Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Gelandangan di Kampung Sendiri” as Want to Read:
Gelandangan di Kampung Sendiri
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Gelandangan di Kampung Sendiri

really liked it 4.00  ·  Rating Details  ·  70 Ratings  ·  8 Reviews
Rasa-rasanya, para pejabat sering salah sangka terhadap rakyat dan dirinya sendiri. Mereka menyangka bahwa mereka adalah atasan rakyat, sementara rakyat mereka kira bawahan. Mereka merasa tinggi dan rakyat itu rendah. Maka, mereka merasa sah dan tidak berdosa kalau memaksakan kehendak mereka atas rakyat. Mereka membuat peraturan untuk mengatur rakyat karena merasa merekala ...more
Paperback, 318 pages
Published September 1995 by Pustaka Pelajar (first published 1995)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Gelandangan di Kampung Sendiri, please sign up.

Be the first to ask a question about Gelandangan di Kampung Sendiri

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 222)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Aya
Nov 26, 2015 Aya rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: everyone who lives in Indonesia
Recommended to Aya by: Doni Rubiagatra
Shelves: sastra
"Budaya takut itu menyertai setiap kata yang diucapkan oleh kedua belah pihak, menyertai setiap jejak langkah dan seluruh paket keputusan kedua belah pihak. Yang satu takut pada kekuasaan, lainnya takut kehilangan kekuasaan. Bukankah kita mengetahui sering kali suatu saraf rasa takut justru memproduksi keberanian, sehingga keberanian di situ merupakan ungkapan dari ketakutan? Setiap petinju memukuli lawannya justru karena dia takut kalah"

Walah, Cak. Masih terngiang-ngiang nasehat-nasehatmu,
...more
Anis Arafah
Oct 06, 2015 Anis Arafah rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: borrow
Ini seharusnya update tanggal selesai baca buku, bukan memulai. Tapi tak apalah, akhir-akhir ini aku kerap dijangkit lupa. Melupakan lebih tepatnya. Malah curhat ~~~

Jadi, kenapa bisa memberi empat bintang untuk buku ini? Meskipun topik yang dibahas Cak Nun dalam buku adalah topik yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada tahun dimana masanya Cak Nun masih 'muda', namun mayoritas masih relevan dengan kondisi sosial pada tahun sekarang, masa-masanya aku. Beberapa judul artikel dalam buku i
...more
Anggi Hafiz Al Hakam
"Orang lebih takut kepada ketakutan dibanding kepada Tuhan."
Hal. 233


Dinamika sosial berlangsung dari waktu ke waktu. Sejak negeri ini mulai berdialektika dengan kemerdekaannya sendiri. Melalui buku ini, agaknya Emha masih melontarkan kritik sosialnya pada berbagai persoalan pembangunan. Buku ini menghimpun catatan-catatan Emha yang terbit pada rentang tahun 1991-1994 di berbagai media cetak seperti Suara Pembaruan, Suara Karya, dan Surya serta beberapa dokumentasi pribadinya.

Dilema pembangunan
...more
Teguh Affandi
Apr 17, 2015 Teguh Affandi rated it really liked it  ·  review of another edition
Kata Arswendo, kalau budayawan sudah ngritiki negara dan suasana politik, berarti benar-benar kacau. Karena kelompok yang penuh keikhlasan itu mengkritik benar-benar tanpa pamrih. Dan Cak Nun dalam buku ini benar-benar menjadi 'corong' akan suara-suara orang yang terimpit persoalan dan bingung mau curhat ke mana. Pokok bahasan utama yang dibold dalam buku ini adalah polaritas antara pihak pemerintah dan rakyat. Dua belah pihak tersebut seolah hanya bertemu dalam ajang lima tahunan pemilu. Setela ...more
Nisrina
Feb 11, 2014 Nisrina rated it really liked it
Shelves: daddy-s-old-book
meskipun saya baru membaca buku ini di tahun 2014, masih ada beberapa topik bahasan yang dibahas oleh Cak Nun, yang menurut saya relevan dengan keadaan sekarang. Benar-benar bacaan yang menarik!
Nur'aini Tri Wahyuni
4.5

