by
4.12 of 5 stars
Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak... read full description

reviews

Jan 05, 2008
Femmy rated it: 3 of 5 stars
3,5 bintang.

Saya membeli buku ini karena mendengar begitu banyak komentar positif tentangnya. Mungkin karena itulah saya punya pengharapan yang tinggi. Dan mungkin karena itulah saya kecewa saat membacanya. Ternyata tidak sebagus yang saya harapkan, setidaknya, pada bagian-bagian awal. Setengah terakhir buku ini lebih bagus daripada bagian awalnya.

Buku ini berkisah tentang sebelas anak miskin dari kampung Pulau Belitong dan petualangan mereka bersama sebagai murid-murid More...
21 comments like (25 people liked it)
Feb 09, 2008
Helvy rated it: 3 of 5 stars

Ide, peristiwa2 dalam buku ini sangat bersahaja, menarik. Buku ini memang bukan novel, tapi memoar. Secara isi bagus-lah. Sayang sangat lemah dalam teknik dan komposisi...
17 comments like (12 people liked it)
May 10, 2008
Nielam rated it: 4 of 5 stars
Awalnya, saya jatuh cinta sama nama buku ini. LASKAR PELANGI, doesn't it sound so beautiful. Sayangnya, cinta saya tidak cukup besar untuk membuat saya membeli buku ini di awal-awal terbitnya.

Malah niat saya sempat urung, saat secara tidak sengaja membaca review seorang teman yang bilang buku ini tidak masuk akal. Dia bilang pilihan katanya terlalu canggih untuk sebuah buku yang menggunakan PoV anak kecil. "Ah, mungkin hanya another best seller book without a proper writing" More...
59 comments like (9 people liked it)
Oct 22, 2010
Ancilla rated it: 2 of 5 stars
I don't know why but I am not as satisfied as others experienced.

Andrea Hirata, the author wrote it in a good descriptive way. Unfortunately, I get bored.

It talks about the education of students in remote area. An education for the poor, but the teachers teach that they don't have to feel shame due to their lack of financial status.

To be confident. To stand up. To express. To actualize.

It is a good topic, but I somehow get distracted with the wa More...
2 comments like (7 people liked it)
May 20, 2008
Meliana rated it: 5 of 5 stars
membaca "laskar pelangi" seperti membuka pintu rahasia dan menemukan semua mimpi yang telah kita kuburkan tumbuh dan bertunas menjadi semak-semak. aku bisa membayangkan diriku bergelayut di dahan pohon filicium, suatu sore sehabis langit bermain hujan. aku bisa melihat pelangi yang lengkung, yang menawarkan sejuta petualangan dan impian, yang liar dan berani! yang jujur dan menantang! yang membuatku percaya aku bisa merubah dunia.

andrea hirata dan "laskar pelangi" More...
17 comments like (6 people liked it)
May 21, 2008
Pulung rated it: 4 of 5 stars
Yihaaaa

Sudah lama nggak menangis sambil tertawa karena membaca buku.
Yang bukan 100 persen buku humor, bukan 100 persen buku melankolis, bukan 100 persen biografi... Pokoke ini bukan buku dengan jenis yang 100 persen apa saja, deh!

Tapi justru karena sederhana dan manusiawi beginilah buku ini jadi menarik dan mengharukan sekaligus jenaka!

Sekali lagi,
Buku beginian akan bikin kita lebih pandai bersyukur =)

Ini sungguh bukan buku sempurna de More...
9 comments like (5 people liked it)
Jul 02, 2007
Amin marked it as to-read
Buku yang bagus. Memakai bahasa realis, membawa pada optimisme pendidikan bagi ana-anak di daerah yang terpencil.
Kesan saya satu saja, bahwa eksploitasi tambang selalu bikin sengsara penduduk di sekitarnya. Belum ada cerita masyarakat di sekitar lokasi tambang, entah timah, batu bara, minya, emas, perak dan sebagainya, yang bisa sejahtera dan sekolah tinggi dengan biaya dari perusahaan.
bersyukurlah Ikal dan kawan-kawan, talenta kecerdasanlah yang membawa mereka pada ilmu yang tinggi
24 comments like (4 people liked it)
Dec 10, 2008
Aina Dayana rated it: 5 of 5 stars
Minda agak terbejat seketika sewaktu ingin membuat resensi buku ini. Kenapa ya? Mungkin masih terbayang-bayang lagi ‘pengalaman’ bersama Laskar Pelangi (“,) Penuh warna-warni, rasa takjub (Subhanallah), dan seolah-olah melihat sebuah wayang gambar (dan sememangnya buku ini telah dibuat dalam bentuk filem! Dengarnya filem Laskar Pelangi mendapat sambutan luar biasa sepanjang ditayangkan :)).

