Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Senyum Karyamin” as Want to Read:
Senyum Karyamin
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Senyum Karyamin

3.73 of 5 stars 3.73  ·  rating details  ·  279 ratings  ·  57 reviews
Editor: Maman S. Mahayana
Kata Penutup: Sapardi Djoko Damono
Paperback, 73 pages
Published 1989 by Gramedia Pusataka Utama
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Senyum Karyamin, please sign up.

Be the first to ask a question about Senyum Karyamin

Community Reviews

(showing 1-30 of 647)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
indri
#2011-36

Karyamin.
Sampir.
Sanwirya.
Waras.
Minem.
Kasdu.
Suing.
Kimin.
Blokeng.
Sutabawor.
Masgepuk.
Kenthus.
Dawet.
Samin.
Sulam.


Nama-nama pilihan Ahmad Tohari ini dalam kumpulan cerpen yang menyiratkan kesederhanaan, nama yang 'ndeso' sesuai dengan latar tempat penceritaan beliau, tempat desa dengan orang-orang yang tidak memikirkan menimbun harta, melainkan makan apa kita hari ini?
Mungkin mereka memikirkan apalah arti sebuah nama, dan nama itu yang dipakai sebagai pengingat kejadian saat anaknya lahir.

Ta
...more
eti
judul yang sederhana. nama tokoh-tokohnya yang sederhana. konfliknya yang sederhana. dan sesederhana saya menikmatinya :D
Kiky
Jul 20, 2011 Kiky marked it as to-read
my computer
Endah
Sebenarnya, “Kata Penutup” dari Sapardi Djoko Damono sudah cukup mewakili untuk membicarakan kumpulan cerpen Ahmad Tohari ini. Cerpen-cerpen yang dipublikasikan sepanjang tahun 80-an ini menciptakan sebuah dunia yang terasa asing bagi orang-orang yang telah lebur menjadi bagian dari kota besar. Tohari, menurut Damono, rupanya memiliki sesuatu yang penting yang harus disampaikan kepada kita. Beberapa contoh masalah dalam masyarakat, yang diangkat dalam cerpen-cerpennya, kadang berfungsi sebagai l ...more
Fadhoelor 'peta' Rohman
Membaca ahmad tohari, membaca kesederhanaan.. ^^b
Kuncz Arock
Kumpulan Cerpen (cerita pendek).
Bernard Batubara
Selesai membaca "Senyum Karyamin", kumpulan cerpen Ahmad Tohari. Saya sudah sering dengar nama Ahmad Tohari diperbincangkan beserta karya-karyanya. Tapi (dasar pemalas) saya baru baca buku Senyum Karyamin ini, itu pun karena kumpulan cerpen, jadi tidak terlalu menghabiskan banyak waktu ketimbang membaca novel-novelnya.

Cerpen-cerpen Ahmad Tohari berbicara perihal rakyat bawah. Kemiskinan, desas-desus kampung, kriminalitas yang terjadi karena kesulitan hidup, dan seterusnya. Bisa dikatakan, permas
...more
Adien Gunarta
saya sangat menyukai kumpulan cerpen ini. Hal baru buat saya.
Sebagai ungkapan terima kasih, saya telah menyusun (secara tak sebegitu cermat) sebuah senarai puspa dan satwa yang disebutkan dalam buku ini, barangkali bermanfaat:

Senarai Satwa
Burung paruh udang
Ikan kepala timah
Kunang-kunang
Ikan
Lebah
Celeng : babi hutan
Monyet
Tabu(h)an : tawon besar
Kucing
Ulat
Kerbau
Agas : sejenis nyamuk kecil
Lalat
Lintah
Lengau (Langau): lalat besar penghisap darah hewan
Hahayaman : burung tikusan sawah (?)
Kodok
Belut
Anjing
...more
Marha
Senyum Karyamin, Jasa- jasa buat Sanwirya, Si Minem Beranak Bayi, Surabanglus, Tinggal Matanya Berkedip-kedip, Ah, Jakarta, Blokeng, Syukuran Sutabawor, Rumah yang Terang, Kenthus, Orang-orang Seberang Kali, Wangon Jatilawang, serta Pengemis dan Shalawat Badar.

Sebuah antologi berisi 13 cerpen karya Ahmad Tohari tahun 1976-1989. Buku ini saya baca dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Sepertinya tujuan Bu Guru agar didikannya mau membaca, dengan ini tercapai.

Dengan tema berkisar dari keh
...more
Anggraeni Purfita Sari
Buku yang saya punya ini cetakan kesembilan. Belinya udah lama cuma kelupaan karena numpuk di rak buku, dan bukunya cukup tipis buat keselip diantara buku yang lain.

Pertama baca, saya geli sendiri liat nama tokohnya yang njawani dan ndeso, haha, dan ternyata konfliknya juga sangat sederhana, dekat dengan masyarakat kelas bawah. Dari tukang batu bernama Karyamin yang hidup kekurangan sampai punya banyak hutang, kemudian ada kisah Minem yang mewakili golongan perempuan yang dipaksa nikah muda oleh
...more
Fajar
Inilah trademarkAhmad Tohari : dia tidak pernah membosankan ketika bercerita tentang kaum golongan bawah dengan problematikanya.

Karakter-karakter dalam buku ini, yang notabene "orang-orang dusun", selalu hadir menarik dalam kesederhanaannya. Cerita-ceritanya, mengenai Karyamin, Minem, Blokeng, Kenthus, Sanwirya, d.l.l. dalam melalui kemerosotan nasib dan mental masyarakat yang masih bermasalah, ditulis dengan ironi yang begitu kuat.

Jaka Santana
Senyum Karyamin merupakan kumcer karya Ahmad Tohari. Gaya bahasa beliau yang sarkastik sangat kental di setiap cerita-cerita di buku ini. Banyak pesan tersurat yang ingin disampaikan kepada para pembaca yang telah terbuai dalam kehidupan yang fana, yang sudah melupakan hal-hal remeh yang terjadi di sekitar kita. (ceilah)

Saya begitu menikmati pesan-pesan tersebut, kadang membuat saya tertawa setelah membaca satu cerita, apalagi cerita Blokeng, seorang wanita yang hamil di luar nikah. Spoiler sih,
...more
Damar hening Sunyiaji
Favorit saya pengemis dan shalawat badar, selain karna setingnya di cirebon thoh ini cerita paling keren. Bercerita mengenai di aku di dalam bus perjalanan entah menuju ke mana dari stasiun cirebon, merasa suntuk dan tiba tiba ada pengamen yang menggunakan shalawat badar sambil menadah tangan. Dalam hatinya berkata : wah, shalawat kan pujian rasul kenapa dipakai ngemis?
Endingnya twist banget.
Anggi Hafiz Al Hakam
"Tak ada manusia yang merasa lebih puas daripada dia yang baru saja berhasil menerangkan arti keberadaannya."
(Tinggal Matanya Berkedip-kedip, hal.22)


Tidak banyak yang tahu bahwa Ahmad Tohari menulis cerita pendek juga. Saya pun baru mengetahuinya lewat buku kumpulan 13 cerpen karya beliau ini. Kumpulan cerpen ini dimungkinkan untuk terbit pertama kalinya pada tahun 1989, atas bantuan dari Maman S. Mahayana yang bertindak sebagai compiler dan juga editor. Ketiga belas cerpen dalam buku ini disusu
...more
helmymuhammad
Setelah Ronggeng Dukuh Paruk yang menerujakan, Ahmad Tohari hadir dengan Senyum Karyamin,13 kumpulan cerpen yang bagi saya menggugat jiwa saya ketika membacanya. Saya tidak tahu samada Ahmad Tohari ingin menyampaikan pesanan agama atau budaya, atau eksistensi, atau apa sekalipun kerana tema yang disampaikannya berdiri sekali.

Dapat dilihat bagaimana Ahmad Tohari mengkritik budaya jawa melalui penceritaannya, terutamanya dalam cerpen yang bertajuk "Si Minem Beranak Bayi" dimana dia mengkritik buda
...more
Alluna
aku selalu merasa cocok dengan karya2 Ahmad Tohari. Di tengah banyaknya novel yang mengambil setting kehidupan hedon, atau tema roman2 picisan.. karya Ahmad Tohari selalu bisa membawaku kembali ke bumi.
Gilang Permana
Ahmad Tohari selalu memiliki cerita yang tidak biasa dan kemampuan untuk menggambarkan suasana khas desa maupun kampung selalu patut diacungi jempol.
Aldila
Sep 17, 2012 Aldila added it
novel ini mendeskripsikan sesuatu yang berada disekitarnya dengan sangat detail,sehingga mudah berimajinasi dengan sosok karyamin
Primadonna
Waktu masih kecil, aku pernah baca, namun belum benar-benar bisa menghargai keindahan dan ironi buku ini. Beberapa meninggalkan kesan mendalam, sehingga saat membacanya lagi, aku pun teringat beberapa adegan.

Kadang sinis. Penuh ironi. Sindiran dan teguran, mungkin kepada kita semua yang kadang melupakan hal-hal yang sederhana.

Aku suka, suka sekali. Setiap cerpennya selalu membekaskan makna yang mendalam. Tohari punya cara untuk melukis dengan kata, dan semua adegan itu terbayang di benakku tanpa
...more
Ahmad Khudori
i like it bgt
Ashima KY
Pertama kali saya mengenal buku ini beberapa bulan yang lalu, pelajaran bahasa Indonesia, meresensi. Guru Bahasa Indonesia saya, Bu Dewi, membacakan beberapa cerpen di depan kelas. Kemudian meminta murid-muridnya mendengarkan, mencatat hal-hal yang dianggap penting, kemudian meminta resensi dari tiap-tiap murid. Beliau membacakan Senyum Karyamin dan Blokeng.


