Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Unforgettable” as Want to Read:
Unforgettable
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Unforgettable

by
3.55 of 5 stars 3.55  ·  rating details  ·  1,016 ratings  ·  140 reviews
Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.

Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan
...more
Mass Market Paperback, 184 pages
Published January 31st 2012 by Gagas Media
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Unforgettable, please sign up.

Be the first to ask a question about Unforgettable

Perahu Kertas by DeeI For You by OrizukaRefrain by Winna EfendiWinter in Tokyo by Ilana TanSummer in Seoul by Ilana Tan
Best Indonesian Romance
22nd out of 112 books — 419 voters
5 cm by Donny DhirgantoroPerahu Kertas by DeeLaskar Pelangi by Andrea HirataNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiDan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty
Unforgettable Indonesian Fiction
100th out of 106 books — 318 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,967)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
“Udah baca Unforgettable, Run?”
“Belum”


Malam itu, kak Windy merekomendasikan gue untuk membaca buku tersebut yang ditulis oleh Winna Effendi. Gue tidak bertanya apa alasannya. Gue hanya berkata akan membacanya suatu saat nanti. Maka ketika gue pergi ke toko buku, Unforgettable menjadi salah satu buku yang dibeli. Pagi ini menuju kantor, gue membaca buku ini. Waktu satu jam lebih perjalanan cukup untuk menyelesaikannya. Tidak ada ekspektasi ketika gue mulai membacanya. Gue hanya berusaha untuk men
...more
Ayu Yudha
Perempuan dan lelaki itu beruntung. Seorang Winna Efendi, dengan tangannya yang selalu saja menghasilkan karya-karya indah, mau menuliskan kisah mereka dalam sebuah novel, yang tentu saja, indah.

Mungkin aku tidak seberuntung mereka, belum ada penulis yang mau menuangkan kisahku dalam novel. Atau bisa jadi karena kisahku memang tidak tragis seperti mereka. Maka aku, hanya mampu mencoba untuk menuliskan sendiri kisahku, tentu saja dengan caraku, pilihan kata-kataku, serta campur aduknya rasa yang
...more
Vidi
‘Kata orang, menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan. Baginya, menjadi dewasa berarti tidak memiliki pilihan. Hidup menjadi serentetan tanggung jawab yang harus diemban, baik suka maupun tidak, mau ataupun enggan.
Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas.
(hal. 36)

Bayangkan dua orang asing dengan latar belakang yang berbeda dan masing-masing membawa masa lalu yang kelam bertemu dal
...more
Windry
(membayar utang review)

Unforgettable mengingatkan saya pada tulisan-tulisan Winna yang saya baca pada awal perkenalan kami di Kemudian. Cerpen-cerpen bernuansa sendu dan sepi, sekaligus cantik dan dewasa. Saya selalu membayangkan kisah dalam cerpen-cerpen itu sebagai potongan film dengan warna kecokelat-cokelatan yang minim dialog, yang membiarkan penonton menikmati gambar puitis dalam tempo lambat.

Winna selalu menceritakan sesuatu yang sederhana dengan cara yang sederhana juga, tetapi indah; se
...more
ijul (yuliyono)
Apalah arti sebuah nama...

Summary
Dua orang tak tersebutkan namanya dipertemukan oleh satu pandangan pertama yang disertai sebuah senyuman singkat, di dalam kedai wine. Si perempuan adalah seorang penulis yang melanjutkan mimpi menerbitkan buku dari cinta masa kecilnya, yang selalu terkenang sang Ayah, tinggal berdua saja dengan kakak lelakinya dan membuka kedai wine Muse, serta selalu bersembunyi dari hiruk pikuk dunia glamor perbukuan. Sekali pun buku-bukunya laris di pasaran, perempuan itu men
...more
Mahir
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Sweetdhee
hangat..

yup, hangat lah yang saya rasakan saat membaca buku ini
sehangat hati saat mengenang masa lalu seraya mengikuti kisah dua tokoh utama tak bernama menggulung waktu..
sehangat sesapan wine pada tiap obrolan tanpa tanda kutip yang terjadi menjelang tengah malam

ah.. saya belum mampu menulis penuh review buku ini..
ada air yang terasa hangat menyentuh pipi..
rasa nya, ia jatuh dari mata saya..
ternyata, saya belum mampu..

suatu saat,
saya akan sanggup bercerita tentang masa lalu seperti perempuan ya
...more
Ayu Salsabila
Saya bingung harus mulai dari mana atau bagaimana untuk me-review buku ini?

