Buku Indonesia Sepanjang Masa
216 books |
189 voters
book data
3,345 ratings,
4.14
average rating, 985 reviews
(more data...)
edit
published
2008
(first published 2005)
by Bentang Pustaka
binding
Paperback, 534 pages
url
setting
Indonesia
isbn
9793062797
description
Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak me...more
Sign in to Goodreads to see your friends' reviews of this book.
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| religi hidup | 1 | 26 | 12/20/2007 03:42AM |
friend reviews
To see what your friends thought of this book, please sign up.
other reviews (showing 1-20 of 4,300)
All ratings
|
5 stars (1423)
|
4 stars (1144)
|
3 stars (605)
|
2 stars (117)
|
1 star (42)
|
avg 4.14
editions: all | this edition
editions: all | this edition
Read in January, 2006
3,5 bintang.
Saya membeli buku ini karena mendengar begitu banyak komentar positif tentangnya. Mungkin karena itulah saya punya pengharapan yang tinggi. Dan mungkin karena itulah saya kecewa saat membacanya. Ternyata tidak sebagus yang saya harapkan, setidaknya, pada bagian-bagian awal. Setengah terakhir buku ini lebih bagus daripada bagian awalnya.
Buku ini berkisah tentang sebelas anak miskin dari kampung Pulau Belitong dan petualangan mereka bersama sebagai murid-murid ...more
Saya membeli buku ini karena mendengar begitu banyak komentar positif tentangnya. Mungkin karena itulah saya punya pengharapan yang tinggi. Dan mungkin karena itulah saya kecewa saat membacanya. Ternyata tidak sebagus yang saya harapkan, setidaknya, pada bagian-bagian awal. Setengah terakhir buku ini lebih bagus daripada bagian awalnya.
Buku ini berkisah tentang sebelas anak miskin dari kampung Pulau Belitong dan petualangan mereka bersama sebagai murid-murid ...more
Like this review?
yes
(17 people liked it)
19 comments
Ide, peristiwa2 dalam buku ini sangat bersahaja, menarik. Buku ini memang bukan novel, tapi memoar. Secara isi bagus-lah. Sayang sangat lemah dalam teknik dan komposisi...
Like this review?
yes
(9 people liked it)
17 comments
Read in April, 2008
recommends it for:
para pemimpi yang cukup berani untuk percaya
Awalnya, saya jatuh cinta sama nama buku ini. LASKAR PELANGI, doesn't it sound so beautiful. Sayangnya, cinta saya tidak cukup besar untuk membuat saya membeli buku ini di awal-awal terbitnya.
Malah niat saya sempat urung, saat secara tidak sengaja membaca review seorang teman yang bilang buku ini tidak masuk akal. Dia bilang pilihan katanya terlalu canggih untuk sebuah buku yang menggunakan PoV anak kecil. "Ah, mungkin hanya another best seller book without a proper writing"...more
Malah niat saya sempat urung, saat secara tidak sengaja membaca review seorang teman yang bilang buku ini tidak masuk akal. Dia bilang pilihan katanya terlalu canggih untuk sebuah buku yang menggunakan PoV anak kecil. "Ah, mungkin hanya another best seller book without a proper writing"...more
Like this review?
yes
(8 people liked it)
58 comments
recommended to Meli by:
thanks to gramedia
recommends it for: semua orang yang peduli dan mempunyai mimpi!
recommends it for: semua orang yang peduli dan mempunyai mimpi!
membaca "laskar pelangi" seperti membuka pintu rahasia dan menemukan semua mimpi yang telah kita kuburkan tumbuh dan bertunas menjadi semak-semak. aku bisa membayangkan diriku bergelayut di dahan pohon filicium, suatu sore sehabis langit bermain hujan. aku bisa melihat pelangi yang lengkung, yang menawarkan sejuta petualangan dan impian, yang liar dan berani! yang jujur dan menantang! yang membuatku percaya aku bisa merubah dunia.
andrea hirata dan "laskar pelangi"...more
andrea hirata dan "laskar pelangi"...more
Like this review?
yes
(5 people liked it)
16 comments
Read in February, 2008
I don't know why but I am not as satisfied as others experienced.
Andrea Hirata, the author wrote it in a good descriptive way. Unfortunately, I get bored.
It talks about the education of students in remote area. An education for the poor, but the teachers teach that they don't have to feel shame due to their lack of financial status.
To be confident. To stand up. To express. To actualize.
It is a good topic, but I somehow get distracted with the wa...more
Andrea Hirata, the author wrote it in a good descriptive way. Unfortunately, I get bored.
It talks about the education of students in remote area. An education for the poor, but the teachers teach that they don't have to feel shame due to their lack of financial status.