Kelas senyap setelah Bu Dewi selesai membacakan Senyum Karyamin. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Membayangkan seorang pengum
...more
Fertina N M
Novel ini menjadi pembuktian, bahwa tema dalam sebuah karangan nggak melulu berupa kisah melankaolis atau pun percintaan. Kisah yang diangkatan melalui, tema-tema yang selayaknya patut di garab. Kisah memasyarakatkan masyarakat. Seperti seorang petani yang harus menahan kelaparan lantaran batu hasil bawaaannya dibawa kabur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, atau kisah bagaimana penduduk desa lebih percaya kepada norma-norma yang tidak pernah ada alias hasil rekaan mereka sendiri, atau bahk ...more
Arief Bakhtiar D.
PENULIS novel dan cerpen Ahmad Tohari rasa-rasanya tidak akan melepaskan pikirannya dari sebuah lapisan yang kian terpinggirkan: orang-orang desa.

Kita paling tahu dalam Ronggeng Dukuh Paruk: Tohari membangun latar di satu dusun kecil Dukuh Paruh. Di dusun itu muncul Srintil, gadis kenes yang suka menari dan digadang-gadang kakeknya menjadi ronggeng terkenal, dan Rasus, pemuda yang menyukai Srintil tapi akhirnya menyingkir dan memilih bekerja sebagai pengupas ketela di pasar. Dalam membangun kisa
...more
Fembi Rekrisna Grandea Putra
Kayaknya waktu SMP dulu (sekitar 5 tahun yang lalu) pernah baca ini dalam rangka resensi novel untuk tugas bahasa Indonesia. Tapi udah lupa semua ceritanya, hahaha.. Yang kuingat dari isi resensi itu, salah satunya sang penulis dapat menceritakan kehidupan nyata (terutama dari golongan menengah ke bawah) untuk dapat dinikmati sebagai bacaan yang menarik. Beliau menceritakan dengan apa adanya, tanpa rekayasa, layaknya sebuah kejadian nyata yang memang terjadi setiap harinya.
Ariel Seraphino
Cerita2 dalam buku ini menghadirkan pelajaran2 hidup yg kadang sederhana tetapi sarat makna. Setiap cerita di rangkai begitu indah dlm pengamatan penulisnya. Belum lg ditambah dgn ending yg tak pernah terduga sebelumnya. Membacanya memberikan sudut pandang baru bagi kita yg terjebak dunia yg populer. Terutama sudut pandang tentang kaum kelas bawah yg kadang luput dr perhatian kita. Betapa kehidupan dan masalah2 yg mereka hadapi sejatinya adalah masalah2 yg sama dgn org od umumnya. Sebuah karya A ...more
Bening Tirta Muhammad
Sepakat saya pada Om Spardi dalam penutup buku ini, bahwa Ahmad Tohari berhasil menggunakan sebuah realisme yang dapat tertawa keras dalam kekeh kecil. Ahmad Tohari tidak meminta banyak, dia hanya saksi mata yang polos dan tidak sengaja terdengar melolong nelangsa.
Dodi Prananda
Kesederhanaan atau kebersahajaan kadang rasanya mahal sekali didapatkan dalam hidup yang begitu rumit. Saat menyelsaikan buku Ahmad Tohari semalam, saya merasakan kesederhanaan itu. Rasanya, saya begitu haus, lalu Pak Tohari datang membawa seteguk air.
Selviana Rahayu
Tertampar. Tertohok. Tertusuk. Apalah namanya. Karya Pak Ahmad Tohari selalu bisa membuat saya tersenyum, bersyukur, dan menangis. Kadang muncul perasaan menyesal mengingat kehedonan saya yang sebenarnya mungkin tidak hedon-hedon amat.
Ratna Anggareni
my first Ahmad Tohari's writing. i like the way Tohari using irony and metaphor in his effort to simply makes the reader know about real life especially at the lower class of society.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 21 22 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Canting
  • Bidadari Yang Mengembara
  • Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Bertanya Kerbau pada Pedati: Kumpulan Cerpen
  • Maryam
  • Gadis Kretek
  • Jl. "Asmaradana": Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2005
  • Mereka Yang Dilumpuhkan
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Pengarang Telah Mati: Segenggam cerita
  • Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...
Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3) Lintang Kemukus Dini Hari (Dukuh Paruk, #2) Bekisar Merah (Bekisar Merah, #1) Jantera Bianglala (Dukuh Paruk, #3) Orang-orang Proyek

Share This Book