampus..yang kini telah masuk dalam dunia realita sebagai seorang insinyur dalam proyek pembangunan jembatan Cibawor disebuah desa (mungkin di Tegal?)...Kabul nama pria itu, ia dihadapkan pada sebuah pilihan? Kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini yang semuanya akan bermuara pada keberpihakan masyarakat miskin atau kompromi dengan atasannya termasuk juga kalangan birokrat yang berkuasa pada masa itu (tahun 1990-an) de
...more
Nayli Fadhilah
"Kabul", tokoh utama dalam novel karya penulis legendaris Ahmad Tohari ini adalah seorang insinyur yang menjadi pemimpin pelaksanaan proyek pembuatan jemabatan besar.
Semula, pembangunan jemabatan terlaksana lancar. Tapi kemudian mulai timbul kecurangan-kecurangan orang-orang pemerintah dan orang-orang partai yang justru bersnang-senang menggunakan anggaran proyek jembatan. Hal ini dirasakan Kabul sebagai ujian baginya. Ia berusaha mempertahankan keprofesionalnnya di tengah penyelewengan yang di
...more
Ester Silitonga
Jan 02, 2012 Ester Silitonga rated it really liked it
Shelves: indonesiaku
Novel ini bercerita tentang pergumulan seorang insinyur bernama Kabul yang merupakan mantan aktivis. Bagaimana idealisme yang menjadi pedomannya dalam melakukan proyek jembatan di atas sungai Cibawor mengalami berbagai hambatan.

Ini pertama kali saya membaca karya dari Ahmad Tohari. Tema yang ia angkat bukanlah sesuatu yang romantis nan mendayu, namun ia menggunakan paduan kata yang dapat dinikmati dengan luwes dan mengena.

Cerita ini boleh saja berlatarkan masa orde baru, namun kisahnya masih re
...more
Galih Dwiyan
Nov 18, 2016 Galih Dwiyan rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Muhammad Alfian
Aug 11, 2016 Muhammad Alfian rated it really liked it
Shelves: novel
Membaca buku ini seolah kita diajak mengarungi relung kekuasaan orde baru yang tampak teratur dan rapi namun rapuh dan penuh intrik serta segala kemunafikan di dalamnya. Inilah pergulatan batin antara sosok idealis dari pendidikan kampus yang menghadapi sistem kekuasaan korup dengan permainannya. Sungguh ironis, ketika kita menyadari semua kejadian ini nyata dan menjadi tugas berat bagi generasi selanjutnya untuk menggeser "mindset" feodal yang terlanjur menjalar kemana saja.

Banyak sekali pelaja
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Kitab Omong Kosong
  • Sekali Peristiwa di Banten Selatan
  • Tanah Tabu
  • Canting
  • Maryam
  • Mantra Pejinak Ular
  • Olenka
  • Gadis Kretek
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Burung-Burung Manyar
  • Lampuki
  • Anak Bajang Menggiring Angin
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...

Share This Book



“Karena saat ini banyak perwira yang ora merwirani lagi. Yang saya maksud dengan perwira adalah parawira, yaitu orang-orang yang tidak merasa kehilangan apapun ketika bersikap hormat dan peduli kepada orang lain. Orang-orang yang tidak merasa rendah ketika meninggikan harkat dan martabat orang lain. Mereka adalah orang-orang yang malu ketika merasa dirinya lebih penting daripada orang lain siapapun orang lain itu.” 21 likes
More quotes…