Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dari Datuk ke Sakura Emas” as Want to Read:
Dari Datuk ke Sakura Emas
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dari Datuk ke Sakura Emas

by
3.6  ·  Rating Details ·  346 Ratings  ·  42 Reviews
Tak ada yang lebih membahagiakan Datuk Batungkek Ameh selain mengabdi kepada suku. Namun kepergiannya untuk meminpin upacara adat di Padang membawa misi lain. Haruskah ia terus mempertahankan wibawanya sebagai Datuk? Kisah ini merupakan salah satu cerita pendek dalam buku ini. Cerpen lain berkisah tentang keputusan Amelia untuk, “Aku akan menikah dengan dia. Tapi kamu ...more
Paperback, 168 pages
Published April 2011 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dari Datuk ke Sakura Emas, please sign up.

Be the first to ask a question about Dari Datuk ke Sakura Emas

9 dari Nadira by Leila S. ChudoriKarena Kita Tidak Kenal by Farida SusantyRobohnya Surau Kami by A.A. NavisSeribu Kunang-kunang di Manhattan by Umar KayamDilarang Menyanyi di Kamar Mandi by Seno Gumira Ajidarma
Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik
51st out of 263 books — 270 voters
The Sweet Sins by Rangga Wirianto PutraFilosofi Kopi by Dee LestariSaman by Utami, AyuLaskar Pelangi by Andrea HirataEdensor by Andrea Hirata
Karya Sastra Indonesia Favorit
36th out of 79 books — 49 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Alisyah Samosir
May 18, 2011 Alisyah Samosir rated it it was ok
Saya selalu menikmati tulisan-tulisan yang mengambil latar di daerah-daerah di Indonesia. Apalagi kalau sesedikit menceritakan kehidupan masyarakat di sana. Karena itu juga aku suka buku-buku Andrea Hirata. Pun buku Ahmad Fuadi. Penggambaran Datuk Batungkek Ameh cukup memenuhi raga yang tertarik dengan ragam budaya Indonesia.

Cerita seru lainnya di buku ini adalah tulisan Indra Herlambang. Tulisannya menarik karena ringan dan ceplas-ceplos. Baru tau dia pintar nulis.

Saya juga suka tulisan Happy S
...more
Harun Harahap
May 22, 2011 Harun Harahap rated it liked it
Baca Bareng Goodreads Indonesia bulan Mei 2011. Kesan saya terhadap buku ini:

Datuk: Saat keikhlasan dihadapkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari, bisakah kita tetap menjaga idealisme?

Sebuah Keputusan: Terlalu mudah ditebak ceritanya dan terkesan dipanjang-panjangkan.

Ke Seberang Dermaga: Jangan menyesal ketika semuanya berakhir menyerangmu balik atas tindakan yang telah kau perbuat. Khianat itu pahit, kawan!

Emak Ingin Naik Haji: Sudah pernah baca, No Comment

Pagi di Taman: hari tua telah datang, da
...more
Gie
Bahagia itu saat ketemu buku yang udah lama diburu! Ketemunya di bazar pula jadi lebih murah. Kenapa sampe berburu buku ini segala? Cuma karena satu nama \m/... peru waktu agak lama buat baca bukunya karena ada kekhawatiran takutnya jadi nggak se-excited waktu berburu bukunya pas tau ceritanya gimana. Was-was dan cemas, boow! Tapi coba liat cerita apa saja yang saya dapat:

datuk : seorang datuk, tokoh masyarakat yang disegani mesti pergi ke upacara adat demi mendapatkan pinjaman uang untuk biaya
...more
Nike
Apr 25, 2011 Nike rated it liked it
Shelves: fiksi, kumcer
Dari awal buku ini terbit saya udah pengen beli aja, secara gitu ya nama-nama penulis terkenal ada disana. Sebut aja A. Fuadi, Alberthiene Endah, Dewi 'Dee' Lestari, Icha Rahmanti, Andrei Aksana, Indra Herlambang, Sitta Karina dan nama-nama laennya.

