43rd out of 112 books
—
135 voters
The Grey Labyrinth (The Search for Merlin #2)
by
Tyas Palar (Goodreads Author)
“Zaman ... kalian ... Penyihir Lama ... akan berakhir. Akan tiba ... waktu ... Para Penyihir Fana ... seperti kami…”
Sebuah ledakan besar yang misterius terjadi di Pennines, Inggris. Anak-anak berbakat alkemi menghilang dari Semenanjung Arab dan Asia Kecil. Gaspar Deuxcroix mengatakan ingin bertemu musuh bebuyutannya, Arderydd ab Don alias Edward Twickenham. Ivar Eidfjord,...more
Sebuah ledakan besar yang misterius terjadi di Pennines, Inggris. Anak-anak berbakat alkemi menghilang dari Semenanjung Arab dan Asia Kecil. Gaspar Deuxcroix mengatakan ingin bertemu musuh bebuyutannya, Arderydd ab Don alias Edward Twickenham. Ivar Eidfjord,...more
Paperback, 267 pages
Published
2011
by Imania
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
63)
Buku kedua dari trilogi The Search For Merlin. Protes pertama, nama serinya jauh lebih besar daripada judul bukunya, hingga bahkan sampai setelah saya beli bukunya, saya baru sadar kalau judulnya bukanlah The Search For Merlin, tapi The Grey Labyrinth.
Buku kedua ini mengisahkan tentang Dewan Penyihir, yang setelah kehilangan Merlin (yang sengaja menghilang, bukan karena meninggal atau bagaimana) mulai kehilangan pengaruhnya seiring dengan bertambahnya penyihir-penyihir fana. Hal ini membuat Dew...more
Buku kedua ini mengisahkan tentang Dewan Penyihir, yang setelah kehilangan Merlin (yang sengaja menghilang, bukan karena meninggal atau bagaimana) mulai kehilangan pengaruhnya seiring dengan bertambahnya penyihir-penyihir fana. Hal ini membuat Dew...more
The best part of this book is the magnificent historical background that requires decent researches. If such historical romance can get avid readers, I believe historical fantasy should share the same virtue.
Other favourite parts from this series: strong characters. Since Tyas posted her interview with two of the main characters (Edward and Ivar), I personally embraced them as living characters. Maybe they are.
And oh I kind of have a crush with William Grey lol
***
Jalinan ceritanya masih seru....more
Other favourite parts from this series: strong characters. Since Tyas posted her interview with two of the main characters (Edward and Ivar), I personally embraced them as living characters. Maybe they are.
And oh I kind of have a crush with William Grey lol
***
Jalinan ceritanya masih seru....more
“…Betapa beruntungnya kau tak mewarisi kemampuan melihat kilasan masa depan. Betapa beruntungnya kau tak perlu melihat segala peristiwa buruk yang yang masih berlangsung di dunia yang durjana ini. Betapa beruntungnya kau tak perlu tersiksa seperti aku….”
Akhirnya………!
Penantian panjang untuk sebuah buku. Butuh waktu 2 tahun untuk mendapatkan buku kedua dari beloved Tyas. Padahal gosip yang beredar menyebutkan kisah ini sudah diselesaikan jauh hari, tak lama sejak buku pertama beredar. Biarlah gosip...more
Akhirnya………!
Penantian panjang untuk sebuah buku. Butuh waktu 2 tahun untuk mendapatkan buku kedua dari beloved Tyas. Padahal gosip yang beredar menyebutkan kisah ini sudah diselesaikan jauh hari, tak lama sejak buku pertama beredar. Biarlah gosip...more
Pertama-tama aku ingin berkomentar soal sampulnya. Dari semua sampul fikfan lokal yang sudah pernah kulihat, sampul buku ini adalah salah satu yang paling keren, karena menurutku udah mirip banget sama sampul-sampul fikfan buatan luar negeri yang asli keren dan menggugah siapa saja buat membeli bukunya. Thumbs up buat Tyo Bvs sebagai desainernya!
Lanjut ke penulisannya, gaya penulisan Mbak Tyas Palar masih sama seperti buku satunya. Simpel tapi mudah dibaca dan enak banget diikutin. Nyaris nggak...more
Lanjut ke penulisannya, gaya penulisan Mbak Tyas Palar masih sama seperti buku satunya. Simpel tapi mudah dibaca dan enak banget diikutin. Nyaris nggak...more
Repiu saia di Fikfanindo, seperti biasa. Enjoy.
Reviewnya bisa dilihat di sini >>> http://dionyulianto.blogspot.com/2012...
May 18, 2013
Thiara Devi
marked it as to-read
Apr 28, 2013
Desty Riyani
added it
Apr 07, 2013
Martino
added it
Apr 06, 2013
Indira batubara
marked it as to-read
Apr 04, 2013
Alados Artado
marked it as to-read
Mar 29, 2013
Faishal Nur
marked it as to-read
Mar 28, 2013
Gemmyni
marked it as to-read
Mar 05, 2013
Rizki Ramdhan
is currently reading it
Jan 15, 2013
Riana Aulia
marked it as to-read
Dec 19, 2012
Dirgareef
marked it as to-read
Feb 14, 2013
Diamond Ring
added it
Dec 05, 2012
Claudia
marked it as to-read
Nov 14, 2012
Riefqi Febrian
marked it as to-read
Nov 11, 2012
Novia Vivienne valerian
marked it as to-read
Nov 08, 2012
Yoshua Mailoa
added it
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Tyas Palar writes reviews and books and also translates for several publishers. She also uses her real name, Damaring Tyas Wulandari, as a translator.
She is a member of Himpunan Penerjemah Indonesia (Association of Indonesian Translators) .
Currently resides in Tangerang Selatan.
More about Tyas Palar...
She is a member of Himpunan Penerjemah Indonesia (Association of Indonesian Translators) .
Currently resides in Tangerang Selatan.
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »

























Feb 07, 2012 02:30am