Tapi saya akan tulis apa adanya saja.

Akhirnya saya punya waktu untuk menyelesaikan buku ini, di sela-sela waktu sibuk.

Novelnya tipis tapi isinya padat berisi. Isinya mengingatkan saya pada suatu waktu, pada seseorang, jadi semacam déjà vu.

Terkadang tanpa kita tau lebih banyak tentang seseorang justru membuat kita nyaman untuk membagi cerita masa lalu, masa kini dan masa depan.

Hal-hal yang pernah saya alami mungkin terjadi
...more
Eva
Penceritaan yang unik. Winna pendongeng yang ulung. Saya menyukai cara Winna meyuguhkan ceritanya. Terasa magical. Saya suka obrolan filosofis mereka.
Namun tokoh utama Winna di sini memiliki kemiripan yang amat sangat mirip dengan tokoh Freya di Remember When. Sama-sama suka rock, sama-sama muram dan murung, sama-sama menyimpan kesedihan karena kehilangan seorang ibu. Saya merasa sedang membaca kisah lain dari Freya--atau terasa seperti titisannya. Kesamaan lainnya kedua tokoh utama diketemukan
...more
Mia Queen
Unforgettable, buku terbaru karangan Winna Efendi ini sebetulnya sudah lama saya baca, bahkan Unforgettable adalah buku pertama yang saya pesan secara pre order dan langsung tuntas dibaca sesaat setelah diterima.

Sekilas yang saya tahu soal Unforgettable dari tweet @GagasMedia maupun melalui blog penulis ini adalah cerita yang berkisah tentang cinta yang menunggu dan terhubung oleh kesukaan mereka dengan wine. Tidak banyak penjelasan rinci yang bisa saya tangkap dari sinopsis Unforgettable. Konfl
...more
Prisca
Satu lagi karya Winna yang membuat saya iri... Sebenarnya sudah membaca dari dulu, tapi baru sekarang sempat bikin reviewnya :D

Pacingnya yang lembut, transisinya yang pas, dan tentu saja kalimat-kalimatnya yang indah, sungguh menghipnotis. Dan saya selalu kagum pada penulis yang bisa membuat metafora unik, yang tak semua orang bisa kepikiran. Favorit saya Bulgakov, Capote, dan Lauren Oliver, sementara untuk Indonesian writers, lagi-lagi Idrus, Winna Efendi, dan Windry Ramadhina.

Keterkaitan wine
...more
Rahmadiyanti
Tentang seorang perempuan dan seorang pria yang bertemu tanpa sengaja, dan kemudian mereka berbincang dari hati ke hati meski tak saling mengenal, nama sekali pun.

Cerita yang lembut dengan penulisan yang manis. Endingnya juga mengalir dengan lembut. Tapi saya merasa tak "masuk" dengan settingnya. Seperti terjadi di pojok London atau Seattle sana, bukan di Jakarta atau Indonesia, meski penulis sempat menyebut "kue putu".

2 1/2 stars yaa...

Dhyn Hanarun
"Cinta. Orang-orang kesulitan mendefinisikannya. Lalu, bagaimana caranya kita mengetahui bahwa rasa itu adalah cinta?" – halaman 61

Sepasang kakak beradik mengelola sebuah kedai wine bernama Muse. Sang kakak, Rangga dan calon istrinya, Lyla, sibuk melayani tamu. Sedangkan adiknya, seorang perempuan, lebih banyak menghabiskan waktu duduk di dekat jendela dan menulis cerita fiksi. Mata sang perempuan bertemu dengan seorang laki-laki yang menyendiri di sudut kedai. Laki-laki itu menghampiri perempua
...more
Anastasia Cynthia
Pertama kali beli mungkin gue meremehkan ketebalan bukunya, but well, "Unforgettable" gak seringan kelihatannya. Ada pesan yang manis di dalamnya dan sesuai dengan rekomendasi sang penulis, Winna Efendi, gaya penulisan yang dia gunakan memang tidak berbeda jauh dengan di novel "Melbourne".

