reviews
Jan 20, 2010
“ Cerita..selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa ataupun hantu. Dan tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia.. jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biarpun penglihatanmu setajam mata elang; pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka daripada dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kem
More...
20 comments
like
(16 people liked it)
Dec 20, 2010
Tokoh yang menarik perhatian saya dalam novel ini adalah Nyai Ontosoroh. PerEMPUan pribumi yang istimewa. Nyai Ontosoroh merupakan gundik dari Seorang Belanda lemah dan tidak bertanggung jawab. Nyai Ontosoroh menjalankan dan membesarkan berbagai perusahaan yang telah ditinggal suaminya. Nyai Ontosoroh tak pernah bersekolah tapi ia bias menulis dan membaca, bertutur kata dan berperilaku secara Jawa, Melayu ataupun Belanda.
Gundik memang bukan ‘sebutan’ yang enak didengar. Tapi Nyai Ont More...
Gundik memang bukan ‘sebutan’ yang enak didengar. Tapi Nyai Ont More...
111 comments
like
(13 people liked it)
Jan 21, 2010
2010
Rasanya seperti kemarin, saat aku diam-diam membuka lemari tanteku di Madiun, lalu membawa novel Bumi Manusia ini ke dalam kamar seraya sembunyi membacanya. Sembunyi, mungkin itu kata yang tepat, karena memang belum begitu lama Bumi Manusia dinyatakan sebagai bacaan terlarang di Indonesia karena dituding membawa paham Marxisme-Leninisme dan Komunisme. Mungkin dengan dibaca sembunyi itu juga, kupikir aku bisa sedikit merasakan saat Bumi Manusia ditulis Pramoedya dengan sembunyi-se More...
Rasanya seperti kemarin, saat aku diam-diam membuka lemari tanteku di Madiun, lalu membawa novel Bumi Manusia ini ke dalam kamar seraya sembunyi membacanya. Sembunyi, mungkin itu kata yang tepat, karena memang belum begitu lama Bumi Manusia dinyatakan sebagai bacaan terlarang di Indonesia karena dituding membawa paham Marxisme-Leninisme dan Komunisme. Mungkin dengan dibaca sembunyi itu juga, kupikir aku bisa sedikit merasakan saat Bumi Manusia ditulis Pramoedya dengan sembunyi-se More...
29 comments
like
(23 people liked it)
Sep 25, 2007
Sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalanan intelektual seorang anak manusia (yang diberi nama oleh Pram Minke=monyet) untuk menemukan arti kemanusiaan dan identitas kebangsaan awal abad 20-an. Berhadapan dengan kolonialisme dan sistem hukumnya yang diskriminatif, Minke melihat banyak ketimpangan-ketimpangan, penindasan-penindasa, politik pecah belah, pembagian kelas, dan politik kolonial yang menyengsarakan manusia Indonesia dan menjatuhkan kemanusiaan ke titik yang paling rendah dalam per
More...
3 comments
like
(5 people liked it)
Jan 09, 2009
Malangnya nasibmu, Inlander. Dipecah-belah lalu dikuasai Belanda yang rakus. Bebal. Biadab.
Malangnya nasibmu, Sanikem. Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai-mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.
Malangnya nasibmu Annelies. Muda, cantik, berbudi halus. Dibuat lemah oleh kuatnya pribadi mamamu, kesempitan duniamu, dan butanya cintamu.
Malangnya nasibmu Minke. Ganteng, cerdas, berani. Punya nama lahir kok tidak d More...
Malangnya nasibmu, Sanikem. Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai-mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.
Malangnya nasibmu Annelies. Muda, cantik, berbudi halus. Dibuat lemah oleh kuatnya pribadi mamamu, kesempitan duniamu, dan butanya cintamu.
Malangnya nasibmu Minke. Ganteng, cerdas, berani. Punya nama lahir kok tidak d More...
40 comments
like
(3 people liked it)
Dec 17, 2009
"Mas, kan kita pernah berbahagia bersama ?"
"Tentu, Ann."
"Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain."
"Tentu, Ann."
"Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain."
26 comments
like
(4 people liked it)
Aug 27, 2008
First, thanks to Sara-Maria and Manu (hard as this is for me to do, a debt is a debt) for encouraging me to read the Buru Qurtet. These four books and Max Havelaar made for superb summer reading.
