9th out of 72 books
—
198 voters
Madre (Kumpulan Cerita)
by
Dee (Goodreads Author),
Sitok Srengenge (Goodreads Author)
“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?
Darah saya mendadak seperempatTionghoa,
Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,
Bersama kakek yang tidak saya kenal,
Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”
Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhk...more
Darah saya mendadak seperempatTionghoa,
Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,
Bersama kakek yang tidak saya kenal,
Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”
Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhk...more
Paperback, 162 pages
Published
June 2011
by Bentang Pustaka
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
3,000)
Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel pertama Dee yang saya baca.. Saya terpesona, tak sabar menunggu lanjutannya..
Tapi apa daya, mungkin benar yang dikatakan orang, jangan taruh ekspektasi yang berlebihan saat membaca sebuah sekuel.. Saya merasa mual dan melempar buku nya saat belum separuhnya saya selesaikan..
Saya memutuskan untuk cuti..
Dari semua buku karya Dee..
Tak pernah lagi saya sentuh..
Sampai sebuah tawaran buku gratis dari ijul yg katanya merasa lapar selama membaca novel ini.....more
Tapi apa daya, mungkin benar yang dikatakan orang, jangan taruh ekspektasi yang berlebihan saat membaca sebuah sekuel.. Saya merasa mual dan melempar buku nya saat belum separuhnya saya selesaikan..
Saya memutuskan untuk cuti..
Dari semua buku karya Dee..
Tak pernah lagi saya sentuh..
Sampai sebuah tawaran buku gratis dari ijul yg katanya merasa lapar selama membaca novel ini.....more
#2011-33#
madre, dari bahasa spanyol berarti ibu. Entah apa yang membuat nenek Lakshmi yang India, pencipta madre ini menamakannya demikian. Mungkin karena madre adalah ibu dari semua adonan roti Tan de Bakker.
Tapi kenapa dari bahasa spanyol? Ada kenangan maniskah dengannya? Kenapa tidak dari bahasa India, dari tempat moyang Lakshmi berada?
madre, yang diwariskan ke tangan Tansen, dan menitipkan dirinya sendiri untuk dipertaruhkan, apakah ia hidup dengan Tansen, atau memiliki tuan yang baru.
(ata...more
madre, dari bahasa spanyol berarti ibu. Entah apa yang membuat nenek Lakshmi yang India, pencipta madre ini menamakannya demikian. Mungkin karena madre adalah ibu dari semua adonan roti Tan de Bakker.
Tapi kenapa dari bahasa spanyol? Ada kenangan maniskah dengannya? Kenapa tidak dari bahasa India, dari tempat moyang Lakshmi berada?
madre, yang diwariskan ke tangan Tansen, dan menitipkan dirinya sendiri untuk dipertaruhkan, apakah ia hidup dengan Tansen, atau memiliki tuan yang baru.
(ata...more
Madre.. Tidak pernah terbayangkan cerita tentang roti pun bisa sangat menarik. I just can't put it down.. Tidak ada inspirasi, itu yang selalu menjadi alasan ketika saya ingin menulis. Tapi buku ini... Ah, sungguh menginspirasi dan buku ini adalah buku Dee pertama yang berhasil saya mengerti.
Madre, lebih dari sekadar bicara tentang roti. Ini adalah passion. Seperti passion Tan dan Lakhsmi kepada roti, passion Tansen kepada kebebasan, dan passion Dee kepada menulis.
Konyol mungkin mendewakan seb...more
Madre, lebih dari sekadar bicara tentang roti. Ini adalah passion. Seperti passion Tan dan Lakhsmi kepada roti, passion Tansen kepada kebebasan, dan passion Dee kepada menulis.
Konyol mungkin mendewakan seb...more
Absurdly, I have this idea of buying a popular pick of my friends'. (Yes, buying. The Casual Vacancy, another quite popular pick outside my college, was a gift from Eli the Fiddler before I could actually get to buy one!)
But well, it's not half disappointing, although this literal-minded madame mostly skim through the poetic stanzas and read carefully through the proses only. Pardon me, but I shall onlyrant comment on the prose parts!
