Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Ronggeng Dukuh Paruk” as Want to Read:
Ronggeng Dukuh Paruk
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk #1-3)

4.13  ·  Rating Details ·  3,851 Ratings  ·  404 Reviews
(Edisi cover film Sang Penari)

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat
...more
Paperback, Movie Poster Cover Edition, 408 pages
Published November 2011 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 2003)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Ronggeng Dukuh Paruk, please sign up.

Be the first to ask a question about Ronggeng Dukuh Paruk

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Hippo dari Hongkong
Makanya.. Jadi orang jangan sotoy...

sekitar taun 2003 ato 2004 (lupa lagi tepatnya) ada seorang anak sotoy yang lagi asik nongkrong ama temen-temennya dapet sms dari adik cewenya. Sms-nya kurang lebih seperti ini "Beliin bukunya Ahmad Tohari yang judulnya Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari ama Jentera Bianglala. Kudu dapet semuanya! Tar duitnya diganti. Buruan!". Si Anak Sotoy ini sedikit dongkol juga dapet sms bernada memerintah dari adiknya. Berani-beraninya dia nyuruh-nyuruh, gi
...more
Mery
Oct 20, 2009 Mery rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommended to Mery by: e.c.h.a
Shelves: pinjam
Oh Tuhan, tak bisakah dua anak manusia ini bersatu?


Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar. Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan. Langkahku tegap dan pasti. Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri. Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku. Bahkan lebih dari itu. Aku akan membe
...more
Sweetdhee
penuh mistis dari halaman pertama hingga halaman terakhir

Alam dukuh Paruk berhasil merasuki saya
Kecabulan penduduk dan kleniknya cara hidup mereka membuat saya mengucap istighfar berulang kali
Saya kira saya akan menemukan kisah Kinanthi dan Ajuj dalam buku ini
Perkiraan saya tidak sepenuhnya salah
Kisah cinta yang bermula dari desa miskin nan terpencil juga dialami Srintil dan Rasus
Tapi nuansa yang dibawakan Dukuh Paruk sungguh jauh berbeda
Keprimitifan yang diusung Ahmad Tohari benar-benar mengaka
...more
Mel
Jan 11, 2009 Mel rated it really liked it  ·  review of another edition
buku pertama.
ronggeng dukuh paruk.


ironi.

banyak gambaran tentang alam sekitar dukuh paruk ini. tapi kesan ironis dari alam itu sendiri juga hadir. hukum alam. rantai makanan. pembunuhan terjadi di udara yang lengang, di atas dukuh paruk. burung pipit yang dikejar alap-alap, burung celepuk yang menukik memburu katak lalu setelah kenyang bersuara seperti hantu, anak ayam yang disambar burung elang, tupai dengan seekor kaki seribu tergigit dimulutnya, bahkan hingga sepasang burung madu yang jantann
...more
Endah
Oct 06, 2008 Endah rated it it was amazing  ·  review of another edition
Sesungguhnyalah saya kesulitan menemukan kata pujian yang tepat untuk novel ini. Sebuah drama kehidupan seorang perempuan cantik bernama Srintil yang harus berakhir tragis. Kisah yang menguras habis emosi saya. Dahsyat...

Karya terbaik (menurut saya lo) Ahmad Tohari ini merupakan novel trilogi. Masing-masing berjudul : Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. Ketiganya pertama kali diterbitkan secara terpisah. Oleh PT Gramedia Pustaka Utama diterbitkan kembali menjadi s
...more
Irwan
May 15, 2008 Irwan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: finished, 2009
Excellent!! Sebuah karya tulis yang solid. Penceritaannya mengalir lancar. Penokohannya kompleks.

Dukuh Paruk adalah sebuah mikrokosmos dengan tata nilainya yang khas. Ronggeng - yang diluar dukuh paruk dikonotasikan dengan kecabulan - adalah sebuah institusi yang wajar dan diterima, bahkan dibanggakan dalam tata nilai tersebut. Fenomena ronggeng adalah simbol power dalam Dukuh Paruk. Srintil, sang Ronggeng, dengan kecantikannya menjadi pujaan para pria dan berkuasa untuk mengendalikan, menerima
...more
nanto
Jan 11, 2009 nanto rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: novel, nant-s-book
Penulis adalah pelukis dengan mata penanya. Demikian kalimat yang saya temukan di sebuah buku tentang menulis. Kalimat yang sangat tepat ditujukan kepada Pak Toh dengan buah karyanya yang penting ini. (intro yang sempat kepikiran tapi lupa ditulis)

Finish, 31 Jan 2009
Buku ini tamat dengan segenap perasaan. Deskripsinya yang detil. Tokoh yang matang dibangun. Latar sosiologisnya, keterpencilan Dukuh Paruk adalah jagat kecil di mata semesta lain bernama Dawuan dan dunia luar. Eksotika konstruk duni
...more
Ariyati Lestari
Jan 04, 2009 Ariyati Lestari rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
... begini lho ceritanya ...

Berlatar sebuah dusun di tanah jawa beserta isinya yang khas.. tumbuhan di sana sini, burung-burung berkicau dan kegiatannya yang bisa detail di ceritakan dalam novel, membuat pembaca merasa seolah-olah berada di Dukuh Paruk saat itu. Pikiran menjadi liar saat membayangkan menonton pertunjukan Ronggeng, seperti apa sih suasananya? seperti apa sih ronggeng yang hebat itu? apa seperti konser dangdut? yang penyanyinya yang sering tampil meliuk-liuk erotis?

Tentang kisah
...more
Azia
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Pandasurya
Polemik seru antara F Rahardi dan Ahmad Tohari soal novel Ronggeng Dukuh Paruk :D :

http://frahardi.wordpress.com/polemik...

***
Tidak banyak buku yang mampu menghipnotis pembacanya sejak halaman pertama sampai akhir. Hampir tanpa jeda. Dan RDP adalah buku semacam itu. Ahmad Tohari memang salah satu master pencerita yang dimiliki negri ini.

Novel yang bagus memang biasanya datang dengan satu paket. Dan salah satu kelebihan dari novel ini adalah deskripsinya yang begitu kuat. Penggambaran suasana ala
...more
Sadam Faisal
May 13, 2016 Sadam Faisal rated it really liked it  ·  review of another edition
Ditengah kemajuan zaman & teknologi sekarang ini, ngeliat Dukuh Paruk dengan segala kesederhanaan & saling peduli satu sama lainnya ini ko ya adem banget gitu ya. Walopun emosi baca kelakuan Nyai Kartareja yg terus berusaha "ngejual" Srintil padahal dia udah ga mau masuk ke dunia kaya gitu lagi. Nyesek juga tau nasib Srintil di akhir kaya gimana. Coba si Rasus ini mau nikahin Srintil dari dulu. Tapi ya seneng juga si Rasus mau ngambil alih tanggung jawab ngerawat Srintil di akhir cerita. ...more
حسين إسماعيل
حين تنهي قراءة السطور الأخيرة لبعض الأعمال الأدبية، تشعر أنّك عدت مجدداً للواقع بعيونٍ جديدة وبآفاق أوسع. هذه الأعمال تجبرك على إعادة التفكير في قيم الحياة ومعانيها، وتجعلك تقف حائراً في مواجهة هذا العالم.

لا أحبّ أن أكون مبشراً، إلا أنني أجد نفسي ملزماً بالحديث عن هذا العمل العظيم. "الراقصة" هو العنوان الذي اختير لثلاثية الروائي الاندونيسي أحمد توهاري (Ahmad Tohari). التقطتها بالمصادفة أثناء مروري على أحد محلات بيع الكتب بجزيرة بالي يوم زرتها في أيام العسل، ولأنها كانت مغلّفة فلم أتمكن من تصفحها
...more
Pewe
Apr 19, 2013 Pewe rated it it was amazing  ·  review of another edition
To me personally, Indonesia doesn't have many literary books that can make me bit my lips in excitement and finish 150 pages towards the end (I finish the remaining 50 pages the next day) in 2 hours. A very deep Javanese philosophy of life reflected from a life of a traditional sensual dancer (Ronggeng) that we all can learn from from the "eyes" of the writer. Reading can be slow as the style follows Javanese culture: slow, polite, but it doesn't mean it can't incite desire.

The dancer's life to
...more
Ophan Bunjos
siapa Ahmad Tohari?

