Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Footsteps (Penguin International Writers)” as Want to Read:
Footsteps (Penguin International Writers)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Footsteps (Tetralogi Buru #3)

by
4.33  ·  Rating Details ·  3,603 Ratings  ·  229 Reviews
As the world moves into the twentieth century, Minke, one of the few European-educated Javanese, optimistically starts a new life in a new town: Betawi. With his enrollment in medical school and the opportunity to meet new people, there is every reason to believe that he can leave behind the tragedies of the past. But Minke can no more escape his past than he can escape hi ...more
Paperback, 396 pages
Published July 25th 1991 by Penguin Putnam (first published 1985)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Footsteps, please sign up.

Recent Questions

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Weni
Nov 23, 2008 Weni rated it it was amazing  ·  review of another edition
Jika pada buku sebelumnya, Anak Semua Bangsa, Minke mulai mengenal kehidupan rakyat Hindia yang tertindas oleh kekuasaan kolonial, maka buku Jejak Langkah menceritakan perjuangan Minke mempelopori gerakan nasional melalui organisasi modern dan surat kabar.

Pada tahun 1906, Minke mendirikan Syarikat Prijaji bersama Thamrin Mohammad Thabrie, dua tahun sebelum berdirinya Boedi Oetomo (BO). Tahun 1909 Minke menggagas berdirinya Syarikat Dagang Islamijah (SDI), juga bersama Thamrin Mohammad Thabrie, y
...more
Harun Harahap
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Michiyo 'jia' Fujiwara
Aku lari ke belakang, cepet-cepet mandi. Masuk ke kamar,mengenakan pakaian kemarin. Semua telah terkunci di dalam kopor atau lemari. Kotak kunci pun terkunci. Anakkunci dibawa Prinses tak tahu lagi aku bagaimana kemunculanku. Destar aku pasangkan sekenanya. Dan selopnya yang sebelah.. ah kau selop, dimana pula kau bersembunyi? Mengapa pula kau ikut-ikutan mengganggu aku? Rupa-rupanya anak anjing tetangga sebelah telah menyembunyikannya, atau menggondolnya.

“Piaaaaah!”

“Selop! Mana selop!”

........
...more
Erik Angriawan
Aug 14, 2011 Erik Angriawan rated it it was amazing  ·  review of another edition
''Jejak Langkah''


* "...dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya. (''Minke, 2)
* "Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. (''Vo
...more
Irwan
Jan 02, 2012 Irwan rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: finished, 2012
Buku ketiga tetralogi buru ini begitu tebal. Kisahnya panjang dan berliku. Elemen kesejarahan kadang mendominasi elemen mikro kehidupan Minke. Terasa sedikit menunggangi. Tapi aku rasa begitulah hidup dalam masa pergolakan. Hampir saja elemen kesejarahan itu membuatku memberi bintang tiga untuk buku ini. Sampai ketika Prinses van Kasiruta, istri Minke yang bangsawan Maluku itu, menembak gerombolan Robert Suurhof. Yes! Rasain hehehe...

Plot cerita lantas makin deras dan berliku. Seru! Di sela-sel
...more
Biondy
Judul: Jejak Langkah
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantera
Halaman: 724 halaman
Terbitan: 2007 (pertama terbit 1985)

"Jejak Langkah" adalah buku ketiga dari kuartet Buru yang Pramoedya ciptakan selama pengasingannya di Pulau Buru.

Novel ketiga ini menceritakan bagaimana Minke yang telah melakukan observasi dan yang telah tumbuh perasaan nasionalismenya (di buku 1 dan 2), perlahan mulai mengatur perlawanan terhadap cengkraman Belanda.

Pernah dengar pepatah 'di belakang pria yang heb
...more
Pras
Oct 29, 2007 Pras rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: youngster
Dari dua buku sebelumnya, mungkin jejak langkah dinilai agak membosankan untuk sebagian besar pembacanya. Dialog-dialog panjang Minke dengan dirinya sendiri dan berbagai tokoh pergerakan yang mulai dikenalkan Pramudya memakan hampir 60 persen dari isi buku.
Apabila buku pertama membahas tentang pribadi Minke dan perkenalannya dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh dan terlihat sifat pergerakan belum mencapai pikiran Minke dan buku kedua berkutat dengan Konflik Minke dan beberapa pribumi dengan kekuas
...more
Brian
Nov 10, 2008 Brian rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: read-2009, asian
The first book in this quartet This Earth of Mankind made me cry. The second book Child of All Nations made me cry. This third installment of the Buru Quartet made me angry. Colonization just sucks. And when a nation of mixed cultures fight each other while working towards independence, freedom if achieved is tainted. Footsteps is the biggest of the quartet and the most political. From what I understand it is also the last of the first person narrative from Minke's point of view. One more to go ...more
Ime'... Imelda
Gue sebenarnya bingung mau ngasih buku yang satu ini angka berapa, tapi gue bulatkan tekad untuk ngasih 4 bintang untuk buku yang satu ini. Jejak Langkah adalah buku ketiga dari tetralogi Buru.