All the book covers say that Toer is "Asia's leading candidate for the Nobel Prize." I have no doubts about that. This not because he is a great stylist of prose (at least not in the English translation), nor because he uncovers new ground in form. Rather, I think it is Toer' More...
All the book covers say that Toer is "Asia's leading candidate for the Nobel Prize." I have no doubts about that. This not because he is a great stylist of prose (at least not in the English translation), nor because he uncovers new ground in form. Rather, I think it is Toer' More...
0 comments
like
(4 people liked it)
Jun 30, 2008
Akhirnya bisa finish juga... Buku yang diperoleh dari orang yang ku anggap spesial ^_^
Buku yang menarik, penggambaran tokohnya begitu mendetail sehingga pembaca seperti dituntun untuk mengenal dan fokus pada karakter para tokohnya. Jujur, aku lebih tertarik pada sosok Nyai Ontosoroh ketimbang Minke. Menjadi Nyai bagi Ontosoroh bukanlah pilihan, melainkan jalan yang sudah dipilihkan. Sanikem --nama asli Ontosoroh, adalah salah satu dari sekian wanita yang terseret oleh pusaran adat ja More...
Buku yang menarik, penggambaran tokohnya begitu mendetail sehingga pembaca seperti dituntun untuk mengenal dan fokus pada karakter para tokohnya. Jujur, aku lebih tertarik pada sosok Nyai Ontosoroh ketimbang Minke. Menjadi Nyai bagi Ontosoroh bukanlah pilihan, melainkan jalan yang sudah dipilihkan. Sanikem --nama asli Ontosoroh, adalah salah satu dari sekian wanita yang terseret oleh pusaran adat ja More...
8 comments
like
(2 people liked it)
Oct 14, 2007
novel pertama dari tetralogi karya pramoedya ananta toer.
novel ini membuka sebuah kisah menakjubkan yang dituliskan oleh pram di dalam penjara, pada awalnya buku ini dilarang terbit, namun memang manusia tidak bisa memendung budaya menulis, dan tulisan adalah hak, maka tersebarlah pula novel ini dan akhirnya dicetak pada tahun 80-an, kemudian dilarang kembali.
pada akhirnya dapat terbit kembali pada masa sekarang.
bercerita tentang satu tokoh yang diangkat dari sejara More...
novel ini membuka sebuah kisah menakjubkan yang dituliskan oleh pram di dalam penjara, pada awalnya buku ini dilarang terbit, namun memang manusia tidak bisa memendung budaya menulis, dan tulisan adalah hak, maka tersebarlah pula novel ini dan akhirnya dicetak pada tahun 80-an, kemudian dilarang kembali.
pada akhirnya dapat terbit kembali pada masa sekarang.
bercerita tentang satu tokoh yang diangkat dari sejara More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Jul 10, 2007
Kecanggihan detil zaman penjajahan Belanda terungkap sangat jelas dalam karya Pramoedya Ananta Toer selama ia ditahan di pulau Buru ini. Detil yang luar biasa mengingat ia tak memakai referensi tertulis apapun ketika menulis novel ini. Semua hanya berdasarkan ingatan.
Pram membuat roman klasik ini bernyawa dengan meletakkan detil karakter dan 'the heart' dalam tulisannya. Apalagi kobaran pemberontakan dan penuntutan keadilan atas hak manusia membuat karya ini tidak pernah basi. Dan inilah More...
Pram membuat roman klasik ini bernyawa dengan meletakkan detil karakter dan 'the heart' dalam tulisannya. Apalagi kobaran pemberontakan dan penuntutan keadilan atas hak manusia membuat karya ini tidak pernah basi. Dan inilah More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Apr 04, 2008
saya baru lama kemudian menghargai karya ini.
setelah membacai sendiri koran-koran lama dari awal abad XX. koran-koran yang juga jadi sumber penulisan pak pram.
lalu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan-tulisan ben anderson dkk dari cornell.
saya seperti dipanggil untuk kembali ke jawa. kembali memelajari rajutan lama yang membentuk diri.
dan JAWA yang ditampilkan oleh pram memang beda, tapi cocok dengan bacaan saya dari arah antropologi, sejarah, More...
setelah membacai sendiri koran-koran lama dari awal abad XX. koran-koran yang juga jadi sumber penulisan pak pram.
lalu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan-tulisan ben anderson dkk dari cornell.
saya seperti dipanggil untuk kembali ke jawa. kembali memelajari rajutan lama yang membentuk diri.
dan JAWA yang ditampilkan oleh pram memang beda, tapi cocok dengan bacaan saya dari arah antropologi, sejarah, More...
