Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Robohnja Surau Kami” as Want to Read:
Robohnja Surau Kami
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Robohnja Surau Kami

by
3.89  ·  Rating Details  ·  2,259 Ratings  ·  184 Reviews
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, salin
...more
Mass Market Paperback, 103 pages
Published 1956 by N.V. Nusantara
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Robohnja Surau Kami, please sign up.

Be the first to ask a question about Robohnja Surau Kami

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Jimmy
Nov 26, 2008 Jimmy rated it really liked it  ·  review of another edition
Ada seorang yang biasa dipanggil Kakek, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga surau sebuah desa. Sang Kakek sangat rajin beribadah, dan selalu ingat memukul beduk yang mengingatkan orang-orang desa untuk sembahyang. Dia menyerahkan hidupnya untuk Tuhan, sampai rela meninggalkan dan melupakan istri dan anaknya. Namun, hati si Kakek tiba-tiba gundah gulana setelah Ajo Sidi, yang terkenal sebagai pembual di desa itu, menceritakan sebuah kisah kepadanya. Saking gundahnya, akhirnya si Kakek memut ...more
Harun Harahap
Aug 05, 2010 Harun Harahap rated it really liked it  ·  review of another edition
Kesan tiap cerpen yang saya baca:

Robohnya Surau Kami: Dunia memang tempat sementara untuk menuju akhirat tapi Allah takkan menghidupkan manusia di dunia tanpa tujuan. Seimbangkanlah dunia dan akhirat, karena bukankah Allah telah berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...” [QS. al-Qashash (28) : 77]

Anak Kebanggaan: Tidaklah salah berangan-angan. Yang salah adalah tak me
...more
Glenn Ardi

Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerpen yang telah lama dianggap sebagai salah satu kumpulan cerpen terbaik Indonesia. Dalam karya ini saya melihat upaya penulis untuk mengkritik tajam kekolotan berpikir manusia Indonesia. Saya menemukan ada banyak sekali bentuk satir/sindiran terhadap konsep senioritas - entah itu dituangkan dalam jarak umur, jabatan, kewibawaan, ketakwaan, atau sekedar ketaatan buta pada nilai adat dalam masyarakat.

Melalui karya ini, saya melihat Navis mengkritik bagaimana
...more
Anita Shella Shufa
Buku yang menggugah, terlepas dari kontroversinya karena penggambaran Tuhan dan kehidupan alam akhirat. Buku ini bercerita tentang seorang kakek yang rajin ibadah, dari muda hingga usia yang ia jalani saat ini. Sampai suatu saat kemudian sang kakek bertemu dengan seorang pemuda yang menceritakan kisah tentang 'ahli ibadah' yang diceburkan ke neraka. Analogi yang dikisahkan sang pemuda itu 'menampar' hati sang kakek, membuatnya meragu akan benar salah yang dilakukannya.

"Kau kenal padaku, bukan? S
...more
Zetty Khairunisa
Nov 23, 2015 Zetty Khairunisa rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: dubook_indo
Terus bahasa indah itu yg menyambut saya. "Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dgn menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar". Damai! Kan?

Saya bukanlah tahu sangat bahawa buku ni buku klasik penuh lagenda dari seberang. Saya cuma jatuh suka pada tajuknya lalu saya beli dan selepas beli baru dikata dari penjualnya 'buku ini bukan salinan original'. Tapi puas saya belek, printingnya bagus cuma kualiti kertasnya tidak. Sebab itu ke?

Saya suka dengan cerpen Anak Keba
...more
Petronela
Jan 31, 2015 Petronela rated it it was amazing  ·  review of another edition
Robohnya Surau Kami termasuk kumcer yang sukses gue baca dalam waktu singkat, bukan karena isinya terlalu ringan juga, malah sebaliknya, lebih padat dan berisi ketimbang kumcer lain yang pernah gue baca. Tapi nggak terlalu berat kok walau labelnya sastra. Seluruh cerpen di buku ini menggunakan kota/daerah di Sumatra Barat sebagai setting, misal Padang dan Kayutanam. Juga adat Minangkabau yang kental di dalamnya.

