Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Cantik itu Luka” as Want to Read:
Cantik itu Luka
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Cantik itu Luka

3.9 of 5 stars 3.90  ·  rating details  ·  514 ratings  ·  125 reviews
Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

“Perihal berbagai gaya dan bentuk yang diaduk jadi satu ini,
...more
Paperback, 490 pages
Published February 16th 2012 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2002)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Cantik itu Luka, please sign up.

Be the first to ask a question about Cantik itu Luka

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 950)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Windry
(sebenarnya 2.8)

kekuatannya ada di kandungan sejarah membaur dengan cerita ... sisanya, ini bukan buku untuk manusia lugu macam saya (heran, ngomongin seks melulu) dan keknya buku ini seharusnya bisa lebih tipis :D
Zulwaqarakram
Pertamanya, aku lebih suka cover buku lagi satu. Bukan yang ini.

Selalu tersasul menyebut Cinta itu luka. Mungkin ia bawa isi yang sama. Heh. Cantik itu luka dipenuhi dengan perempuan-perempuan yang dingin. Dicerita dari zaman inggeris menetap di Halimunda, penyerangan dan penaklukan dari Jepun, sekejap dihenyak komunis sehinggalah Halimunda menjadi tempat perlancongan yang terkenal.

Halimunda diceritakan sebagai satu tempat yang dipenuhi dengan hantu-hantu yang sedih, lagenda seorang puteri berk
...more
Niratisaya
Dibaca sambil wisudaan XD

Dan...Eka Kurniawan resmi menjadi salah satu penulis favorit saya. Dulu saya sempat ragu saat melihat cover novelnya - semasa S1 kalo tidak salah, dan ya, saya terkadang menilai satu buku sesuai dg covernya atau siapa penulisnya. Tapi sekarang, saya tahu, Eka Kurniawan is that good!

Telat?

Well...saya tidak mudah percaya dengan berbagai ulasan dan embel-embel yg melebih-lebihkan satu buku. Tidak sampai saya benar-benar membacanya sendiri.
Anggraeni Purfita Sari
Saya membaca buku ini berdekatan dengan membaca karya Pramoedya Ananta Toer, dan saya yakin bukan kebetulan kalau memang saya merasakan nuansa Pram banget di buku ini. Background yang diambil adalah ketika awal masa pendudukan Jepang hingga masa kemerdekaan Indonesia, dengan memasukkan kehidupan para komunis yang cukup kental. Inti cerita adalah kehidupan cinta si tokoh utama, yaitu Dewi Ayu hingga ke anak cucunya.

Dewi Ayu sebagai seorang pelacur kelas atas memiliki 4 orang anak, 3 anak pertaman
...more
Steven Sitongan
Selepas membaca buku ini, saya memberikan 4 bintang. Saya salut dengan alumnus Filsafat Gajah Mada ini. Mas Eka membuat karya yang begitu hidup, konfliknya begitu "panas", narasi yang ada membangun sebuah teater imajaniasi di benak pembaca. Satu pertanyaan yang muncul sejak membaca 2-3 bab awal, "gila, darimana mas Eka punya ide atau inspirasi menulis kisah ini?"

Kisah ini begitu kelam, gelap dengan bumbu sejarah dan percintaan yang pas. Buku ini termasuk page turner, kita penasaran akan apa yang
...more
Ursula Florene
Satu-satunya masalah dari buku ini adalah, dia tidak dihias cover yang menarik. Untuk cerita sekuat dan semenarik ini, seharusnya ada sampul lain yang lebih menarik mata para pembaca tipe judge a book by it's cover semacam saya.

Dari sekian banyak ulasan buku ini yang iseng aya baca, sebagian orang mengeluhkan masalah cerita yang terlalu vulgar, padahal menurut saya justru pada kevulgaran itu lah letak intrik dan permasalahan novel ini. Siapa yang tidak tahu megenai birahi menggebu para tenta
...more
Sutresna
AWESOME!!

Pasti penulisnya sabar banget nulis dengan rinci segala ceritanya yang saling nyambung-nyambung gini sebanyak hampir 500 halaman.

Cerita diawali dengan keabsurdan luar biasa dengan membangkitkan orang mati dari dalam kuburnya! Gila! Surealis abis!

Tiap bab yang kira2 terdiri dari 25 halaman lebih, yang meskipun panjang, tapi gak bikin bosen. Mungkin ini efek si penulis ngambil satu tokoh penting yang bakal dia ceritain tiap bab dengan detil.

Nama tiap tokoh seperti diperhitungkan masak-mas
...more
ayanapunya
Ketika membaca ringkasan cerita yang diberikan pada bagian belakang buku, saya sempat berpikir kalau novel ini berkisah tentang perjalanan Cantik, putri bungsu Dewi Ayu yang tak sempat dibesarkannya. Pun ketika mendengar kalau isi novel ini agak vulgar, saya pun langsung berpikiran bahwa ini adalah novel dengan gaya bahasa yang menyerempet-nyerempet, yang kadang membuat saya tak enak sendiri membacanya.