# Madre [titular short story]
It's a very, very good thing tha...more
But well, it's not half disappointing, although this literal-minded madame mostly skim through the poetic stanzas and read carefully through the proses only. Pardon me, but I shall only
# Madre [titular short story]
It's a very, very good thing tha...more
Saya mungkin tidak akan banyak membahas dari segi sastrawi. Tapi konten ceritanya saja. Madre merupakan salah satu judul cerpen yang dijadikan judul kumpulan cerpen,prosa, dan puisi. Puisi dan prosa memang cenderung tidak bisa saya nikmati jika hanya dibaca. Harus ada yang membacakannya untuk saya dengan segenap pembawaan dan penghayatan.Dua cerpennya yakni Madre dan Menunggu Layang-Layang, saya mendapatkan beberapa kesan dari kedua cerpen tersebut.
Dari cerpen madre, saya menikmati bagaimana Dee...more
Dari cerpen madre, saya menikmati bagaimana Dee...more
Menurut fizah si, bagian yang paling bagus cuman madre.. :D
“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”
“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?" cetus Mei kalem”
“Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka menjadi intan
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu
Hanya waktu yang mampu”
“Itulah cinta.Itulah Tuhan.Pengalaman bukan penjelasan.Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yg sungguh tidak berjodoh dg...more
“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”
“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?" cetus Mei kalem”
“Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka menjadi intan
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu
Hanya waktu yang mampu”
“Itulah cinta.Itulah Tuhan.Pengalaman bukan penjelasan.Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yg sungguh tidak berjodoh dg...more
“Madre” sebuah istilah yang berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “ibu”. Dalam novel Dee kali ini Madre adalah sebutan untuk adonan biang, yang digunakan untuk membuat roti. Ia diberi makan tepung dan air baru secara rutin agar berkembang biak dan menjadi ibu bagi roti-roti lainnya. Cerita diawali dengan kisah Tansen, lelaki Bali yang datang ke Jakarta untuk mendapatkan warisan dari orang tak dikenal sebelumnya. Bukannya uang berlimpah atau harta karun, tapi Madre: Adonan. Mulanya kecewa, jau...more
Review : Madre
Judul: Madre
Penulis: Dee
Editor: Sitok Srengenge
Penerbit: Bentang
Jumlah Halaman: 160
Cetakan: 2, Agustus 2011
ISBN: 9786028811491
Deskripsi
Madre adalah kumpulan prosa dan puisi yang dibuat oleh Dewi Lestari selama 5 tahun ke belakang. Cerita yang menjadi judul buku ini, Madre, merupakan kisah tentang seorang laki-laki yang baru mengetahui bahwa dia adalah keturunan tukang roti setelah seorang pria Tionghoa tua bernama Tan meninggal. Dari situ, dia bertemu dengan orang-orang Tan de Bak...more
Judul: Madre
Penulis: Dee
Editor: Sitok Srengenge
Penerbit: Bentang
Jumlah Halaman: 160
Cetakan: 2, Agustus 2011
ISBN: 9786028811491
Deskripsi
Madre adalah kumpulan prosa dan puisi yang dibuat oleh Dewi Lestari selama 5 tahun ke belakang. Cerita yang menjadi judul buku ini, Madre, merupakan kisah tentang seorang laki-laki yang baru mengetahui bahwa dia adalah keturunan tukang roti setelah seorang pria Tionghoa tua bernama Tan meninggal. Dari situ, dia bertemu dengan orang-orang Tan de Bak...more
Ini buku pertama Dee yang saya baca, dan sukses melahapnya dalam 2,5 jam dengan diselingi obrolan bersama teman.
