Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Saman” as Want to Read:
Saman
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Saman

3.54 of 5 stars 3.54  ·  rating details  ·  4,477 ratings  ·  427 reviews
Saman is a story filtered through the lives of its feisty female protagonists and the enigmatic “hero” Saman. It is at o­nce an exposé of the oppression of plantation workers in South Sumatra, a lyrical quest to understand the place of religion and spirituality in contemporary lives, a playful exploration of female sexuality and a story about love in all its guises, while ...more
Paperback, 197 pages
Published 2001 by KPG (first published 1998)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Saman, please sign up.

Be the first to ask a question about Saman

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
19th out of 454 books — 1,609 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariSaman by Ayu Utami
Novel Indonesia Terbaik
5th out of 144 books — 135 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Helvry Sinaga
inilah buku Ayu Utami yang pertama kali saya baca. Tahun 2006 saya sudah membeli bukunya Larung, namun saya sendiri sampai sekarang belum membacanya. Saya termasuk terlambat membacanya, karena sudah 12 tahun berlalu dari pertama kali dicetak, barulah saya berkesempatan.

Novel ini mendapat banyak pujian. sambutan tersebut dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Dari dunia akademis juga memberikan sumbangannya lewat karya ilmiah suatu penelitian mengenai no
...more
Pulung
Temanya OK aja, gayanya masih gak papa, tapi tetap menyisakan pertanyaan buat saya:

Kenapa harus dengan cara seperti itu mengungkapkannya?

Beberapa kawan yang banyak bilang cerita ini jorok, sayan bilang nggak. Vulgar iya. Nah ini... Kenapa harus vulgar?

Kalau cuma untuk menunjukkan bahwa perempuan juga boleh bicara blak-blakan tentang kehidupan seksualnya, masih ada cara yang lebih santun dan manis, bukan?

Menjadi santun bukan berarti takut bicara dan tidak tau apa-apa. Jelas sekali perbedaannya.

Ap
...more
nia pranatio
Feminism Rocks
Politics Sucks
Love is something personal
John
The story of an Indonesian activist told by a young female Javanese expat living in NYC and working for a human rights NGO. The writing is evocative, even sensual at times, and despite some rough edges it manages to paint a very convincing and fairly tragic picture of poor rural Indonesian communities being exploited and killed under the nose of a numb, corrupt state.

Against this setting, Saman, a former priest, stands up for a small community being violently pressured to sign over their lands
...more
Nazmi Yaakub
SAMAN melonjakkan nama Ayu Utami di mandala sastera Indonesia menjelang kejatuhan regim Suharto apabila novel itu dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta pada 1998.

Novel mantan wartawan Matra ini pernah menggegarkan dunia sastera Indonesia kerana kontroversi unsur seksual selain menghantar mesej berunsur politik secara tajam dan isu agama lewat karya penulis muda itu.

Dua tahun selepas memenangi sayembara itu, Saman sekali lagi menarik perhatian dunia apabila dianugerah
...more
Bronwyn Mauldin
Saman is the story of how a Catholic priest in the world’s most populous Muslim country, Indonesia, becomes a human rights activist called "Saman." Author, journalist Ayu Utami, turns the familiar tale of the crusader for justice on its head by folding Saman's story into that of a group of young women who knew him when they were school girls and he a newly-ordained priest.

Laila is the good girl who always falls for men she cannot have. Shakuntala the dancer who breaks her name in two for an Amer
...more
Olin
Saya tidak tahu, kenapa banyak orang tidak suka sama Ayu Utami dan gaya penulisannya. Saya pikir tulisan Ayu bagus dan sangat memuaskan keingintahuan kita akan suatu gaya penulisan lain yang tidak standard (non mainstream), tetapi juga membuka mata. Kadang isu seksualitas dan posisi perempuan di masyarakat memang selalu menjadi hal yang sangat menimbulkan debat kusir. Tapi kenapa kita harus munafik? Di dunia ini seks memang selalu dianggap tabu, tetapi selalu dinanti dan membuat banyak orang ber ...more
Lasse
Oct 22, 2007 Lasse rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: everybody
The first book by an indonesian writer I have ever read.
I have to admit that I'm still a bit puzzled about the meaning and the symbols in it, but as I kept thinking about it and read more about the reactions this book provoced, I realized that it's a very brave book. Sexuality, religious conflicts, the effects the Transmigrasi policy in the 70s, friendship, love, everything is brought up here. It is both, the story of the main characters of the book and their moving fates and a reflection about
...more
Ita
Salah satu buku favorit gue..kalau ibarat kue semua rasa ada di buku ini.. Unsur romantis, kekerasan, kekejaman, ketakutan kental terasa untuk gue saat baca buku ini..Ada beberapa saat gue sampai ngeri untuk membalik halamannya..(lebih ngeri lagi ketika baca larung terusan Saman red). Ceritanya juga gak umum.. dan buat gue sangat berani menyentil pihak-pihak di luar sana. Salut untuk Ayu Utami
Fatma
Novel yang pertama kali aku baca tahun 1998, tapi karena diktat bahan kuliah yang menumpuk, so novel ini sempat tertahan hingga 11 tahun!!! Wew!! Akhirnya selesai juga aku baca...

