Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” as Want to Read:
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

3.54 of 5 stars 3.54  ·  rating details  ·  822 ratings  ·  110 reviews
Sebuah buku tentang kesaksian. Dan buku ini adalah kesaksian tentang peristiwa genosida kemanusiaan paling mengerikan di balik pembangunan Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan Jalan Daendels; jalan yang membentang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga Panarukan. Inilah satu dari beberapa kisah tragedi kerjapaksa terbesar sepanjang sejarah di ...more
Paperback, 148 pages
Published 2006 by Lentera Dipantara (first published 2005)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, please sign up.

Be the first to ask a question about Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,472)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
bakanekonomama
Penulis adalah orang yang peka terhadap perubahan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

Beberapa tahun yang lalu, di suatu kelas sastra, saya mendengarkan dosen saya mengatakan kata-kata itu. Ketika itu, bahasan kami tentang sosiologi sastra. Memang tepat jika dikatakan demikian, karena melalui jejak torehan tinta para penulis, kita banyak mengetahui hal-hal yang terjadi di masa lalu. Meskipun memang, sebuah karya sastra tidak bisa dijadikan patokan seutuhnya dalam menggambarkan suatu masyaraka
...more
nanto
Hore sudah tamat! Review lengkapnya besok kalo sempet. Yang jelas puas bertraveling bersama Pram. Saya kasih bitang 4 bukan karena buku tuntas mengupas semua yang ada tentang Jalan Raya Pos. Tapi saya puas dengan dongengan yang sarat cerita lokal kota-kota yang dilewati Jalan Raya Pos, sekaligus cerita pribadi Pram ditiap kota itu. Cerita ia "pup" di atas tungku dapur yang disangka jamban. Dibawahnya ada kuali berisi singkong yang ditawarkan oleh lasykar di Cirebon. =))

Kilasanya bisa dilihat dar
...more
an
Jun 23, 2010 an rated it 4 of 5 stars
Shelves: memoar
menjelajah jawa dalam 128 halaman. mengulang sejarah lebih dari 3 abad yang lalu.

membaca beberapa lembar halaman awal berasa ini adalah buku sejarah, dan langsung lompat ke cover belakang. ternyata memang tidak ada keterangan 'novel' di atas ISBN. ya sudah, memang bukan fiksi ternyata, tapi rekaman sejarah. peristiwa yang banyak diabaikan orang bahkan tidak ada dokumentasi yang jelas.

saat itu mungkin belum ada yang disebut bangsa indonesia, namun jawa telah ada beserta orang-orang na, apalagi nu
...more
Harun Harahap
Sebuah buku yang mengajak saya menelusuri penderitaan rakyat kecil dalam membuat Jalan Raya Pos, Anyer-Panaroekan. Bung Pram selain mengisahkan pengalamannya juga mengisahkan cerita tentang rakyat daerah-daerah yang dilalui jalan yang dibuat berdasarkan komando Daendels.

Ada beberapa hal menarik yang baru saya ketahui berkat buku ini:

1. Istilah 'Ngecap' yang berarti mempromosikan diri sebagai nomor satu, pertama kali dipopulerkan oleh Bung Karno. Kecapnya adalah Kecap Benteng, Tangerang. *Seperti
...more
Adriana
Buku karya Pramoedya Ananta Toer ini menyingkap tentang pembangunan Jalan Raya Pos atau lebih dikenali dengan Jalan Deandels, iaitu jalan raya sepanjang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga ke Panarukan. Dalam buku ini Pram mengungkap cerita-cerita disebalik setiap daerah yang dilalui Jalan Deandels.

Jalan raya ini dibangunkan pada tahun 1808 dalam masa setahun sahaja oleh Deandels, iaitu Guberbur Jenderal Hindia Belanda semasa awal kedatangannya. Beliau terkenal sebagai
...more
winda
" Untuk berhasilnya proyek pembangunan jalannya, Daendles tidak bergeming melihat ribuan jiwa Pribumi melayang. Sekali lagi laporan orang Inggris pada 1815 itu; seluruh Jalan Raya Pos itu korban tewas diperkirakan sejumlah 12.000 orang. Jadi Marsekal Gubernur Jenderal itu meneruskan genosida tak langsung itu. Demi pembangunan. Dan yang tewas tidak akan pernah melihat, jangankan menikmati, hasil cucuran keringatnya sendiri."