To be confident. To stand up. To express. To actualize.
It is a good topic, but I somehow get distracted with the wa...more
Like this review?
yes
(3 people liked it)
2 comments
Read in May, 2008
recommended to Pulung by:
my mom and my apple treerecommends it for: everybody
Yihaaaa
Sudah lama nggak menangis sambil tertawa karena membaca buku.
Yang bukan 100 persen buku humor, bukan 100 persen buku melankolis, bukan 100 persen biografi... Pokoke ini bukan buku dengan jenis yang 100 persen apa saja, deh!
Tapi justru karena sederhana dan manusiawi beginilah buku ini jadi menarik dan mengharukan sekaligus jenaka!
Sekali lagi,
Buku beginian akan bikin kita lebih pandai bersyukur =)
Ini sungguh bukan buku sempurna de...more
Sudah lama nggak menangis sambil tertawa karena membaca buku.
Yang bukan 100 persen buku humor, bukan 100 persen buku melankolis, bukan 100 persen biografi... Pokoke ini bukan buku dengan jenis yang 100 persen apa saja, deh!
Tapi justru karena sederhana dan manusiawi beginilah buku ini jadi menarik dan mengharukan sekaligus jenaka!
Sekali lagi,
Buku beginian akan bikin kita lebih pandai bersyukur =)
Ini sungguh bukan buku sempurna de...more
Like this review?
yes
(3 people liked it)
9 comments
07/02/07
Amin Sudarsono
marked it as to-read
Has a copy to sell/swap
—
Read in May, 2006
Buku yang bagus. Memakai bahasa realis, membawa pada optimisme pendidikan bagi ana-anak di daerah yang terpencil.
Kesan saya satu saja, bahwa eksploitasi tambang selalu bikin sengsara penduduk di sekitarnya. Belum ada cerita masyarakat di sekitar lokasi tambang, entah timah, batu bara, minya, emas, perak dan sebagainya, yang bisa sejahtera dan sekolah tinggi dengan biaya dari perusahaan.
bersyukurlah Ikal dan kawan-kawan, talenta kecerdasanlah yang membawa mereka pada ilmu yang tinggi
Kesan saya satu saja, bahwa eksploitasi tambang selalu bikin sengsara penduduk di sekitarnya. Belum ada cerita masyarakat di sekitar lokasi tambang, entah timah, batu bara, minya, emas, perak dan sebagainya, yang bisa sejahtera dan sekolah tinggi dengan biaya dari perusahaan.
bersyukurlah Ikal dan kawan-kawan, talenta kecerdasanlah yang membawa mereka pada ilmu yang tinggi
Like this review?
yes
(3 people liked it)
23 comments
Read in November, 2008
Minda agak terbejat seketika sewaktu ingin membuat resensi buku ini. Kenapa ya? Mungkin masih terbayang-bayang lagi ‘pengalaman’ bersama Laskar Pelangi (“,) Penuh warna-warni, rasa takjub (Subhanallah), dan seolah-olah melihat sebuah wayang gambar (dan sememangnya buku ini telah dibuat dalam bentuk filem! Dengarnya filem Laskar Pelangi mendapat sambutan luar biasa sepanjang ditayangkan :)).
Menelusuri ksh hdp Laskar Pelangi membuatkan diri terfikir dan terkesan dgn watak2 yg ad...more
Menelusuri ksh hdp Laskar Pelangi membuatkan diri terfikir dan terkesan dgn watak2 yg ad...more
Like this review?
yes
(2 people liked it)
4 comments
recommends it for:
everyone
Akhirnya..aku menemukannya...
Jika Paulo Coelho bilang, sebuah buku ibarat perahu yang mengantarkan pembacanya ke pulau-pulau yang mereka tuju, maka Andrea Hirata telah sukses mengantarkan saya ke pulau impian saya...yaitu pulau "tiada hasil tanpa upaya" alias no pain no gain..
Sejak membaca bab awal, mata saya sudah berkaca-kaca, hati saya perih membayangkan sekolah bobrok yang kekurangan murid, dan turut berdoa semoga ada pertolongan Tuhan sehingga genap 10 oran...more
Jika Paulo Coelho bilang, sebuah buku ibarat perahu yang mengantarkan pembacanya ke pulau-pulau yang mereka tuju, maka Andrea Hirata telah sukses mengantarkan saya ke pulau impian saya...yaitu pulau "tiada hasil tanpa upaya" alias no pain no gain..
