Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Aku Ini Binatang Jalang” as Want to Read:
Aku Ini Binatang Jalang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Aku Ini Binatang Jalang

4.06  ·  Rating Details ·  2,396 Ratings  ·  172 Reviews
Koleksi Sajak 1942-1949

Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus, sedangkan sebagian lagi kita jumpai dalam Tiga Menguak Takdir dan Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Akan tetapi, sajak-sajak yang terdapat dalam pelbagai buku itu sekarang di
...more
Paperback, 111 pages
Published September 2002 by PT. Gramedia Pustaka Utama (first published 1986)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Johan Radzi
Jan 07, 2013 Johan Radzi rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya boleh kata Chairil Anwar adalah salah seorang penyajak yang saya kagumi disamping beberapa penyair-penulis lain seperti Pak Samad, Faisal Tehrani, dan juga W.S. Rendra. Tetapi Chairil lebih menyengat berbanding Pak Samad dan F.Tehrani yang lebih suka berlembut dan mengajuk, malah puisi-puisi Chairil tajam dan keras, sepersis sebuah pedang yang menusuk jantung kita sebagai pembaca.

Beberapa sajak yang menggugah rasa. Masjid. Doa. Aku. Krawang-Bekasi. Sia-sia. Persetujuan dengan Bung Karno. Ke
...more
Arief Bakhtiar D.
CH. ANWAR

HAZIL Tanzil pernah menuliskan cerita saat Chairil Anwar beraksi di depan murid-murid Taman Siswa. Saat itu Chairil berkata, "Kalau penyair dari Pujangga Baru jatuh cinta, maka yang dilakukannya ialah membuat sajak tentang bunga mawar; kalau kami jatuh cinta, maka kami ajak si gadis ke restoran Baltic minum es krim!"

Bagi saya Chairil tak sekedar bermaksud bergurau. Kata-katanya adalah olok-olok untuk Pujangga Baru: yang ia inginkan adalah suatu kesegaran. Pada angkatan sesudah perang, k
...more
Irwan
Jan 21, 2013 Irwan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: finished, favorites, 2013
Bertahun berlalu sudah
Sejak usai bangku sekolah
Tinggal terbayang kau itu binatang jalang
Terbuang meradang menyair-bangkang

Kini mata kanakku telah terberai
Nyatalah kau seorang perajin piawai
Kekatamu menendang membuai
Padamu sejuta tabikku terjuntai
Nabilah Firdaus
Dec 26, 2015 Nabilah Firdaus rated it really liked it
Honestly, I dont know how to review poems. Especially from a legend.

In need to re-read.
Nozqa
Aug 01, 2007 Nozqa rated it it was amazing
ini buku literatur sastra Indonesia terbaik kalau hendak menulis puisi. membacanya saya jadi teringat dialog Nini (nama panggilan Chairil) dengan Gajah (nama panggilan Chairil untuk Hapsah, istrinya), begini:
"Gajah, kalau umurku panjang, aku akan jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.
"Ah, kalau umurmu panjang, kamu bakal masuk penjara," jawab istrinya.
"Tapi kalau umurku ditakdirkan pendek, anak-anak sekolah akan berziarah ke kuburku menabur bunga," demikian kata Chairil.
dan sesungguh
...more
Zaenul
Dec 31, 2008 Zaenul rated it really liked it
Seperti nasihat Umar Bin Khattab r.a. di zaman Sahabat, "Ajarilah anak-anakmu sastra, agar anak penakut jadi pemberani". Mengagumkan, Chairil sangat ahli dalam memilih dan mengatur ritme setiap kata. Dirangkai jadi tema yang mengalir deras, mengayun, bergelombang dan gempita. Dan dia memang akan terus hidup, seperti karyanya "Aku ingin hidup seribut tahun lagi".
Yuyu Yusof
Aug 04, 2015 Yuyu Yusof rated it it was amazing
Disebalik kisah hidup Chairil Anwar yang singkat dan berliku, puisinya ternyata sangat menusuk dan mendalam. Ada yang kelam dan ada yang membara. Tidak hairanlah kenapa puisinya diterjemah dalam pelbagai bahasa. Lagenda.
Biondy
Aug 16, 2012 Biondy rated it really liked it
Akhirnya yah, saya baca juga kumpulan sajaknya Chairil Anwar. Sudah mendengar dan membaca beberapa puisi karya penyair Angkatan '45 ini sejak zaman SMP dan SMA, tapi baru hari ini saya membaca satu buku kumpulan puisinya.

Saran saya buat yang mau baca buku ini, baca dulu esei yang ditulis Sapardi Djoko Damono yang ditulis pada bagian akhir buku. Esei itu memberikan lebih banyak tinjauan pada kita akan isi puisi-puisi yang Chairil Anwar tulis.