Jejak Langkah bercerita tentang sejarah berdirinya beberapa organisasi besar di awal masa perjuangan Indonesia. Sebut saja Boedi Oetomo, Sjarikat Dagang Islamijah dan lain sebagainya. To be honest, di pelajaran sejaran Indonesia, periode ini adalah periode yang paling gue benci; perjuangan Indonesia di kal
...more
Putri Dyah
Selamat tinggal kekasihku, rengguk hidup ini sampai ke dasar cawan. Capai cita cita mudamu sampai setinggi langit biru, rampas segala yang menjadi hakmu.

Deg. Selalu sedih dengan kata perpisahan. Ending yang begini buat makin penasaran sama buku ke empatnya.

Overall cerita dibuku ini selalu menginspirasi untuk memikirkan hak hak orang kecil, persatuan bangsa, perubahan, pemberontakan kearah yang lebih baik,. Dan review tentang pelajaran sejarah di masa berdirinya organisasi organisasi indonesia pr
...more
Hardini
Aug 19, 2009 Hardini rated it it was amazing  ·  review of another edition
... " jangan kehilangan keseimbangan ! berseru-seru aku pada diri sendiri, memperingatkan. dimana -mana aku harus tolak persembahan gelar, jongkok, dan sembah karena kita sedang menuju ke arah masyarakat, dimana setiap manusia sama harganya, dibalik seriap kehormatan mengintip kebinasaan. dibalik hidup adalah mautdibalik kebesaran adalah kehancuran.dibalik persatuan adalah perpecahan dibalik sembah adfalah umpat maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. jangan terima kehormatan atau kebinasaa ...more
Pera
Sep 04, 2008 Pera rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: kaum MUDA
Shelves: novel, indonesia
Menarikkah buku ini tanpa alur sejarah didalamnya?.

Sejarah Indonesia adalah daya tarik buku ini.
Membaca novel ini adalah cara belajar Sejarah yang lebih menyenangkan, dari pada menghapal point-point, tahun dan nama Raja-raja dalam buku pelajaran Sejarah dibangku sekolah dulu.
Serasa mundur berabad-abad dan melihat kegelisahan pemuda masa lalu. Pergulatan Menggugat identitas diri, atau menjual diri pada Belanda.

Ternyata Budi Utomo tak semegah bayanganku di buku sejarah bangku sekolahan.
Ternyata
...more
Hamdanil
Feb 04, 2017 Hamdanil rated it really liked it  ·  review of another edition
Another solid Buru novel. I read the English translation because I got it in the US before I found the original Indonesian. In this novel, pergerakan nasional is at its peak and the hero has a roles in Budi Utomo and especially Sarekat Dagang Islam. He's painted as a very important pergerakan figure, will need to check with history sources to see how much is true. But it is very cool to see the novelization of pergerakan struggle, the challenge of standing up to the colonial power, and educating ...more
Yuu Sasih
Dan posisi favorit Anak Semua Bangsa harus rela tergeser oleh Jejak Langkah.

Sebenarnya sudah punya sejak setahun lalu, beli setelah menyelesaikan Anak Semua Bangsa, tapi kemudian hanya tertumpuk karena terdistraksi oleh buku kuliah. Baru setelah kebanjiran awal Februari kemarin saya akhirnya menemukan buku ini lagi dan membacanya.

Boleh dibilang, kalau Bumi Manusia bercerita mengenai romansa dan Anak Semua Bangsa mulai bercerita tentang penyadaran kebangsaan, maka Jejak Langkah menceritakan menge
...more
Dewinda Wiradinata
Inspiratif. Hal ini yg paling aku suka dari buku yg ini. Berkisah ttg Minke yg dibayang2i oleh seruan istri keduanya agar dia mendirikan organisasi utk bangsanya sendiri. Pribumi. Hal itu menggelisahkan hati Minke yg mulai diliputi kepedulian akan keapatisan bangsany sendiri. Juga terlalu tunduk oleh kekuatan kolonialisme dlm berbagai bentuk.