Iya, buku ini emang sebuah kumcer atau kumpulan cerita pendek yang dikemas khusus untuk akhirnya semua royalti dari buku ini akan disumbangkan oleh para penulis di dalamnya kepada Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Hal ini saja sudah membuat saya m
...more
Nabila Budayana
Apr 30, 2011 Nabila Budayana rated it really liked it
Shelves: kumpulan-cerpen
Sebelum tau content dari buku ini,saya sudah lebih tertarik dahulu oleh misinya yang bertujuan untuk 'menyelamatkan' PDS HB.Jassin. Segeralah saya beli.
Menariknya, kumpulan cerpen ini ditulis oleh banyak penulis-penulis populer yang tulisan-tulisannya tidak perlu diragukan. Meskipun, beberapa cerpen pernah di-publish sebelumnya. Seperti 'Emak Ingin Naik Haji'-Asma Nadia dan 'Mencari Herman'-Dewi Dee Lestari. Keduanya memang apik, sehingga saya merasa tidak masalah untuk di-publish ulang.:)
Membac
...more
Dhani
Mar 06, 2015 Dhani rated it really liked it
Nyaris semua cerpen di buku ini saya suka. Ada saja yang istimewa, dengan caranya masing masing. Ada yang kuat di deskripsi, ada yang idenya unik, atau yang keseluruhannya cakep. Yang jadi unggulan saya adalah Pagi di Taman( Avianti Arman), Mencari Herman( Dewi Lestari), Di Tempatmu Berbaring Sekarang( Aan Mansyur) dan Perempuan Yang Berumah di Rumpun Bambu( Putu Fajar Arcana).Dari buku ini, saya belajar banyak tentang kekuatan sebuah cerita, bagaimana mengeksekusi ide yang nampak biasa jadi ...more
Ariefmai Rakhman
Apr 27, 2011 Ariefmai Rakhman rated it liked it
Indra Herlambang tulisannya lumayan juga ternyata, agak sedikit mistis malah, agak kecewa karena cerpennya Dee dan Asma Nadia bukan cerpen baru , ada tema lesbiannya juga xixixixi (Yapi ketebak). Overall lumayan walaupun cenderung kurang wah tulisan2nya.
Petronela
Jan 18, 2014 Petronela rated it liked it
paling suka cerpen:
1. Datuk (A. Fuadi)
2. Misalkan Ini Adalah Dongeng (Clara Ng)
3. Kamis ke-200 (Happy Salma)

setelah sekian lama akhirnya buku ini dikeluarkan dari dalam lemari dan dibaca. nggak mengecewakan. cukup keren untuk menemani malam minggu :)
Olivia
Jan 04, 2016 Olivia rated it really liked it
Hehehehehehe. Sejujurnya saya bukan fans kumcer. Jarang sekali saya membaca cerpen. Tapi kemudian, mungkin saja... buku yang satu ini mengubah semua itu.

Saya membeli buku ini karena tergiur dengan nama-nama besar yang tampak di judulnya. Oh come on, Sitta Karina dan Clara Ng! Dua pengarang favorit saya! Selain itu masih ada pengarang-pengarang besar lain seperti Ahmad Fuadi, Dee, Asma Nadia, Andrei Laksana. Tampak menjanjikan, ya kan? (Walau saya bukan fans mereka, tapi karya mereka sudah diakui
...more
Fertina N M
May 26, 2014 Fertina N M rated it liked it
Buku ini berisikan 14 cerita pendek dari 14 penulis yang berbeda. Yang kemudian seluruh royalti akan disumbangkan untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di komplek Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Karena terdiri dari 14 latar belakang penulis yang berbeda-beda, kisah dan irama di dalamnya pun mempunyai alur dan lantunannya masing-masing. Penulis-penulis yang terlibat juga sudah banyak dikenal dengan genre bukunya masing-masing.

Seperti kisah pembuka buku ini yang berjudul Datuk. Dat
...more
Indri
Sep 29, 2016 Indri rated it really liked it
Shelves: short-stories
Kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh penulis-penulis terkenal. Kereenn
Aria Anggana
Mar 20, 2014 Aria Anggana rated it liked it
Pada 2011, ketika PDS diguncang masalah ekonomi dan aksi #KoinSastra bermunculan, meski tak ikut andil secara langsung, saya tahu dan ikut menyebarkan perihal itu. Ikut menyiarkannya dengan harapan semoga banyak yang tergerak membantu.

