Maryam
by
Okky Madasari (Goodreads Author)
Tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan.
Lombok, Januari 2011
Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar di mana-...more
Lombok, Januari 2011
Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar di mana-...more
Mass Market Paperback, 275 pages
Published
February 23rd 2012
by Gramedia Pustaka Utama
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
122)
Pulang dari merantau di negeri orang, ngebet banget deh makan martabak manis di tukang langganan.. Pas mau beli, dibilangin, “Non, kali ini beli martabaknya mesti sama roti coklat, produk baru Non, lagi promosi.”
What!! Tukan martabak bikin roti? Enak apa?
Tapi karena ngebet makan martabak, tetep juga deh beli, walau sambil menggerutu dan merogoh kocek lebih dalam.
Kira2 begitulah perasaan saya wkt beli Maryam. What?!! 78 ribu untuk buku setipis ini?!! Pasti deh gara2 CD-nya.
Mestinya, dibikin grat...more
What!! Tukan martabak bikin roti? Enak apa?
Tapi karena ngebet makan martabak, tetep juga deh beli, walau sambil menggerutu dan merogoh kocek lebih dalam.
Kira2 begitulah perasaan saya wkt beli Maryam. What?!! 78 ribu untuk buku setipis ini?!! Pasti deh gara2 CD-nya.
Mestinya, dibikin grat...more
This novel incredibly tells a story about how a woman fights and wins her own freewill within a man's world full of discrimination. Subtly, it describes that a woman -- and of course human being as whole -- can have multiple identities, or is forced to have ones. In this case, beside being a woman that is conditioned to accept his fate, Maryam is an Ahmadi, a member of Islamic sect considered a heresy by many mainstream Muslims, while also just a human being fighting to survive.
Through Maryam, I...more
Through Maryam, I...more
Kecewa berat sama buku Okky Madasari kali ini. Sebagai salah satu pengarang besar Indonesia saat ini, pennyandang 5 besar Khatulistiwa Literay Award, novel ketiga Okky ini bener-bener njelei. Bener-bener ga tuntas pembahasannya. Terkesan takut-takut. Gamang. Ga tau harus berpihak pada siapa. Padahal dia sendiri yang mengambil Maryam, seorang Ahmadi, sebagai tokoh utama dan diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga. Apa karena mungkin yang diceritakannya Ahmadi ya, yang notabene dianggap sesa...more
Mungkin sebelum membaca buku ini saya tak ada bedanya dengan orang-orang yg dengan lantangnya berteriak: “Bakar… bakar… bakar!” Tapi melalui buku ini saya mencoba menempatkan diri saya dari sisi yg berbeda. Sejenak saya menjadi Ahmadi yg dengan bersusah payah memegang teguh keyakinan mereka. Merasakan kepedihan yg mereka rasakan saat ditolak dan diusir dari tanah mereka sendiri.
Melalui buku ini saya belajar untuk tidak menghakimi orang lain yg memiliki keyakinan yg berbeda dengan saya. Menjadi b...more
Melalui buku ini saya belajar untuk tidak menghakimi orang lain yg memiliki keyakinan yg berbeda dengan saya. Menjadi b...more
Setelah tahun lalu masuk sebagai finalis 5 besar Khatulistiwa Literary Award akhirnya di tahun ini Okky Madasari penulis muda asal Magetan berhasil memenangkan anugerah Khatulistiwa Literary Award 2012 dengan novelnya yang berjudul Maryam.
Dewan Juri KLA 2012 memilih Maryam sebagai pemenang dengan pertimbangan sebagai berikut :
Novel ini berhasil mengangkat masalah kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyah dari hiruk-pikuk berita media dan kontroversi di sekitarnya ke tingkat yang berbeda. Ia menjadi...more
Dewan Juri KLA 2012 memilih Maryam sebagai pemenang dengan pertimbangan sebagai berikut :
Novel ini berhasil mengangkat masalah kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyah dari hiruk-pikuk berita media dan kontroversi di sekitarnya ke tingkat yang berbeda. Ia menjadi...more
Mar 15, 2012
Stefanie
rated it
4 of 5 stars
Shelves:
100-book-challenge-2012,
i-own-a-copy,
indo-fiction,
novel,
death,
family,
friendship,
violent-abuse
"Maryam kini paham kenapa Bu Ahmad yang dulu sangat baik kepadanya kini dingin dan pura-pura tak kenal. Tapi kenapa? Kenapa semuanya bisa berubah seperti ini? Di mana tetangga-tetangga yang penuh keramahan, yang jauh dari segala kemarahan?"
