Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels” as Want to Read:
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

3.67  ·  Rating Details ·  1,188 Ratings  ·  141 Reviews
Sebuah buku tentang kesaksian. Dan buku ini adalah kesaksian tentang peristiwa genosida kemanusiaan paling mengerikan di balik pembangunan Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan Jalan Daendels; jalan yang membentang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga Panarukan. Inilah satu dari beberapa kisah tragedi kerjapaksa terbesar sepanjang sejarah di ...more
Paperback, 148 pages
Published 2006 by Lentera Dipantara (first published 2005)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, please sign up.

Be the first to ask a question about Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
bakanekonomama
Dec 25, 2011 bakanekonomama rated it really liked it
Penulis adalah orang yang peka terhadap perubahan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

Beberapa tahun yang lalu, di suatu kelas sastra, saya mendengarkan dosen saya mengatakan kata-kata itu. Ketika itu, bahasan kami tentang sosiologi sastra. Memang tepat jika dikatakan demikian, karena melalui jejak torehan tinta para penulis, kita banyak mengetahui hal-hal yang terjadi di masa lalu. Meskipun memang, sebuah karya sastra tidak bisa dijadikan patokan seutuhnya dalam menggambarkan suatu masyaraka
...more
nanto
Mar 26, 2008 nanto rated it really liked it
Hore sudah tamat! Review lengkapnya besok kalo sempet. Yang jelas puas bertraveling bersama Pram. Saya kasih bitang 4 bukan karena buku tuntas mengupas semua yang ada tentang Jalan Raya Pos. Tapi saya puas dengan dongengan yang sarat cerita lokal kota-kota yang dilewati Jalan Raya Pos, sekaligus cerita pribadi Pram ditiap kota itu. Cerita ia "pup" di atas tungku dapur yang disangka jamban. Dibawahnya ada kuali berisi singkong yang ditawarkan oleh lasykar di Cirebon. =))

Kilasanya bisa dilihat dar
...more
an
Jun 20, 2010 an rated it really liked it
Shelves: memoar
menjelajah jawa dalam 128 halaman. mengulang sejarah lebih dari 3 abad yang lalu.

membaca beberapa lembar halaman awal berasa ini adalah buku sejarah, dan langsung lompat ke cover belakang. ternyata memang tidak ada keterangan 'novel' di atas ISBN. ya sudah, memang bukan fiksi ternyata, tapi rekaman sejarah. peristiwa yang banyak diabaikan orang bahkan tidak ada dokumentasi yang jelas.

saat itu mungkin belum ada yang disebut bangsa indonesia, namun jawa telah ada beserta orang-orang na, apalagi nu
...more
Harun Harahap
Sebuah buku yang mengajak saya menelusuri penderitaan rakyat kecil dalam membuat Jalan Raya Pos, Anyer-Panaroekan. Bung Pram selain mengisahkan pengalamannya juga mengisahkan cerita tentang rakyat daerah-daerah yang dilalui jalan yang dibuat berdasarkan komando Daendels.

Ada beberapa hal menarik yang baru saya ketahui berkat buku ini:

1. Istilah 'Ngecap' yang berarti mempromosikan diri sebagai nomor satu, pertama kali dipopulerkan oleh Bung Karno. Kecapnya adalah Kecap Benteng, Tangerang. *Seperti
...more
Priska
Jan 19, 2017 Priska rated it really liked it
Ternyata ini bukan fiksi toh, lebih ke sejarah pembangunan Jalan Raya Pos Daendels diselingi memoar kenangan Pramoedya saat berada di beberapa kota yang dilalui jalan tersebut. Penceritaannya menarik karena cerita kota-kotanya diurutkan dari timur ke barat, membuat saya serasa sedang menelusuri sendiri satu persatu kota tersebut, dari Anyer hingga Panarukan. Sejarah yang diuraikan beragam meski mungkin tidak terlalu detil, dari sejarah kerajaan zaman Hindu-Buddha, Islam, masa kolonial hingga per ...more
Zharif Zainuddin
Sep 30, 2016 Zharif Zainuddin rated it really liked it
Buku ini agak berbeda dengan buku-buku penulisan Pram yang pernah saya baca. Membaca buku ini seperti mengenali sejarah Indonesia melalui kisah pembinaan sebuah jalan sepanjang 100 kilometer yang menyaksikan genosida atau pembunuhan beramai-ramai ke atas marhaen Indonesia. Sepertimana kata-kata Pram sendiri: ''Kalau yang tewas dari kasta satria mungkin namanya bisa masuk dalam babad. Tetapi bila yang dibantai rakyat kecil, petani, nama mereka akan hapus untuk selama-lamanya''
Evi Rezeki
May 21, 2017 Evi Rezeki rated it really liked it
Shelves: non-fiksi, sejarah
Sudah sejak di bangku sekolah saya tertarik dengan sosok Daendels tapi terlupakan karena berbagai hal. Hingga dua tahun ini, sosok Mas Galak kembali menghantui saya. Akhirnya bertemulah saya dengan buku Pram ini.

