Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dian Yang Tak Kunjung Padam” as Want to Read:
Dian Yang Tak Kunjung Padam
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dian Yang Tak Kunjung Padam

3.65  ·  Rating Details  ·  255 Ratings  ·  19 Reviews
Di kawasan Gunung Megang, dekat kota Palembang, tinggalah pemuda Yasin dengan ibunya. Ayahnya telah meninggal. Pada suatu hari ia berperahu ke Palembang dan bertemu pandang dengan seorang gadis jelita bernama Molek. Gadis itu putrid bangsawan di Palembang. Keduanya jatuh hati. Molek selalu teringat kegagahan Yasin, dan secara tak sadar Molek mulai suka berdandan. Begitu ju ...more
Paperback, 155 pages
Published 1986 by Dian Rakyat (first published 1932)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Buku Indonesia Sepanjang Masa
154th out of 495 books — 1,736 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
74th out of 348 books — 368 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 668)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Alya N
Jan 22, 2014 Alya N rated it really liked it
Ampun! Selalu suka sama semua karya STA.

Saya kepingin banget punya bukunya sendiri. Tapi nyari-nyari dan belum juga ketemu. Ada yang mau jual? :p

Pertama baca minjem di perpustakaan sekolah. Buku ini keren! Jalan ceritanya mirip sama Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck milik Buya Haji Abdul Malik Karim Abdullah, hanya saja cara mereka berdua mencapai ajal masing-masing yang beda. Yang lainnya sih mirip. Hehehe.

Dan saya berani rate 4 untuk buku ini. Cause i really like it. I'm into it.

Jadi semakin k
...more
Willy Akhdes
Apr 03, 2016 Willy Akhdes rated it liked it
Dari beberapa karya Sutan Takdir Alisjahbana yang sudah saya baca, mungkin inilah satu-satunya yang saya tidak terlalu suka. Bukan berarti tidak layak dibaca bagi yang belum. Sangat dianjurkan, namun saya mendapatinya tidak seperti saya tenggelam dalam cerita-cerita Sutan Takdir Alisjahbana yang lain seperti Layar Terkembang dan Tak Putus Dirundung Malang. Temanya mengenai cinta yang tak sampai antara Yasin dan Molek bersetting Sungai Musi Palembang. Mungkin saya tidak merasakan adanya konflik y ...more
Ahmad
Sep 05, 2011 Ahmad rated it liked it
Buku yang akhirnya saya temukan sudah menguning dan sampul robek di toko buku. Finally, saya mendapatkannya lagi. Dengan gaya bahasa sastra lama yang sedikit mmebuat saya pusing, saya hanya berharap buku ini bisa memberikan inspirasi yang berbeda buat saya.