0 comments
like
(2 people liked it)
Apr 04, 2008
diawal, alurnya lambat, membuatku membaca tersendat sendat. Hanya karena penasaran, kenapa buku ini selalu di rekomendasi sebagai salah satu novel terbaik, aku mmemaksakan diri menyelesaikannya.
Cerita novel ini berputar pada tiga tokoh utama, Mingke, Nyai Ontosoroh, dan anaknya yang jelita, Annelis.
Setting pada masa penjajahan Belanda. Pram, melalui 3 tokoh ceritanya menggambarkan perbedaan kelas yang ada,antara pribumi, bangsawan, Belanda, Keturunan Belanda, dan steorotip di More...
Cerita novel ini berputar pada tiga tokoh utama, Mingke, Nyai Ontosoroh, dan anaknya yang jelita, Annelis.
Setting pada masa penjajahan Belanda. Pram, melalui 3 tokoh ceritanya menggambarkan perbedaan kelas yang ada,antara pribumi, bangsawan, Belanda, Keturunan Belanda, dan steorotip di More...
5 comments
like
(1 person liked it)
Feb 05, 2011
"Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki,, Namun bukan berarti aku tak butuh lelaki untuk aku cintai..."
Sep 26, 2008
Buku yang telah begitu lama diabaikan, dijauhi, dipandang dengan najis lantaran stigma yang melekat begitu dalam pada pengarangnya, dan karena itu baru menyapa sekarang untuk dibaca.
Jika skala tertinggi rating buku adalah skala 5, maka buku ini layak untuk mendapat nilai lebih tinggi dari itu.
Kalau anda belum membaca buku ini hanya lantaran berpikir bahwa penulisnya seorang komunis atau atheis, buang jauh2 pikiran itu, dan pergilah segera ke toko buku terdekat untuk membe More...
Jika skala tertinggi rating buku adalah skala 5, maka buku ini layak untuk mendapat nilai lebih tinggi dari itu.
Kalau anda belum membaca buku ini hanya lantaran berpikir bahwa penulisnya seorang komunis atau atheis, buang jauh2 pikiran itu, dan pergilah segera ke toko buku terdekat untuk membe More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Feb 01, 2009
Terus terang, saya menyesal baru membacanya sekarang. Buku yang berkesan walaupun sedikit membosankan saat di awal cerita karena plot yang terlalu lambat. Sampai akhir buku pun, plot cerita masih lambat. Mungkin memang untuk memperlihatkan detail yang semakin ke dalam semakin mempesona.
Mungkin memang Pram layak dinominasikan mendapat nobel dengan karyanya ini. Sangat berisi dan berani. Pram bisa dengan leluasa menggerakkan ide, bahkan merunutkannya dalam surat-surat yang padat. Pram More...
Mungkin memang Pram layak dinominasikan mendapat nobel dengan karyanya ini. Sangat berisi dan berani. Pram bisa dengan leluasa menggerakkan ide, bahkan merunutkannya dalam surat-surat yang padat. Pram More...
Feb 08, 2012
My perspective on this book : imagine if Pearl S. Buck were Chinese, salt it with some Dickensian plot ("Great Expectations" one should be pretty) and finish it with the spiciness of antebellum colonialism.
Every literate Indonesian should read it, so should Everyman hooked on the Island Nations's anthropology. Indonesian, more or less an artificial "spin-off" language with tracable history rooting back to no earlier than the wake of 20th Century intellectual and y More...
Every literate Indonesian should read it, so should Everyman hooked on the Island Nations's anthropology. Indonesian, more or less an artificial "spin-off" language with tracable history rooting back to no earlier than the wake of 20th Century intellectual and y More...
Sep 27, 2011
Buku ini sering dilarang dalam berbagi rezim kekuasaan di Indonesia. Tapi karena keterlarangan itulah yang membuat para kaum intelektual berbondong untuk mencarinya. Meski sulit namun tak sedikit dari mereka akhirnya mnemukan buku ini. Telah banyak review tentang buku ini.Makanya saya agak takut - takut untuk menulis walau sedikit. Tapi tak apalah, paksakan saja.
