Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Saman” as Want to Read:
Saman
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Saman (Saman #1)

3.58  ·  Rating Details ·  5,359 Ratings  ·  513 Reviews
Saman is a story filtered through the lives of its feisty female protagonists and the enigmatic “hero” Saman. It is at once an exposé of the oppression of plantation workers in South Sumatra, a lyrical quest to understand the place of religion and spirituality in contemporary lives, a playful exploration of female sexuality and a story about love in all its guises, while t ...more
Paperback, 197 pages
Published 2001 by KPG (first published 1998)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Saman, please sign up.

Be the first to ask a question about Saman

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Helvry Sinaga
Oct 06, 2010 Helvry Sinaga rated it really liked it
Shelves: ayu-utami
inilah buku Ayu Utami yang pertama kali saya baca. Tahun 2006 saya sudah membeli bukunya Larung, namun saya sendiri sampai sekarang belum membacanya. Saya termasuk terlambat membacanya, karena sudah 12 tahun berlalu dari pertama kali dicetak, barulah saya berkesempatan.

Novel ini mendapat banyak pujian. sambutan tersebut dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Dari dunia akademis juga memberikan sumbangannya lewat karya ilmiah suatu penelitian mengenai no
...more
John
Nov 04, 2007 John rated it liked it
Shelves: indonesia
The story of an Indonesian activist told by a young female Javanese expat living in NYC and working for a human rights NGO. The writing is evocative, even sensual at times, and despite some rough edges it manages to paint a very convincing and fairly tragic picture of poor rural Indonesian communities being exploited and killed under the nose of a numb, corrupt state.

Against this setting, Saman, a former priest, stands up for a small community being violently pressured to sign over their lands
...more
Nazmi Yaakub
Saman melonjakkan nama Ayu Utami di mandala sastera Indonesia menjelang kejatuhan regim Suharto apabila novel itu dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta pada 1998.

Novel mantan wartawan Matra ini pernah menggegarkan dunia sastera Indonesia kerana kontroversi unsur seksual, selain menghantar mesej berunsur politik secara tajam dan isu agama lewat karya penulis muda itu.

Dua tahun selepas memenangi sayembara itu, Saman sekali lagi menarik perhatian dunia apabila dianugera
...more
Bronwyn Mauldin
Jul 15, 2010 Bronwyn Mauldin rated it it was amazing
Shelves: indie
Saman is the story of how a Catholic priest in the world’s most populous Muslim country, Indonesia, becomes a human rights activist called "Saman." Author, journalist Ayu Utami, turns the familiar tale of the crusader for justice on its head by folding Saman's story into that of a group of young women who knew him when they were school girls and he a newly-ordained priest.

Laila is the good girl who always falls for men she cannot have. Shakuntala the dancer who breaks her name in two for an Amer
...more
Pulung
Jul 04, 2007 Pulung rated it liked it  ·  review of another edition
Temanya OK aja, gayanya masih gak papa, tapi tetap menyisakan pertanyaan buat saya:

Kenapa harus dengan cara seperti itu mengungkapkannya?

Beberapa kawan yang banyak bilang cerita ini jorok, sayan bilang nggak. Vulgar iya. Nah ini... Kenapa harus vulgar?

Kalau cuma untuk menunjukkan bahwa perempuan juga boleh bicara blak-blakan tentang kehidupan seksualnya, masih ada cara yang lebih santun dan manis, bukan?

Menjadi santun bukan berarti takut bicara dan tidak tau apa-apa. Jelas sekali perbedaannya.

