Hafalan Shalat Delisa
by tere-liyeSign in to Goodreads to see your friends' reviews of this book.
discuss this book
| topics | replies | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan | 1 | 12 | 12/20/2007 10:53PM |
groups with this book
friend reviews (0)
To see what your friends thought of this book, please sign up.
lists with this book
Where's the love? Add this book to your favorite list.
other reviews (showing 1-20 of 223)
bookshelves:
currently-reading
Read in June, 2008
Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.
Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa...more
Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa...more
Like this review?
yes
(5 people liked it)
21 comments
bookshelves:
fiksi-indonesia
Read in April, 2008
Delisa bungsu dari 4 bersaudara dibesarkan dalam keluarga hangat dan sangat religi disalah satu kota di Nanggro Aceh Darussalam.. Delisa yang mendamba kalung ”D” untuk Delisa! Untuk hafalan shalatnya. Kalung yang kemudian tidak dimilikinya karena Tsunami menghantan Lhok Ngah saat hafalan shalatnya disetor pada Ibu Guru Nur pada saat itu Ahad, tanggal 26 Desember 2004.yah saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan 80% penghuni Lhok Ngah beserta penghuninya.
Sampai dengan lembar 50pertama, saya...more
Sampai dengan lembar 50pertama, saya...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
23 comments
hmm... sungguh gw kangen momen2 menulis buku ini! buku ini menghabiskan seluruh energi yg dmiliki...
ketika menulis buku ini, ketika tiba untuk menuliskan footnote di bawahnya, maka gw berenti 'sejenak'... menyeka pipi, menghembuskan ingus kencang2... kl gak salah, ketika menuliskan footnote yg kalimatnya: Ya Allah, lihatlah delisa 6 tahun, dst... gw harus buru2 menyambar payung... pergi ke tepi danau itu. tersedu, mengumpati diri-sendiri... jam 11malam; hujan deras!
yeah, gw kangen momen...more
ketika menulis buku ini, ketika tiba untuk menuliskan footnote di bawahnya, maka gw berenti 'sejenak'... menyeka pipi, menghembuskan ingus kencang2... kl gak salah, ketika menuliskan footnote yg kalimatnya: Ya Allah, lihatlah delisa 6 tahun, dst... gw harus buru2 menyambar payung... pergi ke tepi danau itu. tersedu, mengumpati diri-sendiri... jam 11malam; hujan deras!
yeah, gw kangen momen...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
4 comments
Read in July, 2008
air mata saya berhamburan keluar semalaman saat saya menyelesaikan membaca buku ini,
Kalung Delisa berliontin 'D untuk Delisa' sempurna merangkul keseluruhan cerita, di mana Delisa selalu mengharap kalung itu sebagai hadiah hafalan shalatnya, lalu lewat keberadaan kalung itu (yang setelah tsunami sempat hilang dari cerita sesaat) pula Delisa ingin shalat secara ikhlas dan yang terakhir, kalung itu pula yang membuatnya menemukan Ummi-nya pasca bencana dahsyat tanggal 26 Desember 2004 itu di Aceh...more
Kalung Delisa berliontin 'D untuk Delisa' sempurna merangkul keseluruhan cerita, di mana Delisa selalu mengharap kalung itu sebagai hadiah hafalan shalatnya, lalu lewat keberadaan kalung itu (yang setelah tsunami sempat hilang dari cerita sesaat) pula Delisa ingin shalat secara ikhlas dan yang terakhir, kalung itu pula yang membuatnya menemukan Ummi-nya pasca bencana dahsyat tanggal 26 Desember 2004 itu di Aceh...more
Like this review?
yes
add a comment
bookshelves:
fiction
Read in January, 2006
Baca novel ini bener2 bikin perasaan campur aduk, kadangkala membuat tersenyum dgn tingkah polos seorg Delisa, namun juga sanggup membuat air mata mau tdk mau harus terkuras. Jujur dr awal saya membuka novel ini & membacanya, perasaan haru biru sudah memenuhi diri ini. Karena sudah dpt dibayangkan (bahkan sebelum saya selesai membaca) bagaimana ending dr novel ini. Blm apa2 saya sudah harus meneteskan air mata, bahkan melihat kedekatan Delisa dan keluarganya terutama dgn Umminya... Bagaimana...more
Like this review?
yes
1 comments
Read in January, 2006
Saya sangat senang membaca, karenanya saya bingung untuk memilih buku apa yang akan saya review pertama kali. Buku yang paling menggerakkankah? Yang paling sering diulang-ulang membacanyakah? Akhirnya, saya menemukan sebuah buku. Buku yang membuat saya paling banyak menangis ketika membaca buku.
