Yang Galau Yang Meracau: Curhat (Tuan) Setan
by
Fahd Djibran (Goodreads Author)
A Buzz for God
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… maka hidupku akan sempurna!
BUZZ!!!
BUZZ!!!
::::
“Fahd mampu menceritakan semuanya dalam bahasa r...more
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… maka hidupku akan sempurna!
BUZZ!!!
BUZZ!!!
::::
“Fahd mampu menceritakan semuanya dalam bahasa r...more
Paperback, 230 pages
Published
July 3rd 2011
by Kurniaesa Publishing
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
412)
Buku yang keren banget! Bikin kita belajar tentang Tuhan, setan, cinta, kehidupan. Banyak hal-hal yang selama ini kita anggap ribet diceritakan dengan cara sederhana atau justru dibuat-lebih-ribet dalam buku ini, membuat kita geli sendiri. Bikin kita berkaca diri. Recommended deh pokoknya! Di samping ini memang buku yang ditulis suamiku. Hehehe.
Saya tertarik dengan buku ini awalnya adalah karena judulnya “Yang Galau, Yang Meracau!”. Judul ini memuat dua kata yang sangat akrab dalam kehidupan saya, galau dan racau. Hehe. Lalu ditambah tertarik karena di bagian awal bab ada terjemahan dua kata tersebut dari KBBI. Aneh memang cara buku ini menarik saya, atau cara saya tertarik pada buku ini? Entahlah. Buku ini adalah salah satu dari sedikit buku yang saya beli sebelum dibaca tanpa label “best seller”, atau endorsement dari orang-orang ter...more
“Dan tahukah kalian dimanakah Al Quran kalian berada, sementara kalian sibuk marah pada mereka yang membakar Al-Quran mu??
Sudahkah kalian menemukannya??
atau jangan-jangan justru kalian sendiri yang lupa menyimpannya bahkan membacanya??”
Setan diposisikan sebagai penentang Tuhan sejak dulu kala, diwariskan lintas generasi , lambang kejahatan. antitesis dari sifat sifat kebajikan.
Sudah sejak lama pula kita memposisikan setan sebagai musuh,dan mereka yang mendekat kepada mereka sebagai musuh kita...more
Sudahkah kalian menemukannya??
atau jangan-jangan justru kalian sendiri yang lupa menyimpannya bahkan membacanya??”
Setan diposisikan sebagai penentang Tuhan sejak dulu kala, diwariskan lintas generasi , lambang kejahatan. antitesis dari sifat sifat kebajikan.
Sudah sejak lama pula kita memposisikan setan sebagai musuh,dan mereka yang mendekat kepada mereka sebagai musuh kita...more
Sudah berminggu yang lalu kudapatkan buku ini. Hadiah dari Kurnia Esa Publishing, terima kasih ya! Tak langsung kubaca memang. Karena menunggu galau. Kenapa? Karena aku merasa bahwa lebih pas dan nikmat jika membaca buku ini saat galau. Supaya lebih mudah terserap ke otak. Jangan protes, ini kan menurutku. Terserah anda mau bacanya kapan. Akhirnya menjelang pergantian usiaku ke angka 26. Saat galaunya pun tiba. Jangan tanya kenapa galau, yang aku mau bahas adalah buku Yang Galau Yang Meracau kar...more
Minggu, 3 Juli 2011 pukul 18.07 di panggung utama Pesta Buku Jakarta, Istora Senayan, usai bincang bersama Fahd Djibran (dan Tuan Setan), akhirnya aku mendapatkan buku “Yang Galau Yang Meracau” lengkap dengan tanda tangan penulisnya. Terakhir kali kami bertatap muka secara langsung mungkin sekitar dua tahun yang lalu, saat aku mengenyam pendidikan tinggi di Kota Pelajar, dan berkesempatan bergabung dalam forum “Ruang Tengah” yang diprakarsai kang Fahd. Pada saat itu, aku mengenal kang Fahd melal...more
Percayalah, kadang-kadang menjadi galau itu perlu! Seperti menemukan bak mandi yang kotor dan dipenuhi lumut, kemudian kita merasa tidak nyaman dan ingin membersihkannya—menjernihkannya. Bedanya, saat galau, yang keruh dan perlu dibersihkan adalah kolam hati dan kolam pikiran kita. Itulah yang membuat kita tidak nyaman, gelisah, khawatir, bahkan putus asa. Dalam situasi-situasi seperti itu, mungkin kita perlu saat-saat sendiri: Melihat ke dalam diri, berbicara dengan diri sendiri…
Buku ini dipers...more
Buku ini dipers...more
Wow! Seperti buku-buku Fahd sebelumnya, buku ini juga mampu MENAMPAR!!