Saya pikir, saya akan menemukan kisah pembangunan setiap jengkal jalan raya pos ternyata Pram tidak membahas semuanya. Barangkali karena keterbatasan data. Buku ini kaya akan sejarah baik itu tentang Mas Guntur maupun sejarah setiap daerah yang dilewati jalan raya pos. Ada kata-kata yan
...more
Dhieta
Mar 21, 2013 Dhieta rated it liked it
Menyelesaikan buku ini adalah perjuangan. Sebenarnya buku ini adalah buku wajib saya di bulan Februari, tapi baru saya selesaikan pertengahan Maret. Padahal bukunya tipis saja dan biasanya untuk buku setipis ini saya tidak membutuhkan waktu lebih dari tiga hari.

Mungkin karena buku ini tidak seperti perkiraan saya yang mengharapkan karya fiksi seperti halnyat etralogi Pulau Buru. Ternyata buku ini adalah buku non-fiksi yang lebih seperti text book sejarah. Apakah menarik? Entahlah, untuk saya, se
...more
Adriana
Mar 22, 2011 Adriana rated it really liked it
Buku karya Pramoedya Ananta Toer ini menyingkap tentang pembangunan Jalan Raya Pos atau lebih dikenali dengan Jalan Deandels, iaitu jalan raya sepanjang 1000 kilometer sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer hingga ke Panarukan. Dalam buku ini Pram mengungkap cerita-cerita disebalik setiap daerah yang dilalui Jalan Deandels.

Jalan raya ini dibangunkan pada tahun 1808 dalam masa setahun sahaja oleh Deandels, iaitu Guberbur Jenderal Hindia Belanda semasa awal kedatangannya. Beliau terkenal sebagai
...more
winda
Aug 16, 2013 winda rated it liked it
" Untuk berhasilnya proyek pembangunan jalannya, Daendles tidak bergeming melihat ribuan jiwa Pribumi melayang. Sekali lagi laporan orang Inggris pada 1815 itu; seluruh Jalan Raya Pos itu korban tewas diperkirakan sejumlah 12.000 orang. Jadi Marsekal Gubernur Jenderal itu meneruskan genosida tak langsung itu. Demi pembangunan. Dan yang tewas tidak akan pernah melihat, jangankan menikmati, hasil cucuran keringatnya sendiri."

Pramoedya menggambarkan jalan raya Daendles dari Anyer sampai Panarukan
...more
mahatma
Aug 12, 2007 mahatma rated it liked it
ini kisah biasa saja, tapi karena yang berkisah adalah PAT [yang nota bene daerahnya juga terlewati oleh jalan ini] maka perkara pembangunan jalan raya pos ini mendapatkan aksentuasi dramatiknya.
tapi, bagaimana pun, kita perlu bersyukur karena PAT mengisahkannya sedemikian. ada sisi-sisi lain yang mencuat dari sana: pengurbanan luar biasa yang diberikan oleh orang-orang perdesaan jawa. yang dalam versi filmnya hal itu nampak digarisbawahi [sebelum membaca buku ini saya sempat melihat filmnya yan
...more
Darnia
Buku ini semacam napak tilas perjalanan Pram (hanya ditunjukkan dgn kata ganti "aku") menelusuri Jalan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels selama pemerintahannya.

Daendels memang terkenal dan gw sendiri mengenalnya dri buku sejarah :D Tapi ternyata dibalik "prestasi"-nya tersebut, ada berjuta rakyat yang "dikorbankan" untuk pembangunan jalan tersebut.

