Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita” as Want to Read:
Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita (Parasit Lajang #1)

3.27 of 5 stars 3.27  ·  rating details  ·  1,250 ratings  ·  143 reviews
Jika perkawinan ibarat pasar, orang-orang yang memutuskan tidak menikah sesungguhnya mengurangi pasokan istri seperti OPEC mengatur suplai minyak. Saya percaya berkeluarga itu bagus untuk orang lain.
Paperback, 180 pages
Published August 2003 by Gagas Media
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Si Parasit Lajang, please sign up.

Be the first to ask a question about Si Parasit Lajang

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,776)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
gieb
sekali lagi, ayu utami terjebak dengan kekuatan sekaligus kelemahannya: ketrampilannya berbahasa -atau kengototannya?-

hal ini membuat ayu kebablasan, lupa mengolah pikiran-pikiran besar yang ada di buku ini. hanya terasa sensasional-nya. anomali-nya. cuma greget di tidak gentarnya ayu menulis sesuatu yang beda.

pernikahan itu pikiran besar. dunia yang puitis. penuh ambigusitas. penyatuan tubuh dalam dunia rekaan peristiwa. tubuh yang bahagia dan tubuh yang tak bahagia. melebihi dari sekedar teks...more
Endah
Kawan,
pernahkah kamu tiba-tiba tertarik secara seksual dengan orang yang telah lama menjadi teman? Lalu, berpikir untuk ciuman bahkan tidur dengannya suatu hari untuk bertemu lagi esoknya seolah tak pernah terjadi apa-apa? (hal.102)

Membaca kumpulan esai Ayu Utami ini, saya serasa ngobrol dengan seorang kenalan baru yang mendukung pendapat dan sikap saya tentang perkawinan, seks, agama, gender, kehidupan sosial, sastra...Dan saya ingin segera menjadikan kenalan baru itu sebagai sahabat sehati.

Saa...more
Ilma Dityaningrum
Ini buku ketiga milik Ayu utami yang saya baca..
entah kenapa, saya tidak pernah suka dan menyetujui dengan apa yang dia tulis. Meski ini bku ketiga, bukan berarti saya menyukai tulisannya... monoton. Selalu bercerita tentang Sex, perempuan, kebebasan badaniah dll.. Menurut saya, Ayu Utami seperti 'salah mengerti' dengan definisi "Feminisme". Tapi, memang nyatanya, sebagian besar perempuan di Indonesia memang "salah mengartikan" arti dari feminisme.
Dan ayu utami menunjukkan kesalah mengertiannya...more
indri
Aku suka tulisan Ayu Utami. Banyak juga temanku yang tidak suka. Kebanyakan malah laki-laki. Aku curiga, jangan-jangan mereka menjadi merasa bodoh karena Ayu banyak menuliskan dominasi perempuan sebagai tokohnya. Eh, yang sangat mendominasi di Saman, sih. Beberapa orang yang banyak membaca itu tidak suka tulisan Ayu di sini karena dianggap terlalu vulgar. Menurut aku tingkat vulgarnya biasa-biasa aja, sih. Yang dituliskan kejujuran, namun tidak genit. Ia mengutarakan apa yang ada di kepalanya, d...more
Imam Hidayah
Si Parasit Mashokis

“Sebagai korban kapitalisme, saya bukan orang yang serta merta membenci kapitalisme dengan mengidentikkannya dengan hegemoni Barat dan patriarkal. Kapitalisme minus monopoli sejajar dengan demokrasi dalam banyak segi: sebuah sistem yang di sana publik diperhitungkan…”

(Ayu Utami, ‘Barbie, Barbie, Barbie’)

Saya mendapati buku itu di malam pertama tarawih. Seperti kebanyakan mahasiswa rantau yang berumah tak terlalu jauh, saya pulang untuk munggahan di rumah orang tua. Begitu saya...more
Zulfy Rahendra
Kenapa 2 bintang?



Apa bagusnya?

Pemikiran-pemikiran Ayu Utami, saya mengakui, emang kritis, masuk akal, kadang mind blowing. Dan beliau percaya dan memegang teguh pemikirannya. Buat saya yang lemah, ga punya ketegasan, gampang kepengaruh, dan plin plan begini, sosok wanita kayak Ayu Utami terlihat sangat berani dan kuat.


Apa jeleknya?