Buku yang menarik, terdiri dari 13 kumpulan cerpen dan prosa. Madre, saya ngga nyangka dengan sebuah adonan biang untuk roti cerita bisa begitu berkembang dan apik. Simpel, sebuah kebetulan yang diperoleh oleh Tansen melalui warisan yang notabene adalah kakeknya. Iya, warisannya hanya sekedar adonan biang tapi bisa membuatnya menjadi sukses. Madre yang dimanusiakan disini membawa perun...more
Buku yang menarik, terdiri dari 13 kumpulan cerpen dan prosa. Madre, saya ngga nyangka dengan sebuah adonan biang untuk roti cerita bisa begitu berkembang dan apik. Simpel, sebuah kebetulan yang diperoleh oleh Tansen melalui warisan yang notabene adalah kakeknya. Iya, warisannya hanya sekedar adonan biang tapi bisa membuatnya menjadi sukses. Madre yang dimanusiakan disini membawa perun...more
Madre...
Buku ini adalah buku pertama karya Dee yang saya baca.
Saya sudah lama tahu tentang kiprah Dee, tapi entah kenapa saya terdorong membeli buku ini saat awal-awal diterbitkan.
Mungkin karena saat itu saya sudah mulai mengikuti Dee di twitter.
Buku ini berisi 13 prosa yang diawali dengan cerita "Madre". Menurut saya cerita ini jenius. Saya disajikan sebuah kisah yang hangat tentang pabrik roti yang sudah mengganggap adonan biang itu sebagai nyawa mereka. Lalu saya sempat berfikir, darimana i...more
Buku ini adalah buku pertama karya Dee yang saya baca.
Saya sudah lama tahu tentang kiprah Dee, tapi entah kenapa saya terdorong membeli buku ini saat awal-awal diterbitkan.
Mungkin karena saat itu saya sudah mulai mengikuti Dee di twitter.
Buku ini berisi 13 prosa yang diawali dengan cerita "Madre". Menurut saya cerita ini jenius. Saya disajikan sebuah kisah yang hangat tentang pabrik roti yang sudah mengganggap adonan biang itu sebagai nyawa mereka. Lalu saya sempat berfikir, darimana i...more
Ada beberapa judul tulisan yang terangkum dalam “Madre”. Tapi saya tak hendak bercerita tentang semuanya. Saya ingin bercerita tentang bagian yang paling saya sukai saja.
“Madre”, yang menjadi judul buku ini sendiri adalah judul salah satu cerita yang berada di dalamnya. Mengambil porsi paling banyak dibanding judul-judul lain, sebanyak kurang lebih 70 halaman, di mana posisi ke-dua ditempati oleh sebuah cerita berjudul “Menunggu Layang-layang” dengan panjang sekitar 30 halaman dan “Have You Ever...more
“Madre”, yang menjadi judul buku ini sendiri adalah judul salah satu cerita yang berada di dalamnya. Mengambil porsi paling banyak dibanding judul-judul lain, sebanyak kurang lebih 70 halaman, di mana posisi ke-dua ditempati oleh sebuah cerita berjudul “Menunggu Layang-layang” dengan panjang sekitar 30 halaman dan “Have You Ever...more
Dari pertama nampang di toko buku, saya memang sudah mengincarnya. ketagihan karya-karya dee sejak kakak laki-laki saya yang biasa saya panggil 'mamas' mengenalkan Filosofi Kopi. saya jatuh hati dengan tulisan Dee.
Madre merupakan kumpulan cerpen, puisi, dan prosa pendek karya Dewi Lestari. Madre merupakan buku ketujuh Dee setelah trilogi Supernova, Filosofi kopi, Rectoverso, dan Perahu Kertas. Madre mengingatkan saya dengan Filosofi Kopi. Dua buku dengan cerpen utama yang sama-sama mengisahkan t...more
Tadinya saya membaca buku ini di toko buku (dan berhasil selesai!) dan tidak berniat beli. Entah kenapa, Madre tidak se-menggoda Filosofi Kopi. Apa karena warna sampulnya yang oranye yang tidak begitu saya suka, entahlah. Pertama kali yang saya baca dari buku ini adalah puisi-puisinya. Seperti biasa, puisi Dee itu simpel, bahasanya lugas, namun cerkas; tidak mendayu-dayu namun romantis juga. Sementara itu, kisah utama tentang Madre si adonan biang, bagi saya awalnya tidak terlalu menarik. Apalag...more
MADRE. The seventh book of Dewi ‘Dee’ Lestari ‘s collection. It contains 13 short stories and poems.