Jalan tersebut dikenal dgn nama Jalan Pos atau jalan Daendels. Membelah pulau Jawa dari Jawa Barat hingga ke ujung Jawa Timur (bahkan Le
...more
Yudhi Herwibowo
Feb 06, 2013 Yudhi Herwibowo rated it really liked it
walau kemasannya seperti novel, buku ini merupakan catatan sejarah. cukup detail dan cukup membuat tercengang. kisah pembangunan jalan raya pos atau dikenal jalan daendels yang tak terekpos besar-besaran, ternyata sudah memakan korban ribuan jiwa manusia.
walau saya membaca dengan perasaan datar, karena penyajian data-data sejarah yang banyak sekali, tapi saya merasa cukup bisa mengikutinya. eyang pram tetap meninggalkan jejaknya dengan sesekali memasukkan dirinya, tokoh aku, dalam narasi. itu ya
...more
Probo Darono Yakti
Apr 20, 2015 Probo Darono Yakti rated it really liked it
Shelves: sejarah
Menceritakan garis besar tentang bagaimana jalan raya fenomenal proyek dari Wilhelm Daendels, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda dibawah pendudukan Perancis. Menggambarkan betapa ambisiusnya orang ini, bagaimana tekad kuatnya untuk mempersambungkan pulau Jawa dari arsenal-arsenal yang telah ditempatkan di kota-kota besar di pantai utara seperti Baatavia, Semarang dan Surabaya. Serta sebagai akses utama pasukan yang sudah disebar pula di benteng-benteng pertahanan Hindia Belanda dalam rangk ...more
Fahmi Arfiandi
Dec 29, 2009 Fahmi Arfiandi rated it it was amazing
de groote post weg adalah proyek maha akbar dari gubernur jenderal bertangan besi,DAENDELS.cita2nya adalah menyerupai jalan amsterdam paris di eropa.tapi tentunya banyak cerita dalam perjalanan proyek maha akbar ini dengan mengorbankan rakyat indonesia yang nota bene merupakan jajahan perancis pada saat itu dikarenakan belanda kalah perang oleh perancis...secara keseluruhan novel ini sangat menarik karena mengandung muatan historis dari kota2 yang dilalui jalan raya pos yang terbentang dari anye ...more
Hamdanil
Aug 06, 2016 Hamdanil rated it did not like it
Shelves: history, indonesia
Buku ini berisikan kumpulan anekdot sejarah dan pribadi penulis menganai kota-kota di sepanjang Jalan Raya Pos, bukan buku sejarah umum mengenai Jalan Raya Pos. Menarik juga membaca sudut pandang penulis mengenai sejarah, terutama sejarah kolonial, orde lama dan orde baru. Namun fakta-fakta sejarahnya tidak meyakinkan, jarang mencantumkan sumber dan sering berdasarkan mulut ke mulut saja. Secara umum bukunya kurang memuaskan menurut saya.
Ancilla
Jan 01, 2009 Ancilla rated it liked it
Shelves: in-bahasa
"Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain" (Pramoedya Ananta Toer).
Meiza
Sep 01, 2012 Meiza rated it liked it
Shelves: history
Seperti membaca sejarah. Melihat kebelakang, mengetahui lebih banyak mengenai Indonesia, kejamnya masa penjajahan, dan genosida secara tidak langsung dalam pembuatan 100 km jalan dari Anyer - Panarukan.
Agustinus Wibowo
Dec 04, 2011 Agustinus Wibowo rated it really liked it
Menguak sejarah kota-kota sepanjang Pantura yang dilewati Jalan Pos Daendels. Banyak fakta menarik tentang kota-kota itu, serupa kisah perjalanan dengan Jalan Pos sebagai benang merahnya.
Mahe
Mar 30, 2008 Mahe rated it really liked it
Bangsa kita memang bangsa pelupa. Buku ini mengingatkan kita lagi. Orang di dunia ribut-ribut soal holocaust. Kita ikut-ikutan. Lupa apa yg menimpa saudara di negeri sendiri...
Irwan Sukma
Aug 11, 2010 Irwan Sukma rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Muhammad
Dec 10, 2012 Muhammad rated it liked it
Shelves: my-library
Selayang Pandang