Sejak membaca bab awal, mata saya sudah berkaca-kaca, hati saya perih membayangkan sekolah bobrok yang kekurangan murid, dan turut berdoa semoga ada pertolongan Tuhan sehingga genap 10 oran...more
Like this review?
yes
(2 people liked it)
11 comments
maaf tapi gw gak menyelesaikan buku ini.
yang pasti gw gak suka cara penulis menceritakan ulang pengalamannya.
penulis berusaha menggambarkan secara detail situasi, lokasi, hingga perasaannya saat kecil. tapi semuanya dengan cara pandangnya ketika dewasa, sehingga gw gak bisa merasakan perasaan lugu n polos seorag anak ketika dia menggambarkan apa yang dia lihat. so, yang gw rasain pas baca buku ini adalah keanehan, karena buku ini, kalo gak salah inget, menggunakan sudut pandang pert...more
yang pasti gw gak suka cara penulis menceritakan ulang pengalamannya.
penulis berusaha menggambarkan secara detail situasi, lokasi, hingga perasaannya saat kecil. tapi semuanya dengan cara pandangnya ketika dewasa, sehingga gw gak bisa merasakan perasaan lugu n polos seorag anak ketika dia menggambarkan apa yang dia lihat. so, yang gw rasain pas baca buku ini adalah keanehan, karena buku ini, kalo gak salah inget, menggunakan sudut pandang pert...more
Like this review?
yes
(2 people liked it)
3 comments
Read in December, 2008
Catatan pasca baca:
Buku ini kubaca karena dengungan popularitasnya, lagu Nidji (OST filmnya), dan komentar teman-temanku. Btw, aku belum nonton filmnya lho.
Adegan pembukaan cukup menjanjikan dan berpotensi untuk diolah. Dilanjutkan dengan deskripsi setting yang membosankan. Lalu cerita-cerita anekdot yang dipusatkan pada karakter-karakter menonjol seperti Mahar, Lintang, dsb. Ketiadaan plot cukup memakan energiku untuk terus membaca. Cara menulis dialog yang penuh bunyi-b...more
Buku ini kubaca karena dengungan popularitasnya, lagu Nidji (OST filmnya), dan komentar teman-temanku. Btw, aku belum nonton filmnya lho.
Adegan pembukaan cukup menjanjikan dan berpotensi untuk diolah. Dilanjutkan dengan deskripsi setting yang membosankan. Lalu cerita-cerita anekdot yang dipusatkan pada karakter-karakter menonjol seperti Mahar, Lintang, dsb. Ketiadaan plot cukup memakan energiku untuk terus membaca. Cara menulis dialog yang penuh bunyi-b...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
3 comments
Read in May, 2007
recommended to Amang by:
ibu mertua
Di awal-awal penerbitannya sebelum menjadi megah dan tenar seperti hari ini, setiap kali orang baca tentang Laskar Pelangi, pertanyaan paling mendasar yang seringkali terbit: otobiografi Andrea Hirata sendirikah ini?
Baru belakangan hari, kita mendapat jawabannya dari sang penulis bahwa itu kehidupannya sebagai anak Belitong. Lalu diperkuat oleh sejumlah kesaksian orang-orang yang masih hidup termasuk Bu Muslimah sendiri.
Virginia Woolf pernah menulis begini: "Novel-...more
Baru belakangan hari, kita mendapat jawabannya dari sang penulis bahwa itu kehidupannya sebagai anak Belitong. Lalu diperkuat oleh sejumlah kesaksian orang-orang yang masih hidup termasuk Bu Muslimah sendiri.
Virginia Woolf pernah menulis begini: "Novel-...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
64 comments
Membaca novel ini, sesungguhnya banyak ilmu yang aku kutip. Selain semangat yang ditunjukkan oleh setiap ahli Laskar Pelangi dalam mengharungi pelbagai dugaan pahit manis semata-mata untuk menimba ilmu.
Walaupun Sekolah Muhammadiyah iaitu sekolah tertua di Belitong amat daif dan hampir ditutup kerana kekurangan murid, jika dibandingkan dengan Sekolah PN yang 'kaya & mewah', namun tidak sedikitpun mematahkan semangat juang mereka untuk mengaku kalah. Betapa semangat yang ditunjukkan ol...more
Walaupun Sekolah Muhammadiyah iaitu sekolah tertua di Belitong amat daif dan hampir ditutup kerana kekurangan murid, jika dibandingkan dengan Sekolah PN yang 'kaya & mewah', namun tidak sedikitpun mematahkan semangat juang mereka untuk mengaku kalah. Betapa semangat yang ditunjukkan ol...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
Read in June, 2008
Menariknya kali ini, aku pesankan kepada ummiku untuk belikan buku tetralogi Laskar Pelangi di Bandung. Banyak kali sudah aku baca review mengenainya, tetapi titik permulaan itu berlaku bila seorang forumner membuka tajuk Andrea Hirata – Laskar Pelangi. Maka dalam diam, aku membaca dan lama kelamaan rasa teruja untuk memiliki koleksi tersebut. Manakan tidak, novel tersebut dinobatkan Indonesia’s most powerful book dan diguna pakai kerajaan Indonesia untuk mengubah sistem pendidikan di sana.
