Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Atheis ” as Want to Read:
Atheis
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Atheis

3.78  ·  Rating Details  ·  1,273 Ratings  ·  129 Reviews
Roman Atheis mengetengahkan perkembangan yang khas bagi masyarakat Indonesia sejak permulaan abad kedua puluh, yakni pergeseran gaya hidup tradisional ke gaya hidup modern. Pergeseran itu membawa serta perselisihan dan bentrokan antara paham-paham lama dan baru, terjadi khususnya di lapangan sosial budaya dan politik.

Perkembangan di dalam masyarakat tidak luput meninggalk
...more
Paperback, 180 pages
Published August 1st 1972 by University of Queensland Press (first published 1949)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Atheis, please sign up.

Be the first to ask a question about Atheis

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Buku Indonesia Sepanjang Masa
24th out of 495 books — 1,737 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
26th out of 367 books — 382 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,274)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Muhammad
Sep 26, 2012 Muhammad rated it really liked it  ·  review of another edition
Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.

Kubaca hasil karangannya itu....

Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli—kawan masa kecilnya—dan
...more
Henny Sari
Oct 18, 2012 Henny Sari rated it liked it
Shelves: novel-sastra
percakapan (diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya) yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak. Tapi.... sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan. seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis! Ugh! (*marah!). Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membua ...more
Mei Hidaningrum
Nov 30, 2013 Mei Hidaningrum rated it it was amazing
baca buku ini sewaktu kelas 2 SMA dulu. gara2 suka sama salah seorang teman cowok saya pun kepo kekelasnya mencari tahu dia meresensi apa. dan ternyata sungguh anti-mainstream. dia meresensi sebuah novel dengan settingan tahun 40-an dan cover buku yang terhitung tidak menarik di tahun-tahun ini. terlepas resensiannya itu entah copas ataupun hasil pemikirannya sendiri. saya pun mencari buku ini di perpustakaan SMA. ternyata ada banyak buku ini disana terjejer rapi. dan kelihatan sekali sangat jar ...more
Agoes
Mar 02, 2011 Agoes rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: fiksi-indo
Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah. Isi pikirannya sederhana dan polos. Namun, dia perlahan-lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak-kanaknya, Rusli. Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap ...more
Hardini
Jul 16, 2009 Hardini rated it it was amazing
aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini. bahkan berbekas sekali isinya. "atheis" jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis (walaupun secra ktp beragama) susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan. ibarat gelas kosong,(masyarakat kt jaman dulu)jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu. beda dengan hasan (tokoh dalam cerita in ...more
Shafiq Razak Rajan
Jun 08, 2015 Shafiq Razak Rajan rated it really liked it
Antara novel yang aku mahu baca dari dulu, dan hanya sekarang baru berpeluang dengan memohon perpustakaan uniku meminjam dari pihak luar.

Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda bernama Hasan, dari seorang yang beragama, menjadi seorang ateis atas pengaruh rakan-rakan komunisnya (dan juga seorang anarkis).

Hasan bukanlah seseorang yang pandai berhujah, mahupun cukup faham tentang agamanya. Maka, dia mudah termakan hujah-hujah kawan-kawannya yang lebih pandai berbicara. Lama-kelam
...more
Lucky
Oct 11, 2013 Lucky rated it liked it
Roman ini memuat kisah seorang lelaki yang lahir dan tumbuh di lingkungan yang agamis, sebelum akhirnya memilih menjadi atheis karena 'salah gaul'. Mengapa saya bilang bahwa ia salah pergaulan? Karena dari awal memang tokoh Hasan ini mengalami kebimbangan, bahkan sampai akhir hayatnya, kembalinya kepercayaannya pada Tuhan semata-mata karena ketakutan, bukan suatu yang telah (atau kembali) ia yakini dan terima dengan lapang.
Dilatarbelakangi Indonesia pada masa kolonial, faktor sosial, pergeseran
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
The Big Eight-nya Balai Pustaka, buku ini masuk dalam paket Indonesian Cultural Heritage.. Sastrawan Terbaik Indonesia.. terlepas dari kontroversi judul dan pengarangnya..

