Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Hujan Bulan Juni” as Want to Read:
Hujan Bulan Juni
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Hujan Bulan Juni

4.24 of 5 stars 4.24  ·  rating details  ·  1,545 ratings  ·  206 reviews
Sejak tahun 2009 Sapardi Djoko Damono menerbitkan buku-buku puisi, esai, dan fiksi - lama dan baru. Buku puisinya yang pertama adalah duka-Mu abadi (1969), yang terbaru Kolam (2009). Hujan Bulan Juni diterbitkan bersamaan waktunya dengan Mata Jendela.

Hujan Bulan Juni pertama kali diterbitkan oleh Grasindo tahun 1994 dan telah dicetak ulang beberapa kali. Tidak ada perubaha
...more
Paperback, 120 pages
Published September 2003 by Grasindo (first published October 1994)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Hujan Bulan Juni, please sign up.

Be the first to ask a question about Hujan Bulan Juni

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
35th out of 477 books — 1,648 voters
Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko DamonoDeru Campur Debu by Chairil AnwarMantra Orang Jawa by Sapardi Djoko DamonoKerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus by Chairil AnwarSajak-sajak Lengkap, 1961-2001 by Goenawan Mohamad
Kumpulan Puisi Indonesia Terbaik
1st out of 93 books — 53 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Pera
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

...so sweet
Dee
Jul 26, 2007 Dee rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: poetry lover/lyricist/romantic fools
Shelves: poetry
An influencer. A soul-quencher. A measuring bar.
This book has been a classic answer whenever I got the classic question: "if you can only keep one book in a stranded island until God knows when, what will it be?"
First, poems don't easily bore you for they can have limitless interpretations. Second, Hujan Bulan Juni will definitely shower you with magnificient, well-crafted, yet simple and striking metaphors. "Hujan Bulan Juni" and "Aku Ingin" remain as my eternal favorites.
This book had influ
...more
Liana
duh speechless ma ni buku..

gadis kecil

ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis-
di pinggir padang ada pohon dan seekor burung

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar poh
...more
Endah
Jika ada yang bertanya pada saya, siapakah penyair Indonesia yang begitu tergila-gila pada hujan dalam sajak-sajaknya? Saya akan menjawab : Sapardi Djoko Damono. Entah sudah berapa banyak puisi dan syair tentang hujan yang ia goreskan. Di buku kumpulan puisi ini saja (Hujan Bulan Juni), ada delapan buah dari jumlah keseluruhan sembilan puluh enam, yang memakai kata "hujan" dalam judulnya (Hujan Turun Sepanjang Jalan, Hujan dalam Komposisi 1, Hujan dalam Komposisi 2, Hujan dalam Komposisi 3, Di B ...more
Sweetdhee
Baca Bareng bulan Juni bareng GRI

Entah mengapa, puisi tentang hujan sepertinya menetes terlalu keras pada batunya hatiku
Dan tiap bulirnya mengetuk pelan-pelan bahkan hatiku sudah tak sanggup menjerit perih
Ada apa dengan hujan?


HUJAN DALAM KOMPOSISI 1 (Hal. 28)

"Apakah yang kautangkap dari swara hujan, dari daun-daun bugenvil basah yang teratur mengetuk jendela? Apakah yang kautangkap dari bau tanah, dari ricik air yang turun di selokan?"
Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah dan hujan,
membanya
...more
Luc Abdullah
Sep 20, 2012 Luc Abdullah added it
Shelves: puisi, malay
Puisi alit yang paling aku gemari di dalam ini adalah,

Tajuk: TUAN
Tuan Tuhan, bukan? Tunggu sebentar,
saya sedang keluar.