Penulisannya rapi dan tidak membosankan walau mayoritas percakapannya memang masih m
...more
Eka Ha
Apr 26, 2014 Eka Ha rated it it was amazing  ·  review of another edition
ketika saya selesai membaca cerpen sosio-religi yang sangat terkenal ini, saya menyimpulkan bahwa A.A Navis tidak sekedar ingin menceritakan tentang sebuah surau yang roboh karena ditinggal mati bunuh diri oleh pak tua, marbot yang menjaganya gara2 termakan bualan Ajo sidi tentang nasib orang 2 yang salah mempersepsikan makna ibadah di akhirat kelak.
lebih dari itu, penulis yang karya sastranya tidak lekang oleh waktu itu ingin menyampaikan hal lain yang lebih penting lewat cerpen yang judulnya m
...more
Ra
Kumpulan cerpen ini sudah lama sekali saya baca. Yaitu pada zaman SD.Itu pun karena si pengarang buku, bapak A.A Navis (almarhum) rumahnya nggak jauh dari rumah saya. Jadi setiap orang kenal dia, dan bukunya tergeletak begitu saja dirumah. Maka 'Saya kecil' pun mulai membaca bukunya ini.

Tentang cerpen ini.. yang paling melekat diingatan saya sampai sekarang, meski samar-samar, tentang percakapan seorang bapak haji yang kerjanya beribadah dengan tuhan. Tapi, .... meski dia rajin beribadah, dia ng
...more
Hesa Kaswanda
Aug 12, 2012 Hesa Kaswanda rated it really liked it  ·  review of another edition
Saat melihat buku A.A. Navis yang satu ini di toko buku, tentu saya segera menghentikan langkah dan menyempatkan melihat-lihat. Sudah lama tahu, tapi baru ada keinginan baca saat itu. Satu hal yang saya dapat simpulkan dari A.A. Navis, ia sangat menyukai kejutan. Dari sekian cerpen dalam kumcernya kali ini, yang dapat saya temukan adalah kejutan di setiap cerpennya. Pesan moralnya sungguh dalam. Saking dalamnya, saya harus mengulang membaca dua-tiga kali di beberapa bagian cerpennya. Menyenangka ...more
Darnia
Iyah..gw tau kalo gw telat banget baca buku satu ini. Tapi ini emang karya sastra Indonesia yang luar biasa. Wikipedia bilang ini masuk karya sosio-religi, tapi buat gw it's more than that. Gak tau kenapa, dari 10 cerita pendek yang dirangkum dalam 1 buku tersebut, ada beberapa cerita yang buat gw memorable banget.

Kayak kisah pertama, yang judulnya sama kayak judul anthologi ini.Tentang seorang kakek penjaga masjid yang depresi setelah mendengar kisah tentang orang beriman dari tukang cerita. K
...more
arashi
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat
...more
Imas
Mar 02, 2016 Imas rated it really liked it  ·  review of another edition

Kumpulan cerita pendek berisi 10 cerita yang dirangkum dalam 1 buku. Berbagai cerita tentang kehidupan dari kisah penjaga mesjid sampai topi helm.

Kisah yang paling menohok tentu saja cerita yang berjudul sama dengan kumcer ini, Robohnya Surau Kami. Seorang kakek Penjaga mesjid, yang sangat taat beribadah sampai-sampai melupakan dunia, meninggalkan anak dan istrinya serta menyerahkan seluruh hidupnya untuk beribadah kepada Tuhan. Sampai satu ketika sang kakek memutuskan untuk meninggalkan dunia b
...more
Hawari
Oct 31, 2015 Hawari rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Saya dikasih buku ini oleh kakak sepupu. Awalnya males banget baca buku ini, karena saya ingat bapak saya pernah bercerita mengenai buku ini dan nggak tahu kenapa saya merasa males aja sama hal-hal yang berbau jadul hehehe. Tapi setelah mulai baca kumpulan cerpen ini, saya pun sadar bahwa ini bukanlah buku biasa.

