by
3.81 of 5 stars
Diangkat dari salah satu kisah nyata paling mengharukan, dirulis kembali dari salah satu film terbaik sepanjang masa. read full description

reviews

Jan 14, 2009
“Dia mencintai anak-anak, Ryan. Bukan! Bukan karena mereka terlihat menggemaskan, tetapi karena menyadari janji kehidupan yang lebih baik selalu tergenggam di tangan anak-anak..“ (Hal 234)

Bang Darwis kembali memakai anak-anak sebagai tokoh utama. Kali ini bernama Melati, yang secara fisik aku bayangkan tak jauh daripada Delisa. Namun, karena kecelakaan kecil disaat liburan pada usia tiga tahun, Melati harus menjadi buta, tuli dan bisu. Persis yang dialami Hellen Keller pada usia 2 ta More...
0 comments like (3 people liked it)
Sep 30, 2007
Maya Sari rated it: 5 of 5 stars
Ini buku kedua Tere Liye yang saya baca. Pengen bikin review yang panjang =)

Ada banyak tokoh di dalam cerita ini:
Ada Bunda, yang begitu anggun, lemah, namun sekaligus juga tegar,
Ada Tuan HK (kira-kira HK itu singkatan dari apa ya??), suami Bunda yang merupakan seorang pekerja ulet, dan sangat sayang pada keluarganya,
Ada Ibu-Ibu Gendut (kira-kira namanya siapa ya? ), yang baiiiik banget !!,
Ada Salamah, yang slalu membuat ’rame’ suasana dengan kepolosan dan kep More...
0 comments like (2 people liked it)
Dec 03, 2008
Liliyah rated it: 4 of 5 stars
Melati, gadis kecil yang hampir "sempurna" terputus dari dunia karena cacat fisiknya : buta, tuli dan hampir bisu maka hanya HITAM-GELAP dunia yg dikenalnya. Melati tak pernah mengerti apa itu bunyi, apa itu cahaya bahkan tak pernah tahu apa arti "Bunda"?. semua aktivitas yg dilakukannya hanya berdasarkan insting, hampir seperti hewan yg belajar mengenal lingkungannya. Perjuangan Bunda bersama Karang (Pak guru) nyaris menguras habis kesabaran, ketabahan demi membawa Melati ke More...
0 comments like (2 people liked it)
Jun 11, 2008
Ririn rated it: 3 of 5 stars
belom baca...kayaknya enak...
ada jual di gramedia gak ya?

udah baca...
buku ni gak sebagus Hafalan Shalat Delisa emang, tp tetep ada hikmah yang bisa dipetik...
"Semua yang tercipta ini adalah adil, walaupun belum tentu kita dapat melihat bukti dari keadilan itu"
Ngeliat Melati, jadi ngerasa diri ini jadi rendah banget. Melati yg buta dan tuli(sekaligus bisu) bisa ngucapin kata-kata itu "Moga Bunda disayang Allah" (tentunya dengan cara dia berb More...
0 comments like (1 person liked it)
Jul 24, 2011
A_jeng rated it: 4 of 5 stars
sebuah novel yang memberi pelajaran hidup bahwa sebagai apapun dirimu dalam hidupmu kau dapat menjadi lebih dari keadaan sekarang yang telah kau capai...novel yang memberi pesan moral bahwa kita harus lebih dan lebih bersyukur atas apa yang telah kita miliki dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ini.....
melati seorang anak yang berumur 6 tahun memiliki keterbatasan fisik, dia buta tuli serta bisu. kejadia 3 tahun yang lalu saat liburan keluarga saat dia masih berumur 3 tahu More...
Apr 03, 2011
Arif added it
KELEBIHAN : ceritanya menyentuh hati, kita menjadi termotivasi untuk tak berputus asa, mensyukuri semua yang allah berikan kepada kita, diambil dari kisah nyata, judul dan sampulnya menarik, endingnya bagus.

