Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Madre: Kumpulan Cerita” as Want to Read:
Madre: Kumpulan Cerita
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Madre: Kumpulan Cerita

by
3.67 of 5 stars 3.67  ·  rating details  ·  4,965 ratings  ·  555 reviews
“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhk
...more
Paperback, 162 pages
Published June 2011 by Bentang Pustaka
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Madre, please sign up.

Be the first to ask a question about Madre

5 cm by Donny DhirgantoroPerahu Kertas by DeeLaskar Pelangi by Andrea HirataNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiDan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty
Unforgettable Indonesian Fiction
9th out of 106 books — 322 voters
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
86th out of 479 books — 1,663 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Fahd
‘Madre’ dari Madre Dee


Tidak perlu karya yang rumit dan canggih untuk bisa mengangkat kita ke ‘level yang lebih tinggi’. Itulah yang saya rasakan ketika membaca Madre (2011), sebuah antologi terbaru dari Dewi “Dee” Lestari. Sekumpulan cerita dan prosa dalam Madre, dengan caranya yang misterius seperti wasiat Tan untuk Tansen, mengangkat saya ke level yang lebih tinggi; terutama ihwal kesadaran dan cara pandang mengenai hidup, cinta, dan Tuhan. Madre membuat saya belajar untuk lebih dewasa, justru
...more
ijul (yuliyono)
Madre itu Apa?

Menyenangkan. Menginspirasi. Memotivasi.

Apa jadinya jika seorang cowok serampangan dengan kaos compang-camping dan jins belel sobek di sana-sini mendadak mendapat warisan dari orang yang sama sekali tak dikenalnya? Kaget? Tak percaya? Shock? Itulah yang dialami Tangsen. Apalagi ketika ia tahu apa rupa harta warisan yang ditinggalkan almarhum misterius itu.

Aku tak pernah biasa (lagi) membaca kumpulan cerpen (dan prosa) saat sekarang. Entahlah, mungkin karena sudah terlampau sering m
...more
Bernard Batubara
Ada beberapa judul tulisan yang terangkum dalam “Madre”. Tapi saya tak hendak bercerita tentang semuanya. Saya ingin bercerita tentang bagian yang paling saya sukai saja.

“Madre”, yang menjadi judul buku ini sendiri adalah judul salah satu cerita yang berada di dalamnya. Mengambil porsi paling banyak dibanding judul-judul lain, sebanyak kurang lebih 70 halaman, di mana posisi ke-dua ditempati oleh sebuah cerita berjudul “Menunggu Layang-layang” dengan panjang sekitar 30 halaman dan “Have You Ever
...more
Sweetdhee
Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel pertama Dee yang saya baca.. Saya terpesona, tak sabar menunggu lanjutannya..

Tapi apa daya, mungkin benar yang dikatakan orang, jangan taruh ekspektasi yang berlebihan saat membaca sebuah sekuel.. Saya merasa mual dan melempar buku nya saat belum separuhnya saya selesaikan..

Saya memutuskan untuk cuti..
Dari semua buku karya Dee..
Tak pernah lagi saya sentuh..

Sampai sebuah tawaran buku gratis dari ijul yg katanya merasa lapar selama membaca novel ini..
...more
Yekti Pratiwi
Madre.. Tidak pernah terbayangkan cerita tentang roti pun bisa sangat menarik. I just can't put it down.. Tidak ada inspirasi, itu yang selalu menjadi alasan ketika saya ingin menulis. Tapi buku ini... Ah, sungguh menginspirasi dan buku ini adalah buku Dee pertama yang berhasil saya mengerti.
Madre, lebih dari sekadar bicara tentang roti. Ini adalah passion. Seperti passion Tan dan Lakhsmi kepada roti, passion Tansen kepada kebebasan, dan passion Dee kepada menulis.
Konyol mungkin mendewakan seb
...more
lita
Cinta dan sahabat/ Sahabat dan cinta/ Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana/ Sisanya fana. (Hal. 80)
indri
#2011-33#

madre, dari bahasa spanyol berarti ibu. Entah apa yang membuat nenek Lakshmi yang India, pencipta madre ini menamakannya demikian. Mungkin karena madre adalah ibu dari semua adonan roti Tan de Bakker.
Tapi kenapa dari bahasa spanyol? Ada kenangan maniskah dengannya? Kenapa tidak dari bahasa India, dari tempat moyang Lakshmi berada?

madre, yang diwariskan ke tangan Tansen, dan menitipkan dirinya sendiri untuk dipertaruhkan, apakah ia hidup dengan Tansen, atau memiliki tuan yang baru.