Lalu, pada entah tahun berapa, mungkin masih di 2011 atau di 2012, saya mendapat tugas sebagai Peri Buku, bertugas mengirimkan beberapa buku kepada Kemudianers , yang waktu itu, memenangkan lomba di situs hijau tersebut.

Dari Datuk ke Sakura Emas adalah salah satu b
...more
Ayu Fitri
May 24, 2014 Ayu Fitri rated it liked it
Aku kasih 3.5 bintang.
Cerpen-cerpen di buku ini tuh daleeem banget deh menurutku.
Bikin mikir soal kehidupan! :))

Jujur, nggak ada 1 cerpen yang aku suka banget. Tapi ada beberapa cerpen yang berhasil nempel di otak berhari-hari.

1. Sebuah Keputusan (Alberthiene Endah)
>> Aku dibikin frustasi nebak-nebak karakter di dalemnya. Awalnya aku nebak A, terus sepanjang cerita dibuat nggak yakin yang ujung-ujungnya ganti aku nebak B. Eh, di ending baru ketahuan kalo tebakan pertamaku yang bener. Mbak
...more
Azia
Ada beberapa cerpen yang memberikan kesan setelah membacanya yaitu sebagai berikut:

1.Datuk
Tema ceritanya lumayan bagus tentang pernikahan satu suku yang secara adat Minangkabau tidak diijinkan. Dan bagaimana sang Datuk mempertaruhkan gengsinya untuk meminta bantuan kepada kemenakan. Karena tidak disebutkan setting ceritanya tahun, saya jadi berasa aneh dengan adanya telegram. Mungkin karena saya membayangkan cerita tersebut dengan konten masa kini,mana ada yang masih pakai telegram.

2.Sebuah Ke
...more
m. ulinnuha
Buku ini berisi kumpulan cerpen dari para penulis terkenal. Royalti buku kumpulan cerpen ini akan disumbangkan untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin.

Cerpen-cerpen di buku ini tidak semuanya baru. Ada "Emak Ingin Naik Haji" - Asma Nadia yang sudah pernah diterbitkan (dan difilmkan) sebelumnya. Dan karena saya sudah menonton filmnya, saya jadi tidak terlalu surprise thd ceritanya. Ada juga cerpen "Mencari Herman" - Dee Lestari yang sebelumnya dimuat dalam Filosofi Kopi.

Beberapa cerpen yang "(i
...more
Lintang Dwi
May 23, 2011 Lintang Dwi rated it liked it
Shelves: fiksi
Jujur baru kali ini baca Cerpen seperti ini..

Baru baca setengahnya..
Dan selalu terkesima di setiap akhir cerita.
walaupun ceritanya pendek, tapi para penulis mampu menghadirkan latar yang kuat, makna yang dalam, dan hikmah yang kompleks. Membuat diri ini merenung di setiap ceritanya.. "kok bisa ya?", "terus gimana ya..", "apa jadinya bila..", "ternyata gitu ya..", dsb..

Paling berkesan ceritanya Alberthein, karena mmg gak pernah nyangka kalau ternyata F/F love story, sampai di paragrap terakhir.
...more
rizki
Jan 01, 2012 rizki rated it liked it
Beberapa banyak yang bikin bosan. Serius.

Bahkan, beberapa cerita yang aku harap bakal bagus, malah terkesan biasa saja atau justru membosankan.

Namun, gak semua cerita membosankan. Ada cerita yang bagus juga. Salah satu yang aku suka cerita dari Indra Herlambang.

