by
3.65 of 5 stars
Roman Atheis mengetengahkan perkembangan yang khas bagi masyarakat Indonesia sejak permulaan abad kedua puluh, yakni pergeseran gaya hidup tradisional read full description

reviews

Oct 18, 2012
Henny rated it: 3 of 5 stars
percakapan (diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya) yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak. Tapi.... sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan. seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis! Ugh! (*marah!). Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membua More...
0 comments like (1 person liked it)
Feb 01, 2010
Didin rated it: 3 of 5 stars
baru membacanya sekarang, ketika 28 tahun. sangat telat dibanding angkatan saya yang rata-rata membacanya ketika bersekolah di smp.

sebelum membaca atheis kesan berbeda saya dapat pada saat saya menuntaskannya. tetaplah beragama seketika itu pesan yang saya dapat. novel yang ditulis sekitar tahun 40an ini beralur fleksibel, maju mundur. modern,istilah saya. gaya tuturnya juga sepertinya cukup akrab, mengandung kekinian walau tetap dengan pilihan kata yang sesuai jamannya.

tokoh hasan yang abu-ab More...
Sep 26, 2012
Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.

Kubaca hasil karangannya itu....

Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli—kawan masa kecilnya—dan
More...
Sep 14, 2011
Cukup telah bahkan sangat telat bagi saya mendapatkan "Atheis" saat ini. Novel yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 ini benar-benar menceritakan gaya-gaya kehidupan manusia pada zamannya, bahkan saat ini pun masih banyak lika-liku kehidupan seperti dalam "Atheis". Novel yang disebut-sebut sebagai monumen sastra Indonesia ini mewakili gejolak akibat munculnya golongan "frijdenker" di kalangan kaum muda yang berpendidikan barat pada awal abad ke XX.

Adalah Hasan, seorang pemuda dengan did More...
Mar 29, 2013
Novel yang terbit pada era sastra 45an ini cukup menggambarkan kondisi masyarakat dengan peralihan gaya hidup ketraditionalan yg berpegang teguh pada agama ke modernitas yang segalanya mesti dikaji dan dipikirkan. Cukup telat memang untuk dibaca sekarang. Padahal novel ini saya rasa banyak menghias perpus perpus disekolah.
Hasan, seorang pemuda yang telah dididik agama sejak kecil. Anak penurut dan taat terhadap orang tua dan juga agamanya terlalu gampang menerima buah pemikiran baru tentang ag More...
Jul 16, 2009
Hardini rated it: 5 of 5 stars
aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini. bahkan berbekas sekali isinya. "atheis" jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis (walaupun secra ktp beragama) susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan. ibarat gelas kosong,(masyarakat kt jaman dulu)jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu. beda dengan hasan (tokoh dalam cerita in More...
0 comments like (2 people liked it)
Mar 01, 2010
Sandra rated it: 3 of 5 stars
"cerita tentang hasan yang menjalankan perintah agama tanpa mencoba untuk mencari tahu lebih dalam sehingga dengan mudah agamanya itu berpindah hanya karena pergaulan, dan cinta tentunya. Tapi pada akhirnya menemukan hakikat sejati dari agama yang ia anut."

waktu baca judul buku itu di SMA dulu, rasanya ngeri banget untuk ngebacanya takut akan mengalami hal yang dialami oleh tokohnya "Hasan". Jadi waktu guru nyuruh baca salah satu buku sastra yang tersedia di perpustakaan, buku atheis adalah buku More...
Dec 19, 2010
Hasan oh Hasan..
pahitkah??pedihkah??sakitkah??
biar saja, bukankah kau telah menangkan suara hatimu
sudahlah, kau cukup lugu untuk menikmati
sengasara dan kematian

Kartini seorang perempuan modern
bebas atau tidak, toh jatuh
tersungkur

Anwar oh Anwar..
Atheis tidak membuatmu baik bahkan suci
pun tidak yang lainnya
sekali bajingan tetap bajingan
Apr 29, 2013
Novel Atheist berisi kisah seorang pemuda desa yang alim yang kemudian hijrah ke kehidupan dan pergaulan modern. Naasnya, pergaulan barunya ini menyeret pemikiran-pemikiran religiusnya yang konservatif ke dalam pemikiran-pemikiran rasionalis dan cenderung mendewakan akal. Akibatnya, keyakinannya akan keberadaan Tuhan pun ikut bergeser.