(ata
...more
Ditta
Saya adalah penikmat cerita bukan Puisi, jadi alasan saya kenapa memberikan 4 bintang di sini adalah karena saya hanya bisa menikmati kumpulan2 cerita dari dee tapi tidak puisinya...Puisinya oke sih tapi yah balik lagi karena saya ngga suka puisi jadi yah gitu deh :P

Madre dan Menunggu Layang-Layang.
2 cerita yang sangat saya sukai dari buku ini.
Madre...
awal tau kalo dee akan mengeluarkan buku dan salah satunya ada cerita pendek berjudul Madre, saya yang pada saat itu sedang mengikuti les bahasa s
...more
Harun Harahap
Akhirnya membaca lagi karya Dewi Lestari. Namun, masih belum terpuaskan dengan apa yang tertulis. Masih saja merindukan karya seperti tiga buku pertamanya. Di buku ini tak hanya ada cerpen tapi juga puisi. Puisinya tak terlalu memukau. Sedangkan cerpennya begitu sederhana.

salah satunya, cerpen Madre. Kisahnya mengingatkanku bahwa masa lalu pastilah berlalu dan akan segera datang masa yang akan datang. Kuno itu terkadang baik, tapi akan jauh lebih baik ketika ia berpadu dengan modernitas. Diracik
...more
Anna Elissa
Tadinya saya membaca buku ini di toko buku (dan berhasil selesai!) dan tidak berniat beli. Entah kenapa, Madre tidak se-menggoda Filosofi Kopi. Apa karena warna sampulnya yang oranye yang tidak begitu saya suka, entahlah. Pertama kali yang saya baca dari buku ini adalah puisi-puisinya. Seperti biasa, puisi Dee itu simpel, bahasanya lugas, namun cerkas; tidak mendayu-dayu namun romantis juga. Sementara itu, kisah utama tentang Madre si adonan biang, bagi saya awalnya tidak terlalu menarik. Apalag ...more
Mark
Madre terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek yang ditulis oleh Dewi Lestari atau Dee dalam kurun waktu sekitar lima tahun. Cara bertutur dalam cerita non-prosa-nya cukup renyah, mengingatkan pembaca pada Perahu Kertas, novel roman Dee yang terbit sebelum buku kumpulan cerita ini.

Bagiku pribadi, prosa-prosa pendek Dee terasa membingungkan dan menghilangkan minat untuk digali lebih dalam.

Sedangkan cerita-cerita yang formatnya lebih panjang, memiliki karakter tokoh-tokoh pria yang sedikit ban
...more
Devi R. Ayu
Awalnya, males baca buku yang lagi hits. Namun setelah baca Time Line di Twitter yang terus menerus mengungkap Madre, saya jadi penasaran, apalagi saya ketahui editornya adalah Sitok Srengege. Maka dataglah saya ke pesta buku Jakarta dan membeli buku tersebut.

Hasilnya? Seperti membaca jalan cerita saya sendri. Tentang Kebiasaan menulis Blog, tentang kebebasan dan petualangan, tentang Jakarta dan begitu saya tidak sukanya tinggal disini namun ternyata hal itu adalah pilihan saya sendiri.

Saya sad
...more
Rahmadiyanti
Siapa sangka "biang roti" dapat menjadi tema cerpen yang begitu legit? Dee (berasa nyebut nama sendiri, haha!) begitu lihai meramu cerita. Biang roti dipadukan dengan cowok cuek berambut gimbal + kakek nenek jompo--bukan gadis manis berkepang dua (??).

