Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai” as Want to Read:
Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai

3.69  ·  Rating Details ·  1,633 Ratings  ·  125 Reviews
Kisah klasik roman Indonesia yang tak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas.
Paperback, 44th Print, 575 pages
Published 2008 by Balai Pustaka (first published 1922)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sitti Nurbaya, please sign up.

Be the first to ask a question about Sitti Nurbaya

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Michiyo 'jia' Fujiwara
Romeo and Julietnya Indonesia, Roman dan Tragedi kisah anak manusia bertempat di kota Padang tahun 1896, Sepasang remaja anak dari bangsawan Sam/Samsulbahri/Sjamsulbahri, 18 tahun anak dari Sutan Mahmud Syah, seorang penghulu di Padang dan Nur/Sitti Nurbaya/Sitti Noerbaja, 15 tahun anak dari Baginda Sulaiman saudagar kaya, mereka berdua adalah tetangga sekaligus teman satu sekolah. Mereka mulai jatuh cinta, takdir memisahkan mereka, mereka bersatu kembali, takdir memisahkan mereka untuk selamany ...more
cindy
Di pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, buku ini bagai buku wajib yang harus dihafalkan. Benar, DIHAFALKAN judulnya, nama pengarangnya, temanya, dll, dll. Tapi jarang sekali ada guru bahasa yang mewajibkan murid-muridnya untuk benar-benar membacanya, halaman demi halaman. Jadi, sampai sekarang, kalau ada anak SMA --sekarang sudah gak ada ya, sudah ganti SMU??-- yang ditanyai apa isi buku ini, saya jamin 99% akan menjawab kawin paksa, titik.

Padahal buku ini menuliskan banyak sekali hal selain i
...more
Robert
Jun 30, 2009 Robert rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Sebuah buku klasik paling populer dari kesusastraan lama Indonesia. Saya membacanya waktu kelas 1 SMA. Isi ceritanya sangat bagus sekali, meskipun terlihat perbedaan yang terlalu jelas antara karakter antagonis dengan protagonis. Datuk Maringgih digambarkan sebagai tokoh yang berperawakan buruk rupa, culas, dengki, mata keranjang, suka menghalalkan segala cara, mata duitan, pelit, tetapi juga merupakan saudagar kaya dengan kelakuannya yang kampungan. Andai kepalanya sendiri bisa dijual mahal, ba ...more
Kana Haya
this story is identical with arranged-marriage. however, the main idea isn't about it. however, it is siti nurbaya herself who accept datuk mariggi's proposal. so where the arrangement for the marriage, actually?