Nyatanya, novel ini lebih banyak berkisah tentang perjalanan hidup sang ibu, Dewi Ayu, juga ke
...more
sinta nisfuanna
Awalnya, latar sejarahnya yang membuat saya tertarik membaca Cantik Itu Luka. Saya selalu dibuat penasaran dengan novel berlatar sejarah, tentang bagaimana penulis akan meramu cerita fiksi dengan 'bungkus' sejarah yang benar-benar nyata. Ternyata, masa kolonial dan komunis yang menjadi latar sejarah tidak terlalu ditonjolkan oleh penulis, meski saya sempat dibuat kaget plus tertawa dengan 'keusilan' penulis yang berkaitan dengan sejarah, seperti penolakan Sang Shodanko dengan gelar Panglima Besa ...more
Alzyress
Awalnya tertarik dengan judulnya. Cantik Itu Luka. Terkesan seperti orang yang tidak bisa bersyukur, kalau cantik itu luka bagaimana dengan orang yang tidak berwajah cantik? Mereka dihina, dipandang sebelah mata, bukankah itu jauh lebih dari sekedar luka? Jadi, judul yang bombastis ini merupakan salah satu poin plus buku ini. Selain itu, buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan Malaysia. Apa hal menarik yang bisa membuat buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa? Ternyata kisahnya ...more
Fiza Nasri.
Novel yang aneh dan gila. (mengucap panjang)
Aku tak gemar sangat baca benda-benda berkait hal perang, pemberontakkan, komunisme apatah lagi hal pelacuran tapi jalan cerita buku ini disusun sungguh rapi dan teratur menjadikan ia satu bacaan yang tidak membosankan. Penulis sangat pandai mengolah setiap watak sehingga setiap watak dan karakter dibuku ini sama penting dengan Dewi Ayu. Dari kisah Maman Gendeng ke Sang Sodancho terus ke Kamerad Kliwon juga perihal anak-anak Dewi Ayu sendiri malah sehi
...more
Riska Iskandar
Awalnya tertarik dengan judulnya. Cantik itu luka. Seperti orang yang tidak bisa bersyukur,kalau cantik itu luka bagaimana orang yang berwajah tidak cantik? Mereka dihina, dipandang sebelah mata, tidakkah itu jauh lebih dari sekedar luka? Jadi, judul yang bombastis ini merupakan salah satu poin plus dari buku ini. Selain itu buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan Malaysia, ini membuat saya penasaran, apa kelebihan buku ini? dan ternyata kisahnya mencakup sejarah Indonesia di masa kolo ...more
Inez
saya dengar buku ini bagus, sebab (katanya) merupakan sebuah terobosan literer dalam khazanah sastra Indonesia. tapi apa daya, di halaman-halaman awal saja saya sudah tidak tega alias tidak sanggup untuk "melihat" "adegan-adegan" yang terdeskripsikan di sana. sungguh. dan salah satu yang sempat saya baca adalah bagaimana Ma Gedik memperkosa sapi betina atau ayam sampai ususnya keluar. (Bahkan ketika menuliskan ini saja saya hampir pingsan!). Mas Eka, saya yakin buku ini bagus, tapi maaf diriku t ...more
Odet Rahmawati
Kali pertama mendengar nama Mas Eka Kurniawan itu dari Bernard Batubara. Dia salah satu penulis favorit saya juga. Waktu itu, Bara membagi link blog Mas Eka, dan saya membaca dongeng tentang ayam aau bebek yang berbeda warna. Dia pengin kayak saudaranya yang lain tanpa sadar dengan kelebihannya. Intinya, dongeng itu dibuat untuk anaknya yang rewel dan nggak mau tidur. Dan wooow, keren sih kalau buat saya. Mas Eka bisa bikin dongeng mendadak begitu saja hanya karena melihat boneka milik anaknya.



L
...more
Dhia Citrahayi
Dulu, saya tidak tertarik dengan buku ini. Nama Eka Kurniawan pun bukan nama pengarang yang familiar di dalam benak saya. Namun, seorang kawan dari serapium yang merupakan penggemar eka, berulang-kali bahkan terus-menerus menggaungkan nama eka di tengah hiruk-pikuk grup watsap yang seringnya membicarakan sesuatu yang absurd. Saking absurdnya, pada suatu ketika, kami pernah membicarakan makanan yang kemudian diakhiri dengan ceramah tentang komunisme atau liberalisme dari kawan lainnya.