KEKURANGAN : bahasanya terkadang sulit dimengerti karena novel terjemahan,


Melati adalah anak yang berumur 6 tahun, dia mempunyai kelemahan fisik yaitu buta,tuli,bisu dan tidak mengetahui apa-apa,. tetapi ia memiliki ibu yang sangat sabar.Ibunya merawat Melati d More...
Sep 13, 2009
Isnaini rated it: 5 of 5 stars
Subhanallah...
mantap,,,mantap,,,
buku kedua tere liye yang saya baca,,dan lagi-lagi mampu menggetarkan hati...
5 jam saya slese membaca kisahnya,,,
Sebuah kisah yang terilhami dari cerita Helen Keller. Melati-seorang gadis kecil yang bisu dan tuli berumur 6 tahun,,Karang-seorang pemuda yatim piatu yang dianugrahi kemampuan untuk bisa merasakan pikiran dan perasaan anak-anak.
Hampa, kosong, gelap,,itulah yang dirasakan Melati. Tidak ada akses yang bisa dilakukan Melati untuk More...
Jan 06, 2011
Dwi Suci rated it: 3 of 5 stars
Moga Bunda Disayang Allah.............Baaa.......Maaaaa.........Melati hanya bisa melihat Gelap, Hening, Sunyi.......


Buku ini bercerita tentang perjuangan seorang Bunda (Nyonya HK)demi melihat anaknya (Melati) yang buta, tuli, dan (otomatis) bisu. Bunda ingin bisa mengenali lingkungan sekitarnya. Bunda mengerti bahwa itu sulit tapi, Dia sangat yakin bahwa KebesaranNYa pasti datang, karena Dia Maha Adil. Keinginan Bunda hanya sederhana saja, Bunda ingin Melati mengenal Ayah Bunda d More...
Oct 13, 2009
Azia rated it: 5 of 5 stars
Apa yang kau rasakan ketika terjaga dari tidur mendapati keadaan sekitar hitam kelam dan sunyi? Tak ada cahaya. Dan tak ada suara. Panik? Takut? Jengkel? Sesak? Atau marah? Bagi Melati, gadis kecil berusia 6 tahun, dia telah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Sepanjang waktu yang dia jumpai hanya hitam, kosong dan sunyi. Hati ibu mana yang tak sedih melihat anak semata wayang mereka, buta, tuli, dan bisu.

Bunda tak putus-putusnya berdoa dan berusaha. Dokter-dokter ahli telah didata More...
0 comments like (2 people liked it)
Feb 09, 2012
Lya rated it: 4 of 5 stars
Wow,
ini adalah buku pertama dari Tere Liye (Darwis) yang saya baca. Itupun karena rekomendasi seorang teman yang juga kesengsem sama buku+sinetron di SCT* yang diangkat dari novel beliau ini (yang awalnya saya kira perempuan, maaf :D).

Penokohannya per karakter benar-benar terasa! That's two thumbs up! Sepertinya beliau memang pendongeng seperti Karang. Suddenly I love that name.
Pemilihan nama per karakter sangat cocok. Keputusan untuk tetap tidak me"reveal" n More...
0 comments like (1 person liked it)
Dec 10, 2011
Kusogaki rated it: 3 of 5 stars
Buku kedua Tere Liye yg kubaca.

Setelah membaca beberapa judul dari buku ini, aku merasa pernah membaca, atau lebih tepatnya mendengar cerita dengan aliran cerita yg sama. Tokoh utamanya juga seorang gadis kecil yg buta dan tuli (yg menjadikannya sekaligus bisu).

"Wah.. Ini masak sih meniru karya orang?.." begitu pikirku pertamanya. Sambil berpikir seperti itu aku teruskan membacanya. Makin ke akhir cerita makin kuat aja pikiranku tadi.