Konflik batin sang pemuda merupakan sumber cerita yang paling banyak diangkat di dalam novel ini. Dengan bersetting Indonesia pada zaman penjajahan, latar belakang More...
Apr 17, 2013
Sudah terlalu terlambat memang kalau baru sekarang baca buku yang pertama kali terbit tahun ’40-an ini. Bagaimana pun, buku ini masih layak dibaca. Buku yang menceritakan kondisi masyarakat pada zamannya, berlatar tahun 1940-an ketika Indonesia masih dalam periode kolonialisme.

Buku ini sejenis roman, jadi buku ini turut memberikan cerita percintaan yang mengalir antara Hasan dan Kartini, wanita yang mengubah hidup Hasan. Dalam buku ini, melalui percakapan-percakapan yang tercetak, diceritakan ba More...
May 31, 2012
The Big Eight-nya Balai Pustaka, buku ini masuk dalam paket Indonesian Cultural Heritage.. Sastrawan Terbaik Indonesia.. terlepas dari kontroversi judul dan pengarangnya..

Hasan..Hasan..malang benar nasibmu..sudah jatuh tertimpa tangga, habis tertimpa tangga ditabrak bis pula dia..kira-kira semacam itu perumpamaan nasib Hasan..lahir dari keluarga bangsawan dan religius, pemuda yang baik-baik dan rajin beribadah pada awalnya, ia dihadapkan dengan kisah cintanya yang gagal dengan Rukmini, dan gaya More...
2 comments like (1 person liked it)
Jan 06, 2010
Tenink rated it: 4 of 5 stars
Baca buku ini pas SD klo nggak salah, nemu diantara tumpukan buku2 bapak.
Sempet dilarang baca awalnya, karena bukan bacaan anak2. tapi makin dilarang makin penasaran kan hehehe...:-)
Jadilah akhirnya baca sambil sembunyi2, dan selalu merasa bersalah kalo ketemu bapak.

Awalnya cukup mumet buat anak umur SD, tapi masih inget banget bagaimana konflik bathin yang dialami Hasan ketika dia melihat kenyataan disekelilingnya sangat bertentangan dengan nilai2 yang diajarkan selama ini.
Antara " eh itu kan s More...
0 comments like (1 person liked it)
Apr 27, 2011
Agoes rated it: 5 of 5 stars
Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah. Isi pikirannya sederhana dan polos. Namun, dia perlahan-lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak-kanaknya, Rusli. Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap More...
Jan 19, 2013
novel sastra-filsafat paling keren yang pernah saya baca. di dalamnya kombinasi multikultur dan sudut pandang yang nyentrik bagi orang-orang atheis, pendapat-pendapat dan gagasan yang dikemukakan tokoh atheisnya (anwar, rusli, dan teman-temannya) serta pendekatan emosional dan cinta yang terbentuk dari kartini yang serta merta mengubah hidup hasan. konflik yang mengagumkan.
namun, ada beberapa hal yang menurut saya kurang berasa, yakni terlalu kurang berpendiriannya tokoh si hasan.
Aug 19, 2009
Tara rated it: 4 of 5 stars
Waw, membuktikan kalau aku bener-bener makhluk naif...haha...

Hebat, setiap baca buku tentang para pemuda Indonesia jaman dulu, aku selalu iri. Semangatnya itu lho...! Rasaanya susah membayangkan kalau umur karakter-karakter di buku ini kurang lebih seusia denganku.

Dan yang aku suka dari roman-roman sastra lama Indonesia seperti Atheis ini, mereka seperti buku sejarah yang dikemas lebih seru dibanding buku pelajaran sejarah waktu sekolah...;p
Oya, aku suka sekali dengan cara sastrawan Indonesia e More...
Aug 15, 2011
Wahyu rated it: 3 of 5 stars
Buku ini memiliki tempat di hati saya. Sebab novel ini sangat mistis. Otak saya pecah saat berusaha menahan kecamuk di dalamnya. Tokoh Rusli dan Hasan memang menyediakan nuansa yang mengerikan dalam menyajikan konsep agama dan Tuhan. Konflik dan perdebatan pemikiran sering terjadi di cerita ini. Sastra klasik yang menawan. Sebuah karya besar dari kakek Achdiat. Salut!
May 10, 2012
I think the English translation kinda ruined some aspects of the book. contohnya, adakah being called "archaic" itu sama offensive dengan "kuno"? atau "jangan berangan" itu sama dengan "don't dream". atau "tak sedar lagi ke?" di translate kepada "haven't you woken up already?". haih.