Yang Galau Yang Meracau dibagi dalam 3 Bab: SETAN-CINTA-TUHAN.
Bab SETAN:
Setan. Dalam pikiran kita, dia adalah makhluk menyebalkan yang penuh kutukan, seolah-olah semua dosa adalah akibat godaannya. Berwajah menyeramkan, dengan taring yang meneteskan darah, rambut semrawut, kuku panjang 20 senti, pokoknya males banget dah kalo disuruh ketemu. Eh, itu setan atau hantu ya? Ah sama sajalah, toh intinya, 'makhluk yang tak menyenang...more
Yang Galau Yang Meracau dibagi dalam 3 Bab: SETAN-CINTA-TUHAN.
Bab SETAN:
Setan. Dalam pikiran kita, dia adalah makhluk menyebalkan yang penuh kutukan, seolah-olah semua dosa adalah akibat godaannya. Berwajah menyeramkan, dengan taring yang meneteskan darah, rambut semrawut, kuku panjang 20 senti, pokoknya males banget dah kalo disuruh ketemu. Eh, itu setan atau hantu ya? Ah sama sajalah, toh intinya, 'makhluk yang tak menyenang...more
saya lupa ini buku Fahd keberapa yang saya baca
Buku Yang Galau Yang Meracau: tidak jauh berbeda dengan buku Curhat Setan,
walaupun dalam segi tema terbagi menjadi tiga besar (Cinta, Tuhan, "satu lagi lupa, nanti dibnrin pas dirumah :)"), Tema yang kelasi dalam setiap perjalan kehidupan manusia, karena banyak pertanyan besar yang ada si setiap tema dan selalu membuat gunda, seperti pertanyan kelasik "apa Tuhan itu ada, kenapa kejahatan masih tetap ada, jika Tuhan itu ada"..setidaknya di buku Yang...more
Buku Yang Galau Yang Meracau: tidak jauh berbeda dengan buku Curhat Setan,
walaupun dalam segi tema terbagi menjadi tiga besar (Cinta, Tuhan, "satu lagi lupa, nanti dibnrin pas dirumah :)"), Tema yang kelasi dalam setiap perjalan kehidupan manusia, karena banyak pertanyan besar yang ada si setiap tema dan selalu membuat gunda, seperti pertanyan kelasik "apa Tuhan itu ada, kenapa kejahatan masih tetap ada, jika Tuhan itu ada"..setidaknya di buku Yang...more
Mengajak Galau Dengan Racauan
Judul : Yang Galau, Yang Meracau
Pengarang : Fahd Djibran
Penerbit : Kurniaesa Publishing
Cetakan : I, Juni 2011
Tebal : 226 halaman
Seorang penulis, Fahd Jibran melalui bukunya ini : ‘Yang Galau Yang Meracau’ (YGYM) mengajak pembaca untuk ikut-ikutan galau, bingung, resah bersamanya. Dengan tulisan-tulisan yang ia sebut sebagai racauan (ocehan), Fahd menyentil pembaca, menyindir agar tersadarkan dari kelupaan, kealpaan, lalu galau. Racauan itu bertemakan Tuhan, Hidup,...more
Judul : Yang Galau, Yang Meracau
Pengarang : Fahd Djibran
Penerbit : Kurniaesa Publishing
Cetakan : I, Juni 2011
Tebal : 226 halaman
Seorang penulis, Fahd Jibran melalui bukunya ini : ‘Yang Galau Yang Meracau’ (YGYM) mengajak pembaca untuk ikut-ikutan galau, bingung, resah bersamanya. Dengan tulisan-tulisan yang ia sebut sebagai racauan (ocehan), Fahd menyentil pembaca, menyindir agar tersadarkan dari kelupaan, kealpaan, lalu galau. Racauan itu bertemakan Tuhan, Hidup,...more
Kesanku setelah membaca buku ini:
Amazing...