Hasan..Hasan..malang benar nasibmu..sudah jatuh tertimpa tangga, habis tertimpa tangga ditabrak bis pula dia..kira-kira semacam itu perumpamaan nasib Hasan..lahir dari keluarga bangsawan dan religius, pemuda yang baik-baik dan rajin beribadah pada awalnya, ia dihadapkan dengan kisah cintanya yang gagal dengan Rukmini, dan gaya
...more
Tenink EndangMart
Jan 06, 2010 Tenink EndangMart rated it really liked it
Baca buku ini pas SD klo nggak salah, nemu diantara tumpukan buku2 bapak.
Sempet dilarang baca awalnya, karena bukan bacaan anak2. tapi makin dilarang makin penasaran kan hehehe...:-)
Jadilah akhirnya baca sambil sembunyi2, dan selalu merasa bersalah kalo ketemu bapak.

Awalnya cukup mumet buat anak umur SD, tapi masih inget banget bagaimana konflik bathin yang dialami Hasan ketika dia melihat kenyataan disekelilingnya sangat bertentangan dengan nilai2 yang diajarkan selama ini.
Antara " eh itu kan s
...more
Hujan Hitam
Dec 07, 2015 Hujan Hitam rated it really liked it  ·  review of another edition
Lahir sebagai roman yang cukup nyentrik di jamannya. Atheis tampil dengan alur hidup seorang Hasan, muslim taat yang dikisahkan berteman dengan Rusli yang seorang Marxis-Lenin. Hasan awal mulanya justru ingin menyadarkan Rusli kembali ke “jalan” yang benar. Kenyataannya menemukan hal yang sebaliknya. Yang ada, justru keimanan Hasan dipertanyakan dan dipertaruhkan. Di sinilah awal mula pergolakan batin Hasan.

Proses pencarian. Pencarian keyakinan. Sebuah perjalanan yang disertai pula dengan pencar
...more
Fidelis Satriastanti
This is a story about a man losing his way in the world. He became a religious man just because his parents were religious. He became an atheist just because his friends were atheist. Then, he lost it all.

He took all words willingly, no reasons to ask why. Just as it is. I feel sorry for Hasan and Kartini who were victims of their own ignorance. But, there are still similar Hasans and Kartinis in this world. Clouded by shallow mind and quick judgments.

Achdiat K. Mihardja is really a maestro. I
...more
Irman Rahman
Apr 25, 2014 Irman Rahman rated it really liked it
Membaca Novel ini ketika kelas 1 SMA, waktu itu pinjam kepada guru Bahasa Indonesia, saking sayangnya beliau pada buku ini, saya dikasih statement "Jangan sampai rusak atau lecek barang sedikitpun" katanya.

Novel ini adalah Novel pertama yang saya baca dalam hidup, dan menjadikan kesan mendalam karena kisah romance yang dibaluti kisah idelisme dan sosial di kala itu, Hasan seorang pemuda taat beragama yg dilahirkan dari keluarga santri, hingga terpengaruh oleh lingkungan dan temannya (Rusli) yg s
...more
Nida Irmanti
Feb 15, 2014 Nida Irmanti rated it liked it
Aku pertama kali membaca Atheis waktu masih SD. Hampir 10 tahun kemudian aku membaca Atheis lagi karena diharuskan oleh guru Bahasa Indonesiaku untuk membuat semacam esai mengenai karya sastra Indonesia (cara yang bagus untuk menyelamatkan separuh koleksi perpustakaan sekolah dari serangan rayap #skip). Pertama kali membaca buku ini ceritanya meninggalkan kesan yang cukup dalam. Tapi ketika membaca novel ini untuk kedua kalinya, aku merasa sedikit kecewa. Apakah ada yang salah dengan jalan cerit ...more
Muhammad Fadel
Mar 12, 2015 Muhammad Fadel rated it really liked it
Atheis, novel ini mencoba untuk menarasikan awal mula "zaman pencerahan" di Indonesia. Layaknya novel/kisah bertema serupa, novel ini menceritakan kisah tokoh bernama Hasan, seorang yang awalnya sangat alim dan berpaham sufistik, tiba-tiba terombang ambing keimanannya saat bertemu dengan orang-orang Atheis yang begitu rasional. Kisah semacam ini rasanya masih sangat relevan pada zaman sekarang, karena ide2 "pencerahan" tersebut belum banyak dipahami orang Indonesia.