Eh... Ternyata di a More...
Jun 30, 2009
Rika rated it: 2 of 5 stars
Melati adalah bocah kecil berusia 6 tahun, anak tunggal sepasang suami istri, Bunda dan Tuan HK, yang cukup dilimpahi materi. Kelahiran Melati sangatlah diidam-idamkan setelah bertahun-tahun pernikahan Bunda tak jua dikaruniai anak. Malangnya, pada usia 3 tahun Melati mengalami kecelakaan yang membuatnya menjadi buta dan tuli, otomatis tak bisa bicara pula. Sejak saat itu tertutuplah semua akses Melati untuk melihat dunia di sekitarnya, membuat Melati tumbuh menjadi bocah dengan segudang amarah, More...
May 13, 2010
Monica rated it: 3 of 5 stars
Sulit bagiku untuk berpendapat secara objektif mengenai buku ini karena pernah mendapatkan ‘gambaran’ sempurna Hellen Keller dalam sebuah adegan teater dari komik Topeng Kaca. Di komik itu Maya berperan lebih unggul daripada Ayumi pesaingnya.

Sama seperti komikus Topeng Kaca, Tere Liye juga terinspirasi kisah nyata Hellen Keller - seorang anak kecil bisu tuli dan mengolahnya dengan setting dan dalam kacamata kehidupan Indonesia. Setting seperti ini membuat pembaca Indonesia menjadi le More...
Mar 05, 2010
Ratna rated it: 5 of 5 stars
pertama baca buku ini sih bingung dan agak pusing..

baca jadi tersendat - sendat,,

tapi pas udah nyampe tengah dan semua tokoh udah ketemu..

buku ini bener2 menampakkan kekerenannya !!!!!

keren...gak pernah terfikirkan aja gituh...

melati, buta, tuli...bener, bagaimana bisa dia merasakan kehidupan ? bagaimana bisa dia mengenali seluruh dunia? bagaimana mungkin dia bisa makan dengan sendok dengan baik dan duduk dikursi dengan rapi ?

More...
Jan 20, 2010
Ary rated it: 3 of 5 stars
Ini novel ketiga Tere-Liye yang kubaca tiga hari berturut-turut. Rasanya anti klimaks setelah membaca BBS dan HSD. Entahlah, padahal di sini tak ada suara-suara Tere yang menyelaku dalam membaca. Mungkin karena ada beberapa hal yang tidak klik dengan pengalaman pribadiku dan hasil bacaanku selama ini. Aku jadi protes di beberapa tempat, contohnya, "Aku seusia Bunda HK, tapi nggak bakalan deh manggil pemuda 27 tahun dengan sebutan 'anakku'" atau "aku nggak suka tokoh Karang, nggak More...
Nov 08, 2009
Ahmad rated it: 3 of 5 stars
Tere Liye sekali lagi mengangkat tema anak-anak yang mengharukan dan diambil dari kisah nyata. Jika di "Hafalan Shalat Delisa" Tere Liye berhasil menguras air mata pembaca dengan kisah anak korban tsunami, di sini Tere Liye berupaya mengulangnya lagi dari kisah nyata yang disadurnya dari buku dan film yang baginya sangat menginspirasi. Bocah kecil yang mendadak kehilangan penglihatan dan pendengarannya, tapi kemudian berhasil diberikan nikmat yang luar biasa dari Tuhan untuk dapat meli More...
Sep 17, 2010
Chaniago rated it: 3 of 5 stars
Moga Bunda Disayang Allah memberikan pemahaman kepada saya tentang makna lain dari kesetiaan. Kesetian bukanlah pasrah. Kesetiaan bukanlah diam tanpa usaha. Tapi kesetiaan adalah ketika kita merasa cukup dengan apa yang dimiliki, terus berusaha untuk berbuat baik dengan tulus ikhlas dan selalu berbagi manfaat dengan sesama.

Moga Bunda Disayang Allah mengingatkan saya pada suatu pepatah:

"Ahaoka bi iti, bi iti pounama". Artinya kecil tapi bermakna.

