Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kitab Omong Kosong” as Want to Read:
Kitab Omong Kosong
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kitab Omong Kosong

4.06  ·  Rating Details ·  633 Ratings  ·  77 Reviews
"Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran dan tenaga. Sungguh hanya suatu omong kosong belaka. Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini. Maaf, beribu-ribu mohon maaf."
Togog

Cerita ini memang ditulis oleh Togog, yang merasa minder dan terasingkan dalam sebuah dunia yang sangat memuja Semar. Berkisah tentang malapetaka serbua
...more
Paperback, 632 pages
Published July 2004 by Bentang Pustaka
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kitab Omong Kosong, please sign up.

Be the first to ask a question about Kitab Omong Kosong

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Angdamdewi
Apr 24, 2010 Angdamdewi rated it it was amazing
Kitab yang isinya bukan omong kosong, benar - benar impressive! Dari buku ini kekaguman saya terhadap Sri Rama turun dan memindahkannya pada Shinta dan Hanoman, bagaimana Rama menjalankan kecurigaannya terhadap Shinta yang diculik Rahwana ke Alengka membuatnya harus lebu geni, dan akhirnya terseok - seok dgn Lawa dan Kusa di rahimnya. Dalam buku ini, saya jadi semakin mengagumi Hanoman melebihi yang lain, ia benar - benar ksatria dan sangat setia juga perjalanan Satya dan Maneka dalam pencarian ...more
Harun Harahap
Dec 08, 2009 Harun Harahap rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: punya, fiksi, indonesian
"Kosong Adalah Isi. Isi Adalah Kosong"

Salahkah Sinta yang tak mau menjalani upacara Obong yang dipinta oleh Rama? Takutkah Sinta ketahuan kalau ia tidak suci lagi secara ragawi? Tapi, begitu tipiskah cinta Rama kepada Sinta hingga kesucian ragawi bisa meniadakan kepercayaan. Suci. Ragu. Cinta. Patah.

"Kosong Adalah Isi. Isi Adalah Kosong"

Maneka memang pelacur. Letih. Kisah hidupnya ditulis oleh Walmiki, seorang manusia biasa. Mengapa manusia satu bisa menentukan hidup manusia lainnya? Pasrah. Dia
...more
Nadia Fadhillah
Dec 07, 2012 Nadia Fadhillah rated it it was amazing
Membaca Kitab Omong Kosong persis seperti memakan kue tart. Besar, banyak, kalau dimakan semua langsung sendirian bisa kenyang banget, jadi makannya bisa disela minum air putih, setelah baca sampai habis puas banget, dan udah selese dicerna pasti pengen lagi.

Kitab Omong Kosong seperti itu, isinya banyak sekali nama-nama tokoh pewayangan, sampai kenyang nama-nama pewayangan. Jadi bacanya disela dengan buku-buku lain yang sekali duduk (tiga-empat jam duduk sekitar 150-250hal). Setelah baca sampai
...more
Bunga Mawar

sekedar kesan

Langit di atas Parung kelabu dirundung mendung
jari sang anak dara menari kata tanpa suara
Jikalau Togog telah dilanda iri pada sang Badranaya
irilah padanya, karena darinya kitab ini bermula, o!

tambahan kesan:
Ini memang cerita dalam cerita. Ada yang serius, rada filosofis, mengada-ada, tapi biar lebih mudah, sebut saja kisah ini hanya sekedar ngarang!

*masih perlu mengendapkan hasil pembacaan hingga menghasilkan review yang lebih dari sekedar kesan*
Mia Prasetya
"Banyak orang berpura-pura pintar untuk menutupi kebodohannya atau sebaliknya berpura-pura bodoh untuk menutupi kepintarannya. Ada kalanya memang, berpura-pura pintar adalah berbahaya, ketika semua orang mengira yang berpura-pura pintar itu benar-benar pintar."