Diantara hal yang membuat Hasa
...more
Rizqi Hayatunnisa
Hal yang menarik dari buku ini adalah bahasanya yang luar biasa rumit, banyak kata-kata Belanda yang diselipkan, bahasa Indonesianya pun bahasa kuno yang harus sangat pelan dan hati-hati ketika membaca agar mengerti maksudnya. Selain itu, untuk ceritanya tersendiri, ini menjadi gambaran bahwa sekuat apapun ilmu agama, ketika lingkungan yang dihadapi adalah lingkungan yang tidak baik, cepat atau lambat pendirian akan mudah goyah. Agak sedikit merefleksi ke diri sendiri agar tidak terlalu terpenga ...more
Farhan Ansh
Oct 02, 2015 Farhan Ansh rated it really liked it  ·  review of another edition
Pertama kali tahu buku ini, saya pikir novel ini akan menjelaskan "kesalahan-kesalahan" pemahaman atheis; saya men-judge-nya dari judulnya. Ternyata memang benar membahas hal demikian tapi jumlahnya saya rasa cuma sedikit. Daripada dibilang menjelaskan satu-satu ideologi Marxis-Lennis, Anarkis, Islam (ketiganya saya kutip dari wikipedia), dan pertentangan ketiganya (atau keduanya), novel ini lebih kepada arah menjelaskan beberapa potret kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa-masa terakhir ...more
Alya Cholid
Jan 29, 2016 Alya Cholid rated it it was ok
Shelves: bahasa-indonesia
2/5 bintang.

Dari awal memang nggak berekspektasi banyak dengan novel ini. Pertama, karena sudah baca resensi-resensinya baik yang di Goodreads maupun di blog orang. Kedua, ini lebih ke kebiasaanku yang agak aneh sih, tapi aku selalu baca bagian akhir dari sebuah buku terlebih dahulu karena nggak penasaran sama endingnya melainkan proses menuju ending tersebut. Dan akhiran novel ini memang mengecewakan bagiku.

Aku suka bagian diskusi mengenai pemikiran ateisme, realisme sosialisme, dll yang ada
...more
Irene Sijabat
Jun 07, 2016 Irene Sijabat rated it liked it
Kebanyakan teman yang melihat saya membaca buku ini, terkejut dengan judul bukunya dan bertanya "Itu buku tentang Atheis?". Aduuuhh...sedih deh dengernya. Salah satu karya sastra klasik terbaik di Indonesia, tapi banyak yang gak tau? Apa aja sih yang diajarin sama guru-guru Bahasa Indonesia?

Okei, balik ke resensi buku. Secara pribadi, saya tidak suka dengan Hasan "si tokoh utama". Seorang pria yang picik dan tidak punya pendirian (segala pengajaran dia telan bulat-bulat tanpa mencari tahu sendir
...more
Toby
Nov 07, 2007 Toby rated it it was amazing
A great knowledge opened a new for me to another culture. The author lets the reader explore Hasans's aspects of moslem culture, as attaching as the one of Siddartha by Hesse I read over half decade ago. Great!!
Dita Palupi
Sep 26, 2015 Dita Palupi rated it liked it
Shelves: religion
Novel ini bagus. Menceritakan seorang pemuda Muslim yang gamang dengan kepercayaannya sendiri ketika teman dekatnya menjadi ateis dan mengajaknya berbicara tentang menjadi ateis, ketuhanan, dan semacamnya.