Kisah tentang Maryam bermula saat ia kembali ke kampung halamannya setelah pernikahannya di Jakarta gagal dan berakhir dengan perceraian. Ia pulang kembali dengan penuh perasaan ragu; sedikit banyak karena ia malu dan takut bertatap muka dengan orangtuanya - y...more
Januari 2011
Saya Maryam Hayati.
Ini surat ketiga yang saya kirim ke bapak. Semoga surat saya kali ini bisa mendapatkan tanggapan.
Hampir enam tahun keluarga dan saudara-saudara kami terpaksa tinggal di pengungsian, di Gedung Transito, Lombok. Selama itu kami berbagi ruangan dengan membuat kamar-kamar bersekat kain. Lebih dari dua ratus orang hidup bersama di situ.
Setiap hari kami memasak di dapur umum, yang sebenarnya juga tak layak disebut dapur. Hanya karena kami meletakkan kompor di situ dan m...more
Saya Maryam Hayati.
Ini surat ketiga yang saya kirim ke bapak. Semoga surat saya kali ini bisa mendapatkan tanggapan.
Hampir enam tahun keluarga dan saudara-saudara kami terpaksa tinggal di pengungsian, di Gedung Transito, Lombok. Selama itu kami berbagi ruangan dengan membuat kamar-kamar bersekat kain. Lebih dari dua ratus orang hidup bersama di situ.
Setiap hari kami memasak di dapur umum, yang sebenarnya juga tak layak disebut dapur. Hanya karena kami meletakkan kompor di situ dan m...more
Membaca buku ini mengingatkan saya akan masa kecil di Padang. Komunitas Ahmadiyah sudah ada sedari dulu. Masjidnya juga berdiri kokoh di jalan utama kota Padang. Kami juga tahu salah satu teman kami berasal dari keluarga Ahmadiyah. Tidak ada masalah. Tidak ada orangtua yang melarang kami berteman. Tidak ada orangtua yang melarang kami berkunjung ke rumahnya, sebaliknya tidak pula orangtuanya melarang si teman bermain ke rumah kami. Namun satu dekade terakhir perbedaan diusung sedemikian rupa. Su...more
Finding love does not mean being happy. But being happy, you could easily find love. That is one thing that I find very interesting from this book. In overall, the book was really good. When other Indonesian writers now competing each other to write stories about Indonesian history, this book give us something different. It gave us story about culture, faith, small villages living, and cruel discrimination. It seems like Indonesia, my lovely country is still not ready with any kind of difference...more
First of all, gue sama sekali gak tahu apa sih cerita dari novel ini. kalau dilihat dari sinopsisnya gue cuma mikir kalau ini novel tentang kemiskinan dan kebobrokan bangsa kita. Tahu-tahunya gue salah.
Well, gue baru pernah sekali baca buku Okky yaitu 86.
Dan setelah baca bukunya yang ini gue jadi tahu banget kalau cerita-cerita yang Okky tulis itu plotnya sama. Mudah ketebak dan gak terlalu nampilin twist.
Dari segi ceritanya sendiri, gue rasa Okky bermain aman dengan menceritakan kisahnya dari s...more
Well, gue baru pernah sekali baca buku Okky yaitu 86.
Dan setelah baca bukunya yang ini gue jadi tahu banget kalau cerita-cerita yang Okky tulis itu plotnya sama. Mudah ketebak dan gak terlalu nampilin twist.
Dari segi ceritanya sendiri, gue rasa Okky bermain aman dengan menceritakan kisahnya dari s...more
Okky Madasari is definitely my new fave novelist. Dia selalu mengangkat isu-isu sosial jadi orang yang kurang bersosialisasi macem saya ini bisa sedikit lebih belajar.
Buku yang bagus. Jadi lebih bisa mengerti perasaan mereka yang dianggap "sesat". Ceritanya membumi. It could happened to any human kind. Tapi agak kecewanya, merasa kurang pol dia menceritakan. Kurang berani. Ya mungkin karena dia sendiri muslim dan yang dibahas mengenai Ahmadiyah jadi mungkin Mbak Okky memilih play safe.
Ceritany...more
Buku yang bagus. Jadi lebih bisa mengerti perasaan mereka yang dianggap "sesat". Ceritanya membumi. It could happened to any human kind. Tapi agak kecewanya, merasa kurang pol dia menceritakan. Kurang berani. Ya mungkin karena dia sendiri muslim dan yang dibahas mengenai Ahmadiyah jadi mungkin Mbak Okky memilih play safe.
Ceritany...more
Jika dipandang dari sudut nilai-nilai sastera, buku Okky ini indah.
Jika dipandang dari sudut nilai-nilai kemanusiaan, buku Okky ini perlu.
Namun, jika dipandang dari sudut agama Islam yang lebih indah juga lebih perlu, buku ini harus dikendalikan dengan penuh berhati-hati, penuh iman, penuh pengamatan yang cermat dan teliti.
