Rumah di Seribu Ombak
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Rumah di Seribu Ombak

3.31 of 5 stars 3.31  ·  rating details  ·  229 ratings  ·  34 reviews
Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.

Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadim...more
Paperback, 387 pages
Published 2012 by Gagas Media

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Rumah di Seribu Ombak, please sign up.

Be the first to ask a question about Rumah di Seribu Ombak

Community Reviews

(showing 1-30 of 482)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
"Ingat Nak, banyak temanmu yang beragama beda. Kau harus menghormati apa yang mereka percayai. Jangan sekali-sekali mengolok apa yang mereka lakukan dalam beribadah."

Begitulah pesan ayah kepada anaknya, Samihi. Seorang anak muslim yang tinggal di Desa Kalidukuh, Singaraja. Sebuah kampung di Bali yang banyak ditempati oleh penduduk muslim. Samihi mempunyai sahabat bernama I Wayan Manik yang biasa dipanggil Yanik.

Persahabatan keduanya dimulai ketika Yanik menolong Samihi dari keroyokan berandal De...more
Adham Fusama
Saat membeli, saya memiliki harapan tinggi pada buku ini. Akan tetapi sayangnya harapan tersebut tidak benar-benar tercapai. Ini buku yang bagus, tapi bukan pula buku yang luar biasa. Saya sangat menyayangkan, dengan tema yang besar (bom bali, pelecehan seksual, keharmonisan antaragama) dan faktor penulis yang kompeten, buku ini seharusnya dapat melejit menjadi karya sastra kontemporer yang memikat.

Ada beberapa hal yang menganggu saya sewaktu membaca buku ini. Yang pertama adalah eksekusi penuli...more
Diego Christian
Resensi Buku: Rumah di Seribu Ombak

Di Kalidukuh, Singaraja, Bali Utara, sepasang sahabat bernama Samihi Ismail dan WayanYanik bershabat dalam indahnya perbedaan mereka. Samihi, pemeluk agama Islam yang tekun beribadah, dan Wayan Yanik, pemeluk Hindu yang selalu sumarah dan taat terhadap agamanya, saling berteman akrab, berbagi cerita, merangkai pahit manisnya jalan kehidupan bersama. Mereka saling mendukung bersama, misalnya, pada saat Lebaran, Yanik ikut merayakannya bersama keluarga Samihi, s...more
Nonna
Awalnya saya kira buku ini adalah sebuah novel dengan cerita cinta romansa antara lelaki dan perempuan. Seperti yang saya tangkap dari tulisan di halaman belakang buku yang ditulis penulis selama di penjara. Ternyata saya salah. Walaupun ada juga kisah manis di akhir cerita. Tetapi buku ini lebih menceritakan tentang sebuah kehidupan sosial antara dua bocah yang bersahabat. Persahabatan yang hadir bukan karena persamaan, melainkan perbedaan.

Samihi dan Yanik. Dua manusia yang berbeda latar belaka...more
lita
Saya meyakini Erwin Arnada sebagai penulis handal. Pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai jurnalis membuat Erwin Arnada mampu merangkai kata dan meramu konflik hingga menjadi cerita yang ciamik.

Rumah di Seribu Ombak ini contohnya. Ceritanya sederhana, seorang anak kecil yang tumbuh di sebuah desa di Bali dan kelak menjadi jawara surfing. Tentu tidak sesederhana itu. Permasalahan timbul silih berganti sehingga anak yang tadinya trauma terhadap air bisa mencintai olahraga yang pastinya butuh...more
Sarah Putri Larasati
Also known as the idealist's guide to tolerance, this book aims to teach the readers the noble value of just that - accepting others' differences, particularly in terms of religion. It is a strong theme, I must say, and a particularly tricky one, but Erwin handles it with grace, though it's not without its shortcomings. Its main shortcoming is the ending. I feel that it's glorifying suicide - Yanik has gotten through his troubles, and although his mother has passed away, he could easily start a...more
Annisa Anggiana

Awalnya saya kira buku ini bergenre romance, ternyata oh ternyata bukan. Hehe. Terus terang naksir buku ini karena judulnya, cover depannya dan sinopsis di belakangnya yang menggoda buat baca lebih lanjut. Ternyata cukup worthed untuk dibaca. Saya selalu suka buku yang bercerita tentang persahabatan. Those kind of story never failed to bring a warm feeling to my heart.