"Unforgettable" bercerita tentang pertemuan dua orang asing di dalam Muse, sebuah kedai wine, yang dimiliki oleh sepasang kakak beradik. Sang kakak bernama Rangga, sedangkan adiknya, yang kerap duduk di sampin
...more
Hairi
Tadi saya baca twit siapa gitu yang dia berkicau lagi baca novel dan ga rela karena sudah menghabiskan 2/3 halaman, jadi 1/3 halaman lagi habis. Dan dia ga relaaa... Ahahaha... Saya pernah merasakan hal seperti itu. Buat saya itulah parameter sebuah buku sangat menarik, ketika saya tak ingin bukunya habis dibaca dan saat saya menyelesaikan buku itu, saya seperti kehilangan seorang teman.

Buku yang tidak menarik tentu saja kebalikannya. Tapi menarik ini belum tentu juga tidak bagus. Tidak bagus ve
...more
Sisy Sisil
"...Ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu.kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta."

itu penggalan terakhir yang disajikan di bagian belakang buku. Ok.
Dialog di hati saya:
Cover: check
tagline: check
sinopsis: check
author: Winna Effendi.
conclusion = worth a try

diawali dari 2 sudut pandang terpisah tanpa nama.
cerita berlanjut, sampai akhirnya dua kehidupan itu saling bersinggungan.
terkesan seperti obrolan ngalor ngidul, tapi justru banyak hal yang
...more
Alvi Syahrin
Sepertinya saya harus menulis review ulang untuk novel ini.

Pertama kali saya membaca Unforgettable, saya memberi bintang 1, dengan sedikit review yang menyatakan bahwa saya merasakan ceritanya datar, membosankan, membuat saya tidak bisa menyelesaikannya karena lelah--pada akhirnya saya langsung baca endingnya. Dan untuk saat itu, bintang 1 saya sematkan untuk buku ini. Saya kurang suka.

Lalu, tiba-tiba ada keinginan untuk membaca ulang... dan saya suka dengan penggunaan diksinya, saya cukup menik
...more
Stefanie
"Sedikit ironis, bukan, bagi dua orang yang tidak saling mengenal, tapi mengetahui lebih banyak mengenai satu sama lain dibanding orang lain, komentar lelaki itu.
Sementara dua orang yang sangat dekat dapat merasa seperti orang asing bagi satu sama lain, perempuan itu menyahut."


Kisah sederhana ini dimulai dari seorang perempuan dan seorang lelaki. Perempuan itu adalah pemilik sebuah kedai wine bernama Muse, bersama dengan kakaknya. Sedangkan lelaki itu adalah pelanggan tetap Muse, yang selalu
...more
Almira Nuringtyas
wow :O
bingung harus komen apa, novel ini bener2 membius gue dari sejak paragraf pertama, larut dalam ceritanya bersama aroma wine&kayu dari kedai muse yg seolah-olah menguar keluar dari kertas buku ini *lebay*

sebenernya punya novel ini udh dari lama, cuma baru kesempetan baca skr, soalnya pas gue liat kata2nya pasti bikin rada mikir nih buat mahaminnya, jadi gabisa kalo baca dipotong2 tugas atau yg lain, finally liburan pun datang dan punya kesempatan baca buku ini XD *maaf curhat dikit*

ok,
...more
Tartila Dinda Fidyalmi
What an interesting book!