Bagi saya buku ini seharusnya kisah Maryam, bukan kisah Ahmadiyyah tetapi penekanan lebih menjurus ke arah golongan Ahmadi. Saya sering berfikir, apakah Okky ini juga orangnya...more
Jika dipandang dari sudut nilai-nilai kemanusiaan, buku Okky ini perlu.
Namun, jika dipandang dari sudut agama Islam yang lebih indah juga lebih perlu, buku ini harus dikendalikan dengan penuh berhati-hati, penuh iman, penuh pengamatan yang cermat dan teliti.
Bagi saya buku ini seharusnya kisah Maryam, bukan kisah Ahmadiyyah tetapi penekanan lebih menjurus ke arah golongan Ahmadi. Saya sering berfikir, apakah Okky ini juga orangnya...more
Tak sabar ingin membaca buku ini, lewat buku 86, Okky Madasari telah memikat saya.Begitu melihat buku ini sudah tersedia di toko buku, walaupun agak mahal..(Hmm), buku ini langsung dibawa kekasir.Hanya sehari setelah dibeli,buku ini selesai dibaca dalam 1\2 hari diselingi aktivitas ini dan itu. Okky berkisah tentang perbedaan keimanan, kekerasan terhadap perbedaan, cinta dan pemerintah yang tidak mampu melindungi dan membuat jalan keluar untuk rakyatnya. Saya percaya kekerasan bukanlah jalan kel...more
Tadinya review ini mau diposting bareng Blogger Buku Indonesia kemaren, apa daya saya mesti merecharge diri yang sedang tepar dulu ;) (makanya jangan suka nunda2 bikin review! Hehe). Agak sulit buat saya untuk membuat review buku ini. Kenapa? Karena temanya yang menyentil membuat saya merasa harus belajar banyak dulu sebelum menulis . Salah satunya adalah dengan membaca buku Memahami Negativitas yang sudah saya review duluan.
Di karya ketiganya Okky Mandasari (dengan cukup berani) mengambil tema...more
Novel ini berkisah tentang seorang perempuan penganut Ahmadiyah asal Lombok dengan berbagai konflik yang dialaminya, termasuk diskriminasi dan penderitaan akibat pengusiran dari kampung halamannya sendiri karena berbeda keyakinan.
Maryam menampilkan kehidupan personal seorang perempuan muda, mengangkat kisah cinta, keluarga, pertemanan dengan karakter, figur, konflik yang didapatkan dari kenyataan.
Maryam memang bukan novel tentang Ahmadiyah tetapi tentang korban diskriminasi, penindasan, mereka...more
Maryam menampilkan kehidupan personal seorang perempuan muda, mengangkat kisah cinta, keluarga, pertemanan dengan karakter, figur, konflik yang didapatkan dari kenyataan.
Maryam memang bukan novel tentang Ahmadiyah tetapi tentang korban diskriminasi, penindasan, mereka...more
Lagi-lagi merasa amazing dengan tema-tema yang diangkat oleh Okky di tiap bukunya.
Selalu menarik.
Kali ini bercerita tentang kisah kelompok ahmadi yang menginginkan haknya untuk tetap ada, tetap bermasyarakat dengan yang lainnya tanpa dikatakan sesat.
Cerita yang digambarkan sangat jelas, dan malah jadi ingin bertanya, apakah ini berdasarkan kisah nyata?
Selalu menarik.
Kali ini bercerita tentang kisah kelompok ahmadi yang menginginkan haknya untuk tetap ada, tetap bermasyarakat dengan yang lainnya tanpa dikatakan sesat.
Cerita yang digambarkan sangat jelas, dan malah jadi ingin bertanya, apakah ini berdasarkan kisah nyata?
May 21, 2013
Jade
is currently reading it
May 20, 2013
Klara Monika
marked it as to-read
May 20, 2013
Maritza Zahro
marked it as to-read
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Okky Madasari won Khatulistiwa Literary Award 2012 for her third novel, Maryam. Maryam is about how followers of religious minority group tries to survive from the oppression of the majority and mainstream view, with beauty of Lombok Island as the main location of the story.
Okky’s first novel, Entrok (2010) highlights relations between a mother and her daughters in the backdrop of religious plura...more
More about Okky Madasari...
Okky’s first novel, Entrok (2010) highlights relations between a mother and her daughters in the backdrop of religious plura...more
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Hati yang sudah terikat oleh beban tak bisa menghasilkan apa-apa selain kegelisahan dan ketakpuasan.”
—
2 people liked it
More quotes…

view 1 comment



