Cerpen-cerpen yang ada di dalamnya mengejutkan bagi saya, plotnya banyak yang unik dan tidak terduga. Beberapa cerita bahkan meninggalkan saya dalam kekagetan, perasaan terguncang, dan
...more
M. Rajab Al-mukarrom
baru kali pertamanya baca kumpulan cerpen A.A. Navis yang telah melegenda.
kumpulan cerpen ini punya kekuatan tersendiri yang tidak hanya memberikan hiburan tapi juga pencerahan dalam tiap cerpen-cerpennya. hampir seluruh cerpen yang ada dalam buku ini saya sukai. karena nilai kesusastraannya juga tinggi menjadikan kumpulan cerpen ini terasa 'mahal'.

cerpen-cerpen terbaik dalam buku ini menurut saya:

#1. Robohnya Surau Kami
#2. Anak Kebanggaan
#3. Nasihat-nasihat
#4. Datangnya dan Perginya
#5. Pada Pem
...more
Jusmalia Oktaviani
Telah lama membaca kumpulan cerpen ini, namun beberapa kisahnya masih melekat hingga kini. Banyak sindiran-sindiran yang menggelitik moralitas kita. Salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah saya baca.
Amazaynia
Dec 04, 2015 Amazaynia rated it it was amazing  ·  review of another edition
Cerpen Indonesia terbaik!

Cerita pertama, Robohnya Surau Kami, selalu berhasil membuat saya merinding dengan cerita si Ajo Sidi. Cerita kalau kita hanya hidup di dunia hanya memikirkan akhirat saja adalah bukan hal yang bagus. Kita memang harus memikirkan nasib kita di akhirat nanti, tapi kita juga harus tetap mempedulikan hidup kita di dunia. Kita hidup di dunia tidaklah sendirian saja. Kita harus memikirkan nasib generasi - generasi lain setelah kita.

Cerita - cerita lain juga berhasil membuat s
...more
Akang Topan
Nov 09, 2015 Akang Topan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Dulu saya selalu skeptis orang indonesia dapat menulis sesuatu yang brilian. Tahun 2000-an awal sebelum saya membaca cerpen ini, kebanyakan pola pikir saya dipengaruhi buku atau novel-novel fiksi populer saat itu sperti Angels and Demons karya Dan Brown atau Harry Potter-nya J.K Rowling. Karya-karya tsb memang sngt briliant mengajak kita berfantasi di luar batas kita biasa berpikir. Dan saya ragu apa ada orang indonesia yg mampu menulis sperti itu.

Namun, ternyata saya salah besar, jauh sebelum k
...more
Rully Resa
May 24, 2015 Rully Resa rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya tidak gemar baca cerpen, karena memang selain awalnya tidak begitu tertarik, referensi buku kumpulan cerpen yang saya ketahui sangat terbatas. Sebenarnya ketika membeli buku Robohnya Surau kami karya AA Navis saya terkecoh, tidak menyangka kalau buku ini sebuah kumpulan cerpen. Saat ini saya sedang keranjingan sastra Indonesia. Konflik antara kubu Lekra dan Menikebu sungguh menarik perhatian saya. Nama AA Navis sering disebut-sebut dalam sejarah sastra indonesia, saya jadi penasaran. Akhirn ...more
Esti Sulistyawan
Cuplikan dialog antara Tuhan dan Haji Saleh berikut ini merupakan pesan moral yang ingin disampaikan melalui cerita pendek ini:
"....kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tid
...more
Aesna
Oct 11, 2014 Aesna rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: sastra
Saya akan selalu ingat bagaimana soal bahasa Indonesia saya selalu begini:

"Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. ...."

(A.A. Navis, Robohnya Surau Kam
...more
Lailaturrahmi
Feb 15, 2014 Lailaturrahmi rated it really liked it  ·  review of another edition
Cerita-ceritanya penuh kejutan dan terasa mengena sekali oleh saya yang lahir dan besar di ranah Minang. Membaca setiap cerpen yang terkandung dalam buku ini membuat saya terhenti sejenak, merenungkan pesan moral yang tersirat di dalamnya.
Beberapa karakter utama dalam cerita digambarkan sebagai orang yang rajin beribadah. Beberapa lainnya sebagai orang yang baik budi dan penyabar. Ada pula yang senang berbagi nasihat. Ada lagi yang bernasib malang. Pada akhirnya, masing-masing tokoh mengalami s
...more
Steven S
Buku karangan A.A.Navis ini betul-betul sebuah harta karun di sebuah perpustakaan. Buku lawas ini sudah amat jarang terlihat di toko buku. Terakhir diterbitkan GPU tahun 2006. Dari ke 10 cerita pendek yang ada, semuanya layak dibaca bagi Anda yang ingin mengenal karya sastra Indonesia atau penulis yang ingin belajar cerpen salah satu penulis kawakan Indonesia.

