Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “The Girl from the Coast” as Want to Read:
The Girl from the Coast
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

The Girl from the Coast

3.96 of 5 stars 3.96  ·  rating details  ·  2,184 ratings  ·  264 reviews
From the world-renowned author of The Mute's Soliloquy and The Buru Quartet comes a heartbreaking novel about innocence and power.In feudal Java, where both privilege and poverty lived side-by-side, women were little more than chattel. Pramoedya's The Girl From the Coast tells the story of a beautiful young woman from a fishing village who finds herself in an arranged marr ...more
Hardcover, 288 pages
Published August 14th 2002 by Hyperion (first published 1962)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about The Girl from the Coast, please sign up.

Be the first to ask a question about The Girl from the Coast

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Najibah Bakar
Ini kali pertama betul2 membaca mengenai priyayi, ia jadi suatu goncangan yang menyedarkan mengenai bentuk perbudakan dan perhambaan sesama manusia yang boleh muncul dalam pelbagai bentuk. Apabila hati dan perasaan Gadis Pantai sebagai seorang 'hamba' dihidangkan sebelah-menyebelah dan sedekat berkongsi kamar dengan priyayi pantai yang 'bangsawan', perbandingan itu memberi kesan dalam sekali.

Apa ada makna kesenangan lagi apabila hati sudah harus tunduk serendah itu kepada sesama manusia, jadi t
...more
Pandasurya
Sahaya ini orang kecil, orang kebanyakan, orang lata, orang rendah, kalaupun jatuh—ya sakit memang, tapi tak seberapa. Bagi orang atasan ingat-ingatlah itu, Mas Nganten, tambah tinggi tempatnya tambah sakit jatuhnya. Tambah tinggi, tambah mematikan jatuhnya. Orang rendahan ini, setiap hari boleh jatuh seribu kali, tapi ia selalu berdiri lagi. Dia ditakdirkan untuk sekian kali berdiri setiap hari (h. 98)

orang bawahan selalu lapar, karena itu matanya melihat segala-galanya, kupingnya dengar segala
...more
Connie
The Girl from the Coast is loosely based on the experiences of Pramoedya Ananta Toer's grandmother. The fourteen-year-old lovely girl from a fishing village became the wife of a nobleman, the assistant to the Regent of Rembang. Her parents thought they were giving her a better life in this arranged marriage. Although the girl was surrounded by riches, she led a life of loneliness in the Bendoro's large house. She found out she was just a "practice wife" or a concubine since a nobleman must marry ...more
Harun Harahap
"...
Lantas milik perempuan itu sendiri apa?"
"Tidak ada, Mas Nganten. Dia sendiri hak-milik lelaki.
..."


Itu adalah sebuah penggalan percakapan antara Gadis pantai dan mbok sahaya yang mengurusinya. Kenyataan yang menghenyakkan ketika wanita ditiadakan haknya. Gadis pantai yang pada usia 14 tahun harus berpisah dengan orang tuanya dan lautan yang telah menemaninya tumbuh sepanjang hidupnya. Pada usia dimana seharusnya bersenda gurau dengan sahabat, dia harus mengabdi kepada Bendoro. Mengabdi bagaik
...more
John
The only thing that prevents me from giving this novel the highest rating is that I have more than a sneaking suspicion that the translation (by Willem Samuels) is simply not up to snuff. I don't read Bahasa Indonesian, so I'm in no place to be able to tell for sure, but the translation's employment of English-language colloquialisms in obvious attempts to stand in for plain speech in the novel's original language is bothersome. (And it is of some interest that Pramoedya's literary language is n ...more
Anti Wibawa
Saya terus memikirkan apa gerangan yang akan dilakukan oleh Gadis Pantai selanjutnya. Balas dendam kepada Bendoro yg menceraikan atau menculik anaknya sendiri atau bergabung dalam aksi huru hara.

How men can be so cruel to women?
Saya baru sadar bahwa didunia ini ada laki-laki yang demikian ingin berkuasa atas segalanya. Sejak tinggal di Riyadh Saudi Arabia, saya hampir tidak percaya atas pandangan dan perlakuan laki-laki terhadap wanita. Wanita seperti hanya sebagai barang hiasan dilemari pajang
...more
·Karen·
It's hard to explain how something so plainspoken and straighforward can be so opaque. Maybe the reason is that the girl of the title herself understands so little of what exactly is expected of her, she has to learn every artificial response in the alien culture that she has been brought to. And then when she
returns to her village there is violence and coercion that is also shadowy and bewildering. But these events in her village form a kind of reversal, a kind of retaliation against that feuda
...more
Kimi
Gadis Pantai berkisah tentang seorang gadis muda yang lahir dan tumbuh di kampung nelayan. Namanya Gadis Pantai. Ia baru berumur 14 tahun ketika ia "dinikahi" Bendoro, seorang pembesar santri dan juga seorang Jawa. Ia menjadi Mas Nganten, tidak bedanya dengan seorang gundik. Bendoro datang pada Gadis Pantai hanya jika ia membutuhkan seks.