ini karya Cak Nun paling nyenengin saat di baca dari judul yang lainnya. suka sekali penjabaran per babnya, lebih mudah dicerna dan masuk akal. ga ngebosenin juga :)
Gie
Apr 30, 2016 Gie rated it liked it
kusempet bacanya saat menjelang tidur. ada bagian yang mbuatku manggut, ketawa, kemudian kunyesek. tapi isi tulisannya banyak banget, jadi gak bisa inget secara terperinci (ya yang nyuruh rinciin sapee juge) :D
Fadhilatul
Apr 24, 2012 Fadhilatul rated it really liked it
Shelves: wishlist
saya suka buku ini sejak saya SD. buku ini ada di antara buku2 lusuh bapak saya. ketika SD itu saya sempat membaca 1/4 isinya namun ga mudeng sama sekali. dan 14 tahun kemudian kira-kira, saya kembali membaca buku ini, saya gadang-gadang, saya eman-eman. namun sayangnya... ketika saya pergi ke Gorontalo, buku ini hilang disana. hikzzzzz sungguh berat untuk saya. semakin menyesal ketika bapak saya bilang kalau buku ini merupakan pemberian langsung cak nun. hikxxx-hikzzz. :(

semoga saya bisa dapat
...more
Afif Pandu
Afif Pandu rated it it was amazing
Aug 09, 2016
Tami
Tami is currently reading it
Jul 27, 2016
Fauzan Al Ghifary
Fauzan Al Ghifary rated it really liked it
Jul 25, 2016
Miranti
Miranti rated it really liked it
Jul 21, 2016
Al Amin
Al Amin marked it as to-read
Jul 18, 2016
Fatichul Amin
Fatichul Amin marked it as to-read
Jul 18, 2016
Nobii
Nobii rated it really liked it
Jul 10, 2016
Zazintewe Zazintewe
Zazintewe Zazintewe marked it as to-read
Jul 02, 2016
Ratihdestri
Ratihdestri rated it it was amazing
Jun 30, 2016
Rizki Nur Arifman
Rizki Nur Arifman marked it as to-read
Jun 23, 2016
Zufri Z
Zufri Z is currently reading it
May 29, 2016
Ahmad Roisuddin
Ahmad Roisuddin marked it as to-read
May 26, 2016
Faisal
Faisal rated it it was amazing
May 26, 2016
Ajid Ramadan
Ajid Ramadan marked it as to-read
May 25, 2016
Yusuful Bahri
Yusuful Bahri marked it as to-read
May 23, 2016
Mochammad Aditya
Mochammad Aditya is currently reading it
May 22, 2016
Hendrik Kusuma
Hendrik Kusuma rated it liked it
May 04, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Tiada Ojek di Paris: Obrolan Urban
  • Catatan Pinggir 2
  • Bertanya atau Mati!
  • Dilarang Mencintai Bunga-bunga: Kumpulan Cerpen
  • Manusia & Pengharapan: Segelas Beras untuk Berdua
  • 30 Paspor di Kelas Sang Profesor - Buku 2
  • Lupa Endonesa Deui
  • Berjuang di Tanah Rantau (Man Jadda Wajada Series, #3)
  • Burung-Burung Rantau
  • Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner
  • Pengakuan: Eks Parasit Lajang
  • The Naked Traveler Anthology
  • Rp500 Ribu Keliling Singapura
  • The Alpha Girl's Guide
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno
  • The Dead Returns
  • 40 Days in Europe: Kisah Kelompok Musik Indonesia Menaklukkan Daratan Eropa
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas ...more
More about Emha Ainun Nadjib...

Share This Book