Namun, jalanny tak selalu mulus. Belum-belum, Minke telah dihadapkan pada bupati yg bersikap seperti raja kecil yg gila hormat. Gila pd sembah dan jalan ber
...more
Damon
Sep 18, 2008 Damon rated it really liked it  ·  review of another edition
Footsteps by Pramoedya Ananta Toer

Third book in the Buru Quartet. Minke who we have followed from a teenager in “This Earth of Mankind” and “Child of All Nations” grows to become a man and a political being in this book. This book synthesizes the plot structure and the politics of the first two books and adds on a great historical emphasis to bring these two aspects closely together. Though dense at times, because of historical reference, it is not an unbearable weight, but more so a corridor wi
...more
Toro
Feb 01, 2017 Toro rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: tetralogi
Dalam buku ini Minke sekali lagi membuat gebrakan untuk para pribumi yang ditindas selama masa kolonial di Hindia Belanda. Jurnalisitik merupakan senjata yang digunakan oleh Minke dalam melawan Gubermen pada masa kolonial tersbeut. setiap kata-kata yag digunakan oleh Minke untuk menyerang Gubermen ini sangatlah tajam dan tersirat untuk menyindir Gubermen dan membuat Gubermen pun geram dengan hanya seorang pribumi yang membuat suatu gebrakan tersebut. Betawi lah awal dari Minke membuat gebrakan t ...more
Martha
Sep 15, 2012 Martha rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: punya
Aduh, endingnya lagi2 begini. Minke ini kasian betul nasibnya. Dari buku 1 sampai 3 ini, gak habis-habisnya musibah yang hrs dia hadapi. :-(
Berharap di buku selanjutnya, Rumah Kaca, kehidupan pribadinya bisa lebih cerah. *hmm, apa mungkin?*

Membaca Jejak Langkah, lebih terasa seperti membaca buku sejarah daripada roman. Maklum, buku ketiga dari tetralogi Buru ini sudah masuk ke tahun-tahun dimulainya perlawanan thd Hindia Belanda melalui kekuatan pers dan organisasi pribumi. Minke terlibat dalam
...more
Dendy Hardian
Jan 14, 2010 Dendy Hardian rated it really liked it  ·  review of another edition
pergulatan diri yang dialami minke dalam perjalan sejarah bangsanya apa yang akan dilakukan demi membela kepentingan bangsanya yang akhirnya menjadikannya seorang kepala redaksi harian medan yang berbahasa melayu dan membela kepentingan rakyat hindia pada waktu itu yang belum memiliki harian sendiri, disamping berdirinya organisasi satu bangsa dalam SDI yang juga dibidaninya.Perkembangan yang sangat signifikan terhadap para pembaca medan serta merta membuat anggota organisasi SDI berkembang pesa ...more
Jed L
Jul 25, 2012 Jed L rated it it was amazing  ·  review of another edition
The third book in the Buru quartet continues the story of Minke and his quest to gain power, independence and freedom for he and other Indonesian Natives. This book moves away from the first two in that all of the other characters beside Minke are minor. But new characters are introduced. Minke also moves to a new city, a large city and begins to establish a movement to bring greater power and freedom to his own people.

At its heart this book is a story about a journey. It is a journey of a boy t
...more
Nuni
ternyata interpretasi makna benar di pengaruhi cara berpikir pembaca/penikmat rangkaiannya.....

pernah baca buku ini dari hasil pinjaman jaman sma atau kuliah (sampe lupa persisnya)... dan yang teringat dulu bku2 dalam tetralogi ini begitu jauh dari yang mungkin saya bayangkan nyatanya...buat saya masa2 pergerakan yang dituangkan dalam rangkaian tulisan ini "merely" bagian dari sejarah yang tidak terlau bisa saya nikmati...