somehow, i dont like what siti nurbaya did by marrying datuk. but its a choice. and it makes my rate lose one star from "i really like it" to only "i like it"
Hasanuddin
Jul 09, 2008 Hasanuddin rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: fiksi, paradigma
Putus cinta tidak harus mengorbankan segalanya, termasuk bangsanya sendiri...
Ira Nadhirah
Nov 29, 2016 Ira Nadhirah rated it really liked it
First of all, kenapa buku ni judul dia letak nama Sitti Nurbaya? Sebab aku rasa Samsu punya kasih lagi tak sampai. Mungkin sebab adat perempuan dipaksa kahwin oleh ibubapa kot. Cerita sedih sepanjang hayat. Cuma part gembira satu malam sebelum Samsu sambung belajar di Jakarta. First time aku baca cerita yang hero dia tak ada roh spiritual yang kuat. Hero selalunya digambarkan sebagai watak yang takkan terkalahkan dengan apa pun. Tapi buku ini, nyatanya beda ya. Heronya pingin mati aja. Faham je ...more
Marchel
Oct 03, 2010 Marchel rated it it was amazing  ·  review of another edition
It tells about the people of minang and all their tradition. Especially, a unique and unmoral behaviour to force a father's will to his daughter to marry someone else. It's because the father had a lot of debt to that person.
Kunthi Hastorini
suka di bagian marah rusli membicarakan tentang pernikahan dan perempuan di awal-awal cerita, namun di akhir-akhir cerita terasa ada inkonsistensi, yaitu pembagian peran wanita dan pria yang menjadi kaku, tidak secair di awal cerita.
Hasan
May 08, 2015 Hasan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku lama yang wow bangetlah. Baca pertama kali pas SMA, terus baca lagi beberapa kali setelah itu. Entah sekarang masih ada atau nggak jualannya di toko buku.
Syeirli mutyarani
very good
ice
Apr 08, 2008 ice rated it it was ok  ·  review of another edition
Cukup menarik untuk dibaca...
agar kita nggak asal bilang...'kayak zaman Siti Nurbaya ajaaaaaaa'
Bayuachmed Maulana
Jan 01, 2014 Bayuachmed Maulana rated it really liked it
Cerita yang sangat memukau untuk sebuah karya sastra yang mampu bertahan di beberapa zaman, sungguh novel ini sepertinya akan tetap abadi di hati para penggemar sastra.
Semua kalangan menurut saya sudah memahami atau paling tidak pernah mendengar kisah kasih tak sampai Sitti Nurbaya dan Samsulbahri ini. Ceritanya bermula dari persahabatan Sam dan Nur semenjak mereka masih kecil, mereka adalah anak-anak dari orang kaya dan terhormat di Padang,yang mana Sam adalah anak dari seorang Penghulu yang b
...more
Merina Ilmasari
Jul 29, 2015 Merina Ilmasari rated it really liked it
Awal mula baca halaman2 awal saya merasa salah memilih bacaan karena melihat bahasa yang dipakai adalah bahasa melayu. Saya kira saya membaca novel ini dengan terjemahan melayu karena jujur aja banyak kosa kata yang saya gak ngerti, seperti bendi, bedil, "bisa" jadi "boleh", ada jadi adalah, sebagai bisa bermakna seolah atau seperti, dan lain-lain. Tapi ternyata setelah searching di google memang bahasa yang dipakai penulis adalah melayu. Nah, karena saya penasaran kisah Sitti Nurbaya yang seben ...more
Adismara Putri
Feb 03, 2015 Adismara Putri rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: novels
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Jusmalia Oktaviani
Oct 19, 2016 Jusmalia Oktaviani rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
afifah dyah
Jan 10, 2017 afifah dyah rated it really liked it  ·  review of another edition
Siapa sih yang bilang cerita Sitti Nurbaya itu tentang kawin paksa? Mungkin kalian hanya membaca sinopsis. Buku ini adalah hasil buah pikiran dari bagaimana Marah Rusli mengkritik tradisi di tanah kelahirannya, tentang bagaimana ia terus mempertanyakan kebebasan manusia yang terbelenggu oleh sistem sosial di masyarakat. Semua pemikiran tersebut tertuang dalam cerita yang memiliki intonasi bahwa rasanya dunia ini begitu tidak adil. Tokoh karakter bertubi-tubi dibuat mendapat masalah yang alurnya ...more
Rini
Ini salah satu buku yg diijinkan oleh bapakku utk dibaca di dpn hidungnya wkt jaman aku sekolah. (aku gak boleh baca buku cerita/komik masa sekolah)
Bacanya hati2 bgt, selain covernya udah ilang, halamannya jg udah gak rapi lg, bahasanya jg sangat berbeda dgn yang sering aku gunakan di sekolah (bacanya pas SD).