Idan
Saya tidak yakin ada review yang mampu menangkap kesempurnaan untaian kata demi kata hasil kontemplasi Sapardi Djoko Damono dalam buku sepilihan sajak ini. Dari puisi pertama, Tangan Waktu, hingga puisi terakhir, Terbangnya Burung, saya seakan terseret dalam aliran emosi dan imaji penulisnya. Dengan suasana puisi yang cenderung murung, sedih dan penuh dengan kegelisahan, membuat pembaca justru semakin mensyukuri anugerah Tuhan terindah yaitu hidup. Hujan Bulan Juni mungkin memang telah mengabadi ...more
John Ferry Sihotang
Review: Hujan Bulan Juni yang Bikin Menggigil

Puisi itu hal remeh temeh. Sesuatu yang tak penting, tapi justru karena tak pentingnya itu makanya penyair membelanya agar menjadi penting. Ya, puisi itu hal kecil dan sepele dalam kata. Meski demikian, seperti pernah ditulis Sapardi, puisi bisa dimanfaatkan untuk membayangkan, memahami, dan menghayati dunia yang lebih besar dan lebih dalam: Kehidupan itu sendiri.

Puisi pertama yang pernah kudengar, kalau tak salah ingat, adalah puisi paling terkenal d
...more
Harun Harahap
Buku Puisi Baca Bareng Goodreads Indonesia Bulan Juni 2010.

Puisi favorit saya:

AKU INGIN
(Hal.91)

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

1989
Faisal Zawi
Kata A Teeuw, Sapardi telah menciptakan genre baru dalam kesusasteraan Indonesia.

Goenawan Mohammad sendiri menulis puisi Sapardi adalah selayaknya dicemburui dan langsung buat kita bertanya, mengapa saya tidak menulis seperti itu!

Dan kepada kebanyakan orang, puisi Sapardi sering membangkitkan emosi kuat yang berbagai. Seperti setiap kali membaca puisi Sapardi, larik-larik itu akan menujah-nujah dan menyeret memori keluar dari kepala dan hati.

Ada yang pernah memberitahu, membaca puisi Sapardi m
...more
gieb
dari sekian buku sapardi djoko damono, saya paling 'jatuh cinta' dengan buku ini. entah kenapa, kata hujan menjadi begitu puitis di tangan profesor tua ini. bagi pecinta puisi, buku ini seperti kitab suci. wajib punya. wajib koleksi. seingat saya, saya pernah membeli beberapa kali buku ini.

menurut saya, buku ini tentang sebuah cinta yang mencoba menerjemahkan hujan dalam pusaran pemikiran otak. ilmuwan menemukan bahwa ramuan zat kimia dalam otak yang memicu asmara, benar-benar berbeda dari camp
...more
Irwan
2013: membaca lagi sambil menangisi juni yang diguyuri hujan

---

2012: Tetap dahsyat. Senantiasa menyajikan imaji yang terlewat pada pembacaan sebelumnya....

-------------


Dahsyatt...!!


Thanks to Gieb :-)


----------------------------

sedang kubaca Hujan Bulan Juni
kupungut kata dan frasa indah di sana sini
di luar hujan
di bulan juni

"dalam setiap telur semoga ada burung dalam setiap burung semoga ada engkau dalam setiap engkau semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin
...more
Rhea
Dibaca dalam rangka Bareng GRI Buku Puisi.

DALAM DOA: II (Hal. 16)


kupandang ke sana: Isyarat-isyarat dalam cahaya
kupandang semesta
ketika Engkau seketika memijar dalam Kata
terbantun menjelma gema. Malam sibuk di luar suara

kemudian daun bertahan pada tangkainya
ketika hujan tiba. Kudengar bumi sediakala
tiada apa pun di antara Kita: dingin
semakin membara sewaktu berhembus angin


SONET:X (Hal.25)


siapa menggores di langit biru
siapa meretas di awan lalu
siapa mengkristal di kabut itu
siapa meng
...more
helmymuhammad
Saya rasa,Sapardi (mungkin saja) tidak sepuitis Aan Masyur dalam merungkai persoalan cinta..Namun,Sapardi saya rasa memberi gambaran yang lebih tepat berbanding Aan Masyur..Saya tidak terbuai dengan basa basi Sapardi,tapi saya terpukau dengan kebijaksaan Sapardi dalam memberi gambaran jelas tentang keadaan pada waktu itu..

'Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa diantara kami yang telah menciptakan bayang-bayang..
Aku dan bayang - bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang
...more
Arystha Ayu
Di buku dengan judul dan pengarang yang sama (cetakan pertama Juni 2013 oleh GPU), banyak sajak yang saya sukai. 'Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari' dan 'Yang Fana Adalah Waktu' adalah dua yang paling saya favoritkan.
Aina Nabila
Larut dengan kata-kata yang melemparkan aku ke sebuah dunia puisi yang menyamankan jiwa.
Arief Bakhtiar D.
PADA tahun 1975, di majalah Horison, H.B. Jassin menulis komentarnya tentang sajak-sajak sepi: sajak-sajak yang dianggit dari menara gading, dalam kesendirian renungan pengarangnya, tentang segala sepi dan cinta.

Satu sajak yang disebut H.B. Jassin sajak sepi adalah Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar.

Sajak-sajak itu juga sajak Sementara Kita Saling Berbisik karangan Sapardi Djoko Damono tahun 1966:

sementara kita saling berbisik
untuk lebih lama tinggal
pada debu, cinta yang tinggal berupa
...more
Phelphel
hmm...hujan bulan juni.
sekarang ini sudah semakin sering hujan turun di bulan juni. sudah tidak lagi rintik tetapi mengguyur. meski iklim terkontaminasi global warming, tapi pesona puisi hujan bulan juni tak hilang digerus kerusakan iklim manapun....

Sapardi Djoko Damono membuktikan diri sebagai begawan yang sastrawan atau sastrawan yang begawan.

hanya dengan satu,dua, tiga larik, ke-diri-an kita akan dipacu menuju lorong panjang "pencarian". atau sebaliknya, sebutir kata dilahirkan dengan jernih
...more
Biondy
Judul: Hujan Bulan Juni
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: PT Grasindo
Halaman: 120 halaman
Terbitan: September 2003

Kumpulan puisi dari Sapardi Djoko Damono. Puisi-puisi yang ada di sini adalah hasil tulisannya antara tahun 1964-1994. Sesuai judulnya, yang juga menjadi judul salah satu puisi di buku ini, tema besar buku ini memang hujan.

Review
Hasil baca bareng klub buku GRI. Really love it. Sampai baca berulang-ulang. Bukunya keren banget. Ketimbang review, saya tulis beberapa puisi yang saya s
...more
nov
buku ini saya beli tahun 2007 lalu di bandung. begitu beli langsung saya baca sepanjang perjalanan kembali ke kampus dari toko buku tersebut. sampai kampus buku pun selesai dibaca dan langsung dipinjam oleh teman saya. sedihnya, sampai sekarang buku ini tidak kembali ke saya. lebih malangnya lagi, sampai sekarang saya gak nemu lagi tuh buku di toko buku :((

saya mengenal sapardi awalnya dari lagu. lagu yang merupakan musikalisasi puisi-puisi sapardi dan dinyanyikan oleh dua ibu.awalnya saya tidak
...more
Sebastian Partogi
Akhirnya bisa juga membeli buku kumpulan puisi SDD ini setelah direkomendasikan oleh seorang kenalan. Puisi-puisinya sangat indah, kontemplatif dan beberapa di antaranya sureal. Puisi favorit saya adalah "Hujan Bulan Juni", "Pada Suatu Pagi Hari" serta "Aku Ingin". Sepertinya gue akan sering membaca ulang buku puisi ini, termasuk malam nanti!
Moby F.
Tidak ada kata tepat yang boleh saya komentarkan tentang buku yang memukau ini. Tiap bait yang dibaca oleh suara kecil dalam kepala saya ini cuma penuh dengan teriakan 'Wow!'.

Saya jatuh cinta dengan buku ini. Sapardi yang gemar menulis tentang hujan, bunga, gerimis, kisah tentang suatu waktu dan mungkin juga lirik-lirik lagu pandai sekali mengocak perasaan saya. Bahasanya punya simetri dan ritma yang bersahaja, seperti saya terjatuh dalam imaji Sapardi dan tak mahu diselamatkan.

"Selamat malam. I
...more
Ahmad
Sapardi selalu berkarya dengan standar yang tinggi. Saya mengingat telisik karya-karya Sapardi oleh Hasan Aspahani. Hasan mengatakan, sejak awal Sapardi memang sudah menyiapkan dirinya sebagai penyair besar. Sajak-sajak yang dipublikasi Sapardi sejak awal karirnya tidak bersifat kronologis, tapi mengikuti rencana tertentu.