Saya pribadi tidak terlalu sering baca puisi, jadi juju
...more
Manik Sukoco
Dec 28, 2015 Manik Sukoco rated it really liked it
Chairil Anwar was an Indonesian poet and member of the "1945 generation" of writers. He is estimated to have written 96 works, including 70 individual poems.
After publishing his first poem in 1942, Anwar continued to write. However, his poems were at times censored by the Japanese, then occupying Indonesia. Living rebelliously, Anwar wrote extensively, often about death. He died in Jakarta of an unknown illness.
His work dealt with various themes, including death, individualism, and existentialis
...more
Pandasurya
Jun 22, 2009 Pandasurya rated it it was amazing
Pernah jadi buku baca bareng di GRI.
Keseluruhan isi buku bisa dibaca di sini:

http://www.goodreads.com/topic/show/1...

Chairil Anwar. Apa lagi yang bisa dikatakan tentang penyair legendaris nan hebat ini?
Karya-karyanya selamanya akan abadi sepanjang masa, sepanjang sejarah, tak lekang digerus waktu.
Sosok pionir penting dalam gaya berbahasa di bentangan sejarah perpuisian di negeri ini.

Nama besarnya akan terus diingat, terus dicatat.

Nasib adalah kesunyian masing-masing.
Hidup hanya menunda kekalaha
...more
Rofal
Dec 16, 2009 Rofal rated it it was amazing
DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Ga tau knp klo tau puisi ini gw jd ingat wkt ke semeru.
Almahira
Sep 15, 2009 Almahira is currently reading it
Aku suka yang judulnya Tak Sepadan.

Kalo soal bukunya, ga tau kenapa,jadi ngebayang2in gmn perasaan penulis waktu nulis puisi2nya. soalnya kan itu pas lagi zaman perang. Berasa menerawang jauh ke Indonesia dimasa lalu.
F. Hanim
May 22, 2016 F. Hanim rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: tanah-seberang
Pilihan saya. Dua puisi ini; Tak Sepadan dan Sia-sia, saya kira pasti ianya terkenal di kalangan gadis-gadis. Sisi romantis (flamboyant?) Ch. Anwar.

Di Mesjid dan Doa - beautifully written. #ulangbaca
Aprijanti
Kumpulan karya CA edisi hard cover ini di urutkan bedasarkan tahun pembuatan 1942-1949, yang berisi sajak, perbandingan sajak yang mengandung kontroversi baris, serta kumpulan surat yang dikirimkan CA kepada HB Jasin. Cocok buat Koleksi.
Yukanatha Svanidza
May 10, 2013 Yukanatha Svanidza rated it it was amazing
Shelves: favorites, poetry
Pertama kali mengenal Chairil Anwar dari buku cetak Bahasa Indonesia yang tak pernah bosan menampilkan puisi Diponegoro. Pertamanya sih menganggap biasa saja, tetapi setelah memperhatikan, gaya berpuisi Chairil Anwar... berbeda - mampu mempengaruhi saya.

Beliau adalah penyair sejati - setiap syair yang ditulisnya, cantik. Apapun topiknya, saya suka - mulai dari romance sampai politik.

Sayangnya, Beliau tidak diberi waktu lama. Padahal, saya pengen baca lagi dan lagi puisi milik Beliau.

Ya... sudah
...more
Iqraman Tirana
Jun 29, 2012 Iqraman Tirana rated it liked it
Uh! jerih payah itu
kugigit jadi koyak lesu
angannya sudah membiru
buat darahku menjalar laju


disini kita bertemu
dari tetesan darah hempedu
urat tanganku terus meluru
membuas menuju kenaf's-mu


sepi diam tidak menyala
di-penghujung mulai kurasa
hanya suara tiada menerpa
kujatuh rebah ku-pohon doa


kepadamu jua aku meminta
yang maha-indah yang maha kuasa
tiada lagi yang mencipta
selain tuhanku yang maha esa
Ahmad
Sep 24, 2011 Ahmad rated it it was amazing
Shelves: sastra, puisi
Saya berikan bintang lima bukan hanya karena kualitas karya-karya Cahiril Anwar semata, tapi karena kelengkapan buku ini memuat semua karya, juga membandingkan sejumlah sajak yang mirip tapi judulnya berbeda. Chairil Anwar tak hanya meninggalkan puisi, tapi juga sikap. Dalam buku ini semua bisa kita dapatkan lengkap. Edisi baru dilengkapi pengantar luar biasa dari Nirwan Dewanto.
A. Muziru Idham
Aug 15, 2011 A. Muziru Idham rated it it was amazing
Karya-karyanya malas segar dan penuh berideologi dengan suara-suara reformasi. Sememangnya suara Chairil Anwar penuh dengan bisa yang dapat membangkitkan semangat jelata. Dunia kesusasteraan tempatan memerlukan sasterawan sebegini untuk melonjakkan nasionalisme dan menjadikan dunia kesusasteraan mendapat tempat di hati masyarakat.
Dewi Wardani
Apr 03, 2014 Dewi Wardani rated it really liked it
It was a words of angry from a son to the father who was abandoned him.. eventh people say it's epic poem. Unbelievable and impressive in the same time, angry could became a legacy..
Encik Psychopath
Suka beberapa sajaknya. Perlu dibaca berulang-ulang untuk lebih penghayatan.

Sukar dihadam bagi yang tidak biasa dengan karya Indonesia.

Ririnceu
May 23, 2011 Ririnceu rated it really liked it
berhubung saya suka membaca puisi, ntahlah, menurut saya chairil anwar romantis, hhhihi
mahatma
Jul 25, 2007 mahatma rated it really liked it
iya,
ini kumpulan dari puisi-puisi yang semula berserak di beberapa tempat. saya membeli buku ini juga karena sudah berupa himpunan ini. demi dokumentasi laa..
he..he..
Ahmad Arba'in Ali
Apr 16, 2015 Ahmad Arba'in Ali rated it really liked it
Sebuah buku puisi yang sarat dengan ruh lara hayatnya seorang penyair.
Microscope
Jun 17, 2017 Microscope rated it it was amazing  ·  review of another edition
Bahasa Indonesia, excluding its Melayu root, as a single entity, is a fairly new language and it is amazing how individualism introduced by this pioneer could solidify its status and challenge its potential.
Fatima Baria
May 16, 2017 Fatima Baria rated it it was amazing
temukan Ida dan ceritakan padanya tentang semilir angin di pesisir pantai
One
Mar 23, 2017 One rated it it was amazing
Tak banyak kata untuk mengagumi
Hanya kilasan2 lecutan semangat ku kudapat
Terpapar rapi di setiap baik sajak

Aku ini binatang jalang yg tak lekang oleh zaman
Ku bisa membawa pahit dalam dada menepi ke pematang kebahagiaan

Chairil Anwar selalu di hati, tulisan2nya membuatku semangat untuk berpacu berlomba dengan alam untuk merangkai kata demi kata, Terima Kasih Maestro
Aghnia Salsabila
Terkesan jelas orangnya jujur dan apa-adanya. Saya benar kagum, semangatnya hidup. Diksinya tajam. Tiap tahun selalu punya ciri khas, sampai kaget beliau menyiratkan keberpihakan politik tapi ya seperti itulah. Saya menikmatinya sebagai amatir. Kumpulan puisi tahun 1943 begitu sentimental, dibaca ulang makin menggugah hati. PIlihan kata-katanya sederhana; Di Mesjid, Sia-sia... Saya paling suka yang judulnya "Lagu Biasa". Indah, dan menawan di antara puisinya yang penuh luka dan kesedihan...
Gloria Avilia Loupatty
Mar 07, 2017 Gloria Avilia Loupatty rated it it was amazing
Saya suka dengan keputusan editor untuk memuat puisi yang sama namun beda versi, jadi saya bisa melihat dan membandingkan perbedaan tersebut. Sistematika penyusunan puisinya juga saya suka, disusun secara kronologis. Kata pembuka dan penutup dari editor juga membanyu saya untuk mengerti beberapa hal dan menambah pengetahuan. Dan yang paling saya suka adalah, ada bibliografi mengenai chairil anwar dan karyanya di akhir halaman. Lengkap banget, jadi pengen cari daftar buku-bukunya. Hehehe.
Lewat bu
...more
Jojo
Mar 08, 2017 Jojo rated it it was amazing
Shelves: favorites, puisi, indo-lit
iya. Aku.
Meidinar
Aug 27, 2015 Meidinar rated it really liked it
Sebenernya saya malas baca kumpulan puisi, karena saya kurang peka terhadap licentia poetica para penyair. Pilihan pertama untuk tugas baca kumpulan puisi jatuh pada buku ini karena yah, alasan klise : Chairil Anwar adalah penyair yang sangat terkenal. Beberapa puisi Chairil Anwar juga sudah sangat dikenal, bahkan dihafal, oleh kebanyakan orang Indonesia, mungkin sejak dari SD. Siapa yang nggak tahu puisi 'Aku'?

Kumpulan puisi Chairil ini memang lebih preferable karena lengkap dan menyertakan se
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
memuja dia 2 40 Jun 25, 2012 06:21PM  
  • Hujan Bulan Juni
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Orang-Orang Bloomington
  • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
  • Potret Pembangunan dalam Puisi
  • Robohnya Surau Kami
  • House of Glass
  • Burung-Burung Manyar
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Harimau! Harimau!
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Seribu Kunang-kunang di Manhattan
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001
  • Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
  • O Amuk Kapak
151902
Chairil Anwar was one of the famed figures of the “1945 Generation,” that group of luminaries who brought heat and light to Indonesian literature in the formative years of the new nation.

Through his poetry, Chairil Anwar succeeded in infusing Indonesian verse with a new spirit and bringing a new enthusiasm to Indonesia’s cultural arena. He also provided friends and acquaintances with never-ending
...more
More about Chairil Anwar...

Share This Book



“Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu.”
26 likes
“Yang terampas dan yang putus...
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimbajadi semati tugu.
....”
2 likes
More quotes…