A.A. Navis lewat kumcer ini ingin mengajak pembaca mengikuti jamannya. Bahasanya sederhana namun pilihan kata yang kuat membuat pembaca de
...more
Farrahnanda Farrahnanda
Dulu baca pas SMA dan udah lupa isinya kayak apa o|--< seinget saya lumayan sih ceritanya **enggak guna komenmu, Far**
Muplihah
Dec 04, 2015 Muplihah rated it really liked it  ·  review of another edition
singkat, padat, berisi. Terimakasih Hera yg telah merekomendasikan buku ini utk dibaca :D
Yogi Saputro
Jan 24, 2015 Yogi Saputro rated it really liked it  ·  review of another edition
Legendaris dan klasik. Itulah yang bisa dikatakan untuk karya kumpulan cerpen ini. Bahasa A.A Navis terasa indah sekaligus membumi. Menohok langsung pada sendi kehidupan. Saya bukan tipe yang sangat memahami pemaknaan cerpen hingga tersirat. Sebagian judul nampaknya lebih banyak memberikan makna tersirat. Misalnya dalam cerpen "Robohnya Surau Kami" sendiri. Maknanya begitu dalam sehingga pembahasan dan diskusi tampaknya terus berlangsung dari dulu hingga sekarang.

Kesimpulannya, buku ini cukup ok
...more
Fany Ayuningtyas
Robohnya Surau Kami adalah salah satu buku yang berhasil membuat saya amat sangat mencintai sastra dan kian memupuk kecintaan saya pada buku bacaan. Novel ini juga merupakan salah satu buku "serius" pertama yang saya baca dan merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang paling saya gemari. Tidaklah suatu yang berlebihan jika saya memasang lima bintang untuk salah satu karya sastra Indonesia terbaik sepanjang masa ini. Saya pertama kali membaca ini sewaktu SMP tepatnya di perpustakaan sekolah ...more
Ainouna Sa'ansa
Apr 06, 2011 Ainouna Sa'ansa rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku ini bercerita tentang seorang kakek tua yang ahli ibadah dan tinggal di sebuah surau yang hampir roboh. Kakek itu disamping terkenal sebagai ahli ibadah, ia juga adalah seorang pengasah pisau. Tetangganya sering meminta bantuan kepadanya untuk mengasah pisau dan ikhlas di beri upah apapun.

Kakek tua itu tinggal sebatang kara di surau tersebut. Padahal surau itu hampir roboh, mungkin karena kesalehan dan keikhlasannya itu yang membuat surau itu masih tegak berdiri.

Suatu hari, ada seorang yang
...more
Alif
Mar 24, 2011 Alif rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: facebook
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ema Nisa
May 22, 2012 Ema Nisa rated it it was amazing  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ian Ninda
Apr 01, 2011 Ian Ninda rated it it was amazing  ·  review of another edition
ROBOHNYA SURAU KAMI is novels that tell the stories of religious. inside there are many short stories, namely:Robohnya Surau kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin Dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa Ke Masa. in the story "ROBOHNYA SURAU KAMI" the author told the story of the tragic death of a grandfather guard surau (small mosque) in the hometown of the main character's short stories. He(the grandfather), di ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
menjadi apakah kita nanti? 1 39 Jul 13, 2008 09:43AM  
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Harimau! Harimau!
  • Burung-Burung Manyar
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Atheis
  • Bukan Pasarmalam
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Salah Asuhan
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Olenka
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Canting
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
688294
Ali Akbar Navis was a journalist and potential writer. He was a full time writer for Sripo and writes so many stories.

His famous books was “Robohnya Surau Kami” which became a monumental work for Indonesian literature. His last work is "Simarandang" a social-culture journal which been published on April 2003.

A.A. Navis passed away at age 79.
More about A.A. Navis...

Share This Book