Semo More...
Nov 23, 2010
Khoridah rated it: 4 of 5 stars
Tetap sarat makna dan pelajaran! itulah yang dapat kuambil dari 2 buku tere liye yang telah kubaca... buku ini benar-benar bagus. banyak hal yang berkesan... bagaimana perjuangan melati untuk bisa belajar, bagaimana perjuangan karang untuk keluar dari masa lalunya dan berhenti menyalahkan diri sendiri dengan menangani melati, bagaimana kesabaran bunda dan pengaharapan bunda yang tak pernah putus.. semuanya memberiku kesan mendalam.. bahwa sungguh Tuhan Maha Adil.. hanya kita yang bebal, tak pern More...
Jan 10, 2010
Indrew rated it: 5 of 5 stars
Buku yang diadaptasi dari kisah nyata...

gadis kecil buta, tuli dan bisu...mencari hakikat hidup dan cara mengenal dunia...

Astagfirullah, saya yang diberi semua kelengkapan dalam indera dan kelebihan dalam berfikir...

tetapi masih sering mengingkari nikmat-Nya.

buku yang menampar saya, membuat saya menangis..memohon ampun...
telah mempertanyakan keadilan-Nya...

belajar merasa cukup....
mengutip kata2 penulis...

"ke More...
0 comments like (1 person liked it)
May 29, 2009
Siska rated it: 3 of 5 stars
Ini juga buku yang menguras air mata... terutama ketika mengingat bahwa kita kerap tak sadar akan keadilan-Nya...tidaklah beban itu diciptakan melainkan manusia diberi kekuatan untuk memikulnya...
Hmm... betapa sering keluhan2 yang terlontar tanpa sadar itu menyiratkan ketidaktahuan kita bahwa ada hikmah yang belum kita temukan di baliknya...Musibah, cobaan, segala kekurangan... memang sudah didisain Yang Maha Kuasa agar kita semakin dekat pada-Nya..(kalau lulus dan sabar menghadapi ujianny More...
Jun 13, 2009
Aina Dayana rated it: 3 of 5 stars
Moga Bonda Disayang Allah menceritakan tentang kisah seorang anak muda yang hidup dengan rasa kesal dan bersalah kerana menyebabkan kematian 18 anak didiknya tiga tahun lalu. Karang, berubah menjadi seorang yang pemabuk, meninggalkan solat, menjadi pemarah dan bersikap sinis kepada semua orang. Ibu angkatnya tidak putus-putus berdoa supaya dia berubah menjadi baik seperti dahulu.

Dalam masa yang sama, ada sebuah keluarga, si ibunya mengharapkan pertolongan Karang untuk mengajar anakny More...
Feb 03, 2008
Ksatria Ungu rated it: 5 of 5 stars
Novel ini menceritakan seorang anak bernama Melati bocah berusia 6 tahun yang buta dan tuli sejak dia berusia 3 tahun. Selama 3 tahun ini dunia melati gelap. Dia tidak memiliki akses untuk bisa mengenal dunia dan seisinya. Mata, telinga dan semua tertutup baginya. Melati tidak pernah mendapatkan cara untuk mengenal apa yang ingin dikenalnya. Akibatnya Melati menjadi frustasi, sering mengamuk, dan acap sulit dikendalikan.

Orang tua Melati adalah orang kaya. Tim dokter ahli sudah didata More...
Aug 09, 2007
Unai rated it: 2 of 5 stars
Ini adalah Novel kedua Tere-Liye, setelah sukses dengan novel pertamanya yang berjudul Hafalan Shalat Delisa yang mengharu biru dan menguras energi spiritual. Kembali Tere Liye mengusung cerita beraroma religi. Namun berbeda dengan judul yang kental unsur religinya, Tere menyajikan cerita dengan sangat akrab, sehingga novel ini mampu menginspirasi dan memberikan memotivasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah hal yang patut disesali karena dunia dan seisinya tidaklah terputus hanya karena kete More...
Jan 04, 2012
Echy rated it: 5 of 5 stars
Bang tere lagi-lagi menghadirkan tokoh utama anak-anak.
kecintaan pada anak-anak, perhatian pada anak-anak.

tapi yang paling saya dapat dari Novel ini adalah : ttg makna keadilan. keadilan dari Sang Khalik, Yang MahaAdil.
kita sering sekali salah menilai keadilan itu. kebanyakan dari kita, meanggap bahwa keadilan itu hidup nyaman, tubuh sempurna tak cacat satu apapun, harta berlimpah.
tapi lihatlah Melati, anak orang kaya, hidup dalam kenyamanan tingkat super. Tapi hidupn More...
May 23, 2011
Fikri rated it: 5 of 5 stars
Buku ini menarik sekali, menceritakan seorang yang buta, tuli, bisu sejak lahir. Seakan dunia adalah segala kegelapan yang ada.

