Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

3.48 of 5 stars 3.48  ·  rating details  ·  607 ratings  ·  89 reviews
Sebuah buku tentang kesaksian. Dan buku ini adalah kesaksian tentang peristiwa genosida kemanusiaan paling mengerikan di balik pembangunan Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan Jalan Daendels; jalan yang membentang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga Panarukan. Inilah satu dari beberapa kisah tragedi kerjapaksa terbesar sepanjang sejarah di...more
Paperback, 148 pages
Published 2006 by Lentera Dipantara (first published 2005)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,020)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
bakanekonomama
Penulis adalah orang yang peka terhadap perubahan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

Beberapa tahun yang lalu, di suatu kelas sastra, saya mendengarkan dosen saya mengatakan kata-kata itu. Ketika itu, bahasan kami tentang sosiologi sastra. Memang tepat jika dikatakan demikian, karena melalui jejak torehan tinta para penulis, kita banyak mengetahui hal-hal yang terjadi di masa lalu. Meskipun memang, sebuah karya sastra tidak bisa dijadikan patokan seutuhnya dalam menggambarkan suatu masyaraka...more
Harun Harahap
Sebuah buku yang mengajak saya menelusuri penderitaan rakyat kecil dalam membuat Jalan Raya Pos, Anyer-Panaroekan. Bung Pram selain mengisahkan pengalamannya juga mengisahkan cerita tentang rakyat daerah-daerah yang dilalui jalan yang dibuat berdasarkan komando Daendels.

Ada beberapa hal menarik yang baru saya ketahui berkat buku ini:

1. Istilah 'Ngecap' yang berarti mempromosikan diri sebagai nomor satu, pertama kali dipopulerkan oleh Bung Karno. Kecapnya adalah Kecap Benteng, Tangerang. *Seperti...more
mahatma
ini kisah biasa saja, tapi karena yang berkisah adalah PAT [yang nota bene daerahnya juga terlewati oleh jalan ini] maka perkara pembangunan jalan raya pos ini mendapatkan aksentuasi dramatiknya.
tapi, bagaimana pun, kita perlu bersyukur karena PAT mengisahkannya sedemikian. ada sisi-sisi lain yang mencuat dari sana: pengurbanan luar biasa yang diberikan oleh orang-orang perdesaan jawa. yang dalam versi filmnya hal itu nampak digarisbawahi [sebelum membaca buku ini saya sempat melihat filmnya yan...more
Suguh kurniawan
setelah membaca buku ini, baru saya tahu kalau HW Daendels adalah seorang megalomaniak, lebih tepatnya mendekati psikopat. Daendels tak bisa berdebat apalagi berdikusi. segalanya dilakukan dengan ancaman bedil. Dia terobsesi pada Naopelon Bonaparte. tapi buka kebebasan ala napoleon yang dilakukannya di Hindia belanda tapi genosida. Daendels lebih tertarik para penghisapan manusia atas manusia lain, penguasaan, dominasi dan monopoli.

Jalan Raya Pos yang membentang 1000 km dari anyer sampai panaru...more
Dhieta
Menyelesaikan buku ini adalah perjuangan. Sebenarnya buku ini adalah buku wajib saya di bulan Februari, tapi baru saya selesaikan pertengahan Maret. Padahal bukunya tipis saja dan biasanya untuk buku setipis ini saya tidak membutuhkan waktu lebih dari tiga hari.

Mungkin karena buku ini tidak seperti perkiraan saya yang mengharapkan karya fiksi seperti halnyat etralogi Pulau Buru. Ternyata buku ini adalah buku non-fiksi yang lebih seperti text book sejarah. Apakah menarik? Entahlah, untuk saya, se...more
Irwan Sukma
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak di antara bangsa-bangsa lain” (Pramoedya Ananta Toer).