Sebuah buku yang ditulis dengan bahasa yang santai, mudah diimajinasikan, tetapi sangat menyentuh! Kepolosan Delisa dan keindahan pergaulan dalam keluarganya, membuat kita sedikit tertawa mengenang ma...more
Sebuah buku yang ditulis dengan bahasa yang santai, mudah diimajinasikan, tetapi sangat menyentuh! Kepolosan Delisa dan keindahan pergaulan dalam keluarganya, membuat kita sedikit tertawa mengenang ma...more
Like this review?
yes
add a comment
what a wonderful book..
thought me about what is the basic of love...
"nyadarin kalo selama ini banyak banget ketidak ikhlasan dalam diri rin...
nyadarin betapa rin lebih sering ngerasa malu sama orang sekitar daripada malu kepadaNYA...
bagus dah pokonya..." (in Indonesia language)
The basic of love is we love someone because of God.. We love our parents, because of Allah.. Because Allah give us the most beautiful gift (our parents )to us..
this book reminded me about the ins...more
thought me about what is the basic of love...
"nyadarin kalo selama ini banyak banget ketidak ikhlasan dalam diri rin...
nyadarin betapa rin lebih sering ngerasa malu sama orang sekitar daripada malu kepadaNYA...
bagus dah pokonya..." (in Indonesia language)
The basic of love is we love someone because of God.. We love our parents, because of Allah.. Because Allah give us the most beautiful gift (our parents )to us..
this book reminded me about the ins...more
Like this review?
yes
1 comments
bookshelves:
indonesian-books,
inspiring
recommends it for:
everybody
Buku ini membuat perasaanku campur aduk tidak karuan.
Pengarang benar-benar bisa memainkan perasaan pembacanya.
Buku ini menceritakan tentang delisa, seorang anak perempuan di Aceh yang mengalami tsunami.
Membaca buku ini membuatku iri pada seorang Delisa. Gadis sekecil itu bisa sangat tabah menjalani nasib kehilangan ibu dan sebelah kakinya. Dia tidak pernah mengeluh...
Aku benar2 iri pada tokoh yang diceritakan di novel ini.
Dan yang pasti, novel ini punya nilai spiritual, emosional, dan...more
Pengarang benar-benar bisa memainkan perasaan pembacanya.
Buku ini menceritakan tentang delisa, seorang anak perempuan di Aceh yang mengalami tsunami.
Membaca buku ini membuatku iri pada seorang Delisa. Gadis sekecil itu bisa sangat tabah menjalani nasib kehilangan ibu dan sebelah kakinya. Dia tidak pernah mengeluh...
Aku benar2 iri pada tokoh yang diceritakan di novel ini.
Dan yang pasti, novel ini punya nilai spiritual, emosional, dan...more
Like this review?
yes
add a comment
recommended to Tiek_maniesz by:
Allah SWT
recommends it for: smua yang masih punya hati dan ingin belajar ikhlas
recommends it for: smua yang masih punya hati dan ingin belajar ikhlas
it's amazing books...
3 jam saya mbaca, 3 jam juga saya mnangis.
mbayangkan smua yang ada didalam buku itu, mbayangkan bgmn kalau smua yg terjadi pada delisha juga terjadi pada saya,
apa saya bisa ikhlas sprt bocah usia 6 tahun itu???
mbayangkan brp lama waktu yang diperlukan oleh malaikat
utk menghapus smua dosa2 saya saat saya bertobat pada Allah SWT, sedangkan hny utk mhapus dosa delisha yg stitik malaikat butuh waktu 12 hari (hitngan akhirat dan berjuta tahun utk hitungan dunia).....
b...more
3 jam saya mbaca, 3 jam juga saya mnangis.