Novel ini berkisah tentang 4 perempuan yang bersahabat sejak masa sekolah, hingga mereka di usia 30-an, dan seorang pemuda yang lebih tua sekian tahun (7 tahun kalau tidak salah), yang bernama Saman.

Empat perempuan itu masing-masing bernama Shakuntala, yang biseksual, Cok, perempuan yang gemar berganti pacar, atau bahk
...more
Azarine Kyla Arinta
Keengganan saya membaca buku Ayu Utami banyak disebabkan oleh pemilihan diksi nya yang terkadang tidak mengenakkan buat saya.Tetapi saya akhirnya memutuskan untuk membaca buku Ayu Utami yang berjudul Lalita dan berhasil melihat bahwa dibalik diksi-diksi vulgar dan juga penjelasan yang terkadang terlalu eksplisit, banyak terdapat fakta-fakta sejarah dan informasi yang menambah pengetahuan di dalam setiap bukunya.Selain itu buku Ayu Utami kerap kali dibumbui tema-tema spiritualisme yang menarik un ...more
Biondy
Saman adalah novel karya Ayu Utami yang menjadi cikal bakal pergerakan "sastra wangi" di Indonesia. Sebuah gerakan literatur yang memperkenalkan topik-topik kontroversial, seperti: politik, agama, dan seksualitas, yang ditulis oleh penulis wanita muda.

Saman bercerita mengenai seorang mantan pastor yang "beralih haluan" menjadi seorang aktivis kemanusiaan. Di dalamnya diperlihatkan hubungan antara Saman dengan 4 orang wanita modern, Yasmin, Cok, Shakuntala, dan Laila. Hubungan mereka lebih dari s
...more
Glenn Ardi
Bagi saya, gaya penulis Ayu Utami dalam buku ini belum ada tandingannya di kolong langit. Saya belum pernah membaca suatu novel, yang mana penulis begitu lepas dan bebas mengekspresikan dirinya. Dia menulis apa yang ada dalam pikirannya, serta menuangkannya pada buku ini dengan begitu jujur, berani, apa adanya, tapi juga cerdas ~

Banyak orang mengkritik gaya penulisan Ayu yang kasar dan terlalu berani (terutama perihal seks), tapi saya rasa justru itulah ciri khas serta kekuatan dari tulisan Ayu
...more
Penjuru Kosong
Pembincangan tentang seks, cinta, politik, dan agama serta perasaan-perasaan yang saling bertaut antar para tokoh tanpa rigiditas, tanpa beban, bebas sebebas-bebasnya...
- Leila S. Chudori
Tapi itu bukan topik utama bagi aku. Dalamnya penuh dengan cerita tentang kemanusian, tentang harapan yang terhapus, terhapus oleh tangan-tangan berkuasa. Seperti cerita-cerita lain yang muncul zaman peralihan kuasa Indonesia, pihak berkuasa bagaikan punya kuasa mutlak. Kuasa adalah undang-undang. Di bawah unda
...more
Azzahro Wijaya
Saya dengar dari dosen-dosen kalau buku ini fenomenal sekali. Ada yang mengatakan kalau buku ini isinya terlalu vulgar dan banyak yang tidak menyukainya. Tapi memang untuk menilai sebuah buku tidak mungkin cukup dengan hanya mendengar, tapi kita harus membaca buku itu sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya ingin diungkapkan dalam buku.

Setelah membacanya, saya malah agak bingung ketika saya mendapati halaman-halaman awal tidak ada cerita vulgar. Di akhir ada, tapi dalam beberapa bagi
...more
Penny Puspa
Saman--> Salah satu novel yang membuat saya cukup tertegun karena isi novel ini begitu padat dan campur aduk seperti gado-gado. Setelah membaca novel ini, saya menyadari bahwa issue tentang gender dan seksualitas dalam masyarakat Indonesia masih sangat tebal batas-batasnya.

Kebudayaan patriarki mungkin adalah penyebab bagaimana gender menjadi masalah yang sepertinya "dibesar-besar"kan. Ini hanya pandangan pribadi, tapi saya melihat fungsi kelamin manusia sebenarnya sama saja, sebagai bentuk c
...more
Arya
May 31, 2012 Arya rated it 5 of 5 stars
Shelves: bukugu
Kalau sebuah buku menjadi kontroversi karena ia vulgar membicarakan seks atau penguasa, apa yang aneh? Bukankah sudah sebuah keniscayaan?

