Bor: Esai-Esai Budaya
by
Putu Wijaya
Essays on art issues in Indonesia.
Hardcover, 349 pages
Published
1999
by Yayasan Bentang Budaya
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-22
of
22)
Mengarang adalah Berjuang
Oleh Putu Wijaya
Pendahuluan
Menulis buat saya adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bertahun-tahun saya belajar dari tulisan orang lain yang saya kagumi. Saya kagum pada cerita-cerita Pramudya. Ia terasa kokoh. Bahasanya mengalir, lancar, kaya dengan ungkapan-ungkapan yang baru. Kemudian Toha Mohtar menuntun saya pada kesederhanaan dan kejujuran. Trisnoyuwono mengajarkan saya keberanian untuk menelanjangi diri sendiri. Sementara Rijono Pratikto membuat saya menyadari betapa...more
Oleh Putu Wijaya
Pendahuluan
Menulis buat saya adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bertahun-tahun saya belajar dari tulisan orang lain yang saya kagumi. Saya kagum pada cerita-cerita Pramudya. Ia terasa kokoh. Bahasanya mengalir, lancar, kaya dengan ungkapan-ungkapan yang baru. Kemudian Toha Mohtar menuntun saya pada kesederhanaan dan kejujuran. Trisnoyuwono mengajarkan saya keberanian untuk menelanjangi diri sendiri. Sementara Rijono Pratikto membuat saya menyadari betapa...more
Jan 21, 2013
Christine Linardi
marked it as to-read
Jan 06, 2013
Miyu Kazukhi
marked it as to-read
Nov 06, 2012
Arya Wibawa
marked it as to-read
Mar 17, 2012
I Komang Gde Subagia
marked it as to-read
Feb 07, 2012
Rina Tri
added it
Sep 19, 2011
Wahyudi
added it
Jul 15, 2010
Nopita Mertha
added it
Jul 15, 2010
Ufuk
added it
Oct 19, 2009
Nur Asiah
added it
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Putu Wijaya, whose real name is I Gusti Ngurah Putu Wijaya, is an Indonesian author who was born in Bali on 11 April 1944. He was the youngest of eight siblings (three of them from a different father). He lived in a large housing complex with around 200 people who were all members of the same extended family, and were accustomed to reading. His father, I Gusti Ngurah Raka, was hoping for Putu to b...more
More about Putu Wijaya...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »

Loading...
view 1 comment

















