Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Fabulosa Jacarta” as Want to Read:
Fabulosa Jacarta
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Fabulosa Jacarta

3.91  ·  Rating Details ·  208 Ratings  ·  18 Reviews
Fabulosa Jacarta é uma colecção de treze pequenas histórias escritas entre 1948 e 1956 na Indonésia - durante o difícil período de transição da revolução para o regime militar. Estas histórias conduzem-nos através da Jacarta da primeira metade do século XX guiados pelos estranhos habitantes de uma cidade oprimida.

A compilação destas treze histórias conduzem o leitor num pé
...more
Paperback, 298 pages
Published 2003 by Quetzal (first published 1957)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Fabulosa Jacarta, please sign up.

Be the first to ask a question about Fabulosa Jacarta

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Missy J
Great short story collection by Pramoedya Ananta Toer. Published in 1957, Pramoedya wrote these stories in the 50s, just a few years after Indonesia announced its independence in 1945. All of the stories are set in the capital city Jakarta and are mostly concerned with the lower stratum of society. Despite the country's independence, the situation for most people in the lower class has hardly changed post-independence and Pramoedya depicts their struggles and the general disappointment felt in 1 ...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
JAKARTA, 1952
Subuh hari. Embun pelan melayang dan turun ke Bumi. Suling lok kereta api yang menjerit seperti setan di dalam dongeng minta kurban. Sebagian dari mereka mengeluh sebentar, duduk, mengocok mata – masih dalam pelukan kegelapan – terbatuk-batuk, dan meninggalkan tempat tidurnya masing-masing. Satu dua di antaranya berjalan terhuyung-huyung meninggalkan gerbong, menjauh, memasuki tempat yang lebih gelap. ~ Gambir.

Selamat Dirgahayu Jakarta Ke-485.
gieb
Apr 08, 2011 gieb marked it as to-read  ·  review of another edition
baru dapat.
Gasa Bahar putra
Dalam kumpulan cerpennya ini, Pram sekali lagi mampu menggambarkan keadaan dan manusia Indonesia, khususnya Jakarta pada masa revolusi dan pasca revolusi yang penuh dengan paradoks, alih alih membentuk suatu tatanan masyarakat yang lebih baik pasca kolonial, masyarakat Jakarta malah terjebak dalam kontradiksi-kontradiksi yang timbul baik dari pengaruh revolusi itu sendiri maupun oleh perkembangan zaman modern di masa itu. Semua ini dapat dikemas dengan apik oleh Pram melalui cerpen cerpennya yan ...more
Ricky Firnadhi
Jul 05, 2013 Ricky Firnadhi rated it it was amazing  ·  review of another edition
Ada 12 cerpen, semuanya terjadi di Jakarta. Membaca "Cerita Dari Jakarta" seakan menyelami kembali bangunan-bangunan tua ibukota dan manusianya di tahun 50-an. Jakarta sudah menjadi kota paling buas yang siap menerkam bagi siapa saja yang berjiwa lemah dan tak berpendirian sejak dahulu kala. Pram, menuliskannya dengan sangat jujur. Berikut ini adalah urutan cerpen favorit saya dari urutan duabelas hingga yang pertama:

12)Kecapi
11)Keguguran Calon Dramawan
10)Rumah
09)Makhluk di Belakang Rumah
08)Ikan
...more
Ulfah Nur
Oct 06, 2014 Ulfah Nur rated it really liked it  ·  review of another edition
Karya Pak Pram pertama yang saya baca (sebagai tugas Bahasa Indonesia), setelah memilih secara random saya memutuskan membaca "Tanpa Kemudian", cerita ini seperti mengajak saya menyelami kehidupan pasca tentara nippon menduduki bangsa ini, kasih yang tak sampai, hingga pengkhianatan, yang berujung ketidakadilan bagi salah seorang tokoh, yang sebenarnya tidak terduga akan berakhir seperti itu.
saya malah keasyikan membacanya saat sedang pelajaran, overall, bagus ceritanya, mungkin suatu saat kalau
...more
Maria  Lalita
Nemu novel ini di perpustakaan kampus, dan 'menghabiskannya' dalam waktu seminggu-waktu yang buat saya cukup lama untuk menyelesaikan sebuah kumpulan cerpen. Seperti biasa, Pramoedya menuliskan ceritanya dengan alur yang kocak, lucu namun tak lupa pada segi sastra-nya, yang menurut saya sangat 'khas' ala Pramoedya. Dan melalui cerpen ini, saya sungguh yakin bahwa saya nggak akan pernah menyesal jadi big fans of Pramoedya Ananta Toer.
Bastian Hidayat
Jun 03, 2013 Bastian Hidayat rated it it was amazing  ·  review of another edition
Jakarta adalah periuk besar yang penuh dengan cerita berbagai warna. Jakarta menyimpan kantung-kantung harapan, berkas-berkas kepedihan, juga pahitnya penghianatan. Pram membungkusnya dalam cerita-cerita yang padat, namun penuh pesan-pesan.
Liliyah
Jun 30, 2008 Liliyah rated it really liked it  ·  review of another edition
Eyang Pram memang "Djoeara" !! saya seperti benar2 bisa merasakan Djakarta tempo doeloe dan hidoep didalamnya. The most favorite strory is "Gambir" :D
Dylan thomas
Aug 12, 2010 Dylan thomas is currently reading it  ·  review of another edition
Nice book again Pramoedya has written a total picture of Jakarta situation
Rangga EF
Sep 13, 2016 Rangga EF rated it really liked it  ·  review of another edition
Pram selalu cerdas menggambarkan realitas kehidupan antar manusia
Rully Resa
May 25, 2015 Rully Resa rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: fiski
Membaca cerpen-cerpen dalam buku ini penuh prasangka dan curiga. Karena yang hendak disampaikan oleh pram tidak explisit melainkan tersirat dalam kemajemukkan karakter serta kisah dibaliknya.
Jiwa Rasa
Aug 07, 2010 Jiwa Rasa marked it as wish-to-have  ·  review of another edition
Cerita Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer (2003), Cet. 1
A.Maya Purnamasari
Yah, dulu, inilah Djakarta!!
Edy
Nov 28, 2007 Edy rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebuah kumpulan cerpen yang berisi karikatur dan ironi kehidupan yang sarat dengan kritik social. Tajam, bernas dan memukau….
Pra
tak sengaja nemu di lapak buku bekas. cuma Rp 20.000
Danar Pramesti
Aug 27, 2008 Danar Pramesti rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: bangunan belanda lovers
Recommended to Danar by: atit
Shelves: indonesiaku
pak pram successfully wrote stories which silent me every time i passed on streets or places pak pram mentioned in the book. i love tales and i love old jakarta.
Vítor
Vítor rated it really liked it
Sep 20, 2013
Faishal
Faishal rated it liked it
Sep 30, 2010
Armanda Barbosa
Armanda Barbosa rated it it was ok
Apr 10, 2014
Aulia
Aulia rated it really liked it
Jun 04, 2016
Anggita
Anggita rated it did not like it
Apr 06, 2017
Salina Abigail
Salina Abigail rated it really liked it
Apr 27, 2016
Buyung Hadi
Buyung Hadi rated it really liked it
Jul 17, 2007
Wulan
Wulan rated it did not like it
Sep 28, 2007
Wahyu Hutomo
Wahyu Hutomo rated it really liked it
Jan 24, 2013
Martumpal Sinaga
Martumpal Sinaga rated it it was amazing
Nov 22, 2015
Johanes
Johanes rated it liked it
Sep 28, 2007
Rowland Bismark
Rowland Bismark rated it liked it
Apr 09, 2010
Fer Didi
Fer Didi rated it really liked it
Mar 14, 2008
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Mantra Pejinak Ular
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Saya Terbakar Amarah Sendirian!
  • Durga/Umayi
  • Harimau! Harimau!
  • Laki-laki Lain dalam Secarik Surat
  • Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
  • Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
  • Madilog
  • 168 Jam dalam Sandera: Memoar Jurnalis Indonesia yang Disandera di Irak
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Pemberontakan Petani Banten 1888
  • Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

Share This Book



“How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's where human life is found. - (Houseboy + Maid, in Tales from Djakarta)” 140 likes
More quotes…