Maka sejak awal membaca, saya memaksa diri untuk tidak peduli dengan topiknya. Saya menganggap Ayu mungkin memang tertarik menulis tentang seks, mungkin memang ketertarikannya adalah membahas prilaku penguasa.

Seperti penulis lain yang tertarik pada kayu jati, tempe atau pesawat ruang angkasa.

Saya tertarik dengan angle Ayu melihat situasi. Cara dia menggali real
...more
Sopril Amir
Buku ini mendatangiku dengan heboh. Dimulai ulasan di media (kompas kali ya?) terus meluas ke perbincangan di Kampus (UGM lah). Dengan rasa bangga mendapatkan salinannya (fotocopy) belum jamannya softcopy via email apalagi e book.
Pemakaian bahasanya memang terasa segar, ceritanya pun segar, tentang aktivis politik, perempuan dan riwayat seksualnya. Lalu detil-detil seperti karya (waduh siapa ya? baru inget arumdhati roy)
"the gods of small things".
Menarik.
Sayang kelanjutannya terus menurun gerege
...more
Dedul Faithful
Membaca buku ini seperti disuguhi oleh mozaik yang runtut. Penulis pertama-tama mencoba dulu membuka cerita ini dengan salah satu fragmen tokohnya yang lumayan rumit, kisah Laila yang terjebak romansa dengan salah satu analis perminyakan di salah satu kilang minyak terkenal di Indonesia, kebetulan episode di chapter pembuka itu bukan sekadar cas-cas-cis tak berarah, ternyata semuanya menyedot benang merah yang akan menyatukan semua tokohnya di New York. Bisa dibilang cluster pertama buku ini ada ...more
Aliftya Amarilisyariningtyas
“...sebab ia bukan mereka. Salib mereka bukan salibnya. Ia bukan perempuan sehingga tidak tau bagaimana terhinanya diperkosa. Dan ia tak punya istri sehingga tak yakin bisa sungguh mengerti kemarahan lelaki itu.”

Ada dua alasan utama mengapa saya memutuskan untuk ‘membawa’ pulang kisah roman ini. Pertama, karena gambar di sampulnya yang ‘syahdu’. Dan yang kedua tentu karena blurb pada halaman belakang yang saya baca saat mengambilnya. Dan lagi-lagi, perpaduan nuansa seks, politik, serta agamalah
...more
Christopher Jap
Saman merupakan buku fiksi literatur saya yang pertama, yang membuat saya berpikir : apakah perbedaan fiksi literatur dengan fiksi pada umumunya ?

Setidaknya buku ini menunjukkan bahwa pikiran-pikiran karakter yang menjadi tokoh utama memang lebih menjadi fokus dibandingkan dengan plotnya sendiri. Plot seolah-olah hanya menjadi alat untuk menimbulkan konflik dan perkembangan karakter, serta membahas isu-isu yang muncul karena budaya, adat-istiadat, dan kebiasaan.

Menurut saya sendiri isu utama ya
...more
Levinia Aldora
Saya membaca novel ini setelah Maya (dimana saya suka cerita cinta Yasmin dan Saman yang murni, yang tulus, meskipun Yasmin sendiri sudah mempunyai seorang suami), dan sejujurnya, alasan saya membaca Saman ini karena saya ingin mengetahui awal cerita cinta mereka dimulai. Tapi entah saya yang secara tidak sengaja melongkapinya atau gimana, cerita antara Yasmin dan Saman malah baru dibahas di akhir-akhir cerita, dimana mereka saling berkiriman surat. Yah, saya sedikit kecewa karena sebenarnya say ...more
Nur Saidatunnisa Widiatti
Terbit tahun 1998, menemukan ini di perpustakaan sekolah pada tahun 2009, dan baru membacanya di tahun 2014.

Ini adalah karya Ayu Utami kedua yang kubaca setelah Bilangan Fu. Ayu Utami memang punya gaya khas dalam penceritaan, baik pilihan tema maupun pilihan diksi. Judul novel ini adalah Saman. Tapi Saman hanyalah cerita tengah. Justru novel ini dimulai dari cerita Laila hingga berakhir di surat-menyurat antara Yasmin dan Saman. Disamping unsur cinta (dan seks) dan mistis di novel ini, hal yang
...more
Andrea Ika
Resensi buku: Saman

Ayu Utami #review2014




Judul Buku: Saman

Nama Pengarang: Ayu Utami

Penerbit: Gramedia

Tahun Terbit: 2002

Jumlah Halaman: ix + 198 halaman

Rating : 3,5 bintang



Tokoh utama dalam novel ini adalah Saman yang di gambarkan sebagai orang yang sangat religius, pekerja keras dan lebih mementingkan kepentingan bersama. Saman mengganti namanya yang sebelumnya bernama lengkap Athanasius Wisanggeni(Wis )

Wis lahir di Muntilan Yogyakarta. Wis termasuk anak yang beruntung karena dia adalah satu-sat
...more
Hayatun Nafysa
Saman, bersentral pada seorang aktivis politik on-the-run dari mata 4 orang wanita yang sudah sejak lama bersahabat, Laila, si perawan yang naif, Cok, si binal, Yasmin, si kaya nan serba bisa, dan Shakuntala, si sundal dan petualang.