Dia lelaki Jatilawang yang pertama kali menangis pada 13 Juni 1948. Selebihnya dia lelaki yang mencipta Srintil. Dia lelaki yang dikatakan Rasus. Dia lelaki yang diprotes, dikritis, ditebak kerna saja kisah pergulatan penari tayub dari dusun kecil di tengah-tengah sawah terus didengari dan dilihat.

Aku membaca dan melihat sekaligus akan apa itu Ronggeng Dukuh Paruk. Aku terdampar sama dan kelelahan di dalamnya. Aku meneliti setiap seni ronggeng yang ditarikan Srintil. Aku mau
...more
Indri Juwono
Mar 20, 2009 Indri Juwono rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: sastra-indonesia
Srinthil ronggeng karena nasib, sang indang ronggeng hinggap di dalamnya
Srinthil ronggeng karena kemauan, sehingga menjalani kehidupan sebagai ronggeng dan mengikuti induk semangnya
Mencintai Rasus, yang tidak menginginkannya menjadi ronggeng
Membenci nasib, yang tidak memberikannya keturunan

Terus menari, karena tak tahu telah diperalat
Kembali menari, karena mempertahankan hal yang disebut anti penindasan
Terpenjara, karena terbawa aliran masa, hilang, bertemu cinta, namun tak sanggup berkata-kata

B
...more
Tezar Yulianto
Jan 07, 2013 Tezar Yulianto rated it really liked it
Sepenutup halaman terakhir buku ini, saya merasakan bahwa memang buku ini sangat kaya. Dan memang patut menjadi sebuah maha karya dalam kekayaan sastra Indonesia. Buku yang meliuk-liuk dengan kata-katanya, tetapi dalam. Deskriptif dengan penggambaran alam tetapi diiringi dengan kisah yang menunggu untuk dituntaskan. Sebuah epik sastra yang luar biasa. Tak heran buku ini layak mendapat acungan jempol. Dan menjadikan Ahmad Tohari, sebagai salah satu sastrawan terbaik di Indonesia.
Alluna
Wow..

Cuma itu yang bisa aku ucapkan setelah menamatkan novel ini. Aku kehabisan kata-kata, serta tak punya cukup kata untuk diberikan sebagai pujian atas novel ini. Kalau boleh aku meminjam istilah dalam Indonesian Idol, aku akan bilang buku ini spektakuler.

Aku tak akan berbicara tentang kisah cinta yang tragis antara Srintil dan Rasus pada review ku ini, sudah cukup banyak lah review tentang buku ini di luaran sana yang menceritakan tentang tragis nya kisah cinta mereka. Aku tak mau orang-oran
...more
Joko Raharjo
Feb 12, 2017 Joko Raharjo rated it it was amazing  ·  review of another edition
Mungkin buku ini adalah salah satu alasan kenapa sastrawan, seniman, budayawan harus mendapat tempat istimewa dalam bangun peradaban manusia. Karya-karya mereka dapat begitu dalam menggugah cipta rasa, menggetarkan jiwa, dan memberikan pengalaman kemanusiaan.

Buku ini berisi kisah epik hubungan antar manusia, yang dibungkus dengan narasi kompleks tentang kemiskinan, modernitas, budaya lokal, gender, feminisme, seksualitas, dan latar belakang sosial politik, tapi dituturkan dengan bahasa yang san
...more
Bukik Setiawan
Dec 28, 2012 Bukik Setiawan rated it it was amazing
Aku membaca buku ini ketika masih kelas 4 sd. Kehausan seorang anak sd akan bahan bacaan hingga membongkar lemari ayahnya dan bertemulah dengan ronggeng dukuh paruk yg masih berbentuk trilogi. Aku tahu mengapa buku ini disembunyikan dari anaknya yg masih kecil hehe pikiran normatif orang tua
Aku membacanya kembali sekarang dan harus mengakui sebagai salah satu karya sastra terbaik yg pernah kubaca. Kata-katanya seperti lukisan indah yg menampilkan kehidupan dengan manis pahitnya.
Ada banyak hal y
...more
Meivy Andriani
Jun 14, 2017 Meivy Andriani rated it really liked it  ·  review of another edition
Tahun lalu aku beli buku ini, hari ini baru selesai. Tadinya buku ini nggak akan dibaca sampai tahun depannya lagi, tapi karena ternyata asdos matkul yang sks-nya mayan banyak melampirkan pdf buku ini dalam folder bacaan tambahan, jadi ya aku penasaran apa hubungan buku ini dengan jurusanku. Waktu baca halaman-halaman pertama, aku lagi mumet mikirin jurusan yang mungkin gak cocok sama sekali sama diriku yang begini. Sampai di buku dua, rasanya banyak yang ingin ku tanyain ke dosenku mengenai buk ...more
Tika Sylvia
Mar 20, 2013 Tika Sylvia rated it it was amazing
Shelves: already-read
Ronggeng Dukuh Paruk 'Kembali' Setelah 22 Tahun Tersensor