When you read Supernova, one fiction novel written by Dee, which is so heavy and has difficult language yet is so breathtaking. In my opinion. And when Perahu Kertas novel was published, I immediately became fans. Madre is a book which was published after Perahu Kertas.
Dee’s clever words rules in her works in Madre. Simple, but romantic. Romantic, but unsickening. Rich in flavor as when you eat br...more
When you read Supernova, one fiction novel written by Dee, which is so heavy and has difficult language yet is so breathtaking. In my opinion. And when Perahu Kertas novel was published, I immediately became fans. Madre is a book which was published after Perahu Kertas.
Dee’s clever words rules in her works in Madre. Simple, but romantic. Romantic, but unsickening. Rich in flavor as when you eat br...more
Menjadi pecandu “Supernova” sama saja mencandui karya-karya lain sang penulis. Bagi gue pribadi, Supernova adalah kepuasan tersendiri bagi gue. Dewi Lestari a.k.a Dee adalah penulis brilliant yang punya banyak cara untuk mempresentasikan keinginan hatinya melalui tulisan. Madre adalah masterpiece Dee selanjutnya. Setelah menghabiskan “Perahu Kertas” hanya dalam waktu 48 jam. Madre gue habiskan hanya dalam waktu… 3 jam.
Membaca dalam perjalanan Jayapura-Makassar di atas pesawat bukan hal yang muda...more
Membaca dalam perjalanan Jayapura-Makassar di atas pesawat bukan hal yang muda...more
Madre adalah kumpulan prosa dan puisi yang dibuat oleh Dewi Lestari. Beberapa bagian dari buku ini telah saya baca jauh-jauh hari sebelumnya di blog beliau. Dibandingkan dengan buku sebelumnya: supernova, madre tergolong bacaan ringan yang bisa dibaca kapan aja dimana aja, hehe.
Saya tidak memiliki gambaran apapun tentang Madre jika hanya melihat covernya.Ide madre ini begitu jenius. Hal sederhana yang jarang sekali diangkat ke permukaan oleh penulis lain. Dan tahukah engkau kawan? Madre itu bera...more
Saya tidak memiliki gambaran apapun tentang Madre jika hanya melihat covernya.Ide madre ini begitu jenius. Hal sederhana yang jarang sekali diangkat ke permukaan oleh penulis lain. Dan tahukah engkau kawan? Madre itu bera...more
Madre adalah kumpulan prosa dan puisi yang dibuat oleh Dewi Lestari selama 5 tahun ke belakang. Cerita yang menjadi judul buku ini, Madre, merupakan kisah tentang seorang laki-laki yang baru mengetahui bahwa dia adalah keturunan tukang roti setelah seorang pria Tionghoa tua bernama Tan meninggal. Dari situ, dia bertemu dengan orang-orang Tan de Bakker dan juga "Madre", sebuah biang roti yang menjadi pivot utama cerita pendek ini. Selain Madre, ada juga cerita "Layang-layang" yang menceritakan te...more
Sep 25, 2011
Δx Δp ≥ ½ ħ htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw
rated it
1 of 5 stars
Shelves:
a-day-in-the-life,
there-s-a-place
Note: ini adalah buku pinjaman yang kemudian dihibahkan sama pemiliknya, hehehe
Dibandingkan dengan karya Dee lainnya, Madre bukan dibuat sebagai buku yang menyuarakan idealisme sebagaimana buku Dee yang lain, tetapi lebih tampak seperti dibuat karena ide yang mengganjal di pikiran saja. Tidak dikembangkan, pokoknya selesai. Bahkan Filosofi Kopi yang banyak minusnya itu, dalam beberapa hal lebih baik daripada buku ini.
Ambil misalnya kisah utama di buku ini yang sekaligus dijadikan judul buku. Kis...more
Dibandingkan dengan karya Dee lainnya, Madre bukan dibuat sebagai buku yang menyuarakan idealisme sebagaimana buku Dee yang lain, tetapi lebih tampak seperti dibuat karena ide yang mengganjal di pikiran saja. Tidak dikembangkan, pokoknya selesai. Bahkan Filosofi Kopi yang banyak minusnya itu, dalam beberapa hal lebih baik daripada buku ini.