Alkisah kedua bocah yang tinggal di daerah Pantai Lovina, Singaraja, Kabupaten Buleleng Bali. Yang satu bernama Samihi, ayahnya b...more
Stephanie
sebenarnya temanya menarik, persahabatan antara dua anak berbeda agama. sayang ceritanya hanya menarik hingga di tengah-tengah. setengah terakhir seperti hanya dikebut, tidak menarik, tidak dalam.

proses editing yang sangat jelek juga cukup mengganggu. tidak tahu apakah memang buku ini diterbitkan terburu-buru karena filmnya pun akan segera tayang, tapi kalau saja editornya mau lebih teliti, kesalahan pemenggalan kata, tanda baca, termasuk kalimat yang tidak selesai bisa dikurangi. atau ini meman...more
Maria Tarisa
Persahabatan Wayan Manik dan Samihi memang digambarkan dengan sangat baik oleh Erwin Arnada. Ketika kita membaca buku ini, kita hanyut dalam persahabat dua tokoh utamanya. Bagaimana keduanya yang berbeda dapat saling melengkapi dan menyatu. Sungguh indah memang gambaran persahabatan keduanya. Kisah-kisahnya juga seru dan menarik. Sayangnya Erwin Arnada tidak dapat mempertahankan hal tersebut sampai di akhir cerita. Awal sampai pertengahan kita dibuai oleh keindahan persahabatan Yanik dan Samihi,...more
Nabila Budayana
Ekspektasi awal saya terhadap buku ini besar. Saya sudah membayangkan bagaimana menariknya tema pluralisme dan persahabatan yang diangkat, plus Bali sebagai latar tempat.
Rumah di Seribu Ombak bercerita tentang persahabatan dua anak Bali yang berbeda kepercayaan yaitu Samihi dan Wayan Manik. Sejujurnya pada bagian awal pendeskripsian cerita sangat baik, konflik-konflik yang menarik. Namun, di bagian menjelang akhir buku ini seperti kehilangan 'greget'nya. Meski ending cukup tak mudah ditebak, na...more
Alwi Zein
Novel RDSO sebagian besar menceritakan tentang kuatnya toleransi agama Hindu dan Islam di Kalidukuh, Kaliasem, Singaraja lewat persahabatan dua anak yaitu Wayan Manik (Hindu) dan Samihi (Islam). Daerah Kaliasem memang terlihat berbeda dengan wilayah Bali lainnya. Mayoritas penduduk Kaliasem beragama Islam dan dalam soal toleransi, Kaliasem memang dikenal sangat erat antar satu sama lain. Banyak dialog antar agama yang dilakukan rutin guna mempererat sikap keterbukaan dan toleransi antar pemeluk...more
Melita
I was very excited to read the book because of the poetic lines on the back cover.
Pada bagian-bagian awal, identitas penulis sebagai jurnalis seperti membawa warna yang unik pada tulisannya. Mengalir dengan manis ketika mengurai kenangan, tertata rapi ketika mengungkap peristiwa-peristiwa.

Tapi, lama-lama terasa kering. Peristiwa demi peristiwa dikupas sekedarnya. Seakan hilang melankoli yang dibangun dengan baik di depan.

Sama seperti Samihi berusaha mengisi hari-harinya yang berlalu tanpa Yani...more
Nella Indriani
saya tertarik membaca buku ini karena settingnya adalah Bali. ya, saya memang sangat mengagumi alam Bali sehingga saya tertarik membaca buku ini.

esensi dari buku ini sangat bagus yaitu tentang toleransi umat bergama khususnya antara Hindu dan Islam. kisah persahabatan Wayan Manik dengan Samihi sangat menyentuh hati. beberapa scene yang menunjukkan hal itu antara lain saat Yanik berkunjung ke rumah Samihi dengan mengenakan kopiah dan ketika Samihi berlatih qiraah melalui para ahli mekidung di Ba...more
fanny fredlina
Kisah persahabatan yg bikin hati sedih, terharu, salut.....Nasib si wayan menyedihkan banget. Cuma kenapa harus dibuat bunuh diri sih? hiks...
Eko Setyo W
novel yang berkisah tentang persahabatan dua anak yang berbeda latar belakang. samihi ismail yang merupakan anak pendatang dari sumatra yang beragama islam dan wayan manik, bocah bali yang beragama hindu. mengisahkan lika-liku hidup mereka sebagai sahabat yang mengajarkan betapa pentingnya arti sebuah toleransi. novel yg cukup bagus menurut saya, walau dengan menggunakan sudut pandang orang pertama erwin arnada terlalu memberikan pemikiran yang terlampau berat untuk tokoh utamanya, samihi, anak...more
Pramita
Cerita yang bagus, sayang penceritaannya seperti esai.
Klara Monika
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
N. Sekar L.
Hal yang paling menonjol dari buku ini adalah kalimat-kalimatnya yang indah. Sepertinya ini kali pertama saya menggunakan kata "indah" untuk mendeskripsikan sebuah buku dan kalimat-kalimat indah ini berhasil menyentuh emosi sehingga bisa membuat saya merasakan peristiwa yang sedang diceritakan (dengan kata lain, buku ini berhasil membuat saya nangis). Ceritanya berjalan lambat tetapi hal ini memang perlu, untuk menggambarkan perjalanan persahabatan antara Wayan Manik dan Samihi (dan juga Syamimi...more
miaaa
Aug 16, 2012 miaaa rated it 3 of 5 stars
Recommended to miaaa by: Windy
A heart-warming story about brotherhood, loyalty, love, and beliefs. It doesn't take a blood to have a brother and a friend. It definitely requires courage to fulfill a dream. Yanik chose his, Samihi chose his, and Imi chose hers.

