reviews
Dec 17, 2009
I've been reading Afrizal since 1999 because a kindness of my friend who has a passion to visualize his poems into painting media. This book, as usual, with the brutality of word, collage, overlapping one to each other words and meaning, and cool special effects. Sarcastic too. As his previous works, meaning always become a house with multiple doors and it let open. What I felt was something energic flew in every words.
Aku membaca sajak-sajak Afrizal sejak 1999 karena seorang teman b More...
Aku membaca sajak-sajak Afrizal sejak 1999 karena seorang teman b More...
Mar 10, 2010
ehm, membaca beberapa buku Afrizal Malna, membuat saya semakin yakin, kalau saya adalah pencinta puisi-puisi liris sederhana. seperti sapardi. seperti GM.
maafkan saya Pak Afrizal :)
maafkan saya Pak Afrizal :)
Oct 16, 2008
Atas kemurahan hati Kinu, aku mendapatkan buku ini. Selain bukunya pak D. Zawawi Imron, buku ini selalu ada dalam tasku.
Sulit, sulit memang mencernanya. Tapi, selalu saja aku menemukan sesuatu yang lain, yang perlu dicari, di dalamnya. Pengucapan Afrizal Malna di buku ini di luar kelaziman puis-puis yang kubaca. Tidak dapat dikatakan tidak liris. Namun tidak pula menjadi bagian dari puisi liris yang umum ada.
Kinuuuu, belikan aku buku Afrizal Malna yang laiiiin,....
Sulit, sulit memang mencernanya. Tapi, selalu saja aku menemukan sesuatu yang lain, yang perlu dicari, di dalamnya. Pengucapan Afrizal Malna di buku ini di luar kelaziman puis-puis yang kubaca. Tidak dapat dikatakan tidak liris. Namun tidak pula menjadi bagian dari puisi liris yang umum ada.
Kinuuuu, belikan aku buku Afrizal Malna yang laiiiin,....
Jun 03, 2008
serasa bertema politik dan sering memunculkan gergaji,kamar mandi dan anjing tentu na.
mungkin memang politik lah tema na cz dilihat dr taun penulisan '98 yg baru marak na tu yg nama na reformasi.
karya" yg dominan panjang. mungkin bagi para pembaca puisi d panggung, jgn membacakan puisi afrizal malna klo belon yakin ma nafas sendiri.
ngos-ngosan ntar.
mungkin memang politik lah tema na cz dilihat dr taun penulisan '98 yg baru marak na tu yg nama na reformasi.
karya" yg dominan panjang. mungkin bagi para pembaca puisi d panggung, jgn membacakan puisi afrizal malna klo belon yakin ma nafas sendiri.
ngos-ngosan ntar.
Jul 06, 2007
Nggak bosan bacanya. Bagian terbaik justru pada kata pengantar yang diberi judul "Rumah Kata" yang barangkali semacam kredo dari penyairnya.
Feb 11, 2012
Dec 20, 2011
Nov 16, 2011
Sep 10, 2011
Aug 31, 2011
Jul 18, 2011
Jun 27, 2011
Feb 05, 2011
Nov 10, 2010
Jun 29, 2010
Jan 21, 2010
Sep 08, 2009
Jun 19, 2009
May 16, 2009
Feb 20, 2009
Feb 07, 2009
Nov 01, 2008
Oct 24, 2008
Oct 16, 2008
Oct 14, 2008
May 08, 2008
Feb 17, 2008
Jan 30, 2008
Oct 09, 2007
Sep 09, 2007
