Two Travel Tales: Menguak Eksotisme India & Nepal
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Two Travel Tales: Menguak Eksotisme India & Nepal

3.74 of 5 stars 3.74  ·  rating details  ·  23 ratings  ·  7 reviews
India dan Nepal, negara yang menjadi impian banyak traveler untuk dikunjungi dan dijejaki. Eksotisme, kekhasan budaya dan masyarakatnya, juga ragam tempat wisata, hanya beberapa hal menarik dari Negeri Hindustani dan Negeri di Atas Awan ini. Dan penulis tak sekadar berkunjung ke belasan kota di dua negara tersebut. Ia berinteraksi, berbincang, dan kemudian mencatatnya deng...more
Paperback, 336 pages
Published December 2011 by Lingkar Pena Publishing House
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 59)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Uci
Saya pertama kali membaca tulisan perjalanan Ade Nastiti di Multiply. Karena pekerjaannya yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dan sebelumnya jurnalis, sudah semua provinsi di Indonesia dia jelajahi, dan tidak selalu dengan nyaman melainkan penuh petualangan, seperti ketika mesin kapal yang dia tumpangi mati dan rombongannya terombang-ambing di tengah lautan Papua yang mahaluas selama berjam-jam. Dan saya membaca tulisan-tulisannya degan kagum sekaligus, tentu saja, sedikit iri :D Ter...more
Harun Harahap
Chashme dil se dekh yaha jo jo tamashe ho rahe, Dilsita kya kya hai tere dil satane ke liye… (With the heart’s eye see the false drama and spectacles of this world, What beautiful things and scenes appear there to entice you..)”

Itulah sepenggal syair Tulsi Saheb yang dibacakan oleh seorang Swami (suci) yang ditemui Ade Nastiti di kereta. Obrolannya dengan Swami membuahkan pertanyaaan bagi Ade akan tujuan perjalanannya. Kisah tersebut menjadi prolog yang menarik dalam buku perjalanan yang ditulis...more
sinta nisfuanna
“Perkataan Swami Ananda Prakash tentang pencarian tadi kembali terngiang. Apa yang kucari? Dan Apa yang kutemukan?” [h.19]

Begitu mendengar/ membaca nama India, yang muncul di kepala saya adalah Delhi, Sungai Gangga, Taj Mahal, dan satu lagi yang tidak ketinggalan Bollywood. Saat kuliah, saya sering menjumpai mahasiswa pertukaran asal India yang mengenakan sari, untuk yang perempuan, dan kurta, bagi yang laki-laki. Terlihat sekali rasa bangga dan percaya diri terhadap bangsanya. Rasa percaya diri...more
Lalu Fatah
India. Negara kaya warna ini bukan destinasi impian saya. Namun, sekelar membaca Two Travel Tales, saya harus bernegosiasi ulang dengan diri. Saya harus ke sana!

Kebanyakan orang memandang India sebagai negeri yang eksotis. Dan, orang-orang acap ke sana untuk memburu eksotisme India. Namun, saya teringat dengan ucapan Agustinus Wibowo, penulis Selimut Debu dan Garis Batas, dalam sebuah kesempatan di Surabaya, "Apa itu eksotisme?" Dia seakan-akan mempertanyakan kembali dengan nada agak skeptis pad...more
ayanapunya

Cerita mba Ade Nastiti menyusuri India dimulai dari Ladakh. Bagi yang pernah menonton 3 Idiots, pastinya akan terpesona dengan danau yang muncul di adegan terakhir film tersebut. Ya, di daerah Ladakh inilah lokasi danau tersebut berada, dengan nama Pangong Tso.

Ketika menjejakkan kakinya di Leh, ibukota Ladakh, negara bagian tersebut ternyata baru saja dilanda banjir. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan niat mba Ade untuk bisa sampai di Pangong Tso. Dengan bantuan seorang sopir taksi, mba Ade...more
Yusuf Alazhar
Sebenarnya tidak ada maksud membaca buku milik kakakku ini. Tidak ada maksud membaca kisah tentang perjalanan di India dan Nepal. Tidak seperti kakakku, pada awalnya aku tidak tertarik dengan India dan Nepal. Tapi setelah membaca buku ini rasanya lain.

Setelah tidak begitu nyaman membaca kegelisahan batin penulis di awal buku tentang keagamaannya, akhirnya aku mulai mengikuti kisahnya di India. Sedikit demi sedikit mataku mulai terbuka. Aku mulai terbawa oleh persepsi penulis tentang India. Penu...more
Haryadi 'Fathin | Omnduut' Yansyah
Saya tidak mengerti kenapa buku ini bisa tidak tersedia di Gramedia Palembang sampai saya harus memesan secara online. Tapi, 'perjuangan' mendapatkan buku ini tak sia-sia. Buku ini adalah salah satu buku perjalanan terbaik yang saya punya.

Aah, sepertinya harus membaca ulang untuk membuat ulasan secara utuh. :)
Chorina Ginting
Chorina Ginting marked it as to-read
May 18, 2014
Melvina Sakdeeya
Melvina Sakdeeya marked it as to-read
Mar 20, 2014
Margriet Liem
Margriet Liem marked it as to-read
Feb 27, 2014
Shivaji Das
Shivaji Das marked it as to-read
Feb 12, 2014
Syahrani Said
Syahrani Said marked it as to-read
Nov 30, 2013
Hudazone
Hudazone marked it as to-read
Nov 26, 2013
Siti Maslihah
Siti Maslihah marked it as to-read
Nov 25, 2013
Adinda Putri
Adinda Putri marked it as to-read
Oct 26, 2013
Tiniq Supar
Tiniq Supar marked it as to-read
Oct 21, 2013
Masrudin
Masrudin marked it as to-read
Aug 24, 2013
Rivay Dehan
Rivay Dehan marked it as to-read
Aug 14, 2013
Patricia Sandjaja
Patricia Sandjaja marked it as to-read
Jul 25, 2013
Girish Jha
Girish Jha marked it as to-read
Jun 29, 2013
Mahfudz
Mahfudz marked it as to-read
Apr 25, 2013
Catharina Rini
Catharina Rini marked it as to-read
Mar 06, 2013
Olivia Septiani
Olivia Septiani marked it as to-read
Mar 03, 2013
« previous 1 next »
2803462
Ade Nastiti adalah nama pena dari Ade Siti Barokah. Sejak kecil cita-citanya sederhana, ingin berkelana dan menyentuh salju. Impian ini terpenuhi ketika ia dan keluarganya mengunjungi Snowy Mountain di Australia tahun 2000. Perjalanan itu membawa kesan mendalam hingga menyeretnya pada impian berikutnya, mengetahui lebih jauh kehidupan masyarakat di daerah pegunungan.

Sepuluh tahun kemudian, Agustus...more
More about Ade Nastiti...
Serenade Dua Cinta Two Lovely Hearts One Gigabyte of Love I Love You, Friends

Share This Book