Hmm... Selera sih ya. Mungkin buat beberapa orang, alesan keenggasukaan saya sama buku ini justru dibilang alasan kenapa buku ini bagus. Apalagi saya sadar diri kalo...more
Adek
Pada usia dua puluhan Ayu Utami memutuskan bahwa menikah itu bukanlah pilihannya. Saya pada usia dua puluhan (tepatnya pada tanggal 13 Maret tempo lalu) juga memutuskan sesuatu yang penting (bukan tidak menikah ya, kalau itu ya jelas saya mau-banget) yakni saya memilih untuk tetap menjadi staf yang gak penting seperti ini sampai tua, maksud saya sampai pensiun. Sekilas info, saya satu korps dengan alm. ayahnya Ayu Utami. Saya tidak akan membahas kenapa Ayu Utami memilih tidak menikah sampai unda...more
Sarasvvati Ajeng
Mungkin harusnya saya baca buku ini dulu sebelum membaca Saman dan Larung. Karena ketika saya membeli buku ini, jujur saja berekspektasi buku ini merupakan cerita seperti dwilogi Saman. Tapi ternyata buku ini lebih bercerita tentang Ayu Utami yang menyebut dirinya sendiri "Parasit Lajang". Bukunya bagus, sih. Banyak banget tulisan yang saya garisbawahi seperti:

"Manusia butuh menyembah sesuatu yang tidak rasional. Buat saya, lebih baik berlangganan Tuhan yang teruji ribuan tahun daripada menyemba...more
Fertina N M
Buku ini saya baca terakhir, setelah Cerita Cinta Enrico dan Pengakuan Si Parasit Lajang. tidak urut memang, tapi tetap tidak mengurangi esensinya. Buku ini mengisahkan keseharian penulis yang berkaitan dengan pandangannya terhadap sesuatu, terlebih seks, pernikahan dan sistem di Indonesia.

Perkenankan saya, saya menyukai bukunya, tapi ada beberapa pemikiran penulis yang masih menjadi tanda tanya. Seperti ketika Ayu Utami, sedang mengadakan perjalanan riset untuk bukunya Saman, bersama sahabatny...more
Wella Madjid
kumpulan esai ringan yang enak dibaca, tapi dijamin sekarang ayu utami pastilah punya pandangan yang berbeda karena sudah tak lagi lajang :-) yang menarik adalah petikan kalimat di salah satu esai dalam buku ini, "kalau nanti saya jadi perawan tua, saya tidak mau jadi perempuan yang judes, yang iri melihat perempuan muda yang cantik." :-D Ayu ter-stigmatisasi
Samsara
Title -- I think the translation which has closest meaning in English would be "The Single Sucker", although I wish it would be "The Single Bitch" instead, as the main character in the book portrayed a role as a badass, unmarried "bitch" who doesn't conform to norms. She refuses to marry, and this is the main theme that Ayu brought in this book: marriage, and her principal of remain unmarried in life (she broke it somehow, because eventually, the writer herself is married. Unexpectedly.)

This is...more
May Hera
buku lama yang diterbitkan ulang ini dibaca oleh perempuan baik lajang maupun yang tidak untuk bisa memahami bahwa, lahir dan mati adalah proses biologis sedangkan pernikahan adalah proses konstruksi sosial. kita, yang memutuskan menikah, ada dalam konstruksi itu. cinta? ya boleh lah :D #referensi
Lani Thong
Buku ini sangat ringan untuk dibaca, dan banyak topik yang hanya menyuarakan protes dari seorang AA terhadap konstruksi sosial bernama pernikahan. Sebuah tema yang semestinya bisa lebih digali dan tidak dipersempit dengan pembagian bab ke bab yang terdiri dari 5-6 halaman.
Silvana
Nothing interesting at all. If not because of my bf, I wouldn't want to even take a glimpse on this book.
Reza Putra
Definisi perempuan lajang yang sebenarnya: tajam sekaligus naif.
Astri Natasha
Kayaknya saya mengangguk dan bilang "iya juga ya" untuk hampir tiap kalimat di buku ini. Buku yg blak-blakan dan dengan jelas melukiskan kenyataan kehidupan manusia (terutama di Indonesia). Sebagian orang yg alergi / "butthurt" dengan isu sensitif mungkin disebabkan karena kupingnya panas atas fakta di buku ini yg memang BENER BANGET :) Saya ga merasa Ayu lagi menggurui / ngotot atas pilihannya untuk melajang. Saya merasa seperti mendengar curhatan seorang teman saja. "Fun" dan tidak perlu dikri...more
Anastasia Cynthia
Tak bisa diungkapkan dengan sebuah plot, tapi "Si Parasit Lajang" tak ayal menelanjangi setiap pemikiran tabu dari para masyarakat urbanis. Sebagai A, Ayu Utami--seorang katolik yang gemar mengkritik--tak ubahnya menyelipkan cercahan pikiran ke dalam lembaran kertas. Kadang lucu, kadang satir, tapi memang lebih banyak satir dan mencibir. Feminis, mungkin bisa jadi, tapi terkadang apatis. Seperti khalayak mungkin tak sepenuhnya tahu bagaimana pangkal dan hilir dari keberadaan film biru, sebagaima...more
Ayu Puspita Sari
Karena saya membaca yang cetakan kedua dari KPG, sepertinya ada beberapa hal yang ditambahkan dari versinya yang sebelumnya.

