Winter Dreams

Winter Dreams

3.47 of 5 stars 3.47  ·  rating details  ·  55 ratings  ·  27 reviews
Nicky F. Rompa tak sengaja terdampar di negeri orang bersama jutaan imigran ilegal yang membawa kisah mereka masing-masing ke dalam salah satu kota paling bersejarah di Pantai Timur AS.

Mengambil setting di Boston, Mass., - dan dikemas dalam atmosfir romantisme urban - "Winter Dreams" menyajikan mimpi-mimpi yang tak jarang melebur ke dalam realita dan melahirkan sebuah ilus...more
Mass Market Paperback, 291 pages
Published December 2011 by PT. Gramedia Pustaka Utama
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 94)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
asdewi
Hmm...ini buku yg bagus sih. Enak banget baca petualangan Nicky dan makna-makna tersirat yang digambarkan Tiojakin.
Cuma aja, settingnya itu lhooo. Gak ada yg salah kok dengan penggambaran Boston dalam novel ini. Ini alasan pribadi aja. (hehehe...)
That's why it's available for swap (haalaaahhh....mo iklanin swap aja panjang amat ;p)

========================================
Edited at 13/12/2012

Errr...jodoh banget sih sama buku ini. Udah diswap, eh ada yang kasi lagi (_ _"). Mana alasan ngasinya geg...more
Vidi
“… I figured my options are limited. Aku bisa tinggal di sini seperti sekarang dan tidak melakukan apa-apa, just going with the flow; atau aku bisa tinggal di sini dan melakukan sesuatu yang berarti bagiku. Atau aku bisa pulang dan berusaha untuk memecahkan teka-teki abadi: apa yang akan kulakukan dengan hidupku? Semua orang ingin menjadi seseorang, terutama di Amerika – aku mengerti itu sekarang. Dan, entahlah, rasanya sungguh tidak nyaman jadi orang yang tidak ingin jadi apa-apa.” (hal. 231)

Pe...more
Vira Cla
Awal saya tertarik membeli buku ini adalah karena nama penulisnya yg tak asing lagi bagi saya--Maggie Tiojakin-karena blog fiksi lotus-nya yang menyajikan sastra dunia. Saya follow akun twitternya, saya tahu bibliografinya, latar belakangnya, dan barulah ketika novel perdananya terbit(sebelumnya Maggie menulis kumcer saja) saya sangat antusias utk membacanya.

Buku ini terasa mengalir ceritanya, tak ada metafor-metafor yang tak penting (yg menurut orang2 begitulah sastra dgn metafor rumit berbeli...more
Meli Vedder
Sebenarnya sudah beberapa kali saya mendengar nama Maggie Tiojakin sebelumnya di ranah tweeter, khususnya tweeps yang berkecimpung di dunia buku. Tapi baru beberapa minggu yang lalu akhirnya benar-benar mencari tahu apa yang sudah ditulisnya. Nah, kebetulan di akun @twitteriak yang saya follow, yang di dalam laman twitnya terdapat beberapa wawancara dengan sejumlah tokoh yang berkecimpung di perbukuan nasional. Salah satunya adalah Maggie.

Dari fotonya Maggie tampak muda sekali, maybe under 25ye...more
Winna
Naskah novel ini saya baca saat menjadi salah satu first readers Maggie, sebelum novelnya diterbitkan. Saya pun sangat mengagumi Maggie setelah membaca karyanya, terutama dalam antologi cerpen Balada Ching Ching, so naturally I'm really anticipating her novel.

Basically, ini adalah cerita tentang seorang pemuda Indonesia yang merantau ke Amerika. Saya menikmati setiap deskripsi mengenai 'dunia luar' yang diperlihatkan oleh Maggie, apalagi terasa sekali sang penulis sangat mengenal settingnya, dan...more
Nabila Budayana
Keinginan baca buku ini semenjak diperbincangkan di twitter. Meski suka dengan covernya, saya masih menebak-nebak apa yang akan diceritakan di dalamnya. Ah, ternyata isinya memang bisa ketahuan setelah membaca halaman-halamannya.

Winter Dreams bertutur tentang perjalanan dan pengalaman sepetak hidup dari pemuda Indonesia Nicky F Rompa yang bertolak dari Indonesia ke Amerika. Bagaimana ia survive dengan dipertemukan dan ditinggalkan oleh berbagai hal. Pekerjaan, keluarga, teman, kekasih, dsb. Sec...more
Ndari
Sejujurnya, saya tidak ingin terdengar biased karena Maggie adalah salah satu pengarang favorit saya dan saya cukup dekat dengannya di Twitter. Buku ini pun saya dapatkan dari dia - sekali lagi terima kasih, Kak Maggie! - tapi saya berusaha untuk menulis review buku ini sejujur dan seobyektif mungkin.


“Baru kusadari bahwa aku tidak datang membawa mimpi ataupun aspirasi. Aku tidak ingin jadi apa-apa. Aku cukup puas berbaring terlentang di atas ranjang sambil menatap langit-langit kosong. Aku sep...more
Liez Danuwijaya
ini buku pertama yang saya tanggapi di goodreads.
saya baru selesai membacanya tadi siang.
awalnya saya begitu mengikuti cerita dengan baik, namun saya tidak begitu menikmati lembar-lembar berikutnya. apalagi endingnya, saya gak tau apa sebenarnya yang diinginkan penulis dalam novel ini.
mungkin ini memang diangkat dari realitas yagnbg ada, namun bagi saya sangat memalukan jika pada realitasnya ada seorang pemuda indonesia yang sama sekali tak memiliki tujuan apapun dalam kehidupanya, apalagi di lu...more
Anastasia Cynthia
Nicky F. Rompa, bukan bocah kikuk kesayangan ayah. Dicerca, diolok, bahkan hendak dibelikan gincu merah. Memang hanya Nicky yang tahan dengan sikap ayah. Ibu mangkir bersama Shahnaz, adik perempuannya, beberapa tahun lalu. Dan kini, malah menyuruh anak remaja lelakinya itu pergi melarikan diri ke negeri antah berantah. Siapa lagi yang tahan dengan sikap ayah? Tidak ada. Nicky, seorang remaja delapan belas tahun, tidak perlu izin atau sekadar berpamit dengan ayah. Kedatangannya di Boston serta-me...more
Maggie Tiojakin
Dari konsep sampai bentuk novel utuh, penulisan Winter Dreams memakan waktu tidak kurang dari 7 tahun (mungkin lebih) -- dan proses penulisannya, bagi saya pribadi, merupakan pengalaman yang penuh dengan jatuh-bangun tapi selalu terasa magis. Saya memang sempat tinggal di Boston, Mass. selama 6 tahun -- tetapi novel ini 100% fiksi. Untuk saya, pengalaman menulis novel ini merupakan sesuatu yang unik -- dan, kalau saya berhasil, novel ini dapat menjadi pengalaman unik juga bagi pembaca. Thanks fo...more
Oky Septya
Baca reviewnya disini http://sinopsisuntukmu.blogspot.com/2...

Pertama kali membaca Winter Dreams, saya terkesima dengan cara penuturannya Maggie Tiojakin yang indah. Dengan sudut pandang orang pertama dari tokoh utama rasanya saya sedang membaca terjemahan buku klasik atau historical-fiction asing. Saya hampir tidak pernah menemukan tipe penulis yang memiliki gaya bahasa sedemikian indah. Alurnya begitu enak diikuti—sendunya suasana musim dingin menemani kita dalam menikmati kisah perjalanan hid...more
indri
129. Most truth are not worthy of the lies we create to conceal them; for it is in the absence of lies that the truth almost always become irrelevant, unimportant.

Siapa punya impian Amerika? Setiap orang yang pergi ke Amerika selalu punya angan-angan untuk meraih keberhasilan di negeri ini. Tak sedikit di antara mereka juga yang merupakan pelarian dari negerinya yang kebetulan sedang kacau, atau juga pergi dari masalah-masalahnya sendiri. Karena itu kedutaan Amerika menjadi sensitif, mengingat n...more
Niratisaya Niratisaya
My Summary...
Menceritakan kehidupan urban seorang pemuda bernama Nicky F. Rompa, yang terus melangkah dalam hidupnya, tanpa benar-benar tahu kemana dia akan melangkah. Alih-alih mengendalikan hidupnya, Nicky membiarkan hidup mengatur dirinya. Sampai satu kali dia dihempaskan oleh gelombang hidupnya pada satu kesadaran dan kekosongan. Tapi benarkah hidup Nicky kosong? Sementara berbagai kehidupan masyarakat Amerika telah dia cicipi.


My Opinion...
Membaca novel tak ubahnya menyantap sebuah hidangan...more
Uthie
Amerika Serikat adalah dambaan dan mimpi bagi banyak orang untuk bisa menetap dan berkarya disana. Segala cara ditempuh agar tujuan tersebut tercapai. Nicholas "Nicky" F. Rompa beruntung. Ia diajak ke "negeri impian" itu oleh Tante Risma karena menurut sang Ibu ia pun tak punya kehidupan yang jelas di Indonesia. Lagi pula perlakuan buruk sang Ayah membuatnya tak tahan lagi untuk tinggal bersama sang Ayah.