Menelusuri ksh hdp Laskar Pelangi membuatkan diri terfikir dan terkesan dgn watak2 yg ada. San More...
4 comments like (3 people liked it)
May 26, 2008
Palsay rated it: 5 of 5 stars
Akhirnya..aku menemukannya...

Jika Paulo Coelho bilang, sebuah buku ibarat perahu yang mengantarkan pembacanya ke pulau-pulau yang mereka tuju, maka Andrea Hirata telah sukses mengantarkan saya ke pulau impian saya...yaitu pulau "tiada hasil tanpa upaya" alias no pain no gain..

Sejak membaca bab awal, mata saya sudah berkaca-kaca, hati saya perih membayangkan sekolah bobrok yang kekurangan murid, dan turut berdoa semoga ada pertolongan Tuhan sehingga genap 10 oran More...
12 comments like (2 people liked it)
Oct 10, 2007
Ditto rated it: 2 of 5 stars
maaf tapi gw gak menyelesaikan buku ini.
yang pasti gw gak suka cara penulis menceritakan ulang pengalamannya.
penulis berusaha menggambarkan secara detail situasi, lokasi, hingga perasaannya saat kecil. tapi semuanya dengan cara pandangnya ketika dewasa, sehingga gw gak bisa merasakan perasaan lugu n polos seorag anak ketika dia menggambarkan apa yang dia lihat. so, yang gw rasain pas baca buku ini adalah keanehan, karena buku ini, kalo gak salah inget, menggunakan sudut pandang pert More...
3 comments like (2 people liked it)
Dec 27, 2008
Irwan rated it: 3 of 5 stars
Catatan pasca baca:

Buku ini kubaca karena dengungan popularitasnya, lagu Nidji (OST filmnya), dan komentar teman-temanku. Btw, aku belum nonton filmnya lho.

Adegan pembukaan cukup menjanjikan dan berpotensi untuk diolah. Dilanjutkan dengan deskripsi setting yang membosankan. Lalu cerita-cerita anekdot yang dipusatkan pada karakter-karakter menonjol seperti Mahar, Lintang, dsb. Ketiadaan plot cukup memakan energiku untuk terus membaca. Cara menulis dialog yang penuh bunyi-b More...
3 comments like (1 person liked it)
Dec 18, 2007
Pera rated it: 2 of 5 stars
hmmm biasa aja...
24 comments like (2 people liked it)
Oct 13, 2008
Amang rated it: 2 of 5 stars
Di awal-awal penerbitannya sebelum menjadi megah dan tenar seperti hari ini, setiap kali orang baca tentang Laskar Pelangi, pertanyaan paling mendasar yang seringkali terbit: otobiografi Andrea Hirata sendirikah ini?

Baru belakangan hari, kita mendapat jawabannya dari sang penulis bahwa itu kehidupannya sebagai anak Belitong. Lalu diperkuat oleh sejumlah kesaksian orang-orang yang masih hidup termasuk Bu Muslimah sendiri.

Virginia Woolf pernah menulis begini: "Novel- More...
66 comments like (4 people liked it)
Sep 15, 2008
Wan Amalyn rated it: 4 of 5 stars
Membaca novel ini, sesungguhnya banyak ilmu yang aku kutip. Selain semangat yang ditunjukkan oleh setiap ahli Laskar Pelangi dalam mengharungi pelbagai dugaan pahit manis semata-mata untuk menimba ilmu.