Kenes dan lugas. Buku ini seperti bagaimana Ayu Utami menggambarkan dirinya. Jujur dan blak-blakan. Banyak isu tentang perempuan, seksualitas, dan pernikahan yang diungkap di sini, mulai dari alasan-alasan untuk melajang, sampai kondom dan status perempuan di mata masyarakat. Esai-esainya ditulis dengan pemikiran kritis khas feminis, ditulis dengan bahasa perempuan juga. Ja...more
Ndooks
Dengan cerobohnya saya membaca "Kisah Cinta Enrico" lebih dulu tanpa tahu bahwa dalam trilogi ini, "Si Parasit Lajang" adalah buku pertama. Pantas ada yang aneh pada bagian akhir KCE, siapakah A?
Ternyata Erik dalam buku ini adalah cikal bakal Enrico. Ooops...spoiler.:D

Membaca buku ini bikin saya serasa dibawa berjalan-jalan ke dalam pikirannya si A yang penuh dengan logika tentang seks, hubungan antara pria-wanita dan tentu saja Tuhan.

Banyak yang bilang buku ini vulgar. Tapi menurut saya sih bi...more
jessie monika
Dari buku-buku AU (Ayu Utami) yang pernah saya baca, sumprit ini tulisannya yg bisa saya baca sambil makan kwaci dan minum susu, bahkan sambil ngeden di toilet. Buku Bilangan Fu, misalnya, seperti mengharuskan saya untuk hanya duduk dan membaca. Artinya, saya butuh konsen untuk membaca. Tidak dapat dilakukan sambil makan kwaci dan minum susu, apalagi ngeden di toilet. Begitu juga Larung.

Banyak yang bilang dalam buku ini AU terlalu ngotot mempertahankan feminisme-nya dia sehingga ia salah kaprah...more
Nastiti
Saya membaca Si Parasit Lajang yang cetakan baru yaitu Februari 2013. Memesan secara PO supaya dapat tanda tangan dan Notes Kreatif. Norak ya. Hahaha...

Di luar kenorakan tadi, saya memang menyukai novel-novel karya Ayu Utami, baik yang fiksi maupun yang mengisahkan kisah nyata seperti buku ini dan Cerita Cinta Enrico. Bahasa yang digunakan Ayu memiliki kekuatan tersendiri. Belum lagi bila bicara tentang alur cerita dan karakter tokoh yang kuat.

Buku ini berisi cerita-cerita pendek tentang pengala...more
ManDewi
Hati-hatilah berpendapat atau mengambil sikap. Setidaknya, temukan alasan yang kuat mengapa anda mengambil sikap demikian. Hal itulah yang saya pikirkan setiap kali membaca artikel yang memuat pemikiran-pemikiran penulisnya (buku ini merupakan kumpulan artikel penulis yang pernah dimuat di berbagai media). Dan Si Parasit Lajang ini luar biasa. Terutama ketika berbicara soal pernikahan. Menurut dia, pernikahan itu bukan harus melainkan perlu. Perlunya ya bagi yang membutuhkan saja. Menurut anda?

B...more
Zahidah Zahra
"Menikah itu perlu, tetapi tidak harus"
Pernyataan itu sekarang berkeliaran di kepala saya. Hahaha.
Buku ini banyak menguarkan pertanyaan-pertanyaan baru dalam pikiran saya. Saya senang membaca pemikiran-pemikiran Ayu Utami--yang memperjuangkan feminisme. Ya, di buku Si parasit Lajang ini tampak jelas wajah feminis Ayu Utami. Dia dengan ngotot lebih suka menjawab pertanyaan "Sudah menikah?" dengan "Tidak menikah" daripada "Belum menikah". Ayu Utami cerdik sekali mengamati hal-hal kecil yang remeh...more
Ayu
A mungkin saja telah membuat keputusan yang amat sangat bertolak belakang dengan ajaran yang telah diberikan secara turun-temurun. Tapi selalu ada alasan untuk keputusannya yang mlengse itu. Alasan yang menunjukkan bahwa ia tidak peduli sekaligus sangat peduli, alasan yang juga menunjukkan bahwa ia hanya memikirkan dirinya sendiri juga mementingkan orang lain.