Novel ini mengajarkan kepada kita bahwa jangan sampai kita berpikiran sempit. Banyak-banyaklah bergaul dan pelajari apa pun dari orang di sekitar kita. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan atau omongan orang lain yang kita ragukan pemikirannya, serta berpegangteguhlah pada iman yang dipegang se
...more
Trisha
Dec 21, 2014 Trisha rated it really liked it
Tahun kemaren ngeliat buku ini di perpustakaan sekolah, ngeliat judulnya rasanya "ganjil" "creepy".

Tapi setahun kemudian, malah tertarik karena penasaran bagaimana fenomena Atheis jikalau ditumpahkan dalam sebuah novel, dan membuka mata betapa memukaunya novel Atheis ini.

Novel Atheis ini menjadi sentilan sendiri bagi saya, betapa jika kita tidak memahami agama kita dengan sungguh-sugguh pertanggung jawabannya, mau sealim apapun kaya Hasan sebelum dia jadi atheis, maka dengan mudahnya kita bisa
...more
Iman Santosa
Mar 08, 2016 Iman Santosa rated it really liked it
saya sangat menyukai novel ini. Gaya penceritaannya tidak biasa, menggunakan 3 sudut pandang berbeda dan ditempatkan dalam urutan yang unik. Untuk ukuran zamannya ini tentu luar biasa.

Karakter Hassan terlalu gampang terombang-ambing pendiriannya, tapi memang itu sih yang membuat cerita jadi bergerak. Argumennya terkait ketuhananpun terlalu dangkal rasanya. Kalau dihadapkan lagi dia pada Rusli dan Anwar jelas kalahlah ia beradu pendapat. Tapi kabarnya penulisnya sengaja begitu, karena katanya no
...more
Marina Zala
** Books 192 - 2014 **

Kasian nasib si Hasan seorang yang pandai dan berbudi serta taat agama islamnnya berubah seketika kembali bertemu dengan rekan lamanya Rusli dan bertemu dengan wanita cantik bernama Kartini.. Tapi apa daya hatinya selalu teringat Rukmini dan dia mulai terpengaruh dengan ajaran-ajaran Atheis.

Sudah jatuh tertimpa tangga itu kata-kata yang tepat menggambarkan hidup Hasan. Ayahnya meninggal, dia meninggalkan ajaran agamanya, bercerai dengan istrinya, terserang TBC dan dikejar-
...more
Farras Hasna
Salah satu roman yang benar-benar sastra, terbukti dari puluhan kali cetak ulang buku ini hingga tahun 2006. Mengedepankan alur campuran dengan ending di bab pertama, tidak membuat cerita hilang makna. Pemaparan cerita menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pengamat, serta deskripsi mengenai tempat dan situasi yang detail, mampu membawa pembaca seperti benar-benar masuk ke dalam cerita tersebut. Ditambah dengan argumen tentang pandangan hidup dan Tuhan yang dilontarkan apa adanya oleh p ...more
Willy Akhdes
Jun 03, 2016 Willy Akhdes rated it it was amazing
Berkisah mengenai kehidupan kejiwaan dan ideologi seorang pemuda bernama Hasan. Bandung pada zaman pendudukan Belanda dan Jepang menjadi setting novel ini. Hasan adalah seorang pemuda yang berasal dari sebuah kampung bernama Panyeredan di kaki Gunung Talaga Bodas. Garut. Ia dibesarkan dalam lingkungan pendidikan Islam dan tarekat yang kuat dan kental oleh orangtuanya. Menginjak remaja Hasan bersekolah MULO (setingkat Sekolah Menengah) di Bandung dan bekerja sebagai pegawai pemerintahan di Bandun ...more
Asri Wuni
Sep 14, 2011 Asri Wuni rated it really liked it
Cukup telah bahkan sangat telat bagi saya mendapatkan "Atheis" saat ini. Novel yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 ini benar-benar menceritakan gaya-gaya kehidupan manusia pada zamannya, bahkan saat ini pun masih banyak lika-liku kehidupan seperti dalam "Atheis". Novel yang disebut-sebut sebagai monumen sastra Indonesia ini mewakili gejolak akibat munculnya golongan "frijdenker" di kalangan kaum muda yang berpendidikan barat pada awal abad ke XX.