Boston pun ternyata tak mampu membantu Nicky menemukan tujuan hidupnya di Amerika. Selain be...more
Melody Violine
Winter Dreams adalah karya Maggie Tiojakin, seorang penerjemah yang terkenal dengan terjemahan cerpen-cerpen sastranya dalam Fiksi Lotus. Pertama kali saya mendengar tentang novel ini adalah ketika Maggie menjadi pembicara di Festival Pembaca Indonesia akhir tahun lalu. Selain sampulnya yang cantik dengan misterius, Maggie juga menggugah penonton dengan menegaskan kehadiran tokoh utama yang anti-hero dan latar cerita Amerika Serikat.

Sederhananya, seorang tokoh anti-hero tidak memenuhi harapan ki...more
htanzil
Bagi sebagian penduduk dunia, Amerika adalah negeri impian untuk mencapai kesuksesan, ada banyak caranya, mulai dari yang menempuh pendidikan lanjutan lalu meniti karier disana atau hanya dengan modal pendidikan dan uang seadanya nekad mengadu nasib dan menjadi bagian dari 12 juta masyarakat intenasional yang memilih menjadi imigran gelap di Amerika dengan segala resikonya demi sebuah mimpi.

Beda halnya dengan Nicky F. Rompa pemuda Indonesia berusia 20-an tahun. Berawal dari perceraian kedua oran...more
e.c.h.a
Nicky, seperti berlari dari masalah. Saat dihadapkan satu masalah, dia seperti bukan menghadapi masalah tersebut dan mencoba mengatasi tetapi malah membiarkan mengalir tanpa ada solusi.

Bahkan Nicky seperti tidak punya mimpi. Saya paham dengan latar belakangnya, hanya Nicky seperti tidak paham bahwa dia memiliki orang-orang yang selalu mendukungnya.

Dari awal hingga akhir, saya benar-benar gemes dengan tokoh Nicky. Dan 2 bintang ini, buat Nicky yang sepertinya 'mati' dengan caranya sendiri. Saya...more
Harun Harahap
Jujur kisah ini tak ada konflik gelap yang membuat terkesiap. Alurnya mulus seperti jalan yang lurus. Kisahnya sendiri seperti urusan sehari-hari. Tokohnya tak membuat kecewa ataupun terlalu istimewa. Semua terasa biasa-biasa saja. Hebatnya, Maggie bisa membuat kau terpukau dengan tulisannya. Dibuatnya kita setia mengikuti perjalanan si tokoh dari halaman ke halaman. Bravo!
Ayu
Bagaimana cara mahasiswa broken home jurusan Komunikasi macam Nicky F. Rompa bertahan hidup di Boston?

Read what did he do for living and survive here
Sarah Shadiqa
"sometimes less is more" seperti buku ini, diselimuti kesederhanaan tak kasat mata. bacaan ringan yang menyenangkan.
M. Dirgantara
Manis seperti cokelat batangan.

Sebuah show di tengah tell perfiksian indonesia.
Fauziyyah Arimi
kenapa judulnya bukan American dreams?
Wulan Smile
aku ga suka endingnya. tidak jelas akhirnya mau diarahkan kemana.
Uci
Because life is a journey...
Landung Anandito
sederhana, tapi memukau :)
Nadiah
I always love Maggie's writing style. :) Can't wait to read more of her books. Hope she'll write again in English.
Desi Puspitasari
Love the ending. <3
Tri Saputra Sakti
May 18, 2013 Tri Saputra Sakti marked it as to-read
Lila Cyclist
May 04, 2013 Lila Cyclist marked it as to-read
Shelves: wishlist
Achmadilanisa
Apr 26, 2013 Achmadilanisa marked it as to-read
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
800173
Maggie Tiojakin adalah seorang jurnalis, copywriter, dan penulis fiksi pendek. Karyanya telah dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times, Writers’ Journal, Voices, La Petite Zine, Femina, Kompas, Eastown Fiction, Somerville News, etc. Buku kumpulan cerpen pertamanya, berjudul Homecoming (and other stories) diterbitkan di tahun 2006 oleh Mathe Pub...more
More about Maggie Tiojakin...
Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya Fiksi Lotus Vol. 1 Homecoming Claudia/Jasmine Selimut Debu

Share This Book

Your website