Ketika Tansen mencicip roti dan sup bikinan Pak Hadi, saya seperti ikut menikmati. Ketika Tansen training bersama "Madre", saya seperti ikut mengaduk, membanting adonan, dan kemudian deg-degan menunggu roti keluar dari oven. Ya ampun, terakhir kali
...more
Fiza モービー
Terlalu menyukai cerita Madre itu sendiri sehingga saya berharap cerita itu takkan pernah habis sehingga ke 70 halaman sahaja. Lucu sekali bagaimana kisah tentang adunan roti buat saya resah-resah bila Tansen mahu menjualnya. Pada saya kisah Madre sungguh kuat dibuku ini sehingga ketika membaca prosa/puisi dan kisah-kisah yang lain saya masih mengingati Madre.

Bagaimana Madre membuat saya runsing begitu juga ia membuat saya memikir-mikir tentang hidup saya sendiri. Mungkin saya akan membaca Madre
...more
OceMei Belikova♥
Membaca Madre ketika terjebak macet di hari Sabtu lalu. Segitu macetnya sampai-sampai aku tak sabar menanti mobilku meluncur ke rumah dan akhirnya memutuskan untuk membuka bungkusan Madre saat itu juga ketika ratusan mobil didepan ku tak kunjung bergerak dari tempatnya.

Madre adalah kumpulan 13karya fiksi dan prosa pendek. Ketika membaca bab1 #Madre, rasanya aku seakan hanyut dalam cerita tsb. Seolah-olah aku ikut berpartisipasi dalam kegiatan para lansia dalam membuat dan menghidupkan Madre kem
...more
Peni Astiti
Sebenernya, awalnya rada gimana gitu, ya, waktu tahu, ini Kumcer alias Kumpulan Cerpen. Tapi sempet wonder juga, waktu penulisnya bilang, kalo Madre bakalan dibikin film. Wah. Pasti keren! Jadilah pas saya main-main ke Rumah Buku Bandung, begitu mata saya tertumbuk (hancur, atuh?) pada buku ini, saya ikut memasukkannya ke dalam keranjang belanja saya.

Dewi Lestari termasuk penulis favorit saya, terlepas dari dia adalah kakak kelas saya waktu SMA. Emang apa pengaruhnya? Dia nggak kenal saya, dia n
...more
Alvina
Madre berisi tentang 13 cerita yang disuguhkan dalam bentuk istimewa. Kadang berupa cerita pendek, kadang puisi, kadang curahan hati penulis. Cerita yang dibawakan juga tak melulu kisah cinta seorang pria dan wanita, tapi juga mengisahkan “cinta” antara seorang ibu dengan calon anaknya, cerita tentang kepahlawanan di atas Jembatan, juga cerita tentang biang roti, Madre.

Madre , biang roti, berkisah tentang seorang pemuda bernama Tansen yang di darahnya mengalir darah Tionghoa, India dan Manado me
...more
Imas
Madre buku kedua karya Dee yang kubaca sejauh ini. Sebelumnya aku sudah baca Perahu Kertas. Dari 13 karya fiksi dan prosa pendek dalam buku ini, yang aku suka ada 2, Madre dan Menunggu Layang-layang.

Madre memang primadonanya. Kisah biang roti yang mempengaruhi hidup orang-orang disekitarnya.Orang-orang yang menggantungkan nafkahnya dari pembuatan roti dengan andil besar sang madre. Bahkan mempengaruhi hidup seorang Tansen yang tidak tahu menahu soal madre, kue dan Tan de bakker,toko kue milik k
...more
 Δx Δp ≥ ½ ħ
Note: ini adalah buku pinjaman yang kemudian dihibahkan sama pemiliknya, hehehe

Dibandingkan dengan karya Dee lainnya, Madre bukan dibuat sebagai buku yang menyuarakan idealisme sebagaimana buku Dee yang lain, tetapi lebih tampak seperti dibuat karena ide yang mengganjal di pikiran saja. Tidak dikembangkan, pokoknya selesai. Bahkan Filosofi Kopi yang banyak minusnya itu, dalam beberapa hal lebih baik daripada buku ini.