Seakan balik jaman kecil menikmati kisah pewayangan ala Nyoman S. Pendit, hanya saja diselipkan kalimat indah dan nasihat yang tidak sok bijak, sok menggurui namun tetap quotable.
Och
Jun 26, 2012 Och rated it really liked it
Shelves: lokal
Saya memberi bintang empat dengan bintang terakhir bukan karena kekurangan yang saya lihat di buku ini namun untuk kekurang-pahaman saya terhadap dunia pewayangan yang menjadi latar di buku ini.

Dunia Seperti Adanya Dunia, cerita seperti adanya cerita : tokoh anak lelaki dan perempuan yang melakukan perjalanan untuk mencari jawaban, tukang cerita dan tokoh-tokoh ciptaannya, Rama dan Sinta, Hanoman, Brahmana

Dunia Seperti Dipandang Manusia, kisah seperti dipandang pembaca : banyak makna tetapi itu
...more
lita
Apr 05, 2009 lita rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel-indonesia
satu lagi buku yang bacanya harus selesai dalam semalam :D

-------------------

selesai! buat orang yang dah dijanjiin review, nanti-nanti aja yah, lagi ga mood :P
Indriyani Santoso
Jan 23, 2017 Indriyani Santoso rated it liked it
Cerita yang panjang...
Epos Ramayana yang lengkap dan detail mengenai tokoh-tokohnya.
1 pesan yang Saya terima dari kisah panjang ini, "jadilah pencerita kisah hidupmu sendiri".
Ursula Florene
Feb 16, 2012 Ursula Florene rated it really liked it
Bukan karya terbaik Mas Seno, tapi salah satu yang menjadi favorit saya.

Novel ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Ramasinta. Tentang Sri Rama yang bertemu dengan anak-anaknya di tengah hutan belantara, di kediaman Walmiki Sang Pertapa. Tentang Sinta dan hidupnya yang terlunta setelah terusir dari istana Rama. Tentang Hanoman, dan Kitab Omong Kosong yang ditulisnya.

Selain kesemua tokoh dunia perwayangan yang tentu sebagian besar dari kita telah kenal, ada lagi tokoh rekaan Mas Seno yang
...more
Desti Utami
Jul 07, 2010 Desti Utami rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Saya awam terhadap kisah perwayangan dan hanya mengenal sedikit tokoh, sedikit cuplikan kisah, sehingga ketika membaca "Kitab Omong Kosong" ini seakan membaca cerita yang sama sekali baru. Saya mengenali beberapa bagian cerita; dibakarnya Sinta, Alengka, Rahwana, Hanoman. Tapi untuk latar belakang Persembahan Kuda, wah.. saya baru tau. Eh, tapi bisa jadi ini versi penulis sih.

Kisah Ramayana memang hanya dibahas di bagian pertama, Persembahan Kuda. Bagian ini seru. Bagian kedua, Perjalanan Maneka
...more
Iman Santosa
May 12, 2016 Iman Santosa rated it really liked it
Seno selalu jadi penulis favorit saya sejak pertama kali membaca cerpen "Sepotong Senja Untuk Pacarku." Kini Kitab Omong Kosong hadirkan sensasi berbeda dari karyanya sebelum-sebelumnya.

Membaca kitab omong kosong adalah kengawuran luar biasa seorang Seno. Plot berjalan tidak beraturan, meloncat-loncat, tokoh-tokoh bermunculan dan hilang begitu saja, sebagian kuat berkarakter, sebagian lain abstrak bahkan tanpa nama. Absurd sudah tidak usah diherankan dari karya-karya Seno, tapi mengambil realita
...more
Siwi
Dec 08, 2013 Siwi rated it it was amazing
Kali ini saya akan menggunakan bahasa yang mubadzir untuk mengungkapkan buku ini. Saya amat sangat suka sekali buku ini :)) Selain memang karena ceritanya keren, sampulnya juga keren. hahaha

Sekali lagi, SGA menulis buku yang berbobot (dilihat dari isi dan tebalnya). Saya memang bukan penggemar berat SGA namun buku ini cukuplah membuat saya terkagum-kagum. Kalau memang penulis dan sastrawan itu berbeda, saya dapat melihat perbedaan itu melalui buku ini.

Pada dasarnya saya memang menyukai wayang d
...more
Glenn Ardi
Tulisan SGA memang kelasnya jauh berbeda daripada buku2 sastra populer jaman sekarang yg bertebaran di gramedia.

Cerita ini mengambil latar belakang post-Ramayana, suatu kisah klasik dari India yang sudah sangat akrab saya geluti sejak kecil. Meski SGA banyak mengambil cerita ramayana dari kakawin yang dikembangkan Empu Tantular dari Sutasoma (kisah pewayangan ramayana versi Indonesia ), tapi konsep pewayangan yang SGA ceritakan disini tidak sembarangan.

Membaca buku ini sedikit mengingatkan saya
...more
Lucky
Sep 12, 2015 Lucky rated it really liked it
Dari awal pembaca telah diwanti-wanti untuk tidak membaca buku ini sebab cerita dikarang oleh Togog dan bakal bercerita tentang Kitab Omong Kosong. Pemilihan Togog sebagai narator dan Kitab Omong Kosong (KOK) sebagai judul oleh SGA saya pikir memiliki lapis makna yang sangat dalam meski terkesan asal-asalan. Cerita yang dikemas "melenceng" dari konvensi Ramayana dan pakem cerita pewayangan ini menimbulkan reaksi berbeda di tiap babnya. Saat hitam-putih dan justifikasi baik-buruk sangat kental da ...more
Azhar Rijal Fadlillah
Oct 30, 2014 Azhar Rijal Fadlillah rated it really liked it
Kitab Omong Kosong saya kira adalah usaha SGA melawan kesuntukan proses kreatifnya. Meskipun di buku-buku lainnya SGA juga sudah sering melakukan eksperimen sastra, entah itu cara penulisan maupun konten tulisannya. Memang bukan hal yang baru bagi SGA dalam menciptakan sesuatu yang baru dan membuat para pembacanya terkagum-kagum. Bagaimanapun juga, buku ini adalah puncak pencapaian estetis SGA. Ia menerobos segala baku dalam cara penulisan, gaya, juga konten. Ada beberapa bagian yang terlihat sa ...more
Rinaldo Hartanto
Omong kosong yang bukan sekedar omong kosong. Cerita di dalam cerita. Sebuah cerita yang mengambil setting post-Ramayana. Sebuah pemikiran kritis atas epos Ramayana. Keindahan bahasanya sepantar dengan Anak Bajang Menggiring Angin, dengan konsep-konsep yang lebih abstrak dan lebih dalam. Banyak unsur post-modernisme seperti relativitas moral dan dorongan bermain yang sering diselipkan sebagai humor. Banyak konten Hindu juga yang menjadi dasar-dasar pemikiran di dalam buku ini.

Buku ini tidak hany
...more
upiqkeripiq
Feb 03, 2013 upiqkeripiq rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: punya
Juara KLA...

Isinya sak karepe dewe sakjane (seenaknya sendiri sebenarnya). Bung Seno tak ambil pusing. Ada bagian-bagian yg diloncati dengan alasan yg agak membuat mangkel. Seperti misalnya bagian seru-serunya saat satya mbaca kitab yg nemu di pedati yg orangnya sudah mati, eh malah halaman kitabnya hilang lah, tak terbaca lah, ketumpahan kopi lah. Haaaaah...