Dengan latar kehidupan di Jawa, tepatnya Kota Surabaya awal abad ke-20 dengan suasana kolonialisme Belanda. Kasta sosial masyaraka More...
Dengan latar kehidupan di Jawa, tepatnya Kota Surabaya awal abad ke-20 dengan suasana kolonialisme Belanda. Kasta sosial masyaraka More...
Jul 23, 2011
Buku ini mengisahkan perjalanan kehidupan Minke, seorang keturunan bangsawan Jawa yang ingin menjadi orang bebas dan terpelajar layaknya orang-orang Eropa dan keluar dari ketertinggalan sebagaimana yang dialami oleh bangsanya, juga dari unggah-ungguh Jawa yang dianggapnya teralu kolot. Dalam kisah ini diceritakan Minke bertemu dengan seorang wanita Pribumi yang sangat hebat, Nyai Ontosoroh. Perempuan ini hidup sebagai gundik orang Belanda, namun memiliki jiwa baja dan pemikiran tegas serta berka
More...
Mar 10, 2011
Roman ini keren banget, bikin mata tidak berkedip membacanya dari awal hingga akhir.
Roman ini mengambil latar masa awal abad 20-an, jaman kolonial Belanda, dengan tokoh utama seorang Pribumi, Minke, seorang siswa H.B.S yang cerdas dan berpikiran modern mencintai seorang perempuan Indo yang cantik jelita bernama Annelies. Annelies merupakan anak dari Tuan Mellema dengan perempuan pribumi yang bernama Sanikem atau yang biasa dipanggil Nyai Ontosoroh yang berkarakter kuat dengan kharisma More...
Roman ini mengambil latar masa awal abad 20-an, jaman kolonial Belanda, dengan tokoh utama seorang Pribumi, Minke, seorang siswa H.B.S yang cerdas dan berpikiran modern mencintai seorang perempuan Indo yang cantik jelita bernama Annelies. Annelies merupakan anak dari Tuan Mellema dengan perempuan pribumi yang bernama Sanikem atau yang biasa dipanggil Nyai Ontosoroh yang berkarakter kuat dengan kharisma More...
Dec 31, 2010
I have just re-read this very famous Indonesian novel in translation after more than 20 years for my book group. Pramoedya is probably the only Indonesian writer who is well known outside Indonesia, esp for this novel and the 3 others that make up the Buru Quartet- a wide-ranging story of the last decades of the Dutch colonial regime and the birth of the Independence Movement in Indonesia. Denied access to pen and paper, Pramoedya "wrote" them by narrating them to his fellow prisoners
More...
Feb 28, 2010
If i were Nyai Ontosoroh...
If i were Minke...
If i were Annelies Mellema...
"if i were" adalah kalimat yang terlintas di pikiran saya ketika saya membaca peran dari masing - masing karakter tersebut. Adalah Nyai Ontosoroh, lepas ia adalah seorang nyai namun ia seorang manusia dalam sesosok wanita yang lahir dengan nama Sanikem, dendam pada orang tua yang menjualnya demi sekeping gulden ia berubah menjadi pohon besar yang melupakan akarnya. Apa boleh bu More...
If i were Minke...
If i were Annelies Mellema...
"if i were" adalah kalimat yang terlintas di pikiran saya ketika saya membaca peran dari masing - masing karakter tersebut. Adalah Nyai Ontosoroh, lepas ia adalah seorang nyai namun ia seorang manusia dalam sesosok wanita yang lahir dengan nama Sanikem, dendam pada orang tua yang menjualnya demi sekeping gulden ia berubah menjadi pohon besar yang melupakan akarnya. Apa boleh bu More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Jan 11, 2010
The story of this novel's creation has as much drama as the novel itself, but, as a reviewer, my interest is in reading the book per se. Set at the end of the nineteenth century, this volume focuses on relations between members of racial categories that the Dutch created and imposed in what is now Indonesia. The author emphasizes the tension between European ideals and Dutch colonial law and between individual capabilities and the policies that limited their expression based on group affiliation
More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Jul 15, 2009
This review has been hidden because it contains spoilers.
