Duka-Mu Abadi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Duka-Mu Abadi

3.95 of 5 stars 3.95  ·  rating details  ·  152 ratings  ·  12 reviews
Kumpulan duka-Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih.

Kumpulan ini pertama kali dilakukan oleh pelukis Jeihan dari karya-karya penulis yang tersebar di berbagai media tahun 1969.

Isinya berupa 43 puisi-puisi yang ditulis pada t...more
Paperback, 52 pages
Published 2002 by Bentang (PT Bentang Pustaka) (first published 1969)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Duka-Mu Abadi, please sign up.

Be the first to ask a question about Duka-Mu Abadi

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
238th out of 450 books — 1,558 voters
Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko DamonoMantra Orang Jawa by Sapardi Djoko DamonoDeru Campur Debu by Chairil AnwarKerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus by Chairil AnwarSajak-sajak Lengkap, 1961-2001 by Goenawan Mohamad
Kumpulan Puisi Indonesia Terbaik
23rd out of 81 books — 41 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 334)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Rino Simanjuntak
"duka-MU abadi" adalah buku kumpulan puisi pertama Pak Sapardi, yang berisi puisi-puisi beliau yang ditulis pada 1967-1968.

Sebenarnya buku ini saya beli dalam rangka mencari teks untuk lagu yang (waktu itu) akan dikomposisi oleh Mas Ananda Sukarlan. Dibeli bukan karena ini kumpulan puisi yang terbaik dari Pak Sapardi (terus terang, saya juga tidak terlalu tahu banyak tentang karya-karya beliau), tapi lebih karena buku ini memuat "Sonet: Hei! Jangan kaupatahkan" yang telah dimusikalisasi oleh AS...more
Gharonk
Buku pertama Spaardi Djoko damono yang kubaca...

saya menyukai serial sonnet, hujan, dan berjalan di belakang iringan jenazah. yang terakhir ini sunguh simple namun menerenyuhkan... untuk tidak bilang horror dalam bentuk yang indah.

sungguh pengantar ke kecintaan pada karya karya sapardi berikutnya

Pijar Anugerah
Sebelum "Aku Ingin", sebelum "Hujan Bulan Juni", ada "Duka-Mu Abadi".

Dalam buku ini, kita dapat melihat ciri khas Sapardi yang kita kenali lewat sajak-sajaknya yang populer. Ibarat pelukis, Sapardi adalah penyair beraliran impresionis. Pengalaman-pengalaman yang terasa biasa saja bagi orang-orang kebanyakan seperti cahaya matahari, hujan gerimis, atau bunga mekar berwarna-warni di taman adalah pengalaman yang sangat intens bagi Sapardi. Hal ini terlihat dari diksi yang digunakan untuk menggambar...more
Nadia Fadhillah
Baca buku Duka-Mu Abadi setelah baca Mata Jendela rasanya kayak deja vu.
Soalnya ada beberapa puisi dari Mata Jendela yang ada dalam buku ini juga.

Puisi-puisi Sapardi bukan tipe meledak dan menikam. Melainkan menghanyutkan.

Dan ketika membaca buku ini, waktu serasa membeku.
Maksudku, puisinya menceritakan sebuah momen, yang barangkali hanya berlangsung sekian detik dan saat itu juga, yang selama ini tidak pernah kuperhatikan.
Atau lebih tepat, membaca puisi-puisi Sapardi seperti sedang menatap dan m...more
Ani
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...
Andika  Abdul Basith
Buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono tahun 1967-1968, kegelisahan yang nyata dan menyentuh tergambar dengan indah dalam tulisan-tulisannya. Ah, sulit diungkapkan. Silahkan baca sendiri :)
Zeta Bookshelves
Buku setipis ini ternyata meninggalkan kesan yang tebal.
If I could have a rationalization for every brokenhearted,
then I will tell the same thing as he wrote,
"Dukamu abadi."
Adimas Immanuel
Tipis, namun membuat saya tapol, dan merasa kesusahan membacanya, Sapardi membuat saya seperti anak kecil 3tahunan yang belajar membaca.
Fery Jayanta
aku lebid suka hujan bulan juni, yang ini banyak religiusnya..
Ria
akhirnya dapet juga buku ini ^o^
Fia
Jul 09, 2007 Fia added it
bought it, haven't read it :D
Mohirfanj
Mohirfanj marked it as to-read
Sep 20, 2014
Firli Isnaeni
Firli Isnaeni marked it as to-read
Sep 11, 2014
Hayyum
Hayyum marked it as to-read
Aug 30, 2014
Ayu Rezeki
Ayu Rezeki marked it as to-read
Aug 25, 2014
Sutiyo
Sutiyo marked it as to-read
Aug 24, 2014
Kinjo Wiwaha
Kinjo Wiwaha marked it as to-read
Aug 21, 2014
Ayudewi
Ayudewi marked it as to-read
Aug 20, 2014
Noryunita Rahmah
Noryunita Rahmah marked it as to-read
Aug 13, 2014
Mutiara
Mutiara marked it as to-read
Jul 14, 2014
Usman Arrumy
Usman Arrumy marked it as to-read
Jul 08, 2014
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
167915
Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menj...more
More about Sapardi Djoko Damono...
Hujan Bulan Juni Membunuh Orang Gila: Kumpulan Cerpen Perahu Kertas Pada Suatu Hari Nanti & Malam Wabah Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »