Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Layar Terkembang” as Want to Read:
Layar Terkembang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Layar Terkembang

3.6 of 5 stars 3.60  ·  rating details  ·  1,136 ratings  ·  90 reviews
Selagi Maria dan Yusuf menjalin percintaan yang mans, Tuti bergelut dengan dirinya sendiri; apakah akan menikah dengan orang yang tidak dicintainya hanya karena alasan usianya yang semakin bertambah, atau tetap memegang prinsip: lebih baik tidak menikah daripada mendapatkan suami yang tidak sepandangan dan tidak sepaham.

Hubungan Maria dan Yusuf makin mendalam, ketika tiba-
...more
Softcover
Published 1990 by Balai Pustaka (first published 1936)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Layar Terkembang, please sign up.

Recent Questions

This question contains spoilers… (view spoiler)
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
36th out of 479 books — 1,675 voters
The Sweet Sins by Rangga Wirianto PutraFilosofi Kopi by Dewi 'Dee' LestariSaman by Utami, AyuLaskar Pelangi by Andrea HirataPerahu Kertas by Dewi 'Dee' Lestari
Karya Sastra Indonesia Favorit
10th out of 59 books — 41 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,092)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
nyTa
Tuti adalah putri sulung Raden Wiriatmadja. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. Ia seorang gadis yang lincah dan periang.

Suatu hari, keduanya pergi ke pasar ikan. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium, mereka bertemu dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan. Pemuda itu bernama Yusuf, seorang Mahasiswa Sekolah T
...more
Nuke
Meski, aku gak punya koleksi buku ini, karena dahulu itu minjem di perpus SMU, tapi buku ini bener2 berkesan. Setidaknya, aku ingat sewaktu aku membaca buku ini, aku merasa dilempar jauh ke masa Indonesia tempo doeloe, dan rasanya sejuk! (sambil ngeliat foto2 jaman nenek-kakek masih muda).

Tokoh Tuti (bener gak sih :(( ) adalah sosok feminis yang aku suka. Ketika pada akhirnya, pengarang "superstar" kita ini -ST TAKDIR ALISJAHBANA- menyandingkannya dengan calon suami adiknya (yang meninggal), pu
...more
Noni
Dec 12, 2008 Noni added it
Yusuf, Maria, dan Tuti. Tiga tokoh inilah sentral cerita novel ini. Saya baca zaman dahulu kala, jauuuuh sebelum kenal GR hehe... Jadi sepintas kesan yang saya ingat dan terngiang-ngiang pada novel ini adalah sebuah review yang saya baca (zaman dahulu kala juga) yaitu sebuah pertanyaan (kritik?), kenapa Yusuf dengan begitu gampang memindahkan cintanya pada Tuti setelah Maria meninggal? Padahal sifat Maria dan Tuti jauh berbeda meskipun mereka berdua bersaudara.
Tapi novel ini penting pada zamanny
...more
Lilia Zuhara
Layar terkembang merupakan buku yang muncul pada era sebelum perang dunia kedua. Dalam buku ini dikisahkan dua kakak beradik, Maria dan Tuti. Maria, sang adik, bertemu dengan pria yang akhirnya menjadi tunangannya, yaitu Yusuf. Namun akhirnya Maria sakit dan menyebabkan munculnya kisah yang mungkin akan sulit untuk dipahami di masa sekarang.

Kekuatan buku ini terletak pada penggambaran karakter yang melambangkan dua karakter perempuan yang sama-sama kuat. Maria digambarkan sebagai wanita lemah le
...more
Dian Indriana Bagaya
Gaya bertutur STA dalam novel ini indah mendayu-dayu. Dalam menggambarkan tokoh, tempat atau suasana hati tokohnya, STA menggambarkannya dengan detail sehingga pembaca bisa memiliki gambaran yang jelas tentang hal yang diulas.

Layar Terkembang tak mengekspos banyak tokoh. Hingga akhir STA lebih banyak fokus pada konflik tiga tokoh utamanya: Tuti, Maria dan Yusuf. STA menggambarkan bagaimana pada masa itu modernitas telah mulai menyentuh kaum perempuan, khususnya yang tinggal di Pulau Jawa, lebih
...more
Nura
Reading Challenge #15: A Classic Romance

It could be considered Indonesian classic romance, since it was one of those books published in Balai Pustaka period. Just a warning, don’t read the foreword if you don’t want a spoiler. It’s a great reading, actually. You could catch a glimpse of early Indonesian women movement, although limited to public meetings only.

It also gives prime importance about how women who had joint a movement will have to carry on a burden that doubled than men in the same
...more
Amira Khanifah
tertarik untuk baca ulang novel ini karena pas sekolah dulu dibaca karena dipaksa :)
Semua review rata-rata hampir sama: what's so amazing about this book adalah semangat empowerment, terutama untuk wanita, agar bisa menjadi apapun yang dia mau.
Secara keseluruhan, buku ini spektakuler. Apalagi kalau melihat novel-novel hasil karya anak Indonesia belakangan ini yang mostly isinya chicklit, teenlit, yang poorly edited dengan vocabulary yang berantakan.
Dari sisi cerita, ada satu hal yang cukup mengg
...more
Ruth
Novel roman klasik yang diramu Sutan Takdir Alisjahbana dengan apik. Ya, namanya juga klasik, aku sendiri gak merasa kesulitan menebak akhirnya seperti apa -- ditambah dengan sinopsis cerita yang beliau tulis.