Saya nyesel ga beli buku ini cepat-cepat hanya karena mendengar review temen yang katanya kurang seru karena bukan teenlit. Dewasa, tapi save aja sit buat remaja tanggungan alias YA. Awalnya emang gak ada niatan membeli buku ini karena saya gak begitu tertarik dengan covernya. Don't judge book by its cover, but sometimes because its cover, I want to read it. Tergoyah rasa penasaran, saya akhirnya beli buku ini. Pengen baca buku Winna Efendi yang buka teenlit. XD

Dan terny
...more
Nur Ramadani
Menurutku, tipe novel seperti ini jarang ada. Ada beberapa hal yang menurutku sangat menarik di buku ini.

1. Gaya bahasa yang digunakan agak lebih 'berat' ketimbang novel indonesia lainnya yang pernah kubaca. Tapi itu menjadi nilai plus dari buku ini, karena kita harus benar-benar mencermati setiap kata yang terangkai. Pokoknya suka deh sama gaya bahasanya.

2. Terus juga bagaimana sang author yang menceritakan kepada pembaca tentang 'perempuan itu' dan 'lelaki itu', membuat tulisan dalam buku ini
...more
Siti Robiah A'dawiyah

well,.. cinta bisa terjadi kapan saja,dimana saja,dan dengan siapa saja. seorang perempuan dan laki-laki mereka bertemu di MUSE,sebuah kafe wine,. Mereka tak mengenal nama satu sama lain,namun mereka merasa lebih dekat satu sama lain dibanding dengan orang-orang yang dekat dengan mereka. Cinta tumbuh diantara obrolan malam yang panjang,segelas wine,dan beberapa cerita masa lalu,.
membaca novel satu ini,membuat Kita mengenal satu jenis cinta tanpa nama. hubungan mereka unik. Salut buat mbak winna

...more
OceMei Belikova♥
selengkapnya liat di : http://sikutubukuocemei.blogspot.com/...

Mereka adalah dua orang yang tidak saling mengenal. Tidak pernah menyapa, tapi selalu berada ditempat dan waktu yang sama, melakukan aktivitas yang berbeda. Menulis adalah kehidupan wanita itu. Bersama kakaknya, ia membuka usaha wine yang ternyata cukup banyak peminatnya. Dan pria itu adalah orang yang mencicipi wine di kedai Muse setiap harinya. Bermula dari tatapan yang tak sengaja bertemu, obrolan kecil pun terjadi. Obrolan mereka
...more
Januwarsi Niratisaya
This is what I expected of Winna Efendi!

Sejak membaca Remember When saya mengharapkan Winna (I didn't dare to call her Efendi, here) menuliskan sesuatu yang menggebrak dan membuat saya ketagihan, seperti seharusnya, pada tulisannya.

Meskipun ditampilkan dengan gaya yang sedikit fragmented dan membuat saya mesti menyediakan waktu khusus untuk membacanya, Unforgettable cukup berharga.

Sampai saat ini saya masih merasakan rasa giddy atas pengalaman membaca saya. Dan tidak ingin menghabiskan banyak k
...more
Rajab Al-mukarrom
buku ini menjadi salah satu buku yang 'unforgettable' karya Winna Efendi.
ia tampil beda pada novel ini.
dewasa, natural, filosofis, dan lebih romantis.
awalnya, sebetulnya, saya kurang suka. entah mengapa beberapa bagian terasa mengundang rasa kantuk saya.
tapi dengan segala keindahan bahasa dan keromantisan suasana dalam novel ini membuat saya makin menyukainya. terutama dua tokohnya. membuat saya begitu penasaran.
dan WINE-nya tentu saja! ah, jadi kepengin minum juga jika memang semanis apa yang d
...more
auliafina
Novel terbaru Winna Efendi ini memang berbeda dari novel-novel sebelumnya yang bergaya teenlit. Unforgettable memang diperuntukkan untuk pembaca yang lebih dewasa, tapi untuk YA (Young Adult) seperti saya juga bisa. ;)

Unforgettable menceritakan tentang dua orang yang sering bertemu di wine lounge, saling memerhatikan masing-masing, sampai akhirnya si pria memberanikan diri untuk menyapa. Yang dibalas baik oleh si perempuan.

