Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Robohnya Surau Kami” as Want to Read:
Robohnya Surau Kami
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Robohnya Surau Kami

3.87 of 5 stars 3.87  ·  rating details  ·  1,981 ratings  ·  158 reviews
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, salin
...more
Paperback, 139 pages
Published 2006 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1986)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Robohnya Surau Kami, please sign up.

Be the first to ask a question about Robohnya Surau Kami

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
8th out of 479 books — 1,663 voters
9 dari Nadira by Leila S. ChudoriRobohnya Surau Kami by A.A. NavisSeribu Kunang-kunang di Manhattan by Umar KayamKarena Kita Tidak Kenal by Farida SusantyKereta Tidur by Avianti Armand
Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik
2nd out of 116 books — 177 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Jimmy
Ada seorang yang biasa dipanggil Kakek, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga surau sebuah desa. Sang Kakek sangat rajin beribadah, dan selalu ingat memukul beduk yang mengingatkan orang-orang desa untuk sembahyang. Dia menyerahkan hidupnya untuk Tuhan, sampai rela meninggalkan dan melupakan istri dan anaknya. Namun, hati si Kakek tiba-tiba gundah gulana setelah Ajo Sidi, yang terkenal sebagai pembual di desa itu, menceritakan sebuah kisah kepadanya. Saking gundahnya, akhirnya si Kakek memut ...more
Harun Harahap
Kesan tiap cerpen yang saya baca:

Robohnya Surau Kami: Dunia memang tempat sementara untuk menuju akhirat tapi Allah takkan menghidupkan manusia di dunia tanpa tujuan. Seimbangkanlah dunia dan akhirat, karena bukankah Allah telah berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...” [QS. al-Qashash (28) : 77]

Anak Kebanggaan: Tidaklah salah berangan-angan. Yang salah adalah tak me
...more
Glenn Ardi

Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerpen yang telah lama dianggap sebagai salah satu kumpulan cerpen terbaik Indonesia. Dalam karya ini saya melihat upaya penulis untuk mengkritik tajam kekolotan berpikir manusia Indonesia. Saya menemukan ada banyak sekali bentuk satir/sindiran terhadap konsep senioritas - entah itu dituangkan dalam jarak umur, jabatan, kewibawaan, ketakwaan, atau sekedar ketaatan buta pada nilai adat dalam masyarakat.

Melalui karya ini, saya melihat Navis mengkritik bagaimana
...more
Anita Shella Shufa
Buku yang menggugah, terlepas dari kontroversinya karena penggambaran Tuhan dan kehidupan alam akhirat. Buku ini bercerita tentang seorang kakek yang rajin ibadah, dari muda hingga usia yang ia jalani saat ini. Sampai suatu saat kemudian sang kakek bertemu dengan seorang pemuda yang menceritakan kisah tentang 'ahli ibadah' yang diceburkan ke neraka. Analogi yang dikisahkan sang pemuda itu 'menampar' hati sang kakek, membuatnya meragu akan benar salah yang dilakukannya.

"Kau kenal padaku, bukan? S
...more
Petronela
Robohnya Surau Kami termasuk kumcer yang sukses gue baca dalam waktu singkat, bukan karena isinya terlalu ringan juga, malah sebaliknya, lebih padat dan berisi ketimbang kumcer lain yang pernah gue baca. Tapi nggak terlalu berat kok walau labelnya sastra. Seluruh cerpen di buku ini menggunakan kota/daerah di Sumatra Barat sebagai setting, misal Padang dan Kayutanam. Juga adat Minangkabau yang kental di dalamnya.

Penulisannya rapi dan tidak membosankan walau mayoritas percakapannya memang masih m
...more
Hawari
Saya dikasih buku ini oleh kakak sepupu. Awalnya males banget baca buku ini, karena saya ingat bapak saya pernah bercerita mengenai buku ini dan nggak tahu kenapa saya merasa males aja sama hal-hal yang berbau jadul hehehe. Tapi setelah mulai baca kumpulan cerpen ini, saya pun sadar bahwa ini bukanlah buku biasa.