Faktor yang bikin buku ini jadi keren adalah karena buku ini ada untuk menyelamatkan keberadaan perpustakaan PSD HB Jassin yang sedang dalam kondisi 'koma' keberadaannya. Buku ini mungkin akan menjadi salah satu yang menyelamatkan hidup P
...more
Herlianist
Oct 31, 2013 Herlianist rated it liked it
14 penulis, 14 kisah, 14 rasa dalam satu buku. Karena penulisnya nano-nano alias banyak maka kesan yang ditinggalkannya pun beragam pula. Ada yang luar biasa, namun ada pula yang biasa saja bahkan mengecewakan.
Yang paling mengejutkan adalah cerpen milik Indra Herlambang. Aroma mistisnya menempel begitu lekat dalam ingatan. Meninggalkan kesan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Tadinya berharap Dee menyumbang cerpen baru untuk buku ini. Sayang, saya hanya menemukan Mencari Herman yang sudah say
...more
Yusnia Laili
Aug 17, 2011 Yusnia Laili rated it it was amazing
Kumpulan cerpen yang membuat aku selalu ingin membacanya lagi dan lagi. Setiap cerpen dalam cerpen ini memiliki ide dan alur cerita yang tidak tertebak, semacam tebak-tebak buah manggis. Mayoritas mengusung isu-isu sosial tentang gender, adat, budaya, mistisme, dll tapi dibungkus dengan sesuatu-unsur intrinsik-yang sangat luar biasa. Ah, tapi aku sedikit kecewa dengan Dee, kenapa dia harus menitipkan si 'Herman' lagi, aku ingin membca yang baru dan lain, bukan tentang Herman lagi.
Aku ingin memi
...more
Jessica
Dec 09, 2011 Jessica rated it liked it
Uda selesai dari lamaaaa banget, but, baru skarang sempet online, inipun dari hp.

Pertama kali saat buku ini dicetak, saya pengen banget belinya. Selain ada nama beberapa penulis yang saya tau, cover yang bagus, juga karena sebagian royaltinya disumbangkan k yayasan HB Jassin.

Jujur, saya kurang terkesan sama cerpen. Pendek, kilat pula endingnya. Tapi saya suka sama beberapa cerpen. Andrei Aksana, Dee, salah dua yang saya suka. Karena saya lumayan ngerti jalan ceritanya. Sakura Emas, sori Mbak Sit
...more
Vanda Kemala
Nov 07, 2014 Vanda Kemala rated it really liked it
Ini kumcer persembahan yang apik!

Walaupun (jujur) nggak terlalu tau siapa itu HB Jassin, nggak nyesel sama sekali karena udah beli buku ini. Beberapa cerpen memang ditulis di bagian akhir kalau pernah dipublikasi di mana, yang bikin kesan ini tulisan daur ulang. Tapi untungnya, nggak semua cerpen kayak gitu.

Cerpen favorit? Sudah pasti cerpen yang ala-ala FF, yang ada twist, hehehe. Sebuah Keputusan punya Alberthiene Endah, sama Pagar Soka punya Indra Herlambang. Dua cerita itu endingnya hakdes b
...more
Dinda Astrida
Oct 12, 2011 Dinda Astrida rated it really liked it
buku ini adalah kumpulan kisah para penulis hebat Indonesia. saya juga menyukai covernya :D. ada beberapa cerpen yang saya suka.
sebentar saya lagi mengingat-ingat isi masing-masing ceritanya. lupa :P

saya suka beberapa cerpen diantarannya: Mencari Herman (dewi "dee" lestari), pagar soka (indra Herlambang), Di tempatmu Berbaring Sekarang (M. Aan Mansyur), Perempuan yang berumah di Rumpun Bambu (Putu Fajar Arcana)dan Pagi di Taman (Avianti Armand). --> hasil gogel isi buku, malas buka buku fisi
...more
Tati Haryani
Jul 15, 2011 Tati Haryani rated it liked it
Beberapa cerpennya udah pernah baca (emak ingin naik haji - Asma Nadia, Mencari Herman - Dee) jadinya ga gak terlalu surprise. Yang paling keren menurutku adalah Sebuah Keputusan- Alberthiene Endah, ga nyangka banget endingnya kalo mereka adalah pasangan sesama jenis.

Seluruh royalti dari buku ini akan disumbangkan untuk Pusat Dokumentasi HB Jassin, itu usaha yang patut dihargai.