Seperti yang tertulis di sampul belakangnya, roman ini memang menusuk feodalisme Jawa yang tak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan tepat langsung di jantungnya
...more
Weni
Membaca buku ini spt menonton The Fellowship of The Ring tanpa dilanjutkan dengan The Two Towers dan The Return of The King. Buku ini memang roman yang tidak selesai. Harusnya merupakan buku pertama dari sebuah trilogi, tapi sayang 2 buku lanjutannya 'hilang'.

Gadis Pantai berkisah ttg gadis cantik yang lahir dan tumbuh di kampung nelayan. Kecantikannya membuat gadis malang berusia 14 th itu diperistri oleh seorang pembesar. Dia dan keluarganya tentu tdk bisa menolak. Maka masuklah Gadis Pantai k
...more
Irwan
"Nasib kitalah memang, nak. Nasib kita. Seganas-ganas laut, dia lebih pemurah dari hati priyayi."

Kisah ini menampilkan secuplik wajah feodalisme jawa. Wajah yang bisa penuh pretensi keagungan tradisi dan kitab suci. Di sisi lain, wajah ini juga bisa begitu dingin dan keji menjijikkan. Tapi memang begitulah tata sosial jaman feodal. It takes two to tango. Adanya golongan priyayi dengan keagungannya itu tidak akan mungkin terjadi tanpa golongan jelata yang 'terpaksa' menerima nasibnya. Sebuah sika
...more
Angdamdewi
Membaca buku - buku Pram membuat saya bersyukur tidak dilahirkan pada saat saat perempuan bisa di"beli" dengan "derajat" atau apapun itu. Gadis Pantai (nama karakter) harus merelakan usia mudanya untuk dipaksa "mengabdi" pada seorang bendoro di Rembang, naasnya meskipun Gadis resmi mendapat panggilan "bendoro putri" ia tetaplah seorang nyai yang tidak diakui keberadaannya karena mengawini seorang nyai adalah "latihan" bagi bendoro sampai ia mendapatkan seorang istri dari kelas yang sama. Yang le ...more
Nina Belle
Pram secara cerdas mengisahkan kejadian tragis yang menimpa neneknya sendiri. kisah ini tragis, dimana si gadis pantai harus pasrah menjadi budak seks dari kanjeng prabu yang sangat berkuasa pada waktu itu.
hingga pada akhirnya secara kejam, si gadis pantai dipisahkan dengan anaknya. dan akhirnya meninggal dalam perjalanan..sendiri, tak dikenali.

karena pada masa orde baru, gadis pantai jilid 2 telah dimusnahkan maka cerita gadis pantai ini mengambang.
meskipun dari Pram akhirnya diketahui bahwa se
...more
Shelly
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
e.c.h.a
Sempat ke pending lama banget karena gk mood, eh begitu mood menghampiriku lamgsung bo' gk bisa berhenti untuk membaca kisah ini.

Gadis pantai, di usianya yang masih sangat belia, yang belum memahami maksud dari kehidupan harus memulai hidupnya menjadi istri beli-an untuk seorang Bendoro. Suka dengan karakter Si Gadis Pantai, yang semakin berkembang menjadi wanita yang kuat dan berpendirian seiring dengan waktu. Kesssseeeellll sama bendoro, salahkan seorang perempuan melahirkan seorang perempuan.
...more
Nor Azzah
Sebuah lagi buku Pram mengenai penindasan orang bangsawan ke atas penduduk kampung. Namun, kali ini watak bangsawan yang dibawakan adalah watak seorang yang dikatakan kuat agamanya (Bendoro). Terasa tidak percaya bila golongan agama juga mempunyai "perempuan simpanan".