Ada beberapa bab yang sengaja Pak Alisjahbana tulis untuk mendeskripsikan tokohnya, seperti di cerita Bagian 1 bab 4 yang menjabarkan detail sosok Tuti. Bagian itu jadi modal awal aku memahami seperti apa si Tuti ini.

Bagian mengharukan dari cerita Layar Terkembang yang aku suka banget ada
...more
Chicha
Dec 28, 2007 Chicha rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: semuanya dech
Aduh mak...
dimana lagi cari koleksinya? sudah diterbitkan lagi apa belum ya..
waktu gue SMP nich gue bacanya waktu itu jadi wajib baca saat pelajaran bhs indonesia. sekarang gue pengin punya bisa dibeli dimana ye...
chicha
Afdhaliya
Baca buku ini waktu jaman SMP, minjam dari nyokap yang juga minjam dari perpusda :D

ceritanya..?!?! wah, udah rada2 ga ingat :D
Fajar
Walau saya lahir bukan di tahun di mana novel ringkas ini diwajibkan untuk dibaca, saya menemukannya di suatu rak perpustakaan, yang menggoda saya untuk mengambilnya.
Kisah cinta anak manusia, Maria dan Yusuf,yang memulai pertemuan mereka di suatu rumah akuarium ikan di Jakarta Utara. Tuti dan Maria merupakan kakak beradik yang berbeda sifat. Tuti selalu bertindak sesuai nalar, dapat mengendalikan diri, dan berfikiran realistis, selalu memutuskan terlebih dahulu apa yang akan diperbuatnya. Berbe
...more
Anastasia Ervina
Buku ini pertama kali saya baca pas duduk di bangku SMP! :D
Suka, suka, dan sukaaa banget dengan cerita buku ini! Ini awal ketertarikan saya membaca kisah roman jaman dulu. Kata-katanya khas seorang pujangga, puitis dan indah. Penuh majas.
Kisah tentang bagaimana dua gadis bersaudara--Tuti (yang sulung) dan Maria(yang bungsu)--dengan sifat yang bertolakbelakang. Tuti yang pendiam, tegas dan aktif dalam kongres-kongres pemuda sedangkan Maria sangat periang dan suka berbicara. Sampai akhirnya merek
...more
Fidelis Satriastanti
I forgot whether I have read this book or just hearing a review from my literature teacher. Yet, this is truly a MUST READ for any Indonesians who claim they love to read books. It has progressive ideas which are still relevant until today for Indonesia.
I was stunned on how STA positioned Tuti, one of the protagonist, as a feminist. I am not even sure that the thought of women should be able to determine their own lives back in 1930s was even consiedered 'sane'. But, STA was fired up on his idea
...more
Tomi Pakei
Semangat yang berujung pada tradisi
Tuti praktis, senang berpikir logis. Maria romantis, suka akan keindahan (seni). Dari dua kakak-beradik inilah STA mengajak kita untuk melihat dunia dari kacamata kaum muda--semangat, gejolak, harapan, dan kekhawatiran mereka.

Problem utama 'pembaca masa kini' (yang terbiasa dengan 'bahasa instan') terhadap buku tahun-tahun ini umumnya adalah soal bahasa. Jadi sepertiga awal buku (yang terbit tahun 1936 ini) mungkin akan terasa 'berat'. Akan tetapi jika dibaca t
...more
Randhy Nugroho
Seperti layaknya buku sastra Indonesia yang terbit era Pujangga Baru (1930-1942), buku ini lebih tepat dikatakan sebagai esai yang dibungkus dalam sebuah roman. Yang penuh dengan metafora.

Layar Terkembang memiliki banyak pemikiran-pemikiran yang identik dengan pemikiran yang terungkap di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Hamka) serta Belenggu (Armijn Pane) dimana tokoh wanita ditempatkan sebagai subjek yang memiliki benturan keras dengan adat di-zamannya dan berkutat untuk melepas kekangan terse
...more
Edy
Buku ini bercerita tentang kakak beradik Tuti dan Maria, yang merupakan putri wedana Raden Wiriaatmaja, dengan setting sekitar 1930-an. Tuti sang kakak merupakan seorang guru HIS dan juga aktivis organisasi Perempuan Sedar yang memperjuangkan emansipasi perempuan (ata cenderung feminisme?). Maria, si adik merupakan siswi HBS. Dari sisi karakter, Tuti terkesan serius dan formal. Sedangkan Maria lebih bersifat jenaka, informal dan aktif.