Adalah Hasan, seorang pemuda dengan did
...more
Anastasia Ervina
Jun 15, 2013 Anastasia Ervina rated it it was amazing
Novel ini saya baca pas jaman SMP :D

Bayangkan, saya yang masih bocah SMP saat pertama kali membaca novel ini, dengan ajaran agama yang selalu ditanamkan orang tua saya mulai membuka pikiran dan pandangan bahwa wajar saja jika seseorang yang beragama beralih menjadi atheis atau bahkan sejak ia bisa berpikir ia menjadi atheis. Hal ini dikarenakan orang tua pada dasarnya hanya mengajarkan bagaimana anaknya agar selalu 'patuh' dengan ajaran agamanya, menciptakan cerita-cerita mengerikan tentang siks
...more
Ira Nadhirah
Oct 11, 2013 Ira Nadhirah rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku ini mengisahkan tentang Hasan, seorang yang dididik dari kecil oleh ibubapanya yang kuat agama. Dia sering diajar cara hidup Islam dengan cara diceritakan azab azab neraka terhadap orang-orang yang lalai dalam menganuti agamaNya. Tapi segala galanya berubah selepas Hasan bertemu dengan sahabat lamanya, Rusli dan kemudiannya bertemu dan jatuh cinta dengan Kartini. Ini adalah kerana, Rusli dan Kartini dua manusia yang tidak percaya pada agama dan hidup bergaul bebas. Ditambah pula, Hasan bert ...more
Sandra dewi
Mar 01, 2010 Sandra dewi rated it liked it
"cerita tentang hasan yang menjalankan perintah agama tanpa mencoba untuk mencari tahu lebih dalam sehingga dengan mudah agamanya itu berpindah hanya karena pergaulan, dan cinta tentunya. Tapi pada akhirnya menemukan hakikat sejati dari agama yang ia anut."

waktu baca judul buku itu di SMA dulu, rasanya ngeri banget untuk ngebacanya takut akan mengalami hal yang dialami oleh tokohnya "Hasan". Jadi waktu guru nyuruh baca salah satu buku sastra yang tersedia di perpustakaan, buku atheis adalah buku
...more
Didin hartojo
Feb 01, 2010 Didin hartojo rated it liked it
baru membacanya sekarang, ketika 28 tahun. sangat telat dibanding angkatan saya yang rata-rata membacanya ketika bersekolah di smp.

sebelum membaca atheis kesan berbeda saya dapat pada saat saya menuntaskannya. tetaplah beragama seketika itu pesan yang saya dapat. novel yang ditulis sekitar tahun 40an ini beralur fleksibel, maju mundur. modern,istilah saya. gaya tuturnya juga sepertinya cukup akrab, mengandung kekinian walau tetap dengan pilihan kata yang sesuai jamannya.

tokoh hasan yang abu-ab
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 75 76 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Harimau! Harimau!
  • Olenka
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Burung-Burung Manyar
  • Merahnya Merah
  • Layar Terkembang
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Salah Asuhan
  • Robohnya Surau Kami
  • Belenggu
  • Namaku Hiroko
1001895
ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan
...more
More about Achdiat K. Mihardja...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Ya, Tin, umur manusia singkat, tapi kemanusiaan lama. Lupakanlah kesedihanmu itu dengan lebih giat lagi bekerja. Bekerja untuk kemanusiaan.” 1 likes
“Kebenaran bukan untuk dipaksakan, melainkan untuk diyakinkan” 0 likes
More quotes…