To view it, click here
Apr 14, 2010
This review has been hidden because it contains spoilers.
To view it, click here
Oct 28, 2010
This Earth of Mankind is the first novel of the Buru Quartet, so called because it was composed when Pramoedya Ananta Toer was a political prisoner on Buru Island in the 60s. I say ‘composed’ rather than ‘written’ because the first version of it was told orally to his fellow prisoners. He had apparently just about finished the research and planning when he was arrested and all his notes and books were destroyed.
Which is an immediately intriguing back-story, although the relationship More...
Which is an immediately intriguing back-story, although the relationship More...
0 comments
like
(5 people liked it)
Oct 02, 2010
Ia benar!Cerita selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya.
Apa yang dapat ku tebak dari roman (Novel) ini. Ianya adalah sebuah pengkisahan yang penuh dengan filsafat. Pribumi yang bernama Minke ini cukup tabah menghadapi segala cobaan dalam melengkapkan dirinya sebagai siswa gemilang H.B.S - Hollandsch Bestuur School (Sekolah Anak-anak Kolonial Belanda).
Baik dari segi belajarnya, pergaulan dengan rakan-rakan sekolahnya. Mengenali tentang cinta pandang pe More...
Apa yang dapat ku tebak dari roman (Novel) ini. Ianya adalah sebuah pengkisahan yang penuh dengan filsafat. Pribumi yang bernama Minke ini cukup tabah menghadapi segala cobaan dalam melengkapkan dirinya sebagai siswa gemilang H.B.S - Hollandsch Bestuur School (Sekolah Anak-anak Kolonial Belanda).
Baik dari segi belajarnya, pergaulan dengan rakan-rakan sekolahnya. Mengenali tentang cinta pandang pe More...
Sep 16, 2010
Pramoedya Ananta Toer, seandainya saja kita punya 100 orang seperti bung pram. saya membaca buku ini 10 tahun yang lalu, tapi hingga kini masih bisa merasakan "ekstase" dan relevansinya ketika membaca halaman per halamannya kembali. Ini kisah tentang seorang muda, seorang terpelajar yang tahu artinya menjadi terpelajar. "seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan" (bumi manusia). seorang indonesia yang bangga dan tak merasa rendah
More...
Aug 19, 2010
Ini adalah novel anti-imperialisme. Novel yang membela kemanusiaan di atas segala entitas politik lainnya, sesuai judulnya, Bumi Manusia. Rasisme bukan dikumandangkan dari negeri-negeri tak berpendidikan, tetapi malah terutama oleh bangsa Eropa. Adalah ironi bagaimana orang Eropa (kala itu) memandang manusia di Asia dan Afrika. Manusia pribumi dianggap oleh manusia Eropa sebagai manusia yang savage (tak beradab), yang asing (strange), yang berjalan dengan telapak kaki tanpa alas dan makan dengan
More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Aug 14, 2011
Kutipan Tetralogi Pulau Buru
==''Bumi Manusia''==
* "Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri " (''Mama/Nyai Ontosoroh, hal 39''
* "Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan. (''Jean Marais, hal 52'')
* "Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini. (''Jean Marais, More...
==''Bumi Manusia''==
* "Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri " (''Mama/Nyai Ontosoroh, hal 39''
* "Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan. (''Jean Marais, hal 52'')
* "Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini. (''Jean Marais, More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Oct 24, 2010
Pas review Lost in Love aku menulis "this is a book that tells nothing about everything". Bumi Manusia adalah kebalikannya. This is a book that really TELLS. Membaca BM, buatku tak sekadar menikmati, tapi juga menggali ilmu, jurus-jurus setingkat dewa!
Semua layak dipelajari. Karakterisasi yang kheibat (saking hebatnya), penjelasan yang gamblang, lukisan (eksposisi) yang menyentuh kuat, dan detail.
Dari karakter, aku sampai kagum pada Ontosoroh yang dahsyat, Annelies yang rapuh More...
Semua layak dipelajari. Karakterisasi yang kheibat (saking hebatnya), penjelasan yang gamblang, lukisan (eksposisi) yang menyentuh kuat, dan detail.
Dari karakter, aku sampai kagum pada Ontosoroh yang dahsyat, Annelies yang rapuh More...