Pramoedya menggambarkan jalan raya Daendles dari Anyer sampai Panarukan
...more
mahatma
ini kisah biasa saja, tapi karena yang berkisah adalah PAT [yang nota bene daerahnya juga terlewati oleh jalan ini] maka perkara pembangunan jalan raya pos ini mendapatkan aksentuasi dramatiknya.
tapi, bagaimana pun, kita perlu bersyukur karena PAT mengisahkannya sedemikian. ada sisi-sisi lain yang mencuat dari sana: pengurbanan luar biasa yang diberikan oleh orang-orang perdesaan jawa. yang dalam versi filmnya hal itu nampak digarisbawahi [sebelum membaca buku ini saya sempat melihat filmnya yan
...more
Adien Gunarta
Buku ini akan membuka mata, telinga dan hati. Sekaligus membentangkan pengetahuan besar tentang Indonesia. Sangat enak dibaca, laksana Pram bertutur di hadapan kita dan terus berkisah dengan gamblangnya. Ini tipis ini wajib dibacalah.
Marina Zala
** Books 118 - 2014 **

Buku novel ini berisikan tentang jalan pos atau jalan daendals yang berjarak 1000 kilometer dari anyer ke panarukan.. saya sangat menyukai kisah2 dari masing2 kota yg dilalui jalan pos ini dan kisah pribadi pak pramoedya sendiri.. kisah2 kota yg menarik hati saya antara lain :

1. Tangerang. ejaan tersebut salah seharusnya Tanggeran. disini terkenal dengan topi anyaman bambu di thn 1887 dengan telah mengekspor ke perancis sebanyak 145 juta topi

2. batavia. disini diketahui ol
...more
Tejo Bawono
Yak, buku ke-2 dari 12 target baca tahun ini. Padahal rencananya mau ngeberesin La Tahzan dulu.. Tapi yo weslah, yang sedikit aja yang diberesin duluan..hehe.

Secara garis besar buku ini, mengambil setting Jalan Raya Pos Daendels yang terkenal itu. Tema besarnya adalah reka ulang genosida yang dilakukan Daendels selama pembuatan jalan ini, karena itu bertebaran data-data sejarah dari halaman pertama sampai terakhir. Di tiap kota, juga dituliskan pengamatan dan pengalaman pribadi yang dialami Pra
...more
Meiza
Seperti membaca sejarah. Melihat kebelakang, mengetahui lebih banyak mengenai Indonesia, kejamnya masa penjajahan, dan genosida secara tidak langsung dalam pembuatan 100 km jalan dari Anyer - Panarukan.
Ancilla
"Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain" (Pramoedya Ananta Toer).
Agustinus Wibowo
Menguak sejarah kota-kota sepanjang Pantura yang dilewati Jalan Pos Daendels. Banyak fakta menarik tentang kota-kota itu, serupa kisah perjalanan dengan Jalan Pos sebagai benang merahnya.
Mahe
Bangsa kita memang bangsa pelupa. Buku ini mengingatkan kita lagi. Orang di dunia ribut-ribut soal holocaust. Kita ikut-ikutan. Lupa apa yg menimpa saudara di negeri sendiri...
dedeh
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Endah
Telah satu windu lebih setiap hari saya melakoni perjalanan pergi pulang Jakarta-Puncak setiap hari. Ya, setiap hari, karena kantor saya terletak nun di negeri awan dengan selendang kabut yang melayang-layang di pagi hari : Puncak. Anda tentu tahu perkebunan teh yang membentang di kiri kanan Jalan Raya Puncak mulai dari desa Tugu Selatan dan berakhir di sekitar restoran Rindu Alam? Nah, di situlah saya ngantor setiap harinya. Enam hari dalam sepekan. Nama perkebunan itu adalah Gunung Mas yang me ...more
Dhieta
Menyelesaikan buku ini adalah perjuangan. Sebenarnya buku ini adalah buku wajib saya di bulan Februari, tapi baru saya selesaikan pertengahan Maret. Padahal bukunya tipis saja dan biasanya untuk buku setipis ini saya tidak membutuhkan waktu lebih dari tiga hari.