Ap
...more
nia pranatio
Jul 30, 2008 nia pranatio rated it really liked it
Feminism Rocks
Politics Sucks
Love is something personal
Lasse
Oct 14, 2007 Lasse rated it really liked it
Recommends it for: everybody
The first book by an indonesian writer I have ever read.
I have to admit that I'm still a bit puzzled about the meaning and the symbols in it, but as I kept thinking about it and read more about the reactions this book provoced, I realized that it's a very brave book. Sexuality, religious conflicts, the effects the Transmigrasi policy in the 70s, friendship, love, everything is brought up here. It is both, the story of the main characters of the book and their moving fates and a reflection about
...more
Aya
Jun 24, 2015 Aya rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: bahasa, sastra
keren juga saya baca ini cuma semalaman hingga matahari terbit.
Jadi, saya masih dalam minggu UAS dan saya lagi kram mata alias butuh . Saya lagi bosan sama bacaan-bacaan barat kontemporer yang mengulang formula gitu-gitu saja dan ini membuat saya dikucilkan dari komunitas buku di Instagram. Katanya saya kurang gaul, ketuaan, dan lainnya. Lalu, saya keingat saja sama pengarang favorit saya, Ayu Utami dan ada dua buku masterpiece-nya lagi duduk-duduk di rak buku, masih belum "diperkosa" juga.

Oke,
...more
Rara Rizal
Apr 07, 2013 Rara Rizal rated it it was ok
Read this as part of my book club assignment. I don't like the book enough to write a serious review. Some notes though:
1 - Some story lines raised my eyebrows, as in "what is it doing there? what does it contribute to the entire plot?" like the pseudo-mystic piece on Wis' mother.
2 - The book centered around sex. Or the lack thereof. Sex life of a bordering-frigid virgin straight woman. Great. I don't like it. I think it's supposed to be 'sexually liberating' but personally it ended up being to
...more
Olin
Sep 17, 2007 Olin rated it really liked it
Saya tidak tahu, kenapa banyak orang tidak suka sama Ayu Utami dan gaya penulisannya. Saya pikir tulisan Ayu bagus dan sangat memuaskan keingintahuan kita akan suatu gaya penulisan lain yang tidak standard (non mainstream), tetapi juga membuka mata. Kadang isu seksualitas dan posisi perempuan di masyarakat memang selalu menjadi hal yang sangat menimbulkan debat kusir. Tapi kenapa kita harus munafik? Di dunia ini seks memang selalu dianggap tabu, tetapi selalu dinanti dan membuat banyak orang ber ...more
Qunny
Banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan dua bintang untuk buku ini bukan berarti buku ini jelek. Saya malah terkejut karena tahu-tahu buku ini sudah selesai.

Saya menyukai gaya bahasa yang dibawakan dan hal-hal yang dibahas dalam buku ini, tapi sayang sekali plot yang di dalam buku ini nggak terlalu berhubungan. Tidak mempunyai konflik utama yang menghubungkan keseluruhan karakter. Yang saya tangkap hanya A dan B, B dan E, E dan C, dst.

Akan melanjutkan ke novel Larung.
mahatma
Jul 17, 2007 mahatma rated it it was ok
dulu bacanya minjem temen. itu pun cuma dibuka-buka doang.
lalu, jadi beli karena ada obralan di pameran buku di yogya.
lagi-lagi, dibaca cuma sambil lalu.
entah ya,aku ndak begitu suka... saya merasakan bahwa penulisnya seperti ingin berani bertindak saru.
akhirnya, buku-buku lainnya setelah ini [larung?:] pun ndak pengen baca...
Ita
Sep 20, 2007 Ita rated it it was amazing
Salah satu buku favorit gue..kalau ibarat kue semua rasa ada di buku ini.. Unsur romantis, kekerasan, kekejaman, ketakutan kental terasa untuk gue saat baca buku ini..Ada beberapa saat gue sampai ngeri untuk membalik halamannya..(lebih ngeri lagi ketika baca larung terusan Saman red). Ceritanya juga gak umum.. dan buat gue sangat berani menyentil pihak-pihak di luar sana. Salut untuk Ayu Utami
Pravitasari
Jan 12, 2011 Pravitasari rated it liked it
Shelves: fiction
kalau ditanya pendapat saya tentang novel ini, saya hanya bisa jawab dengan kalimat yang ada dalam halaman awal novel ini, "...Adakah keindahan perlu dinamai?"
Nisa Rahmah
Jan 21, 2016 Nisa Rahmah rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: romance, adult
Empat perempuan bersahabat sejak kecil. Shakuntala si pemberontak. Cok si binal. Yasmin si “jaim”. Dan Laila, si lugu yang sedang bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki beristri.