Tapi buku ini sepertinya adalah cikal bakal cerita pendekar tanpa nama yg selalu membuat saya ketawa-ketiwi sendiri sambil geleng-geleng ke
...more
Yuni Ananindra
Aug 21, 2014 Yuni Ananindra rated it it was amazing
Buku berat!!! (620 halaman!!!) Menyelesaikan buku ini juga butuh perjuangan berat. Jadi bingung mau komen apa.
Di sepanjang cerita, kadang saya tidak terlalu ingat apa saja yang telah diceritakan sebelumnya. Kadang saya juga tidak mengerti. Terlalu banyak nama dan ceritanya tumpang tindih. Alur waktunya juga seenaknya. Kadang seperti dipermainkan. Tapi ya memang dikehendaki begitu sepertinya.
Yang jelas, buku ini semakin terlihat menarik di bagian terakhir, bagian "Kitab Omong Kosong". Ada kepua
...more
Dewi
Apr 14, 2016 Dewi rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Tema pewayangan memang sudah sering diadaptasi menjadi cerita lain yang sama sekali baru maupun yang hanya dikisahkan ulang dengan lebih modern. Namun SGA di buku ini benar-benar mengisahkan cerita-cerita dari dunia pewayangan dengan sangat amat apik dan berbeda. Gaya bahasa yang digunakan SGA pun benar-benar gaya bahasa yang akan membuat pembacanya hanyut dalam cerita. Membaca "Kitab Omong Kosong" ini benar-benar seperti diajak bertualang ke zaman pewayangan sambil mendengarkan seorang pendonge ...more
Tenni Purwanti
Aug 28, 2013 Tenni Purwanti rated it it was amazing
Tidak seperti judulnya, buku ini bukan berisi omong kosong belaka. Ada kisah romantis Satya dan Maneka, ada pelajaran tentang kehidupan, pencarian makna. SGA dengan lihainya menyelipkan karakter pewayangan ke dalam kisah cinta Satya dan Maneka dengan sentuhan surealis. Seperti karyanya yang lain, penyelipan ini tidak terkesan dipaksakan, malah sangat hidup dan membuat buku ini jadi sangat menarik. Membaca buku yang sangat tebal ini memang perlu suasana santai dalam ruangan yang hening. Ketebalan ...more
Anggraeni Purfita Sari
Sep 05, 2012 Anggraeni Purfita Sari rated it it was amazing
Buku ini keren bangeet :D

Tidak hanya membuat saya menikmati sastra pewayangan, tapi juga menambah pengetahuan saya tentang cerita pewayangan itu sendiri. Ceritanya berkembang dari mulai ramayana terus kemana-mana, menelusuri kisah hampir setiap tokoh di dalamnya tanpa menimbulkan kebingungan dan kesan tumpang tindih. Itu masih ditambah tokoh rekaan Seno, yaitu Maneka dan Satya yang membuat jalinan cerita semakin seru dengan 'petualangan' mereka untuk mencari Walmiki, Hanoman, hingga menemukan li
...more
Ita Hm
Nov 19, 2010 Ita Hm rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: sastra-indonesia
Buku ini memang sebuah kitab omong kosong. Kisah Ramayana yang obrak-abrik. Karena para wayang memilih jalan ceritanya sendiri. Dan Walmiki si penulis kisah hanya mampu berlapang dada, dan berujar, "Bila engkau menginginkan kebahagiaan maka engkau harus mencarinya, tapi dalam pencarian itu mungkin akan menderita. Dalam penderitaan itulah engkau akan menjadi matang, dan seorang yang matang akan mudah bahagia."
Kitab kosong memanti huruf / Siapa sedang membaca semesta / Dunia bagai sebuah cerita..
...more
Sandra Sopian
Jan 29, 2016 Sandra Sopian rated it it was amazing
Pertama kali jatuh cinta pada tulisannya Seno Gumira adalah ketika membaca buku ini. fantastik! dan entah harus menggunakan ungkapan yang seperti apa untuk menggambarkan kehebatan Seno dalam bercerita di buku ini. dengan alur yang keren, penceritaan yang ciamik, tokoh yang tak terduga, dan ending yang tidak terlalu mengecewakan.