Ambil misalnya kisah utama di buku ini yang sekaligus dijadikan judul buku. Kis...more
Madre, salah satu karya Dee yang saya tunggu. Setelah saya melewatkan seri Supernova, dan membaca Rectoverso, sebagai langkah awal perkenalan dengan karya-karya Dee.
Madre : Tansen Wuisan, lelaki bebas, hidup di Bali, ibunya telah meninggal saat melahirkannya, ayahnya memberinya kebebasan hidup atau dengan kata lain mengacuhkannya. Tansen pergi ke Jakarta. Ke sebuah acara pemakaman, yang dia sendiri tak tahu siapa yang dimakamkan. Dia datang jauh-jauh karena orang yang baru saja dimakamkan itu me...more
Madre : Tansen Wuisan, lelaki bebas, hidup di Bali, ibunya telah meninggal saat melahirkannya, ayahnya memberinya kebebasan hidup atau dengan kata lain mengacuhkannya. Tansen pergi ke Jakarta. Ke sebuah acara pemakaman, yang dia sendiri tak tahu siapa yang dimakamkan. Dia datang jauh-jauh karena orang yang baru saja dimakamkan itu me...more
Tulisan tangan Dee, selalu mengingatkan saya pada gaya penulisan salah seorang sahabat saya Dian (Bunda Kaylia). Lugas namun dibalut rangkaian kata yang sangat indah dan tidak "pasaran".
Ini salah satu contohnya :
Aku hanya mengangguk. Hujan menggulung semua suara. Percuma bicara.
"Hujan menggulung semua suara" adalah pemilihan kata yang manis dan tidak biasa. Jarang sekali aku menemukan kalimat ini dalam tangan penulis lain.
Salah satu kelebihan Dee yang lain adalah ketika Dee memilih nama-nama to...more
Ini salah satu contohnya :
Aku hanya mengangguk. Hujan menggulung semua suara. Percuma bicara.
"Hujan menggulung semua suara" adalah pemilihan kata yang manis dan tidak biasa. Jarang sekali aku menemukan kalimat ini dalam tangan penulis lain.
Salah satu kelebihan Dee yang lain adalah ketika Dee memilih nama-nama to...more
MADRE
Madre, buku yang berisi puisi dan prosa karya Dewi Lestari, telah habis saya baca dalam hitungan jam. Ada beberapa kisah (prosa) dan kontemplasi puisi dalm buku yang nggak terlalu tebal tersebut.
Secara umum, saya suka karena memang saya penyuka Dee’s work. Tapi secara kritis saya menyukai tidak semua karya yang ada disitu. Prosanya saya suka semua karena lebih mengena dalam artian lebih mudah bagi saya mencerna apa maksud Mbak Dee – walau tetap saja namanya Dee menyukai presentasi symbol da...more
Madre, buku yang berisi puisi dan prosa karya Dewi Lestari, telah habis saya baca dalam hitungan jam. Ada beberapa kisah (prosa) dan kontemplasi puisi dalm buku yang nggak terlalu tebal tersebut.
Secara umum, saya suka karena memang saya penyuka Dee’s work. Tapi secara kritis saya menyukai tidak semua karya yang ada disitu. Prosanya saya suka semua karena lebih mengena dalam artian lebih mudah bagi saya mencerna apa maksud Mbak Dee – walau tetap saja namanya Dee menyukai presentasi symbol da...more
Selama membaca Madre, saya teringat toko roti di bilangan Jakarta Pusat yang sepertinya ada brand Tionghoanya juga. Saya suka sekali makan roti dari toko roti itu. Ya, selama membaca Madre, saya secara personal membayangkan memakan roti-roti enak itu. Kisahnya sederhana, menggelitik, jenaka, dan aneh. Unik.