Suatu saat Maria berkenalan dengan Yusuf seorang mahasiswa Se
...more
Adismara Putri
Menggambarkan polemik di dalam jiwa manusia: cinta, cita, dan pandangan hidup. Penggambaran kontras antara sifat dua wanita, Tuti dan Maria, tersampaikan dengan apik. Munculnya Yusuf sebagai salah satu kaum terpelajar menambah 'greget' cerita dalam hal nasionalisme juga pandangan bagaimana wanita pada jaman itu.
Ceritanya komplit: persaudaraan manis di antara kakak beradik, konflik dimana pandangan yang berbeda menajamkan kebencian di antara keduanya, pertentangan batin antara cita dan cinta, ser
...more
F.E.
Saya lupa kapan buku ini datang karena dia tiba-tiba sudah ada di rumah saya dan saya berkali-kali membacanya.

Layar terkembang adalah satu buku romantis yang benar-benar keren untuk dibaca. Lepas dari EYD lama yang masih ada di buku ini saya sangat menikmati jalan ceritanya. Romantis abis! Dan saya suka karakter-karakter yang dibangun di sini dengan endingnya yang sangat tidak terduga.

5 stars!
Halimah Syofarah
Cukup membuat saya "berpikir keras" untuk menyelesaikan setiap paragraf nya karna bahasa yg digunakan berbahasa melayu. Namun cerita yang tersaji membuat saya tak bisa sengaja menyerah utk tak menyelesaikan buku ini. Betapa kakak-beradik: Tuti-Maria memiliki dunia yg amat berbeda dan kehadiran sesosok lelaki bersahaja, Yusuf, menjadi pemantik adanya "bumbu" dalam cerita ini.
Bening Tirta Muhammad
Bahasa lama, syahdu benar. Terutama buat budak (yang paham) Melayu semacam saya.

Buku ini bercerita tentang gambaran layaknya jodoh bertemu. Pergolakan hati yang mengembang, memekat, dan diselesaikan dengan seinsaf-insafnya.

Buku ini juga bercerita tentang hakikat wanita, kesimbangan hidup yang serius dan yang permai meneduhkan.

Singgahilah buku ini! :)
Zhico zulfa choiriyah
Buku sastra pertama yang kubawa di bangku sekolah dasar kelas tiga. Buku yang benar benar menyentuh hatiku kala itu. Buku yang menawan hatiku pada sastra. Buku ini ditulis dengan sangat bagus oleh sastrawan terkemuka, Sutan Takdir Alisjahbana. Salah satu buku dan penulis yang tidak akan pernah kulupakan.
Poetcatz
Maria, Yusuf dan Tuti. Cinta segitiga.. Emansipasi wanita.. Udah lama banget nih baca buku beginian. Modal minjem dari perpustakaan SMA sekitar 9 atau 10 tahun yang lalu. Udah lupa cerita detailnya, tapi makna moralny berkesan banget dan teringat sampe sekarang.
Sakinah Mariz
Saya menamatkan buku ini ketika kelas 4 SD dan membacanya ulang ketika saya SMP. Buku ini menarik dan cukup menguras pikiran (bagi saya saat itu). STA selalu bisa membawa pembaca pada gagasan-gagasannya yang cemerlang.
Setyo Tri Windrasmara
Terlepas dari perbedaan ejaan dan susunan kata yang berlaku, novel ini lebih mirip balada pedih yang diceritakan dengan tutur kata khas cerpen gembira. Hanya bintang dua yang akan saya berikan hingga kemudian diselamatkan oleh penokohan dan ending cerita yang cukup menawan, oh ya, serta tema cerita yang "ahead of it's time".
Fhia
Pernah baca waktu kelas 2 sma.
Dan tertantang buat baca ulang karena ini cetakan yang baru, meskipun covernya nggak sebagus cover yg dulu.

Yunda
The art of Indonesia's old literature. It's precious! Every sentence has its own beauty
Abieffendi
nge fans deh sama buku ini. watak karakter2nya menarik dan harmoni. adegan2nya menyentuh. dramaturginya jg sangat bagus.
Iirdadangitbm15ssyme SACHIRWANDA45
Apr 28, 2009 Iirdadangitbm15ssyme SACHIRWANDA45 marked it as to-read
Recommends it for: APRESISI SENI ITB PSIK-GASITB1977
Recommended to Iirdadangitbm15ssyme by: DR.LABERTOMORAVIA1978BUKUPUTIHHERRYAKHMADI.
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Dewi Wardani
Era yg sudah selesai ...
equality of chance in education
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 69 70 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Salah Asuhan
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Pada Sebuah Kapal
  • Belenggu
  • Atheis
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Merahnya Merah
  • Burung-Burung Manyar
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Azab dan Sengsara
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Robohnya Surau Kami
714628
Sutan Takdir Alisjahbana (STA) menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987). Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan
...more
More about Sutan Takdir Alisjahbana...
Dian Yang Tak Kunjung Padam Anak Perawan di Sarang Penyamun Tak Putus Dirundung Malang Kalah dan Menang Grotta Azzurra: Kisah Chinta dan Chita

Share This Book