Dan secara keseluruhan aku menyukai buku ini dan memberi bintang 3.
Karlina
Apr 13, 2015 Karlina rated it liked it
Isinya sangat variatif karena ditulis oleh banyak penulis dari berbagai latar belakang dan genre. Ada yang 'serius' ada yang bergaya teenlit. Berdasarkan yang tertulis, kumpulan ini dibuat semata untuk menggalang dana bagi Perpustakaan HB Jassin. Jadi memang sepertinya, tidak ada kriteria khusus untuk cerpen yang dimuat.
Cerpen favorit saya "Di Tempatmu Berbaring Sekarang"-nya M Aan Mansyur & "Perempuan yang berumah di rumpun bambu"nya Putu FA :)
Nura
Oct 25, 2015 Nura rated it liked it
Reading Challenge #18: A book of short stories

Emang dasarnya gw ga terlalu suka cerpen sih, jadi ga bisa ngasih bintang empat, walopun sebenarnya lumayan banyak cerita yang menggugah, yang bikin gw pengen teriak wtf?, yang bikin pengen jejelin sambal dadak ke si mbak yang cerewet. Cerpen favorit gw adalah "Pagi di Taman". ngebayangin saat tua nanti. will i live to that day?
Adindasaja
Aug 17, 2011 Adindasaja rated it really liked it
Kumpulan cerpen yang ga bisa dianggap remeh. Visi buku ini untuk menjadi bagian dari susastra Indonesia jelas terlayakkan oleh hadirnya cerpen2 memukau karya anak negeri yang bebas dari belenggu ruang waktu dan bertutur tentang keragaman khasanahnya. Benar2 karya cap bintang deh! Sungguh kompilasi mengesankan walaupun IMHO they should put more effort for its title. ^^
miaaa
May 08, 2011 miaaa rated it liked it
Shelves: indonesian
Joyful to read. Indonesian literature need more and more short stories like these. Various theme I know, but it somehow works well enough.

***

Beberapa kisahnya membuatku antara terharu, kesal, dan tak berdaya. Permainan emosinya luar biasa. Bolehlah kita berharap agar penulis-penulis yang terlibat terus menghasilkan karya seperti ini.
Sutresna
Aug 20, 2014 Sutresna rated it liked it
Iseng bacanya. Ada dua tulisan yang saya pernah baca sebelumnya di tulisan lain, karya Dee dan Aan Mansyur.

Asyik sih tapi. Masih ngena sastranya, banyak juga cerita satire mengejek kehidupan di dalamnya.

Selain satu cerita yang panjang tapi "yaa gituu". Ternyata pas diliat eh yang nulis emang yang biasa nulis teenlit. Hehe

Sisanya oke. :D
Darnia
Jan 05, 2016 Darnia rated it really liked it
Tidak menyangka bahwa gw akan suka banget sama kumcer ini. Ada yg sudah pernah baca seperti Mencari Herman-nya Dee, tapi nggak bikin gimana gitu. Paling suka sama cerpen-cerpen macam Datuk, Pagar Soka dan Perempuan Yang Berumah di Rumpun Bambu, yg masih menyenggol budaya lokal. Namun yg lebih kekinian juga gak kalah bagus.
Mandewi
Mar 19, 2014 Mandewi rated it really liked it
Kumpulan cerpen yang keren banget. Favorit saya cerpen karya Putu Fajar Arcana, Indra Herlambang dan Clara Ng.

Ada Mencari Herman karya Dee yang juga ada di Filosofi Kopi. Juga cerpen Di Tempatmu Berbaring Sekarang karya Aan Mansyur yang juga ada di Kukila.

Secara keseluruhan, keren.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Bidadari yang Mengembara
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Un Soir du Paris
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Kereta Tidur
  • 86
  • Linguae
  • Kukila
  • Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
  • Ripin: Cerpen KOMPAS Pilihan 2005-2006
  • Orang-Orang Tanah
  • Dokumen Jibril
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Skenario Remang-Remang
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
  • Kumpulan Budak Setan
3012699
Fuadi lahir di nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD, ayahnya guru madrasah.

Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat.

Gontor pula yang membukakan hat
...more
More about Ahmad Fuadi...

Share This Book