Tapi diam-diam dua di antara sahabat itu menyimpan rasa kagum pada seorang pemuda dari masa silam: Saman, seorang aktivis yang menjadi buron dalam masa rezim militer Orde Baru. Kepada Yasmin, atau Lailakah, Saman akhirnya jatuh cinta?


***


Pada cover belakangnya, terselip informasi bahwa novel ini bercerita te
...more
*eKa*
Baca sinopsisnya, gambaran awalku mungkin akan banyak bercerita mengenai kehidupan persahabatan empat orang perempuan. Pada kenyataannya justru lebih banyak bercerita tentang Saman, karena judulnya memang Saman. Tapi pada akhirnya terlihat juga eratnya persahabatan empat orang perempuan itu dan apa yang dipertanyakan di sinopsis bermuara pada sebuah jawaban yang pasti.

Banyak banget hal yang menarik dari buku ini. Baik itu masalah agama, politik, ras, sosial, ketenagakerjaan, kesetaraan gender,
...more
Fatma
Nov 25, 2009 Fatma rated it really liked it
Novel yang pertama kali aku baca tahun 1998, tapi karena diktat bahan kuliah yang menumpuk, so novel ini sempat tertahan hingga 11 tahun!!! Wew!! Akhirnya selesai juga aku baca...

Novel ini berkisah tentang 4 perempuan yang bersahabat sejak masa sekolah, hingga mereka di usia 30-an, dan seorang pemuda yang lebih tua sekian tahun (7 tahun kalau tidak salah), yang bernama Saman.

Empat perempuan itu masing-masing bernama Shakuntala, yang biseksual, Cok, perempuan yang gemar berganti pacar, atau bahk
...more
Azarine Kyla Arinta
Dec 01, 2012 Azarine Kyla Arinta rated it liked it
Keengganan saya membaca buku Ayu Utami banyak disebabkan oleh pemilihan diksi nya yang terkadang tidak mengenakkan buat saya.Tetapi saya akhirnya memutuskan untuk membaca buku Ayu Utami yang berjudul Lalita dan berhasil melihat bahwa dibalik diksi-diksi vulgar dan juga penjelasan yang terkadang terlalu eksplisit, banyak terdapat fakta-fakta sejarah dan informasi yang menambah pengetahuan di dalam setiap bukunya.Selain itu buku Ayu Utami kerap kali dibumbui tema-tema spiritualisme yang menarik un ...more
Azzahro Wijaya
Jun 24, 2011 Azzahro Wijaya rated it liked it
Shelves: sastra
Saya dengar dari dosen-dosen kalau buku ini fenomenal sekali. Ada yang mengatakan kalau buku ini isinya terlalu vulgar dan banyak yang tidak menyukainya. Tapi memang untuk menilai sebuah buku tidak mungkin cukup dengan hanya mendengar, tapi kita harus membaca buku itu sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya ingin diungkapkan dalam buku.

Setelah membacanya, saya malah agak bingung ketika saya mendapati halaman-halaman awal tidak ada cerita vulgar. Di akhir ada, tapi dalam beberapa bagi
...more
Penny Puspa
Jun 17, 2013 Penny Puspa rated it really liked it  ·  review of another edition
Saman--> Salah satu novel yang membuat saya cukup tertegun karena isi novel ini begitu padat dan campur aduk seperti gado-gado. Setelah membaca novel ini, saya menyadari bahwa issue tentang gender dan seksualitas dalam masyarakat Indonesia masih sangat tebal batas-batasnya.