Buku ini menyentuh topik-topik yang tidak biasa seperti patriarki yang terjadi di rezim militer, seks, ketuhanan, dan hal lain yang dianggap tabu di era soeharto, bahkan sekarang. Buku ini adalah buku yang amat sangat berani. Berbeda dengan literatur (teenlit, chick
...more
ManDewi
Bisa dapat lima bintang seandainya, bagian depannya nggak membuat bingung siapa yang sedang bicara. Apakah Laila atau 'aku'. Apakah 'aku' atau orang lain. Karena banyak bagian yang menceritakan kata-kata orang lain tetapi tanpa tanda kutip. Jadi nyambung aja dengan narasi si 'aku'. Nggak bikin bingung, sih hanya saja alangkah baiknya kalau diedit sedikit. Jadi lebih rapi.

Saya baca versi cetakan tahun 2002. Semoga saja cetakan terbaru (tahun 2013 kalau nggak salah), ada perbaikan di bagian-bagian
...more
Marina Zala
** Books 256 - 2014 **

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan seorang mantan pastor yang bernama Athanasius Wisanggeni yang akhirnya terjebak menjadi aktivitis LSM, kabur di luar negeri ke New York dan saat itu nama Wis hilang dan berganti menjadi Saman. Saman juga terlibat hubungan dengan empat wanita bernama Laila, Yasmin, Cok dan Shakuntala.

Laila yang disini diceritakan sebagai seorang wanita muda yang berprofesi sebagai fotografer untuk meliput profil perusahaan minyak Texcoil Indonesia di
...more
Eveline
Awalnya agak bingung dengan alur cerita buku ini, jadi cuman ngikutin alur yang udah tersedia. Lalu lama kelamaan makin tertarik dengan kisah dahulu si "saman" ini di rumahnya yang berada di pedalaman, tentang berbagai macam hal yang menurut aku misterius banget, yang kadang bikin merinding juga. Sedikit horor sih, tapi justru disitu letak klimaks cerita ini. Lalu beralih menuju sikap si saman ini yang begitu manusiawi kepada Upi, begitu sayangnya ia, begitu punya jiwa ngemong yang teramat sanga ...more
mahatma
dulu bacanya minjem temen. itu pun cuma dibuka-buka doang.
lalu, jadi beli karena ada obralan di pameran buku di yogya.
lagi-lagi, dibaca cuma sambil lalu.
entah ya,aku ndak begitu suka... saya merasakan bahwa penulisnya seperti ingin berani bertindak saru.
akhirnya, buku-buku lainnya setelah ini [larung?:] pun ndak pengen baca...
Eunike Gloria
Buku ini sudah beredar lama (entah tahun berapa), dan saat ini pun sudah beredar buku lanjutannya (entah sudah buku ke berapa).

Apapun itu, saya membaca buku ini tanpa ekspektasi dan tetap berakhir dengan kelempangan.
Saya merasa tidak menemukan sesuatu yang istimewa di samping keunikan latar belakang karakter.
Konsep dan gaya penceritaan yang saling tersambung sebenarnya cukup menarik, namun menurut saya buku ini tidak mampu tersampaikan dengan halus.
Seperti ada percampuran cerita, yang nantin
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
Novel Saman 1 11 Apr 06, 2014 09:37PM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Olenka
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • House of Glass (Tetralogi Buru, #4)
  • Supernova: Petir (Supernova, #3)
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Cantik itu Luka
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Pulang
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
491233
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurn
...more
More about Ayu Utami...
Larung Bilangan Fu Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita Manjali dan Cakrabirawa Cerita Cinta Enrico

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Banyak hal dengan mudah terlupakan, seperti kita sama sekali lupa kenapa kita tidak bisa mengingatnya lagi. Sesuatu bisa begitu saja hilang dari ingatan, seperti arwah, seperti mimpi. Kita cuma bisa merasakan jejaknya pada diri kita tanpa bisa mengenalinya lagi. Kita tinggal benci, kita tinggal marah, tinggal takut, tinggal cinta. Kita tak tahu kenapa.” 41 likes
“Dunia ini penuh dengan orang jahat yang tidak dihukum. Mereka berkeliaran. Sebagian karena tidak tertangkap, sebagian lagi memang dilindungi, tak tersentuh hukum, atau aparat.” 29 likes
More quotes…