Atheis
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Atheis

3.69 of 5 stars 3.69  ·  rating details  ·  772 ratings  ·  81 reviews
Roman Atheis mengetengahkan perkembangan yang khas bagi masyarakat Indonesia sejak permulaan abad kedua puluh, yakni pergeseran gaya hidup tradisional ke gaya hidup modern. Pergeseran itu membawa serta perselisihan dan bentrokan antara paham-paham lama dan baru, terjadi khususnya di lapangan sosial budaya dan politik.

Perkembangan di dalam masyarakat tidak luput meninggalk...more
Paperback, 180 pages
Published August 1st 1972 by University of Queensland Press (first published 1949)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,226)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Muhammad
Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.

Kubaca hasil karangannya itu....

Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli—kawan masa kecilnya—dan
...more
Henny Sari
percakapan (diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya) yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak. Tapi.... sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan. seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis! Ugh! (*marah!). Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membua...more
Hardini
aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini. bahkan berbekas sekali isinya. "atheis" jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis (walaupun secra ktp beragama) susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan. ibarat gelas kosong,(masyarakat kt jaman dulu)jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu. beda dengan hasan (tokoh dalam cerita in...more
Lucky
Roman ini memuat kisah seorang lelaki yang lahir dan tumbuh di lingkungan yang agamis, sebelum akhirnya memilih menjadi atheis karena 'salah gaul'. Mengapa saya bilang bahwa ia salah pergaulan? Karena dari awal memang tokoh Hasan ini mengalami kebimbangan, bahkan sampai akhir hayatnya, kembalinya kepercayaannya pada Tuhan semata-mata karena ketakutan, bukan suatu yang telah (atau kembali) ia yakini dan terima dengan lapang.
Dilatarbelakangi Indonesia pada masa kolonial, faktor sosial, pergeseran...more
Agoes
Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah. Isi pikirannya sederhana dan polos. Namun, dia perlahan-lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak-kanaknya, Rusli. Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
The Big Eight-nya Balai Pustaka, buku ini masuk dalam paket Indonesian Cultural Heritage.. Sastrawan Terbaik Indonesia.. terlepas dari kontroversi judul dan pengarangnya..

Hasan..Hasan..malang benar nasibmu..sudah jatuh tertimpa tangga, habis tertimpa tangga ditabrak bis pula dia..kira-kira semacam itu perumpamaan nasib Hasan..lahir dari keluarga bangsawan dan religius, pemuda yang baik-baik dan rajin beribadah pada awalnya, ia dihadapkan dengan kisah cintanya yang gagal dengan Rukmini, dan gaya...more
Tenink EndangMart
Baca buku ini pas SD klo nggak salah, nemu diantara tumpukan buku2 bapak.
Sempet dilarang baca awalnya, karena bukan bacaan anak2. tapi makin dilarang makin penasaran kan hehehe...:-)
Jadilah akhirnya baca sambil sembunyi2, dan selalu merasa bersalah kalo ketemu bapak.

Awalnya cukup mumet buat anak umur SD, tapi masih inget banget bagaimana konflik bathin yang dialami Hasan ketika dia melihat kenyataan disekelilingnya sangat bertentangan dengan nilai2 yang diajarkan selama ini.
Antara " eh itu kan s...more
Irman Rahman
Membaca Novel ini ketika kelas 1 SMA, waktu itu pinjam kepada guru Bahasa Indonesia, saking sayangnya beliau pada buku ini, saya dikasih statement "Jangan sampai rusak atau lecek barang sedikitpun" katanya.