Aku yg sgt suka dengan "hepi ending" (maklum msh kecil), kaget wkt selesai baca buku ini dan jd gak suka. Mikir, apa ada org yg bernasib sama spt siti dan syamsul di dunia ini (maklum, msh
...more
Yudha Nugraha
Feb 17, 2016 Yudha Nugraha rated it liked it
Ringkasan
Sitti Nurbaya dan Samsul Bahri telah berteman sejak kecil. Rumah mereka berdekatan pun keluarga sudah saling mengenal. Meskipun sebenarnya dalam hati Samsu ada perasaan lain terhadap Nurbaya. Hingga pada saat Samsu akan berangkat ke Jawa untuk meneruskan sekolah ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaan cinta dan kasihnya kepada Nurbaya yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.
Ayah Nurbaya, Baginda Sulaiman yang memiliki banyak usaha sukses dan termasyhur hendak dihancurkan oleh
...more
Ira Book Lover
Apr 21, 2013 Ira Book Lover rated it it was amazing
Bukan zaman Sitti Nurbaya...Tiap dengar itu saya pikir Sitti Nurbaya memang dipaksa dijodohin sama orang tuanya. Dulu pas baca buku ini waktu SMP, saya baru tau, ternyata Sitti Nurbaya tidak dipaksa kawin kok, dia cuma...ngg...terpaksa.

Kasian banget ya Nurbaya sama Samsulbahri. Kurang apa lagi coba. Sudah cakep dua-duanya. Masa depan tampak terbentang indah di hadapan mereka. Tapi, apalah daya. Betul-betul kasih tak sampai ini namanya *tepoktepok air mata di pipi.

Sitti Nurbaya ini dulu difilmkan
...more
Cynthia Kosasih
Sep 01, 2013 Cynthia Kosasih rated it really liked it  ·  review of another edition
Tau gasih? Dari kecil sampe kelas 3 smp kemaren, saya taunya Sitti Nurbaya DIPAKSA menikah (alias dijodohkan) sama Datuk Maringgi..
Eh ternyata, ceritanya gak gitu..-__-" Sitti Nurbaya ikhlas kok nikah sama dia demi bapaknya U.U
Jadi banyak orang di Indonesia ini salah kaprah.. Wkwkwkwk
Gambaran saya tentang Datuk Maringgi juga berubah total.. Dibuku cerita rakyat, di film2, dia digambarkan tuh kaya raya, royal, pakaiannya bagus2, dan rumahnya segede apaan tauk... .memang sih dia kaya, tapi ternya
...more
Eko Setyo Wacono
Jan 22, 2015 Eko Setyo Wacono rated it really liked it
baru kali ini membaca kisah legendaris ini secara utuh, cerita tentang Samsul bahri dan Sitti Nurbaya. mungkin telah banyak review tentang buku ini, menurut saya Marah Rusli menyajikan jalan cerita yang sungguh menarik dalam novel ini, dimana klimaks ceritanya sungguh tak dinyana sebelumnya. ditulis dengan gaya bahasa melayu (my favourite), novel ini sarat akan kritik sosial akan keadaan kaum perempuan di masa itu dan juga penuh akan pesan moral. seperti karya nya yg lain semacam "memang jodoh", ...more
Anas Zokronain
Nov 25, 2015 Anas Zokronain rated it really liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Aulia Kushardini
It was slightly surprising for me that this novel actually stood the test of time, since it rather champions traditional gender roles for much of its attempts to embrace modernism. I guess the notion of marrying for love was revolutionary enough during the time Sitti Nurbaya was first published (?).

The authorial voice can get very pedantic too, even compared to other Balai Pustaka publications.

On the other hand, Nurbaya offers an incandescent anthropological portrayal of the early 20th century
...more
Christel
Nov 04, 2013 Christel rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia
Well, it is a good book, and a very important one.
Lesson learned: Minangkabau with its matrilineality is a society as oppressive against women as any other patriarchat. Astonishing the detailed discussion of this oppression and the general lack of freedom and justice in traditional societies written by a male Indonesian author in the 1920s.
The book is read in Indonesian schools until today, and it deserves to be widely known outside Indonesia. The English translation is good to read, but the re
...more
Stefanus Irawan
Sangat modern untuk penulis sezamannya. Mengkritisi peran kaum wanita yang tidak dianggap di masyarakat Padang, kebudayaan yang sudah saatnya ditinggalkan, dan sedikit bumbu sejarah yang menarik di dalamnya.