Saya sangat terharu sekali membaca buku ini. Cerita bagaimana perjuangan sang gadis kecil akhirnya bisa melihat dunia dengan cara yang tak lazim dimiliki oleh manusia kebanyakan.

Allah tetap memberikan karunia dan kasih sayang kepada setiap hambanya walau terkadang manusia memandangnya sebagai sebuah musibah. Tapi Allah tahu mana yang terbaik untuk ha
May 13, 2010
Uci rated it: 3 of 5 stars
Anne Sulivan Indonesia hadir dalam tokoh Karang. Karena sudah nonton filmnya duluan sebelum baca buku ini jadi sudah bisa menebak akhir ceritanya. Tidak sabaran pengen tau akhirnya, meskipun sedikit agak terganggu dengan tanda kurung dan bahasa melayu yang menyelip diantara kalimat-kalimat yang ada.
Ingin tahu akhirnya hanya untuk menjawab satu pertanyaan "Aapakah akhirnya sama dengan filmnya atau tidak? Ternyata ........... (boleh diteruskan sendiri, sesuai dengan pendapat masing-mas
Jan 04, 2010
Tenink rated it: 4 of 5 stars
Tokoh Karang emosi nya kuat sekali...
Karang dan Melati pada dasarnya mereka menghadapi masalah yang sama.

Satu hal yang pasti : segala sesuatu nya akan menjadi mudah kala Allah telah menunjukan jalanNya... dan tentu itu bukanlah suatu perkara yang sulit bagiNya apabila Dia menhendakiNya...

Seperti hal nya saat Melati mulai mengerti apa arti "air" ketika telapak tangannya menyentuh percikan air mancur dan hujan, dan pada saat yang sama Karang mulai memahami b More...
0 comments like (1 person liked it)
Feb 22, 2010
Kartika rated it: 2 of 5 stars
Hidup itu berputar, kadang di bawah dengan semua susahnya, tangisnya, dukanya. Tapi terkadang juga di atas dengan senangnya, tawanya, bahagianya. Dan semua itu sudah diatur oleh-Nya, yang terkadang datang lewat orang lain, kejadian tertentu, ataupun hanya dengan memahami. Memahami orang lain pada akhirnya juga akan membawa pencerahan untuk diri sendiri, bahwa pembelajaran itu akhirnya akan menjadi 2 arah, dan masing2 akan mendapat kebaikannya.
Nov 26, 2011
Dewi added it
Novel ini mengajarkan kita tentang kesabaran. Kesabaran menuju kebahagiaan. Bunda yang dengan sabar 'menyerahkan' anaknya, Melati pada seorang pemuda yang ia percaya bisa mengajari Melati untuk mengenal dunianya. Melati yang tuli dan buta diajari oleh Karang, seorang pemuda yang sudah terbiasa bercengkrama dengan anak-anak. Ia adalah seorang pendogeng yang baik. Cerita-ceritanya selalu memotivasi anak-anak.
Jun 07, 2011
Azzahro rated it: 3 of 5 stars
saya dulu beli buku ini untuk ulang tahun ibu saya, karena judulnya bagus...saya sendiri waktu itu membacanya sewaktu masih SMA, dan kisahnya ternyata mirip cerita Hellen Keller (emang diceritakan kembali dalam versi yang berbeda, begitu..) dan waktu itu Ibu saya bekerja di NGO (Non Government Organization) yang namanya Hellen Keller International...

jadi cukup berkesan waktu beliin buku ini.. hehe..