Herman Willem Daendels. Dia adalah salah satu nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang paling saya ingat sejak bersekolah di bangku SD. Kenapa? Tentu saja karena prestasi dan warisannya yang sangat fenomenal, yaitu jalan raya sepanjang 1.000 km yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. Apalagi jalan raya tersebut masih dapat kita telusuri saat ini dan secara tidak resmi dinamakan/dikenal sebagai Jalan Daendels. Tak heran jika Daendels adalah salah satu dari 71 Gubernur Jende
...more
htanzil
May 26, 2009 htanzil rated it liked it
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun dibawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendels (1762-1818). Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikann ...more
Endah
Oct 06, 2008 Endah rated it liked it
Telah satu windu lebih setiap hari saya melakoni perjalanan pergi pulang Jakarta-Puncak setiap hari. Ya, setiap hari, karena kantor saya terletak nun di negeri awan dengan selendang kabut yang melayang-layang di pagi hari : Puncak. Anda tentu tahu perkebunan teh yang membentang di kiri kanan Jalan Raya Puncak mulai dari desa Tugu Selatan dan berakhir di sekitar restoran Rindu Alam? Nah, di situlah saya ngantor setiap harinya. Enam hari dalam sepekan. Nama perkebunan itu adalah Gunung Mas yang me ...more
Kristal Pancarwengi
Mar 20, 2017 Kristal Pancarwengi rated it liked it
Setidaknya buku ini berhasil bikin saya rela menahan rasa dongkol ketika melintas Pantura yg kondisinya kian hari kian asdfghjkl itu. *Lalu tiba-tiba jd pengen balik lagi ke zaman SD dan menyanggah semua kuliah sejarah yg dikasih guru. Hahaha
Sulin
Mar 22, 2016 Sulin rated it it was amazing
"Dan bila telah menyangkut ideologi maka lenyaplah batas-batas ketatanegaraan, regional, internasional maupun nasional, karena dia hidup dalam benak pribadi perorangan."
-Pramoedya, hlm. 65-


Menceritakan tentang Jalan Raya Pos/Jalan Raya Daendels atau jalan yang melintangi pulau Jawa yang sekarang ini lebih akrab disebut Jalur Pantai Utara(Pantura). Layaknya milestones, Pram menceritakan kondisi daerah yang dilewati pembangunan jalan raya berukuran 7 meter itu. Masyarakatnya, sejarahnya, dan keada
...more
Windy hapsari
Jun 24, 2008 Windy hapsari rated it liked it
i've just finished to read this book. it was about the history behind the reconstruction and the making of long road crossing from Anyer to Panarukan, prior Indonesia independence. the writer also add the historical value for each city and town where this road spread over. it more like the notes from his trip, although he never went to the last city where this road ended. he also told a lot about the crime of colonizer. Governor Hermann William Daendels was the implementer of this project. his s ...more
erry
Aug 03, 2008 erry rated it liked it
buku hasil doorprize jelajah pulau onrust..
dari dulu sebenernya penasaran bgt sama buku2nya pak Pram. tapi blm sempet beli or minjem. eh, malah dapet gratisan..senangnya..

membaca jalan raya pos seperti membaca sebuah kisah perjalanan napak tilas jalan-jalan di pulau jawa. mulai dari banten di bagian barat jawa, jakarta, bogor, bandung, semarang, hingga surabaya dan bagian timur pulau jawa. baru tau klo ternyata jalan2 raya yg selama ini sering kita lewati dibangun dari penderitaan, darah, kering
...more
Tejo Bawono
Yak, buku ke-2 dari 12 target baca tahun ini. Padahal rencananya mau ngeberesin La Tahzan dulu.. Tapi yo weslah, yang sedikit aja yang diberesin duluan..hehe.

Secara garis besar buku ini, mengambil setting Jalan Raya Pos Daendels yang terkenal itu. Tema besarnya adalah reka ulang genosida yang dilakukan Daendels selama pembuatan jalan ini, karena itu bertebaran data-data sejarah dari halaman pertama sampai terakhir. Di tiap kota, juga dituliskan pengamatan dan pengalaman pribadi yang dialami Pra
...more
Lutfi Retno
Nov 07, 2007 Lutfi Retno rated it liked it
Shelves: sejarah
Isinya agak beda sama yang aku harapkan. Awalnya aku mikir ini buku sejarah tentang pembuatan Jalan Daendles. Ternyata engga sepenuhnya benar. Buku ini lebih banyak bercerita tentang kejadian sejarah di kota-kota yang dilewati sama jalan sepanjang 1.159 km ini. Juga pengalaman pribadi Pram saat datang ke kota-kota di sepanjang jalan ini. Ada banyak cerita mulai dari jaman VOC sampai Orde Baru yang sama sekali nggak ada hubungannya sama pembuatan jalan pos masuk ke sini. Buku ini menarik, sayang ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Gadis Kretek
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Madilog
  • Kitab Omong Kosong
  • Amba
  • Merahnya Merah
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia
  • Belenggu
  • Layar Terkembang
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

Share This Book



“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” 99 likes
More quotes…