Kebudayaan patriarki mungkin adalah penyebab bagaimana gender menjadi masalah yang sepertinya "dibesar-besar"kan. Ini hanya pandangan pribadi, tapi saya melihat fungsi kelamin manusia sebenarnya sama saja, sebagai bentuk c
...more
Glenn Ardi
Jun 11, 2011 Glenn Ardi rated it it was amazing
Shelves: sastra-indonesia
Bagi saya, gaya penulis Ayu Utami dalam buku ini belum ada tandingannya di kolong langit. Saya belum pernah membaca suatu novel, yang mana penulis begitu lepas dan bebas mengekspresikan dirinya. Dia menulis apa yang ada dalam pikirannya, serta menuangkannya pada buku ini dengan begitu jujur, berani, apa adanya, tapi juga cerdas ~

Banyak orang mengkritik gaya penulisan Ayu yang kasar dan terlalu berani (terutama perihal seks), tapi saya rasa justru itulah ciri khas serta kekuatan dari tulisan Ayu
...more
Penjuru Kosong
Jun 18, 2013 Penjuru Kosong rated it really liked it
Shelves: pinjaman
Pembincangan tentang seks, cinta, politik, dan agama serta perasaan-perasaan yang saling bertaut antar para tokoh tanpa rigiditas, tanpa beban, bebas sebebas-bebasnya...
- Leila S. Chudori
Tapi itu bukan topik utama bagi aku. Dalamnya penuh dengan cerita tentang kemanusian, tentang harapan yang terhapus, terhapus oleh tangan-tangan berkuasa. Seperti cerita-cerita lain yang muncul zaman peralihan kuasa Indonesia, pihak berkuasa bagaikan punya kuasa mutlak. Kuasa adalah undang-undang. Di bawah unda
...more
Biondy
Sep 30, 2011 Biondy rated it really liked it
Saman adalah novel karya Ayu Utami yang menjadi cikal bakal pergerakan "sastra wangi" di Indonesia. Sebuah gerakan literatur yang memperkenalkan topik-topik kontroversial, seperti: politik, agama, dan seksualitas, yang ditulis oleh penulis wanita muda.

Saman bercerita mengenai seorang mantan pastor yang "beralih haluan" menjadi seorang aktivis kemanusiaan. Di dalamnya diperlihatkan hubungan antara Saman dengan 4 orang wanita modern, Yasmin, Cok, Shakuntala, dan Laila. Hubungan mereka lebih dari s
...more
Hestia Istiviani
Sebelumnya aku hanya pernah membaca buku Ayu Utami dari rekomendasi ibu, Doa & Arwah dan kemudian buku duet Ayu Utami dengan suaminya, Erik Prasetya yang berjudul Estetika Banal & Spiritualisme Kritis. Kesan yang aku dapat setelah membaca kedua buku tersebut ialah bahwa tulisan Ayu tidak serumit yang aku bayangkan. Barangkali tulisan Ayu merupakan tulisan sastra yang ringan setelah karya Ahmad Tohari.

Resensi lengkapnya

Untuk sebuah buku sastra, buku ini cukup mudah dicerna. Ayu bukanlah r
...more
Arya
May 28, 2012 Arya rated it it was amazing
Shelves: bukugu
Kalau sebuah buku menjadi kontroversi karena ia vulgar membicarakan seks atau penguasa, apa yang aneh? Bukankah sudah sebuah keniscayaan?

Maka sejak awal membaca, saya memaksa diri untuk tidak peduli dengan topiknya. Saya menganggap Ayu mungkin memang tertarik menulis tentang seks, mungkin memang ketertarikannya adalah membahas prilaku penguasa.

Seperti penulis lain yang tertarik pada kayu jati, tempe atau pesawat ruang angkasa.