'Kenapa saya tidak bisa menulis seperti itu? Bukankah saya juga punya pengalaman mengunjungi toko roti yang mirip-mirip di Jakarta Kota, pula?' Hal itu yang terpikirkan seselesainya membaca Ma...more
'Kenapa saya tidak bisa menulis seperti itu? Bukankah saya juga punya pengalaman mengunjungi toko roti yang mirip-mirip di Jakarta Kota, pula?' Hal itu yang terpikirkan seselesainya membaca Ma...more
Dee memang punya kekuatan kata-kata yang bisa menawan mata untuk terus membaca dari mulai kata pertama. Ditambah lagi, kekuatan Dee adalah tema yang diangkat adalah tema-tema ringan dan keseharian. Secara khusus dalam buku ini, diangkat tema keluarga, cinta, Tuhan, persahabatan, dsb.
Ada 13 karya, termasuk prosa, puisi dan cerpen. Semuanya keren, indah, bikin kecanduan. (Aku habis baca semua cukup sehari ini) Bahkan bisa kubilang, aku lebih suka ini dibandingkan Filosofi Kopi. Entah kenapa.
Favori...more
Ada 13 karya, termasuk prosa, puisi dan cerpen. Semuanya keren, indah, bikin kecanduan. (Aku habis baca semua cukup sehari ini) Bahkan bisa kubilang, aku lebih suka ini dibandingkan Filosofi Kopi. Entah kenapa.
Favori...more
Setelah sekian lama menunggu saat membacanya (yang tertunda cukup lama), saya sudah cukup banyak membaca kesan dan spoiler dari pembaca lain. Dengan bekal tersebut saya sudah berpikir akan tak ada surprise lagi. Namun ternyata saya tetap merasa terkejut untuk kesekian kalinya dengan tulisan Dee.
Setelah menyukai Rectoverso, Filosofi Kopi, dan Perahu Kertas (Supernova saya rasa terlalu berat untuk saya), ternyata Madre tak mengecewakan.
Favorit saya Madre, cerpen ini unik dan dituturkan dengan gaya...more
Setelah menyukai Rectoverso, Filosofi Kopi, dan Perahu Kertas (Supernova saya rasa terlalu berat untuk saya), ternyata Madre tak mengecewakan.
Favorit saya Madre, cerpen ini unik dan dituturkan dengan gaya...more
Madre adalah sebuah kebetulan yang terencana di waktu senggang, sebelum teringat akan buku tipis ini tanganku sudah lebih dahulu menggenggam The Naked Traveller part 3, sambil membayangkan perjalanan-perjalanan seru yang akan kubaca.. Namun seolah ada yang memukul batok kepalaku, kata #madre tiba-tiba muncul dan seolah menagih janji yang ku ucapkan di jejaring twitter, dan mataku berputar mencari buku ini. aku keluar dengan madre ditangan tanpa the naked traveller 3, (she can wait i knew it).. S...more
Madre terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek yang ditulis oleh Dewi Lestari atau Dee dalam kurun waktu sekitar lima tahun. Cara bertutur dalam cerita non-prosa-nya cukup renyah, mengingatkan pembaca pada Perahu Kertas, novel roman Dee yang terbit sebelum buku kumpulan cerita ini.
Bagiku pribadi, prosa-prosa pendek Dee terasa membingungkan dan menghilangkan minat untuk digali lebih dalam.
Sedangkan cerita-cerita yang formatnya lebih panjang, memiliki karakter tokoh-tokoh pria yang sedikit ban...more
Bagiku pribadi, prosa-prosa pendek Dee terasa membingungkan dan menghilangkan minat untuk digali lebih dalam.
Sedangkan cerita-cerita yang formatnya lebih panjang, memiliki karakter tokoh-tokoh pria yang sedikit ban...more
Tiga setengah bintang untuk isi buku ini, tapi saya genapkan menjadi empat bintang karena cover bukunya yang menarik.
Saya sangat mengagumi hampir semua karya-karya Dee, tadinya saya kira kumpulan cerita atau prosa ini akan sama isinya dengan Rectoverso, kumcer Dee sebelumnya yang belum lama saya baca yang terus terang agak mengecewakan saya, jadinya saya tidak mematok ekspektasi yang terlalu tinggi untuk buku ini.