Walaupun Sekolah Muhammadiyah iaitu sekolah tertua di Belitong amat daif dan hampir ditutup kerana kekurangan murid, jika dibandingkan dengan Sekolah PN yang 'kaya & mewah', namun tidak sedikitpun mematahkan semangat juang mereka untuk mengaku kalah. Betapa semangat yang ditunjukkan ol More...
0 comments like (1 person liked it)
Jun 10, 2008
Ummu Auni rated it: 5 of 5 stars
Menariknya kali ini, aku pesankan kepada ummiku untuk belikan buku tetralogi Laskar Pelangi di Bandung. Banyak kali sudah aku baca review mengenainya, tetapi titik permulaan itu berlaku bila seorang forumner membuka tajuk Andrea Hirata – Laskar Pelangi. Maka dalam diam, aku membaca dan lama kelamaan rasa teruja untuk memiliki koleksi tersebut. Manakan tidak, novel tersebut dinobatkan Indonesia’s most powerful book dan diguna pakai kerajaan Indonesia untuk mengubah sistem pendidikan di sana.
More...
3 comments like (2 people liked it)
Apr 21, 2008
Ria rated it: 5 of 5 stars
Sebagai pembuka yang mengisahkan masa kecil Ikal dan teman2nya membuat saya sedikit berkerut2 membaca diawal2 karena banyak sekali istilah2 sains.. walau anak pertanian saya gak akrab ama nama latin tanaman dst.. trus ikal eh andrea hirata membuat kita harus akrab dengan istilah2 sains itu. Kisah masa kecil anak2 kampung yang kesulitan dalam pendidikan adalah realita kebanyakan anak bangsa kita.. membuat saya menangis dibeberapa bagian, khususnya saat lintang harus mengakhiri keinginannya bersek More...
0 comments like (1 person liked it)
Mar 13, 2008
Seno rated it: 4 of 5 stars
Akhirnya aq menyelesaikan novel pertama dari tetralogi Laskar Pelangi, yaitu Laskar Pelangi. Gak nyangka novel ini diceritakan oleh seseorang yang setelah aq lihat biografinya yaitu seorang Andrea Hirata yang bukanlah seorang sastrawan dan tetralogi Laskar Pelangi ini merupakan karya perdana yang menurutku bisa dibilang, lumayan tokcer alias bagus. Karena Andrea Hirata mampu menggabungkan keindahan sastra dan ilmu pengetahuan ke dalam deretan huruf yang terangkai sangat harmonis. Selain itu, di More...
1 comment like (1 person liked it)
Jan 24, 2008
Bahtiar rated it: 5 of 5 stars
Mutiara Di Sekolah Gudang Kopra

Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Penerbit Bentang, Yogyakarta
Cetakan 1 : September 2005
Hal : xviii + 534 hlm


Apa yang bisa diharapkan dari sekolah reyot dan melarat mirip gudang kopra yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin bisa rubuh berantakan? Tak ada poster gambar pahlawan menghiasi dinding kelas kecuali satu poster besar Bang Haji Rhoma Irama untuk men More...
0 comments like (1 person liked it)
Oct 29, 2007
Nova rated it: 2 of 5 stars
Sama kaya Ditto.. tapi bedanya gue udah nyelesain baca ni buku sampe kelar. Gue baca sampe abis karena sempet kenalan dan ngobrol sama Mas Andrea di kampus ITB waktu promo buku ini.. dah gitu temen2 rame banget baca ni buku secara berjamaah (yang beli 1, yang pinjem banyak).

Awalnya gue suka, tapi ya itu.. gue ga bisa ngerasain kepolosan si Ikal dari desa tertinggal. Gue pernah tugas 3 bulanan di pedalaman Jambi. Di situ kenalan sama murid SMP yang pinter banget. Karena gue pikir buku More...
0 comments like (1 person liked it)
Nov 07, 2008
Bookshop rated it: 1 of 5 stars
I suppose this book needs no further introduction to the Indonesian audience. So let me be brief.

The good:
- proper use of Indonesian language, a rarity nowadays
- descriptive and detailed story-telling, also a rarity
- funny, with unexpected and unusual metaphors.

The bad:
- pretentious. Must he quote all sorts of Latin names and English words just to describe a quiet afternoon with birds and butterfly in a school yard? Must he go on and on about Mahar More...
0 comments like (6 people liked it)
Oct 08, 2007
Pras rated it: 4 of 5 stars
Cerita tentang anak2 yang bersekolah di daerah pedalaman Kep. Belitung. Pada awalnya saya tidak menyangka buku ini akan dibuat trilogi atau tetralogi atau bahkan pentalogi sekalipun. Sebabnya adalah gaya penceritaan Andrea Hirata yang terfokus pada pengalaman masa kecilnya dengan teman-temannya seakan merupakan kilas balik.
Ada beberapa detil yang aga mengganggu, yaitu tentang fakta-fakta pengetahuan dan sains yang dibeberkan Andrea seakan-akan ia mengetahuinya sedari kecil semasa bersekola More...
0 comments like (2 people liked it)
Sep 17, 2007
Herly rated it: 5 of 5 stars
Andrea Hirata adalah salah seorang penulis yang genius. Walaupun ini adalah karya pertama dari tetraloginya, tapi dia telah menunjukkan kemampuan menulis, pengetahuan yang luas dan intelijensia yang tinggi. Setiap kata didalam kalimat2nya mempunyai arti dan makna yang dalam. Sehingga tak ada satupun kalimat yang tidak meninggalkan kesan buat pembacanya.