Yah..., say
...more
Laksmi
Jul 13, 2007 Laksmi rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: every one!
it's an epic story about the live of a very famous prostitute in the time between dutch occupation and Indonesian struggle of independence. she bear the curse of some dark matter that ruin the live of all her beautiful descendands.

this book, is one of a page turner i say. The Mystery was brought to us, revealed and become another mystery that apparently connected with other event in one big scheme. Very great work of an Indonesian Writer!
Audrey
5 Stars!!!

Sewaktu SMP,saya sering melihat buku ini di jajaran rak toko buku dan berniat untuk membelinya,namun saat itu saya takut setelah membeli saya tidak menikmati buku ini seperti yang saya harapkan.Hampir 10 tahun kemudian saya menemukan buku ini dicetak ulang & semakin mantab pilihan saya untuk membelinya.

Nyatanya saya tidak menyesal telah membeli buku ini.Membaca novel ini membuat saya menggeleng gelengkan kepala & memelototkan mata dengan tema & bahasa yang cenderung vulgar.
...more
Nurul Fadhilah
Entah apa isi kepala Eka Kurniawan sampai bisa menulis novel ini. Haha. Sejak halaman pertama, CIL sudah berhasil membuat saya jatuh cinta. Alur yang tidak mudah ditebak, pergantian latar waktu dan tempat, penokohan, dan cara bercerita yang memikat.

Novel surealis-sejarah, tentang seorang perempuan keturunan Belanda-Indonesia yang pada masa kolonial sampai saat terakhir hidupnya menjadi pelacur nomor 1 di Halimunda. Sangat cantik dan memiliki empat orang anak, yang tiga di antaranya merupakan ga
...more
Lila Cyclist
Pahit banget baca buku ini, syukurlah, saya ngga cantik2 amat, jadi ngga luka2 amat juga hahaha...
destinugrainy
Dewi Ayu terlahir dari garis keturunan orang Belanda. Kakeknya Ted Stammler memiliki dua orang anak, Henri Stammler dan Aneu Stammler. Henri adalah anak dari Marietje Stammler, istrinya, sedangkan Aneu adalah anak dari Ma Iyang, gundiknya. Ketika kedua anak ini beranjak dewasa, mereka saling mencintai bukan layaknya saudara, tetapi sebagai sepasang kekasih. Kedua pergi dari rumah, dan hanya sekali datang untuk menitipkan anak perempuan mereka, Dewi Ayu, untuk kemudian menghilang kembali. Dewi Ay ...more
Dhyn Hanarun
Cantik Itu Luka bukanlah novel biasa buat aku. Ini adalah salah satu novel yang diceritakan oleh seorang guru Bahasa Indonesia di tempat bimbingan belajar saat aku kelas 3 SMA. Kelas yang diisi siswa siswi jurusan IPS itu biasanya berisik dan jago ngeles saat guru mulai nyuruh ngerjain latihan soal UN. Salah satu guru ada yang menyerah dan malah berbagi cerita tentang novel ini. Seketika kelas menjadi senyi senyap dan mendengarkan setiap kata yang terucap dari guru yang rada nyentrik itu. Kelasp ...more
Linda Lingard
Cantik itu Luka or Beauty is Scarred is an Indonesian novel of a beautiful woman who was forced into prostitution at the end of the colonial period. She bore three daughters - all beautiful and cause of much strife so that when she became pregnant again, she prayed for an ugly child. Her prayer was answered. The story follows the lives of her daughters and their children so the scope of this family story is wide and almost like that of 100 years of Solitude by Gabriel Garcia Marquez. It is a fas ...more
N Mursidi
Kisah Si Cantik yang Buruk Rupa
(sumber: Jawa Pos, Minggu 1 Juni 2003)

Judul buku : Cantik itu Luka
Pengarang : Eka Kurniawan
Penerbit : Jendela, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Desember 2002
Tebal buku : ---

EKA Kurniawan, tampaknya sungguh-sungguh ingin menjadi seorang sastrawan. Setelah menerbitkan kumpulan cerpen dalam antologi Corat-coret di Toilet (1999), alumnus Fakultas Filsafat UGM ini tampaknya tak mau kepalang tanggung dengan merilis sebuah novel. Meski namanya belum begitu "terdengar" dalam
...more
Yukanatha Svanidza
Kalau mau jujur, sepertinya ini buku tersinting yang pernah saya baca. Baik dari sisi penokohan ataupun alur. Sungguh merupakan pengadukan total antara realita dan khayalan. Fakta dan mitos. Meskipun pada awalnya membuat saya mengerutkan kening, toh saya menyukai jalur ceritanya, dan terkesan dengan endingnya.