Tetapi, ketika saya baca, saya suka! Cerita favorit saya tentu saja "Madre", dan c...more
Saya sangat mengagumi hampir semua karya-karya Dee, tadinya saya kira kumpulan cerita atau prosa ini akan sama isinya dengan Rectoverso, kumcer Dee sebelumnya yang belum lama saya baca yang terus terang agak mengecewakan saya, jadinya saya tidak mematok ekspektasi yang terlalu tinggi untuk buku ini.
Tetapi, ketika saya baca, saya suka! Cerita favorit saya tentu saja "Madre", dan c...more
‘Madre’ dari Madre Dee
Tidak perlu karya yang rumit dan canggih untuk bisa mengangkat kita ke ‘level yang lebih tinggi’. Itulah yang saya rasakan ketika membaca Madre (2011), sebuah antologi terbaru dari Dewi “Dee” Lestari. Sekumpulan cerita dan prosa dalam Madre, dengan caranya yang misterius seperti wasiat Tan untuk Tansen, mengangkat saya ke level yang lebih tinggi; terutama ihwal kesadaran dan cara pandang mengenai hidup, cinta, dan Tuhan. Madre membuat saya belajar untuk lebih dewasa, justru...more
Tidak perlu karya yang rumit dan canggih untuk bisa mengangkat kita ke ‘level yang lebih tinggi’. Itulah yang saya rasakan ketika membaca Madre (2011), sebuah antologi terbaru dari Dewi “Dee” Lestari. Sekumpulan cerita dan prosa dalam Madre, dengan caranya yang misterius seperti wasiat Tan untuk Tansen, mengangkat saya ke level yang lebih tinggi; terutama ihwal kesadaran dan cara pandang mengenai hidup, cinta, dan Tuhan. Madre membuat saya belajar untuk lebih dewasa, justru...more
Sebenarnya nggak bermaksud melahap habis buku ini hari ini. Tapi pagi-pagi baca satu puisi, satu cerpen, keterusan sampai habis dalam beberapa jam saja.
Buku ini punya feel yang beda dari Rectoverso. Rectoverso terasa lebih personal, walau di sini pun banyak cerita yang punya feel kayak jurnal pribadi. Mungkin karena dalam Madre, saya merasa lebih banyak perenungan dan eksplorasi diri, dibanding curahan hati :) which I appreciate as wisdom. Not that I don't like that feeling of reading one's jour...more
Buku ini punya feel yang beda dari Rectoverso. Rectoverso terasa lebih personal, walau di sini pun banyak cerita yang punya feel kayak jurnal pribadi. Mungkin karena dalam Madre, saya merasa lebih banyak perenungan dan eksplorasi diri, dibanding curahan hati :) which I appreciate as wisdom. Not that I don't like that feeling of reading one's jour...more
Sudah dua tahun berselang sejak terakhir kali aku membeli karya Dee yang juga merupakan kumpulan cerita berbalut lagu soundtrack untuk tiap judulnya, Recto Verso. Keakrabanku dengan karya-karyanya memang belum seberapa jika dibanding dengan kedekatanku dan karya-karya penulis lain, namun sensasi tiap kali membaca tulisan dan rangkaian kata-kata yang mengalir di dalamnya selalu sama, dan akrab. Sensasi yang hanya mampu dihadirkan oleh pesona seorang Dee. Sensasi yang juga hadir di tengah penelusu...more
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Dewi Lestari, was born on January 20, 1976. She was firstly known as one third of a female vocal trio “Rida, Sita, Dewi”. She began her music career in 1995 and had produced four albums with the trio. Her passion in words and music has led her to become a songwriter, and she has been writing songs for many renowned Indonesian artists. Using a pen name “Dee”, Dewi began her writing debut in 2001 wi...more
More about Dee...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”
—
50 people liked it
“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?" cetus Mei kalem”
—
35 people liked it
More quotes…

Loading...





























Jan 05, 2012 04:20pm
*summon ijul*
Jan 06, 2012 04:40am