Selamat membaca saja lah dulu. Belum habis...
Iirdadangitbm15ssyme SACHIRWANDA45
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Nina
Mar 19, 2015 Nina rated it it was amazing
Shelves: classics
Kisah klasik Indonesia yang bikin saya mewek dan ngenes. Favorit saya.
Dewi Fitria
May 25, 2016 Dewi Fitria rated it it was ok
I know their agony, but more than half the book is a repeating event, that's too much
sabil dancer94
Jan 18, 2015 sabil dancer94 rated it really liked it
history of the book
Femmy
Sep 19, 2007 Femmy rated it liked it
Baca buku ini semasa SMP, ceritanya sudah agak lupa. Kalau nggak salah, tokoh cowok dan ceweknya sempat bertemu pandang sekilas, si cewek lagi di rumah dekat jendela, lalu mereka langsung saling jatuh cinta. Lanjutannya apa ya? Yang pasti mah cintanya nggak kesampaian. Dulu aku bingung, cuma saling lihat sekali, kok efeknya sampai begitu ya? Maklum, belum kenal cinta-cintaan, hehehe... Kalau aku baca lagi buku ini sekarang, kayak apa ya?
M. Rajab Al-mukarrom
Feb 05, 2013 M. Rajab Al-mukarrom rated it really liked it
Shelves: classic
suka ceritanya karena settingnya sendiri berada di Palembang (kota tempat saya tinggal).
kedua tokoh--Yasin dan Molek, punya karakter yang saya suka dalam roman ini.
romansa cerita juga terasa dan kepiluan saat konfliknya bikin sesak napas [maklum, bacanya pas masih jadi siswa SMP labil] :p
baca surat-surat Yasin dan Molek bikin mata sembab.
Santika Garnita
Bagaimana Pak Takdir menuturkan satu peristiwa dengan ratusan halaman. berkutat di setting dan cerita itu saja tapi tidak membosankan walaupun agak lama membacanya karena harus hati-hati. sayang jika membaca tidak dihayati. banyak sastra tinggi yang bisa merasuk sanubari.
Warastuti -ika
May 03, 2013 Warastuti -ika rated it really liked it
Sebenernya udah agak-agak lupa ending ceritanya hahahaha.. Hebatnya pujangga dahulu itu bisa bikin buku keren tanpa harus menyuguhkan latar Eropah lah.. Niu York lah. Cukup cerita cinta pahit dari Sungai Musi memberi ajaran berharga tentang hidup.
Sam Haidy
Nov 09, 2010 Sam Haidy rated it it was ok
Sejenis roman zaman Siti Nurbaya. Sebenernya ga sengaja bacanya, waktu itu adik saya ada tugas bahasa indonesia merangkum buku ini, minta dibikinin. Jadi mau ga mau ya harus dibaca sampe habis dulu :)
itsumoAoi
Jun 12, 2010 itsumoAoi rated it really liked it
seperti judulnya..! Terkadang (atau seharusnya...?) cinta sejati seperti dian (lampu/cahaya) yang tak kunjung padam. Romantis tanpa harus menjadi picisan...:) salut buat karya klasik anak bangsa
Aliya
Feb 15, 2009 Aliya rated it it was amazing

Novel ini kubaca pas SMP. Ini nih novel pertama yg membuatku mbaca sampe nangis2 (hehe...) jadi kuputuskan, this is one of the best novel I ever read...
Julie
Aug 09, 2011 Julie rated it it was ok
Membaca kembali karya sastra lama semakin memperkaya pengetahuan tentang gaya bahasa dalam menulis cerita
jadi punya ide nih buat novel barukuuuuuu
Didi Illo
Mar 16, 2011 Didi Illo rated it it was ok
ptama.. aku bner' bngung bacanx..
bahasanya bner' susah aq mngerti..
tpi aku ttp baca ampe akhir,, karena itu tugas..
cerita yg memilukan..
Ica Surjo
Agak susah membayangkannya sewaktu baca novel ini, sekarang sudah agak lupa ceritanya. Harus baca ulang untuk mereview
chrisida naurin nisa
i read it when i was in elementary school. :p
Andi
Feb 06, 2008 Andi rated it really liked it
baca ini zaman smp ato sma...
Ainy
Ainy added it
Jul 22, 2016
Candra Rahma Della
Candra Rahma Della marked it as to-read
Jul 02, 2016
Tristanti
Tristanti marked it as to-read
Jun 30, 2016
Rian Gusman Widagdo
Rian Gusman Widagdo marked it as to-read
Jun 27, 2016
Kriyasarghina
Kriyasarghina marked it as to-read
Jun 26, 2016
Rawoyo Abdurrouf
Rawoyo Abdurrouf marked it as to-read
Jun 09, 2016
Bambang Wahyu
Bambang Wahyu rated it liked it
Jun 05, 2016
Nofi Dian
Nofi Dian rated it really liked it
May 20, 2016
Salman Alfarizi
Salman Alfarizi marked it as to-read
May 18, 2016
I
I added it
May 11, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 22 23 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Azab dan Sengsara
  • Jantera Bianglala
  • Salah Asuhan
  • Harimau! Harimau!
  • La Barka
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Salah Pilih
  • Belenggu
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Burung-Burung Manyar
  • Bibir Dalam Pispot
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Aku Terlahir 500gr dan Buta
  • Candi Murca: Ken Arok, Hantu Padang Karautan (Candi Murca, #1)
714628
Sutan Takdir Alisjahbana (STA) menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987). Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan
...more
More about Sutan Takdir Alisjahbana...

Share This Book