Hingga Detak Jantungku Berhenti
Thik thik thik… Ya Tuhan! Bunyi apa itu? Kenapa suaranya begitu dekat dan… seolah dari dalam tubuhku? Tadi siang, suaranya itu tidak kudengar. Saat di ICCU juga. Ruang yang sunyi di larut malam itu makin mengeraskan bunyi aneh tersebut. kudekatkan kepala ke dada. Ya Tuhan! Benar! Dari dalam sana! Otakku segera bekerja. Operasi katup jantung dan bunyi yang keras. Satu-satun...more
Paperback, 272 pages
Published
March 2011
by Zikrul Hakim
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
52)
Sudah lama sekali aku menginginkan buku tersebut, kurang lebih sudah setahun terakhir ini. Namun, bukunya sulit kutemukan (aku tinggal di daerah Malang). Sudah kujelajahi bebrapa toko buku di Malang, hingga saat Book Fair di Malang, namun keberadaan buku ini seolah menghilang dari peredaran. Sama sekali tak pernah kusangka akhirnya justru di saat kepulanganku ke kota Jogja inilah aku bertemu dengan pengasuh buah hati Nurul F Huda, hingga akhirnya buku ini sampai juga di tanganku. Mungkin karena...more
"Aku hanya mencoba mengambil pelajaran dari kisah yang kudengar tentang perempuan ayan yang datang menemui Rasulullah. Ia datang meminta doa agar sembuh. Rasulullah pun memberikan pilihan, bahwa Rasul bisa mendoakannya agar sembuh. Namun, jika ia bersabar atas sakitnya yang tentu saja menahun, bahkan selamanya, maka Allah menjanjikan surga. Perempuan itu memilih bersabar dan minta didoakan agar ketika ayannya kambuh, tidak tersingkap bajunya sehingga terlihat auratnya. Rasul pun mengabulkannya."...more
Baca buku ini makin terasa betapa tak "ma'rifah"nya saya terhadap saudara saya, (alm) Nurul. Bahwa Nurul selama ini telah melewati hidup dengan begitu banyak ujian. Sejak kecil, hingga ajal menjemput pun ujian masih menderanya. Tapi seperti yang saya pernah tulis di tulisan pendek saat mendengar Nurul wafat, Nurul adalah perempuan pilihan. Allah menguji hamba-Nya sesuai "tingkat" iman. Maka saya yakin, ujian demi ujian untuk Nurul adalah bentuk Allah mengangkat derajat hamba-Nya.
Buku ini sendiri...more
Buku ini sendiri...more
Di awal-awal buku, almarhum Mbak Nurul cukup lincah bertutur. Cerita mengalir enak, dengan gaya pendekatan yang tak 'meratap-ratap', justru kadang kocak--yang bikin bibir tak sadar senyum-senyum sendiri, namun justru menimbulkan haru. Penuturan yang gagah! Saya suka.
Membaca buku ini memang serasa sayang jika diberi jeda. Maka, saya terus melahapnya hingga nyaris habis--kira-kira sampai 3/4 isi buku.
Sayangnya, di bagian akhir, mungkin karena saat menulisnya kondisi kesehatan Mbak Nurul mulai menu...more
Membaca buku ini memang serasa sayang jika diberi jeda. Maka, saya terus melahapnya hingga nyaris habis--kira-kira sampai 3/4 isi buku.
Sayangnya, di bagian akhir, mungkin karena saat menulisnya kondisi kesehatan Mbak Nurul mulai menu...more
Mar 31, 2013
Nuari Rahmawati
marked it as to-read
Mar 21, 2013
Nadwi
marked it as to-read
Mar 11, 2013
Devi Mariana
marked it as to-read
Mar 08, 2013
Habibah
marked it as to-read
Feb 10, 2013
Fatmarilla Putri
marked it as to-read
Jan 02, 2013
Lydia Christiana
marked it as to-read
Jan 02, 2013
Isytarrul
added it
Dec 23, 2012
Pingkan Restyorina
marked it as to-read
Dec 23, 2012
Anitha Rahayu
added it
Nov 27, 2012
Rahmah
marked it as to-read
Sep 14, 2012
Syaiful Bahri
is currently reading it
Jun 08, 2012
Fitriani
marked it as to-read
Apr 17, 2012
Titik Sukmawati
is currently reading it
Feb 11, 2012
Atri
marked it as to-read
Feb 08, 2012
Nina
added it
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »

Loading...




















Sep 06, 2011 08:33pm