Novel ini adalah Novel pertama yang saya baca dalam hidup, dan menjadikan kesan mendalam karena kisah romance yang dibaluti kisah idelisme dan sosial di kala itu, Hasan seorang pemuda taat beragama yg dilahirkan dari keluarga santri, hingga terpengaruh oleh lingkungan dan temannya (Rusli) yg s...more
Nida Irmanti
Aku pertama kali membaca Atheis waktu masih SD. Hampir 10 tahun kemudian aku membaca Atheis lagi karena diharuskan oleh guru Bahasa Indonesiaku untuk membuat semacam esai mengenai karya sastra Indonesia (cara yang bagus untuk menyelamatkan separuh koleksi perpustakaan sekolah dari serangan rayap #skip). Pertama kali membaca buku ini ceritanya meninggalkan kesan yang cukup dalam. Tapi ketika membaca novel ini untuk kedua kalinya, aku merasa sedikit kecewa. Apakah ada yang salah dengan jalan cerit...more
Toby
A great knowledge opened a new for me to another culture. The author lets the reader explore Hasans's aspects of moslem culture, as attaching as the one of Siddartha by Hesse I read over half decade ago. Great!!
Farras Hasna
Salah satu roman yang benar-benar sastra, terbukti dari puluhan kali cetak ulang buku ini hingga tahun 2006. Mengedepankan alur campuran dengan ending di bab pertama, tidak membuat cerita hilang makna. Pemaparan cerita menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pengamat, serta deskripsi mengenai tempat dan situasi yang detail, mampu membawa pembaca seperti benar-benar masuk ke dalam cerita tersebut. Ditambah dengan argumen tentang pandangan hidup dan Tuhan yang dilontarkan apa adanya oleh p...more
Asri Wuni
Cukup telah bahkan sangat telat bagi saya mendapatkan "Atheis" saat ini. Novel yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 ini benar-benar menceritakan gaya-gaya kehidupan manusia pada zamannya, bahkan saat ini pun masih banyak lika-liku kehidupan seperti dalam "Atheis". Novel yang disebut-sebut sebagai monumen sastra Indonesia ini mewakili gejolak akibat munculnya golongan "frijdenker" di kalangan kaum muda yang berpendidikan barat pada awal abad ke XX.

Adalah Hasan, seorang pemuda dengan did...more
Anastasia Ervina
Novel ini saya baca pas jaman SMP :D

Bayangkan, saya yang masih bocah SMP saat pertama kali membaca novel ini, dengan ajaran agama yang selalu ditanamkan orang tua saya mulai membuka pikiran dan pandangan bahwa wajar saja jika seseorang yang beragama beralih menjadi atheis atau bahkan sejak ia bisa berpikir ia menjadi atheis. Hal ini dikarenakan orang tua pada dasarnya hanya mengajarkan bagaimana anaknya agar selalu 'patuh' dengan ajaran agamanya, menciptakan cerita-cerita mengerikan tentang siks...more
Ira Nadhirah
Buku ini mengisahkan tentang Hasan, seorang yang dididik dari kecil oleh ibubapanya yang kuat agama. Dia sering diajar cara hidup Islam dengan cara diceritakan azab azab neraka terhadap orang-orang yang lalai dalam menganuti agamaNya. Tapi segala galanya berubah selepas Hasan bertemu dengan sahabat lamanya, Rusli dan kemudiannya bertemu dan jatuh cinta dengan Kartini. Ini adalah kerana, Rusli dan Kartini dua manusia yang tidak percaya pada agama dan hidup bergaul bebas. Ditambah pula, Hasan bert...more
Sandra dewi
"cerita tentang hasan yang menjalankan perintah agama tanpa mencoba untuk mencari tahu lebih dalam sehingga dengan mudah agamanya itu berpindah hanya karena pergaulan, dan cinta tentunya. Tapi pada akhirnya menemukan hakikat sejati dari agama yang ia anut."

waktu baca judul buku itu di SMA dulu, rasanya ngeri banget untuk ngebacanya takut akan mengalami hal yang dialami oleh tokohnya "Hasan". Jadi waktu guru nyuruh baca salah satu buku sastra yang tersedia di perpustakaan, buku atheis adalah buku...more
Didin hartojo
baru membacanya sekarang, ketika 28 tahun. sangat telat dibanding angkatan saya yang rata-rata membacanya ketika bersekolah di smp.

sebelum membaca atheis kesan berbeda saya dapat pada saat saya menuntaskannya. tetaplah beragama seketika itu pesan yang saya dapat. novel yang ditulis sekitar tahun 40an ini beralur fleksibel, maju mundur. modern,istilah saya. gaya tuturnya juga sepertinya cukup akrab, mengandung kekinian walau tetap dengan pilihan kata yang sesuai jamannya.

tokoh hasan yang abu-ab...more
Arief Rahman
Dengan membaca judulnya saja "Atheis" jelas novel ini sudah memberikan kesan yang dalam. Terutama dengan istilah "orang tak bertuhan" yang masih terdengar aneh, untuk sebagian besar masyarakat, bahkan sampai saat ini. Achdiat K.Mihardja, sang penulis, seakan tak merasa takut untuk menulis roman yang sarat dengan tema marxisme, nihilisme, komunisme dan atheisme. Boleh dibilang karya sastra ini sangat "merah".