Puisi-puisi dalam antologi ini menurut saya standarnya sebanding dengan karya Sapardi Sebelumnya "Duka-Mu Abadi". Kualitas irama, "bunyi", dan imaji yang dihasilkan, sama-sama
...more
nanto
buku ini pernah sangat menggoda. dikantong hanya ada uang 20 ribu. gue di gramedia merdeka bandung. butuh uang 3 ribu untuk ongkos ke jatingangor. akhirnya gue pilih beli buku ini seharga 15 ribu dengan sisa uang 5 ribu dan resiko gue makan indomie karena gak sempet ke ATM BNI yang sering gak ada uangnya itu. Pilihan yang memang harus diambil saat sudah mencari buku itu berbulan-bulan dan selalu kondisinya habis di rak toko atao tidak pegang uang. akhirnya setelah membacanya gue temukan....
"hati
...more
Olivia
Yah, memang pada dasarnya saya bukan pembaca puisi yang baik -sekalipun dahulu sekali juga sering 'mencoba' untuk merangkai puisi-, beberapa puisi di dalam buku ini sukar ditebak maksudnya. Belum lagi, ada beberapa kalimat pada puisi di masukkan ke dalam sebuah kurung, dan masih ada beberapa tanda baca yang jarang saya lihat pada puisi, seperti :

BUNGA-BUNGA DI HALAMAN ... hal. 21

mawar dan bunga rumput
di halaman: gadis yang kecil
(dunia kecil, jari begitu
kecil) menudingnya

mengapakah perempuan suka
...more
kinu triatmojo
Sampai saat ini banyak puisi Sapardi yang belum saya mengerti. Saya cuma bisa merasa bahwa ada sesuatu dalam puisi2nya itu. Puisi dengan kata-kata sederhana tapi nggak sesederhana kelihatannya. Puisi yang seolah membikinnya gampang tapi hasilnya bukan puisi gampangan. Saya masih terus-menerus mencari dengan membacanya. Saya hanya ingin mencari, toh saya tidak kecewa kalau tidak ketemu apa-apa karena saya sangat menikmatinya...


Mahe
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu ....

hmm, hujan bulan juni

Tantri Setyorini
Oke, harus aku akui puisi-puisi orang ini memang bagus. Dan covernya juga cantik sekali. Sayang bookmarknya ga boleh diminta sama yg punya buku.
Chrisella
Sulit menentukan 1 sajak terbaik dari buku ini, but some of my favorites are:

GERIMIS KECIL DI JALAN JAKARTA, MALANG

seperti engkau berbicara di ujung jalan
(waktu dingin, sepi grimis tiba-tiba
seperti engkau memanggil-manggil di kelokan itu
untuk kembali berduka)

untuk kembali kepada rindu
panjang dan cemas
seperti engkau yang memberi tanda-tanda lampu-lampu
supaya menyahutmu, Mu

(1968)

HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga i
...more
Raharjo Yulianto
BATU

/2/
jangan kau dorong aku
ke atas bukit itu
kalau hanya untuk berguling kembali
ke lembah ini.
aku tak mau terlibat
dalam helaan nafas, keringat,
harapan, dan SIA-SIAMU

jangan aku dorong aku
ke bukit itu; aku tak tahan
digerakkan dari diamku ini.
aku batu, DIKUTUK
UNTUK TENTERAM
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Olenka
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Burung-Burung Manyar
  • Perempuan Yang Dihapus Namanya
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • House of Glass (Tetralogi Buru, #4)
  • Kitab Omong Kosong
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Asmaradana: Pilihan Sajak, 1961-1991
  • Harimau! Harimau!
  • Anak Bajang Menggiring Angin
167915
Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menj
...more
More about Sapardi Djoko Damono...
Membunuh Orang Gila: Kumpulan Cerpen Perahu Kertas Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah Duka-Mu Abadi Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak

Share This Book

“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”
378 likes
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
188 likes
More quotes…