Dikatakan telah dinikahi (berwakilkan keris, namun layanan ke atas seorang isteri tidak diterima selayaknya dari suaminya. Walaupun dia disanjung keterlaluan sebagai seorang isteri Bendoro oleh pelayan-pelayannya dan orang kampungn
...more
Lilia Zuhara
Pram memiliki kemampuan untuk mengangkat isu wanita pada periode penjajahan Belanda, dimana para priyayi lelaki berkuasa untuk menentukan nasib wanita non-priyayi yang mereka pilih. Menceritakan nasib tokoh yang disebut 'Gadis Pantai', seorang perempuan berumur 14 tahun yang dipaksa menikah dengan seorang Bendoro.

Awalnya Gadis Pantai tidak bisa menerima nasibnya dan bingung harus menyesuaikan dirinya dengan kehidupan priyayi. Dengan segala perjuangan, ia menyesuaikan diri. Ketika ia telah menyes
...more
Cathreen Shiucheng แคทเรน
Enchanting, yet at the same time, depressive! Pramoedya never failed to evoke strong feeling to his readers. Page-turning book, i would say; despite having some difficulties to understand certain terms used in Bahasa Indonesia.

How much i hated the Bendoro and the golongan priyayi! He is a fucked up, pig chauvanist, a hypocrite muslim in this novel! (forgive my language) Gadis Pantai, a village girl, never asked to be married (which is a question here, marrying through a keris?) into such elite
...more
an
Mulanya perkawinan tersebut memberi prestise baginya di kampung halamannya. Ia naik derajat menjadi Bendoro Putri. Tapi itu tak berlangsung lama. Ia terperosok kembali ke tanah. Orang Jawa yang telah memilikinya, tega membuangnya setelah ia melahirkan seorang bayi perempuan.

dari sinopsis singkat itu rhe berpikir bahwa buku ini akan mengkisahkan perjuangan gadis pantai ketika dibuang setelah dia melahirkan bayi na. seteguh Larasati kah diri na? namun jangan terpancing dengan sinopsis itu, cz tern
...more
Nadia
Known only as The Girl from the Coast, Toer's grandmother lived in a small Javanese fishing village around the turn of the 19th century. Her exceptional beauty caught the attention of the Bendoro, a noble from the nearby city of Rembang. Since she would otherwise face a life of extreme hardship and poverty, the girl's parents agree to marry her off, sight unseen, to the Bendoro. She is quickly transported off to a world literally and figuratively miles away from her village. Toer masterfully inv ...more
erry
Aug 12, 2008 erry rated it 3 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: kaum feminis & pembela hak2 perempuan
perempuan adalah sang 'empunya'. perempuan sebagai guru, tonggak peradaban. majunya perempuan adalah majunya suatu bangsa, matinya perempuan adalah matinya suatu bangsa.

wanita berasal dari kata wani dan tata (toto). sesuatu yang di tata, ataukah (hanya) sebuah perhiasan??

kontradiksi makna perempuan dan wanita menjadi gambaran hidup seorang perempuan. perempuan sebagai pemberi hidup bagi alam. saking besarnya peran perempuan, hingga di hampir seluruh tempat di dunia ini terdapat legenda, mitos t
...more
Dewinda Wiradinata
Gadis Pantai...

Hm...ini buku lumayan tebel tp berhasil kuselesein dlm waktu 24 jam. FYI, pas baca ini aku baruuuuu aja ngelahirin anak pertama. daaaan...alhasil aku nangis bombay pas baca bagian terakhir saat si gadis mungil itu harus dipisahin dari anakny gitu aja...dnger2 sih ada volume ke-2 dari Gadis Pantai ini, tp volume keduany termasuk dlm karya2 yg dibumihanguskan pas rezim soeharto...Ah, sayang!

Udah lama baca buku ini, jadi gak bisa ngasi detilny, jadi aku bakalan ngasi kesan yg kudapet
...more
Yosep delang
wow... sayang bgt lanjutan buku ini udah ga ada...
kekejaman jaman dahulu dmn wanita bisa d perjual-belikan... emas harta bukanlah segalanya.. dikampung emas menjadi sumber petaka.. d kota emas bisa membeli orang menjadi budak.. tp bg seorang ibu anak lebih dari segalanya walaupun ayah anak itu sendiri iblis anak tetaplah anak..

alur ceritanya yg bagus .. mungkin karena berdasarkan kisah nyata seorang yg berarti buat si penulis..