Membaca Atheis akan sangat mudah membawa pembaca kembali ke tahun 1940-an saat Jepang men...more
Mei Hidaningrum
baca buku ini sewaktu kelas 2 SMA dulu. gara2 suka sama salah seorang teman cowok saya pun kepo kekelasnya mencari tahu dia meresensi apa. dan ternyata sungguh anti-mainstream. dia meresensi sebuah novel dengan settingan tahun 40-an dan cover buku yang terhitung tidak menarik di tahun-tahun ini. terlepas resensiannya itu entah copas ataupun hasil pemikirannya sendiri. saya pun mencari buku ini di perpustakaan SMA. ternyata ada banyak buku ini disana terjejer rapi. dan kelihatan sekali sangat jar...more
Haeruddin
Novel yang terbit pada era sastra 45an ini cukup menggambarkan kondisi masyarakat dengan peralihan gaya hidup ketraditionalan yg berpegang teguh pada agama ke modernitas yang segalanya mesti dikaji dan dipikirkan. Cukup telat memang untuk dibaca sekarang. Padahal novel ini saya rasa banyak menghias perpus perpus sekolah.
Hasan, seorang pemuda yang telah dididik agama sejak kecil. Anak penurut yang taat terhadap orang tua dan juga agamanya. Ia terlalu gampang menerima sebuah pemikiran baru dari...more
Randhy Nugroho
Mungkin sebaiknya kita hapuskan konsep ke-Tuhanan. Karena ke-Perikemanusiaan-lah yang menjadikan kita manusia.

Roman Atheis menyeret banyak permasalahan agamais, sosio-politis dalam masa transisi penjajahan kolonial ke pendudukan Jepang yang dituangkan kedalam ruang pikir tokoh Hasan (seorang anak 'alim') dari Kampung Panyeredan di lereng gunung Telagabodas, Garut.

Konflik sebenarnya dimulai ketika Hasan pindah ke Bandung dan berjumpa dengan Rusli, kawan lamanya yang telah menjadi seorang pemikir...more
Gilang Firmansyah
Seingatku sampulnya tidak seperti ini waktu aku baca novel ini sekitar tahun 2006 saat kelas 3 SMA. Saat itu guru bahasa indonesia mewajibkan membaca buku novel jadul, kalo tidak salah novel ini adalah novel angkatan 60. Bercerita tentang seseorang yang terpengaruh oleh atheisme karena seorang wanita. Benar-benar dah yang namanya wanita ini memang kuat pengaruhnya, bisa sangat berbahaya, hehe
Kita diajak merasakan lingkungan zaman ketika si tokoh utama ini hidup. Novel yang bagus
Morningdew
Novel Atheist berisi kisah seorang pemuda desa yang alim yang kemudian hijrah ke kehidupan dan pergaulan modern. Naasnya, pergaulan barunya ini menyeret pemikiran-pemikiran religiusnya yang konservatif ke dalam pemikiran-pemikiran rasionalis dan cenderung mendewakan akal. Akibatnya, keyakinannya akan keberadaan Tuhan pun ikut bergeser.

Konflik batin sang pemuda merupakan sumber cerita yang paling banyak diangkat di dalam novel ini. Dengan bersetting Indonesia pada zaman penjajahan, latar belakang...more
Awal Hidayat
Sudah terlalu terlambat memang kalau baru sekarang baca buku yang pertama kali terbit tahun ’40-an ini. Bagaimana pun, buku ini masih layak dibaca. Buku yang menceritakan kondisi masyarakat pada zamannya, berlatar tahun 1940-an ketika Indonesia masih dalam periode kolonialisme.

Buku ini sejenis roman, jadi buku ini turut memberikan cerita percintaan yang mengalir antara Hasan dan Kartini, wanita yang mengubah hidup Hasan. Dalam buku ini, melalui percakapan-percakapan yang tercetak, diceritakan ba...more
Agus
Jan 04, 2014 Agus rated it 4 of 5 stars
Shelves: ebooks
Bukan roman picisan. Suatu kisah berlatar zaman pendudukan Belanda-Jepang. Bercerita tentang perbenturan antara paham dan kepercayaan yang terjadi pada seorang insan, sehingga menyebabkan perubahan yang signifikan bagi hidupnya.