mbayangkan smua yang ada didalam buku itu, mbayangkan bgmn kalau smua yg terjadi pada delisha juga terjadi pada saya,
apa saya bisa ikhlas sprt bocah usia 6 tahun itu???
mbayangkan brp lama waktu yang diperlukan oleh malaikat
utk menghapus smua dosa2 saya saat saya bertobat pada Allah SWT, sedangkan hny utk mhapus dosa delisha yg stitik malaikat butuh waktu 12 hari (hitngan akhirat dan berjuta tahun utk hitungan dunia).....
b...more
Like this review?
yes
add a comment
Read in January, 2008
menyentuh tanpa kata-kata yang bombastis.
si kecil Delisa mampu menggugah kesadaran kita dengan keluguan dan keingintahuannya.
dan ternyata setiap pekerjaan haruslah diringi dengan keikhlasan, tanpa harapan akan balasan apapun.
setiap kejadianpun haruslah dijalani dengan sabar. jangan pernah menyesali nasib.
mungkin membaca kisah yang dilatarbelakangi tsunami Aceh ini akan menyadarkan sekaligus menyadarkan kita: apakah kita sudah mengungkapkan cinta pada kedua orang tua?
tapi ke...more
si kecil Delisa mampu menggugah kesadaran kita dengan keluguan dan keingintahuannya.
dan ternyata setiap pekerjaan haruslah diringi dengan keikhlasan, tanpa harapan akan balasan apapun.
setiap kejadianpun haruslah dijalani dengan sabar. jangan pernah menyesali nasib.
mungkin membaca kisah yang dilatarbelakangi tsunami Aceh ini akan menyadarkan sekaligus menyadarkan kita: apakah kita sudah mengungkapkan cinta pada kedua orang tua?
tapi ke...more
Like this review?
yes
add a comment
bookshelves:
fiction
recommends it for: everyone
Read in June, 2008
recommended to Diel by:
Tante Yantirecommends it for: everyone
Apa yang terjadi bila seorang anak berumur enam tahun harus menghadapi tragisnya tsunami? Saat shalat menjadi sebuah kebutuhan, bukan kewajiban, Delisa telah menyadari makna tersebut. Trauma akibat tsunami membuat Delisa melupakan bacaan shalatnya karena bencana tersebut terjadi tepat saat ia sedang menyetorkan hafalan shalatnya. Lidahnya menjadi kelu dan tak dapat mengingat kisah dibalik penghafalan bacaan shalatnya sendiri. Footnote yang disisipkan sangat menyentuh hingga (bneran loh) menetesk...more
Like this review?
yes
add a comment
Read in January, 2007
It’s amazing how Tere Liye describes the incident of tsunami at Naggroe Aceh Darussalam. I feel like experiencing it myself. The story involves a sacrifice of a child named Delisa who apparently lost her dearest family members except her father. The way she faces life after tsunami is incredibly touching considering her young age. I have learned so much about life survival from Delisa and I’ve been curious about Tere Liye’s book since then. A must read!!
Like this review?
yes
add a comment
bookshelves:
islamic-fiction
Read in November, 2007
Delisa..
Seorang anak perempuan, dengan wajah yang sangat menggemaskan, yang baru berumur 6 tahun,
Yang senyumnya selalu mengembang di wajahnya (bahkan ketika ia harus kehilangan salah satu kakinya, senyum ceria itu tetap mengembang di wajah imutnya),
Yang pada saat kejadian Tsunami di Aceh 3 tahun lampau, sedang menyetor hafalan shalatnya di depan kelas..
Sebuah novel yang bisa membuat tersenyum, terharu dan juga mengajarkan banyak hal..
Seorang anak perempuan, dengan wajah yang sangat menggemaskan, yang baru berumur 6 tahun,
Yang senyumnya selalu mengembang di wajahnya (bahkan ketika ia harus kehilangan salah satu kakinya, senyum ceria itu tetap mengembang di wajah imutnya),
Yang pada saat kejadian Tsunami di Aceh 3 tahun lampau, sedang menyetor hafalan shalatnya di depan kelas..
Sebuah novel yang bisa membuat tersenyum, terharu dan juga mengajarkan banyak hal..