Kata itu adalah pembuka saat awal buku Pram yang satu ini. Jalan Raya Pos, Jalan Raya Deandels merupakan jalan yang membentang sepanjang 1.000 kliometer dari Anyer sampai Panarukan. Jalan itu dibangun atau lebih tepatnya dilebarkan di bawah perintah Maarschalk en Gouverner Generaal, Mr. Herman Willem Deandels. Yang selesai pada tahun 1809. Lewat buku ini Pram menyeritakan sisi...more
htanzil
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun dibawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendels (1762-1818). Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikann...more
an
Jun 23, 2010 an rated it 4 of 5 stars
Shelves: memoar
menjelajah jawa dalam 128 halaman. mengulang sejarah lebih dari 3 abad yang lalu.

membaca beberapa lembar halaman awal berasa ini adalah buku sejarah, dan langsung lompat ke cover belakang. ternyata memang tidak ada keterangan 'novel' di atas ISBN. ya sudah, memang bukan fiksi ternyata, tapi rekaman sejarah. peristiwa yang banyak diabaikan orang bahkan tidak ada dokumentasi yang jelas.

saat itu mungkin belum ada yang disebut bangsa indonesia, namun jawa telah ada beserta orang-orang na, apalagi nu...more
Mahe
Bangsa kita memang bangsa pelupa. Buku ini mengingatkan kita lagi. Orang di dunia ribut-ribut soal holocaust. Kita ikut-ikutan. Lupa apa yg menimpa saudara di negeri sendiri...
Ria
Buku ini seperti mengingatkan kembali sejarah-sejarah yang telah kita pelajari selama bertahun-tahun ketika duduk di bangku sekolah.
yang berbeda dari buku ini diulas sisi paling kelam dari pembangunan jalan aspal, yang beraspalkan darah dan airmata pribumi-pribumi sepanjang 1000km dari Anyer-Panarukan yang diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun saja (pada tahun 1808).
Dituturkan dengan kelengkapan pencatatan waktu dan tempat secara detail, sehingga pengemasan sejarah tidak membosankan. Juga ditam...more
Barbara Hahijary
Pramoedya tells how the road had been made. The road we've used these days, the cities and other places along the road. And Daendels, the man behind the road. Pram tells how the genoside happened at the time.

i love this book to tell the history of the cities, and some the hisory of the cities' name. and the story goes far to the kingdom that held in Java before.

i have read some Pramoedya's book and i never read even a joke. in this book, i don't think he wanted to write one but at one part it w...more
Fahmi Arfiandi
de groote post weg adalah proyek maha akbar dari gubernur jenderal bertangan besi,DAENDELS.cita2nya adalah menyerupai jalan amsterdam paris di eropa.tapi tentunya banyak cerita dalam perjalanan proyek maha akbar ini dengan mengorbankan rakyat indonesia yang nota bene merupakan jajahan perancis pada saat itu dikarenakan belanda kalah perang oleh perancis...secara keseluruhan novel ini sangat menarik karena mengandung muatan historis dari kota2 yang dilalui jalan raya pos yang terbentang dari anye...more
Muhammad
Selayang Pandang

Herman Willem Daendels. Dia adalah salah satu nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang paling saya ingat sejak bersekolah di bangku SD. Kenapa? Tentu saja karena prestasi dan warisannya yang sangat fenomenal, yaitu jalan raya sepanjang 1.000 km yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. Apalagi jalan raya tersebut masih dapat kita telusuri saat ini dan secara tidak resmi dinamakan/dikenal sebagai Jalan Daendels. Tak heran jika Daendels adalah salah satu dari 71 Gubernur Jende...more
Adriana
Buku karya Pramoedya Ananta Toer ini menyingkap tentang pembangunan Jalan Raya Pos atau lebih dikenali dengan Jalan Deandels, iaitu jalan raya sepanjang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga ke Panarukan. Dalam buku ini Pram mengungkap cerita-cerita disebalik setiap daerah yang dilalui Jalan Deandels.

Jalan raya ini dibangunkan pada tahun 1808 dalam masa setahun sahaja oleh Deandels, iaitu Guberbur Jenderal Hindia Belanda semasa awal kedatangannya. Beliau terkenal sebagai...more
Endah
Telah satu windu lebih setiap hari saya melakoni perjalanan pergi pulang Jakarta-Puncak setiap hari. Ya, setiap hari, karena kantor saya terletak nun di negeri awan dengan selendang kabut yang melayang-layang di pagi hari : Puncak. Anda tentu tahu perkebunan teh yang membentang di kiri kanan Jalan Raya Puncak mulai dari desa Tugu Selatan dan berakhir di sekitar restoran Rindu Alam? Nah, di situlah saya ngantor setiap harinya. Enam hari dalam sepekan. Nama perkebunan itu adalah Gunung Mas yang me...more
erry
buku hasil doorprize jelajah pulau onrust..
dari dulu sebenernya penasaran bgt sama buku2nya pak Pram. tapi blm sempet beli or minjem. eh, malah dapet gratisan..senangnya..