Ini adalah kutipan sajak yang ditulis pada salah satu halaman:

(view spoiler)...more
Ssuryani
Ini adalah buku yang tumbuh bersama dengan pemikiran. Perjumpaan pertama ketika SMP hampir tidak membekas karena tema yang diusung cukup dalam. Bertahun lewat, buku ini adalah sebuah nostalgia sekaligus kasus yang terus hidup. Alur mengalir tanpa terburu-buru, karakter dikemas rapi dan benar hidup, sehidup setting tanah air pasca kemerdekaan yang diterpa angin modernisasi.
Dan dobrakan pemikiran tentang makna keyakinan adalah sesuatu yang mesti digaris bawahi. Kemampuan pengarang menciptakan sudu...more
Mark
"Saya merasa sangat banyak dosaku. Dan segala perasaan di sekitar dosaku itu kelak akan muncul semuanya, akan mencambuk, menyiksa aku dalam sekarat."

Diam lagi dia. Sangat takut nampaknya dia. Menarik-narik lagi jari-jarinya dengan tidak mengangkat tangannya dari pangkuannya. Matanya terpancang atas meja seolah-olah ada yang dilihatnya di atasnya. Tapi jauh agaknya tinjauannya itu. Jauh, entah ke alam mana.

...

"Jadi pun ilmu jiwa, dus ilmu pengetahuan membenarkan adanya neraka," sambungnya lagi. "
...more
Tara
Waw, membuktikan kalau aku bener-bener makhluk naif...haha...

Hebat, setiap baca buku tentang para pemuda Indonesia jaman dulu, aku selalu iri. Semangatnya itu lho...! Rasaanya susah membayangkan kalau umur karakter-karakter di buku ini kurang lebih seusia denganku.

Dan yang aku suka dari roman-roman sastra lama Indonesia seperti Atheis ini, mereka seperti buku sejarah yang dikemas lebih seru dibanding buku pelajaran sejarah waktu sekolah...;p
Oya, aku suka sekali dengan cara sastrawan Indonesia e...more
Hendra Kurniawan
buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dicerna, penggunaan diksi yang sangat bagus, sehingga sangat menggambarkan suasana.
Namun, saya baru menyadari setting cerita adalah tepatnya pada tahun 1961 saat membaca bab XII (kalau tidak salah).

nampaknya Pak Achdiat Miharja cukup jeli membaca jaman, dimana pada saat itu (mungkin) mulai tumbuh bibit2 komunisme di kalangan kaum muda.

Tidak ada sikap positif dalam diri Hasan, mudah goyah, kurang berprinsip ditambah hanya menyerap teori dari mulut o...more
incredible LaLa
sebenernya sih udah kenal buku ini dari jaman smp-sma dulu...lagi2 dari pelajaran bahasa Indonesia...cuma baru bener2 baca tuh pas semester lima gara2 dapet tugas buat kajian informasi..gw suka sama jalan ceritanya...cuma yang ga gw suka lagi adalah endingnya yang gampang ketebak..alias sesuai dengan harapan kebanyakan orang pada masa itu..yakni "kembali ke jalan Tuhan"...(kesannya gw jadi kaya ga beragama gitu...)
tapi so far cerita ini ok ko..ok bgt malah...novel achdiat yang paling booming...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 40 41 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Harimau! Harimau!
  • Olenka
  • Robohnya Surau Kami
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Belenggu
  • Layar Terkembang
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Bekisar Merah (Bekisar Merah, #1)
  • Salah Asuhan
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Cantik itu Luka
  • Ziarah: Sebuah Novel
  • Namaku Hiroko
1001895
ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan...more
More about Achdiat K. Mihardja...
Manifesto Khalifatullah Si Kabayan, Manusia Lucu Kesan dan Kenangan Debu Cinta Bertebaran Keretakan dan Ketegangan

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Ya, Tin, umur manusia singkat, tapi kemanusiaan lama. Lupakanlah kesedihanmu itu dengan lebih giat lagi bekerja. Bekerja untuk kemanusiaan.” 0 likes
More quotes…