Kita diajak untuk membuka pikiran dan berpikir tanpa batas mengenai pembahasan filosofis yang disajikan Fahd Djibran. Memang sebenarnya filsafat itu begitu. Tidak semestinya kita makin dibikin bingung. Tetapi justru bagaimana kita bisa berpikir luas tanpa batas untuk mencari kebenaran sesuai dengan kapasitas kebijaksanaan masing-masing.
Dalam buku ini Fahd Djibran memasukkan unsur filosofis spiritual dengan bahasa yang cukup pop alias ringan dan mudah di...more
Amazing...
Kita diajak untuk membuka pikiran dan berpikir tanpa batas mengenai pembahasan filosofis yang disajikan Fahd Djibran. Memang sebenarnya filsafat itu begitu. Tidak semestinya kita makin dibikin bingung. Tetapi justru bagaimana kita bisa berpikir luas tanpa batas untuk mencari kebenaran sesuai dengan kapasitas kebijaksanaan masing-masing.
Dalam buku ini Fahd Djibran memasukkan unsur filosofis spiritual dengan bahasa yang cukup pop alias ringan dan mudah di...more
Sudah lama punya buku ini namun baru sempat baca sampai full. Seperti buku Fahd sebelumnya, ia mengajak pembacanya untuk berpetualang melihat kedalam diri sendiri tentang kegalauan yang melanda diri kita.
Part yang paling saya suka ketika Fahd berani mengkritik secara halus para agnostik dan atheis, pengemasan gaya bicara ngobrol dan santai dapat dijadikan bahan referensi untuk bicara dari hati ke hati pada mereka yang agnostik. Kebetulan saya juga memiliki teman agnostik dan rasanya saya harus...more
Part yang paling saya suka ketika Fahd berani mengkritik secara halus para agnostik dan atheis, pengemasan gaya bicara ngobrol dan santai dapat dijadikan bahan referensi untuk bicara dari hati ke hati pada mereka yang agnostik. Kebetulan saya juga memiliki teman agnostik dan rasanya saya harus...more
Ia berkali-kali mengurut dada, menggelengkan kepala, mencoba untuk mengerti apa yang terjadi di sekelilingnya-ia tak mampu menyembunyikan rasa kesalnya. ... seorang ayah yang tega membanting anaknya sendiri yang masih bayi sampai mati, seorang ibu yang membaw serta dua anaknya bunuh diri dengan membakar diri hidup-hidup, ...
"Ini aneh!" katanya.
"Gue juga ga gitu-gitu amat, bro!"
... "Rasanya, aku tak pernah secara spesifik meminta mereka berbuat sekeji dan sejahat itu. Mereka terlalu kreatif mer...more
"Ini aneh!" katanya.
"Gue juga ga gitu-gitu amat, bro!"