http://tikasylviautamimusimkedua.blog...

“Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara”
–Seno Gumira Ajidarma-

Buku berjudul Ronggeng Dukuh Paruk mungkin masih terdengar asing untuk beberapa kalangan, tapi bagaimana dengan film Sang Penari yang sempat ditayangkan di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu?

Film arahan sutradara Ifa Isfansyah ini menarik perhatian hingga mengingatkan kembali pada sebuah novel yang menjadi inspirasi film ter
...more
Sabrina Zee
Mar 11, 2012 Sabrina Zee rated it it was amazing
Sudah lama saya tidak membaca sastra Indonesia. Ada rasa kangen yang muncul sewaktu saya membaca paragraf-paragraf di dalam buku ini. Begitu membumi, nyata, dan dekat dengan realita sosial. Gaya penulisan Ahmad Tohari yang sederhana dan detail membuat saya betah berlama-lama membaca buku ini. Saya sempat berpikir kalau saya akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan buku ini. Ternyata hanya dalam beberapa hari saja saya sudah menyelesaikannya.

Dukuh Paruk merupakan sebuah desa kecil yan
...more
Pera
May 08, 2009 Pera rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: novel, gender, indonesia
"yah..tak seru. Andai Srintil tak jadi Gila. Mungkin cerita ini lebih menarik"

Aku selalu membaca buku setelah di rekomendasikan oleh banyak orang. Ini memotivasiku untuk bertahan membacanya. Sering buku yang kubeli, di gilir dulu oleh adik-adikku. Setelah ku puas dengan komentar mereka, baru aku mulai membacanya.

Ronggeng Dukuh paruk tak jauh berbeda. Penasaran dengan banyak rekomendasi untuk membacanya. Sekian lama dalam pencaharian, kutemukan lah di rak buku sebuah toko buku yang baru di buka.
...more
Hestia Istiviani
Membaca buku ini ketika magang di Perpustakaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun lalu, namun terpaksa berhenti di tengah jalan. Tetapi, yang namanya rezeki tidak pernah lari. Hadir ke acara Indonesia Readers Festival 2014 bulan Desember kemarin, aku malah mendapat satu kopi buku ini. Awalnya aku kira buku yang aku terima adalah versi movie tie in cover, setelah aku buka dari bungkus plastiknya, ternyata itu hanyalah book jacket! Iya! Bukunya masih dengan kaver oranye itu <3

Gaya Bahas
...more
Astri Apriyani
Jan 04, 2008 Astri Apriyani rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: mind-blowing
Ronggeng Dukuh Paruk, edisi terbaru 2003

Perlu diketahui, pada awal kemunculannya tahun 1980-an, Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) merupakan sebuah trilogi yang terpisah. Tiga bagian dari trilogi RDP - Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, Jantera Bianglala - ini muncul dalam tiga buku terpisah. Dan, ada bagian2 yang pada masa itu dianggap mengancam 'keamanan nasional' digunting dan dibuang. Namun, pada tahun 2003, RDP muncul lagi dalam format baru yaitu tiga bagian trilogi
...more
*eKa*
Wah, ini benar-benar masterpiece! Aku sungguh terhanyut dengan kisahnya, dengan kehidupan orang-orang di Dukuh Paruk, dengan kehidupan Rasus, dan terlebih lagi dengan kehidupan Srintil. Dia perempuan yang umurnya lebih muda dariku, tapi apa yang sudah dilaluinya sungguh luar biasa. Aku bisa mengerti ketika sang penulis mengakhiri kisahnya sedemikian tragis.