Keputusan macam apa sih, memangnya? Baca reviewnya di sini
bukan saya
Untuk sebagian orang, mungkin Ayu Utami akan dianggap hanya mencari sensasi dengan anti mainstream dalam memandang arti "nikah". Sebagian yang lain mungkin berpikir bahwa Ayu Utami terlalu sempit dalam mengartikan "nikah", Dan bagian-bagian yang lain akan menghargai karena setiap orang punya hak untuk mendefiniskan tujuan hidupnya masing-masing, bukankah hidup salah satunya harus dijalani dengan kenyamanan?, dan saya adalah orang2 di bagian yang ketiga.
De Ballad
Saya tau nama Ayu Utami ketika novel Saman ramai diperbincangkan, tapi malah bukan novel itu yang saya baca pertama kali untuk mengenal karya Ayu. Buku inilah yang pertama kali singgah di tangan saya.

Suka karena cara bertutur Ayu yang lugas dan tanpa tedeng aling-aling. Hal-hal kecil yang remeh-temeh hingga persoalan penting kehidupan diangkat dengan bahasa yang asik dan sesekali sukses bikin saya senyum2 sendiri. Dari barbie, pernikahan hingga Pramoedya.

Secara kualitas, saya tidak hendak meragu...more
Mark
Persoalannya, selalu ada yang tidak beres dengan konstruksi sosial. Pada umumnya pernikahan masih melanggengkan dominasi pria atas wanita. Kecuali di beberapa negara Eropa, hukum tidak terlalu berpihak pada istri. Di Indonesia, ini terlihat pada setidaknya undang-undang perkawinan, perburuhan, maupun imigrasi. Begitu banyak pula pengaduan kasus kekerasan domestik terhadap perempuan.

Tapi, puncak pengesahan supremasi pria atas wanita ada dalam poligami. Tema ini hampir-hampir tak pernah dikembang
...more
Aqmarina Andira
"Dan begitulah jangan-jangan cinta. Seperti bunga. Jika ia tak lekang, berarti ia imitasi. Jika asli maka ia cuma tahan 3 hari."

"Tapi kenapa saya marah pada teman saya yang malang dan bukan pada pemerintah? Kenapa seringkali justru marah pada korban? Ini mungkin yang namanya adaptasi. Jika kita tidak bisa mengubah keadaan, kita menyesuaikan diri dengannya."

"Sebab, apalah yang paling menyenangkan di dunia ini? Buat saya: memiliki teman-teman yang tidak punya kepentingan selain berteman itu sendir...more
ayanapunya
3.5/5

Si Parasit Lajang merupakan kumpulan tulisan Ayu Utami yang tersebar di berbagai media yang ditulisnya selama satu dekade. Awalnya buku ini diterbitkan oleh Gagas Media pada tahun 2003 dan laris manis. Tahun 2013, Kepustakaan Populer Gramedia menerbitkan kembali buku ini dengan beberapa tambahan tulisan dari Ayu Utami.

Membaca buku ini, tak ubahnya seperti membaca blog pribadi Ayu Utami. Materi tulisan kebanyakan diambil dari keseharian penulis. Entah itu tentang pekerjaan, para sahabat, per...more
G. Pangestu Jati
Tidak tahu, apakah karena saya sudah membaca dan tahu pemikirannya sehingga saya memberi bintang dua? Atau apakah memang buku ini memang begini adanya?Ah, yang pasti lagi-lagi saya tidak menemukan sesuatu yang baru. Sama ketika saya membaca Maya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 59 60 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
  • Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
  • Larasati
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • 23 Episentrum
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Jendela-Jendela (Trilogy Jendela - Pintu - Atap #1)
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Kubah
  • Cantik itu Luka
491233
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurn...more
More about Ayu Utami...
Saman Larung Bilangan Fu Manjali dan Cakrabirawa Cerita Cinta Enrico

Share This Book

“Saya sudah lupa apakah si kartunis bermaksud mengkritik atau memuja peran ganda. Untung menghibur diri, anggap saja dia mau memuja dwi-peran wanita. Belakangan, para feminis menyerang pengagungan superwoman ini karena menjebak wanita dalam idealisasi yang tak mungkin terpenuhi. Padahal, menjadi superman bagi kaum pria amat mudah: tinggal pakai celana dalam merah di luar.” 2 likes
More quotes…