Like this review?
yes
1 comments
Read in June, 2008
nangis bgt baca novel ini.. :(( berkisah tenteng perjuangan seorang gadis cilik dari Aceh bernama Delisa, yang harus berjuang menghafalkan bacaan shalat di tengah badai tsunami Desember 2004.. Ketegaran dan keikhlasannya menghadapi kematian ibu dan 3 orang kakaknya sangat mengharukan, bahkan untuk ayahnya sendiri..
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
Read in August, 2008
Secara teknis banyak yang harus diperbaiki dari buku ini. Namun tidaklah sedemikian fatal sehingga membuat aku harus membuangnya (waste) seperti beberapa orang lakukan terhadap bacaan mereka.
Bagiku kisah didalam buku ini yang diangkat dari kisah nyata (?) cukup banyak memberikan manfaat bagiku. Mungkin kelak bagi anak-anakku jika mereka sudah mau membaca buku tanpa gambar..
Ini buku baik dan bagus.
Bagiku kisah didalam buku ini yang diangkat dari kisah nyata (?) cukup banyak memberikan manfaat bagiku. Mungkin kelak bagi anak-anakku jika mereka sudah mau membaca buku tanpa gambar..
Ini buku baik dan bagus.
Like this review?
yes
add a comment
keren banget bukunya,, kita bisa melihat sisi natural dari seorang anak kecil,, yang begitu smangat menghapal bacaan solatnya,, sudahkah kita memperbaiki bacaan solat kita??
sangat banyak nilai moral yang bisa kita tiru dari seorang delisa dan keluarganya,, kesederhanaannya, keceriaannya, kedewasaanya dlm menghadapi masalah,,, ah pokonya banyak,,, keren!!!!!! TOP ABIS!!
sangat banyak nilai moral yang bisa kita tiru dari seorang delisa dan keluarganya,, kesederhanaannya, keceriaannya, kedewasaanya dlm menghadapi masalah,,, ah pokonya banyak,,, keren!!!!!! TOP ABIS!!
Like this review?
yes
add a comment
bookshelves:
indonesian
"ijinkan delsiha sholat dengan lengkap kali ini ya Allah" bisiknya dalam hati. sementara ombak di luar telah menjelma menjadi monster raksasa dan sebentar lagi siap menelan murid-murid SD itu. Delisha masih khusyuk dengan sujudnya tak perduli dengan puing-puing bangunan SD yang berjatuhan.
hah...itu retelling HSD versiku. mengharukan.
hah...itu retelling HSD versiku. mengharukan.
Like this review?
yes
add a comment
recommends it for:
Mau menangis karena kagum? Read this book!
Hebat deh buat orang yang baca buku ini dan gak menangis!!
Air mata yang keluar bukan berarti cerita ini penuh ratapan, penderitaan dan cengeng....Salah besar! Justru air mata yang keluar adalah air mata kekaguman dimana seorang anak kecil korban tsunami masih sanggup bertahan dan ceria memaknai dan menjalani hidupnya...Salut!!!
Air mata yang keluar bukan berarti cerita ini penuh ratapan, penderitaan dan cengeng....Salah besar! Justru air mata yang keluar adalah air mata kekaguman dimana seorang anak kecil korban tsunami masih sanggup bertahan dan ceria memaknai dan menjalani hidupnya...Salut!!!
Like this review?
yes
add a comment
Read in March, 2008
jujur, ini novel pertama yang bisa membuat saya mencurahkan air mata...bukan hanya menitikkan air mata...
ceritanya benar2 menyayat hati...
bahasanya ringan sehingga saya bisa merasakan apa yang dirasakan sang tokoh utama, delisa...
seorang anak berusia 6 tahun yang begitu kuat dengan tragedi yang di alaminya...
ceritanya benar2 menyayat hati...
bahasanya ringan sehingga saya bisa merasakan apa yang dirasakan sang tokoh utama, delisa...
seorang anak berusia 6 tahun yang begitu kuat dengan tragedi yang di alaminya...
Like this review?
yes
add a comment
Read in January, 2005
Pengen banget ngrasain sholat se-khusyuk itu, seperti ali k.w yang tidak merasa tercabutnya panah dari tubuhnya ketika beliau sholat. Gak kecampur aduk dengan urusan duniawi...semoga diijinkan olehNya. Amien.
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment





