membaca jalan raya pos seperti membaca sebuah kisah perjalanan napak tilas jalan-jalan di pulau jawa. mulai dari banten di bagian barat jawa, jakarta, bogor, bandung, semarang, hingga surabaya dan bagian timur pulau jawa. baru tau klo ternyata jalan2 raya yg selama ini sering kita lewati dibangun dari penderitaan, darah, kering...more
Windy hapsari
i've just finished to read this book. it was about the history behind the reconstruction and the making of long road crossing from Anyer to Panarukan, prior Indonesia independence. the writer also add the historical value for each city and town where this road spread over. it more like the notes from his trip, although he never went to the last city where this road ended. he also told a lot about the crime of colonizer. Governor Hermann William Daendels was the implementer of this project. his s...more
nanto
Hore sudah tamat! Review lengkapnya besok kalo sempet. Yang jelas puas bertraveling bersama Pram. Saya kasih bitang 4 bukan karena buku tuntas mengupas semua yang ada tentang Jalan Raya Pos. Tapi saya puas dengan dongengan yang sarat cerita lokal kota-kota yang dilewati Jalan Raya Pos, sekaligus cerita pribadi Pram ditiap kota itu. Cerita ia "pup" di atas tungku dapur yang disangka jamban. Dibawahnya ada kuali berisi singkong yang ditawarkan oleh lasykar di Cirebon. =))

Kilasanya bisa dilihat dar...more
Fahmi
pol!!!....membuat bergairah untuk travelling kekota2 yang ada dalam buku ini.pramoedya adalah salah satu sejarawan terbesar yang pernah dimiliki bangsa indonesia.setiap bukunya merisalahkan masalah2 yang hadir disetiap jamannya.melintasi 3 dimensi.masa lalu,masa kini dan masa depan.dengan sebuah peta akan makin memenuhi rasa ingin tahu kita tentang kejadian2 yang terjadi pada masa lampau dikota2 yang diceritakan oleh buku ini.dalam buku ini juga diceritakan pengalaman2 pram semasa muda dulu.dan...more
Lutfi Retno
Isinya agak beda sama yang aku harapkan. Awalnya aku mikir ini buku sejarah tentang pembuatan Jalan Daendles. Ternyata engga sepenuhnya benar. Buku ini lebih banyak bercerita tentang kejadian sejarah di kota-kota yang dilewati sama jalan sepanjang 1.159 km ini. Juga pengalaman pribadi Pram saat datang ke kota-kota di sepanjang jalan ini. Ada banyak cerita mulai dari jaman VOC sampai Orde Baru yang sama sekali nggak ada hubungannya sama pembuatan jalan pos masuk ke sini. Buku ini menarik, sayang...more
Yudhi Herwibowo
walau kemasannya seperti novel, buku ini merupakan catatan sejarah. cukup detail dan cukup membuat tercengang. kisah pembangunan jalan raya pos atau dikenal jalan daendels yang tak terekpos besar-besaran, ternyata sudah memakan korban ribuan jiwa manusia.
walau saya membaca dengan perasaan datar, karena penyajian data-data sejarah yang banyak sekali, tapi saya merasa cukup bisa mengikutinya. eyang pram tetap meninggalkan jejaknya dengan sesekali memasukkan dirinya, tokoh aku, dalam narasi. itu ya...more
Bayu Sadewo
Buku ini bisa saja membuat saya pintar akan sejarah, sejarah kepemimpinan Daendels saat di Indonesia dengan tangan besinya. Kota-kota yang dilalui jalan raya pos ini dijabarkan mendetail dari Anyer-Panarukan. Satu hal yang menambah pengetahuan baru, ternyata Jatinegara itu nama aslinya Mester Cornelius. Diambil dari seseorang bernama Cornelius Senen. Tapi sekarang lebih terkenal bila hendak membeli buku loakan di Mester Jatinegara, ilmu baru.
B-zee
Sejarah pembangunan jalan raya pos, sejarah kekejaman Daendels. Memang yang dilakukannya adalah 'prestasi' tersendiri, akan tetapi harga yang harus dibayar oleh bangsaku begitu mahal.
Buku ini ditulis dengan runtut berdasarkan kota-kota yang dilewati oleh Jalan Daendels ini, akan tetapi terkadang pembahasannya agak kurang terfokus. Banyak fakta maupun opini sejarah yang dipaparkan tidak relevan dengan tahun pembangunan jalan tersebut. Akan tetapi sangat menambah pengetahuan.
Astrid
Membaca buku ini menyadarkan saya betapa minimnya pengetahuan saya tentang pulau Jawa , pulau yang harusnya menjadi pulau yang paling saya cintai , tapi apa buktinya ? Ternyata banyak hal yang masih baru yang saya serap dari buku ini.
Menelusuri Jalan Raya Pos dengan membahas satu persatu kota yang dilewatinya tak menjadi membosankan , seperti yang selayaknya dirasakan kalau kita membacanya dari buku teks sejarah di sekolah.
Edy
Buku ini kayak buku sejarah tetang kota-kota yang dilalui jalan Daendels. Buku ini relatif ringan dibaca dengan alur cerita sederhana meski ditulis dengan bahasa yang bernas ala Pram. Yang menarik adalah untuk nulis buku ini, kemampuan Pram untuk melakukan studi literatur kayaknya sangat dituntut. Menurutku buku ini tidak terlalu istimewa dibanding karya2 Pram seperti Tetralogi Pulau Buru, Perburuan dll.
Irma
A flashback to the horifing old days. The untold history of genoside when building road accross north Java Island in Indonesia. Millions of people died of fatique, hunger and malaria. It's just sad..sad story..
I feel so bad for what happend in the past.We all going thru this road hundred times, but never know how it was build. Now that I know.. I never felt like wanted to go there again. *hix..*
Darnia
Buku ini semacam napak tilas perjalanan Pram (hanya ditunjukkan dgn kata ganti "aku") menelusuri Jalan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels selama pemerintahannya.