... "Rasanya, aku tak pernah secara spesifik meminta mereka berbuat sekeji dan sejahat itu. Mereka terlalu kreatif mer...more
apakah kamu :
yang muda yang galau,
tentang nilai hidup??
tentang keimanan..
tentang cinta
tentang Tuhan..?
baca deh..!
buku keren tentang nilai filosofis kehidupan, meski dengan bahasa sederhana dan gaul
penulis tampak berfilosofis dengan bahasa dan istilah yang cukup berani dan unik..
untuk judulnya 'YGYM" tampaknya tapi lebih pas di sesi 'bab satu' tentang dialog rayya dan (tuan) setan
tapi di sesi bab dua tentang cinta, sepertinya kurang sesuai dengan judulnya..karna lebih banyak mengkonsepsikan cinta...more
yang muda yang galau,
tentang nilai hidup??
tentang keimanan..
tentang cinta
tentang Tuhan..?
baca deh..!
buku keren tentang nilai filosofis kehidupan, meski dengan bahasa sederhana dan gaul
penulis tampak berfilosofis dengan bahasa dan istilah yang cukup berani dan unik..
untuk judulnya 'YGYM" tampaknya tapi lebih pas di sesi 'bab satu' tentang dialog rayya dan (tuan) setan
tapi di sesi bab dua tentang cinta, sepertinya kurang sesuai dengan judulnya..karna lebih banyak mengkonsepsikan cinta...more
Kurang dari sehari menyelesaikan buku ini..
Mengalir membacanya,tidak berfikir tentang tokoh, alur, dan konflik yang terjadi.
Cukup baca dan liat pada diri sendiri...
Baca renungan - renungan tentang hidup, kehidupan, cinta dan tuhan yang membuat kita juga merasa malu sendiri.
Tuan Setan saja bisa galau karena melihat keburukan yang dilakukan manusia, keburukan itu malah sudah melebihi terget yang di amanatkan undang - undang dasar seten katanya dalam buku itu.
Benar - benar membuat kita belajar bany...more
Mengalir membacanya,tidak berfikir tentang tokoh, alur, dan konflik yang terjadi.
Cukup baca dan liat pada diri sendiri...
Baca renungan - renungan tentang hidup, kehidupan, cinta dan tuhan yang membuat kita juga merasa malu sendiri.
Tuan Setan saja bisa galau karena melihat keburukan yang dilakukan manusia, keburukan itu malah sudah melebihi terget yang di amanatkan undang - undang dasar seten katanya dalam buku itu.
Benar - benar membuat kita belajar bany...more
Uhmm, well. Mungkin ini bukan review ya tapi sekedar komentar (nanti kalau sudah ada kesempatan saya bikin reviewnya).
Buku ini bagus. Oke, kalimat ini klise sekali. Maksudnya ada hal-hal yang halus sekali menginfiltrasi perasaan pembacanya. Saat membaca, mungkin tak terlalu sadar bahwa ada nilai-nilai yang sangat kuat yang sedang dibawa. Tapi tanpa terasa setelah selesai membaca tiap bab, penulis berhasil membuat pembacanya mendapatkan sesuatu dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, tentang...more
Buku ini bagus. Oke, kalimat ini klise sekali. Maksudnya ada hal-hal yang halus sekali menginfiltrasi perasaan pembacanya. Saat membaca, mungkin tak terlalu sadar bahwa ada nilai-nilai yang sangat kuat yang sedang dibawa. Tapi tanpa terasa setelah selesai membaca tiap bab, penulis berhasil membuat pembacanya mendapatkan sesuatu dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, tentang...more
cerdas dan filosofis! suka gaya bahasanya bang fahd, ga terkesan menggurui dan mengalirrr sampai pada akhirnya hanya bisa mengangguk-angguk aja,hahahaa. suka bagian perempuan berdoa,, mengharap tapi pelann walo maksa pada Tuhan, ketulusannya dalemm.. ahh sang (Tuan) setan dah jadi inceran sebelum dya lahir,, akhirnya dah ditangan juga, kereennn!! wajib bacaa dahh,,,, salam TS :)
Pengakuan : Buku ini saya baca secara gratis secara fastreading di Togamas gejayan, padahal kmaren dijual diskon 30 % tapi karena sesuatu dan lain hal, maka memutuskan membaca di tempat, dan yah itu adalah semacam buku sufi yang dibalut dengan bahasa pop, isinya padahal ada tauhidnya juga, ya keren sekali itu Fahd Djibran memang
Ini buku pertama Fahd Djibran yang kubaca. Mengenal gaya menulisnya yang cukup kreatif. Oke, galau itu harusnya bisa menjadi sarana kita untuk merenung, kawan. Beliau sedang galau sepertinya. Saatnya untuk melihat ke dalam hati segala hal yang terkait penciptaan manusia hina. Haha...sekarang harusnya tak ada lagi galau yang tak berarti. Malah segala kejailan dan buruknya rupa akhlak dan kekurangan dalam diri kita menyempurnakan seorang manusia. Tapi bukan untuk melihat kebawah melainkan untuk be...more
Kreatif, memadukan prosa dengan musik eh, lirik lagu. Bahasanya renyah dan muncul dengan ide-ide segar.
Tertipu dengan judulnya, kupikir beneran bakal bergalau ria. Ternyata banyak perenungan mendalam, tentang Tuhan, tentang cinta, tentang kehidupan.
Keren, meski saya tak terlalu suka dengan gaya bahasanya. :D
Tertipu dengan judulnya, kupikir beneran bakal bergalau ria. Ternyata banyak perenungan mendalam, tentang Tuhan, tentang cinta, tentang kehidupan.
Keren, meski saya tak terlalu suka dengan gaya bahasanya. :D
mmm...penuh kejutan mungkin lebih tepatnya,beberapa chapter rasanya agak berat dan ga cukup dibaca sekali,karena pengen bener2 tau apa yang penulis pengen sampein di di chapter itu.
Bagus,romantis,...yah...ada kesimpulan lain yang lebih esensial,mungkin emang yang lebih serem itu setan yang ada di hati dan pikiran kita masing2 :),
Thanks udah nulis buku ini bang Fahd, Good job
Bagus,romantis,...yah...ada kesimpulan lain yang lebih esensial,mungkin emang yang lebih serem itu setan yang ada di hati dan pikiran kita masing2 :),
Thanks udah nulis buku ini bang Fahd, Good job
agak menggurui, lebih suka Curhat Setan.
Sukses bikin saya berhenti baca beberapa kali di setiap chapternya, untuk sejenak berpikir, mencari jawaban untuk pertanyaan yang tiba-tiba muncul sehabis membaca.
ini kreatif:
A Buzz for God
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… ma...more
Sukses bikin saya berhenti baca beberapa kali di setiap chapternya, untuk sejenak berpikir, mencari jawaban untuk pertanyaan yang tiba-tiba muncul sehabis membaca.
ini kreatif:
A Buzz for God
Dear God,
Kenapa sih Kamu invisible terus?
Sesekali aku pengin lihat donk—
nggak perlu ketemu
aku cuma pengin yakin
bahwa Kamu benar-benar ada
meski statusMu
busy atau not on My desk
Kalau Kamu mau membalas pesanku
mendengarkan curhatku
atau sekadar tersenyum
lewat emoticon
:-)
… ma...more
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Fahd Pahdepie, yang bernama pena Fahd Djibran, lahir di Cianjur, 22 Agustus 1986. Menaruh minat yang sangat besar pada filsafat, seni, spiritualitas, dan musik. Beberapa bukunya yang telah diterbitkan antara lain A Cat in My Eyes (2008), Curhat Setan (2009), serta dua buah novel Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan dan Menatap Punggung Muhammad (2010). Saat ini tengah bersiap meluncurkan karya terbarun...more
More about Fahd Djibran...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Hidupmu tidak akan ditentukan oleh keramaian, begitu kata Soren Kierkegard. Jangan membuat pilihan berdasarkan pilihan banyak orang, buatlah pilihan berdasarkan kata hatimu, berdasarkan akal pikiranmu.”
—
19 people liked it
More quotes…

view 1 comment


















