Biar!: Kumpulan Puisi Nanang Suryadi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Biar!: Kumpulan Puisi Nanang Suryadi

by
3.58 of 5 stars 3.58  ·  rating details  ·  12 ratings  ·  3 reviews
Paperback, 128 pages
Published March 16th 2011 by Indie Book Corner
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-17 of 17)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Agoenk
Bagus sekali kumpulan2 puisi ini.. sampai tak bosan untuk membacanya berulang kali.. :D
Yusnia Laili
Butuh waktu lama untuk menyelesaikan membaca Biar, mulai dari to read, currently reading, sampai read. Awal membaca kumpulan puisi ini adalah dalam bentuk pdf, kok lama kelamaan jadi ingin beli bukunya ^^.
Jujur, aku sebenarnya tidak begitu betah membaca kumpulan puisi (lebih doyan kumcer, novel, atau kumpulan esai). Aku tak pandai memahami puisi tapi rasanya ada yang berbeda dengan Biar; seolah-olah ada kejujuran, sindiran yang tulus, pujian yang indah, diksi yang halus tapi garang, dan penggam...more
Nanang Suryadi
Nov 16, 2012 Nanang Suryadi rated it 4 of 5 stars  ·  (Review from the author)
buku sudah habis :)
Setiawan Al-ghifari
Setiawan Al-ghifari marked it as to-read
Feb 11, 2014
Nasrullah Uul
Nasrullah Uul marked it as to-read
Jun 07, 2013
Valensa Ramadhan
Valensa Ramadhan marked it as to-read
May 12, 2013
Ivan
Ivan added it
Oct 16, 2012
topics  posts  views  last activity   
Ulasan ARIF GUMANTIA terhadap buku Puisi: BIAR! 1 3 May 31, 2011 02:17AM  
2154478
Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( http://feb.ub.ac.id ) Universitas Brawijaya ( http://ub.ac.id )

Buku-buku puisi yang menyimpan puisinya, antara lain: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publish...more
More about Nanang Suryadi...
Penyair Midas Cinta, Rindu & Orang-orang yang menyimpan Api dalam Kepalanya Telah Dialamatkan Padamu Derai Hujan Tak Lerai Yang Merindu Yang Mencinta

Share This Book

“Bulan Merah

lalu ditenggak darah bulan merah
lolongnya yang serigala hingga ujung benua
sebayang lindap sebayang lindap melayar-layar

bulan merah mengucur airmata
dengusnya yang api memunahkan negeri-negeri
sebusur waktu sebusur waktu meluncur-luncur

tatap bulan merah di waktu malam merapat di ubun-ubun
hingga purnamanya penuh sempurna
sebugil bulat sebugil bulan menggigil-gigil

o, bulan merah di puncak sunyi geliat sepi amuknya!”
2 likes
More quotes…