Judul novel ini amat memukau. Itu yang membuat saya tertarik membacanya. Makna terbesar yang saya tangkap: jangan hanya memandang mereka yang 'sempurna' dari cangkang, karena dibalik itu, t
...more
Eko Indriantanto
Tidak membaca novel ini lebih awal adalah salah satu dosa yang harus saya tanggung seumur hidup. Padahal, kalau dihitung-hitung banyak kesempatan untuk membaca novel ini di masa lalu, tapi toh pada saat itu saya dengan angkuhnya mengalihkan kacamata baca saya pada karyakarya sastrawan nobel asing, semata karena pada saat itu dalam benak saya sudah tertanam sastrawan lokal generasi baru toh hanya akan mampu menghasilkan karya semacam tetralogi sastra pelangi. Tapi, ternayata saya keliru...

Membaca
...more
aisyah baisa
Baca buku ini awalnya iseng iseng. Tapi entah kenapa nggak begitu kaget sama gaya bahasannya yg super blak blak an. Saya sudah bisa tebak kalo ini buku bakal amazing. Dari cover depannya saja saya sudah tertarik. Hitung hitung untuk pemanasan buat saya yg ingin sekali masuk sastra indonesia UGM. begitu baca profil pengarangnya eh pas bnget oom Eka Kurniawan juga lulusan filsafat UGM.

Oke back to review. Awal baca sinopsisnya sama seperti member goodreads yang lain saya fikir buku ini akan berkut
...more
Marsya
Saat pertama kali membaca sinopsis novel ini, gw berpikir novel ini hanya akan bercerita ttg kehidupan Dewi Ayu, ketiga anaknya cantik jelita, dan anak keempat Dewi ayu, si Cantik, yg berwajah buruk rupa.
Namun, tebakan gw salah. Novel ini ternyata memberikan cerita lebih dari yg gw bayangkan.
Imajinasi gw semakin terbawa liar ke dasar novel ini saat rentetan-rentetan kehidupan masa lalu Dewi Ayu dan Keluarga besarnya diceritakan (mulai dari kakek neneknya Dewi Ayu, lalu keempat anak Dewi Ayu dit
...more
Aziz Zabidi
Berlatar belakangkan sebuah daerah rekaan -Halimunda - dan dijalin dengan sejarah benar Indonesia mencakupi zaman penjajahan Belanda, Jepun, Revolusi, Kemerdekaan dan peristiwa-peristiwa penting sejarah Indonesia termasuk pembunuhan Jeneral di lubang buaya dan peristiwa-peristiwa selepasnya 'Cantik Itu Luka' memainkan peranannya mengekstrakan
perjalanan individu dalam sejarah dan nasib dengan penuh berkesan.

Pembinaan plot-plot yang bijak, kisah-kisah magis, watak-watak yang kuat dan berwarna-warn
...more
Mirna
Waktu itu lagi suntuk bgt kuliah (lupa deh semester berapa, smt 6/7/8 gt deh). Trus kebetulan dpt pinjeman kartu perpus pusat UI, trus nyari novel yg paling tebel (gile ya, novel ini hampir 600 halaman bo'). Gw kira gw orang aneh krn pernah baca buku ini, tp ternyata byk jg yg baca ya (setelah menemukan teman yg jg baca buku ini)? *hemm...* Plot CIL sangat cepat, dibumbui mistik, dan agak bikin merinding waktu bacanya. Tp begitu baca, pengen banget nerusin sampe habis biar tau endingnya.

Insight
...more
Tenni Purwanti
Perfect! Karena buku ini, saya resmi jadi fans berat Eka Kurniawan. Saya jadi teringat kisah tentang Jugun Ianfu yang pernah dikisahkan oleh Pramoedya Ananta Toer. Sekilas karya ini mirip punya Pram, tapi Eka berhasil menyisipkan adegan-adegan surealis yang membuat novel ini jadi unik (bahkan sejak halaman pertama). Novel ini lucu tapi sekaligus getir, mengisahkan kisah cinta sekaligus luka hati, ada persahabatan sekaligus pengkhianatan, konflik keluarga, masalah sosial, dan terutama: sejarah. S ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 31 32 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Entrok
  • Gadis Kretek
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Pulang
  • Burung-Burung Manyar
  • Kitab Omong Kosong
  • Atheis
  • Olenka
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Harimau! Harimau!
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Cala Ibi
  • Ziarah: Sebuah Novel
  • Bilangan Fu
487387
Eka Kurniawan, seorang penulis sekaligus desainer grafis. Menyelesaikan studi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Karyanya yang sudah terbit adalah dua novel Cantik itu Luka (2002) dan Lelaki Harimau (2004); kumpulan cerita pendek Gelak Sedih (2005) dan Cinta Tak Ada Mati (2005); serta satu karya non fiksi Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999).
More about Eka Kurniawan...
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Lelaki Harimau Kumpulan Budak Setan Corat Coret di Toilet Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis

Share This Book

“Bukan urusan manusia memikirkan Tuhan itu ada atau tidak, terutama jika kau tahu di depanmu manusia satu menginjak manusia yang lain.” 20 likes
More quotes…