Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Senyum Karyamin” as Want to Read:
Senyum Karyamin
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Senyum Karyamin

3.78  ·  Rating Details  ·  375 Ratings  ·  70 Reviews
Editor: Maman S. Mahayana
Kata Penutup: Sapardi Djoko Damono

Kumpulan cerita pendek ini berisi 13 cerpen Ahmad Tohari yang ditulis antara tahun 1976 dan 1986. Seperti dalam karya-karyanya terdahulu, dalam kumpulan ini pun Tohari menyajikan kehidupan pedesaan dan kehidupan orang-orang kecil yang lugu dan sederhana. Dan sebagaimana dikatakan dalam “Prakata”, kekuatan Tohari “t
...more
Paperback, 73 pages
Published 1989 by Gramedia Pusataka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Senyum Karyamin, please sign up.

Be the first to ask a question about Senyum Karyamin

Community Reviews

(showing 1-30 of 962)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
indri
Oct 26, 2011 indri rated it really liked it
#2011-36

Karyamin.
Sampir.
Sanwirya.
Waras.
Minem.
Kasdu.
Suing.
Kimin.
Blokeng.
Sutabawor.
Masgepuk.
Kenthus.
Dawet.
Samin.
Sulam.


Nama-nama pilihan Ahmad Tohari ini dalam kumpulan cerpen yang menyiratkan kesederhanaan, nama yang 'ndeso' sesuai dengan latar tempat penceritaan beliau, tempat desa dengan orang-orang yang tidak memikirkan menimbun harta, melainkan makan apa kita hari ini?
Mungkin mereka memikirkan apalah arti sebuah nama, dan nama itu yang dipakai sebagai pengingat kejadian saat anaknya lahir.

Ta
...more
eti
Nov 15, 2012 eti rated it really liked it
judul yang sederhana. nama tokoh-tokohnya yang sederhana. konfliknya yang sederhana. dan sesederhana saya menikmatinya :D
Kiky
Jul 20, 2011 Kiky marked it as to-read
my computer
Endah
Jan 23, 2009 Endah rated it liked it
Sebenarnya, “Kata Penutup” dari Sapardi Djoko Damono sudah cukup mewakili untuk membicarakan kumpulan cerpen Ahmad Tohari ini. Cerpen-cerpen yang dipublikasikan sepanjang tahun 80-an ini menciptakan sebuah dunia yang terasa asing bagi orang-orang yang telah lebur menjadi bagian dari kota besar. Tohari, menurut Damono, rupanya memiliki sesuatu yang penting yang harus disampaikan kepada kita. Beberapa contoh masalah dalam masyarakat, yang diangkat dalam cerpen-cerpennya, kadang berfungsi sebagai l ...more
Ryan
Jan 28, 2016 Ryan rated it really liked it
Meskipun hanya beberapa halaman, tapi buku ini sarat cerpen yang cukup dalam. Ahmad Tohari yang dikenal menghasilkan cerita berlatar kaum menengah ke bawah, berhasil menarik pembaca dari segala lapisan masyarakat. Senyum Karyamin, tentu saja, menjadi cerpen paling kuat dalam buku ini. Ironi yang disuguhkan dalam cerita itu membuatnya tampil paling menarik. Sebenarnya hampir semua cerita dalam buku ini saya suka.
Fadhoelor 'peta' Rohman
Oct 12, 2012 Fadhoelor 'peta' Rohman rated it really liked it
Membaca ahmad tohari, membaca kesederhanaan.. ^^b
Kuncz Arock
Nov 05, 2009 Kuncz Arock rated it really liked it
Kumpulan Cerpen (cerita pendek).
Jaka Santana
Feb 25, 2014 Jaka Santana rated it really liked it  ·  review of another edition
Senyum Karyamin merupakan kumcer karya Ahmad Tohari. Gaya bahasa beliau yang sarkastik sangat kental di setiap cerita-cerita di buku ini. Banyak pesan tersurat yang ingin disampaikan kepada para pembaca yang telah terbuai dalam kehidupan yang fana, yang sudah melupakan hal-hal remeh yang terjadi di sekitar kita. (ceilah)

Saya begitu menikmati pesan-pesan tersebut, kadang membuat saya tertawa setelah membaca satu cerita, apalagi cerita Blokeng, seorang wanita yang hamil di luar nikah. Spoiler sih,
...more
Bernard Batubara
Aug 23, 2013 Bernard Batubara rated it really liked it
Selesai membaca "Senyum Karyamin", kumpulan cerpen Ahmad Tohari. Saya sudah sering dengar nama Ahmad Tohari diperbincangkan beserta karya-karyanya. Tapi (dasar pemalas) saya baru baca buku Senyum Karyamin ini, itu pun karena kumpulan cerpen, jadi tidak terlalu menghabiskan banyak waktu ketimbang membaca novel-novelnya.

Cerpen-cerpen Ahmad Tohari berbicara perihal rakyat bawah. Kemiskinan, desas-desus kampung, kriminalitas yang terjadi karena kesulitan hidup, dan seterusnya. Bisa dikatakan, permas
...more
Ayu
Oct 11, 2015 Ayu rated it liked it  ·  review of another edition
Ahmad Tohari selalu berhasil menghibur penggemarnya dengan memberikan cerita yang menghibur sekaligus membuat iba. Gaya berceritanya yang sederhana dan apa adanya masih menjadi senjaata yang digunakan oleh penulis, juga masyarakat pedesaan yang cenderung lugas dan bodoh. Baca resensi tentang cerita lainnya di sini
Hestia Istiviani
Jun 20, 2015 Hestia Istiviani rated it really liked it  ·  review of another edition
Alhamdulillah, terpaan pengerjaan skripsi sudah berakhir (tinggal sidangnya saja sih. Mohon doanya!) sehingga sebagai bentuk perayaan atas pencapaian ini, aku "mentraktir" diriku sendiri buku bacaan (padahal di kamar ada entah berapa buah buku yang belum terjamah). Begitu tahu ada buku karya Tohari yang diterbitkan ulang oleh GPU dan harganya sangat terjangkau, tentu saja aku membelinya.

Gaya Bahasa, Kosa Kata, dan Penyampaian
Aku setuju dengan apa yang dituliskan pada verso kaver ini. Disinggung
...more
Adien Gunarta
Feb 14, 2015 Adien Gunarta rated it it was amazing
saya sangat menyukai kumpulan cerpen ini. Hal baru buat saya.
Sebagai ungkapan terima kasih, saya telah menyusun (secara tak sebegitu cermat) sebuah senarai puspa dan satwa yang disebutkan dalam buku ini, barangkali bermanfaat:

Senarai Satwa
Burung paruh udang
Ikan kepala timah
Kunang-kunang
Ikan
Lebah
Celeng : babi hutan
Monyet
Tabu(h)an : tawon besar
Kucing
Ulat
Kerbau
Agas : sejenis nyamuk kecil
Lalat
Lintah
Lengau (Langau): lalat besar penghisap darah hewan
Hahayaman : burung tikusan sawah (?)
Kodok
Belut
Anjing
...more
Marha Nur A.
Senyum Karyamin, Jasa- jasa buat Sanwirya, Si Minem Beranak Bayi, Surabanglus, Tinggal Matanya Berkedip-kedip, Ah, Jakarta, Blokeng, Syukuran Sutabawor, Rumah yang Terang, Kenthus, Orang-orang Seberang Kali, Wangon Jatilawang, serta Pengemis dan Shalawat Badar.

Sebuah antologi berisi 13 cerpen karya Ahmad Tohari tahun 1976-1989. Buku ini saya baca dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Sepertinya tujuan Bu Guru agar didikannya mau membaca, dengan ini tercapai.

Dengan tema berkisar dari keh
...more
Novia Elvita arlis
Aug 31, 2015 Novia Elvita arlis rated it liked it
"ayahku memang tdk suka listrik,beliau punya keyakinan hidup dgn listrik akan mengundang keborosan cahaya.apabila cahaya dihabiskan semasa hidup maka ayahku amat khawatir tidak ada lagi cahaya bagi beliau dialam kubur"

ya itu adalah salah satu cerpen dlm buku ini,senyum karyamin adalah kumpulan cerpen karya ahmad tohari ,ada 13 kumcer dsini,antara lain senyum karyamin,jasa2 buat sanwirya,si minem beranak bayi,surabanglus,tinggal matanya berkedip kedip,ah jakarta,blokeng,syukuran sutabawor,rumah
...more
Anggraeni Purfita Sari
Jul 06, 2014 Anggraeni Purfita Sari rated it really liked it
Buku yang saya punya ini cetakan kesembilan. Belinya udah lama cuma kelupaan karena numpuk di rak buku, dan bukunya cukup tipis buat keselip diantara buku yang lain.

Pertama baca, saya geli sendiri liat nama tokohnya yang njawani dan ndeso, haha, dan ternyata konfliknya juga sangat sederhana, dekat dengan masyarakat kelas bawah. Dari tukang batu bernama Karyamin yang hidup kekurangan sampai punya banyak hutang, kemudian ada kisah Minem yang mewakili golongan perempuan yang dipaksa nikah muda oleh
...more
Damar hening Sunyiaji
Nov 11, 2012 Damar hening Sunyiaji rated it really liked it
Favorit saya pengemis dan shalawat badar, selain karna setingnya di cirebon thoh ini cerita paling keren. Bercerita mengenai di aku di dalam bus perjalanan entah menuju ke mana dari stasiun cirebon, merasa suntuk dan tiba tiba ada pengamen yang menggunakan shalawat badar sambil menadah tangan. Dalam hatinya berkata : wah, shalawat kan pujian rasul kenapa dipakai ngemis?
Endingnya twist banget.
Rahmadi Fajar Himawan
Mar 27, 2016 Rahmadi Fajar Himawan rated it really liked it

Ahmad Tohari never stop to impress me when he tell the stories about an object that he know the most : the villagers. Some characters like Minem, Blokeng Kenthus, Sanwirya, have a power to be some kind of media that brought us to understand what is like to live in problematics and underestimated-mental area, of course with some ironics tone.

Anggi Hafiz Al Hakam
Jan 19, 2014 Anggi Hafiz Al Hakam rated it really liked it
"Tak ada manusia yang merasa lebih puas daripada dia yang baru saja berhasil menerangkan arti keberadaannya."
(Tinggal Matanya Berkedip-kedip, hal.22)


Tidak banyak yang tahu bahwa Ahmad Tohari menulis cerita pendek juga. Saya pun baru mengetahuinya lewat buku kumpulan 13 cerpen karya beliau ini. Kumpulan cerpen ini dimungkinkan untuk terbit pertama kalinya pada tahun 1989, atas bantuan dari Maman S. Mahayana yang bertindak sebagai compiler dan juga editor. Ketiga belas cerpen dalam buku ini disusu
...more
helmymuhammad
Apr 04, 2014 helmymuhammad rated it really liked it
Setelah Ronggeng Dukuh Paruk yang menerujakan, Ahmad Tohari hadir dengan Senyum Karyamin,13 kumpulan cerpen yang bagi saya menggugat jiwa saya ketika membacanya. Saya tidak tahu samada Ahmad Tohari ingin menyampaikan pesanan agama atau budaya, atau eksistensi, atau apa sekalipun kerana tema yang disampaikannya berdiri sekali.

Dapat dilihat bagaimana Ahmad Tohari mengkritik budaya jawa melalui penceritaannya, terutamanya dalam cerpen yang bertajuk "Si Minem Beranak Bayi" dimana dia mengkritik buda
...more
Alluna
Dec 12, 2013 Alluna rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: wishlist-books
aku selalu merasa cocok dengan karya2 Ahmad Tohari. Di tengah banyaknya novel yang mengambil setting kehidupan hedon, atau tema roman2 picisan.. karya Ahmad Tohari selalu bisa membawaku kembali ke bumi.
Gilang Permana
Dec 23, 2012 Gilang Permana rated it liked it
Ahmad Tohari selalu memiliki cerita yang tidak biasa dan kemampuan untuk menggambarkan suasana khas desa maupun kampung selalu patut diacungi jempol.
Uzlifatul Azmiyati
Jan 10, 2016 Uzlifatul Azmiyati rated it really liked it
Shelves: cerpen
Saya penyuka cerpen yang kembali terpukau dengan cerita sederhana yang dihadirkan Ahmad Tohari dengan cara yang tidak biasa di buku ini.
Aldila
Sep 17, 2012 Aldila added it
novel ini mendeskripsikan sesuatu yang berada disekitarnya dengan sangat detail,sehingga mudah berimajinasi dengan sosok karyamin
Primadonna
Sep 11, 2014 Primadonna rated it it was amazing
Shelves: indonesian
Waktu masih kecil, aku pernah baca, namun belum benar-benar bisa menghargai keindahan dan ironi buku ini. Beberapa meninggalkan kesan mendalam, sehingga saat membacanya lagi, aku pun teringat beberapa adegan.

Kadang sinis. Penuh ironi. Sindiran dan teguran, mungkin kepada kita semua yang kadang melupakan hal-hal yang sederhana.

Aku suka, suka sekali. Setiap cerpennya selalu membekaskan makna yang mendalam. Tohari punya cara untuk melukis dengan kata, dan semua adegan itu terbayang di benakku tanpa
...more
Indah Threez Lestari
Aug 15, 2012 Indah Threez Lestari rated it liked it
Shelves: indonesian, punya
776 - 2012
Ahmad Khudori
Aug 03, 2010 Ahmad Khudori rated it it was amazing
i like it bgt
Ashima KY
Aug 18, 2013 Ashima KY rated it really liked it
Pertama kali saya mengenal buku ini beberapa bulan yang lalu, pelajaran bahasa Indonesia, meresensi. Guru Bahasa Indonesia saya, Bu Dewi, membacakan beberapa cerpen di depan kelas. Kemudian meminta murid-muridnya mendengarkan, mencatat hal-hal yang dianggap penting, kemudian meminta resensi dari tiap-tiap murid. Beliau membacakan Senyum Karyamin dan Blokeng.


Kelas senyap setelah Bu Dewi selesai membacakan Senyum Karyamin. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Membayangkan seorang pengum
...more
Fertina N M
Nov 28, 2012 Fertina N M rated it it was ok
Novel ini menjadi pembuktian, bahwa tema dalam sebuah karangan nggak melulu berupa kisah melankaolis atau pun percintaan. Kisah yang diangkatan melalui, tema-tema yang selayaknya patut di garab. Kisah memasyarakatkan masyarakat. Seperti seorang petani yang harus menahan kelaparan lantaran batu hasil bawaaannya dibawa kabur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, atau kisah bagaimana penduduk desa lebih percaya kepada norma-norma yang tidak pernah ada alias hasil rekaan mereka sendiri, atau bahk ...more
Arief Bakhtiar D.
Mar 07, 2016 Arief Bakhtiar D. rated it really liked it
KELOKALAN

PENULIS novel dan cerpen Ahmad Tohari rasa-rasanya tidak akan melepaskan pikirannya dari sebuah lapisan yang kian terpinggirkan: orang-orang desa.

Kita paling tahu dalam Ronggeng Dukuh Paruk: Tohari membangun latar di satu dusun kecil Dukuh Paruh. Di dusun itu muncul Srintil, gadis kenes yang suka menari dan digadang-gadang kakeknya menjadi ronggeng terkenal, dan Rasus, pemuda yang menyukai Srintil tapi akhirnya menyingkir dan memilih bekerja sebagai pengupas ketela di pasar. Dalam memb
...more
Fembi Rekrisna Grandea Putra
Nov 10, 2014 Fembi Rekrisna Grandea Putra rated it it was amazing
Kayaknya waktu SMP dulu (sekitar 5 tahun yang lalu) pernah baca ini dalam rangka resensi novel untuk tugas bahasa Indonesia. Tapi udah lupa semua ceritanya, hahaha.. Yang kuingat dari isi resensi itu, salah satunya sang penulis dapat menceritakan kehidupan nyata (terutama dari golongan menengah ke bawah) untuk dapat dinikmati sebagai bacaan yang menarik. Beliau menceritakan dengan apa adanya, tanpa rekayasa, layaknya sebuah kejadian nyata yang memang terjadi setiap harinya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 32 33 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Berhala: Kumpulan Cerita Pendek
  • Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
  • Canting
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Orang-Orang Bloomington
  • Mangir
  • Maryam
  • Bertanya Kerbau pada Pedati: Kumpulan Cerpen
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Jl. "Asmaradana": Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2005
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Ripin: Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...

Share This Book