tapi setelah akhirnya saya miliki buku2 ini dan entah kenapa insist untuk
...more
Jong
Minke akhirnya sampai di Betawi. Masuk STOVIA dan bertemu dengan calon-calon dokter pribumi lainnya.
Di buku ini, setelah disadarkan oleh Dokterjawa dan lain-lain, Minke mulai membuat organisasi.
Pram berhasil menanamkan sebuah pemikiran ke pembaca: sebuah organisasi, jika sistemnya berjalan dengan baik, akan memberikan efek yang sangat dahsyat bagi perjuangan.
Setelah kehilangan Annelis, Minke bertemu Ang San Mei. Seorang pelarian dari Tiongkok, China. Seorang anggota Angkatan Muda. Minke memper
...more
Dina Oktaviani
Apr 16, 2011 Dina Oktaviani rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: on-pause
Setelah rehat sekian lama (sejak zaman kuliah hingga sekarang ini), akhirnya muncul lagi godaan menyelesaikan ini buku. Lebih banyak muatan politik kolonial dan pergerakan rakyat dalam buku ketiga tetralogi ini (dan tetap menarik, luar biasa). Tepat ketika keadaan terlihat stabil dan sesuai harapan, saat itu pula sesuatu menimpa tokoh utama kita, Minke. Bersambung ke buku terakhir Tetralogi Buru, Rumah Kaca. Ayuh baca lagi!
Eka Suprayitno
Jan 30, 2017 Eka Suprayitno rated it it was amazing  ·  review of another edition
Minke mulai tergerak dan bergerak. Organisasi telah dibentuk.
MSN. Hani
Sep 17, 2007 MSN. Hani rated it really liked it  ·  review of another edition
Bagus untuk yang mulai belajar pergerakan....., satu yang pasti, Buku Ini Kiri...!!!
Nadia Fadhillah
Jan 21, 2012 Nadia Fadhillah rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: owned, favorites
sempurna.
Jojo
dari buku-buku sebelumnya menurutku buku ini yang paling cepat kubaca, artinya buku ini lebih mempunyai daya tarik dari lainnya. bab I sampai 3/4buku berjalan cepat, kisah pertemuan minke dengan ang san mei memaksaku berlama-lama dengan buku ini, sampai saat kematiannya, ah minke malang nian nasibmu, 2 istri tak beranak dan keduanya telah mati, bahkan ketika Tuhan menjawab doamu lewat prinses Kasiruta pun kemalangan masih mengikuti, mandul.

cerita berjalan cepat sampai bab 10, sebagian besar buku
...more
Aciel
Jan 31, 2017 Aciel rated it it was amazing  ·  review of another edition
Jejak Langkah
4,5/5
Pramoedya Ananta Toer

Kesalahan saya adalah membaca buku Tetralogy dimulai dari buku ketiga, Jejak Langkah, alhasil beberapa kebingungan datang menghampiri, beberapa karakter yang datang dan pergi seolah menjadi tanda tanya akan kehadiran mereka, untunglah Pramoedya dengan detil memberikan secuil kecil penjelasan dan juga penggunaan alur maju teratur mempermudah saya memahami kehidupan Tuan Minke, karakter utama, dimulai ketika ia menginjakan kaki di Betawi, sekolah kedokteran,
...more
Yukanatha Svanidza
May 10, 2013 Yukanatha Svanidza rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites, novels
"Lho kok jadi begini? Ternyata dia itu adalah itu! Terus kelanjutannya gimana?"

Kalimat di atas merupakan aksi batin saya dalam mode heboh ketika selesai baca buku yang kalimat terakhirnya "tak aku sadari kakiku tak berselop" ini. Dan saya langsung geleng-geleng kepala ketika tanpa sengaja menemukan buku tulis sejarah saya zaman 3 SMP dulu. Mengapa? Saya pernah kena tugas diminta menuliskan tentang organisasi Budi Utomo dan SDI. Tugasnya saya kerjakan dengan bantuan referensi internet... Ngaku aj
...more
Kristal Pancarwengi
Halo, Pram! *724 halaman, tarik napas dulu* Akhirnya berhasil kelarin baca buku ini setelah berbulan-bulan lamanya mangkrak di tengah jalan (dibaca awal Juni dan baru selesai akhir September). Iya sih, saya kebanyakan galau. Oke, Mbak, curhatnya cukup.

Berbeda dengan kedua buku sebelumnya (Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa), saya merasa sekuel ketiga dari Tetralogi Buru ini lebih beraroma sejarah ketimbang roman. Cukup banyak isu yang disinggung Pram dalam novel ini, mulai dari politik kolonial,
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
imagi perjuangan... 7 52 Jun 10, 2016 04:36PM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Harimau! Harimau!
  • Bilangan Fu
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
  • Olenka
  • Canting
  • Pulang
  • Robohnya Surau Kami
  • Atheis
  • Kitab Omong Kosong
  • Tanah Tabu
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

Other Books in the Series

Tetralogi Buru (4 books)
  • Bumi Manusia
  • Child of All Nations
  • House of Glass

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?” 51 likes
“Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan.” 38 likes
More quotes…