Saya tertarik dengan angle Ayu melihat situasi. Cara dia menggali real
...more
Abduraafi Andrian
Mind-blowing. Kata pertama yang tebersit di benakku seusai membaca buku ini. Apa aku menikmati akhir yang begitu syur? Bagaimana dengan bahasan yang jauh dari topik-topik awal? Dan mengingat bacaan sastra Indonesiaku yang bisa dihitung jari, bagaimana aku menilai buku ini?

Konflik yang diangkat pada novel ini sungguh banyak, berbanding terbalik dengan jumlah halaman yang bisa dikategorikan tipis. Sosial, politik, agama, dan yang paling terasa itu ... seks. Sebenarnya aku sedikit berjengit karena
...more
Wilma Monica
Feb 05, 2017 Wilma Monica rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: 2017
Buku ini tidak vulgar. Ha! Menurut saya buku ini sangat tidak vulgar. AMAZING!
Ayu Eddy
Mar 15, 2016 Ayu Eddy rated it really liked it
Saya pasti sangat terlambat karena baru membaca novel ini, meski seharusnya tidak ada kata telat dalam membaca. Jujur saja saya bingung untuk mereview. Ketika penulis di Indonesia "kurang berani" mengangkat tema tabu seperti seks, politik, rasis dan agama dalam tulisannya tapi Ayu Utami ini justru menyuguhkan semua dalam satu novel. Sebuah karya sastra yang apik, saya harus lebih banyak membaca novel-novel seperti ini. Dampak membaca karya kental sastra seperti ini membuat saya mampu memandang d ...more
Sopril Amir
Sep 05, 2007 Sopril Amir rated it really liked it
Buku ini mendatangiku dengan heboh. Dimulai ulasan di media (kompas kali ya?) terus meluas ke perbincangan di Kampus (UGM lah). Dengan rasa bangga mendapatkan salinannya (fotocopy) belum jamannya softcopy via email apalagi e book.
Pemakaian bahasanya memang terasa segar, ceritanya pun segar, tentang aktivis politik, perempuan dan riwayat seksualnya. Lalu detil-detil seperti karya (waduh siapa ya? baru inget arumdhati roy)
"the gods of small things".
Menarik.
Sayang kelanjutannya terus menurun gerege
...more
lara_nur
Sepatah ayat dari surat Wis kepada bapaknya:

"...saya percaya duka Maria di jalan salib lebih hebat ketimbang sengsara Gusti Yesus sendiri."

Such epiphany. Lara cuma menangis bersungguh sungguh. Ayat sebegitu sangat menyebakkan sedang ceritanya tak ada apa yang istimewa. Cuma Ayu menulisnya dengan bahasa yang cantik, Saman pas sebagai sebuah buku puisi di beberapa babak dan adegan kecil. Takperlu kau fahamkan sepenuh ceritanya, tapi mengertikan gelojak karakter karakternya dan itupun akan membuat
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
2015 Reading Chal...: Saman by Ayu Utami 1 20 Feb 02, 2015 06:02AM  
Novel Saman 1 16 Apr 06, 2014 09:37PM  
  • Olenka
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • House of Glass
  • Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Supernova: Petir
  • Entrok
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Pulang
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
491233
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurn
...more
More about Ayu Utami...

Other Books in the Series

Saman (3 books)
  • Larung
  • Maya

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Banyak hal dengan mudah terlupakan, seperti kita sama sekali lupa kenapa kita tidak bisa mengingatnya lagi. Sesuatu bisa begitu saja hilang dari ingatan, seperti arwah, seperti mimpi. Kita cuma bisa merasakan jejaknya pada diri kita tanpa bisa mengenalinya lagi. Kita tinggal benci, kita tinggal marah, tinggal takut, tinggal cinta. Kita tak tahu kenapa.” 46 likes
“Dunia ini penuh dengan orang jahat yang tidak dihukum. Mereka berkeliaran. Sebagian karena tidak tertangkap, sebagian lagi memang dilindungi, tak tersentuh hukum, atau aparat.” 37 likes
More quotes…