Tetralogi Laskar Pelangi merupakan kisah dari kehidupan Andrea Hirata sendiri. Kisah yang sederhana tapi disajikan secara apik dan me More...
0 comments like (1 person liked it)
Sep 15, 2007
Hera rated it: 4 of 5 stars
It's been sooo long since I read a good Indonesian book. But this isn't just good, it's great! I would've given it a five-star, but let's just save it for the next book(s).

This book is exhilarating because it's well-written, the characters are also well-developed, and it's so damn honest. It reminds me of Deddy Mizwar's 'Ketika' and 'Nagabonar Jadi 2', both written by Musfar Yasin. The plots are too long at times, but you don't mind them and willingly let yourself sucked into the sto More...
0 comments like (1 person liked it)
Aug 04, 2007
Arif nur rated it: 3 of 5 stars
Novel pertama Andrea Hirata ini bagus juga. Ketika membaca Bab Pertama langsung disuguhi sebuah drama detik-detik penentuan nasib sebuah SD kampung yang diultimatum dinas pendidikan untuk segera tutup jika tidak bisa mendapat murid minimal 10 orang anak. Andrea bertutur melalui tokoh Ikal. Dia bercerita tentang keinginan bersekolah dan tidak ingin bernasib sama dengan abangnya yang menjadi kuli PN Timah di Pulau Belitong. Bapaknya sendiri dikisahkan merupakan karyawan rendah PN Timah yang bertug More...
0 comments like (1 person liked it)
Jan 28, 2008
Rani rated it: 3 of 5 stars
The tertalogy :

Please categorize this tetralogy as a must read..
( though we still waiting for the fourth.. )
though its a novel, some believe that its andrea own biography..if it is, then what a life he had....

All packed inside...lough, pain, love, esprit...

Read it, and you will be ashamed for being what you are...while you can be much more than what you are

Read it, and you will be ashamed for not pushing yourself trough your limit..whil More...
0 comments like (1 person liked it)
Aug 17, 2007
Nina rated it: 5 of 5 stars
Highly recommended.
buku ini penuh dengan kebaikan,indahnya kesederhanaan, integritas dan dedikasi pada profesi yang diperlihatkan Bu Muslimah dan Bapak Harfan, kedalaman nilai-nilai luhur setempat. dan kepiluan Lintang akan tidak sampainya cita-cita karena nasib yang kurang beruntung.
Sesunggukan menangis ketika Lintang harus meninggalkan sekolah setelah ayahnya meninggal dunia, ketika ikal berjumpa Trapani dan ibunya di Zaal batu, ketika, Ikal kembali ke kampungnya dan menyaksikan c More...
0 comments like (1 person liked it)
Oct 21, 2007
Annchan rated it: 5 of 5 stars
Buku laskar Pelangi edisi pertama, bercerita tentang kehidupan nyata teman2 kita di daerah melayu - Belitong. Yang keadaannya sangat memprihatinkan dari segi ekonomi dan pendidikan. Kisah ini diceritakan dari beberapa sudut pandang, kadang dari sudut pandang narator yang menceritakan keadaan alam, lingkungan, ekonomi, status sosial di Belitong, kadang dari sudut pandang si anak yang diceritakan - di balik kehidupannya yang memprihatinkan tetap terasa polos dan lucu. Mengingatkan kita berpikir po More...
1 comment like (1 person liked it)
Feb 18, 2009
Ndahdien rated it: 5 of 5 stars
Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika More...
Feb 14, 2009
Anggi rated it: 4 of 5 stars
Terus terang aku latah ikutan baca buku ini karena aku bacanya udah telat banget. aku ingat setelah Andrea Hirata diwawancarai di Kick Andy. aku baru 'ngeh' kalo buku ini layak baca. didorong rasa penasaran, aku akhirnya baca buku ini. dan dengan sangat menyesal aku berkata, kenapa ga dari dulu aku baca buku ini? kenapa baru baca setelah banyak orang mengelu-elukan buku ini. sebagai orang yang mengaku pecinta segala buku, aku termasuk ketinggalan baca buku ini. aku belum pernah baca biografi yan More...
Jan 07, 2009
Iqbal_rois rated it: 4 of 5 stars
Sejak membaca halaman-halaman pertama aq sdh yakin kalau novel karangan Andrea Hirata ini berbeda dgn novel2 lainnya yg pernah q baca.
Ceritany yg konon terinspirasi dr kisah nyata membuatku mkn semangat membaca novel setebal 534 halaman ini. Membaca novel ini,aku merasa tdk hny sdg membaca sbh novel. Tetapi jg sdg membaca buku fisika, buku biologi, buku seni dan buku sejarah secara bersamaan. Pengandaian-pengandaian yg dibuatnya sgt liar tp jg sekaligus cerdas luar biasa. Kata-katanya bena More...