plot wise, the build up was okay, then it afterwards it was just messy towards the end.
May 31, 2012
eti rated it: 4 of 5 stars
pertama kali baca novel ini waktu SMP kalo gak salah ingat :D, tentang Hasan si tokoh utama, yang mencari jatidirinya. juga ada Kartini & Anwar yang masuk ke dalam perjalanan pencariannya itu.

selebihnya saya lupa. sepertinya harus membaca kembali. menyegarkan ingatan lagi hehehe...
Nov 23, 2009
waktu masih SD ga sengaja nemubuku iini di koleksi buku ayahku,,, hahhaahha yasudlah berhubung hobi baca dr kecil,, jadilah saya seorg anak sd kelas 3 membaca buku sastra ATHEIS ini hahahaha
hebaatt,, pokoknya waktu itu yg penting bacaa,, wlalpun mumet ama isinya ,, hihiihi
Nov 01, 2011
Jessica rated it: 3 of 5 stars
ni novel dipake buat tugas bahasa Indonesia pas kelas 2 SMP. hahaha. inget banget, rebutan sama temen mau yg siti nurbaya, eh, yasudah, saya ngalah dan pake ni novel. saat saya SMP, saya kurang ngerti maksud ceritanya, masih lugu sih :P
Jun 26, 2012
sebaiknya agama itu dilepaskan saja 100% dari masalah kenegaraan. tapi masalahnya, agama Islam ini pada dasarnya mengajarkan bagaimana cara mengatur sebuah negara. itulah sebabnya para fundamentalis selalu ingin berkuasa di negara ini.
Dec 09, 2011
Nur rated it: 5 of 5 stars
Karya sastra yang jenius. Mencakup berbagai unsur kehidupan dengan alur yang tidak biasa. Yang paling saya tidak sangka adalah bahwa ternyata unsur romantika dalam novel ini begitu kuat, bahkan kalau saya bilang merupakan unsur utama penggerak cerita
Aug 27, 2010
lita rated it: 5 of 5 stars
Saat membaca ulang novel klasik ini, saya mendapati cerita pembukanya agak mirip dengan cerita pembuka yang ada di buku ini. Kebetulan?
Feb 11, 2010
Cholis rated it: 4 of 5 stars
Sangat layak dibaca untuk mereka yang masih gamang akan keyakinan kepada Tuhan, khususnya kaum muslim. Akhdiat sangat pandai membawa hati pembacanya ke arah konflik batin yg amat dalam, menggetarkan nurani untuk bertanya kembali sudahkah benar hidup macam apa yg kita pilih saat ini?
Pesan moralnyapun juga layak kita petik, direnungkan dan kalau toh bisa keputusan akan kita ambil. Bukankah hidup itu pilihan kawan?

Nov 14, 2009
membaca ini bertahun2 yg lalu pasti berbeda dgn membacanya ulang sekarang ini...di tengah sekularisasi dan sekularisme. Anak sesado pasti sudah baca...
Jun 09, 2011
Prima rated it: 5 of 5 stars
buku bagus tentang seorang sholeh yang karena pergaulan akhirnya justru menjadi atheis...
Buku berkesan meski sudah lama saya membacanya....
Jul 28, 2012
Domonz rated it: 5 of 5 stars
Great book with and ideology. Have to read well enough to understand what he try to explain. Late time with turbulance . Good old book
Jul 10, 2010
Henny rated it: 3 of 5 stars
membacanya semenjak di bangku sekolah dulu. tokoh Hasan sangat membekas dalam ingatan, tentu dengan masih menyimpan Tuhan dalam hatinya.
Mar 22, 2013
rabiah rated it: 5 of 5 stars
multitafsir banget. musti baca berulang-ulang agar mengerti amanat novel atheis ini.
awas-awas, jadi atheis beneran. ih...
Dec 09, 2012
Pratiwi rated it: 4 of 5 stars
buku ini benar menyadarkan tentang bagaimana kita harus bagaimana terhadap agama. Achdiyat berhasil menunjukkannya.