Pantas buku ini mendapat hadiah hingga seratus juta. keindahan bahasa dan makna, memainkan peran penting dalam membuat buku ini impresif. saallluuuute!
Anggi Hafiz Al Hakam
Kitab tulisan Togog ini berkisah tentang kejadian-kejadian yang berlangsung dalam kisah Ramayana dari Walmiki. Bencana akibat persembahan kuda berlangsung hingga ke anak benua dan menghancurkan seluruh peradaban, kecuali Satya dan Maneka berhasil menemukan kelima bagian Kitab Omong Kosong itu yang keberadaannya tidak diketahui setelah berada di Perpustakaan Negeri Ayodya. Kelima bagian kitab ini memiliki arti dan penafsiran makna yang kental dengan unsur filsafat eksistensialis.
Nindya Dianita
Jun 08, 2015 Nindya Dianita rated it really liked it
Dapet buku ini dari perpustakaan fakultas, terpikat sama pengarangnya sih SGA..
awal baca novel ini keren, karena bercerita tentang pewayangan sri Rama dan si Sinta. bagaimana seorang sinta mempertanyakan cinta sri rama, dan persembahan kuda srirama yang menghancurkan peradaban. bagaimana seorang lakon cerita menggugat si pencerita.. semuanya ada di kitab omong kosong, namun semakin diakhir novel bukan hanya tentang wayang saja namun juga cerita berbau filsafat. wajib dibaca!
Nara
Feb 05, 2015 Nara rated it it was amazing
Butuh 3 Minggu untuk menyelesaikannya dikarenakan kesibukan. Namun bukan berarti buku ini tidak menyenangkan untuk dibaca.
Buku ini membuat saya berfikir lebih dalam mengenai kemanusiaan, peradaban, dan apa arti kehidupan. Kitab Omong Kosong yang terbagi menjadi 5, yang membuat Satya pada awalnya susah payah membacanya namun kemudian paham apa arti dari kelima buku ini. Sejauh ini, Kitab Omong Kosong merupakan karya favorit Seno yang paling saya suka.
mahatma
Jul 25, 2014 mahatma rated it really liked it
bukan ceritanya yang istimewa, tapi caranya membuat struktur cerita dan sudut pandangnya yang tidak saya duga.
ini kisah ramayana biasa yang sudah dikenal, tapi menghindari kebiasaan dikotomi hitam-putihnya.
juga, ini kisah yang dipandang dari sudut yang dikalahkan, bila dilihat dari pengisahan yang biasa dikenal.
Ario
Jun 09, 2008 Ario rated it it was ok
pETUALANGAN yang menakjubkan, Satia dan Maneka mencari 4 Kitab yang entah maksudnya apa. Serius, novel ini mutakhir: menggabungkan dunia wayang dan fiksi secara utuh. mempermainkan perasaan tokoh di dalamnya, membolak-balik maksud dan menimpalkan keterangan, seolah pembaca ikut berada di dalamnya. naik gerobak bersama Satia.
Vaza
Jun 18, 2015 Vaza rated it it was amazing
Filosofi hidup akan banyak sekali yang kita temukan didalam kitab ini. Kehancuran yang disebabkan oleh persembahan kuda membuat Satya dan Maneka mesti melakukan perjalanan jauh untuk menemukan Kitab Omong Kosong. Perjalanan itu sendiri sudah memberi makna terhadap kehidupan yang mereka jalani karena mereka harus membaca semesta.

Benar-benar kitab yang bukan omong kosong !
Muhammad
Jun 01, 2013 Muhammad rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: my-library
Absurd, menantang logika, kata-katanya dijalin dengan indah, membawa imaji melayang-layang ke batas semesta, penuh perenungan, dan mengajak berpikir. Harus dibaca sekali lagi ini agar bintangnya keluar semua.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Orang-orang Proyek
  • Olenka
  • Arok Dedes
  • Gadis Kretek
  • Tanah Tabu
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Entrok
  • Maya
  • Pengakuan Pariyem
  • Pengarang Telah Mati: Segenggam Cerita
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Ripin: Cerpen KOMPAS Pilihan 2005-2006
  • Selimut Debu
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
512651
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Benta
...more
More about Seno Gumira Ajidarma...

Share This Book



“Seberapa indah mimpi, jika tetap mimpi?” 108 likes
“Kita semua memang telah menjadi bodoh, dengan menjadi terlalu cinta kepada cerita-cerita yang bagus, sehingga memaksakannya untuk menjadi kenyataan itu sendiri.” 11 likes
More quotes…