Ambil misalnya kisah utama di buku ini yang sekaligus dijadikan judul buku. Kis
...more
Amelia
Ini buku pertama Dee yang saya baca, dan sukses melahapnya dalam 2,5 jam dengan diselingi obrolan bersama teman.

Buku yang menarik, terdiri dari 13 kumpulan cerpen dan prosa. Madre, saya ngga nyangka dengan sebuah adonan biang untuk roti cerita bisa begitu berkembang dan apik. Simpel, sebuah kebetulan yang diperoleh oleh Tansen melalui warisan yang notabene adalah kakeknya. Iya, warisannya hanya sekedar adonan biang tapi bisa membuatnya menjadi sukses. Madre yang dimanusiakan disini membawa perun
...more
Ivan
Madre
Merupakan buku kedua karya Dee yang aku beli setelah perahu kertas. Buku ini merupakan antologi di mana cerita Madre hampir menyita separo dari bagian buku.
Madre mengisahkan seorang pemuda bernama Tansen yang mendapatkan warisan dari Tan berupa biang adonan dari Roti bernama Madre. Tansen sebelumnya tidak pernah mendengar nama Tan. Tansen baru mengetahui bahwa Tan adalah kakek yang sebenarnya setelah Tansen ngobrol dengan Hadi. Hadi adalah mantan pegawai toko roti Tan de Bakker, yang telah
...more
Hesa Kaswanda
Saya mungkin tidak akan banyak membahas dari segi sastrawi. Tapi konten ceritanya saja. Madre merupakan salah satu judul cerpen yang dijadikan judul kumpulan cerpen,prosa, dan puisi. Puisi dan prosa memang cenderung tidak bisa saya nikmati jika hanya dibaca. Harus ada yang membacakannya untuk saya dengan segenap pembawaan dan penghayatan.Dua cerpennya yakni Madre dan Menunggu Layang-Layang, saya mendapatkan beberapa kesan dari kedua cerpen tersebut.

Dari cerpen madre, saya menikmati bagaimana Dee
...more
Fizah
Menurut fizah si, bagian yang paling bagus cuman madre.. :D


“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”

“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?" cetus Mei kalem”

“Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka menjadi intan
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu
Hanya waktu yang mampu”

“Itulah cinta.Itulah Tuhan.Pengalaman bukan penjelasan.Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yg sungguh tidak berjodoh dg
...more
bakanekonomama
Buku kedua Dee yang saya baca. Tampaknya saya lebih suka Filosofi Kopi daripada Madre. Cerita favorit saya ada di kisah terakhir, "Menunggu Layang-layang". Tentang dua orang sahabat, Christian "Che" dan Starla yang seperti magnet berbeda kutub. Sayangnya, meskipun mereka berasal dari kutub yang berbeda, mereka tidak saling tarik menarik. Hhmm.. Maksud saya tidak tarik menarik secara ikatan hati, alias ya.. u know lah.. ^^

Starla adalah seorang perempuan atraktif yang aktif, simpel, dan dinamis. I
...more
Winna
Sebenarnya nggak bermaksud melahap habis buku ini hari ini. Tapi pagi-pagi baca satu puisi, satu cerpen, keterusan sampai habis dalam beberapa jam saja.

Buku ini punya feel yang beda dari Rectoverso. Rectoverso terasa lebih personal, walau di sini pun banyak cerita yang punya feel kayak jurnal pribadi. Mungkin karena dalam Madre, saya merasa lebih banyak perenungan dan eksplorasi diri, dibanding curahan hati :) which I appreciate as wisdom. Not that I don't like that feeling of reading one's jour
...more
Annisa Anggiana
Sudah cukup lama saya menunggu karya baru Dee. Senang rasanya buku barunya yang berjudul Madre ini sudah ditangan dan saya lalap habis kurang dari satu jam. Hehe. Buku ini ternyata adalah kumpulan 13 campuran cerpen dan puisinya Dee antara tahun 2006 – 2011.