Biasanya kalo baca novel aku suka update atau bikin catatan soal kejanggalan bagian cerita, tapi untuk karya yang satu ini, aku gak menemuka
...more
Nazmi Yaakub
Mar 17, 2014 Nazmi Yaakub rated it it was amazing
Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini tidak hanya biografi hidup penari ronggeng, Srintil di desa terpencil di tengah-tengah wilayah Indonesia yang amat luas, bahkan ia adalah saga rakyat di tengah-tengah penderaan perang dan politik yang adakalanya tidak ketahuan yang mana satu lebih berbahaya.

Berlatarkan dekad 60-an dengan Peristiwa 1965 menjadi buluh runcing yang melukakan negara dan rakyat Indonesia (kebetulan pula tema sebegini khabarnya bakal diangkat sempena kehadiran Indonesia seba
...more
Sulin
Dengan bangga saya mendeklarasikan diri sebagai penggemar Ahmad Tohari!!!!

Buku ini, adiktif. Saya merasa digiring dan tidak sempat memikirkan endingnya. Tapi disitulah kesukaan saya, plotnya benar-benar gak tertebak.

Saya membaca buku ini bertiga secara bergantian. Saya, Eko dan Niti.
Kami memiliki pandangan yang sama bahwa tokoh antagonis yang selama ini kita benci Nyai Kartareja, bukanlah tokoh jahat yang sebenarnya melainkan Rasus sendiri.

Bahasanya ringan sekali, tak perlu saya baca seratus kal
...more
Hilmy Nugraha
Oct 27, 2008 Hilmy Nugraha rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: sastra
buku diperkenalkan sama mas dui, guru musik n sastra ku.

dipinjemin secara utuh sama iftien.

tentang srintil, ronggeng dijamannya,
dengan pergolakan batin menjadi seorang ronggeng.

merupakan master piece dari ahmad tohari,
sekali lagi lengkap dengan bahasa ahmad tohari yang merakyat penuh dengan deskriptif alam pedesaan yang detail dan sejuk.

di perpusda Banyumas, aku nemu pake bahasa banyumasannya.

weleeh!
e.c.h.a
Akhirnya selesai sudah. Berat bgt ni perjalanan gw menyelesaikan trilogi ini. Kesibukan yg hanya memberikan sedikit waktu untuk menyelami dunia kecil, dunia dukuh paruk. Dunia yg punya tatanan sendiri. Dukuh paruk yg bangga dgn ronggengny yg sudah membudaya di setiap hati anak dukuh paruk. Novel ini penggabungan trilogi ronggeng dukuh paruk, lintang kemukus dinihari dan jantera bianglala. Dimana setiap babnya menggambarkan babak kehidupan 2 anak dukuh paruk, srintil dan rasus.

« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
2017 Reading Chal...: Ronggeng Dukuh Paruk (The Dancer) by Ahmad Tohari 1 20 Jan 09, 2015 08:20PM  
novel yang sangat bagus 1 8 Nov 08, 2014 11:02PM  
film Sang penari 6 70 Jul 06, 2013 02:17AM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Gadis Pantai
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Olenka
  • Harimau! Harimau!
  • Canting
  • Robohnya Surau Kami
  • Kitab Omong Kosong
  • Amba
  • Pulang
  • Tanah Tabu
  • Tarian Bumi
  • Bilangan Fu
  • Entrok
  • Atheis
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...

Other Books in the Series

Dukuh Paruk (3 books)
  • Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan buat Emak
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Jantera Bianglala

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Mereka mengira dengan melampiaskan dendam maka urusannya selesai. Nah, mereka keliru. Dengan cara itu bahkan mereka memulai urusan baru yang panjang dan lebih genting. Di dunia ini, Nak, tak ada sesuatu yang berdiri sendiri. Maksudku, tak suatu upaya apa pun yang bisa bebas dari akibat. Upaya baik berakibat baik, upaya buruk berakibat buruk.” 21 likes
“Pengalaman-pengalaman yang lembut dan santai mungkin tidak tercatat dalam garis-garis kehidupan secara nyata. Namun pengalaman-pengalaman yang keras dan getir tentu akan tergores dalam-dalam pada jiwa, pada sikap dan perlakuan, dan tak mustahil akan mengubah sama sekali keperibadian seseorang.” 7 likes
More quotes…