Cerpen-cerpen yang ada di dalamnya mengejutkan bagi saya, plotnya banyak yang unik dan tidak terduga. Beberapa cerita bahkan meninggalkan saya dalam kekagetan, perasaan terguncang, dan
...more
Eka Ha
ketika saya selesai membaca cerpen sosio-religi yang sangat terkenal ini, saya menyimpulkan bahwa A.A Navis tidak sekedar ingin menceritakan tentang sebuah surau yang roboh karena ditinggal mati bunuh diri oleh pak tua, marbot yang menjaganya gara2 termakan bualan Ajo sidi tentang nasib orang 2 yang salah mempersepsikan makna ibadah di akhirat kelak.
lebih dari itu, penulis yang karya sastranya tidak lekang oleh waktu itu ingin menyampaikan hal lain yang lebih penting lewat cerpen yang judulnya m
...more
Ra
Kumpulan cerpen ini sudah lama sekali saya baca. Yaitu pada zaman SD.Itu pun karena si pengarang buku, bapak A.A Navis (almarhum) rumahnya nggak jauh dari rumah saya. Jadi setiap orang kenal dia, dan bukunya tergeletak begitu saja dirumah. Maka 'Saya kecil' pun mulai membaca bukunya ini.

Tentang cerpen ini.. yang paling melekat diingatan saya sampai sekarang, meski samar-samar, tentang percakapan seorang bapak haji yang kerjanya beribadah dengan tuhan. Tapi, .... meski dia rajin beribadah, dia ng
...more
Hesa Kaswanda
Saat melihat buku A.A. Navis yang satu ini di toko buku, tentu saya segera menghentikan langkah dan menyempatkan melihat-lihat. Sudah lama tahu, tapi baru ada keinginan baca saat itu. Satu hal yang saya dapat simpulkan dari A.A. Navis, ia sangat menyukai kejutan. Dari sekian cerpen dalam kumcernya kali ini, yang dapat saya temukan adalah kejutan di setiap cerpennya. Pesan moralnya sungguh dalam. Saking dalamnya, saya harus mengulang membaca dua-tiga kali di beberapa bagian cerpennya. Menyenangka ...more
Darnia
Iyah..gw tau kalo gw telat banget baca buku satu ini. Tapi ini emang karya sastra Indonesia yang luar biasa. Wikipedia bilang ini masuk karya sosio-religi, tapi buat gw it's more than that. Gak tau kenapa, dari 10 cerita pendek yang dirangkum dalam 1 buku tersebut, ada beberapa cerita yang buat gw memorable banget.

Kayak kisah pertama, yang judulnya sama kayak judul anthologi ini.Tentang seorang kakek penjaga masjid yang depresi setelah mendengar kisah tentang orang beriman dari tukang cerita. K
...more
arashi
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat
...more
M. Rajab Al-mukarrom
baru kali pertamanya baca kumpulan cerpen A.A. Navis yang telah melegenda.
kumpulan cerpen ini punya kekuatan tersendiri yang tidak hanya memberikan hiburan tapi juga pencerahan dalam tiap cerpen-cerpennya. hampir seluruh cerpen yang ada dalam buku ini saya sukai. karena nilai kesusastraannya juga tinggi menjadikan kumpulan cerpen ini terasa 'mahal'.

cerpen-cerpen terbaik dalam buku ini menurut saya:

#1. Robohnya Surau Kami
#2. Anak Kebanggaan
#3. Nasihat-nasihat
#4. Datangnya dan Perginya
#5. Pada Pem
...more
Jusmalia Oktaviani
Telah lama membaca kumpulan cerpen ini, namun beberapa kisahnya masih melekat hingga kini. Banyak sindiran-sindiran yang menggelitik moralitas kita. Salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah saya baca.
Rully Resa
Saya tidak gemar baca cerpen, karena memang selain awalnya tidak begitu tertarik, referensi buku kumpulan cerpen yang saya ketahui sangat terbatas. Sebenarnya ketika membeli buku Robohnya Surau kami karya AA Navis saya terkecoh, tidak menyangka kalau buku ini sebuah kumpulan cerpen. Saat ini saya sedang keranjingan sastra Indonesia. Konflik antara kubu Lekra dan Menikebu sungguh menarik perhatian saya. Nama AA Navis sering disebut-sebut dalam sejarah sastra indonesia, saya jadi penasaran. Akhirn ...more
Esti Sulistyawan
Cuplikan dialog antara Tuhan dan Haji Saleh berikut ini merupakan pesan moral yang ingin disampaikan melalui cerita pendek ini:
"....kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tid
...more
Aesna
Saya akan selalu ingat bagaimana soal bahasa Indonesia saya selalu begini:

"Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. ...."

(A.A. Navis, Robohnya Surau Kam
...more
Lailaturrahmi
Cerita-ceritanya penuh kejutan dan terasa mengena sekali oleh saya yang lahir dan besar di ranah Minang. Membaca setiap cerpen yang terkandung dalam buku ini membuat saya terhenti sejenak, merenungkan pesan moral yang tersirat di dalamnya.
Beberapa karakter utama dalam cerita digambarkan sebagai orang yang rajin beribadah. Beberapa lainnya sebagai orang yang baik budi dan penyabar. Ada pula yang senang berbagi nasihat. Ada lagi yang bernasib malang. Pada akhirnya, masing-masing tokoh mengalami s
...more
Steven Sitongan
Buku karangan A.A.Navis ini betul-betul sebuah harta karun di sebuah perpustakaan. Buku lawas ini sudah amat jarang terlihat di toko buku. Terakhir diterbitkan GPU tahun 2006. Dari ke 10 cerita pendek yang ada, semuanya layak dibaca bagi Anda yang ingin mengenal karya sastra Indonesia atau penulis yang ingin belajar cerpen salah satu penulis kawakan Indonesia.

A.A. Navis lewat kumcer ini ingin mengajak pembaca mengikuti jamannya. Bahasanya sederhana namun pilihan kata yang kuat membuat pembaca de
...more
Farrahnanda Farrahnanda
Dulu baca pas SMA dan udah lupa isinya kayak apa o|--< seinget saya lumayan sih ceritanya **enggak guna komenmu, Far**
Yogi Saputro
Legendaris dan klasik. Itulah yang bisa dikatakan untuk karya kumpulan cerpen ini. Bahasa A.A Navis terasa indah sekaligus membumi. Menohok langsung pada sendi kehidupan. Saya bukan tipe yang sangat memahami pemaknaan cerpen hingga tersirat. Sebagian judul nampaknya lebih banyak memberikan makna tersirat. Misalnya dalam cerpen "Robohnya Surau Kami" sendiri. Maknanya begitu dalam sehingga pembahasan dan diskusi tampaknya terus berlangsung dari dulu hingga sekarang.

Kesimpulannya, buku ini cukup ok
...more
Ainouna Sa'ansa
Buku ini bercerita tentang seorang kakek tua yang ahli ibadah dan tinggal di sebuah surau yang hampir roboh. Kakek itu disamping terkenal sebagai ahli ibadah, ia juga adalah seorang pengasah pisau. Tetangganya sering meminta bantuan kepadanya untuk mengasah pisau dan ikhlas di beri upah apapun.

Kakek tua itu tinggal sebatang kara di surau tersebut. Padahal surau itu hampir roboh, mungkin karena kesalehan dan keikhlasannya itu yang membuat surau itu masih tegak berdiri.

Suatu hari, ada seorang yang
...more
Alif
Mar 24, 2011 Alif rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: facebook
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ema Nisa
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ian Ninda
ROBOHNYA SURAU KAMI is novels that tell the stories of religious. inside there are many short stories, namely:Robohnya Surau kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin Dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa Ke Masa. in the story "ROBOHNYA SURAU KAMI" the author told the story of the tragic death of a grandfather guard surau (small mosque) in the hometown of the main character's short stories. He(the grandfather), di ...more
Annisa Lazuardi
Robohnya surau kami menjadi bahan kajian dalam tugas tambahan saya karena nilai pada tugas saya terdahulu mendapat hasil C+.