Mungkin karena buku ini tidak seperti perkiraan saya yang mengharapkan karya fiksi seperti halnyat etralogi Pulau Buru. Ternyata buku ini adalah buku non-fiksi yang lebih seperti text book sejarah. Apakah menarik? Entahlah, untuk saya, se
...more
Suguh kurniawan
setelah membaca buku ini, baru saya tahu kalau HW Daendels adalah seorang megalomaniak, lebih tepatnya mendekati psikopat. Daendels tak bisa berdebat apalagi berdikusi. segalanya dilakukan dengan ancaman bedil. Dia terobsesi pada Naopelon Bonaparte. tapi buka kebebasan ala napoleon yang dilakukannya di Hindia belanda tapi genosida. Daendels lebih tertarik para penghisapan manusia atas manusia lain, penguasaan, dominasi dan monopoli.

Jalan Raya Pos yang membentang 1000 km dari anyer sampai panaru
...more
Windy hapsari
i've just finished to read this book. it was about the history behind the reconstruction and the making of long road crossing from Anyer to Panarukan, prior Indonesia independence. the writer also add the historical value for each city and town where this road spread over. it more like the notes from his trip, although he never went to the last city where this road ended. he also told a lot about the crime of colonizer. Governor Hermann William Daendels was the implementer of this project. his s ...more
Jusmalia Oktaviani
'Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain."

Buku ini sebenarnya lebih seperti buku sejarah. Pram menuturkan pembuatan Jalan Raya Pos, dari Anyer hingga Panarukan. Pram memberikan gambaran dari satu kota ke kota lainnya, dimana jalan raya Pos melewati kota-kota tersebut. Selama menceritakan kota-kota itu, Pram juga menuturkan sedikit tentang pengalamannya mengenai kota tersebut, apa yang ia pernah alami di sana, dan bagaimana kenangannya terhadap kota
...more
Irwan Sukma
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak di antara bangsa-bangsa lain” (Pramoedya Ananta Toer).

Kata itu adalah pembuka saat awal buku Pram yang satu ini. Jalan Raya Pos, Jalan Raya Deandels merupakan jalan yang membentang sepanjang 1.000 kliometer dari Anyer sampai Panarukan. Jalan itu dibangun atau lebih tepatnya dilebarkan di bawah perintah Maarschalk en Gouverner Generaal, Mr. Herman Willem Deandels. Yang selesai pada tahun 1809. Lewat buku ini Pram menyeritakan sisi
...more
Muhammad
Selayang Pandang

Herman Willem Daendels. Dia adalah salah satu nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang paling saya ingat sejak bersekolah di bangku SD. Kenapa? Tentu saja karena prestasi dan warisannya yang sangat fenomenal, yaitu jalan raya sepanjang 1.000 km yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. Apalagi jalan raya tersebut masih dapat kita telusuri saat ini dan secara tidak resmi dinamakan/dikenal sebagai Jalan Daendels. Tak heran jika Daendels adalah salah satu dari 71 Gubernur Jende
...more
Reiza
"Indonesia adalah negeri budak", kata Pram.

mungkin itu adalah hasil pemikirannya dari napak tilas Jalan Raya Pos,yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. Groote Postweg, kalau kata Daendels sendiri.