Secara overall saya merasa jauh lebih dahsyat Rectoverso daripada Madre. Di Rectoverso hampir di setiap kisah saya merasa terseret masuk ke dalam dunia ciptaan Dee. Namun Madre ini cukup mengobati rasa kangen saya terhadap karya-karyanya.

Dian
...more
Kerlip Bintang
Tulisan tangan Dee, selalu mengingatkan saya pada gaya penulisan salah seorang sahabat saya Dian (Bunda Kaylia). Lugas namun dibalut rangkaian kata yang sangat indah dan tidak "pasaran".
Ini salah satu contohnya :
Aku hanya mengangguk. Hujan menggulung semua suara. Percuma bicara.

"Hujan menggulung semua suara" adalah pemilihan kata yang manis dan tidak biasa. Jarang sekali aku menemukan kalimat ini dalam tangan penulis lain.

Salah satu kelebihan Dee yang lain adalah ketika Dee memilih nama-nama to
...more
Adrian Adi
Saya membeli buku ini karena penulisnya Dee. Hanya itu. saya belum pernah membaca reviewnya, tidak mengintip buku yang sudah dibuka plastik pembungkusnya, tanpa bertanya kepada orang yang pernah membacanya. Hanya karena Dee.
Dengan berat hati saya harus mengatakan, dari tujuh buku tulisan Dee di rak buku saya, yang ini mengecewakan. Saya bertanya, kenapa 'Madre' (yang memakan 72 halaman dari 160 halaman buku ini) tidak dikembangkan saja menjadi novel, dan tidak perlu cerita-cerita figuran yang la
...more
Maryati Soewito
Ini buku kumpulan cerpen kedua Dee yang kubaca, setelah recto verso. Terdiri atas 13 cerita pendek, yang sebagian diantaranya menurutku lebih seperti puisi panjang (Perempuan dan rahasia, Ingatan tentang kalian, Wajah telaga, Tanyaku pada bambu, 33, Percakapan di sebuah jembatan dan Barangkali cinta). Cerpen pembukanya, Madre, cukup bisa kunikmati, begitu juga dengan cerpen lain di dalamnya. Beberapa idenya menarik, tapi ceritanya sedikit kurang menggigit menurutku. Dan beberapa cerita yang ditu ...more
naishakid
Entah mengapa, saya selalu mudah larut dalam cerita-cerita yang ditulis oleh Dee. Termasuk ke dalam Madre.

Adonannya sempurna. Imajinasi saya, jujur, dengan mudah memvisualisasikan apa yang ditulis oleh Dee.

Ruang ruko tua, dapur yang rapi, nyaman dan hangat, deretan oven, madre itu sendiri, bahkan aroma roti hangat yang meruap *glek*

Sayangnya, gong Madre seperti terlanjur dibunyikan di depan. Ledakan itu ada di pintu gerbang. Cerita, sajak dan prosa -atau apapun itu namanya- sesudahnya, kurang ma
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Blue Romance
  • Antologi Rasa
  • Padang Bulan
  • Life Traveler
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Kukila
  • Pulang
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • 2
  • A Cat in My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa
  • Test Pack
  • Negeri van Oranje
  • Pesan dari Bintang (Hanafiah, #3)
  • Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)
  • Lalita
  • Karena Kita Tidak Kenal
  • Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!
164478
Dewi Lestari, was born on January 20, 1976. She was firstly known as one third of a female vocal trio “Rida, Sita, Dewi”. She began her music career in 1995 and had produced four albums with the trio. Her passion in words and music has led her to become a songwriter, and she has been writing songs for many renowned Indonesian artists. Using a pen name “Dee”, Dewi began her writing debut in 2001 wi ...more
More about Dee...
Perahu Kertas Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade Supernova: Akar (Supernova, #2) Supernova: Petir (Supernova, #3)

Share This Book

“Kamu ingin cinta. Tapi takut jatuh cinta. But you know what? Kadang -kadang kamu harus terjun dan jadi basah untuk tahu air. Bukan cuma nonton di pinggir dan berharap kecipratan.” 69 likes
“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru” 61 likes
More quotes…