Buku ini juga sekaligus meluruskan persepsi yang sudah-sudah bahwa Nurbaya tidaklah dijodohkan oleh orangtuanya dengan sengaja lalu dia bunuh diri karena pernikahannya yang tidak membahagiakannya.

Sebagai perhatian, ini bukanlah buku dengan akhir yang berbahagia. Anda akan merasa bahwa pembala
...more
esti
Apr 13, 2015 esti rated it it was amazing  ·  review of another edition
saya sudah agak lupa secara detail tentang isi novel ini karena saya membacanya 12 tahun yang lalu ketika SMP. yang jelas saya masih ingat perihnya, saat membuat review ini saja saya masih bisa merasakan setitik perihnya itu. ini adalah novel yang saya tamatkan dan saya menangis setelahnya. mungkin karena usia saya yang masih labil ditambah pengaruh perubahan hormon. yang pasti, menurut saya novel ini sangat mudah dipahami dan diresapi setiap halamannya. saya ingat betul tidak melewatkan satu ha ...more
Abieffendi
May 12, 2014 Abieffendi rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya tidak mengerti pada pendapat yang mengatakan novel ini begitu menjemukkan, katanya.

Saya mendapati novel ini begitu menarik sedari awal hingga akhirnya. Selain kisah tragis percintaan yang ada pada buku ini, yang meninggalkan sesak di dada ketika harus menutup lembaran akhir buku, keunikan cinta-cintaan antara Samsulbahri dan Sitti Nurbaya yang penuh dengan pantun dan puisi pun menarik bagi saya. Selain itu, dikarenakan ini karya anak negeri yang menjadi cermin bangsa ini pada masa itu, maka
...more
Eka Putri
Feb 19, 2016 Eka Putri rated it it was amazing
Shelves: romance, sastra
Siapa yang tidak tahu roman satu ini? Atau minimal pernah melihatnya di perpus. Sitti Nurbaya karya Marah rusli ini termasuk dalam angkatan Balai Pustaka. Jika berbicara mengenai Balai Pustaka maka kita akan mengingat campur tangan pihak Belanda dalam menyeleksi naskah yang masuk. Walauoun dalam novel ini Datuk Maringgi sebagai tokoh antagonis akhirnya mati ditangan Samsulbahri, jika dilihat dari sisi lain.. maka Datuk Maringgi bisa dianggap sebagaipahlawan karena dia memimpin warga setempat unt ...more
Willy Akhdes
Boleh saya bilang sebagai masterpiece dari Marah Rusli dan tonggak sejarah penting dalam khazanah sastra Indonesia. Roman ini sebagai penanda lahir dan berkembangnya era Balai Pustaka. Sangat menggambarkan kondisi socio-politik pada masanya yang membuat kita sebagai pembaca di zaman modern sekarang merasakan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial. Ditulis dengan sangat apik oleh Marah Rusli dengan gaya bahasa Indonesia lama dengan pengaruh Minang yang sangat kental, membuat saya betah ...more
Sophia
This book is the Indonesian Romeo & Juliet. It is a fantastic tale of culture and love, and another example of why true love exists only in fairy tales.

The only negative thing about this book is how slow-paced it is sometimes, such as when the characters have long, drawn-out conversations, or when things are described to the fullest extent. It was worth the read, though. And I loved the great, tragic ending.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Salah Asuhan
  • Layar Terkembang
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Namaku Hiroko
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Azab dan Sengsara
  • Harimau! Harimau!
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Atheis
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Gadis Pantai
  • Pintu Terlarang
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Entrok
  • Habis Gelap Terbitlah Terang
698102
Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (kini Bogor) pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perem ...more
More about Marah Rusli...

Share This Book