Nama : Annisa Lazuardi R
NIM : 115110301111010
Robohnya Surau Kami
Cerpen “Robohnya Surau Kami” menggunakan gaya pencerita keakuan. Pencerita keakuan adalah tokoh dalam ceritanya tetapi tidak selalu tokoh utama. Dalam cerpen ini tokoh “aku” adalah yang bercerita dan tokoh ‘Kakek’ adalah tokoh utamanya. Tokoh “aku” bercerita tentang tokoh ‘Kakek’ yang sehari-harinya menunggui
...more
Faris
Judul : RobohnyaSurau Kami
Penulis : A.A. Navis
Penerbit : GM (GramediaPustakaUtama)
Tanggalterbit : November-1996
Jumlah halaman : 148 halaman

Jalan cerita dalam cerpen ini sangat menggantung. Dalam cerpen ini menggambarkan sikap ketidakpedulian dan tanggungjawab ata sapa yang telah diperbuat. Ketika seorang mengaku beriman kepada Allah. Tetapi iman itu telah diruntuhkan oleh setan - setan. Sehingga membuat kakek memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Meskipun begitu, kakek telah melakukan dosa
...more
Abdul Wahid Muhaemin
Rasanya memang tepat jika kumpulan cerpen yg terhimpun dlm buku ini di beri judul "Robohnya Surau Kami", menimbang isi yg diangkatnya akan senantiasa menjadi topik hangat, walau zaman terus berubah tanpa ada yg dapat menghentikan arusnya, namum beberapa kronik peristiwa tidak bisa tidak hadir sebagai suatu kemutlakan kritis yg akan selalu ada.
Michiyo 'jia' Fujiwara
Menceritakan tentang sebuah Surau yang terbengkalai dan nyaris roboh di sebuah kampung karena Kakek, seorang Garin (Penjaga Surau) telah meninggal dunia..

Semua bermula dari kelakar Ajo Sidi, ia menceritakan dongeng tentang Haji Soleh yang berdialog dengan Tuhan..Haji Soleh yang ketika ia hidup didunia selalu rajin beribadah tapi itu tak cukup mengantarkannya masuk surga..(dialog yang sunggup menarik terlalu sayang untuk diceritakan disini), intinya hidup didunia jangan mementingkan diri sendiri
...more
Anis Arafah
Kalau gak salah ingat, ini buku kumpulan cerpen. Jaman putih biru, bukan abu-abu. Yang satu ini masih inget banget bacanya bolak-balik terus, sampai sekarang pun lupa gimana cerita terakhirnya.

Overall, cukup recommended untuk yang ingin memetik banyak hikmah.
Sirot Fajar
Awalnya saya mengira buku ini novel, karena terkenal banget. Ternyata kumpulan cerpen. Belum sempat baca semua, cuma baya "Robohnya surau kami" saja. setidaknya makin menyadarkan bahwa selain ibadah kepada Allah, kita juga harus berbuat baik kepada sesama..
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
menjadi apakah kita nanti? 1 38 Jul 13, 2008 09:43AM  
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Harimau! Harimau!
  • Burung-Burung Manyar
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Atheis
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Salah Asuhan
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Olenka
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Canting
688294
Ali Akbar Navis was a journalist and potential writer. He was a full time writer for Sripo and writes so many stories.

His famous books was “Robohnya Surau Kami” which became a monumental work for Indonesian literature. His last work is "Simarandang" a social-culture journal which been published on April 2003.

A.A. Navis passed away at age 79.
More about A.A. Navis...
Bertanya Kerbau pada Pedati: Kumpulan Cerpen Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis Saraswati: Si Gadis Dalam Sunyi Kemarau Jodoh: Kumpulan Cerpen

Share This Book