Kemudian, mereka berbicara.

Awal-awalnya agak bingung kenapa ada tulisan y
...more
Dayuledys
Aku berani kasi five stars , buat kk winna. Perfect.
Menrutku ini novel yang unik , dari segala sisi. Dan aku dapet banyak pelajaran dari buku ini.

Tentang 2 orang yang tidak saling mengenal , bahkan setelah mereka berbicara mengenai banyak hal, mereka masih tidak tau nama masing2. Yahh, sampai akhirnya si wanita tau nama si pria itu.

Ceritanya dewasa banget, apalagi membahas banyak tentang wine. Setelah membaca buku ini, jadi tertarik buat mencicipi.
Walaupun ceritanya dewasa tapi ini nyaman banget
...more
Gita Romadhona
saya penggemar winna, sejak mengenalnya lewat ai. menurut saya, ia selalu bisa menghadirkan kisah dengan tema sederhana menjadi cerita yang hangat dan manis.
di unforgettable, winna tampil berbeda. kedinginan dan aura kesendirian sangat ditonjolkan pada cerita novel ini. namun, entah bagaimana, kedua hal itu mampu menghadirkan "hangat" yang lain dengan caranya sendiri. sebagai (juga) penggemar prosa liris, tentu saja saya sangat menikmati prosaliris panjang milik winna ini.

selamat winna, dalam t
...more
Yulistiani D. Indriasari
Beberapa bab awal; hoaam, ngantuk.
Beberapa bab berikutnya; wah, aku juga ngerasa kayak gini nih.
Bab terakhir; nangis.

Bagaimana mungkin buku setipis ini bisa mengingatkanku akan semua kenangan tentang dia?

3 bintang untuk ceritanya.
1 bintang karena...

Aku tidak tahu seseorang bisa melepaskan seperti itu dan baik-baik saja. Mungkin kami sudah terlalu jauh..

"Kita tidak bisa 'hanya' berteman," sahut perempuan itu. "Kita akan bertukar pandangan penuh makna. Kita akan teringat pada apa yang pernah ada.
...more
Awal Hidayat
"Yang mana yang lebih baik - pernah memiliki, lalu kehilangan atau tidak pernah memiliki sama sekali?"

Saya butuh buku yang "ringan" untuk dibaca, setelah melewatkan banyak waktu yang "berat". And i found this book from a girl based on a woman's -in this case, they are barely different- perception.

"Seseorang pernah berkata..., kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka." (hal. 63 - Eiswein)

"Bukankah melupakan adalah sesuatu yang
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 65 66 next »
topics  posts  views  last activity   
Bookstalkers: Unforgettable Moment: Meet & Greet with Winna Efendi 4 14 Jan 15, 2012 06:23PM  
  • Memori
  • Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu
  • Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
  • Blue Romance
  • Fly to the Sky
  • Goodbye Happiness
  • Beautiful Mistake
  • With You (Sehari Bersamamu)
  • 1000 Musim Mengejar Bintang
  • Life Traveler
  • Till We Meet Again
  • Fate
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Bittersweet Love
  • Kotak Mimpi
988402
A woman with passion in both reading and writing and has written a few books in both English and Indonesian. Used to work as a freelance reporter for an in-house magazine and a fashion journalist/contributor in http://www.fasity.com, an Indonesian fashion community.

Some fictions have been published online and in a number of magazines. Her published novels are: Kenangan Abu-Abu (February 2008), Ai
...more
More about Winna Efendi...
Refrain Remember When Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti Melbourne: Rewind Truth or Dare

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Rasa kehilangan itu wajar. Tapi percaya deh, semuanya akan baik-baik aja. Suatu hari, lo akan bangun dan nggak merasakan apa-apa. Semua beban dari masa lalu lo, rasa sedih ini, puff! hilang begitu saja. Dan saat itu, lo akan lebih ikhlas menjalani semuanya, karena lo udah menerima bahwa kenyataan nggak bisa diubah.” 91 likes
“Kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.” 90 likes
More quotes…