tp rada bingung waktu dialog,, dstu ga tau siapa yg bicara..
Jamie
This book taught me the value of having a book jacket to refer to when starting a new novel. Not having a clear idea of what exactly this novel is about made it a struggle to focus on where the story was going. Perhaps I am to blame for poor reading skills, or maybe it's because this novel was originally written in Indonesian and this translation is closer to its source language literary traditions than those of English. Whatever the cause, the novel did not pick up its pace until well over half ...more
Achmad Soefandi
Gadis pantai adalah sekian dari banyak karya Pram yang menyindir pemerintahan pada eranya. Novel ini bercerita tentang tokoh gadis pantai. Sesai namanya gadis Pantai hidu dikisahkan hidup di daerah pesisir Jawa. Ayah dari gadis pantai bekerja sebagai seorang pelayan, sedangkan ibunya sebagai rumah tangga yang kadang membantu pekerjaan si suami seperti menjeemur ikan merajut jala dan pekerjaan lain yang berurusan dengan ikan. Si gadis pantai hidup dalam keluarga yang sederhana, dengan aktifitas s ...more
Marina Zala
** Books 200 - 2014 **

Buku ini menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Gadis Pantai yang tumbuh di kampung nelayan di Jawa tengah yang diangkat menjadi gundik pembesar daerah tersebut menjadi Mas Nganten. Perempuan yang diharuskan melayani kebutuhan seks pembesar tersebut hingga pembesar tersbeut menemukan istri yang sederajat dengannya.

Gadis pantai senang tadinya dia dianggap wanita terpilih dari kampungnya yang menaikkan derajat keluarganya di kampung nelayan namun malang nian nasibnya se
...more
Hanifah Rufa' Idah
Novel ini menggambarkan betapa mirisnya kehidupan gadis dari kampung nelayan yang dinikahkan oleh orang tuanya dengan seorang Bendoro di sebuah kota dengan harapan dapat mengangkat harkat dan martabatnya. Namun, bagi seorang priyayi, memiliki seorang istri dari keturunan orang kebanyakan sama artinya dengan tidak mempunyai istri atau dengan kata lain hanyalah istri percobaan. Setelah Gadis Pantai melahirkan seorang putri, lantas ia diceraikan oleh suaminya dan ia tidak berhak atas anaknya sendir ...more
Lisa
Sep 05, 2014 Lisa rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to Lisa by: Yahoo TwentiethCenturyWorldLiterature
I feel a bit as if I’m going out on a limb here, but I read The Girl from the Coast by Pramoedya Ananta Toer as a metaphor for Indonesia under Dutch colonial rule.

To see what I thought about it, please visit

http://anzlitlovers.wordpress.com/201...
Teguh Affandi
ini adalah buku Pramoedya kedua yang kubaca setelah Bumi Manusia. Sekarang belum membaca ulang...

Tetapi ada beberapa hal yang menempel sampai sekarang:
1. Kehidupan pantai sangat membekas dan dalam pikiranku adalah daerah Rembang-Jawa Tengah.
2. Kehidupan orang tua di gadis yang abangan, sangat dekat dengan orang-orang Blora. Yang pada masa itu masih abangan dan jauh dari agama.
3. Lalu perbindahnya lingkungan abangan ke lingkungan santri yang dialami si gadis tiba-tiba mengoyak perasaan. Mirip ora
...more
Imas
Salah satu buku favorit karya Pram. Bercerita tentang seorang perempuan muda, gadis pantai yang harus menerima nasib sebagai gundik. Penantian untuk mendapatkan status sebagai nyonya rumah harus musnah saat sang "suami" menikah dan memiliki isteri dan sang gundik terpinggirkan.
Rofiqul

Pram mencoba menggambarkan neneknya. Tentang seorang dari keluarga nelayan yang diangkat menjadi istri gelap seorang priyayi. Seakan ikan yang diberi sayap untuk terbang. Bahkan menjadi terhormat dikalangan desanya. Padahal dia hanya dianggap sebelah mata oleh suami priyayinya. Pada akhirnya sang priyayi mengambil sayap yang dipinjamkannya dan menyorokkannya ke laut. Tidak hanya itu, sang priyayi juga mengambil sebagian insangnya.

Gadis pantai adalah korban feodalisme Jawa yang seakan berbau Isla
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
cari Gadis Pantai? 3 74 Feb 22, 2014 02:03AM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Entrok
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Kitab Omong Kosong
  • Canting
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Tarian Bumi
  • Olenka
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Harimau! Harimau!
  • Robohnya Surau Kami
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Atheis
  • Bilangan Fu
  • Layar Terkembang
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1) Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3) Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) House of Glass (Tetralogi Buru, #4) Arok Dedes

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself.” 222 likes
“Such was the love of this grandson for his grandmother that two years after the death of his mother, when she herself fell gravely ill, he vowed to her that someday he would try to tell the world her life story.

'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'

'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own.”
34 likes
More quotes…