...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
3 comments
Sebagai pembuka yang mengisahkan masa kecil Ikal dan teman2nya membuat saya sedikit berkerut2 membaca diawal2 karena banyak sekali istilah2 sains.. walau anak pertanian saya gak akrab ama nama latin tanaman dst.. trus ikal eh andrea hirata membuat kita harus akrab dengan istilah2 sains itu. Kisah masa kecil anak2 kampung yang kesulitan dalam pendidikan adalah realita kebanyakan anak bangsa kita.. membuat saya menangis dibeberapa bagian, khususnya saat lintang harus mengakhiri keinginannya bersek...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
Read in January, 2008
recommended to Seno by:
Octa
Akhirnya aq menyelesaikan novel pertama dari tetralogi Laskar Pelangi, yaitu Laskar Pelangi. Gak nyangka novel ini diceritakan oleh seseorang yang setelah aq lihat biografinya yaitu seorang Andrea Hirata yang bukanlah seorang sastrawan dan tetralogi Laskar Pelangi ini merupakan karya perdana yang menurutku bisa dibilang, lumayan tokcer alias bagus. Karena Andrea Hirata mampu menggabungkan keindahan sastra dan ilmu pengetahuan ke dalam deretan huruf yang terangkai sangat harmonis. Selain itu, di ...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
1 comment
Read in December, 2007
Mutiara Di Sekolah Gudang Kopra
Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Penerbit Bentang, Yogyakarta
Cetakan 1 : September 2005
Hal : xviii + 534 hlm
Apa yang bisa diharapkan dari sekolah reyot dan melarat mirip gudang kopra yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin bisa rubuh berantakan? Tak ada poster gambar pahlawan menghiasi dinding kelas kecuali satu poster besar Bang Haji Rhoma Irama untuk men...more
Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Penerbit Bentang, Yogyakarta
Cetakan 1 : September 2005
Hal : xviii + 534 hlm
Apa yang bisa diharapkan dari sekolah reyot dan melarat mirip gudang kopra yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin bisa rubuh berantakan? Tak ada poster gambar pahlawan menghiasi dinding kelas kecuali satu poster besar Bang Haji Rhoma Irama untuk men...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
Read in February, 2006
Sama kaya Ditto.. tapi bedanya gue udah nyelesain baca ni buku sampe kelar. Gue baca sampe abis karena sempet kenalan dan ngobrol sama Mas Andrea di kampus ITB waktu promo buku ini.. dah gitu temen2 rame banget baca ni buku secara berjamaah (yang beli 1, yang pinjem banyak).
Awalnya gue suka, tapi ya itu.. gue ga bisa ngerasain kepolosan si Ikal dari desa tertinggal. Gue pernah tugas 3 bulanan di pedalaman Jambi. Di situ kenalan sama murid SMP yang pinter banget. Karena gue pikir buku...more
Awalnya gue suka, tapi ya itu.. gue ga bisa ngerasain kepolosan si Ikal dari desa tertinggal. Gue pernah tugas 3 bulanan di pedalaman Jambi. Di situ kenalan sama murid SMP yang pinter banget. Karena gue pikir buku...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
Read in October, 2008
I suppose this book needs no further introduction to the Indonesian audience. So let me be brief.
The good:
- proper use of Indonesian language, a rarity nowadays
- descriptive and detailed story-telling, also a rarity
- funny, with unexpected and unusual metaphors.
The bad:
- pretentious. Must he quote all sorts of Latin names and English words just to describe a quiet afternoon with birds and butterfly in a school yard? Must he go on and on about Mahar...more
The good:
- proper use of Indonesian language, a rarity nowadays
- descriptive and detailed story-telling, also a rarity
- funny, with unexpected and unusual metaphors.
The bad:
- pretentious. Must he quote all sorts of Latin names and English words just to describe a quiet afternoon with birds and butterfly in a school yard? Must he go on and on about Mahar...more
Like this review?
yes
(1 person liked it)
add a comment
quotes from this book
"Demikianlah karnaval kami setiap tahun. Tak melambangkan cita-cita. Mungkin karena kami tak berani bercita-cita."
More quotes...








