***

Kisah haru tentang persahabatan, kesetiaan, cinta dalam segala jenis bentuk, kepercayaan, impian. Semuanya!

Setiap karakter utama di buku ini memiliki keberanian baja saat mengambil sebuah keputusan, sebuah pesan moral yang menarik, walaupun menurutku tertutup berma...more
Dina Oktaviani
ceritanya menarik, melihat Bali dari sudut pandang yang lain dari biasanya; toleransi antarumat beragama di Bali, kehidupan desa di Bali, dan pelecehan seksual yang kadang dilakukan oleh turis asing kepada penduduk lokal. saya suka banget nih sama temanya. kemudian terlihat bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita ini berkembang dan melampaui keterbatasan dalam dirinya sendiri.

tapi ada beberapa hal yang mengganggu saya, yang paling membuat saya terganggu adalah alur penceritaan yang terasa redundant....more
Fitrinda Prameswari
Bukunya keren tapi belum nonton filmnya. Masih menunggu DVD nya keluar.
Emhiii
mungkin saya terlalu berharap lebih dari buku ini. berpikir bahwa saya dijanjikan persahabatn seperti laskar pelangi mungkin. tapi yang jelas tidak pernah sedikit pun saya membandingkan kedua novel itu. hanya saja, tema persahabatan yang diangkat, alur yang lambat ternyata tidak cukup membuat buku ini menunjukkan kepada saya seberapa kuat persahabatan kedua anak berbeda agama itu. ditambah lagi dengan iming-iming dibuat filmnya.. ah saya memang benar-benar terlalu berharap. well, ini kembali ke...more
Andri
Kisah yang lumayan mengharukan, tentang persahabatan. Karena gw suka Bali, jadi asik baca setting Bali utara yang diangkat oleh Erwin. Cara bertuturnya pun mengalir enak, realis, jarang (atau mungkin gak ada, perlu recheck) gaya bahasa hiperbolik puitis. Endingnya yang mengejutkan. Apakah Erwin menggampangkan? atau menggantungkan? karena tidak jelas juga (buat gw, again, perlu baca ulang).

-andri-
Elvira Rosalina
tertarik ama buku terus terang pertama kali karena nyangkut-nyangkut soal laut, trus covernya juga cantik.
setelah dibaca...isinya lumayan, tapi suka filmnya karena bisa liat Lovina yang sebenernya :D
Gita Romadhona
menyenangkan adalah apa yang saya rasa saat harus menulis backcover novel ini. dan, senang karena backcovernya tidak dianggap "lari" dari kisahnya.

enjoy :)
Niratisaya
Membaca judul, melihat cover, saya membayangkan novel ini akan berjalan dengan seru. But it was not. Mungkin karena pacenya yg lamban.
Widiasti Atmadja
Bukunya bagus, sayang filmnya tidak segreget bukunya..
nasib yanik bener-bener naas tapi sikapnya begitu bijaksana..
Anisya Dian Ciptasari
filmnya bagus sih.. tapi tokoh yanik dewasa-nya agak wagu :))
Januasri Grace
buku yg bgus n bt tmen" yg lum bca d srankn bca dh gk bkal nysel..
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 16 17 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Evergreen
  • Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Bangkok: The Journal
  • Benabook
  • Montase
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Test Pack
  • 23 Episentrum
  • Amba: Sebuah Novel
  • Menunggu
  • The Jacatra Secret
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Pengurus MOS harus Mati (Johan, #2)
  • Runaway Ran
  • Fly to the Sky
  • Karena Kita Tidak Kenal

Share This Book

“Hari ini kupelajari satu hal lagi tentang kehidupan. Bahwa banyak misteri dan hal-hal serba tidak pasti yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Detik ini kita bahagia, belum pasti detik berikutnya bahagia itu berlanjut. Kadang-kadang, ada duka yang menunggu di ujung rasa bahagia yang kita rasa.” 17 likes
“Rasa takut adalah belukar yang siap membelit siapa saja yang membiarkan dirinya dicekam perasaan itu.” 13 likes
More quotes…