Yak, keseluruhan buku ini sebenarnya adalah hasil dari napak tilas Pram, Menceritakan jejak sejarah yang tersebar di kota-kota yang dilewati oleh genosida Jalan Raya ini, berikut secuplikan kisah tentang Daendels sendiri. Dari Anyer hingga Cirebon, Bandung hingga Pati, Semuanya merekam jejak seja
...more
erry
buku hasil doorprize jelajah pulau onrust..
dari dulu sebenernya penasaran bgt sama buku2nya pak Pram. tapi blm sempet beli or minjem. eh, malah dapet gratisan..senangnya..

membaca jalan raya pos seperti membaca sebuah kisah perjalanan napak tilas jalan-jalan di pulau jawa. mulai dari banten di bagian barat jawa, jakarta, bogor, bandung, semarang, hingga surabaya dan bagian timur pulau jawa. baru tau klo ternyata jalan2 raya yg selama ini sering kita lewati dibangun dari penderitaan, darah, kering
...more
Lutfi Retno
Isinya agak beda sama yang aku harapkan. Awalnya aku mikir ini buku sejarah tentang pembuatan Jalan Daendles. Ternyata engga sepenuhnya benar. Buku ini lebih banyak bercerita tentang kejadian sejarah di kota-kota yang dilewati sama jalan sepanjang 1.159 km ini. Juga pengalaman pribadi Pram saat datang ke kota-kota di sepanjang jalan ini. Ada banyak cerita mulai dari jaman VOC sampai Orde Baru yang sama sekali nggak ada hubungannya sama pembuatan jalan pos masuk ke sini. Buku ini menarik, sayang ...more
Fahmi
pol!!!....membuat bergairah untuk travelling kekota2 yang ada dalam buku ini.pramoedya adalah salah satu sejarawan terbesar yang pernah dimiliki bangsa indonesia.setiap bukunya merisalahkan masalah2 yang hadir disetiap jamannya.melintasi 3 dimensi.masa lalu,masa kini dan masa depan.dengan sebuah peta akan makin memenuhi rasa ingin tahu kita tentang kejadian2 yang terjadi pada masa lampau dikota2 yang diceritakan oleh buku ini.dalam buku ini juga diceritakan pengalaman2 pram semasa muda dulu.dan ...more
htanzil
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun dibawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendels (1762-1818). Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikann ...more
Yusman Syah
Salah satu karya PAT yang saya kagumi. Meskipun jauh lebih tipis dari Bumi Manusia, tapi gambaran yang dituturkan PAT mengenai pembangunan jalan Daendels sangat nyata, dekat dan sangat imajinatif, seolah olah saya ikut di dalamnya. Buku ini memprovokasi saya untuk melakukan perjalanan, sendiri atau bersama, bersepeda dari Anyer ke Panarukan seperti yang pernah dilakukan Tim Ekspedisi Kompas.
Sony
Enjoy pantura.
Buku yang sangat menarik, karena saya sangat sering dan senang bepergian naik bus melewati jalur pantura jawa.
Sebagian dari penggalan-penggalan Jalan Raya Pos ini selalu dinikmati para pelaju jalur pantura jawa, saat ngaspal jalan di dalam bus favorit masing-masing.
Pada saat bus melaju, sesekali terbersit pikiran 'ini ya jalan raya pos, yang ditulis di buku itu' sudah sangat tua, namun masih sangat penting perannya mengantarkan banyak penduduk dan barang berpindah tempat antar kota
...more
Ria
Buku ini seperti mengingatkan kembali sejarah-sejarah yang telah kita pelajari selama bertahun-tahun ketika duduk di bangku sekolah.
yang berbeda dari buku ini diulas sisi paling kelam dari pembangunan jalan aspal, yang beraspalkan darah dan airmata pribumi-pribumi sepanjang 1000km dari Anyer-Panarukan yang diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun saja (pada tahun 1808).
Dituturkan dengan kelengkapan pencatatan waktu dan tempat secara detail, sehingga pengemasan sejarah tidak membosankan. Juga ditam
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 49 50 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Harimau! Harimau!
  • Madilog
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Kitab Omong Kosong
  • Merahnya Merah
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Amba: Sebuah Novel
  • Gadis Kretek
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia
  • Layar Terkembang
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Belenggu
  • The History of Java
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1) Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3) Gadis Pantai Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) House of Glass (Tetralogi Buru, #4)

Share This Book

“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” 77 likes
More quotes…