Daendels memang terkenal dan gw sendiri mengenalnya dri buku sejarah :D Tapi ternyata dibalik "prestasi"-nya tersebut, ada berjuta rakyat yang "dikorbankan" untuk pembangunan jalan tersebut.

Jalan tersebut dikenal dgn nama Jalan Pos atau jalan Daendels. Membelah pulau Jawa dari Jawa Barat hingga ke ujung Jawa Timur (bahkan Le...more
Ezar ab
baca buku ini membawa gw menyusuri jalan2 utama yang mengakses semua kota di jawa ternyata dibalik kemudahan akses jalan raya yang ada sekarang ini ada kisah yang menyedihkan,penyiksaan,kematian menjurus genosida (berlebihan mungkin), entah apa tujuan pramoedya menulis buku ini tapi buku ini menginspirasi gw untuk menyusuri jalan raya pos ini kapan ya...????
Anggraeni Purfita Sari
Saya membeli buku ini karena saya kira ini sebuah novel, dan ternyata bukan. Di sampul belakang sudah jelas bahwa buku ini memang sebuah kumpulan fakta, semacam laporan pribadi tentang pembangunan Jalan Raya Pos atau yang di buku sejarah semasa sekolah disebut Jalan Daendels yang membentang dari Anyer ke Panarukan. Karena merasa salah beli akibat ketidaktelitian diri sendiri, diawal saya sempat merasa malas untuk melanjutkan buku ini, tapi pada akhirnya tetap saya selesaikan. :)
Sony
Yang paling menarik dari buku ini, karena saya sangat sering dan senang bepergian naik bus malam melewati jalur pantura, tentu sebagian dari penggalan-penggalan jalan ini sempat saya nikmati setiap melintasi pantura. Saat di dalam bus, sesekali terfikir 'ini ya jalan raya pos,' sudah begitu tua dan hingga hari ini masih berfungsi mengantarkan banyak penduduk dan barang berpindah tempat antar kota antar provinsi. Di jalan raya pos ini pula kami sesama pelaju bus malam saling bertukar pesan dengan...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 33 34 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia Jejak Langkah Gadis Pantai Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) House of Glass

Share This Book

Your website
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” 54 people liked it
More quotes…